OBAT UNTUK DIABETES SALAH SATUNYA JAHE

Jahe mungkin sudah biasa dijadikan minuman sehari-hari sekaligus sebagai obat untuk pasien diabetes. Khasiat jahe sebagai obat untuk pasien diabetes sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain untuk diabetes, jahe memang sudah biasanya dijadikan obat segala macam penyakit lain, jadi tentu saja jahe aman digunakan oleh siapa saja. Karena dari bahan herbal alami jahe sangat aman dan minim resiko. Penelitian tentang manfaat jahe untuk pasien diabetes sudah banyak dilakukan. Artikel ini adalah sedikit hasil penelitian yang bisa membantu meyakinkan bahwa jahe bisa sangat bermanfaat bagi siapapun.

 

Penelitian manfaat jahe sebagai obat untuk diabetes

Sebuah penelitian pernah dilakukan untuk menunjukan bahwa jahe memiliki manfaat penting untuk tubuh. Dalam penelitian ini dibagi menjadi kelompok yang menerima asupan 2000 mg jahe setiap hari dan kelompok yang menggunakan placebo. Dalam 10 minggu masa percobaan ini, mereka yang setiap hari mengonsumsi jahe menunjukan penurunan pada kadar gula darah di pagi hari sebanyak 26.6 mg/dL (1.5 mmol/l) dan penurunan A1c sebanyak 0.38%. Sementara penelitian lain dengan konsumsi 3 gram jahe setiap hari menunjukan hasil penurunan gula darah pagi hari sebanyak 10.5%.

Di tahun 2015 sebuah penelitian juga dilakukan dengan 2 gram jahe setiap hari. Setelah 12 minggu mengonsumsi secara rutin gula darah puasa pasien diabetes tipe 2 menunjukan perbaikan dari 161 mg/dL menjadi 142 mg/dL dan HbA1c pasien juga berkurang 0.77%.

Kabar baiknya lagi tidak hanya gula darah saja yang membaik setelah mengonsumsi jahe secara rutin tapi juga bagian lain dari organ tubuh yang menjadi lebih baik. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa selain gula darah, kadar lipoprotein pasien juga membaik yang mengindikasikan bahwa metabolisme kolesterol pasien bekerja lebih baik.

Gingerol adalah salah satu kandungan jahe yang bermanfaat dan berguna untuk meningkatkan metabolism glukosa. Gingerol menaikan jumlah glukosa yang masuk sel sehingga kadar gula darah juga jadi lebih normal. Ada pula yang menyebutkan bahwa jahe akan mengurangi jumlah gula yang diserap tubuh dalam proses pencernaan.

Di tahun 2017 sebuah penelitian menemukan bukti bahwa jahe akan menurunkan kadar gula darah puasa sekaligus trigliserida. Trigliserida pasien diabetes bisa turun hingga 8.84 mg/dL.

Manfaat lain adalah ketika pasien diabetes diberikan jahe dengan secangkir black tea, maka terlihat bahwa kolesterol total pasien juga mengalami penurunan, termasuk juga sumber-sumber penyebab inflamasi. Kenapa bisa begitu? Karena selain jahe, teh sendiri juga merupakan minuman yang kaya polyphenol yang bermanfaat untuk tubuh.

Jahe memang bermanfaat untuk mengurangi penyebab inflamasi. Pasien diabetes tipe 2 yang secara rutin mengonsumsi 2 gram jahe terlihat mengalami penurunan pada interleukin-6 dan tumor necrosis factor yaitu faktor-faktor penyebab inflamasi.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DALAM MANAJEMEN ABC YANG AMAN