YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Perbaikan Sel Beta Pankreas pada Penderita Diabetes dengan Daun Yakon

 

Meski diabetes melitus terjadi karena kenaikan gula darah, namun tahukah Anda kerusakan sel beta pankreas dapat menjadi pemicu utama terjadinya diabetes? Nah, berikut ini adalah beberapa fungsi dari daun yakon untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas Anda.

 

Daun yakon memang dikenal memiliki berbagai macam kandungan yang berkhasiat untuk berbagai penyakit seperti kolesterol tinggi, menurunkan kadar gula darah secara alami hingga memperbaiki kerusakan sel beta pankreas pada penderita diabetes. Namun tahukah Anda bahwa organ pankreas memegang peranan penting pada penyebab diabetes?

Banyak yang beranggapan bahwa diabetes disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi gula. Meski benar, namun hal ini tidak sepenuhnya tepat. Sebab masih ada komponen lain yang sangat memengaruhi seseorang memiliki diabetes, yakni kerusakan sel beta pankreas. Nah, sel beta pankreas ini bertugas untuk produksi hormon insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah. 

Ketika Anda makan, maka karbohidrat akan dipecah oleh tubuh menjadi glukosa. Nah kadar gula (glukosa) darah menjadi meningkat, sehingga sel beta di pankreas akan merespons dengan mengeluarkan hormon insulin ke dalam darah. Hormon Insulin ini bertugas untuk membantu mengarahkan glukosa dari darah ke sel-sel tubuh, agar glukosa dapat digunakan sebagai sumber energi atau untuk disimpan sebagai cadangan glikogen di hati dan otot. Jika sel beta tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, maka kadar gula darah akan tinggi dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes melitus.

Maka dari itu, diperlukan tindakan hingga pengobatan yang tepat untuk penyembuhan sel beta pankreas yang sudah terlanjur rusak pada penderita diabetes. Berbagai penelitian dilakukan untuk mengobati kerusakan sel beta pankreas, salah satunya dengan menggunakan daun yakon yang mendapat julukan Daun Insulin.

Pada penelitian Prosiding Simposium Nasional Peluang dan Tantangan Obat Tradisional dalam Pelayanan Kesehatan Formal (2014), menunjukkan bahwa daun yakon yang dikonsumsi secara rutin akan menyembuhkan kerusakan sel beta pankreas. Hal ini dikarenakan daun yakon mengandung senyawa etanol yang mampu menurunkan kadar gula darah secara alami. Daun yakon juga mengandung senyawa yang memiliki efek antioksidan sehingga dapat menghambat radikal bebas yang merusak organ pankreas.

Nah sebelum kita membahas manfaat daun yakon dalam memperbaiki kerusakan sel beta pankreas, ada baiknya kita mengetahui penyebab kerusakan sel beta pankreas pada penderita diabetes. Simak selengkapnya ya

Mengapa kerusakan sel beta pankreas bisa terjadi?

Seperti yang kita ketahui, sel beta pankreas yang mengalami kerusakan akan menyebabkan kinerja hormon insulin terganggu. Kerusakan sel beta pankreas yang terjadi akan menyebabkan produksi insulin menurun hingga berhenti sama sekali. Hal ini akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan menjadi diabetes. Ada dua jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Keduanya memiliki penyebab kerusakan sel beta pankreas yang berbeda.

1. Diabetes Tipe 1

Penyakit diabetes tipe 1 disebabkan oleh respons autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel beta pankreas. Sebagai akibatnya, sel beta tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengatur kadar gula darah. Hal ini pun menyebabkan kenaikan kadar gula darah.

2. Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 disebabkan oleh kombinasi faktor gaya hidup dan genetik yang menyebabkan sel beta kelelahan atau mengalami kerusakan akibat tingginya kadar gula darah. Kondisi ini disebut resistensi insulin, yang menyebabkan sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin. Sebagai akibatnya, sel beta pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak sehingga mengalami kelelahan dan rusak. Sel beta pankreas yang rusak ini akan berpengaruh secara signifikan pada kenaikan kadar gula darah.

Kerusakan sel beta pankreas pada kedua jenis diabetes menyebabkan produksi insulin menurun dan menyebabkan ketidakseimbangan dalam regulasi gula darah. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan organ dan saraf jangka panjang.

Lalu bagaimana ya kinerja daun yakon dalam mengatasi kerusakan sel beta pankreas? Yuk simak manfaat daun yakon ini!

Manfaat daun yakon untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas

YAKON - KEMBALI SEHAT, KEMBALI BAHAGIA

Berikut adalah beberapa manfaat daun yakon untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas : 

1. Melindungi sel beta pankreas

Sel beta pankreas menjadi sel khusus yang bertanggung jawab untuk memproduksi dan mengeluarkan insulin ke dalam darah. Namun, sel beta pankreas rentan terhadap kerusakan akibat stres oksidatif yang dapat disebabkan oleh radikal bebas. 

Oleh karena itu, melalui senyawa-senyawa antioksidan dalam daun yakon seperti flavonoid, asam fenolat, dan asam askorbat akan membantu melindungi sel beta pankreas dari kerusakan stres oksidatif. Tak hanya itu, ketiga senyawa ini juga mempertahankan fungsi normal sel beta pankreas. 

