YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

FLU PENYAKIT PADA PASIEN DIABETES YANG HARUS DIBERI PERHATIAN

Flu mungkin kedengarannya seperti kondisi normal untuk beberapa orang, tetapi tidak ketika flu menjadi penyakit pada pasien diabetes. Masalah kesehatan ini bisa mempengaruhi atau justru terpengaruh oleh kondisi gula darah yang tinggi pada pasien. Masalah kesehatan sekecil apapun itu akan jadi masalah ketika berhadapan dengan gula darah yang tidak stabil. Nah, kali ini akan dibahas tentang bagaimana menghadapi flu pada pasien diabetes. Mulai dari bagaimana mengenali gejala flu sampai mengatasi kondisi tersebut.

 

Apa itu flu?

Mari mulai dulu dengan mengenali sebenarnya flu itu kondisi seperti apa sih dan bagaimana bisa sampai menyerang seseorang?

Flu sebenarnya penyakit yang berasal dari virus atau kuman yang menempel pada hidung, tenggorokan, serta paru-paru. Itulah mengapa daerah ini adalah tempat-tempat pertama yang akan merasa tidak nyaman ketika terserang flu.

Bagi orang-orang dengan kondisi gula darah normal, flu adalah penyakit ringan yang akan segera sembuh jika istirahat dan minum obat rutin. Tetapi bagi pasien diabetes, flu dapat memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan lain yang berbahaya.

Untuk mengenali gejala flu sebenarnya ada beberapa tanda-tanda seseorang kemungkinan terserang flu. Gejala yang ditunjukan misalnya saja: sakit kepala, demam hingga mengigil, merasa lelah, batuk-batuk, tenggorokan serak, otot yang terasa sakit dan hidung berair. Beberapa gejala ini tentu saja tidak akan muncul sekaligus, tetapi cukup sekedar dijadikan patokan untuk segera melakukan pertolongan pertama.

Flu shot

Flu shot adalah semacam vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang flu pada waktu-waktu tertentu. Tapi tidak semua orang perlu menerima metode pengobatan ini. Cukup mereka yang masih berusia 6 bulan atau mereka yang sudah cukup tua sehingga sistem kekebalan tubuhnya tidak sebaik dulu. Flu shot bisa dilakukan setiap satu tahun sekali.

Tentu saja flu shot tidak memiliki efek samping yang berarti pada pasien. Mungkin beberapa saat setelah dilakukan penyuntikan lengan akan terasa lebih gatal dan membengkak selama beberapa hari. Tetapi hal ini tidak perlu dicemaskan karena itu adalah reaksi normal.

Perlu diketahui bahwa flu shot bukan untuk menyembuhkan sakit flu, hanya untuk memproteksi diri dari kemungkinan terserang flu. Kembali lagi, gaya hidup sehat menjadi kunci untuk menghindarkan diri dari flu. Flu shot tidak hanya dapat melindungi pasien diabetes dari kemungkinan sakit flu yang bisa berbahaya, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitarnya.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindari flu?

Cara terbaik untuk melindungi diri dari flu tentu saja yang pertama adalah dengan mendapatkan flu shot setiap satu kali dalam setahun menjelang musim-musim sakit flu. Biasanya terjadi pada musim hujan atau peralihan antara musim panas ke musim hujan.

Mintalah rekomendasi dari dokter tentang obat apa yang harus diminum untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Serta jangan lupa untuk menyesuaikan dengan gaya hidup diabetes yang telah dilakukan, termasuk diet dan olahraga rutin.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DITENTUKAN DARI APA YANG DOKTER KETAHUI

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Kadar Gula Darah Naik di Pagi Hari 

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Kadar Gula Darah Naik di Pagi Hari 

Pernahkah Anda mengalami kenaikan kadar gula darah yang tiba-tiba di pagi hari? Pernahkah Anda bertanya-tanya penyebab kadar gula darah naik di pagi hari?

Kenaikan kadar gula darah di pagi hari merupakan hal normal yang sering terjadi. Hal ini biasanya disebabkan karena saat malam hari tubuh menggunakan pasokan energi demi mempertahankan fungsi-fungsi vital seperti detak jantung, pernafasan, dan pemeliharaan organ lainnya. Akhirnya, tubuh melepaskan berbagai hormon seperti glukagon, kortisol dan epinefrin saat Anda bangun tidur di pagi hari. Dilansir dari WebDM, hormon-hormon ini membantu meningkatkan kadar gula darah Anda untuk memberikan energi yang diperlukan tubuh pasca tidur semalaman.

