YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Jangan Sampai Terlambat! Diabetes Bisa Merusak Mata

Diabetes bukan cuma soal kadar gula darah yang tinggi, tapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan mata. Banyak orang nggak sadar kalau penyakit ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan jika nggak dikontrol dengan baik. Sayangnya, gejalanya sering muncul secara perlahan, bikin banyak penderita baru menyadari ketika kondisinya sudah parah.

 

Salah satu masalah utama yang bisa muncul adalah retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah kecil di retina. Awalnya mungkin cuma penglihatan yang sedikit buram, tapi kalau dibiarkan, bisa berkembang jadi lebih serius hingga menyebabkan kebutaan permanen. Selain itu, diabetes juga meningkatkan risiko katarak dan glaukoma, yang sama-sama bisa mempengaruhi kualitas penglihatan.

 

Banyak penderita diabetes baru sadar mengalami gangguan penglihatan saat mulai sulit melihat dengan jelas, terutama saat membaca atau melihat dalam cahaya redup. Ada juga yang mengalami floaters atau bintik-bintik hitam yang mengganggu pandangan. Padahal, kalau diperiksa lebih awal, kerusakan pada mata bisa dicegah atau dikendalikan sebelum berkembang lebih parah.

 

Cara Mencegah Kerusakan Mata Akibat Diabetes

 

Kontrol Gula Darah
Jaga kadar gula darah tetap stabil dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.

 

Rutin Periksa Mata
Lakukan pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali, meskipun belum ada gejala. Deteksi dini bisa mencegah kerusakan lebih lanjut.

 

Jaga Tekanan Darah & Kolesterol
Tekanan darah tinggi dan kolesterol bisa memperburuk kondisi mata. Pastikan keduanya tetap dalam batas normal.

 

Hindari Rokok & Alkohol
Merokok dan minum minuman ber-alkohol bisa mempercepat kerusakan pembuluh darah di mata. Lebih baik hindari untuk menjaga kesehatan penglihatan.

 

Gunakan Kacamata Pelindung
Jika sering terpapar sinar matahari atau layar gadget, gunakan kacamata anti UV atau filter biru untuk melindungi mata dari kerusakan lebih lanjut.

 

 

Jangan anggap sepele gangguan penglihatan, apalagi kalau kamu punya riwayat diabetes. Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari. Jaga pola hidup sehat, rutin cek kesehatan, dan jangan abaikan tanda-tanda awal masalah mata. Karena begitu penglihatan rusak, nggak semua bisa diperbaiki. Jadi, mulai sekarang, sayangi matamu sebelum terlambat!

Bolehkah Makan Manis? Ini Tips Konsumsi Gula yang Tepat!

Gula merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Tapi kenapa sering dibilang bahaya ya? 

Gula sering kali dianggap sebagai biang keladi berbagai masalah kesehatan, mulai dari diabetes hingga obesitas. Akibatnya, banyak orang yang berusaha menghindari makanan manis sepenuhnya. Padahal, gula bukanlah musuh utama. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengonsumsinya.

Glukosa, bentuk sederhana gula, dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan fungsinya. Otak kita pun sangat bergantung pada glukosa sebagai bahan bakar. Oleh karena itu, menghilangkan gula sepenuhnya dari pola makan bukanlah solusi yang tepat.

Permasalahan muncul ketika kita mengkonsumsi gula secara berlebihan, terutama gula tambahan yang terdapat dalam makanan olahan dan minuman manis. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, seperti:

  1. Kenaikan berat badan dan obesitas: Makanan dan minuman manis umumnya tinggi kalori. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, kalori berlebih ini akan disimpan sebagai lemak.
  2. Risiko diabetes tipe 2: Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko utama diabetes tipe 2.
  3. Kerusakan gigi: Bakteri di mulut memecah gula menjadi asam yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
  4. Penyakit jantung: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Terus, gimana cara konsumsi gula dengan bijak? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Pilih sumber gula alami: Prioritaskan konsumsi gula dari sumber alami seperti buah-buahan. Buah-buahan mengandung gula alami (fruktosa) yang disertai dengan serat, vitamin, dan mineral. Serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah tidak naik secara drastis.
  2. Batasi konsumsi gula tambahan: Gula tambahan seringkali tersembunyi dalam makanan olahan dan minuman manis. Baca label makanan dengan cermat dan perhatikan kandungan gulanya. Hindari minuman manis seperti soda, jus kemasan, dan minuman berenergi.
  3. Perhatikan porsi makan: Konsumsi makanan manis dalam porsi yang wajar. Jangan berlebihan.
  4. Kombinasikan dengan makanan berserat dan protein: Mengonsumsi makanan manis bersamaan dengan makanan berserat dan protein dapat membantu memperlambat penyerapan gula.
  5. Kurangi secara bertahap: Jika Anda terbiasa mengonsumsi gula dalam jumlah banyak, kurangi konsumsinya secara bertahap. Dengan demikian, tubuh akan beradaptasi dan Anda tidak akan merasa terlalu berat.
  6. Ganti gula dengan alternatif yang lebih sehat: Anda dapat mencoba mengganti gula pasir dengan madu, sirup maple, atau gula kelapa dalam jumlah yang terbatas. Walaupun masih mengandung gula, alternatif ini umumnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan mengandung nutrisi tambahan.