Ketiganya bekerja untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang terbentuk dalam proses metabolisme normal dan faktor lingkungan seperti radiasi ultraviolet, polusi, dan zat-zat kimia berbahaya. Sel beta pankreas pun terhindar dari kerusakan dan dapat bekerja dengan normal.

2. Meningkatkan produksi insulin

Mengonsumsi daun yakon secara rutin dapat meningkatkan produktivitas insulin. Hal ini karena daun yakon mengandung senyawa aktif yang membantu pankreas agar lebih produktif. Senyawa aktif tersebut bernama fruktan. 

Senyawa fruktan merupakan jenis karbohidrat yang hanya dapat dicerna oleh bakteri di usus besar. Fruktan yang terkandung dalam yacon dapat meningkatkan produksi GLP-1 (glucagon-like peptide 1) dan PYY (peptide YY) yang merupakan hormon usus. Hormon usus ini bermanfaat untuk merangsang produksi insulin oleh sel beta pankreas. Hal ini akan membuat tubuh memiliki hormon insulin yang cukup untuk menurunkan kadar gula darah.

3. Menjadi anti-apoptosis untuk sel beta pankreas

Anti-apoptosis pada sel beta pankreas artinya mencegah dan menghambat kematian sel yang terjadi secara alami pada sel-sel yang rusak, tua, atau tidak berfungsi dengan baik di pankreas. Namun, jika apoptosis terjadi pada sel beta pankreas yang sehat dan normal, ini dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan pankreas dan mengurangi produksi insulin yang diperlukan untuk mengatur kadar gula darah.

Daun yakon memiliki khasiat sebagai anti-apoptosis karena memiliki senyawa etanol. Senyawa etanol bekerja untuk mencegah kematian sel beta pankreas agar tubuh tidak mengalami kekurangan insulin.

4. Mengurangi resistensi insulin

Selain meningkatkan produktivitas insulin, daun yakon juga membantu mengurangi resistensi tubuh terhadap insulin. Hal ini akan menyebabkan tubuh dapat menggunakan glukosa dengan baik. Senyawa dalam daun yakon yang membantu menurunkan resistensi insulin adalah inulin.

Senyawa inulin dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus, seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli, yang dapat membantu mengurangi peradangan di usus. Berkurangnya peradangan di usus berpengaruh pada peningkatan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin. Senyawa inulin juga dapat membantu meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh dan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah, sehingga dapat kadar gula darah tetap stabil.

Khasiat dari daun yakon ini bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi daun yakon secara rutin. Agar Anda mendapat hasil yang lebih maksimal, mengonsumsi daun yakon haruslah dibarengi dengan pola hidup yang sehat seperti rutin berolahraga atau menjaga pola makan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!

Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)

Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)

Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)
Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)

Apakah Anda memiliki kerabat ataupun keluarga yang menderita diabetes? Sadarkah Anda bahwa penderita diabetes kerap kali memiliki gejala berupa buang air kecil secara berlebihan?

Hal tersebut dikarenakan penyakit diabetes juga memiliki efek pada sistem ekskresi (pembuangan) tubuh manusia. Diabetes merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh Anda karena gangguan metabolisme yang timbul. Hal ini tentunya akan akan mempengaruhi banyak organ tubuh, termasuk organ-organ dalam sistem ekskresi.  

Apa Kaitan Antara Diabetes dengan Sistem Ekskresi?

Terdapat beberapa jenis diabetes dengan penyebab yang beragam pula. Beberapa diantaranya adalah diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2 serta diabetes insipidus. Oke, sekarang mari coba kita jabarkan terlebih dahulu kaitan antara diabetes melitus dengan sistem ekskresi.

1. Diabetes Melitus

Jadi, setelah Anda makan ataupun minum, tubuh Anda akan mulai bekerja dan memecah gula dalam darah untuk diubah menjadi glukosa. Glukosa pun mulai diedarkan melalui aliran darah Anda sebagai bahan bakar energi untuk beraktivitas. Selama proses yang berlangsung ini, pankreas bertanggung jawab untuk menghasilkan hormon bernama insulin. Hormon insulin ini bertugas membantu penyerapan glukosa dalam sel tubuh untuk diubah menjadi sumber energi. 

Nah, pada orang yang memiliki diabetes melitus tipe 1, sistem kekebalan tubuh malah berbalik dan menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas, sehingga produksi insulin di pankreas terhambat ataupun tidak dapat menghasilkan hormon insulin sama sekali. Sedangkan pada orang yang memiliki diabetes melitus tipe 2, tubuh mengalami resistensi insulin, dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif, atau bisa juga terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin untuk memenuhi tubuh.

Kondisi tersebut akan menyebabkan melonjaknya kadar gula darah karena tidak dapat digunakan oleh sel sehingga tidak memugkinkan diubah menjadi energi. Glukosa yang tidak dapat digunakan menjadi energi ini akan memaksa tubuh menggunakan lemak dan protein untuk dijadikan energi. Nah, kelebihan kadar glukosa dalam darah inilah yang akan mempengaruhi sistem ekskresi tubuh dan berusaha mengeluarkan sisa-sisa metabolisme serta produk limbah dari tubuh melalui urine.

Efek diabetes melitus pada sistem ekskresi juga tidak dapat diremehkan, loh. Beberapa efek dari diabetes melitus pada sistem ekskresi adalah gangguan fungsi ginjal, nefropati diabetik, penyakit ginjal kronis, infeksi saluran kemih dan gangguan kandung kemih.

Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)
Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)

2. Diabetes Insipidus

Berbeda dari diabetes melitus, diabetes insipidus merupakan kondisi yang membuat penderitanya selalu merasa kehausan dan dehidrasi, namun disertai dengan buang air kecil yang sering. Seringnya buang air kecil ini disebabkan karena produksi urine yang berlebihan dari tubuh. Diabetes insipidus disebabkan dari tidak seimbangnya cairan dalam tubuh. Dilansir dari Jurnal Cermin Dunia Kedokteran (2016), diabetes tipe ini merupakan jenis yang langka terjadi dengan perbandingan 1 kasus banding 25.000 populasi dan biasanya terjadi pada orang dewasa, lho.

Diabetes insipidus sendiri ditandai dengan poliuria (produksi urine yang terlalu banyak) dan disertai dengan polidipsia (haus yang berlebihan). Hal ini disebabkan karena kurangnya hormon ADH atau ketidakmampuan tubuh merespon hormon ADH. Hormon ADH memiliki tugas sebagai pengatur jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui urine. Tentu saja, terganggunya hormon ADH akan mempengaruhi sistem ekskresi tubuh yang bertanggung jawab mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan produk limbah melalui urine.

Dikarenakan diabetes insipidus mempengaruhi fungsi sistem ekskresi tubuh yang meningkatkan frekuensi buang air kecil dan produksi urine, kondisi ini akan memberi dampak pada kesehatan tubuh. Dampak tersebut berupa dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Salah satu efeknya pada organ ekskresi adalah berkurangnya kemampuan ginjal untuk menyerap air dari urine. 

Apa Saja Efek Diabetes pada Sistem Ekskresi?

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian kaitan antara diabetes dengan sistem ekskresi, bahwa efek diabetes dapat mempengaruhi organ-organ ekskresi seperti ginjal dan kandung kemih. Nah, kali ini kita akan membedah apa saja efek diabetes pada organ sistem ekskresi, yakni ginjal dan kandung kemih. Baca sampai habis ya, agar Anda dapat memahami pengaruh dari diabetes pada sistem ekskresi

1. Gangguan Fungsi Ginjal

Ginjal memiliki jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi untuk menyaring zat-zat yang tidak diperlukan dari darah, kemudian dikeluarkan melalui urine. Nah pada kasus diabetes, ketika kadar gula darah tinggi tak terkendali, akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk ginjal. 

Jika kadar gula darah terus menerus tinggi, maka ginjal tidak dapat melakukan tugasnya secara efektif karena rusak. Kerusakan pembuluh darah di ginjal dapat menyebabkan protein dan zat-zat lainnya dikeluarkan dari urin, padahal seharusnya tidak demikian. Inilah yang disebut dengan proteinuria, alias terbuangnya protein melalui urine melebihi nilai normal yakni lebih dari 150 mg/ 24 jam.

2. Nefropati Diabetik

Jika tadi kita sudah membahas gangguan fungsi ginjal, kini kita akan membahas perihal salah satu komplikasi diabetes pada ginjal, yakni nefropati diabetik. Nefropati diabetik disebabkan karena kerusakan kerusakan pembuluh darah dan proteinuria dalam jangka panjang, sehingga kerusakan menjadi permanen. Komplikasi diabetes ini menyebabkan ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah serta cairan dari darah, sehingga dalam kasus terburuk akan menyebabkan gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah rutin ataupun transplantasi ginjal. Dan tentu saja, hal ini akan berakibat buruk pada kinerja sistem ekskresi.

Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)
Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)

3. Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis merupakan keadaan dimana ginjal mengalami kerusakan secara bertahap dan permanen. Ginjal kronis dapat mempengaruhi fungsi dari sistem ekskresi karena tugasnya yang cukup krusial bagi tubuh, yakni menyaring zat-zat dari darah dan mengeluarkan limbah dari tubuh. Diabetes dapat menyebabkan ginjal kronis jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik dalam jangka waktu yang lama. 

Ketika kadar gula darah tinggi berlangsung lama dan tidak segera diatasi, maka ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan glomerulus di dalam ginjal. 

4. Infeksi Saluran Kemih

Salah satu organ lain dari sistem ekskresi yang berpotensi terinfeksi karena diabetes adalah kandung kemih. Infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih dan berkembang biak, sehingga menyebabkan infeksi. Pada penderita diabetes, hal ini menjadi persoalan yang sangat serius sebab infeksi saluran kemih bisa menyebabkan infeksi ginjal.

5. Gangguan Kandung Kemih

Gangguan kandung kemih adalah keadaan dimana kandung kemih tidak berfungsi dengan baik ataupun tidak dapat mengosongkan urin sepenuhnya. Penyebabnya adalah kerusakan saraf pada kandung kemih yang terjadi karena kadar gula darah tinggi dalam waktu yang sangat lama namun tak ditangani. Kerusakan saraf pada kandung kemih ini mempengaruhi kemampuan kandung kemih untuk merasakan kapan harus buang air kecil.

Gangguan kandung kemih dapat mempengaruhi sistem ekskresi dengan mengganggu kemampuan tubuh untuk membuang limbah dalam bentuk urine. Jika kandung kemih mengalami malfungsi untuk mengosongkan urine sepenuhnya, maka urine yang tersisa dapat menyebabkan infeksi saluran kemih hingga batu ginjal. 