Selain itu, konsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula ataupun karbohidrat sederhana seperti roti putih dan soda dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah di pagi hari. Sebab karbohidrat sederhana dan gula merupakan jenis makanan yang mudah dicerna atau diserap oleh tubuh, sehingga menyebabkan kenaikan kadar gula darah Anda.

Baca juga : 9 Bahaya Mengonsumsi Gula Berlebihan

Meski kenaikan kadar gula darah di pagi hari setelah bangun tidur merupakan hal yang biasa dan wajar, hal ini bisa menjadi masalah jika Anda atau kerabat Anda memiliki penyakit diabetes melitus. Kondisi ini bisa berdampak bagi diabetes karena berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika terus menerus tidak terkontrol. Beberapa masalah yang mungkin timbul dalam jangka panjang adalah masalah ginjal, saraf, sistem pencernaan hingga jantung. 

Namun sebenarnya ada dua kondisi yang dapat menjelaskan lebih detail tentang penyebab kenaikan kadar gula darah di pagi hari. Mengetahui akar penyebabnya dapat membantu Anda mengatasi kondisi kenaikan kadar gula darah di pagi hari. Yuk baca tulisan ini selengkapnya untuk mengetahui alasannya lebih lanjut!

1. Fenomena Fajar (Dawn Phenomenon) 

Dawn Phenomenon atau yang biasa kita kenal dengan fenomena fajar, merupakan suatu kondisi ketika terjadi peningkatan kadar gula darah di pagi hari, biasanya terjadi antara pukul 02.00 WIB hingga 08.00 WIB. Meski kondisi ini bisa terjadi pada orang normal, namun kondisi ini sering terjadi pada orang yang menderita diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. 

Penyebab utama dari fenomena fajar ini adalah hormon-hormon seperti kortisol, glukagon dan epinefrin yang dilepaskan tubuh ketika seseorang bangun tidur. Hormon-hormon ini membantu meningkatkan kadar gula darah untuk memberikan energi yang dibutuhkan tubuh setelah tidur semalaman. Tak hanya itu, tubuh juga melepaskan hormon pertumbuhan yang mengakibatkan kenaikan kadar gula darah.

Jika hal ini terjadi pada orang yang sehat, tubuh akan memproduksi insulin yang cukup untuk menurunkan kadar gula darah saat hormon-hormon tersebut dilepaskan. Namun lain halnya jika kondisi ini terjadi pada penderita diabetes melitus. Pada penderita diabetes melitus, tubuh kesulitan memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang berlebihan. Penderita diabetes yang mengalami fenomena fajar ini juga dapat mengalami gangguan sistem saraf otonom yang menyebabkan gejala seperti pusing, sakit kepala disertai berkeringat.

Kondisi fenomena fajar juga dapat dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat sederhana seperti nasi putih, pasta, roti putih, kue, es krim dan jus buah secara berlebihan pada malam hari. Makanan dengan karbohidrat sederhana dicerna dengan cepat dan mudah diubah menjadi glukosa dalam tubuh, sehingga memicu terjadinya lonjakan kadar gula darah yang lebih besar saat pagi hari.

Baca juga : Kadar Gula Darah Normal Menurut Usia dan Cara Menjaganya Agar Tetap Stabil

2. Efek Somogyi (Somogyi Effect)

Somogyi Effect atau yang dikenal dengan efek somogyi dikenal sebagai rebound hyperglycemia, merupakan sebuah kondisi dimana kadar gula darah seseorang turun terlalu rendah pada malam hari, namun menjadi meningkat secara dramatis di pagi hari. Kondisi ini kerap dialami oleh penderita diabetes melitus tipe 1, meskipun pada beberapa kasus juga memungkinkan terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 2. 

Penyebab dari efek somogyi ialah penggunaan dosis insulin yang terlalu tinggi pada malam hari. Ketika kadar gula darah turun terlalu rendah karena efek penggunaan dosis insulin, tubuh meresponnya dengan melepaskan hormon kortisol, epinefrin dan hormon pertumbuhan yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Jika hal ini terjadi pada kondisi normal tanpa memiliki riwayat diabetes, hormon-hormon tersebut akan membantu meningkatkan kadar gula darah sambil mencegah hipoglikemia yang lebih serius.

