OBAT DIABETES DAN MULTIVITAMIN, BAGAIMANA KERJANYA?

Pasien diabetes selalu diharapkan untuk bisa menjaga kondisi kesehatannya karena obat diabetes saja tidak bisa menghindarkan pasien terkena berbagai masalah kesehatan akibat daya tahan tubuh yang berkurang. Tubuh membutuhkan berbagai nutrisi, mineral dan vitamin yang didapat dari berbagai sumber untuk menjaga agar seluruh organ tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Berbagai mineral dan vitamin bisa didapatkan dari konsumsi makanan sehat dan diet yang benar-benar teratur.

Tetapi apakah penting mengonsumsi multivitamin meskipun sudah mengonsumsi obat diabetes sesuai resep dokter? Berikut ini adalah sedikit penjelasan bagaimana multivitamin bekerja bagi tubuh terutama untuk pasien diabetes yang juga mengonsumsi obat.

 

Kandungan multivitamin

Pada umumnya multivitamin yang banyak dikonsumsi orang saat ini mengandung beberapa micronutrient sebagai berikut ini:

Water-soluble vitamin C, B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (pantothenic acid), B6, B7 (biotin), B9 (folate) dan B12.

Lemak larut seperti vitamin A, D, E dan K.

Mineral semacam kalsium, potassium, zat besi, zinc, selenium dan magnesium.

Cara kerja vitamin dan obat diabetes

Mendapatkan asupan vitamin dan mineral secara cukup akan mempengaruhi cara kerja tubuh sepanjang waktu. Kekurangan salah satunya bisa menggangu beberapa fungsi tubuh yang berakibat pada kondisi tubuh yang mudah sakit, terjadi ketidakseimbangan fungsi organ dalam dan masih banyak lagi masalah yang bisa terjadi akibat kekurangan vitamin dan mineral.

Salah satu contohnya adalah ketika tubuh mengalami kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D kadang tidak disadari oleh tubuh tetapi ternyata efeknya bisa berlangsung lama. Kekurangan vitamin D berhubungan dengan inflamasi, resistensi insulin, kadar glukosa tinggi, neuropathy dan meningkatnya resiko diabetes. Kondisi dimana tubuh kekurangan vitamin D tidak bisa diganti dengan konsumsi obat diabetes saja.

Kekurangan vitamin D membawa berbagai masalah dalam tubuh seperti yang dibuktikan melalui penelitian di tahun 2018. Pasien diabetes yang mengalami neuropathy ternyata tidak menerima cukup asupan vitamin D dalam tubuhnya. Sementara mereka yang memiliki diabetes tanpa neuropathy biasanya karena asupan vitamin D-nya terpenuhi dengan baik.

Mendapatkan cukup vitamin D akan merubah sebagian keadaan pasien itu sendiri. Di tahun 2017 sebuah penelitian menemukan bahwa suplemen vitamin D ternyata berpengaruh terhadap penurunan kadar A1c pada pasien diabetes yang mengalami kekurangan vitamin D.

Vitamin D bukan satu-satunya vitamin yang berperan besar terhadap kondisi tubuh pasien diabetes. Kekurangan vitamin B12 adalah salah satu hal yang umum terjadi pada pasien dengan diabetes tipe 2. Obat diabetes seperti metformin adalah sumber yang berperan terhadap berkurangan vitamin B12 dalam tubuh.

Pada tahun 2016 sebuah penelitian menunjukan bahwa orang-orang dengan yang mengonsumsi obat diabetes metformin sebaiknya mengonsumsi multivitamin B12 untuk memenuhi kekurangan vitamin B12 yang hilang akibat obat.

Penggunaan multivitamin bisa sangat membantu pasien diabetes tipe 2 untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang hilang akibat obat atau kesalahan metabolisme tubuh. Namun penggunaan multivitamin tetap harus sesuai anjuran dokter terutama karena berhubungan dengan konsumsi obat yang diresepkan.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DALAM MAKANAN TINGGI OMEGA 3