Itulah pengaruh diabetes pada sistem ekskresi manusia. Diabetes menjadi penyakit dengan sebutan silent killer karena gejalanya yang kerap tidak disadari, namun mampu merusak sistem-sistem dalam tubuh kita. Maka dari itu, selalu perhatikan kadar gula darah Anda dan bentuk pola hidup yang sehat ya!

Ketahui 5 Khasiat Minyak Cengkeh untuk Tubuh, Salah Satunya Cegah Diabetes  

Ketahui 5 Khasiat Minyak Cengkeh untuk Tubuh, Salah Satunya Cegah Diabetes  

Jika Anda seorang pemerhati tumbuh-tumbuhan dan pemanfaatannya sebagai obat herbal, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan khasiat dari minyak cengkeh untuk tubuh.

Meski minyak cengkeh terkenal di bidang kesehatan, namun sebenarnya minyak cengkeh ini juga kerap digunakan dalam industri makanan, kosmetik dan parfum, loh. Hal ini karena minyak cengkeh memiliki rasa dan aroma yang khas. Minyak cengkeh diekstraksi dari beberapa bagian, tergantung kebutuhan penggunaan. 

Dilansir dari Jurnal Bahan Alam Terbarukan (2012), bagian yang diekstrak menjadi minyak ialah tunas, bunga dan daun pohon cengkeh. Setelah pengambilan selesai maka dilakukan proses pengeringan dan ekstraksi minyak melalui metode destilasi uap. Ada beberapa jenis minyak cengkeh yang dihasilkan seperti single distilled clove oil atau minyak cengkeh tunggal dan double distilled clove oil atau minyak cengkeh ganda.

Nah, pada dasarnya minyak cengkeh tunggal (single distilled clove oil) lebih murni dan berkualitas tinggi dibandingkan minyak cengkeh ganda (double distilled clove oil), karena minyak cengkeh tunggal mengalami lebih sedikit proses destilasi.

Selain bermanfaat untuk bahan pembuatan makanan dan parfum, minyak cengkeh juga dikenal sebagai herbal alami untuk mencegah diabetes. Minyak cengkeh untuk diabetes diekstrak dari tunas cengkeh yang kaya akan kalsium, zat besi, sodium, fosfor, potassium serta vitamin A dan vitamin C. Mengonsumsi minyak cengkeh yang diekstrak dari tunasnya juga dipercaya memiliki efek anti bakteri, antiseptik, analgesik dan banyak khasiat lainnya.

Baca Juga : Cengkeh sebagai Obat Diabetes Herbal Membantu Mencegah Komplikasi Diabetes

Apakah ingin tahu lebih lanjut tentang khasiat dari minyak cengkeh? Baca artikel ini hingga selesai, ya!

1. Mengatasi Infeksi Jamur

Apakah Anda pernah mengalami kandidiasis atau infeksi pada kulit yang disebabkan oleh jamur Candida? Biasanya infeksi jamur ini ditandai pada bercak putih pada mulut, sakit saat menelan, kelainan kulit berupa bercak merah dan lain-lain tergantung pada daerah terjadinya infeksi. Infeksi ini bisa disebabkan karena diabetes ataupun sistem imun tubuh Anda yang lemah.

Minyak cengkeh dapat membantu Anda mengatasi infeksi jamur, sebab minyak cengkeh mengandung carvacrol dan eugenol sehingga dapat mengobati kandidiasis yang biasanya terjadi pada daerah mulut, kuku, telinga, hidung hingga saluran pencernaan. Senyawa aktif eugenol dalam minyak cengkeh ini akan membantu menghambat pertumbuhan jamur jika digunakan secara rutin. 

Penggunaan minyak cengkeh untuk mengatasi infeksi jamur kandidiasis yakni dengan mencampurkan beberapa tetes minyak cengkeh ke dalam minyak pembawa seperti minyak kelapa ataupun minyak zaitun. Setelah itu, Anda dapat mengoleskannya ke area-area yang terkena infeksi jamur. Terus lakukan hal ini secara teratur hingga gejala dari kandidiasis hilang.

2. Meredakan Nyeri Gigi

 

Ternyata, minyak cengkeh dapat membantu Anda untuk meredakan nyeri gigi, loh. Nyeri ataupun sakit pada gigi pastinya membuat Anda merasa tidak nyaman dan kesakitan saat mengunyah makanan. Nah, minyak cengkeh ini memiliki sifat anti bakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Sedangkan sifat anestesi dalam minyak cengkeh dapat membuat rasa sakit pada Anda berkurang.

Perpaduan sifat anti bakteri dan anestesi ini juga sangat efektif untuk meredakan sakit gigi, sakit gusi dan sariawan yang Anda miliki. Anda dapat menggunakan minyak cengkeh dengan cara menempelkan kapas yang telah ditetesi minyak cengkeh serta minyak zaitun pada gigi yang sakit. Lalu berkumurlah dengan air hangat. Tak hanya meredakan nyeri, efek dari minyak cengkeh ini juga membantu menghilangkan bau mulut.

Namun, Anda tetap harus memeriksakan gigi yang nyeri dan sakit ke dokter, ya. Sebab menggunakan minyak cengkeh tidak menghilangkan penyebab utama sakit gigi, melainkan hanya meredakan rasa nyeri dan sakit gigi. Anda tetap harus mengobatinya, terutama jika gigi berlubang.

