YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Perbaikan Sel Beta Pankreas pada Penderita Diabetes dengan Daun Yakon

 

Meski diabetes melitus terjadi karena kenaikan gula darah, namun tahukah Anda kerusakan sel beta pankreas dapat menjadi pemicu utama terjadinya diabetes? Nah, berikut ini adalah beberapa fungsi dari daun yakon untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas Anda.

 

Daun yakon memang dikenal memiliki berbagai macam kandungan yang berkhasiat untuk berbagai penyakit seperti kolesterol tinggi, menurunkan kadar gula darah secara alami hingga memperbaiki kerusakan sel beta pankreas pada penderita diabetes. Namun tahukah Anda bahwa organ pankreas memegang peranan penting pada penyebab diabetes?

Banyak yang beranggapan bahwa diabetes disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi gula. Meski benar, namun hal ini tidak sepenuhnya tepat. Sebab masih ada komponen lain yang sangat memengaruhi seseorang memiliki diabetes, yakni kerusakan sel beta pankreas. Nah, sel beta pankreas ini bertugas untuk produksi hormon insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah. 

Ketika Anda makan, maka karbohidrat akan dipecah oleh tubuh menjadi glukosa. Nah kadar gula (glukosa) darah menjadi meningkat, sehingga sel beta di pankreas akan merespons dengan mengeluarkan hormon insulin ke dalam darah. Hormon Insulin ini bertugas untuk membantu mengarahkan glukosa dari darah ke sel-sel tubuh, agar glukosa dapat digunakan sebagai sumber energi atau untuk disimpan sebagai cadangan glikogen di hati dan otot. Jika sel beta tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, maka kadar gula darah akan tinggi dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes melitus.

Maka dari itu, diperlukan tindakan hingga pengobatan yang tepat untuk penyembuhan sel beta pankreas yang sudah terlanjur rusak pada penderita diabetes. Berbagai penelitian dilakukan untuk mengobati kerusakan sel beta pankreas, salah satunya dengan menggunakan daun yakon yang mendapat julukan Daun Insulin.

Pada penelitian Prosiding Simposium Nasional Peluang dan Tantangan Obat Tradisional dalam Pelayanan Kesehatan Formal (2014), menunjukkan bahwa daun yakon yang dikonsumsi secara rutin akan menyembuhkan kerusakan sel beta pankreas. Hal ini dikarenakan daun yakon mengandung senyawa etanol yang mampu menurunkan kadar gula darah secara alami. Daun yakon juga mengandung senyawa yang memiliki efek antioksidan sehingga dapat menghambat radikal bebas yang merusak organ pankreas.

Nah sebelum kita membahas manfaat daun yakon dalam memperbaiki kerusakan sel beta pankreas, ada baiknya kita mengetahui penyebab kerusakan sel beta pankreas pada penderita diabetes. Simak selengkapnya ya

Mengapa kerusakan sel beta pankreas bisa terjadi?

Seperti yang kita ketahui, sel beta pankreas yang mengalami kerusakan akan menyebabkan kinerja hormon insulin terganggu. Kerusakan sel beta pankreas yang terjadi akan menyebabkan produksi insulin menurun hingga berhenti sama sekali. Hal ini akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan menjadi diabetes. Ada dua jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Keduanya memiliki penyebab kerusakan sel beta pankreas yang berbeda.

1. Diabetes Tipe 1

Penyakit diabetes tipe 1 disebabkan oleh respons autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel beta pankreas. Sebagai akibatnya, sel beta tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengatur kadar gula darah. Hal ini pun menyebabkan kenaikan kadar gula darah.

2. Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 disebabkan oleh kombinasi faktor gaya hidup dan genetik yang menyebabkan sel beta kelelahan atau mengalami kerusakan akibat tingginya kadar gula darah. Kondisi ini disebut resistensi insulin, yang menyebabkan sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin. Sebagai akibatnya, sel beta pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak sehingga mengalami kelelahan dan rusak. Sel beta pankreas yang rusak ini akan berpengaruh secara signifikan pada kenaikan kadar gula darah.

Kerusakan sel beta pankreas pada kedua jenis diabetes menyebabkan produksi insulin menurun dan menyebabkan ketidakseimbangan dalam regulasi gula darah. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan organ dan saraf jangka panjang.

Lalu bagaimana ya kinerja daun yakon dalam mengatasi kerusakan sel beta pankreas? Yuk simak manfaat daun yakon ini!

Manfaat daun yakon untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas

YAKON - KEMBALI SEHAT, KEMBALI BAHAGIA

Berikut adalah beberapa manfaat daun yakon untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas : 

1. Melindungi sel beta pankreas

Sel beta pankreas menjadi sel khusus yang bertanggung jawab untuk memproduksi dan mengeluarkan insulin ke dalam darah. Namun, sel beta pankreas rentan terhadap kerusakan akibat stres oksidatif yang dapat disebabkan oleh radikal bebas. 

Oleh karena itu, melalui senyawa-senyawa antioksidan dalam daun yakon seperti flavonoid, asam fenolat, dan asam askorbat akan membantu melindungi sel beta pankreas dari kerusakan stres oksidatif. Tak hanya itu, ketiga senyawa ini juga mempertahankan fungsi normal sel beta pankreas. 

Ketiganya bekerja untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang terbentuk dalam proses metabolisme normal dan faktor lingkungan seperti radiasi ultraviolet, polusi, dan zat-zat kimia berbahaya. Sel beta pankreas pun terhindar dari kerusakan dan dapat bekerja dengan normal.

2. Meningkatkan produksi insulin

Mengonsumsi daun yakon secara rutin dapat meningkatkan produktivitas insulin. Hal ini karena daun yakon mengandung senyawa aktif yang membantu pankreas agar lebih produktif. Senyawa aktif tersebut bernama fruktan. 

Senyawa fruktan merupakan jenis karbohidrat yang hanya dapat dicerna oleh bakteri di usus besar. Fruktan yang terkandung dalam yacon dapat meningkatkan produksi GLP-1 (glucagon-like peptide 1) dan PYY (peptide YY) yang merupakan hormon usus. Hormon usus ini bermanfaat untuk merangsang produksi insulin oleh sel beta pankreas. Hal ini akan membuat tubuh memiliki hormon insulin yang cukup untuk menurunkan kadar gula darah.

3. Menjadi anti-apoptosis untuk sel beta pankreas

Anti-apoptosis pada sel beta pankreas artinya mencegah dan menghambat kematian sel yang terjadi secara alami pada sel-sel yang rusak, tua, atau tidak berfungsi dengan baik di pankreas. Namun, jika apoptosis terjadi pada sel beta pankreas yang sehat dan normal, ini dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan pankreas dan mengurangi produksi insulin yang diperlukan untuk mengatur kadar gula darah.

