YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

OBAT DIABETES ALAMI DALAM BUAH KURMA YANG MANIS

Buah yang sering kali disajikan di bulan Ramadhan ini ternyata berjasa banyak sebagai obat diabetes alami meskipun rasa sangat manis. Buah-buahan memang selalu mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral hingga antioksidan penting. Tetapi sebagian besar juga tidak bisa dikonsumsi pasien diabetes karena kandungan gulanya terlalu tinggi sehingga berbahaya untuk pasien diabetes dan kadar A1c pasien. Nah, untungnya kurma tidak termasuk dalam daftar buah yang berbahaya bagi pasien bahkan termasuk bermanfaat sebagai obat diabetes alami pasien diabetes.

 

Sekilas kandungan kurma

Sebelum membahas lebih jauh tentang khasiat kurma dalam menangani diabetes, mari lihat lebih dulu beberapa kandungan nutrisi yang bisa ditemukan dalam buah kurma. Meskipun sebenarnya memang kurma tinggi karbohidrat dan rendah protein serta lemak, tapi ada kandungan lain yang bisa bermanfaat dimana setiap 100 gram kurma dapat memenuhi 20% kebutuhan potassium harian, 18% kebutuhan cooper harian, dan 14% kebutuhan magnesium harian.

Namun tetap saja membatasi konsumsi itu perlu. Kurma mengandung gula yang berbentuk fruktosa. Fruktosa sendiri nantinya akan melalui proses metabolisme di liver. Liver pasien diabetes sudah bekerja sangat keras sehingga sebaiknya tidak perlu untuk menambah beban kerja liver dengan sesuatu yang tidak perlu.

Mengenal manfaat kurma sebagai obat diabetes alami

Sebenarnya tidak bisa benar-benar disebut obat diabetes alami karena meskipun mengandung beberapa manfaat bagi tubuh, kurma tetap saja buah yang tinggi karbohidrat. Mengonsumsi kurma bisa menaikan kadar gula darah dan A1c pasien diabetes. Nah, berikut ini adalah beberapa hasil penelitian yang menggunakan ekstrak kurma.

Di tahun 2011 sebuah penelitian menunjukan bahwa kurma dapat membantu sebagai penanganan awal diabetes neuropathy pada tikus. Penelitian semacam ini yang dilakukan pada binatang lain juga menunjukan bahwa ada perbaikan pada kadar A1c jika kurma dikonsumsi dalam bentuk ekstrak.

Dengan mengambil hanya ekstrak dari kurma tubuh bisa menerima manfaat kurma dengan lebih baik tanpa membahayakan kesehatan. Mengonsumsi kurma dalam bentuk utuhnya mungkin justru bisa membawa dampak negative dari nutrisi-nutrisi penting yang membantu menyehatkan tubuh.

Kurma dalam bentuk ekstrak mungkin sudah bisa ditemukan di beberapa tempat yang menawarkan obat diabetes alami. Sebaiknya mengurangi konsumsi kurma dalam bentuk utuhnya karena bisa meningkatkan kadar gula darah. Obat diabetes alami saat ini sudah banyak jenisnya sehingga jika masih meragukan manfaat kurma bisa memilih resep lain sesuai dengan saran dokter.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DAN KAITANNYA DENGAN POTASSIUM

OBAT UNTUK DIABETES SALAH SATUNYA JAHE

Jahe mungkin sudah biasa dijadikan minuman sehari-hari sekaligus sebagai obat untuk pasien diabetes. Khasiat jahe sebagai obat untuk pasien diabetes sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain untuk diabetes, jahe memang sudah biasanya dijadikan obat segala macam penyakit lain, jadi tentu saja jahe aman digunakan oleh siapa saja. Karena dari bahan herbal alami jahe sangat aman dan minim resiko. Penelitian tentang manfaat jahe untuk pasien diabetes sudah banyak dilakukan. Artikel ini adalah sedikit hasil penelitian yang bisa membantu meyakinkan bahwa jahe bisa sangat bermanfaat bagi siapapun.

 

Penelitian manfaat jahe sebagai obat untuk diabetes

Sebuah penelitian pernah dilakukan untuk menunjukan bahwa jahe memiliki manfaat penting untuk tubuh. Dalam penelitian ini dibagi menjadi kelompok yang menerima asupan 2000 mg jahe setiap hari dan kelompok yang menggunakan placebo. Dalam 10 minggu masa percobaan ini, mereka yang setiap hari mengonsumsi jahe menunjukan penurunan pada kadar gula darah di pagi hari sebanyak 26.6 mg/dL (1.5 mmol/l) dan penurunan A1c sebanyak 0.38%. Sementara penelitian lain dengan konsumsi 3 gram jahe setiap hari menunjukan hasil penurunan gula darah pagi hari sebanyak 10.5%.

