YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

PASIEN DIABETES DAN OBAT KONVENSIONAL UNTUK METABOLIC SYDROME

Masih membahas tentang metabolic syndrome yang tidak bisa dilepaskan dari diabetes, kali ini akan membahas bagaimana obat atau metode pengobatan konvensional dapat membantu bagi pasien. Sebenarnya yang dimaksud dengan pengobatan konvensional bagi pasien diabetes adalah metode pengobatan yang dilakukan tidak dengan obat-obatan. Memang beberapa obat diabetes alami yang pernah dibahas sebelumnya menunjukan bahwa ada cara yang tidak melibatkan bahan kimia untuk mengatasi metabolic syndrome.

Tapi tentu saja ada cara lain yang membantu mengatasi metabolic syndrome yang tidak selalu melibatkan obat-obatan yaitu perubahan gaya hidup. Mengapa perubahan gaya hidup sangat penting? Perubahan gaya hidup adalah cara paling alami dan akar dari segala bentuk kesehatan yang lebih baik. Para ahli dan dokter akan selalu meliputi makanan sehat, management stress, mengurangi dan mengendalikan berat badan, aktifitas fisik dan berhenti merokok.

 

Bentuk pengobatan konvensional

Tujuan dari metode pengobatan yang dilakukan dokter untuk mengatasi metabolic syndrome adalah untuk mengurangi resiko penyakit yang berhubungan dengan jantung. Jantung memang selalu menjadi yang pertama dan memiliki resiko paling tinggi mengalami komplikasi akibat metabolic syndrome. Selain jantung, goal kedua dari berbagai metode pengobatan untuk pasien metabolic syndrome adalah mencegah terbentuknya diabetes tipe 2 jika dari awal pasien tidak memiliki diabetes. Maka dari itu ada berbagai obat untuk diabetes yang bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi metabolic syndrome.

Jika perubahan gaya hidup sebagai bagian dari pengobatan konvensional tidak berjalan sesuai rencana, maka dokter baru akan meresepkan berbagai obat untuk mengobati dan mengontrol berbagai faktor resiko yang timbul pada pasien metabolic syndrome. Obat-obatan tersebut di antaranya untuk mengatasi tekanan darah tinggi, trygliserida tinggi, HDL rendah dan gula darah tinggi.

Cara konvensional mengatasi metabolic syndrome

Seperti disebutkan sebelumnya, cara paling konvensional dari mengatasi metabolic syndrome adalah dengan mengubah gaya hidup dan salah satunya adalah dengan diet sehat. Diet sehat untuk dengan metabolic syndrome dan diabetes mungkin bisa dimulai dengan banyak-banyak mengonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan yang memperparah kondisi.

Makanan sehat tersebut yang boleh dikonsumsi adalah:

Ikan dan makanan yang mengandung omega-3 – makanan yang mengandung omega 3 seperti kacang walnut, flaxseed dan daging saping organik.

Sayuran – bisa dicoba dengan alpukat yang menurut penelitian dapat membantu menurunkan metabolic syndrome pada orang dewasa di Amerika.

Gandum utuh – gandum utuh seperti oatmeal atau brown rice dapat sangat bermanfaat untuk pasien diabetes, orang dengan penyakit jantung dan membantu mempertahankan lingkar pinggang tetap normal.

Buah-buahan – apel, pisang, jeruk, dan buah pear adalah pilihan paling aman.

Kacang-kacangan – kacang-kacangan selalu menjadi pilihan tepat untuk menjaga gula darah tetap stabil dan mempertahankan ukuran lingkar pinggang.

