YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Sering Buang Air Kecil? Jangan Anggap Remeh, itu tanda Diabetes!

Pernah gak sih, merasa sering banget bolak-balik ke toilet buat pipis, padahal gak banyak minum? Kalau iya, jangan cuek! Bisa jadi itu tanda awal diabetes yang sering diabaikan.

 

 

Kok Bisa Sering Pipis Jadi Tanda Diabetes?

 

Diabetes terjadi karena kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Saat tubuh gak bisa mengolah gula dengan baik, ginjal harus kerja ekstra buat membuang kelebihan gula lewat urine. Akibatnya, kamu jadi lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari.

 

 

Tanda-Tanda Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain sering pipis, ada beberapa gejala lain yang bisa jadi indikasi diabetes, seperti:
1. Sering haus karena tubuh kehilangan banyak cairan dari sering pipis.
2. Cepat lapar walaupun baru aja makan.
3. Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas.
4. Mudah lelah karena sel tubuh gak mendapat energi yang cukup.
5. Luka susah sembuh dan rentan infeksi.
6. Penglihatan buram akibat kadar gula tinggi yang memengaruhi saraf mata.

 

 

Harus Gimana Kalau Alami Gejala Ini?

 

Kalau kamu merasa sering pipis tanpa sebab yang jelas dan mengalami gejala lainnya, segera cek kadar gula darah ke dokter atau apotek terdekat. Deteksi dini bisa mencegah komplikasi lebih serius, lho!

 

 

Cara Mencegah Diabetes

Biar gak keburu kena diabetes, mulai ubah gaya hidup sehat dari sekarang:
1. Makan sehat, kurangi gula dan karbohidrat berlebih.
2. Rutin olahraga, minimal 30 menit sehari.
3. Perbanyak minum air putih, biar tubuh tetap terhidrasi.
4. Jaga berat badan ideal, karena obesitas jadi faktor risiko utama.
5. Tidur cukup, biar metabolisme tubuh tetap optimal.

 

 

Jadi, kalau kamu mulai sering pipis tanpa alasan jelas, jangan anggap sepele! Bisa jadi itu sinyal tubuh buat ngasih tahu ada yang gak beres. Yuk, lebih peduli sama kesehatan sebelum terlambat!

Jangan Sampai Terlambat! Diabetes Bisa Merusak Mata

Diabetes bukan cuma soal kadar gula darah yang tinggi, tapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan mata. Banyak orang nggak sadar kalau penyakit ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan jika nggak dikontrol dengan baik. Sayangnya, gejalanya sering muncul secara perlahan, bikin banyak penderita baru menyadari ketika kondisinya sudah parah.

 

Salah satu masalah utama yang bisa muncul adalah retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah kecil di retina. Awalnya mungkin cuma penglihatan yang sedikit buram, tapi kalau dibiarkan, bisa berkembang jadi lebih serius hingga menyebabkan kebutaan permanen. Selain itu, diabetes juga meningkatkan risiko katarak dan glaukoma, yang sama-sama bisa mempengaruhi kualitas penglihatan.

 

Banyak penderita diabetes baru sadar mengalami gangguan penglihatan saat mulai sulit melihat dengan jelas, terutama saat membaca atau melihat dalam cahaya redup. Ada juga yang mengalami floaters atau bintik-bintik hitam yang mengganggu pandangan. Padahal, kalau diperiksa lebih awal, kerusakan pada mata bisa dicegah atau dikendalikan sebelum berkembang lebih parah.

 

Cara Mencegah Kerusakan Mata Akibat Diabetes

 

Kontrol Gula Darah
Jaga kadar gula darah tetap stabil dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.

 

Rutin Periksa Mata
Lakukan pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali, meskipun belum ada gejala. Deteksi dini bisa mencegah kerusakan lebih lanjut.

 

Jaga Tekanan Darah & Kolesterol
Tekanan darah tinggi dan kolesterol bisa memperburuk kondisi mata. Pastikan keduanya tetap dalam batas normal.

 

Hindari Rokok & Alkohol
Merokok dan minum minuman ber-alkohol bisa mempercepat kerusakan pembuluh darah di mata. Lebih baik hindari untuk menjaga kesehatan penglihatan.