Makanan yang mengandung gula bukanlah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Tubuh kita tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengonsumsinya. Dengan memilih sumber gula alami, membatasi konsumsi gula tambahan, dan memperhatikan porsi makan, kita dapat menikmati makanan manis tanpa khawatir akan dampak negatifnya bagi kesehatan. Kuncinya adalah keseimbangan dan moderasi. Dengan pola konsumsi yang bijak, kita dapat tetap sehat dan menikmati hidup.

 

10 Bahaya Mengonsumsi Gula Berlebihan

Apakah Anda termasuk orang yang sangat menyukai makanan dan minuman manis?

Jika Anda merupakan orang yang menyukai rasa manis, pasti Anda kesulitan menghindari gula. Faktanya, gula yang memberikan rasa manis pada makanan atau minuman itu memiliki tempat tersendiri di hati kebanyakan orang. Namun, penting bagi Anda  tetap memperhatikan asupan gula sehari-hari. Pasalnya, gula dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. 

Berdasarkan Sehat Negeriku Kemenkes (2022), Data Kemenkes menunjukkan bahwa 28,7% masyarakat Indonesia mengkonsumsi Gula Garam Lemak (LLG) melebihi batas yang telah dianjurkan. Sebanyak 61,27% penduduk pada usia di atas 3 tahun mengkonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali perhari. Sebanyak 30,22% penduduk mengkonsumsi minuman manis sebanyak 1-6 kali perminggu. Sedangkan, hanya 8,51% orang saja yang mengkonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali perbulan. 

Padahal batas rekomendasi maksimum harian Gula Garam dan Lemak yakni konsumsi gula hanya sebesar 50 gram (4 sendok makan), garam sebanyak 2 gram dan lemak sebanyak 67 gram (5 sendok makan). Mengkonsumsi gula secara berlebihan menjadi penyebab utama berbagai masalah kesehatan seperti kadar gula darah tinggi, obesitas hingga diabetes melitus.

Ingin tahu lebih lengkap perihal bahaya mengkonsumsi gula berlebihan? Berikut adalah “9 bahaya konsumsi gula berlebihan”

  1. Merusak Gigi

Mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai kerusakan gigi, sebab ketika Anda makan atau minum minuman yang manis maka sebagian gula disimpan dalam gigi Anda. Gula yang tersimpan di gigi akan menjadi makanan untuk bakteri dan mendukung perkembangan mereka hingga menyebabkan karies gigi.  

Karies gigi biasanya ditandai dengan bercak putih, coklat atau kehitaman pada gigi. Hal ini akan menyebabkan mulut Anda cenderung mengeluarkan bau yang tidak sedap. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka akan menyebabkan pembusukan gigi.

2. Menambah berat badan

Minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti soda, jus dan teh manis mengandung fruktosa, sejenis gula sederhana yang dapat meningkatkan rasa lapar dan membuat “ngidam” makanan manis. Selain itu, fruktosa yang berlebihan dalam tubuh akan menyebabkan resistensi terhadap leptin. Leptin adalah hormon penting yang mengatur rasa lapar dan memberikan sinyal untuk Anda untuk berhenti makan. 

Ketika hormon leptin terganggu, maka kita bisa menjadi mudah lapar sehingga nafsu makan menjadi  meningkat. Dampak lebih membahayakan ketika Anda tidak bisa mengontrol makan, maka bisa meningkatkan resiko terkena obesitas dan diabetes.

3. Obesitas

Hampir semua orang sudah mengetahui bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan berkorelasi dengan berat badan yang berlebihan alias obesitas. Gula yang berlebihan di dalam tubuh menyebabkan banyak gula yang tidak terpakai oleh sel tubuh, kemudian gula disimpan dalam bentuk lemak sehingga menyebabkan berat badan yang berlebih.

Obesitas lebih beresiko terkena berbagai macam penyakit. Seperti dilansir dari Kompas, sebuah penelitian terhadap sekitar 17.000 pasien di sebuah rumah sakit Inggris yang mengalami obesitas, dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30, mempunyai risiko meninggal 33 persen lebih besar dibandingkan seseorang dengan berat badan yang ideal.