Daun yakon memiliki khasiat sebagai anti-apoptosis karena memiliki senyawa etanol. Senyawa etanol bekerja untuk mencegah kematian sel beta pankreas agar tubuh tidak mengalami kekurangan insulin.

4. Mengurangi resistensi insulin

Selain meningkatkan produktivitas insulin, daun yakon juga membantu mengurangi resistensi tubuh terhadap insulin. Hal ini akan menyebabkan tubuh dapat menggunakan glukosa dengan baik. Senyawa dalam daun yakon yang membantu menurunkan resistensi insulin adalah inulin.

Senyawa inulin dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus, seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli, yang dapat membantu mengurangi peradangan di usus. Berkurangnya peradangan di usus berpengaruh pada peningkatan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin. Senyawa inulin juga dapat membantu meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh dan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah, sehingga dapat kadar gula darah tetap stabil.

Khasiat dari daun yakon ini bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi daun yakon secara rutin. Agar Anda mendapat hasil yang lebih maksimal, mengonsumsi daun yakon haruslah dibarengi dengan pola hidup yang sehat seperti rutin berolahraga atau menjaga pola makan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!

7 Manfaat Umbi Yakon untuk Kesehatan, Ada Mencegah Penyakit Jantung

Yakon merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena beragam manfaatnya dalam bidang kesehatan. Bahkan, umbi yakon memiliki khasiat untuk mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan produksi hormon insulin.

Yakon merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena beragam manfaatnya dalam bidang kesehatan. Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan dari yakon adalah daun dan umbinya. Dilansir dari jurnal Ilmiah Kesehatan (2018), umbi yakon diketahui memiliki khasiat untuk mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan produksi hormon insulin.

Umbi yakon memiliki bentuk yang mirip seperti wortel, namun dengan ukuran yang besar. Bisa dikatakan umbi yakon sebesar lengan pria dewasa dengan berat sekitar 1 hingga 2 kg pada tiap umbinya. Rasanya  manis dengan tekstur yang identik seperti apel atau pir. Dalam sekali panen, yakon bisa menghasilkan umbi sebanyak 5 hingga 10 buah, loh.

Namun, Anda harus sabar untuk menunggu hasil panen dari umbi yakon, sebab tumbuhan yakon bisa dipanen umbinya setelah berumur 7 hingga 8 bulan. Salah satu tanda bahwa tumbuhan yakon sudah siap dipanen adalah kemunculan bunga yakon yang berbentuk mirip seperti bunga matahari, namun dalam versi kecil. Setelah umbi yakon dipanen, maka tumbuhan yakon harus diganti sebab sudah tidak produktif lagi.

Yakon pertama kali ditemukan di Amerika Selatan, terutama wilayah Andes di Peru. Umbi dari tumbuhan yakon telah menjadi makanan tradisional bagi orang-orang di daerah tersebut. Kemudian, umbi yakon mulai dibudidayakan dan dikembangkan secara selektif untuk meningkatkan produktivitas dan manfaatnya dalam berbagai bidang, salah satunya kesehatan. Kemudian, umbi yakon menyebar dan diperjualbelikan hingga sampailah ke Indonesia. 

Lalu apa saja ya manfaat dan khasiat dari umbi yakon untuk kesehatan kita? Mari kita bahas selengkapnya

1. Menurunkan kadar gula darah

Umbi yakon mengandung berbagai manfaat bagi penderita diabetes, salah satunya membantu menurunkan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi memang patut diwaspadai sebab akan mengundang berbagai penyakit, misalnya diabetes hingga penyakit jantung. Nah, salah satu kandungan dari umbi yakon yang bermanfaat mengontrol kadar gula darah adalah Fructooligosaccharides atau FOS.  

FOS dalam umbi yakon berfungsi untuk menghambat enzim alfa-glukosidase yang bertugas memecah karbohidrat dalam tubuh menjadi glukosa. Sebenarnya, pemecahan ini bertujuan untuk menjadikan glukosa sebagai pasokan energi dalam sel otot. Namun, jika kadar glukosa yang ada lebih dari yang diperlukan, maka akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Terhambatnya alfa-glukosidase membuat serapan glukosa yang seharusnya masuk ke dalam darah berkurang, sehingga kenaikan kadar gula dalam darah dapat dicegah. Maka dari itu umbi yakon digunakan sebagai bahan untuk pengobatan diabetes. Ingin tahu lebih lanjut soal penggunaan yakon sebagai pengobatan diabetes? klik di sini.

Selain FOS, umbi yakon juga mengandung senyawa inulin. Senyawa inulin merupakan serat yang tidak dapat dipecah menjadi glukosa. inulin juga berfungsi untuk merangsang produksi hormon glucagon like peptide 1 (GLP-1) yang membantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Jadi ketika Anda mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat atau gula, tidak terjadi lonjakan kadar gula darah yang tinggi.

Nah, jika Anda mengonsumsi umbi yakon dan dibarengi dengan pola makan serta olahraga rutin, tentu kadar gula Anda akan turun secara signifikan.

2. Mencegah berat badan berlebih atau obesitas

Umbi yakon juga dapat mencegah berat badan yang berlebihan alias obesitas, loh. Perlu Anda ketahui bahwa berat badan yang berlebihan dapat mengundang penyakit yang berbahaya, seperti penyakit jantung. Sebab kelebihan lemak dalam tubuh dapat mempengaruhi berbagai kesehatan organ.

Senyawa inulin dalam umbi yakon tak hanya dapat mengontrol kadar gula darah, namun juga membantu mencegah kenaikan berat badan dengan meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Inulin mengurangi nafsu makan dengan meningkatkan kadar hormon GLP-1 dan PYY di usus. Fungsi dari hormon tersebut adalah memberi sinyal ke otak bahwa tubuh sudah kenyang, sehingga proses pengosongan lambung melambat dan perut terasa kenyang lebih lama. 

Tak hanya itu, inulin juga mempengaruhi metabolisme lemak dalam tubuh. Inulin membantu meningkatkan kadar hormon adiponektin yang bertugas meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan yang terkait dengan obesitas. Dengan mekanisme ini, maka umbi yakon tak hanya mencegah obesitas, namun juga bantu menurunkan berat badan

3. Menurunkan kolesterol

Senyawa FOS dalam umbi yakon dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh Anda. Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang diperlukan oleh tubuh dan menjadi salah satu komponen yang penting untuk membangun dinding sel. Kolesterol juga berperan untuk menghasilkan berbagai hormon dan vitamin.