Di tahun 2015 sebuah penelitian juga dilakukan dengan 2 gram jahe setiap hari. Setelah 12 minggu mengonsumsi secara rutin gula darah puasa pasien diabetes tipe 2 menunjukan perbaikan dari 161 mg/dL menjadi 142 mg/dL dan HbA1c pasien juga berkurang 0.77%.

Kabar baiknya lagi tidak hanya gula darah saja yang membaik setelah mengonsumsi jahe secara rutin tapi juga bagian lain dari organ tubuh yang menjadi lebih baik. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa selain gula darah, kadar lipoprotein pasien juga membaik yang mengindikasikan bahwa metabolisme kolesterol pasien bekerja lebih baik.

Gingerol adalah salah satu kandungan jahe yang bermanfaat dan berguna untuk meningkatkan metabolism glukosa. Gingerol menaikan jumlah glukosa yang masuk sel sehingga kadar gula darah juga jadi lebih normal. Ada pula yang menyebutkan bahwa jahe akan mengurangi jumlah gula yang diserap tubuh dalam proses pencernaan.

Di tahun 2017 sebuah penelitian menemukan bukti bahwa jahe akan menurunkan kadar gula darah puasa sekaligus trigliserida. Trigliserida pasien diabetes bisa turun hingga 8.84 mg/dL.

Manfaat lain adalah ketika pasien diabetes diberikan jahe dengan secangkir black tea, maka terlihat bahwa kolesterol total pasien juga mengalami penurunan, termasuk juga sumber-sumber penyebab inflamasi. Kenapa bisa begitu? Karena selain jahe, teh sendiri juga merupakan minuman yang kaya polyphenol yang bermanfaat untuk tubuh.

Jahe memang bermanfaat untuk mengurangi penyebab inflamasi. Pasien diabetes tipe 2 yang secara rutin mengonsumsi 2 gram jahe terlihat mengalami penurunan pada interleukin-6 dan tumor necrosis factor yaitu faktor-faktor penyebab inflamasi.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DALAM MANAJEMEN ABC YANG AMAN

OBAT DIABETES DALAM MANAJEMEN ABC YANG AMAN

Mengendalikan diabetes tidak sekedar mengonsumsi obat sesuai resep dokter tapi juga mengendalikan berbagai kondisi kesehatan di dalam tubuh. ABC sederhana ini sebenarnya adalah cara untuk mengingat apa saja yang harus dijaga oleh pasien diabetes. Obat diabetes sangat berperan dalam menjaga gula darah tetap stabil, tetapi gaya hidup yang sehat bisa menjaga kondisi kesehatan pasien diabetes dengan lebih baik. Nah, bagian apa saja yang mesti dijaga dan dikendalikan oleh pasien diabetes baik itu dengan obat diabetes, diet dan olahraga.

 

A, menjaga A1c dengan obat diabetes

A1c sebenarnya adalah tes yang dilakukan untuk mengukur kadar gula darah rata-rata pasien diabetes selama 2-3 bulan. Tentu saja tes ini dilakukan oleh dokter ahli diabetes dan menunjukan seberapa banyak gula yang berada di luar sel darah merah. Karena menghitung banyaknya gula yang berada di luar sel darah merah maka semakin tinggi angkanya berarti semakin tinggi pula resiko seseorang terkena komplikasi akibat diabetes. Komplikasi yang biasanya terjadi pada pasien diabetes biasanya berhubungan dengan jantung, ginjal dan penyakit mata.

Dengan konsumsi obat diabetes rutin, diet dan olahraga pasien bisa menurunkan resiko tersebut perlahan-lahan. Mengurangi A1c meskipun hanya 1% ternyata bisa mengurangi resiko kerusakan mata, ginjal dan syaraf hingga 35%. Sebagian besar dokter menyarankan agar pasien diabetes mempertahankan A1c di bawah 7%. Namun kembali lagi, kondisi setiap orang bisa berbeda-beda dan sebaiknya konsultasikan pada dokter tentang berapa kadar A1c yang aman bagi tubuh.