Namun pada kondisi efek somogyi, kadar gula darah meningkat terlalu tinggi pada pagi hari karena reaksi yang berlebihan dari tubuh terhadap penurunan kadar gula darah pada malam sebelumnya. Hal ini dapat menyebabkan penderita diabetes melitus mengalami gejala seperti rasa lapar yang berlebihan, gemetar dan berkeringat.

Jika fenomena fajar disebabkan karena hormon-hormon yang membantu meningkatkan kadar gula darah demi memberikan energi yang dibutuhkan tubuh, maka efek somogyi disebabkan oleh pemberian dosis insulin yang menyebabkan reaksi berlebihan dari tubuh terhadap penurunan kadar gula darah. Meski begitu, keduanya sama sama menyebabkan lonjakan kadar gula darah Anda di pagi hari. 

Lantas, Bagaimana ya Cara Mengatasi Keduanya? 

Meski sama-sama menyebabkan melonjaknya kadar gula darah saat pagi hari, namun penyebab fenomena fajar dan efek somogyi berbeda, sehingga memerlukan cara yang berbeda pula untuk mengatasi kedua kondisi tersebut.

1. Cara Mengatasi Fenomena Fajar

Demi menghindari fenomena fajar, penderita diabetes dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Mengonsumsi makanan sarapan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein untuk menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil
  • Olahraga ringan seperti berjalan kaki ataupun yoga di pagi hari bisa membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta menurunkan kadar gula darah
  • Jika diperlukan, cobalah lakukan pemeriksaan gula darah rutin di pagi hari, antara pukul 02.00 WIB hingga 04.00 WIB
  • Konsultasikan dengan dokter jika terjadi secara berkelanjutan. Lakukan penyesuaian dosis atau konsumsi obat diabetes jika disarankan oleh dokter

Baca juga : Stress dan Penyebab Kadar Gula Darah Tinggi

2. Cara Mengatasi Efek Somogyi

Demi menghindari fenomena fajar, penderita diabetes dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Konsultasikan dengan dokter perihal dosis insulin yang diperlukan agar tidak terlalu tinggi ataupun rendah
  • Hindari melakukan latihan fisik yang berat di malam hari atau sebelum tidur, sebab dapat berpotensi menyebabkan kadar gula darah menurun secara drastis hingga mengakibatkan efek somogyi
  • Pastikan untuk mengonsumsi makanan atau camilan dengan karbohidrat kompleks (bukan karbohidrat sederhana) dan protein sebelum tidur, sehingga kadar gula darah Anda tetap stabil selama tidur di malam hari.

Itulah penyebab-penyebab dari kenaikan kadar gula darah di pagi hari. Bagi penderita diabetes disarankan lebih mawas diri terkait kondisi lonjakan kadar gula darah di pagi hari, sebab jika kondisi ini dibiarkan berpotensi menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes. 

OBAT DIABETES HERBAL DAN MAKAN SEHAT DENGAN CHIA SEED

Obat diabetes tidak selalu dalam bentuk obat-obatan tablet namun bisa juga dari nutrisi yang ditemukan dalam makanan sehat lainnya. Daftar makanan sehat untuk pasien diabetes mungkin banyak dan tidak semua bisa selalu dikonsumsi setiap hari. Memilih konsumsi makanan sehat dengan kandungan nutrisi yang cukup bisa membantu mencegah gejala diabetes menjadi komplikasi berbahaya layaknya fungsi obat diabetes itu sendiri. Saran dari para ahli kesehatan adalah memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian serta mengurangi lemak dan garam hingga seminimal mungkin. Nah, salah satu yang paling bisa bermanfaat untuk pasien diabetes adalah chia seed.

Chia seed sangat bermanfaat untuk pasien diabetes karena mengandung begitu banyak nutrisi yang bisa mengurangi resiko komplikasi pada pasien diabetes. Para ahli memang menyarankan chia seed sebagai kombinasi pada menu sehari-hari seperti dalam campuran smoothies atau oatmeal. Lalu sebenarnya seperti apa dan berapa banyak pengaruhnya bagi pasien diabetes?