3. Mengurangi Peradangan 

Senyawa eugenol dalam minyak cengkeh memiliki sifat anti inflamasi atau anti peradangan, yang dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh dengan menghambat produksi zat kimia inflamasi seperti prostaglandin dan leukotrien. 

Selain eugenol, minyak cengkeh juga mengandung senyawa aktif lainnya seperti beta-caryophyllene dan flavonoid yang juga memiliki sifat anti peradangan. Kandungan senyawa-senyawa aktif ini membantu mengurangi gejala peradangan seperti pembengkakan, kemerahan, rasa sakit pada beberapa kondisi medis seperti arthritis, gangguan pencernaan dan infeksi saluran pernapasan.

Anda dapat menggunakan minyak cengkeh secara topikal ataupun melalui inhalasi untuk meredakan peradangan. Untuk aplikasi topikal, campurkan beberapa tetes minyak cengkeh dengan minyak pembawa seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Kemudian Anda dapat mengaplikasikannya ke area yang terkena peradangan dan pijat secara peradangan.

Baca Juga : Mengolah MInyak Cengkeh Menjadi Obat Herbal untuk Diabetes

4. Meningkatkan Sirkulasi Darah

   

Apakah kalian mengetahui bahwa minyak cengkeh sering dijadikan salah satu bahan dasar untuk pembuatan balsem?

Penggunaan minyak cengkeh untuk pembuatan balsem ini dikarenakan minyak cengkeh memiliki zat aktif yang membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa sakit ditubuh. Zat eugenol bekerja dengan meningkatkan produksi oksida nitrat (NO) dalam tubuh yang membantu memperlebar pembuluh darah, mengurangi penggumpalan platelet yang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah. 

Zat aktif ini juga mampu meredakan tegang akibat sakit kepala. Sedangkan, jika digunakan sebagai tambahan dari campuran aromaterapi, minyak cengkeh tidak hanya melancarkan aliran darah namun juga membuat otak terstimulasi. 

Jika ingin meningkatkan sirkulasi darah Anda dengan minyak cengkeh, Anda dapat mengoleskan minyak cengkeh pada kulit dan memijatnya dengan perlahan. Atau Anda dapat menghirup aroma minyak cengkeh dengan menambahkan beberapa tetes menggunakan diffuser aromaterapi.

5. Menurunkan Kadar Gula Darah

Selain dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah, manfaat lainnya dari minyak cengkeh adalah menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas sel terhadap hormon insulin yang membantu mengatur kadar gula darah. Senyawa aktif dari minyak cengkeh seperti flavonoid dan eugenol dapat memperbaiki kerja insulin dengan cara meningkatkan jumlah reseptor insulin pada sel-sel tubuh.

Tak hanya itu, minyak cengkeh juga dapat membantu menghambat enzim yang bertugas untuk memecah karbohidrat menjadi gula dalam tubuh. Terhambatnya pemecahan karbohidrat menjadi gula akan mengurangi jumlah gula yang masuk ke dalam darah Anda, sehingga kadar gula darah Anda akan tetap stabil. Kandungan antioksidan dalam minyak cengkeh juga dapat membantu mencegah kerusakan sel yang memproduksi insulin, yakni sel beta pankreas.

Jika kadar gula darah selalu stabil dan kerusakan sel beta pankreas teratasi, maka penyakit diabetes pun akan tercegah.

Baca Juga : Kadar Gula Darah Normal Menurut Usia dan Cara Menjaganya Agar Tetap Stabil

Nah, itulah khasiat-khasiat dari minyak cengkeh yang bermanfaat untuk kesehatan. Jika Anda ingin menggunakan minyak cengkeh, disarankan Anda ingin menggunakan minyak cengkeh dengan jenis minyak cengkeh tunggal (single distilled clove oil) karena lebih murni.

Namun, perlu diingat bahwa minyak cengkeh tidak bisa dijadikan pengobatan tunggal, melainkan sifatnya hanya membantu saja. Kemudian, ada baiknya jika menggunakan obat cengkeh dalam dosis dan cara penggunaan yang dianjurkan oleh dokter agar lebih aman dan tepat sasaran.

6 Jenis Kacang yang Bermanfaat Atasi Diabetes

6 Jenis Kacang yang Bermanfaat Atasi Diabetes

Apakah Anda kerap bingung mencari camilan karena khawatir kadar gula darah meningkat? Mengonsumsi kacang-kacangan bisa menjadi salah satu solusinya, loh!

Kacang merupakan buah kering yang tumbuh dalam polong atau kulit keras. Kacang bisa dimakan saat mentah, dipanggang, digoreng hingga dapat dijadikan bahan dasar makanan seperti tepung kacang atau minyak kacang. Kacang kaya akan gizi dan kalori yang cenderung rendah, sehingga baik untuk kesehatan tubuh. Kacang memiliki banyak jenis dengan khasiat yang berbeda-beda pula. 

Banyak ahli kesehatan yang menyarankan mengonsumsi kacang-kacangan untuk mencegah ataupun mengobati penyakit, salah satunya diabetes. Penderita diabetes yang mengonsumsi kacang dapat terbantu stabil gula darahnya, sebab kacang memiliki indeks glikemik yang rendah serta mengurangi resistensi insulin. Tak hanya itu, kacang juga mengandung lemak tak jenuh yang dapat membantu pertumbuhan sel baru serta melindungi organ, misalnya jantung dan ginjal.