B, mempertahankan tekanan darah (blood pressure)

Kebanyakan pasien diabetes memiliki masalah dengan tekanan darah. 60% pasien diabetes biasanya memiliki tekanan darah tinggi yang bisa berbahaya bagi tubuh. Tentunya semua orang tahu tekanan darah tinggi bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tekanan darah tinggi akan meningkatkan resiko pasien diabetes pada kasus serangan jantung, stroke dan gagal ginjal.

Menjaga agar tekanan darah tetap stabil tidak selalu berhubungan dengan diabetes tapi lebih kepada gaya hidup yang sehat. Kurangi konsumsi makanan tinggi sodium dalam menu diet sehari-hari. Lalu atur dengan dokter berapa target tekanan darah yang harus dicapai masing-masing pasien. Kebanyakan mempertahankan tekanan darah di bawah atau kurang dari 130 adalah angka yang paling aman terutama jika pasien masih berusia muda.

C, mengontrol kadar cholesterol

Kolesterol sendiri dibagi menjadi dua yaitu kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL). Untuk kadar LDL yang harus dicapai seseorang sebaiknya di bawah 100 sedangkan kadar HDL pasien diabetes sebaiknya di atas 40 untuk pria dan 50 untuk wanita. Sementara untuk trigliserida sebaiknya dipertahankan kurang dari 150. Pada pasien diabetes kondisi kadar kolesterol lebih sulit diatur dan kesehatan jantung juga semakin beresiko. LDL atau kolesterol akan mengganggu kesehatan dengan menyumbat pembuluh darah, menyebabkan serangan jantung atau stroke. Nah, target LDL pada setiap orang bisa berbeda-beda tergantung keadaannya, jika memiliki penyakit kardiovaskular maka kadar LDL yang ditargetkan juga semakin rendah.

Untuk menjaga kadar kolesterol jahat tetap rendah maka kurangi mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh dan makanan yang berasal dari hewan. Sementara untuk meningkatkan kadar HDL bisa dengan memperbanyak olahraga, mengonsumsi ikan, serat larut, serta gaya hidup sehat lainnya. Meningkatkan jumlah HDL akan membersihkan tubuh dari kolesterol jahat yang mengganggu kesehatan.

Management diabetes tidak selalu dikontrol dengan obat diabetes saja, tapi juga dengan memperbanyak olahraga dan mengonsumsi makanan sehat.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DAN KAITANNYA DENGAN POTASSIUM

OBAT DIABETES DAN KAITANNYA DENGAN POTASSIUM

Diabetes ternyata tidak hanya bisa dikontrol dengan obat tetapi juga dengan meningkatkan asupan potassium dari berbagai sumber makanan. Potassium bisa ditemukan di berbagai sumber makanan dan saat ini sudah ada suplemen yang juga menyediakan manfaat potassium. Namun sebelum akhirnya memutuskan untuk mengonsumsi potassium sebagai salah satu terapi untuk mengendalikan diabetes selain dengan obat, mungkin bisa melihat dulu seberapa besar pengaruh potassium bagi pasien diabetes.

 

Pengaruh potassium sebagai obat diabetes

Atau mungkin lebih tepat disebut obat untuk mencegah diabetes. Berbagai penelitian menunjukan bahwa dengan mendapatkan potassium yang cukup faktor resiko diabetes juga bisa diturunkan. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan selama sembilan tahun terhadap lebih dari 10,000 partisipan. Mereka yang memiliki kadar potassium rendah ternyata memiliki kemungkinan 1.5 kali lebih tinggi untuk mengalami diabetes. Sementara mereka dengan jumlah potassium yang lebih tinggi atau dalam batas normal ternyata hampir tidak memiliki resiko terkena diabetes.

Sebuah penelitian lain juga dilakukan kepada sejumlah pria yang memiliki potassium rendah. Mereka kemudian didiagnosa dengan resiko diabetes tipe 2 lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki potassium lebih banyak.

Pengaruh potassium terhadap pasien diabetes juga berhubungan dengan obat yang dikonsumsi karena obat seperti thiazides atau obat diuretic ternyata dapat menurunkan kadar potassium dalam tubuh. Penelitian telah membuktikan bahwa berkurangnya 0.5 mEq/L potassium akibat thiazides dari dalam tubuh akan menaikan resiko seseorang terkena diabetes sampai 45%.