 

Gunakan Kacamata Pelindung
Jika sering terpapar sinar matahari atau layar gadget, gunakan kacamata anti UV atau filter biru untuk melindungi mata dari kerusakan lebih lanjut.

 

 

Jangan anggap sepele gangguan penglihatan, apalagi kalau kamu punya riwayat diabetes. Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari. Jaga pola hidup sehat, rutin cek kesehatan, dan jangan abaikan tanda-tanda awal masalah mata. Karena begitu penglihatan rusak, nggak semua bisa diperbaiki. Jadi, mulai sekarang, sayangi matamu sebelum terlambat!

Jangan Sampai Parah! Ini Cara Hindari Komplikasi Diabetes

Diabetes bukan cuma soal kadar gula tinggi, tapi juga risiko komplikasi yang bisa bikin kondisi makin parah. Kalau nggak dikontrol, bisa berujung ke masalah serius seperti gangguan jantung, ginjal, mata, hingga saraf. Nah, biar nggak sampai ke tahap itu, yuk mulai jaga kesehatan dengan cara ini!

 

 

1. Kontrol Gula Darah Secara Rutin

Gula darah yang nggak stabil bisa jadi pemicu utama komplikasi. Makanya, penting banget buat cek gula darah secara rutin. Pastikan tetap dalam rentang normal sesuai anjuran dokter. Kalau perlu, catat hasilnya biar lebih mudah dipantau.

 

2. Jaga Pola Makan Sehat

Hindari makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat berlebihan. Pilih makanan tinggi serat seperti sayur, buah rendah gula, biji-bijian, dan protein sehat. Makan dengan porsi seimbang juga penting biar gula darah tetap stabil.

 

3. Rutin Berolahraga

Olahraga bisa bantu tubuh menggunakan gula darah lebih efektif. Cukup jalan kaki 30 menit sehari, yoga, atau senam ringan. Yang penting, lakukan secara rutin biar kesehatan tetap terjaga.

 

4. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter

Kalau sudah diresepkan obat atau insulin, jangan sampai malas minum. Patuh sama dosis dan jadwalnya supaya kadar gula tetap terkendali. Jangan sembarang berhenti atau mengganti obat tanpa konsultasi dulu ke dokter.

 

5. Perhatikan Kesehatan Kaki

Diabetes bisa menyebabkan sirkulasi darah buruk, terutama di kaki. Selalu periksa kondisi kaki, jangan sampai ada luka atau infeksi kecil yang dibiarkan. Gunakan sepatu yang nyaman dan selalu jaga kebersihannya.

 

6. Kelola Stres dengan Baik

Stres bisa bikin gula darah naik drastis. Coba atur pola hidup yang lebih santai dengan meditasi, hobi, atau sekadar ngobrol dengan orang terdekat. Tidur cukup juga penting buat bantu tubuh tetap sehat.

 

7. Rutin Periksa ke Dokter

Jangan cuma ke dokter kalau sudah merasa sakit. Pemeriksaan rutin bisa bantu deteksi dini potensi komplikasi. Jadi, tetap konsultasi secara berkala untuk mencegah hal-hal yang nggak diinginkan.

 

 

Kesimpulan

Diabetes bukan akhir dari segalanya, asal dikontrol dengan baik. Terapkan pola hidup sehat, disiplin dengan obat, dan rutin cek kesehatan supaya komplikasi bisa dicegah. Yuk, mulai sekarang lebih peduli sama diri sendiri biar tetap sehat dan bugar! 

Atasi Kebas dan Kesemutan Pada Penderita Diabetes dengan Daun Yakon

Kebas dan kesemutan memang kerap menjadi gejala yang dialami penderita diabetes melitus. Tapi, tahukah Anda ternyata mengonsumsi daun yakon dapat membantu mengatasi kondisi kebas dan kesemutan pada penderita diabetes?

Penderita diabetes mungkin sudah tidak asing lagi dengan salah satu gejala diabetes yang menyerang saraf ini, yakni kesemutan dan kebas. Kebas dan kesemutan yang terjadi pasti sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang, sebab kondisi ini menyulitkan seseorang untuk melakukan kegiatan dengan normal.

