YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

OBAT DIABETES HERBAL GABUNGAN JAHE DAN TEH

Gabungan dari daun teh dan jahe bisa menjadi obat diabetes herbal yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Teh dikenal sebagai salah satu bahan herbal yang banyak digunakan dalam metode pengobatan diabetes. Sedangkan jahe sendiri dalam tubuhnya yang kecil mengandung berbagai macam manfaat kesehatan. Jika digabungkan teh dan jahe bisa jadi obat diabetes herbal yang tidak cuma bermanfaat tapi juga aman dan menyehatkan tubuh.

Ginger tea memang memiliki rasa yang lebih pedas daripada teh biasa, namun jika ditambahkan lemon dan madu rasanya akan jadi lebih enak di lidah. Lemon dan madu sendiri juga termasuk dalam kelompok bahan untuk obat diabetes berbahan herbal yang aman bagi tubuh. Manfaat dari ginger tea sendiri bisa beragam selain sebagai obat herbal. Ini dia manfaat herbal ginger tea mulai dari obat diabetes sampai mengatasi mabuk laut?

 

Obat herbal mengurangi gula darah pada pasien diabetes

Bagaimana ginger tea bisa menjadi obat diabetes herbal? Penelitian membuktikan bahwa jahe akan mengendalikan gula darah lebih baik dengan menghalangi enzim yang memecah glycogen. Enzim ini akan menyebabkan gula darah melonjak terutama setelah makan. Ginger tea bisa dicoba dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi efek lonjakan gula darah dalam waktu lama.

Mengurangi inflamasi

Tentu saja karena semua teh memiliki kandungan antioksidan tinggi yang bisa mengurangi efek buruk radikal bebas penyebab inflamasi. Ginger tea memiliki kandungan anti-inflamasi yang lebih tinggi dan bisa mengurangi rasa sakit pada otot serta persendian berhubungan dengan arthritis, kram menstruasi dan osteoarthritits.

Obat herbal mengurangi kolesterol pada pasien diabetes

Ginger tea yang dikonsumsi secara rutin ternyata berpengaruh terhadap pengurangan jumlah kolesterol dalam tubuh. Ginger tea akan membantu meningkatkan sirkulasi darah dan inflamasi. Pada saat bersamaan juga akan menurunkan kolesterol. Kolesterol tinggi, terutama pada pasien diabetes, akan menaikan resiko penyumbatan arteri akibatnya adalah penggumpalan darah hingga serangan jantung.

Menurunkan berat badan

Jahe sendiri sudah cukup untuk mengurangi berat badan karena jahe dapat membantu mempercapat pemecahan lemak dalam sistem pencernaan serta menghalangi penyerapannya dalam jaringan tubuh.

Melawan mabuk laut

Selama bertahun-tahun, bakan berabad-abad, jahe digunakan sebagai ramuan herbal ketika akan mengatasi mabuk laut atau mual-mual. Efeknya yang menghangatkan pencernaan dan tubuh bisa mengurangi rasa tidak nyaman dalam perut setelah mual dan muntah.

Menaikan sistem imun

Jahe mengandung komponen bernama gingerol dan shogaol. Gingerol dan shogaol akan melawan radikat bebas yang masuk ke dalam tubuh serta racun-racun yang bisa menimbulkan penyakit.

Ada banyak sekali manfaat ginger tea selain sebagai obat herbal. Ginger tea sangat mudah dibuat dan dikonsumsi kapanpun tanpa takut efek buruk penumpukan bahan kimia. Mungkin ginger tea bisa dijadikan pilihan alternative yang bermanfaat seperti obat diabetes.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DAN KEWAJIBAN MENJAGA KONDISI KAKI

OBAT DIABETES DAN KEWAJIBAN MENJAGA KONDISI KAKI

Semua orang pasti sudah tahu bahwa obat diabetes hanya berperan untuk mengendalikan gula darah dalam tubuh namun mencegah komplikasi harus dibarengi dengan pola hidup sehat. Komplikasi paling sering dari pasien diabetes adalah masalah pada bagian kaki. Pasien diabetes selalu diingatkan untuk memantau dan memastikan kondisi kakinya baik-baik saja. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi kaki pasien diabetes selain dengan konsumsi obat diabetes rutin untuk menjaga kestabilan gula darah. Bagi pasien diabetes cara ini sebaiknya benar-benar diperhatikan karena masalah pada kaki dapat membawa masalah besar bagi pasien diabetes.