Namun kolesterol akan menjadi masalah jika kadarnya terlalu tinggi dalam tubuh. kolesterol yang tinggi akan menyebabkan pembuluh darah menjadi sempit, kemudian mempengaruhi aliran darah ke jantung, otak serta organ lainnya. Nah, kandungan senyawa FOS dalam umbi yakon ini akan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. 

FOS tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia sehingga dapat mencapai usus besar tanpa terurai. FOS akan mengikat asam empedu di usus halus serta mengeluarkannya dari tubuh. Hal ini akan menyebabkan penurunan kadar kolesterol sebab hati membutuhkan asam empedu dalam memproduksi kolesterol.

4. Melindungi tubuh dari kerusakan oksidasi

Umbi yakon memiliki efek antioksidan karena mengandung senyawa fenolik dan vitamin C. Nah, senyawa fenolik ini memiliki berbagai manfaat biologis seperti antioksidan, anti inflamasi hingga anti kanker. Senyawa fenolik akan membantu melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif ataupun peradangan. Senyawa ini juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin C dalam umbi yakon juga berperan sebagai antioksidan. Vitamin C bekerja melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas dapat terbentuk dalam tubuh sebagai hasil dari metabolisme normal, paparan polutan lingkungan, atau faktor-faktor lainnya. Nah, vitamin c bekerja untuk vitamin C dapat membantu menetralkan radikal bebas dengan mengambil elektron yang hilang dari molekul-molekul yang teroksidasi.

5. Meningkatkan kesehatan kulit

Selain berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C dalam umbi yakon juga berperan dalam pembentukan kolagen, yakni protein yang membantu memperkuat jaringan-jaringan tubuh, termasuk kulit, tulang, dan pembuluh darah. Vitamin C dapat meningkatkan absorbsi zat besi dalam tubuh, yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

Hal ini akan meningkatkan kesehatan kulit Anda.

6. Meningkatkan kesehatan tulang

Umbi yakon juga dapat meningkatkan kesehatan tulang Anda, loh. Senyawa inulin dalam umbi yakon dapat membantu meningkatkan absorbsi kalsium dalam tubuh. Kalsium merupakan mineral penting yang diperlukan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang yang sehat. Selain itu, inulin bekerja untuk membantu membantu meningkatkan kepadatan tulang dengan meningkatkan absorbsi mineral seperti kalsium dan magnesium.

Dengan kandungan inulin dalam umbi yakon, maka pemeliharaan kesehatan tulang Anda akan terjaga.

7. Menurunkan resiko penyakit kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular merupakan kelompok penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah termasuk jantung koroner, stroke, maupun arteri koroner yang sempit. Umbi yakon memiliki kandungan polifenol dan flavonoid yang dapat mencegah terjadinya resiko penyakit kardiovaskular. Kedua kandungan ini dapat memperlebar pembuluh darah, sehingga aliran darah ke jantung meningkat. lancarnya aliran darah akan memperbaiki fungsi organ jantung.

Itulah 7 manfaat umbi yakon untuk kesehatan tubuh. Ingin tahu lebih lanjut perihal pengolahan umbi yakon menjadi berbagai makanan lezat? klik di sini ya.

Jangan lupa untuk tetap menerapkan pola hidup sehat ketika mengonsumsi umbi yakon ya, agar kesehatan tubuh Anda lebih maksimal. Semoga bermanfaat!

5 Olahan dari Umbi Yakon, Makanan Enak Anti Diabetes

Ingin makanan enak, lezat namun tetap berkhasiat menurunkan kadar gula darah? Yuk coba olahan umbi yakon ini!

Umbi yakon menjadi salah satu herbal yang diandalkan dalam pengobatan diabetes. Umbi yakon diketahui memiliki berbagai manfaat untuk menurunkan kadar gula darah, misalnya dalam meningkatkan produksi dan sensitivitas insulin hingga menghilangkan komplikasi diabetes seperti disfungsi ereksi pada pria. Ingin tahu lebih lnjut terkait manfaat yakon meningkatkan kinerja insulin? cek di sini ya!

Umbi yakon biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan hingga pengobatan tradisional. Umbi yakon memiliki rasa manis dan krispi, mirip seperti apel dan pir. Umbi yakon memiliki bentuk yang mirip wortel versi raksasa, sebab besarnya bisa melebihi lengan pria dewasa dengan berat 1-2 kg. Umbi ini bisa dikonsumsi langsung selepas dipanen. Dalam sekali panen, umbi yakon bisa menghasilkan 5 hingga 10 umbi. 

Semua berawal dari ditemukannya yakon pada Pegunungan Andes, Peru. Seiring waktu yakon mulai diketahui memiliki banyak manfaat pada bidang kesehatan seperti menurunkan demam, menyembuhkan infeksi, menurunkan kadar kolesterol hingga mengatasi diabetes. Yakon kemudian mulai diperjualbelikan ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Namun, apa saja ya kandungan dari umbi yakon yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh kita? Yuk kita kupas selengkapnya!

Manfaat Kandungan Umbi Yakon

1. Mengontrol kadar gula darah

Mengonsumsi umbi yakon secara teratur dapat menurunkan kadar gula darah tanpa membuat seseorang mengalami hipoglikemia. Hal ini disebabkan umbi yakon memiliki berbagai senyawa aktif yang dapat mengontrol kadar gula darah, misalnya senyawa inulin dan fruktan.

Senyawa inulin merupakan jenis serat makanan yang tidak dapat dipecah oleh enzim pencernaan pada usus kecil. Namun, inulin akan diurai oleh bakteri baik dari usus besar menjadi asam lemak rantai pendek. Nah, asam lemak rantai pendek inilah yang akan membantu menurunkan kadar gula darah, sebab ketika asam lemak ini diserap ke aliran darah maka akan merangsang pankreas mengeluarkan insulin.

Sedangkan fruktan bekerja untuk menurunkan kadar gula darah dengan menghambat aktivitas enzim yang berperan untuk memecah karbohidrat menjadi gula sederhana, seperti glukosa. Hal ini akan menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil.

2. Menurunkan resiko penyakit jantung

Salah satu komplikasi dari diabetes adalah penyakit jantung. Manfaat lainnya dari umbi yakon adalah menurunkan resiko penyakit kardiovaskular termasuk jantung.  Umbi yakon memiliki kandungan antioksidan seperti flavonoid dan polifenol yang berfungsi untuk melindungi organ tubuh dari kerusakan akibat proses oksidasi atau radikal bebas. 

Polifenol merupakan senyawa aktif yang dapat meningkatkan produksi oksida nitrat yang bertugas untuk melebarkan pembuluh darah. Sehingga aliran darah ke jantung menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun. Hal ini akan berpengaruh pada perbaikan fungsi dan mencegah kerusakan jantung.