Baca juga : Biskuit kacang tanpa gula dan tepung, untuk teman obat diabetes mingguan

Meski baik untuk kesehatan secara umum, terdapat kacang dengan jenis tertentu yang disarankan untuk penderita diabetes. Penasaran jenis kacang apa saja yang paling baik untuk penderita diabetes? Simak tulisan ini hingga akhir ya!

1. Kacang Lentil

Banyak orang mulai menaruh perhatian terhadap kacang lentil, terutama orang-orang yang mulai membentuk pola makan sehat demi kadar gula darah stabil. Dilansir dari Soyjoy.id, kacang yang berasal dari Timur Tengah ini kaya akan serat, rendah lemak serta hanya memiliki sedikit kalori sehingga sangat bermanfaat menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.

Kacang lentil kerap disarankan sebagai menu diet slow carb. satu setengah cangkir teh dari kacang lentil memberikan sebanyak 9 gram protein dan 8 gram serat yang menyokong asupan serat harian Anda. Kandungan serat dalam kacang lentil ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Tak hanya itu, serat dalam kacang lentil berjenis serat larut, sehingga membantu menurunkan kolesterol serta menstabilkan kadar gula darah.

Dibanding kacang kedelai, sebenarnya kacang lentil memiliki tingkat protein yang lebih tinggi. Beberapa protein dari kacang lentil adalah jenis asam amino esensial seperti lisin, sistein, metionin dan isoleusin. Banyaknya kandungan protein dalam kacang lentil berfungsi untuk  membantu membangun jaringan otot di tubuh Anda.

2. Kacang Almond

Siapa yang tidak mengenal kacang almond? Rasanya yang renyah, gurih dan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan menjadikan kacang almond sebagai kacang populer di dunia. Kacang ini kerap dikonsumsi sebagai camilan kacang panggang, campuran kue hingga olahan susu. Kacang almond dipercaya memiliki kandungan protein, asam lemak, mineral serta aneka vitamin.

Kandungan serat, protein dan lemak dalam kacang almond akan membantu Anda menstabilkan kadar gula darah, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes ataupun orang yang ingin mengontrol kadar gula darah sedari dini. Vitamin E yang terkandung dalam kacang almond juga membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas akibat proses metabolisme, maupun kerusakan karena faktor eksternal seperti polusi dan radiasi.

Tak hanya baik untuk kesehatan tubuh, kacang almond juga bermanfaat untuk kulit, lho. Mengonsumsi kacang almond secara rutin akan membantu menjaga kesehatan kulit Anda dengan mengurangi kerusakan akibat paparan sinar matahari dan menjaga elastisitas kulit.

Baca juga : Mencegah diabetes dan berbagai komplikasinya dengan obat herbal dari kacang-kacangan

3. Kacang Brasil

Mungkin sebagian dari kita masih asing dengan kacang brazil atau yang biasa disebut kacang brasil ini. Kacang brasil memiliki berbentuk yang lebih besar dari kacang-kacang lainnya yakni seperti setengah bola dengan kulit luar yang keras dan permukaan bergerigi. Kacang brasil memiliki banyak nutrisi penting seperti protein, serat, lemak sehat, mineral hingga antioksidan.

Tak hanya itu, kacang brasil juga kaya akan selenium, yaitu mineral penting yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, kelenjar tiroid dan mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Serat, protein dan lemak sehat dalam kacang brasil juga membantu mengontrol kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes.

4. Kacang Kenari

Kacang kenari merupakan salah satu dari jenis kacang-kacangan yang berasal dari pohon kenari, biasanya tumbuh di daerah subtropis. Kacang kenari memiliki kulit yang keras dan permukaan yang bergelombang, serta daging yang kaya akan nutrisi seperti protein, serat, lemak sehat, vitamin dan mineral. 

Kacang kenari sering digunakan sebagai bahan makanan atau bahan baku makanan lain misalnya selai kacang kenari, kue, roti dan lain-lain. Kacan kenari juga sering dijadikan camilan sehat yang bisa dimakan mentah atau dipanggang. Rasanya yang gurih dan renyah membuat kacang kenari disukai banyak orang.

Kacang kenari dapat membantu mengontrol kadar gula darah karena kandungan serat dan protein yang dimilikinya. Kacang kenari memiliki kandungan serat yang cukup tinggi serta protein yang baik untuk pencernaan. Kandungan ini membantu mengurangi penyerapan karbohidrat dan gula, sehingga membantu kadar gula darah Anda tetap stabil. Kandungan lemak tak jenuh tunggal serta omega-3 dari kacang kenari juga membantu mengurangi resistensi insulin yang dapat meningkatkan pengaturan kadar gula darah.

5. Kacang Kedelai

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan susu kedelai yang menjadi salah satu alternatif bagi orang dengan intoleransi susu sapi. Ya, kacang kedelai adalah bahan utama dari pembuatan susu yang memiliki rasa gurih, sedikit manis dan segar tersebut. Kacang kedelai sering dibudidayakan di Indonesia untuk diambil bijinya dan kemudian diolah menjadi berbagai produk makanan atau minuman. Berbagai olahan dari dari kacang kedelai adalah susu kedelai, tempe, tahu, oncom hingga kecap.