Sedangkan makanan yang harus dihindari:

Makanan olahan, pemanis buatan, diet soda, lemak trans, karbohidrat dan gula serta alkohol.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-metabolic-syndrome-alami-yang-berhubungan-dengan-diabetes/

OBAT METABOLIC SYNDROME ALAMI YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIABETES

Obat untuk metabolic syndrome ternyata tidak berbeda dengan obat untuk pasien diabetes baik itu dengan cara alami atau konvensional. 85 orang orang dengan diabetes tipe 2 mengalami metabolic syndrome. Kondisi ini menyebabkan orang tersebut memiliki resiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan orang yang memiliki diabetes tipe 2 tanpa metabolic syndrome. Maka dari itu obat diabetes alami biasanya juga digunakan untuk mengobati kondosi metabolic syndrome. Ada suplemen dari bahan alami yang bisa dijadikan obat diabetes, ada pula cara alami selain dengan obat dan metode pengobatan konvensional untuk orang-orang dengan metabolic syndrome.

 

Suplemen alami

Suplemen alami yang biasa digunakan untuk obat diabetes adalah ginseng dan pare. Dalam penelitian yang dibuktikan di tahun 2009 menunjukan jika ginseng dan pare biasa digunakan sebagai pengobatan Cina untuk mengatasi metabolic syndrome. Pare dan ginseng akan mengendalikan glukosa dalam darah dan metabolism lipid yang secara langsung juga akan mempengaruhi penurunan berat badan.

Selain ginseng dan pare, ada juga basil. Dari Department of Home Science at Azad University of Agriculture and Technology, India, yang melakukan penelitian untuk melihat bagaimana peran basil pada glukosa darah dan kadar kolesterol tubuh. Ternyata basil akan memberi banyak perbaikan pada kemampuan tubuh untuk mengontrol glukosa serta sedikit perbaikan pada kadar kolesterol dalam tubuh. Banyak yang kemudian menyarankan penggunaan basil sebagai obat diabetes alami atau komplikasi lain yang disebabkan metabolic syndrome.

Ada pula suplemen berbahan spirulina. Dalam spirulina terkandung phycocyanin yaitu semacam pigmen yang ditemukan para ahli. Pigmen ini mengandung efek anti-hipertensi yang bisa menurunkan tekanan darah. Para penelit dari Jepang menyebutkan bahwa konsumsi alga hijau biru akan mengembalikan masalah metabolic syndrome akibat disfungsi endothelial.

Cara alami

Tujuan utama dari pengobatan metabolic syndrome adalah menurunkan berat badan pasien. Essential oil seperti grapefruit, cinnamon dan jahe adalah essential oil paling berpengaruh dalam penurunan berat badan. Essential oil dari grapefruit akan mengaktfikan enzim yang membantu tubuh untuk memecah lemak. Minyak dari cinnamon telah terbukti mampu mengendalikan kadar gula darah dan GTF atau glucose tolerance factor. Cinnamon adalah obat yang paling banyak diandalkan untuk pasien diabetes yang ingin mengendalikan penyakitnya dengan cara alami.

Minyak dari jahe memiliki kemampuan yang lebih lagi karena dapat membantu mengurangi keinginan makan makanan manis dan mengurangi inflamasi yang terjadi dalam tubuh. Essential oil dari jahe akan membantu mengurangi berat badan juga karena salah satu kunci dari pengurangan berat badan adalah mengurangi inflamasi dan mendorong agar tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Jangan lupa juga untuk menghilangkan lemak-lemak yang ada di bagian perut. Salah satu cara untuk menghilangkan lemak perut adalah dengan burst training. Namun jika tidak mampu melakukan burst training bisa dicoba dengan 30 menit untuk moderate intensity exercise seperti jalan cepat.

Jangan lupa untuk melakukan diet dan olahraga demi menurunkan berat badan. Menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan tekanan darah, sehingga sistem metabolism tubuh dapat lebih terkontrol.

Yang paling penting adalah menjaga gaya hidup sehat dengan tidak merokok. Rokok akan memperparah kondisi metabolic syndrome sekaligus meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-tentang-metabolic-syndrome-dan-resikonya-bagi-pasien-diabetes/

MENGENAL TENTANG METABOLIC SYNDROME DAN RESIKONYA BAGI PASIEN DIABETES

Mari kembali lagi mengenal tentang metabolic syndrome dan bagaimana hubungannya dengan obat untuk pasien diabetes. Metabolic syndrome terkadang disebut juga dengan dysmetabolic syndrome, syndrome X, metabolic disease atau resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi yang sangat akrab dengan pasien diabetes dan tentu saja ada metode pengobatan atau obat tertentu untuk mengatasi kondisi tersebut.