Sedangkan senyawa flavonoid bekerja sebagai anti inflamasi yang mengurangi peradangan. Peradangan yang terjadi berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah inilah yang akan meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi umbi yakon akan menurunkan resiko penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung.

3. Mencegah kelebihan berat badan (obesitas)

Obesitas adalah kelebihan berat badan melebihi batas normal. Obesitas dapat mengundang berbagai penyakit yang tentunya membahayakan kesehatan Anda. Salah satu resiko penyakit karena obesitas adalah diabetes melitus. Penasaran megapa yakon menjadi salah satu opsi pengobatan diabetes dan obesitas? cari tahu di sini.

Umbi yakon memiliki kandungan yang dapat membantu berat badan tetap ideal, sehingga kerap dijadikan menu diet. Kandungan dari umbi yakon memiliki serat yang tinggi dan tetap rendah kalori, contohnya adalah resisten pati. Resisten pati membantu menurunkan berat badan dengan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Serat ini juga meningkatkan metabolisme tubuh manusia. Hal ini akan membantu mencegah berat badan Anda.

Berbagai Olahan Umbi Yakon menjadi Makanan Lezat

1. Sirup Umbi Yakon

Umbi yakon yang kaya akan kandungan air dan memiliki rasa manis alami, cocok dijadikan sirup yang aman untuk Anda yang menderita diabetes ataupun sedang ingin mengurangi konsumsi gula. Yuk ketahui lebih lanjut soal mengonsumsi gula berlebihan, di sini.

Namun perlu Anda ketahui, membuat sirup umbi yakon akan menghilangkan serat dari umbinya, sebab Anda hanya akan memakai sari atau airnya.

Pembuatan sirup dari umbi yakon cukup mudah. Berikut adalah caranya:

  • Ambil beberapa umbi yakon yang telah dipanen
  • Kupas umbi yakon hingga menyisakan daging umbi
  • Parut umbinya sehingga Anda mendapatkan sarinya
  • Peras parutan dari umbi yakon tersebut
  • Rebus air umbi yakon hingga mendidih dan agak kental
  • Tunggu sampai suhu air rebusan turun, kemudian tambahkan pewarna makanan jika diperlukan

Nah, kini sirup yakon yang berfungsi sebagai gula alami sudah siap Anda minum. 

2. Keripik Umbi Yakon

Jika Anda menyukai makanan yang gurih, renyah, garing dan kriuk namun tetap ingin sehat, Anda bisa membuat sendiri keripik dari umbi yakon. Pembuatannya juga cukup mudah seperti membuat keripik lain pada umumnya.

  • Pilih beberapa umbi yakon yang sudah dipanen
  • Cuci bersih dan jangan lupa rendam di air ya, sebab umbi yakon mudah teroksidasi
  • Kupas dengan sangat tipis-tipis agar mempermudah proses pengeringan
  • Keringkan umbi yakon. Dikarenakan kandungan air dari umbi yakon cukup banyak, maka Anda memerlukan waktu yang cukup lama untuk menunggunya kering. Kurang lebih selama tiga hari atau seperlunya
  • Taburkan tepung maizena dan garam 
  • Goreng dengan minyak yang banyak agar panasnya merata dan keripik yakon bisa renyah
  • Angkat dan tiriskan

Keripik yakon pun sudah bisa disantap. Anda bisa menambahkan bubuk cabai atau bubuk apapun sesuai selera. Anda juga bisa membuat sambal dan mencocolnya saat ngemil keripik yakon

3. Sop Umbi Yakon 

Nah, selain untuk ngemil, umbi yakon juga bisa dijadikan makanan berat seperti campuran sayur sop, loh. Rasa yakon yang sedikit manis dan segar akan menambahkan cita rasa makanan baru dalam sop buatan Anda, dan tentunya lebih sehat.

Berikut adalah cara membuat sop dari umbi yakon:

  • Pilih beberapa umbi yakon yang sudah dipanen
  • Cuci bersih kemudian kupas dan potong dadu, atau apapun bentuk yang Anda inginkan
  •  Rendam dalam air bersih
  • Potong sayur pendamping lain seperti sawi, wortel dan lainnya. Anda juga bisa menambahkan protein hewani seperti daging sapi dan ayam
  • Rebus sayur-sayuran tersebut
  • Tambahkan bumbu sesuai selera Anda 
  • Setelah sayurnya dirasa sudah empuk, sop bisa disajikan

4. Kolak Umbi Yakon

Makanan ini cocok sebagai menu buka puasa. Namun perlu diingat, jika Anda tetap ingin makanan yang sehat, disarankan mengurangi gula dalam campuran kolak yakon. Anda bisa mengganti gula dengan sirup umbi yakon, ya.

  • Siapkan berbagai bahan-bahan seperti umbi yakon, ubi, pisang santan, sirup yakon, nangka, daun pandan dan sedikit garam
  • Cuci bersih semua bahan-bahan
  • Masukkan potongan umbi yakon dan ubi hingga setengah empuk, kemudian tambahkan pisang dan nangka
  • Masukkan santan kental dan sirup dari umbi yakon serta daun pandan agar kolak wangi
  • Tunggu sebentar lalu kolak umbi yakon siap disajikan

Kolak yang menggunakan sirup yakon sebagai pengganti gula, mungkin tidak semanis kolak pada umumnya. Namun ini merupakan langkah pencegahan kenaikan kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan tubuh Anda. 

5. Bolu Umbi Yakon

Kali ini adalah olahan dari umbi yakon yang pastinya disukai anak-anak, yakni bolu dari umbi yakon. Sebenarnya dalam pembuatan bolu umbi yakon, pembuatannya tidak jauh berbeda dengan membuat bolu pada umumnya. Anda hanya perlu merebus umbi yakon selama 30 menit dan menghaluskannya. Kemudian umbi yakon dicampur dengan bahan-bahan bolu lain dan di oven.

Itulah beberapa olahan dari umbi yakon yang bisa Anda buat dirumah. Olahan tersebut dapat dijadikan alternatif ketika Anda mulai bosan mengonsumsi umbi yakon secara mentah. Selain berkhasiat untuk kesehatan, umbi yakon juga bisa dijadikan makanan untuk menu diet Anda. 

5 Daun untuk Menurunkan Kadar Gula Darah, Ada Daun Insulin!

Siapa sih yang tidak suka manis? Namun, makanan dengan gula tinggi berpotensi meningkatkan kadar gula darah dan mengundang berbagai masalah kesehatan yang serius. Melalui rebusan daun ini, Anda akan terbantu menurunkan kadar gula darah secara alami, loh!