Kebas dan kesemutan merupakan keadaan dimana otot tubuh menjadi lemah, sehingga sulit untuk digerakan. Seseorang yang mengalami ini bisa mengalami berbagai sensasi seperti menurunnya sensitivitas indera peraba, merasa dikerubungi semut dari dalam kulit hingga rasa sakit seperti tertusuk jarum pada daerah yang kebas. Pada penderita diabetes, kondisi ini bisa menjadi pertanda mengalami salah satu komplikasi diabetes, yakni neuropati diabetik.

Neuropati diabetik ini disebabkan karena kadar gula darah yang terlalu tinggi dan tidak tertangani dalam waktu yang lama, sehingga menyerang saraf serta pembuluh darah tubuh. Maka dari itu perlu adanya tindakan untuk mengontrol kadar gula darah tetap stabil, namun dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan efek samping dalam jangka panjang, seperti mengonsumsi daun yakon yang terbukti mampu menurunkan kadar gula darah dengan signifikan.

Daun yakon dijuluki dengan nama Daun Insulin di Indonesia. Penasaran mengapa daun yakon bisa dijuluki dengan daun insulin? yuk cari tahu di sini.

Hal ini disebabkan daun yakon bekerja untuk meningkatkan produksi dan menurunkan resistensi insulin, sehingga mampu menurunkan kadar gula darah tanpa memberi efek hipoglikemia pada penderita diabetes. Ingin tahu kenapa daun yakon dijadikan pengobatan diabetes? klik di sini ya.

Berbagai kandungan daun yakon juga mampu mengatasi penyebab kebas dan kesemutan yang dialami penderita diabetes. Kira-kira apa saja ya kandungan dari daun yakon yang bisa membantu menghilangkan kebas dan kesemutan?

Nah, sebelum kita masuk dalam pembahasan kandungan daun yakon, sebaiknya Anda mengetahui lebih jauh perihal kebas dan kesemutan dengan fokus penyebab neuropati diabetik.

Kebas dan Kesemutan pada Penderita Diabetes

Kebas dan kesemutan yang terjadi pada penderita diabetes dapat disebabkan oleh banyak hal misalnya gangguan sirkulasi darah, efek obat hingga mengalami neuropati diabetik. Dilansir dari Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (2022), Neuropati diabetik merupakan gangguan saraf yang diakibatkan penyakit diabetes. Kondisi ini ditandai dengan kesemutan, kram, nyeri hingga mati rasa. Biasanya neuropati diabetik menyerang saraf di kaki sehingga penderita diabetes kerap merasakan kram, kesemutan atau kebas di daerah kaki.

Neuropati diabetik yang terjadi pada penderita diabetes ini disebabkan karena tingginya kadar gula darah yang berefek pada melemahkan dinding pembuluh darah. Padahal, dinding pembuluh darah berfungsi memberi asupan oksigen dan nutrisi untuk sel saraf. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan hingga gangguan pada fungsi saraf tubuh. Kerusakan saraf juga dapat diperparah jika penderita diabetes memiliki penyakit autoimun, memiliki kebiasaan merokok atau sering meminum alkohol.

Kondisi kram, kesemutan, kebas atau nyeri di tungkai kaki merupakan gejala awal neuropati diabetik. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka bagian yang mengalami kondisi neuropati diabetik tersebut akan mati rasa terhadap nyeri ataupun suhu. Kondisi ini berbahaya bagi penderita diabetes, sebab penderita diabetes menjadi tidak sadar jika terdapat luka ataupun infeksi. Tak hanya itu, penderita diabetes juga menjadi kesulitan beraktivitas dengan normal.

Oleh karena itu diperlukan tindakan untuk mengatasi kondisi ini, yakni mengontrol kadar gula darah. Penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan mengontrol pola makan, menciptakan gaya hidup sehat hingga meminum obat. Namun, berbagai kekhawatiran pun timbul saat mengonsumsi obat-obatan sintetis. Akhirnya, sebagian masyarakat mulai beralih pada tumbuhan herbal yang dianggap minim efek samping dan tidak menimbulkan ketergantungan, misalnya daun yakon.