Singkatnya bagaimana hubungan metabolic syndrome dengan diabetes adalah metabolic syndrome merupakan kondisi ketika tubuh mengalami obesitas, kadar trygliserida tinggi, kadar gula darah puasa tinggi, tekanan darah tinggi dan HDL kolesterol rendah. Ketika seseorang mengalami kondisi tersebut atau mungkin hanya 3 di antaranya maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut mengalami metabolic syndrome.

Nah, ternyata 85 persen orang dengan diabetes tipe 2 juga memiliki metabolic syndrome. Orang-orang dengan diabetes tipe 2 dan metabolic syndrome memiliki resiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan 15 persen orang dengan diabetes tipe 2 tanpa metabolic syndrome. Selain itu masih banyak resiko kondisi kesehatan serius lain yang bisa dialami orang-orang dengan metabolic syndrome.

 

Penyebab metabolic syndrome

Ada dua penyebab utama seseorang mengalami metabolic syndrome yaitu kelebihan berat badan atau obesitas dan kurangnya aktifitas fisik. Dalam salah satu penelitian dibuktikan bahwa olahraga satu jam selama satu minggu ternyata membantu menurunkan 29 persen resiko pertumbuhan metabolic syndrome. Dan sebenarnya metabolic syndrome adalah kondisi kesehatan yang berhubungan dengan resistensi insulin, sesuatu yang juga umum terjadi pada orang-orang dengan obesitas dan tubuh yang jarang bergerak. Resistensi insulin inilah yang membuat metabolic syndrome menjadi masalah kesehatan yang berhubungan dengan diabetes.

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel dalam tubuh tidak merespon insulin sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dengan mudah. Hal ini tentu yang akan menyebabkan kenaikan kadar glukosa dalam pembuluh darah dan tubuh akan berusaha untuk mengendalikan gula darah dengan cara memproduksi insulin terus menerus.

Dalam jangka waktu lama maka tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup untuk menjaga agar gula darah tetap normal, maka kondisi berubah menjadi diabetes. Karena seperti disebutkan sebelumnya, bahwa 85 persen diabetesi juga mengalami metabolic syndrome maka sudah pasti orang yang didiagnosa diabetes maka kemungkinan kondisi metabolic syndrome yang dialami juga lebih besar lagi.

Faktor resiko

Faktor resiko dari metabolic syndrome adalah gula darah puasa yang tinggi, tekanan darah tinggi, trygliserida tinggi dan kolesterol HDL rendah. Tetapi metabolic syndrome juga dapat tumbuh karena beberapa faktor lain seperti usia, ras, riwayat keluarga dan penyakit lainnya. Orang yang berusia di atas 60 tahun resiko metabolic syndrome-nya akan semakin meningkat. Sementara itu orang-orang Hispanic dan Asia memiliki resiko lebih tinggi mengalami metabolic syndrome dibandingkan orang-orang dari ras lain. Perhatikan juga riwayat penyakit dalam keluarga atau riwayat diabetes gestational. Resiko metabolic syndrome juga muncul pada orang-orang dengan penyakir kardiovaskular, nonalcoholic fatty liver atau polycystic ovary syndrome.

Dengan melihat banyaknya faktor resiko penyebab metabolic syndrome ini maka segera waspada jika kondisi tersebut mulai muncul. Dokter dapat mendiagnosa pasien metabolic syndrome dari serangkaian pemeriksaan fisik dan tes darah.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-metabolic-syndrome-dan-hubungannya-dengan-diabetes-sebelum-menentukan-obat-dan-pengobatannya/

MENGENAL METABOLIC SYNDROME DAN HUBUNGANNYA DENGAN DIABETES SEBELUM MENENTUKAN OBAT DAN PENGOBATANNYA

Metabolic syndrome ternyata berhubungan dengan diabetes dan mengonsumsi obat diabetes saja mungkin tidak akan mengatasi masalahnya. Metabolic syndrome menyerang 40% orang yang berusia di atas 60 tahun. Masalah kesehatan dari metabolic syndrome ini tidak sesederhana metabolism tubuh seseorang menjadi lebih lambat. Metabolic syndrome adalah kondisi yang disebabkan oleh kombinasi dari 3 atau bahkan lebih masalah kesehatan seperti obesitas, gula darah tinggi, trglyserida tinggi dan tekanan darah tinggi atau HDL rendah.