 

Perawatan kaki pasien diabetes selain dengan obat

Pertama konsultasikan dahulu dengan dokter diabetes untuk melihat apakah pasien mengalami diabetes neuropathy atau tidak. Ini untuk memastikan bahwa tidak ada yang perlu segera mendapat obat karena diabetes neuropathy harus segera mendapat perawatan yang tepat. Jika tidak ada yang perlu disegera diobati maka yang harus diperhatikan adalah cara perawatan kondisi kaki sehari-hari.

Secara rutin, setiap pagi, lakukan pengecekan pada kaki untuk memeriksa adanya goresan, luka terbuka, tampak kemerahan dan bengkak. Luka-luka kecil atau bentuk-bentuk tidak wajar pada kaki pasien diabetes akan memberi dampak berbeda pada pasien diabetes daripada mereka yang tidak memiliki diabetes.

Selanjutnya, selalu keringkan kaki setelah mencuci kaki. Pastikan kaki benar-benar kering semua, termasuk sela-sela jari karena membiarkan kaki dalam keadaan lembab akan menyebabkan jamur dan infeksi. Bagian sela-sela jari kaki adalah area yang sering lembab sehingga dan tertutup sehingga pastikan mengeringkannya dengan benar. Jaga agar kaki tetap kering dan hangat.

Jangan lupa untuk selalu memotong kuku dan potonglah kuku sesuai garisnya. Sering terjadi memotong kuku terlalu dalam menyebabkan kuku tumbuh ke dalam yang ini akan melukai kulit dan menyebabkan luka terbuka yang bisa menjalar. Luka terbuka pada pasien diabetes butuh penanganan khusus untuk mencegah luka membusuk dan menimbulkan infeksi parah.

Karena kaki pasien diabetes sangat sensitive terhadap goresan kecil dan mudah terluka namun terkadang tidak terasa, maka bentuk pencegahannya adalah dengan sering menggunakan kaus kaki, termasuk saat tidur. Kaus kaki yang lembut menjaga agar kaki tidak mudah terluka dan selalu terjaga dalam kondisi kering dan hangat. Gunakan kaus kaki yang sedikit longgar atau jangan terlalu ketat agar aliran darah tidak berhenti.

Pasien diabetes juga disarankan untuk memilih alas kaki yang tepat. Sebaiknya gunakan sepatu daripada sandal dengan ujung terbuka. Sandal dengan ujung terbuka menyebabkan ujung kaki mudah terkena benda tajam dan terluka. Begitu juga dengan sandal jepit. Bagian yang ada di antara jempol dan jari lainnya bisa menyebabkan luka karena seringnya gesekan ketika berjalan. Dan sebaiknya memang tidak berjalan dengan bertelanjang kaki, tidak ada yang tahu apa yang ada di lantai yang bersih sekalipun. Jika perlu tanyakan pada dokter ahli untuk membantu memilihkan alas kaki yang tepat dan aman digunakan di kaki.

Jangan merokok. Merokok akan menghambat aliran darah dan tentu saja kondisi itu bisa memperparah kondisi pasien diabetes.

Jika terlihat ada masalah pada kaki, baik itu ketika kuku tumbuh ke dalam daging, callouses, atau luka lainnya jangan mencoba mengatasinya sendiri. Pergilah ke dokter yang bisa menangani luka diabetes dan ikuti anjuran dokter tentang metode pengobatan yang harus dilakukan termasuk obat jika dibutuhkan.

Yang terakhir tetapi yang paling penting untuk dilakukan adalah selalu mengendalikan diabetes dengan obat, makan sehat dan olahraga. Buatlah catatan berapa angka yang harus dicapai termasuk kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh untuk menghindari komplikasi.

Dalam kasus diabetes, luka kecil pada kaki dapat menjadi masalah besar dalam waktu singkat. Namun dengan melakukan persiapan dan berbagai bentuk pencegahan kondisi ini bisa dihindari dengan lebih baik. Pasien bisa menurunkan resiko diabetes neuropathy dan amputasi hingga 85%.

 

Baca juga: OBAT DIABETES HERBAL ENAK MILK OOLONG TEA

OBAT DIABETES HERBAL ENAK MILK OOLONG TEA

Oolong tea yang sekarang banyak dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan tak terkecuali untuk obat diabetes berbahan herbal. Hampir semua jenis teh ternyata sangat berpengaruh sebagai obat diabetes herbal, namun kali ini akan dibahas tentang oolong tea yang belakangan juga semakin populer di Indonesia. Meskipun tidak terkenal seperti green tea, black tea, jasmine tea dan white tea, oolong tea masih bisa ditemukan di beberapa supermarket besar. Nah, kali ini akan dipelajari sedikit tentang seperti apa milk oolong tea itu dan bagaimana manfaatnya bagi tubuh, tidak hanya obat diabetes tapi untuk kesehatan secara keseluruhan.