Gula menjadi sumber energi yang penting untuk tubuh kita. Namun jika berlebihan gula akan menjadi boomerang untuk kita. Meski kita tidak memakan makanan manis, tapi kita tetap bisa memiliki kadar gula, loh. Sebab tiap karbohidrat yang kita makan akan dipecah menjadi gula (glukosa) yang berfungsi untuk bahan bakar sel-sel tubuh kita.

Nah, jika kadar gula dalam darah kita berlebihan, maka berpotensi menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan seperti obesitas, tekanan darah, diabetes hingga penyakit jantung. Kurangnya kesadaran akan bahaya kadar gula darah tinggi membuat banyak orang tidak menyadari bahaya yang mengintai dari konsumsi gula yang berlebihan. Ingin tahu lebih lanjut bahaya mengonsumsi gula berlebihan? Cek di sini ya.

Membangun pola hidup yang sehat menjadi kunci dalam mengatasi resiko penyakit akibat kenaikan kadar gula darah. Caranya adalah dengan rutin berolahraga, membuat pola makan yang sehat serta mengonsumsi tumbuhan herbal yang mampu menurunkan kadar gula darah. Menggunakan daun-daun yang memiliki efek herbal telah lama digunakan sebagai solusi mengatasi kenaikan kadar gula darah.

Hal ini disebabkan mengonsumsi rebusan daun herbal lebih aman dan minim efek samping jika dikonsumsi jangka panjang, dibandingkan dengan obat sintetis. Lalu apa saja daun herbal yang dapat membantu Anda menurunkan kadar gula darah?

Berikut adalah 5 daftar dari daun-daun herbal yang mampu menurunkan kadar gula darah Anda!

1. Daun yakon, si Daun Insulin

Inilah Arti Kata "PLUS" Dalam Daun Insulin Plus

Daun yakon cukup terkenal di Indonesia dan kerap digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti infeksi, demam, sakit kepala, tekanan darah tinggi, mencegah penyakit kardiovaskular hingga menurunkan kadar gula darah. Terkenal akan kandungannya yang mampu menurunkan kadar gula darah, daun yakon dijuluki Daun Insulin oleh masyarakat Indonesia. Ingin tahu lebih lanjut tentang alasan daun yakon dijuluki Daun Insulin? klik di sini ya.

Daun yakon ini mengandung berbagai senyawa aktif yang dapat membantu Anda menurunkan kadar gula darah. Salah satu senyawa yang dikandung oleh daun yakon ialah fruktooligosakarida atau FOS yang dapat menghambat proses pemecahan karbohidrat menjadi gula. FOS merupakan serat yang terdiri dari berbagai unit fruktosa. 

FOS bekerja untuk menghambat enzim yang bernama alfa-glukosidase yang berfungsi memecah karbohidrat menjadi gula. Hal ini akan membuat serapan glukosa yang harusnya masuk ke dalam darah menjadi menurun, sehingga tidak terjadi lonjakan kadar gula darah. Maka dari itu, kadar gula Anda akan tetap terkontrol dan stabil.

Daun yakon juga memiliki tiga senyawa aktif yang mampu meningkatkan produksi insulin dan sensitivitas insulin pada penderita diabetes. Ketiga senyawa tersebut adalah uvedalin, endhidrin dan sonchifolin. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu  menghasilkan hormon insulin sama sekali ataupun insulin tidak mampu bekerja dengan baik. 

Nah, ketika senyawa uvedalin, endhidrin dan sonchifolin ini meningkatkan kinerja insulin, maka insulin mampu melaksanakan tugasnya sebagai mediator penghantar gula ke sel-sel otot untuk dijadikan energi. Penasaran bagaimana daun yakon bisa meningkatkan produksi insulin? klik di sini.

Sehingga kadar gula darah Anda tetap stabil dan terkontrol. Selain itu, daun yakon juga mengandung sifat antioksidan yang dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidasi atau radikal bebas.

Untuk mengonsumsi Daun Insulin alias daun yakon ini, Anda dapat mengeringkan beberapa lembar daun yakon secara terbalik. Jika sudah, cuci bersih dan rebus dalam air mendidih selama beberapa menit, maka teh daun yakon sudah bisa Anda konsumsi. Jika rasanya dirasa terlalu pahit, jangan gunakan gula sebagai pemanis ya. Anda bisa menggunakan madu asli sebagai pengganti pemanis dari gula.

2. Daun Salam

obat herbal untuk diabetes

Daun salam mungkin lebih terkenal di Indonesia sebagai rempah-rempah menambah cita rasa masakan. Namun tahukah Anda bahwa daun salam sebenarnya memiliki berbagai manfaat dalam bidang kesehatan, salah satunya untuk menurunkan kadar gula dalam darah?

Daun salam memang dikenal memiliki efek anti hiperglikemik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes yang mengonsumsi daun salam. Hal ini membuat daun salam kerap kali menjadi salah satu daun yang digunakan sebagai bahan dasar obat herbal. Daun salam diketahui dapat menghambat aktivitas penyerapan gula di usus serta meningkatkan pengambilan gula (glukosa) di jaringan otot. 

Peningkatan pengambilan gula oleh jaringan otot ini tentunya berpengaruh secara signifikan pada penurunan kadar gula dalam darah. Daun salam juga memiliki kandungan senyawa utama yang bernama flavonoid. Senyawa flavonoid ini berfungsi menurunkan kadar gula darah dengan menangkap radikal hidroksil, sehingga dapat mencegah aksi diabetogenik alias zat yang memicu kenaikan kadar gula darah. 

Jika ingin mengonsumsi daun salam, Anda bisa menjadikannya campuran dalam berbagai masakan atau dibuat teh daun salam. Dalam masakan, daun salam digunakan untuk menambah cita rasa atau menghilangkan bau amis. Namun, jika Anda ingin menjadikannya teh, maka Anda cukup merebusnya dalam air mendidih selama beberapa menit lalu tuang dalam gelas. Teh daun salam sudah siap dikonsumsi.

Disarankan Anda mengonsumsinya secara rutin ya, yakni sehari dua kali atau lebih jika diperlukan. 

3. Daun Sambiloto

obat diabetes herbal daun sambiloto

Daun sambiloto sangat mudah ditemukan di Pulau Jawa, Madura hingga Bawean. Daun sambiloto memiliki rasa yang sangat pahit, hingga mendapat julukan King of Bitter. Namun meski memiliki rasa yang pahit, daun ini juga dikenal karena berbagai manfaatnya dalam bidang kesehatan misalnya untuk mengobati demam, tekanan darah tinggi hingga kadar gula darah yang berlebih. 