Ketika seseorang mengalami metabolic syndrome artinya tubuh benar-benar dalam kondisi malfungsi serius. Jika tidak segera mendapat obat yang tepat atau penanganan yang sesuai maka dapat mengarah pada kondisi kesehatan serius yang bisa menyebabkan kematian seperti sakit jantung, stroke dan diabetes.

Lalu apa hubungan metabolic syndrome dengan diabetes?

85% orang dengan metabolic syndrome ternyata mengidap diabetes. Orang-orang dengan kadar gula darah tinggi mungkin harus mewaspadai kondisi kesehatan ini terutama jika tercatat memiliki kadar gula darah tinggi. Pasien diabetes memang selalu diminta untuk mengecek kadar gula darahnya setelah makan, mengonsumsi obat dan olahraga untuk memastikan pengaruh dari tiga hal tersebut pada pasien. Selain itu pengecekan juga dilakukan untuk memantau jika terjadi kondisi yang lebih parah. Kadar gula darah puasa seseorang yang mencapai 100mg/dL atau bahkan lebih adalah salah satu faktor metabolic syndrome.

Selain kadar gula darah yang tinggi resiko metabolic syndrome bisa juga disebabkan oleh tekanan darah tinggi, kadar trygliserida dan kolesterol.

HDL kolesterol yang berada di bawah 50mg/dL untuk wanita dan 40mg/dL untuk pria bisa menjadi resiko untuk metabolic syndrome.

Kemudian tekanan darah 130/85 mmHg atau lebih juga resiko metabolic syndrome. Untuk kadar tygliserida perhatikan jika level trygliserida seseorang ada di level 150mg/dL atau lebih tinggi, kemungkinan bisa menjadi faktor resiko metabolic syndrome.

Ukuran pinggang seseorang juga bisa menjadi tanda-tanda metabolic syndrome. Ukuran pinggang proa yang mencapai 40 inches dan 35 inches untuk wanita adalah gejala paling terlihat dari metabolic syndrome. Banyak ahli menyarankan untuk mulai menurunkan berat badan untuk orang-orang yang merasa berat badannya sudah tidak proporsional. 3-5% penurunan berat badan saja sudah dapat menurunkan resiko metabolic syndrome.

Mengembalikan kondisi

Tentu saja masih ada cara untuk mengembalikan kondisi metabolic syndrome ini. Cara terbaik untuk mengembalikan semua seperti semula adalah dengan mengendalikan berat badan, olahraga teratur, dan mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman-tanaman.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa cukup dengan 3-5 persen penurunan berat badan sudah dapat menurunkan trgyliserida, glukosa darah dan mengurangi resiko diabetes tipe 2 tanpa perlu obat. Penurunan berat badan juga akan memperbaiki tekanan darah, menurunkan LDL, serta meningkatkan HDL.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resep-oolong-tea-untuk-obat-diabetes-herbal/

RESEP OOLONG TEA UNTUK OBAT DIABETES HERBAL

Oolong tea bisa menjadi obat diabetes herbal baik dalam kondisi sendiri atau sudah dicampur dengan berbagai macam bahan lainnya. Teh memang salah satu resep obat diabetes herbal yang paling mudah dikombinasikan dengan bahan apapun. Siapapun suka teh dan jika ditambah dengan berbagai bahan herbal, maka manfaatnya bisa berlipat ganda. Berikut ini adalah resep oolong tea dengan berbagai bahan herbal yang paling sering dijadikan obat diabetes seperti kayu manis, lemon, rempah-rempah, dan buah peach.