Kacang kedelai diketahui memiliki banyak nutrisi penting seperti protein, zat besi, serat, kalsium, lemak tak jenuh hingga vitamin B kompleks. Dikarenakan kacang kedelai memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, kacang ini sering dijadikan alternatif sumber protein nabati bagi orang yang menjalani hidup vegetarian ataupun vegan.

Kacang kedelai juga memiliki manfaat untuk membantu mengatasi penyakit diabetes. Kacang kedelai mengandung protein nabati dan serat yang dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mengurangi resiko diabetes sejak dini.

Baca juga : Kebaikan bagi kesehatan dari kacang-kacangan yang tidak hanya bermanfaat sebagai obat herbal diabetes alami

6. Kacang Mete

Kacang mete merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang biasanya tumbuh di daerah tropis. Kacang mete memiliki bentuk pipih, bulat serta kulit tipis namun daging yang sedikit berisi. Kacang mete juga kaya akan protein, serat, lemak sehat, vitamin, magnesium dan mineral. Protein yang tinggi dari kacang mete dapat membantu menjaga kesehatan otot dan mempercepat pemulihan luka. Ta hanya itu, fungsi dari protein kacang mete juga membantu mengontrol kadar gula darah serta mencegah terjadinya penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba.

Lemak tak jenuh dari kacang mete seperti asam oleat dan palmitoleat dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes serta mengurangi terjadinya penyakit kardiovaskular. Namun, penderita diabetes harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi kacang mete, sebab kalori dalam kacang mete cukup tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi kacang mete dalam porsi moderat saja atau sesuai dengan anjuran dokter.

Itulah beberapa jenis kacang yang memiliki khasiat baik untuk penderita diabetes. Kacang-kacang tersebut bisa menjadi alternatif cemilan bagi Anda yang menderita diabetes. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsinya secara berlebihan ya, sebab apapun yang berlebihan tetap tidak baik bagi tubuh. Selamat mencoba!

Diet Keto, Diet yang Bermanfaat Mencegah Diabetes

Penyakit diabetes kerap dikenal sebagai silent killer dan berbahaya karena memiliki gejala yang kerap tidak disadari. Penyakit diabetes juga beresiko menimbulkan penyakit komplikasi ataupun penyakit lain yang membahayakan tubuh. Oleh karena itu, banyak orang yang mencoba berbagai cara untuk mencegah diabetes. Keto diet menjadi salah satu metode diet yang sedang populer dan dipercaya mampu mencegah penyakit diabetes.

Dilansir dari Womanshealthmag.com (2022), sistem dari keto diet adalah rencana makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak untuk memulai proses yang disebut ketosis, sehingga tubuh membakar lemak alih-alih karbohidrat untuk dijadikan energi.

Sumber : Istockphotos

Keto diet dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang jumlah karbohidratnya tidak melebihi 50 gram per hari kemudian diimbangi dengan lemak serta protein. Hal ini akan menyebabkan tubuh Anda kekurangan glukosa untuk diubah menjadi energi, sehingga memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Pemecahan lemak yang ada di dalam tubuh ini akan membuat Anda mengalami penurunan berat badan dengan cepat.

Diet keto dianggap dapat mencegah diabetes karena mampu meningkatkan kontrol glikemik serta mengurangi kebutuhan insulin. Ingin tahu lebih banyak tentang manfaat keto diet untuk mencegah diabetes? Simak artikel ini sampai habis ya!

  1. Mencegah kenaikan gula darah

Keto diet yang dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan berkarbohidrat ini secara tidak langsung membuat kadar gula darah Anda menurun. Ketika asupan karbohidrat dikurangi, maka tubuh tidak memiliki karbohidrat yang cukup untuk dipecah menjadi gula lalu digunakan sebagai energi.  

Kurangnya karbohidrat dan gula untuk diubah menjadi energi akhirnya memaksa tubuh menggunakan lemak yang tersimpan, sehingga tidak hanya berat badan yang turun namun juga kadar gula darah Anda.

2. Mengurangi resiko terkena penyakit jantung

Sumber : Istockphotos
Sumber : Istockphotos

Diet keto yang mengurangi makanan berkarbohidrat dan memperbanyak konsumsi makanan dengan lemak sehat akan meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh. Selain itu, diet keto membantu menurunkan jumlah trigliserida dalam darah. Trigliserida merupakan jenis lemak atau lipid yang ada di dalam tubuh. Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. 

Oleh karena itu, peningkatan lemak sehat dan dibarengi dengan penurunan trigliserida akan mengurangi resiko penyakit jantung serta membuat jantung menjadi lebih sehat.

3. Mengurangi resiko resistensi insulin

Cara mencegah penyakit diabetes adalah dengan mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat yang akan berubah menjadi gula di dalam tubuh. Ketika makan dengan makanan yang mengandung karbohidrat lebih sedikit dan jumlah lemak sehat lebih banyak, maka kadar gula akan menurun secara drastis dan jumlah insulin yang diproduksi jadi lebih mencukupi untuk mengendalikan gula darah.

Pada orang-orang yang mengonsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi membentuk sebuah kondisi dalam tubuhnya yaitu resistensi insulin. Dilansir dari Jurnal Amerta Nutritions (2022), diet keto ternyata terbukti membawa perubahan yang positif bagi penderita diabetes melitus tipe 2. 