 

Manfaat chia seed sebagai obat diabetes herbal

Yang pertama harus diketahui adalah kandungan apa saja yang terdapat dalam biji-biji kecil ini? Chia seed sendiri mengandung beragam nutrisi penting seperti antioksidan, asam lemak omega 3, serat dan magnesium yang berpengaruh besar terhadap kenaikan gula darah. Untuk lebih spesifiknya, setiap 30 gram chia seed terdapat 10 gram serat yang bisa memenuhi separuh kebutuhan serat manusia. Serat inilah yang membantu pasien diabetes mengurangi berat badan, kenyang lebih lama dan tidak mudah lapar.

Penelitian telah mendukung penggunaan chia seed sebagai obat diabetes herbal karena setelah diuji chia seed dapat meningkatkan toleransi glukosa dan insulin yang kerap jadi masalah bagi pasien diabetes tipe 2. Chia seed aman bagi pasien diabetes karena rendah kalori, gluten-free dan mudah dicerna. Mudah sekali dikombinasikan di berbagai menu sehat untuk sarapan atau makan siang.

Manfaat chia seed untuk menurunkan berat badan

Dalam sebuah penelitian di tahun 2017 menunjukan bagaimana pasien diabetes tipe 2 yang kelebihan berat badan diberi chia seed secara rutin dalam menu dietnya. Setelah enam bulan melakukan diet dengan chia seed pasien mengalami penurunan berat badan cukup signifikan dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi chia seed.

Chia seed dapat diolah dengan cara dijadikan tambahan dalam salad untuk membuatnya lebih berserat, menjadikannya tambahan dalam dessert atau bisa dibuat menjadi minuman. Cara membuat rendaman chia seed adalah dengan merendam chia seed 20-30 menit dalam segelas air lalu campurkan bersama buah-buahan untuk memberi rasa.

Chia seed sangat mudah diolah dan ditemukan. Tidak perlu menggunakan banyak untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan.

 

Baca juga: OBAT DIABETES HERBAL DALAM BENTUK TEH MENURUT AHLI

OBAT DIABETES HERBAL DALAM BENTUK TEH MENURUT AHLI

Diabetes dan obat herbal diabetes

Dalam berbagai kasus diabetes tidak hanya membutuhkan obat untuk mengendalikan gula darah dengan aman, baik itu dengan herbal atau bukan. Untuk mengendalikan diabetes dengan aman diperlukan kombinasi dari olahraga dan makanan sehat. Nah, salah satu yang sudah cukup sering dibahas adalah kehadiran teh sebagai superdrink untuk menjaga kondisi kesehatan pasien. Teh bisa merupakan obat diabetes herbal atau bagian dari menu diet yang banyak diresepkan dokter. Apa yang membuat teh efektif sebagai obat diabetes herbal? Teh mengandung theanine atau semacam asam amino yang mengendalikan tekanan darah dan menurunkan kadar stress seseorang. Teh juga membantu tubuh untuk lebih sensitif terhadap insulin.

 

Teh sebagai obat diabetes herbal

Diabetes kebanyakan disebabkan oleh dua hal yaitu ketika hormone stress meningkat dan tubuh yang tidak sensitif terhadap insulin. Stress dapat menyebabkan kenaikan gula darah, jadi kunci untuk menurunkan gula darah adalah menurunkan kadar stress seseorang. Begitu juga ketika tubuh tidak bereaksi semestinya terhadap insulin. Ketika tubuh bisa lebih sensitif terhadap insulin maka tubuh juga bisa memanfaatkan gula dari karbohidrat yang masuk menjadi energi.

Manfaat dari teh sendiri bukan hanya semata karena bisa menurunkan kadar stress dan meningkatkan sensitifitas insulin, tetapi lebih dari itu, teh bisa mengurangi resiko kanker yang berhubungan dengan diabetes tipe 2 seperti kanker pankreas, kanker hati, dan endometrial cancer.

Namun dari sekian banyak teh yang paling bermanfaat adalah black tea dan green tea yang diseduh murni, tanpa campuran susu, gula dan bahan lainnya. Menurut para ahli bahkan teh terbaik sebagai minuman kesehatan adalah yang tidak mengandung herbal tambahan. Lalu apa teh yang paling baik untuk dikonsumsi?

Black tea dan green tea

Kedua teh ini berasal dari tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis namun diproses dengan cara yang berbeda. Black tea dikeringkan dengan cara dijemur matahari dan merupakan teh yang paling teroksidasi. Sementara green tea diproses tanpa pengeringan matahari dan proses oksidasi seperti black tea.