Potassium bisa berfungsi sebagai bentuk pencegahan diabetes tanpa harus menggunakan. 40 mEq potassium bisa secara efektif dapat menjaga kestabilan serta memperbaiki kondisi kadar gula darah pada orang-orang dengan pre-diabetes. Setelah 3 bulan mengonsumsi potassium atau suplemen potassium yang cukup, sejumlah partisipan meunjukan tanda-tanda penurunan gula darah 1.1 mgl/dL sementara kelompok partisipan yang tidak mengonsumsi potassium tidak terlihat mengalami penurunan gula darahnya.

Melihat hal ini menjadikan potassium sebagai salah satu mineral penting yang harus selalu didapatkan tubuh. Dengan diet sehat pasien diabetes tentu bisa memenuhi kebutuhan potassium yang bisa menjadikan tugas obat diabetes lebih ringan. Mengandalkan obat saja tidak cukup untuk terus mengendalikan gula darah maka pasien memang selalu disarankan untuk mulai membuat menu diet sehat dan salah satunya adalah dengan meningkatkan asupan potassium. Apa sajakah itu?

Makanan rendah karbo dan tinggi potassium

Ini adalah beberapa menu tinggi potassium namun rendah karbo sehingga aman bagi pasien diabetes.

  • Bayam mengandung 420 mg potassium
  • Tomat mengandung 290 mg potassium
  • Brokoli mengandung 230 mg potassium
  • Pok coy mengandung 316 mg potassium
  • Kacang pistachio mengandung 295 mg potassium dan,
  • Biji bunga matahari mengandung 240 mg potassium.

Beberapa makanan ini bisa mulai ditambahkan ke menu sehari-hari pasien diabetes. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk memastikan bahwa menu tersebut aman dan akan mencukupi kebutuhan pasien secara keseluruhan.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DAN POTASSIUM, BAGAIMANA BISA MELENGKAPI?

OBAT DIABETES DAN POTASSIUM, BAGAIMANA BISA MELENGKAPI?

Potassium dan diabetes ternyata masih memiliki hubungan dekat serta bisa mempengaruhi peran obat kepada pasien diabetes. Kenapa? Karena pada dasarnya potassium berperan untuk membantu dalam pengeluaran insulin dan mengendalikan gula darah. Mungkin potassium tidak ditemukan dalam bentuk obat diabetes dalam kemasan tapi bisa ditemukan pada beberapa jenis makanan yang sebenarnya sangat sering kita konsumsi.

Potassium adalah salah satu mineral penting yang bisa ditemukan di berbagai makanan sehari-hari. Penting agar tubuh mendapat asupan potassium secara cukup dan teratur karena potassium juga merupajan elektrolite yang mengatur keseimbangan cairan di dalam sel. Dengan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh tekanan darah pasien dapat lebih terkontrol dan denyut jantung yang lebih teratur.

Banyak sebenarnya manfaat potassium sebagai salah satu bagian dari pengobatan diabetes yang merupakan kombinasi antara obat, diet, dan olahraga. Lalu apa sajakah yang menjadi manfaat potassium bagi pasien diabetes?

 

Pengaruh potassium terhadap diabetes dan konsumsi obat

Secara teori dalam setiap sel di tubuh terdapat bagian kecil yang disebut ATP-sensitive potassium channel. Nah, potassium hanya bisa dibawa keluar dan masuk sel ketika bagian ini terbuka padahal ATP-sensitive potassium channel hanya akan terbuka dan tertutup di waktu tertentu. Potassium channel adalah bagian yang juga menentukan pengeluaran insulin dari dalam tubuh. Apa hubungannya?

Ketika potassium channel ini terbuka, insulin yang dikeluarkan akan ditahan. Begitu sel tersebut menerima asupan potassium dalam jumlah cukup, channel tersebut akan menutup dan insulin dikeluarkan dari sel-sel pankreas.

Sayangnya, bagi orang-orang dengan kadar gula darah tinggi, mereka biasanya beresiko memiliki jumlah potassium yang rendah karena keinginan buang air kecil yang terus meningkat. Kondisi ini yang kemudian mengarah pada resiko diabetes lain yaitu Diabetes Ketoacidosis atau DKA.

DKA adalah hal yang sering sekali dialami pada pasien diabetes tipe 1. DKA adalah kondisi yang sangat berbahaya dan perlu penanganan dari rumah sakit. Untuk pemahamanan sekilas, DKA adalah kondisi ketika ada terlalu banyak potassium yang keluar bersama urin sehingga tubuh akan kekurangan potassium yang mendorong keluarnya insulin.