 

Seperti apa oolong tea itu sebagai obat diabetes herbal?

Pada dasarnya oolong tea adalah green tea yang dicampur dengan jasmine tea dari bunga melati yang dikeringkan. Asal mula oolong tea adalah dari Taiwan dimana daun teh ini akan dipanggang perlahan-lahan. Dan meskipun disebut milk oolong tea seperti pada judul di atas, teh ini sebenarnya tidak mengandung susu. Nama itu diberikan karena oolong tea memiliki tekstur dan rasa seperti susu. Milk oolong tea memiliki rasa yang lembut dan gurih seperti mentega. Di tempat asalnya semakin tinggi tempat teh ini ditanam maka rasanya akan semakin taham.

Oolong tea juga lebih ramah bagi tubuh karena mengandung lebih sedikit kafein, bahkan kadarnya kurang dari setengah cangkir kopi. Bagi pasien diabetes apa saja manfaat oolong tea yang menjadikan teh ini sebagai herbal yang aman?

Obat herbal mencegah diabetes

Para peneliti di Jepang pernah membuat penelitian yang dilakukan selama 30 hari untuk membuktikan kekuatan oolong tea. Konsumsi oolong tea menurunkan kadar glukosa pada peserta penelitian hingga 30%.

Menjaga kesehatan jantung

Dengan mengonsumsi paling sedikit 10 ons milk oolong tea setiap hari efektif dalam menurunkan resiko kolesterol tinggi dan menjaga agar kadar trigliserida serta kadar LDL tetap stabil. Karena salah satu komplikasi paling berbahaya dari diabetes adalah penyakit jantung maka konsumsi oolong tea bisa dijadikan salah satu pilihan obat herbal yang aman.

Menurunkan berat badan

Hampir semua teh bisa berguna untuk menurunkan berat badan tak terkecuali dengan milk oolong tea. Sebuah penelitian membuktikan bahwa dalam oolong tea terkandung bahan-bahan yang akan meningkatkan sistem metabolism sehingga bisa membantu menurunkan berat badan.

Karena berasal dari bahan herbal oolong tea ternyata bisa menjadi pencegah diabetes yang aman. Ditambah lagi karena manfaatnya bisa juga menjadi herbal mencegah resiko komplikasi diabetes.

 

Baca juga: OBAT DIABETES HERBAL DALAM WHITE TEA MENYEGARKAN

OBAT DIABETES HERBAL DALAM WHITE TEA MENYEGARKAN

White tea sebagai obat diabetes herbal

Teh adalah salah satu obat diabetes herbal yang banyak dipercaya oleh para ahli kesehatan mulai dari black tea, green tea, hingga white tea. White tea meskipun sangat tidak umum dikonsumsi di Indonesia sebenarnya mudah ditemukan di beberapa supermarket besar jadi kenapa tidak mulai mencobanya? White tea adalah teh yang paling sedikit mengalami proses pengolahan diantara jenis teh lainnya. Daun teh yang biasanya sudah dipanen bersama pucuk tanaman Camellia Sinensis yang belum mekar akan dijemur di bawah matahari dan tidak melalui proses pengolahan lain lagi. Jadi bisa dibilang white tea adalah teh paling alami dan herbal yang aman untuk obat diabetes.

Lalu apa saja manfaat dari white tea? Tentu saja tidak hanya sebagai obat diabetes berbahan herbal yang aman bagi tubuh, tetapi herbal untuk menyehatkan tubuh secara keseluruhan.

 

Obat diabetes herbal

Yang pertama mari membahas peran white tea sebagai obat diabetes herbal catechin dalam white tea akan bekerja sama dengan antioksidan untuk membantu pengendalian diabetes tipe 2. Nah, dalam white tea ini terkandung bahan yang menghambat kerja enzim amylase. Enzim amylase ini yang akan memberi sinyal pada tubuh untuk menyerap glukosa. White tea akan membuat tubuh menyerap glukosa sesedikit mungkin sehingga glukosa yang masuk dalam pembuluh darah tidak berlebihan.