Daun sambiloto diduga memiliki efek hipoglikemik yang tidak membahayakan tubuh manusia, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes ataupun orang dengan kadar gula darah melebihi batas normal (prediabetes). Beberapa penelitian dilakukan untuk menguji khasiatnya. Hasil penelitian dari Jurnal Medika Hutama (2020), menunjukkan bahwa mengonsumsi daun sambiloto secara teratur dapat merangsang pelepasan hormon insulin.

Tak hanya itu, kandungan dari daun sambiloto juga dapat menghambat penyerapan gula dengan cara mencegah enzim yang menyerap glukosa di dinding usus.Hal ini menyebabkan kadar gula darah tetap stabil dan terkontrol karena penyerapan gula diminimalisir oleh tubuh. Sehingga ketika Anda selesai makan, tidak terjadi lonjakan kadar gula darah.

Untuk mengonsumsi daun sambiloto, Anda cukup merebus daun sambiloto selama beberapa saat, kemudian rebusan daun sambiloto siap di minum.

4. Daun Mangga

Daun mangga dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai daun yang mampu mengatasi kenaikan kadar gula darah. Daun mangga dapat mengurangi proses metabolisme karbohidrat yang berpengaruh secara signifikan pada penurunan kadar gula darah. Daun mangga juga memiliki jenis serat pektin serta vitamin C.

Namun, keamanan dan keefektifan daun mangga untuk dijadikan penurun kadar gula darah masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi. Sebab penelitian yang ada saat ini belum mampu memperkuat kandungan-kandungan dari daun mangga yang memiliki anti hiperglikemik.

5. Daun Kersen

Pohon kersen banyak ditemukan di daerah Pulau Jawa. Nama lain dari kersen yang terkenal adalah Ceri. Daun kersen dipercaya memiliki manfaat bagi penderita diabetes. Daun ini mengandung nutrisi untuk tubuh seperti air, karbohidrat, serat, zat besi hingga fosfor.

Namun, khasiat dari daun ini masih perlu diteliti lebih lanjut lagi terkait keamanannya.

Nah,dalam mengonsumsi air rebusan dari daun-daun herbal tersebut dapat dilakukan secara rutin. Namun, meski sudah mengonsumsi daun herbal tersebut, Anda perlu memperhatikan pola makan dan harus tetap rutin berolahraga. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Mengapa Yakon Digunakan sebagai Pengobatan Diabetes?

 

Tumbuhan yakon sudah tidak asing lagi di kalangan penderita diabetes sebagai herbal pengobatan diabetes. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dari sekian banyak tumbuhan, hanya daun dari yakon saja yang dijuluki Daun Insulin?

 

 

Yakon memang sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal untuk mengatasi diabetes. Bagian dari tumbuhan yakon yang paling sering digunakan adalah daun dan umbinya. Daun yakon dijuluki sebagai Daun Insulin karena diketahui dapat menurunkan kadar gula darah serta memperbaiki kerusakan sel beta pankreas pada penderita diabetes.

Sedangkan umbinya, memiliki kadar gula alami yang membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Umbi yakon juga dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dengan signifikan tanpa menimbulkan efek hipoglikemik. Belakangan, diketahui bahwa umbi dari yakon dapat mengatasi disfungsi ereksi yang menjadi salah satu gejala dari diabetes.

Namun, dari mana ya asal yakon?

Ternyata tumbuhan yakon bukan berasal dari Indonesia. Tumbuhan yakon pertama kali ditemukan di daerah Amerika Latin. Tumbuhan ini hidup di lingkungan beriklim subtropis yang cenderung dingin, namun yakon juga tetap bisa hidup di daerah beriklim tropis yang memiliki suhu dingin. Misalnya di daerah pegunungan.

Di tempat asalnya, yakon memang kerap digunakan untuk bidang kesehatan karena khasiatnya diketahui dapat membantu menyembuhkan pusing, demam, infeksi, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah hingga mencegah penyakit kardiovaskular. Seiring dengan terkenalnya khasiat dari yakon, yakon mulai diperdagangkan ke negara-negara lain, salah satunya Indonesia yang memiliki tingkat penderita diabetes yang tinggi. 

Datangnya tumbuhan yakon pun menjadi salah satu alternatif dari pengobatan herbal untuk diabetes. Banyak yang menggunakan yakon sebagai obat alami mengatasi diabetes karena lebih aman dan tidak memiliki efek samping, layaknya obat sintesis.

Baca Juga : 3 khasiat umbi yakon atasi diabetes, salah satunya meningkatkan kerja insulin!

Lalu apa saja khasiat dari yakon untuk mengatasi diabetes? Yuk simak sampai akhir ya!

1. Meningkatkan Produksi dan Menurunkan Resistensi Insulin

Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, daun yakon mendapat julukan daun insulin karena manfaatnya meningkatkan produksi insulin. Salah satu permasalahan utama dari diabetes melitus ialah hormon insulin yang dihasilkan pankreas tidak bekerja dengan baik atau juga karena tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Sehingga glukosa dalam darah tidak dapat digunakan oleh sel tubuh dan dijadikan energi. Glukosa yang sudah ada di dalam tubuh pun hanya menumpuk dalam darah.

Bagian daun yakon mengandung berbagai senyawa aktif seperti fruktooligosakarida, fenol, chlorogenic acid serta flavonoid yang membantu melancarkan sekresi insulin serta meningkatkan respon tubuh terhadap insulin. Tak hanya itu, senyawa-senyawa aktif tersebut juga berperan untuk menghambat pembentukan glukosa di dalam tubuh, sehingga lonjakan kadar gula darah setelah Anda makan dapat dicegah.

Senyawa fruktooligosakarida atau yang biasa disebut FOS ini juga menjadi salah satu kandungan yang terdapat di bagian daun serta umbi yakon. FOS merupakan senyawa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan, namun menjadi makanan untuk probiotik (bakteri baik di usus). Bakteri baik ini akan membantu tubuh untuk mencerna makanan, menghasilkan vitamin dan lain-lain. Kesehatan usus yang meningkat akan berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan produksi insulin dan menurunkan resistensi insulin tubuh.

Baca Juga : Daun yakon berkhasiat meningkatkan produksi insulin penderita diabetes

2. Menurunkan Kadar Gula Darah

Kinerja senyawa FOS dalam daun maupun umbi yakon dalam meningkatkan meningkatkan produksi insulin dan menurunkan resistensi insulin tubuh, akan berpengaruh pada penurunan kadar gula darah penderita diabetes. Penderita diabetes yang meningkat produksi insulin maupun sensitivitas insulinnya, akan membuat kinerja insulin menjadi lebih baik dalam menjalankan tugasnya.

Insulin akan bekerja dengan optimal dalam menjadi mediator penghantar glukosa ke dalam sel-sel tubuh. Akhirnya sel tubuh memiliki pasokan glukosa untuk diubah menjadi energi. Hal ini akan membuat kadar gula (glukosa) dalam darah menjadi stabil dan terkontrol.