Penasaran apa saja fungsi daun yakon yang membantu menghilangkan gejala kebas dan kesemutan? yuk simak tulisan ini sampai habis

Manfaat Daun Yakon untuk Atasi Kebas dan Kesemutan

Efek Sinergi Daun Yakon dan Herba Sambiloto (dalam Kapsul Yaccon Plus)

Daun yakon dapat membantu mengatasi gejala kebas dan kesemutan pada penderita diabetes karena kandungan senyawanya. Berikut manfaat kandungan senyawa daun yakon untuk menghilangkan gejala kebas dan kesemutan:

1. Menurunkan kadar gula darah

Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes menyebabkan pembuluh darah menjadi lemah, padahal pembuluh darah memiliki fungsi penting untuk memberi asupan oksigen dan nutrisi untuk sel saraf. terganggunya pembuluh darah ini menyebabkan kondisi kebas dan kesemutan. Maka dari itu kadar gula darah harus diturunkan hingga batas normal. 

Daun yakon memiliki berbagai senyawa yang berfungsi untuk mengontrol serta menurunkan kadar gula darah Anda. Salah satu senyawanya adalah inulin. Inulin merupakan jenis serat yang tidak tercerna oleh tubuh, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Tak hanya itu, senyawa inulin juga membantu menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas hormon insulin. 

Jika sensitivitas insulin meningkat, maka insulin dapat menjalankan tugasnya sebagai mediator penghantar gula ke dalam sel tubuh dengan optimal. Penasaran bagaimana daun yakon dapat meningkatkan sensitivitas insulin? cek di sini ya

Dengan begitu, gula akan diubah menjadi sumber energi dan mengurangi kadar gula darah. Nah, dengan turunnya kadar gula darah, maka gejala kebas dan kesemutan yang Anda rasakan akan berkurang secara signifikan.

2. Memperbaiki metabolisme glukosa

Metabolisme glukosa yang baik menjadi salah satu faktor untuk menurunkan kadar gula darah. Metabolisme glukosa merupakan proses yang melibatkan penggunaan, penyimpanan dan produksi glukosa untuk sumber energi tubuh. Metabolisme glukosa yang baik akan menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil, sehingga gejala seperti kebas dan kesemutan pun terhindari.

Daun yakon memiliki berbagai senyawa yang mampu memperbaiki metabolisme gula tubuh Anda, yakni asam klorogenat, kolin dan asam fenolat. Ketiga senyawa tersebut berfungsi untuk meningkatkan kinerja organ pankreas dalam meningkatkan hormon insulin. Tak hanya itu, ketiga senyawa ini juga membantu menghambat penyerapan glukosa dalam saluran pencernaan, sehingga tidak terjadi lonjakan kadar gula setelah makan.

3. Mengurangi peradangan

Daun yakon memiliki senyawa yang dapat membantu Anda dalam mengurangi peradangan, yakni senyawa fenolik. Senyawa fenolik dalam daun yakon memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan dapat menyebabkan kerusakan sel saraf dan memperparah gejala kebas dan kesemutan yang Anda rasakan. Dengan mengurangi peradangan, daun yakon dapat membantu mencegah dan mengurangi kerusakan sel saraf atau mengurangi gejala neuropati.

Ingin tahu lebih lanjut tentang manfaat antioksidan dalam daun yakon untuk kesehatan dan kecantikan? klik di sini.

4. Melindungi sel saraf

Saraf menjadi kunci untuk gejala kesemutan dan kebas yang dirasakan oleh penderita diabetes. Dengan mengonsumsi daun yakon, maka saraf Anda akan terlindungi dari kerusakan. Daun yakon memiliki senyawa flavonoid yang dapat membantu melindungi sel saraf dari kerusakan. Kerusakan sel saraf dapat menyebabkan gejala neuropati diabetik, seperti kebas dan kesemutan. Dengan melindungi sel saraf, daun yakon dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan sel saraf dan mengurangi gejala neuropati.

Itulah beberapa manfaat dari daun yakon yang membantu Anda untuk mengatasi gejala kebas dan kesemutan. Penting untuk Anda ketahui bahwa kebas dan kesemutan disebabkan karena terganggunya fungsi pembuluh darah dan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi. Jadi untuk menghindarinya, ciptakan gaya hidup sehat dan jangan lupa untuk mengonsumsi daun yakon ya!

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Diet Keto, Diet yang Bermanfaat Mencegah Diabetes

Penyakit diabetes kerap dikenal sebagai silent killer dan berbahaya karena memiliki gejala yang kerap tidak disadari. Penyakit diabetes juga beresiko menimbulkan penyakit komplikasi ataupun penyakit lain yang membahayakan tubuh. Oleh karena itu, banyak orang yang mencoba berbagai cara untuk mencegah diabetes. Keto diet menjadi salah satu metode diet yang sedang populer dan dipercaya mampu mencegah penyakit diabetes.