Selain itu meminum secangkir white tea setelah makan ternyata memiliki banyak manfaat salah satunya adalah membantu menghalangi keinginan mengonsumsi gula. Semua orang mungkin ingin makanan yang manis-manis setelah makan makanan besar dan white tea sama efektifnya dengan green tea.

Mengurangi inflamasi

White tea terbukti bisa menjadi obat diabetes herbal karena ternyata dapat mengurangi inflamasi. Catechin dan polyphenol dalam white tea akan meredakan rasa sakit dan ngilu pada beberapa bagian tubuh. Dalam percobaan yang dilakukan di Jepang dan diterbitkan dalam jurnal MSSE Journal ditemukan bahwa makanan yang mengandung catechin berperan besar dalam mengembalikan kekuatan otot dan mengurangi kerusakan otot.

Menurunkan berat badan

Tidak hanya green tea yang bisa digunakan sebagai minuman herbal penurun berat badan, white tea bisa memberi efek yang sama untuk program menurunkan berat badan. Di tahun 2009 sebuah studi di Jerman menemukan bahwa white tea akan membakar timbunan lemak dan mencegah pembentukan lemak baru di dalam tubuh. Catechin dalam white tea akan meningkatkan sistem pencernaan makanan dan ini efektif dalam penurunan berat badan.

Kesehatan rambut dan kulit

Nah, di luar masalah kesehatan dalam, white tea membantu mempercantik tubuh dengan menjaga kesehatan rambut serta kulit. White tea mengandung banyak sekali phenol yang akan menguatkan collagen dan elastin sehingga kulit tampak lebih halus dan muda.

Antioksidan dalam white tea dikenal dengan nama epigallocathecin gallate. Antikosidan ini yang mendorong pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan permanen.

Mengonsumsi white tea secara berkala adalah cara terbaik mendapat asupan setara obat diabetes namun secara alami.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DALAM KASUS PERIPHERAL NEUROPATHY

OBAT DIABETES DALAM KASUS PERIPHERAL NEUROPATHY

Kasus neuropathy yang berhubungan dengan diabetes semakin hari semakin bertambah jumlahnya begitu juga dengan obat diabetes yang diharapkan bisa mengurangi resiko komplikasi seperti peripheral neuropathy. Pasien diabetes adalah salah satu dari sekian banyak pasien peripheral neuropathy yang bisa terdeteksi. Penyakit ini memang bisa terjadi pada siapa saja namun 30% kasus selalu berhubungan dengan diabetes. Dalam sebuah penghitungan ditemukan bahwa 60-70% pasien diabetes memiliki peripheral neuropathy sebagai salah satu resiko diabetes.

Obat diabetes, diet dan pola hidup sehat dengan olahraga cara terbaik untuk menjaga pasien diabetes dari kemungkinan neuropathy. Namun apakah cukup obat diabetes saja? Tentu saja tidak karena faktor resiko lain yang menyebabkan neuropathy tidak hanya diabetes. 1 dari 3 pasien pengidap HIV/AIDS juga mengalami peripheral neuropathy. Begitu juga 30% orang yang pernah melakukan chemotherapy. Untuk tahu lebih lengkapnya dalam artikel ini akan dijelaskan siapa saja yang beresiko mengalami peripheral neuropathy, apa saja gejala yang harus dikenali dan bagaimana obat dan penanganannya tidak hanya pada pasien diabetes.

 

Resiko peripheral neuropathy

Ada beberapa yang bisa menjadi pemicu kerusakan syaraf atau peripheral neuropathy.

Yang pertama adalah resiko dari penyakit diabetes. Diabetes atau ketika kadar gula terlalu tinggi bisa menyebabkan penumpukan gula pada pembuluh darah. Beberapa syaraf dalam tubuh harus bekerja lebih keras karena terhambatnya nutrisi dan banyaknya glukosa. Obat diabetes dimaksudkan agar gula darah menjadi lebih stabil dan tidak menumpuk dalam sistem organ penting tubuh.

Faktor resiko lainnya bisa berasal dari alkohol, kurangnya asupan vitamin, lupus, hypothyroidism dan chemotherapy.

Gejala neuropathy

Ada beberapa gejala yang pasti akan terlihat pada pasien yang mulai mengalami peripheral neuropathy. Tidak terjadi secara berurutan namun bisa dikenali sebagai peringatan dini.