Selain itu, terdapat senyawa inulin dan fruktan. Kedua senyawa ini dikategorikan sebagai serat makanan larut dalam air, tidak mudah dicerna ataupun diserap oleh tubuh sehingga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Ketika kedua senyawa tersebut masuk dalam tubuh Anda, kedua senyawa tersebut akan bekerja untuk menunda proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat oleh tubuh.

Hal ini akan menyebabkan kadar gula darah Anda tidak naik dengan cepat dan terjaga dalam kisaran normal, karena karbohidrat tidak langsung dipecah menjadi glukosa dan diserap tubuh. Senyawa inulin dan fruktan juga berperan menjadi probiotik yang membantu mengatur kadar gula darah Anda dan penyerapan nutrisi oleh usus. 

Baca Juga : Ini alasan daun yakon mendapat julukan daun insulin

3. Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah berkaitan dengan diabetes saling berkaitan, sebab kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi insulin dalam tubuh. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi akan menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan peradangan atau penumpukan plak. 

Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah ke organ vital seperti jantung, ginjal, serta otak terganggu. Terganggunya aliran darah dapat menyebabkan resiko terjadinya komplikasi kesehatan. Nah kerusakan pembuluh darah ini akan mempengaruhi fungsi insulin di dalam tubuh, bahkan insulin menjadi tidak bisa bekerja sama sekali. Akhirnya tubuh mengalami resistensi insulin.

Nah, yakon juga mengandung senyawa flavonoid yang biasa disebut dengan quercetin. Salah satu fungsi dari senyawa ini adalah menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya hipertensi. Senyawa quercetin diketahui memiliki efek vasodilator, yakni melebarkan pembuluh darah sehingga darah bisa mengalir dengan lancar. Tak hanya itu, senyawa ini juga dapat menghambat enzim yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah. Sehingga dengan mengonsumsi yakon, Anda bukan hanya mencegah hipertensi namun juga melebarkan pembuluh darah yang membuat tekanan darah Anda  lancar.

Baca Juga : Bagaimana diabetes bisa sembuh dengan daun insulin yakon?

4. Sebagai Anti Oksidan dan Anti Inflamasi

Baik daun ataupun umbi yakon memiliki senyawa yang berkhasiat sebagai anti oksidan dan anti inflamasi. Senyawa pelindung ini adalah asam klorogenat dan polifenol. Asam klorogenat merupakan senyawa dengan efek antioksidan yang mencegah kerusakan akibat oksidasi berlebih. Oksidasi yang berlebihan seperti polusi, radiasi, stress atau efek samping dari metabolisme tubuh memicu kerusakan pada sel maupun jaringan.

Melalui senyawa asam klorogenat dari yakon, maka sel-sel tubuh Anda akan terjaga dari kerusakan akibat proses oksidasi. Sifat antioksidan dari asam klorogenat membantu melindungi dan mencegah kerusakan akibat radikal bebas pada sel-sel tubuh.

Sedangkan, senyawa polifenol memiliki sifat anti inflamasi. Anti inflamasi diperlukan tubuh untuk mengurangi peradangan dan mempercepat proses penyembuhan tubuh. Nah, sebenarnya peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi, cedera ataupun iritasi. Namin, jika terjadi peradangan yang berlebihan ataupun kronis, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh yang berakhir dengan masalah kesehatan yang serius.

Melalui sifat anti inflamasi dari yakon, maka sistem kekebalan tubuh Anda akan meningkat. Tak hanya itu, senyawa polifenol juga membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri akibat peradangan misalnya nyeri otot, sakit kepala atau nyeri sendi. Kesehatan jantung Anda juga akan meningkat sebab anti inflamasi bekerja untuk mencegah pembentukan plak pada dinding arteri.

Baca Juga : Daun yakon berkhasiat meningkatkan produksi insulin penderita diabetes

Lalu, mengapa penderita diabetes memerlukan antioksidan dan anti inflamasi? Sebab orang yang memiliki kadar gula darah tinggi, terlebih telah didiagnosa dengan diabetes, memiliki resiko stres oksidatif dan peradangan yang tinggi dalam tubuh. Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya.

Dalam kondisi diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat memicu produksi radikal bebas yang lebih banyak dari biasanya. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh dan mengganggu fungsi normal sel-sel tersebut. 

Nah itulah alasan-alasan mengapa yakon dipilih sebagai obat herbal diabetes. Yakon memiliki umbi dan daun yang sangat bermanfaat untuk diabetes baik untuk meningkatkan produksi insulin, menurunkan kadar gula darah, menurunkan resiko hipertensi hingga memiliki efek antioksidan yang baik untuk penderita diabetes. 

Dalam mengatasi diabetes Anda juga bisa mengonsumsi Yacona. Yacona terbuat dari 100% herbal alami dari daun yakon yang dikombinasikan dengan daun salam dan sambiloto. Kombinasi ketiganya akan membuat penurunan kadar gula darah dengan stabil. Tak hanya itu, Yacona juga berfungsi untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas yang rusak pada penderita diabetes. Jangan lupa, pesan sekarang ya

 

3 Khasiat Umbi Yakon Atasi Diabetes! Ada Meningkatkan Kinerja Insulin

3 Khasiat Umbi Yakon Atasi Diabetes! Ada Meningkatkan Kinerja Insulin

obat anti diabetes dari umbi yakon

Barangkali Anda sudah mengenal daun yakon alias Daun Insulin. Tapi tahukah kamu bahwa umbi yakon juga memiliki khasiat yang sama baiknya dari daun yakon?

Umbi yakon merupakan salah satu bagian dari tanaman yakon yang diketahui memiliki fungsi sebagai anti diabetes. Dua bagian dari tumbuhan yakon yang terkenal adalah umbi serta daunnya. Daun dari yakon sendiri terkenal dengan sebutan Daun Insulin karena khasiatnya dalam menurunkan kadar gula darah. 

Meski memiliki khasiat yang tidak jauh berbeda, daun yakon lebih sering digunakan dibanding umbinya. Hal ini karena daun yakon lebih mudah didapatkan dan memiliki masa panen yang jauh lebih sering dibandingkan umbinya. Umbi yakon memiliki bentuk seperti wortel namun dengan rasa manis yang mirip buah pir atau apel. Umbi yakon juga memiliki ukuran yang cukup besar yakni sekitar 1-2 kg pada tiap umbinya.