Potassium memang sangat dibutuhkan terutama sebagai salah satu sumber yang membantu pengeluaran insulin dan kadar gula darah tinggi akan menyebabkan tubuh kekurangan potassium. Segera konsultasikan pada dokter tentang penggunaan atau konsumsi potassium yang cukup baik itu dengan makanan atau obat untuk diabetes. Jangan sampai justru tubuh kehilangan mineral terbaiknya akibat diabetes.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DAN MULTIVITAMIN, BAGAIMANA KERJANYA?

OBAT DIABETES DAN MULTIVITAMIN, BAGAIMANA KERJANYA?

Pasien diabetes selalu diharapkan untuk bisa menjaga kondisi kesehatannya karena obat diabetes saja tidak bisa menghindarkan pasien terkena berbagai masalah kesehatan akibat daya tahan tubuh yang berkurang. Tubuh membutuhkan berbagai nutrisi, mineral dan vitamin yang didapat dari berbagai sumber untuk menjaga agar seluruh organ tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Berbagai mineral dan vitamin bisa didapatkan dari konsumsi makanan sehat dan diet yang benar-benar teratur.

Tetapi apakah penting mengonsumsi multivitamin meskipun sudah mengonsumsi obat diabetes sesuai resep dokter? Berikut ini adalah sedikit penjelasan bagaimana multivitamin bekerja bagi tubuh terutama untuk pasien diabetes yang juga mengonsumsi obat.

 

Kandungan multivitamin

Pada umumnya multivitamin yang banyak dikonsumsi orang saat ini mengandung beberapa micronutrient sebagai berikut ini:

Water-soluble vitamin C, B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (pantothenic acid), B6, B7 (biotin), B9 (folate) dan B12.

Lemak larut seperti vitamin A, D, E dan K.

Mineral semacam kalsium, potassium, zat besi, zinc, selenium dan magnesium.

Cara kerja vitamin dan obat diabetes

Mendapatkan asupan vitamin dan mineral secara cukup akan mempengaruhi cara kerja tubuh sepanjang waktu. Kekurangan salah satunya bisa menggangu beberapa fungsi tubuh yang berakibat pada kondisi tubuh yang mudah sakit, terjadi ketidakseimbangan fungsi organ dalam dan masih banyak lagi masalah yang bisa terjadi akibat kekurangan vitamin dan mineral.

Salah satu contohnya adalah ketika tubuh mengalami kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D kadang tidak disadari oleh tubuh tetapi ternyata efeknya bisa berlangsung lama. Kekurangan vitamin D berhubungan dengan inflamasi, resistensi insulin, kadar glukosa tinggi, neuropathy dan meningkatnya resiko diabetes. Kondisi dimana tubuh kekurangan vitamin D tidak bisa diganti dengan konsumsi obat diabetes saja.

Kekurangan vitamin D membawa berbagai masalah dalam tubuh seperti yang dibuktikan melalui penelitian di tahun 2018. Pasien diabetes yang mengalami neuropathy ternyata tidak menerima cukup asupan vitamin D dalam tubuhnya. Sementara mereka yang memiliki diabetes tanpa neuropathy biasanya karena asupan vitamin D-nya terpenuhi dengan baik.

Mendapatkan cukup vitamin D akan merubah sebagian keadaan pasien itu sendiri. Di tahun 2017 sebuah penelitian menemukan bahwa suplemen vitamin D ternyata berpengaruh terhadap penurunan kadar A1c pada pasien diabetes yang mengalami kekurangan vitamin D.

Vitamin D bukan satu-satunya vitamin yang berperan besar terhadap kondisi tubuh pasien diabetes. Kekurangan vitamin B12 adalah salah satu hal yang umum terjadi pada pasien dengan diabetes tipe 2. Obat diabetes seperti metformin adalah sumber yang berperan terhadap berkurangan vitamin B12 dalam tubuh.

Pada tahun 2016 sebuah penelitian menunjukan bahwa orang-orang dengan yang mengonsumsi obat diabetes metformin sebaiknya mengonsumsi multivitamin B12 untuk memenuhi kekurangan vitamin B12 yang hilang akibat obat.

Penggunaan multivitamin bisa sangat membantu pasien diabetes tipe 2 untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang hilang akibat obat atau kesalahan metabolisme tubuh. Namun penggunaan multivitamin tetap harus sesuai anjuran dokter terutama karena berhubungan dengan konsumsi obat yang diresepkan.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DALAM MAKANAN TINGGI OMEGA 3