Mulai dari ketika beberapa bagian tubuh mulai mati rasa, misalnya pada lengan dan tungkai kaki. Dua bagian ini yang akan pertama kali mulai berhenti merasakan rasa sakit. Beberapa bagian tubuh juga akan merasakan sakit seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar, mendadak menjadi terlalu sensitive pada sentuhan, kesulitan dalam mengoordinasikan gerakan tubuh, otot yang menjadi lemah dan masalah pada pencernaan dan kandung kemih. Jika muncul gejala semacam ini segera konsultasikan pada dokter ahli untuk menemukan cara yang tepat menangani masalah selanjutnya.

Mengurangi rasa sakit neuropathy tanpa obat diabetes

Obat diabetes mungkin bisa membantu untuk mencegah neuropathy dengan mengendalikan gula darah, tetapi bagaimana jika pasien sudah mengalami neuropathy?

Saat ini ada metode pengobatan yang berfokus pada mengalirkan oksigen ke dalam sistem syaraf untuk membuat syaraf menerima asupan nutrisi yang dibutuhkan.

 

Baca juga: OBAT DIABETES BISA MEMPENGARUHI KONDISI KESEHATAN

OBAT DIABETES BISA MEMPENGARUHI KONDISI KESEHATAN

Beberapa obat diabetes ternyata memiliki pengaruh terhadap tubuh yaitu dapat menggangu kondisi kesehatan pasien jika tidak disadari lebih awal. Hypoglikemia adalah salah satu kondisi yang biasa terjadi pada pasien diabetes namun bisa juga membahayakan tubuh. Kebalikan dari hypoglikemia adalah hyperglikemia yang juga bisa terjadi pada pasien diabetes. Mengetahui tentang dua kondisi kesehatan ini bisa menyelamatkan nyawa pasien diabetes karena deteksi dini membantu pasien mendapat obat atau perawatan tepat waktu. Sebelumnya akan dijelaskan terlebih dahulu tentang hypoglikemia dan hyperglikemia serta gejala-gejala yang harus diperhatikan.

 

Hypoglikemia dan obat diabetes

Kondisi ini adalah ketika pasien diabetes justru mengalami penurunan gula berlebihan hingga bisa menyebabkan pasien kehilangan kesadaran. Hypoglikemia bisa terjadi ketika seseorang menggunakan insulin dengan dosis berlebihan dan biasanya hal ini terjadi pada pasien diabetes tipe 1. Namun pasien diabetes tipe 2 juga memiliki kemungkinan mengalami hypoglikemia mengingat beberapa obat diabetes memiliki efek hypoglikemik. Bahkan termasuk konsumsi obat diabetes herbal juga bisa menimbulkan efek hypoglikemik. Berikut adalah beberapa gejala hypoglikemia yang perlu diperhatikan:

Pertama adalah ketika tubuh mulai mengeluarkan keringat dingin banyak tanpa sebab. Kedua, tubuh mulai terasa gemetaran dan jantung berdebar-debar kencang. Ketiga, perasaan lapar yang teramat sangat karena tubuh mulai kekurangan gula dalam tubuhnya. Keempat, pasien dengan hypoglikemia biasanya akan merasakan pusing dan kepala terasa berputar-putar. Lalu terakhir adalah pasien akan merasa kebingungan dan tidak dapat menerima informasi dengan jelas.

Ketika gejala ini mulai muncul segera lakukan pertolongan pertama dengan mengonsumsi makanan tinggi gula seperti permen atau coklat. Ini akan memulihkan kondisi gula darah kembali normal. Tetapi jika setelah mengonsumsi makanan atau minunam manis gejalanya belum juga hilang atau ketika dicek kadar gula darah belum normal, segera minta pertolongan pada tenaga ahli.

Hyperglikemia

Lawan dari hypoglikemia adalah hyperglikemia yang tentu saja tidak disebabkan oleh obat diabetes. Hyperglikemia terjadi ketika terlalu banyak gula yang disimpan dalam pembuluh darah. Kondisi ini akan menyebabkan beberapa reaksi pada tubuh seperti: tubuh akan mudah merasa lelah, keinginan buang air kecil terus menerus, kelelahan, pandangan mulai terasa kabur, penurunan berat badan mendadak, hingga munculnya berbagai infeksi.

Sangat penting untuk selalu menjaga agar gula darah dalam kondisi stabil dan normal karena ketika gula darah terlalu tinggi dalam waktu lama bisa menimbulkan komplikasi lain yaitu ketoacidosis.

Konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat diabetes mengingat beberapa efeknya bisa menyebabkan hypoglikemia.

 

Baca juga: OBAT UNTUK DIABETES SESUAI TIPE DIABETES