Baca Juga : 5 Manfaat Ekstrak Daun Yakon

Tak hanya itu, satu tumbuhan yakon bisa menghasilkan sebanyak 5-10 umbi, loh. Namun, panen umbi yakon memang terbilang cukup lama, yakni harus menunggu tumbuhan yakon berumur 7-8 bulan. Anda bisa menandai masa panennya dengan kemunculan bunga yakon, sebab ketika tumbuhan yakon sudah muncul bunga maka tandanya umbi yakon sudah siap panen. Namun, ketika sudah selesai masa panen, sebaiknya tumbuhan yakon segera diganti karena sudah tidak produktif lagi. Kualitas daun dari tumbuhan yakon yang sudah panen juga menurun. 

Umbi yakon sering digunakan sebagai bahan makanan dan obat-obatan tradisional oleh masyarakat di daerah pegunungan Andes. Umbi yakon juga memiliki berbagai kandungan nutrisi penting yang baik untuk kesehatan seperti vitamin C, kalium hingga zat besi. Umbi yakon juga mengandung senyawa aktif seperti fructooligosaccharides (FOS), inulin, uvedalin, sonchifolin dan senyawa lainnya yang berkontribusi dalam pengaturan kadar gula darah.

Baca Juga : Alasan Daun Yakon Dijuluki Daun Insulin

Ingin tahu lebih jelas tentang khasiat apa saja yang dapat mengatasi penyakit diabetes pada umbi yakon? Simak penjelasan ini hingga akhir ya.

1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Fructooligosaccharides (FOS) menjadi salah satu senyawa yang penting dalam umbi yakon yang memiliki fungsi untuk mengontrol kadar gula darah. FOS digadang-gadang menjadi senyawa anti diabetes karena memiliki kemampuan untuk menghambat enzim alfa-glukosidase yang bertugas memecah karbohidrat menjadi gula. Terhambatnya alfa-glukosidase membuat serapan glukosa yang seharusnya masuk ke dalam darah berkurang, sehingga tidak terjadi kenaikan kadar gula dalam darah. 

Senyawa FOS ini juga berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik sendiri menjadi serat dari makanan yang tidak bisa dicerna oleh tubuh manusia. Fungsi prebiotik lainnya yakni menjadi makanan bagi mikrobiota bakteri baik yang ada di dalam usus. Sehingga kesehatan usus terjaga dan terjadilah peningkatan kadar kalsium serta magnesium dalam tubuh. 

Faktanya, mikrobiota baik juga memiliki manfaat dalam peningkatan kerja insulin. Bakteri baik dalam sistem pencernaan kita membantu mencerna serat makanan yang sulit dicerna tubuh. Nah serat yang awal mulanya tidak dicerna ini akan menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA) seperti asetat, propionat dan butirat. Asam lemak rantai pendek ini akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta bantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Pada kasus penderita diabetes tipe 2, FOS berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi tubuh terhadap insulin. Sehingga kinerja insulin dalam memfasilitasi masuknya glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi menjadi maksimal. 

Selain FOS, umbi yakon juga memiliki senyawa bernama inulin. Inulin merupakan jenis serat yang tidak dapat dipecah menjadi glukosa oleh tubuh manusia. Inulin bekerja untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada sel-sel tubuh, sehingga sel tubuh bisa merespon insulin dan menggunakan glukosa dengan lebih efektif. Tak hanya itu, inulin juga berfungsi untuk merangsang produksi hormon GLP-1 yang membantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Jadi ketika nantinya Anda makan-makanan tinggi karbohidrat, tidak terjadi lonjakan kadar gula darah.

Baca Juga : Tingkatkan Produksi Insulin dengan Daun Yakon 

2. Menurunkan Resiko Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular merupakan kelompok penyakit yang terkait dengan kondisi jantung dan pembuluh darah, misalnya jantung koroner, serangan jantung, stroke ataupun arteri koroner yang sempit. Seperti yang kita ketahui, diabetes dan penyakit kardiovaskular saling berkaitan. 

Penderita diabetes tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan efektif, sehingga menyebabkan kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Nah, kadar gula darah yang dibiarkan tinggi terlalu lama dapat merusak pembuluh darah dan jantung serta meningkatkan resiko pembentukan plak di dalam arteri. Hal ini akan menyebabkan arteri menyempit, sehingga menjadi resiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke atau komplikasi lainnya.

Umbi yakon memiliki kandungan antioksidan seperti polifenol dan flavonoid yang dapat mencegah terjadinya resiko penyakit kardiovaskular. Polifenol merupakan senyawa alami yang dapat meningkatkan produksi oksida nitrat. Oksida nitrat ini bertugas untuk memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung. Meningkatnya aliran darah ke jantung akan menurunkan tekanan darah sehingga dapat membantu memperbaiki fungsi serta mencegah kerusakan jantung.

Sedangkan senyawa flavonoid bekerja sebagai anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Melalui sifat anti inflamasi yang kuat dari senyawa flavonoid maka penyakit kardiovaskular dapat dicegah.

3. Mencegah Obesitas

Obesitas merupakan berat badan yang melebihi batas normal. Obesitas dan diabetes saling berkaitan dan mempengaruhi. Orang yang terkena obesitas sangat dimungkinkan terkena diabetes melitus tipe 2, sebab kadar gula darah orang yang mengalami obesitas cenderung tinggi. Obesitas juga dapat menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan penderita obesitas lebih rentan terkena diabetes melitus tipe 2. Maka dari itu, dengan menghindari obesitas dan pola hidup yang sehat tandanya Anda telah mengatasi salah satu faktor resiko diabetes.

Umbi yakon memiliki kandungan serat yang tinggi dan rendah kalori. Beberapa senyawa dalam umbi yakon juga terbukti mampu mencegah obesitas, misalnya resisten pati. resisten pati merupakan jenis karbohidrat kompleks yang ditemukan dalam umbi-umbian, termasuk umbi yakon. Resisten pati dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara menambahkan rasa kenyang dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Serat lainnya dalam umbi yakon juga membantu menjaga berat badan. Serat dalam umbi yakon akan mempertahankan rasa kenyang lebih lama serta memperlambat penyerapan glukosa dalam darah. Singkatnya, umbi yakon sangat cocok untuk menjadi pilihan menu diet Anda.  

Itulah 3 khasiat dari umbi yakon yang membantu Anda mengatasi diabetes, baik mengurangi resiko-resikonya ataupun menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil. Mengonsumsi umbi yakon secara rutin akan berpengaruh pada kesehatan Anda secara signifikan. 

Dalam mengonsumsi umbi yakon, Anda bisa memakan secara mentah ataupun dijadikan campuran bahan makanan, seperti kue. Beberapa negara lain juga menggunakan umbi yakon sebagai pemanis alami untuk makanan. Serta jangan lupa untuk menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola makan dan rutin olahraga ya, agar hasilnya lebih maksimal. 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!