4. Mengganggu organ jantung

Ternyata, mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan dapat membahayakan jantung Anda, lho. Mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula yang berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin dalam aliran darah.

Kondisi ini membuat dinding arteri menjadi meradang, sehingga dinding arteri jadi menebal dan lebih kaku. Saat dinding arteri tebal dan kaku, jantung rentan stres dan lambat laun kesehatan sistem pembuluh darah secara keseluruhan menjadi terganggu.

5. Meningkatkan resiko diabetes melitus

Semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin meningkat pula berat badan Anda. Konsumsi gula yang berlebihan ini dapat mengakibatkan insulin menjadi resisten, yaitu ketidakmampuan menjalankan tugasnya dalam melakukan metabolisme gula menjadi energi.

Hal ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia serta kegemukan yang berlebihan. Kadar gula berlebihan atau melewati batas normal akan menyebabka Anda mengalami diabetes melitus.

6. Merusak pankreas

Pada kondisi normal, ketika Anda mengkonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, pankreas akan memompa insulin. Akan tetapi, konsumsi gula berlebihan dapat membuat respons tubuh pada insulin terganggu. Maka dari itu, konsumsi gula berlebihan mengakibatkan pankreas kerap bekerja keras untuk memompa lebih banyak insulin.

7. Merusak fungsi otak

Gula menjadi bahan bakar utama agar tubuh bisa berfungsi dengan baik. Pankreas menghasilkan insulin untuk mengubah gula (glukosa) dari makanan menjadi energi. Seseorang yang mengalami resistensi insulin, selnya tidak merespons insulin dengan baik sehingga pankreas memproduksi lebih banyak hormon. Akhirnya, pankreas gagal untuk bekerja sesuai dengan tugasnya. Tanpa respons insulin, kadar gula dalam aliran darah pun meningkat sehingga merusak organ lain, termasuk otak.

Penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes tipe 2 mengalami penurunan volume otak sebanyak 0,5 – 2% dibandingkan orang tanpa diabetes, yang setara dengan 2 – 5 tahun penuaan secara normal. Jika terjadi terus menerus selama jangka panjang, kondisi ini bisa memicu demensia ataupun penyakit Alzheimer.

8. Penuaan dini

Mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan juga dapat mengakibatkan penuaan dini. Sebab, gula menempel pada protein di aliran darah akan menciptakan molekul berbahaya yang disebut AGE’s

Molekul-molekul menyebabkan kerusakan di kolagen, elastin dan serat protein yang berfungsi menjaga kulit Anda tetap kencang, halus dan bebas kerutan dari dalam. Oleh karena itu, bahaya gula yang dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan penuaan dini dan membuat kulit Anda terlihat lebih kendur.

9. Mempercepat penurunan kognitif

Terlalu banyak mengkonsumsi gula menyebabkan gangguan memori serta meningkatkan resiko seseorang mengalami demensia. Gangguan memori ditandai dengan penurunan daya ingat atau kondisi di mana seseorang kesulitan untuk mengingat sesuatu dari memorinya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa resiko mengalami demensia akan berkurang bila seseorang menerapkan pola hidup sehat dan menghindari konsumsi gula berlebih.

10. Mempengaruhi kesehatan jantung

Saat Anda mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan, maka kadar gula darah dalam tubuh akan naik. Kondisi ini dapat memicu peradangan sistemik dan meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin.

Resistensi insulin yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak seimbang, dan penumpukan lemak pada arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis. Aterosklerosis dapat mempersempit arteri, sehingga mengurangi aliran darah ke jantung dan organ vital lainnya.

Akibatnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

informasi ini bisa anda dapatkan dalam bentuk video di channel Youtube kami Yacona Herbal di https://www.youtube.com/channel/UCtw14NW9xSFGZnwqWzToq9A

Jangan lupa untuk like, komen, share dan subscribe ya?

Terima kasih, semoga bermanfaat

 

SOURCE

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3625583/memahami-pengaruh-buruk-gula-bagi-kesehatan

https://www.klikdokter.com/penyakit/demensia

https://health.kompas.com/read/2020/03/06/195800268/10-bahaya-kelebihan-gula-rusak-tubuh-dari-ujung-kepala-sampai-kaki?page=all

Alasan Orang dengan Obesitas Lebih Berisiko Tinggi jika Terinfeksi Virus Corona (kompas.com)

https://diabetasol.com/id/news-detail/benarkah-diabetes-bisa-mengurangi-fungsi-otak-

https://www.halodoc.com/artikel/tingginya-kadar-gula-darah-bisa-merusak-ginjal-benarkah