Setiap pagi konsumsilah secangkir teh baik itu black tea atau green tea untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh. Stress dan tekanan darah tinggi berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jantung. Penyakit jantung merupakan komplikasi paling umum dari diabetes tipe 2 dan sebenarnya bisa dikurangi resikonya dengan olahraga, diet sehat serta salah satunya adalah perbanyak konsumsi black tea dan green tea.

 

Baca juga: OBAT DIABETES HERBAL DARI JAHE DAN GREEN TEA

OBAT DIABETES HERBAL GABUNGAN JAHE DAN TEH

Gabungan dari daun teh dan jahe bisa menjadi obat diabetes herbal yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Teh dikenal sebagai salah satu bahan herbal yang banyak digunakan dalam metode pengobatan diabetes. Sedangkan jahe sendiri dalam tubuhnya yang kecil mengandung berbagai macam manfaat kesehatan. Jika digabungkan teh dan jahe bisa jadi obat diabetes herbal yang tidak cuma bermanfaat tapi juga aman dan menyehatkan tubuh.

Ginger tea memang memiliki rasa yang lebih pedas daripada teh biasa, namun jika ditambahkan lemon dan madu rasanya akan jadi lebih enak di lidah. Lemon dan madu sendiri juga termasuk dalam kelompok bahan untuk obat diabetes berbahan herbal yang aman bagi tubuh. Manfaat dari ginger tea sendiri bisa beragam selain sebagai obat herbal. Ini dia manfaat herbal ginger tea mulai dari obat diabetes sampai mengatasi mabuk laut?

 

Obat herbal mengurangi gula darah pada pasien diabetes

Bagaimana ginger tea bisa menjadi obat diabetes herbal? Penelitian membuktikan bahwa jahe akan mengendalikan gula darah lebih baik dengan menghalangi enzim yang memecah glycogen. Enzim ini akan menyebabkan gula darah melonjak terutama setelah makan. Ginger tea bisa dicoba dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi efek lonjakan gula darah dalam waktu lama.

Mengurangi inflamasi

Tentu saja karena semua teh memiliki kandungan antioksidan tinggi yang bisa mengurangi efek buruk radikal bebas penyebab inflamasi. Ginger tea memiliki kandungan anti-inflamasi yang lebih tinggi dan bisa mengurangi rasa sakit pada otot serta persendian berhubungan dengan arthritis, kram menstruasi dan osteoarthritits.

Obat herbal mengurangi kolesterol pada pasien diabetes

Ginger tea yang dikonsumsi secara rutin ternyata berpengaruh terhadap pengurangan jumlah kolesterol dalam tubuh. Ginger tea akan membantu meningkatkan sirkulasi darah dan inflamasi. Pada saat bersamaan juga akan menurunkan kolesterol. Kolesterol tinggi, terutama pada pasien diabetes, akan menaikan resiko penyumbatan arteri akibatnya adalah penggumpalan darah hingga serangan jantung.

Menurunkan berat badan

Jahe sendiri sudah cukup untuk mengurangi berat badan karena jahe dapat membantu mempercapat pemecahan lemak dalam sistem pencernaan serta menghalangi penyerapannya dalam jaringan tubuh.

Melawan mabuk laut

Selama bertahun-tahun, bakan berabad-abad, jahe digunakan sebagai ramuan herbal ketika akan mengatasi mabuk laut atau mual-mual. Efeknya yang menghangatkan pencernaan dan tubuh bisa mengurangi rasa tidak nyaman dalam perut setelah mual dan muntah.

Menaikan sistem imun

Jahe mengandung komponen bernama gingerol dan shogaol. Gingerol dan shogaol akan melawan radikat bebas yang masuk ke dalam tubuh serta racun-racun yang bisa menimbulkan penyakit.