Dilansir dari Womanshealthmag.com (2022), sistem dari keto diet adalah rencana makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak untuk memulai proses yang disebut ketosis, sehingga tubuh membakar lemak alih-alih karbohidrat untuk dijadikan energi.

Sumber : Istockphotos

Keto diet dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang jumlah karbohidratnya tidak melebihi 50 gram per hari kemudian diimbangi dengan lemak serta protein. Hal ini akan menyebabkan tubuh Anda kekurangan glukosa untuk diubah menjadi energi, sehingga memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Pemecahan lemak yang ada di dalam tubuh ini akan membuat Anda mengalami penurunan berat badan dengan cepat.

Diet keto dianggap dapat mencegah diabetes karena mampu meningkatkan kontrol glikemik serta mengurangi kebutuhan insulin. Ingin tahu lebih banyak tentang manfaat keto diet untuk mencegah diabetes? Simak artikel ini sampai habis ya!

  1. Mencegah kenaikan gula darah

Keto diet yang dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan berkarbohidrat ini secara tidak langsung membuat kadar gula darah Anda menurun. Ketika asupan karbohidrat dikurangi, maka tubuh tidak memiliki karbohidrat yang cukup untuk dipecah menjadi gula lalu digunakan sebagai energi.  

Kurangnya karbohidrat dan gula untuk diubah menjadi energi akhirnya memaksa tubuh menggunakan lemak yang tersimpan, sehingga tidak hanya berat badan yang turun namun juga kadar gula darah Anda.

2. Mengurangi resiko terkena penyakit jantung

Sumber : Istockphotos
Sumber : Istockphotos

Diet keto yang mengurangi makanan berkarbohidrat dan memperbanyak konsumsi makanan dengan lemak sehat akan meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh. Selain itu, diet keto membantu menurunkan jumlah trigliserida dalam darah. Trigliserida merupakan jenis lemak atau lipid yang ada di dalam tubuh. Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. 

Oleh karena itu, peningkatan lemak sehat dan dibarengi dengan penurunan trigliserida akan mengurangi resiko penyakit jantung serta membuat jantung menjadi lebih sehat.

3. Mengurangi resiko resistensi insulin

Cara mencegah penyakit diabetes adalah dengan mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat yang akan berubah menjadi gula di dalam tubuh. Ketika makan dengan makanan yang mengandung karbohidrat lebih sedikit dan jumlah lemak sehat lebih banyak, maka kadar gula akan menurun secara drastis dan jumlah insulin yang diproduksi jadi lebih mencukupi untuk mengendalikan gula darah.

Pada orang-orang yang mengonsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi membentuk sebuah kondisi dalam tubuhnya yaitu resistensi insulin. Dilansir dari Jurnal Amerta Nutritions (2022), diet keto ternyata terbukti membawa perubahan yang positif bagi penderita diabetes melitus tipe 2. 

4. Mengelola nafsu makan

Belakangan ini orang-orang bermasalah dengan nafsu makan dan kerap merasa mudah lapar di saat yang tidak tepat, misalnya di malam hari. Jika diterapkan dengan baik, diet keto akan mengurangi perasaan lapar yang berlebihan dengan cara menekan hormon ghrelin yang menjadi hormon perangsang rasa lapar. 

5. Menurunkan berat badan 

Tentunya, salah satu manfaat dari diet keto adalah menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan atau yang kita kenal sebagai obesitas, menjadi faktor resiko utama dari resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2. Melalui diet keto, berat badan Anda akan berkurang karena sedikitnya asupan kalori sehingga jumlah lemak dalam tubuh menurun. Hal ini juga akan mencegah Anda terkena penyakit diabetes.

6. Meningkatkan sensitivitas insulin 

Diet keto juga berkhasiat meningkatkan sensitivitas insulin, yakni hormon yang membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Jika sensitivitas insulin meningkat, maka tubuh akan menggunakan glukosa dengan jauh lebih efektif sehingga membantu menstabilkan gula darah serta mencegah Anda terkena diabetes.