4. Mengelola nafsu makan

Belakangan ini orang-orang bermasalah dengan nafsu makan dan kerap merasa mudah lapar di saat yang tidak tepat, misalnya di malam hari. Jika diterapkan dengan baik, diet keto akan mengurangi perasaan lapar yang berlebihan dengan cara menekan hormon ghrelin yang menjadi hormon perangsang rasa lapar. 

5. Menurunkan berat badan 

Tentunya, salah satu manfaat dari diet keto adalah menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan atau yang kita kenal sebagai obesitas, menjadi faktor resiko utama dari resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2. Melalui diet keto, berat badan Anda akan berkurang karena sedikitnya asupan kalori sehingga jumlah lemak dalam tubuh menurun. Hal ini juga akan mencegah Anda terkena penyakit diabetes.

6. Meningkatkan sensitivitas insulin 

Diet keto juga berkhasiat meningkatkan sensitivitas insulin, yakni hormon yang membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Jika sensitivitas insulin meningkat, maka tubuh akan menggunakan glukosa dengan jauh lebih efektif sehingga membantu menstabilkan gula darah serta mencegah Anda terkena diabetes.

Itulah beberapa manfaat dari diet keto yang bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes. Sejatinya, diet keto merupakan pola makan yang aman untuk diterapkan semua orang.  Namun, beberapa orang kontra dengan penggunaan diet keto karena dirasa dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti membuat tubuh merasa lemas, gelisah, menjadi sulit tidur, merasa lapar yang mengganggu aktivitas pada awal diet hingga penurunan konsentrasi.

Sumber : Istockphotos

Pada akhirnya, penggunaan diet keto memiliki sisi baik dan buruk tergantung pada kondisi tubuh Anda. Jika Anda masih ingin mencoba diet keto, maka Anda bisa menggunakan dua metode ini:

  • Standart Ketogenic Diet atau yang dikenal sebagai Diet Keto Standar. Metode ini dilakukan dengan menyeimbangan komposisi makanan yakni berupa 10% karbohidrat, 20% protein serta 70% lemak
  • High Protein Ketogenic Diet atau yang dikenal sebagai Diet Keto Tinggi Protein. Metode ini dilakukan dengan komposisi makanan 5% karbohidrat, 35% protein dan 60% berupa karbohidrat

Dikarenakan tujuan dari diet keto adalah mengurangi lemak dalam tubuh serta meningkatkan kesehatan, diet ini disarankan dilakukan dalam jangka pendek yakni mulai dari 2 minggu hingga maksimal 12 bulan. Selanjutnya, Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang untuk mempertahankan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Semoga bermanfaat dan berhasil dalam melakukan diet keto ya! 

 

CARA MENURUNKAN GULA DARAH DENGAN TANAMAN

Yang dimaksud dengan cara menurunkan gula darah dengan tanaman adalah bahan makanan yang berasal dari tanaman seperti sayur, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian atau dengan kata lain menjadi vegetarian. Vegetarian artinya mulai memperbanyak makanan yang berasal dari tanaman dan meminimalkan konsumsi produk hewani. Banyak sekali sebenarnya manfaat dari mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman termasuk sebagai cara menurunkan gula darah. Mereka yang tidak memiliki diabetes lalu menerapkan diet vegetarian ternyata memiliki resiko lebih rendah terhadap diabetes. Sementara mereka yang memiliki diabetes, gula darahnya tercatat lebih terkontrol ketika banyak mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan.

Menjadi vegetarian biasanya terbagi dalam dua kelompok, mereka yang sama sekali tidak mengonsumsi apapun yang berasal dari hewan dan mereka yang masih mengonsumsi produk hewani selama itu bukan daging merah (keju, susu, telur, produk unggas dan ikan).

 

Manfaat lain konsumsi produk tumbuhan

Banyak sebenarnya manfaat dari menjalankan diet vegetarian selain sebagai cara untuk menurukan gula darah, diet vegetarian juga cara untuk menurunkan berat badan secara lebih efektif. Mereka yang mulai membiasakan diri mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan bahan makanan dari tumbuhan jarang kelebihan berat badan dan memiliki diabetes tipe 2. Apa lagi manfaat lainnya?

. dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar A1c pasien dengan diabetes tipe 2. Kadar gula darah sehari-hari pasien diabetes akan lebih terkendali sehingga kadar gula darah selama 3 bulan terakhir (A1c) juga dapat terjaga tetap stabil.

. menurunkan kadar kolesterol. Kolesterol jadi satu faktor resiko terbesar seseorang terkena berbagai penyakit berat seperti serangan jantung, stroke, penyumbatan pembuluh darah dan masih banyak lagi. Resiko kematian akibat serangan jantung akan turun setelah memulai diet vegetarian.

. selain kolesterol yang akan turun, tekanan darah juga jadi lebih stabil ketika rutin membiasakan diri mengonsumsi banyak buah serta sayuran.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan dapat membawa banyak perubahan termasuk pada berapa banyak obat diabetes yang harus dikonsumsi (termasuk insulin), vitamin, serat yang masuk ke dalam tubuh dan serangkaian metode pengobatan diabetes lainnya.

Tertarik untuk mulai membiasakan diri dengan diet vegetarian? Konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa tubuh memang mampu untuk memulai perubahan besar dengan diet vegetarian dan menentukan pola diet vegetarian yang tepat.

 

Baca juga: GANDUM UTUH, PILIHAN TEPAT JAGA KADAR GULA DARAH NORMAL