Ada banyak sekali manfaat ginger tea selain sebagai obat herbal. Ginger tea sangat mudah dibuat dan dikonsumsi kapanpun tanpa takut efek buruk penumpukan bahan kimia. Mungkin ginger tea bisa dijadikan pilihan alternative yang bermanfaat seperti obat diabetes.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DAN KEWAJIBAN MENJAGA KONDISI KAKI

OBAT UNTUK DIABETES, PENYAKIT PALING BERBAHAYA SAAT INI

Obat untuk pasien diabetes semakin hari semakin meningkat permintaannya seiring dengan meningkatnya jumlah pasien diabetes yang terdiagnosis akhir-akhir ini. Menurut data dari WHO diabetes adalah penyakit endemik dunia yang harus semakin diperhatikan kehadirannya. Dari data tersebut disebutkan kira-kira ada 347 juta orang yang mengidap diabetes atau kira-kira setara dengan 5% populasi penduduk dunia saat ini. Meskipun hanya 5% tetapi angka ini sebenarnya terbilang cukup besar untuk suatu penyakit. Diperkirakan dalam 10 tahun ke depan jumlah ini akan meningkatkan hingga 50% dan menjadi penyebab kematian ke-7 di tahun 2030. Kenapa bisa begitu?

Perubahan gaya hidup yang semakin hari semakin jauh dari ramah lingkungan meningkatkan resiko seseorang terkena diabetes. Orang-orang jadi mudah mengonsumsi makanan manis, instan dan kurang mengandung gizi. Berbagai peningkatan sarana kehidupan juga membuat orang kurang bergerak dan beraktifitas fisik. Kondisi ini kemudian menyebabkan gula darah jadi lebih tinggi dari seharusnya dan mengharuskan pasien untuk mengonsumsi obat diabetes.

Sebenarnya penyebab diabetes tidak hanya karena makanan tidak sehat dan kurangnya aktifitas fisik saja, tetapi juga beberapa hal lain yang terjadi di dalam tubuh. Diabetes bisa saja disebabkan karena adanya masalah pada insulin. Insulin adalah hormone protein yang akan membantu sel untuk menggunakan gula sebagai energi dengan lebih efektif. Insulin akan memindahkan glukosa dari dalam pembuluh darah untuk masuk ke sel-sel yang ada di seluruh tubuh untuk kemudian digunakan sebagai bahan energi. Tanpa insulin ini yang akan menyebabkan seseorang mengalami gula darah tinggi atau hyperglikemia.

 

Jenis diabetes yang perlu diketahui untuk menentukan obat

Ada dua jenis atau tipe diabetes yang perlu diketahui dan mengetahui tipe diabetes yang dimiliki akan sangat berhubungan dengan menentukan obat untuk diabetes. Mungkin sudah cukup sering dibahas sebelumnya, maka kali ini akan sedikit diulang kembali secara singkat tentang diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu membuat insulin dalam jumlah cukup. Karena kondisi ini disebabkan oleh kegagalan salah satu organ tubuh, maka diabetes tipe 1 bisa dianggap sebagai penyakit auto imun dan tidak ada obat untuk menyembuhkan kondisi ini. Pasien harus menggunakan suntikan insulin untuk mendapatkan jumlah insulin yang sesuai dan mengatur gaya hidupnya agar tidak terjadi komplikasi.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana meski tubuh telah membuat insulin dalam jumlah cukup tetapi tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. 90% pasien diabetes adalah mereka yang memiliki diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 inilah yang berhubungan dengan obesitas, diet yang tidak sehat dan kurangnya aktifitas fisik.

Perlunya obat diabetes?

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa diabetes tipe 1 tidak dapat diobat seperti diabetes tipe 2. Namun obat untuk diabetes tidak berfungsi untuk menyembuhkan penyakit ini secara total, hanya untuk membantu mengendalikan gula darah. Gula darah tinggi dalam waktu lama akan sangat membahayakan tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain. Nah, bagi pasien diabetes sangat penting untuk memperhatikan konsumsi obat diabetes, menu diet sehari-hari dan kegiatan fisik seperti olahraga atau aktifitas fisik sederhana lainnya.

Obat untuk diabetes saat ini sudah semakin banyak pilihannya seiring dengan meningkatnya penelitian tentang obat diabetes. Obat diabetes berbahan herbal yang lebih aman saat ini semakin banyak seperti suplemen dengan daun yakon, mengkudu, pare dan masih banyak lagi. Atau bisa juga dijadikan konsumsi sehari-hari tanpa perlu dalam bentuk obat seperti menggunakan cinnamon pada minuman teh, madu asli atau buah-buahan yang membantu menurunkan kadar gula darah. Yang paling penting adalah ketahui tipe diabetesnya dan temukan metode pengobatan yang sesuai untuk mengendalikan gula darah.

 

Baca juga: Membuat Infused Water Untuk Penderita DIABETES Sebagai Herbal Ampuh