Itulah beberapa manfaat dari diet keto yang bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes. Sejatinya, diet keto merupakan pola makan yang aman untuk diterapkan semua orang.  Namun, beberapa orang kontra dengan penggunaan diet keto karena dirasa dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti membuat tubuh merasa lemas, gelisah, menjadi sulit tidur, merasa lapar yang mengganggu aktivitas pada awal diet hingga penurunan konsentrasi.

Sumber : Istockphotos

Pada akhirnya, penggunaan diet keto memiliki sisi baik dan buruk tergantung pada kondisi tubuh Anda. Jika Anda masih ingin mencoba diet keto, maka Anda bisa menggunakan dua metode ini:

  • Standart Ketogenic Diet atau yang dikenal sebagai Diet Keto Standar. Metode ini dilakukan dengan menyeimbangan komposisi makanan yakni berupa 10% karbohidrat, 20% protein serta 70% lemak
  • High Protein Ketogenic Diet atau yang dikenal sebagai Diet Keto Tinggi Protein. Metode ini dilakukan dengan komposisi makanan 5% karbohidrat, 35% protein dan 60% berupa karbohidrat

Dikarenakan tujuan dari diet keto adalah mengurangi lemak dalam tubuh serta meningkatkan kesehatan, diet ini disarankan dilakukan dalam jangka pendek yakni mulai dari 2 minggu hingga maksimal 12 bulan. Selanjutnya, Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang untuk mempertahankan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Semoga bermanfaat dan berhasil dalam melakukan diet keto ya! 

 

CARA MENURUNKAN GULA DARAH DENGAN TANAMAN

Yang dimaksud dengan cara menurunkan gula darah dengan tanaman adalah bahan makanan yang berasal dari tanaman seperti sayur, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian atau dengan kata lain menjadi vegetarian. Vegetarian artinya mulai memperbanyak makanan yang berasal dari tanaman dan meminimalkan konsumsi produk hewani. Banyak sekali sebenarnya manfaat dari mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman termasuk sebagai cara menurunkan gula darah. Mereka yang tidak memiliki diabetes lalu menerapkan diet vegetarian ternyata memiliki resiko lebih rendah terhadap diabetes. Sementara mereka yang memiliki diabetes, gula darahnya tercatat lebih terkontrol ketika banyak mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan.

Menjadi vegetarian biasanya terbagi dalam dua kelompok, mereka yang sama sekali tidak mengonsumsi apapun yang berasal dari hewan dan mereka yang masih mengonsumsi produk hewani selama itu bukan daging merah (keju, susu, telur, produk unggas dan ikan).

 

Manfaat lain konsumsi produk tumbuhan

Banyak sebenarnya manfaat dari menjalankan diet vegetarian selain sebagai cara untuk menurukan gula darah, diet vegetarian juga cara untuk menurunkan berat badan secara lebih efektif. Mereka yang mulai membiasakan diri mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan bahan makanan dari tumbuhan jarang kelebihan berat badan dan memiliki diabetes tipe 2. Apa lagi manfaat lainnya?

. dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar A1c pasien dengan diabetes tipe 2. Kadar gula darah sehari-hari pasien diabetes akan lebih terkendali sehingga kadar gula darah selama 3 bulan terakhir (A1c) juga dapat terjaga tetap stabil.

. menurunkan kadar kolesterol. Kolesterol jadi satu faktor resiko terbesar seseorang terkena berbagai penyakit berat seperti serangan jantung, stroke, penyumbatan pembuluh darah dan masih banyak lagi. Resiko kematian akibat serangan jantung akan turun setelah memulai diet vegetarian.

. selain kolesterol yang akan turun, tekanan darah juga jadi lebih stabil ketika rutin membiasakan diri mengonsumsi banyak buah serta sayuran.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan dapat membawa banyak perubahan termasuk pada berapa banyak obat diabetes yang harus dikonsumsi (termasuk insulin), vitamin, serat yang masuk ke dalam tubuh dan serangkaian metode pengobatan diabetes lainnya.

Tertarik untuk mulai membiasakan diri dengan diet vegetarian? Konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa tubuh memang mampu untuk memulai perubahan besar dengan diet vegetarian dan menentukan pola diet vegetarian yang tepat.

 

Baca juga: GANDUM UTUH, PILIHAN TEPAT JAGA KADAR GULA DARAH NORMAL