 

Oolong tea

Mulai dulu dengan resep oolong tea biasa. Oolong tea tanpa tambahan bahan herbal lain juga tetap bisa menjadi obat diabetes yang menyehatkan.

Rebus air hingga mendidih terlebih dahulu lalu tambahkan bubuk oolong tea dan biar hingga dalam air panas selama 15 menit. Setelah itu saring sisa daun teh yang masih ada. Diamkan sebentar dan minum sekali dalam sehari selama beberapa kali.

Lemon oolong tea

Lemon adalah salah satu herbal yang membantu untuk menjadi obat diabetes. Rasanya yang menyegarkan bisa membantu banyak untuk pasien diabetes menikmati secangkir teh di pagi hari.

Rebus sepanci air lalu angkat setelah mendidih.

Tuangkan air panas ke dalam cangkir dan biarkan bubuk oolong tea terendam di dalamnya selama lima menit. Setelah lima menit masukan irisan lemon dan tambahkan sedikit madu untuk membuat rasanya lebih manis. Madu murni aman untuk pasien diabetes.

Rempah-rempah oolong tea

Ada banyak rempah-rempah yang berfungsi sebagai obat diabetes herbal seperti cengkeh misalnya. Untuk membuatnya juga mudah dan tentu saja rasanya tetap enak.

Dalam segelas air panas, celupkan satu kantung oolong tea lalu biarkan selama 15 menit. Tambah beberapa cengkeh ke dalam seduhan oolong tea, aduk hingga tercampur. Minum oolong tea dan rempah-rempah ini sekali sehari setiap hari.

Cinnamon iced tea

Cinnamon adalah obat diabetes herbal yang paling banyak digunakan dan disarankan untuk dikonsumsi. Tidak hanya menjadi obat diabetes herbal, cinnamon juga bisa jadi pengganti gula sebagai pemanis alami.

Rebus air dalam paci dan biarkan hingga mendidih lalu angkat dari atas kompor. Masukan cinnamon dalam air panas tersebut dan biarkan hingga 5 menit. Setelah 5 menit, angkat batang kayu manis tersebut dan masukan oolong tea dalam air. Biarkan oolong tea diseduh selama 20 menit dan dinginkan dalam lemari es dua sampai tiga jam. Karena mengandung cinnamon, resep oolong tea ini sangat aman untuk pasien diabetes.

FAKTA TENTANG MATCHA DAN CARA MENGOLAHNYA MENJADI OBAT DIABETES

Ada beberapa fakta yang harus diketahui tentang matcha salah satu bentuk obat diabetes herbal meskipun tidak pernah disadari. Sebelumnya telah diceritakan bagaimana matcha tersebut dapat terbentuk dan bagaimana perannya sebagai salah satu obat diabetes serta berbagai masalah kesehatan lainnya. Dalam matcha terkandung berbagai macam manfaat baik yang berasal dari chlorophyll, L-Theanine dan antioksidan-nya yang berlimpah. Nah, coba lihat lagi apa saja keunggulan dari matcha dalam artikel ini serta bagaimana mengolahnya menjadi minuman yang siap konsumsi.

 

Fakta tentang matcha

Sama seperti semua minuman yang berasal dari daun teh lainnya, matcha juga mengandung banyak antioksidan. Dan faktanya, antioksidan dalam matcha adalah yang tertinggi di antaranya jenis green tea lainnya.

Selain antioksidan, matcha memiliki kombinasi sempurna dari L-Theanin dan kafein sehingga memberi efek relaksasi bagi peminumnya. Karena dipercaya bisa memberi efek menenangkan itu banyak biarawan Budha yang mengonsumsi matcha terlebih dahulu sebelum mulai bermeditasi agar dapat bermeditasi dengan lebih khusyuk.

Chlorophyll dalam matcha adalah detoxifier terbaik yang bisa ditemukan secara alami. Dengan adanya chlorophyll dalam matcha akan membantu mengeluarjan racun-racun dalam tubuh dengan lebih efektif.

Matcha juga mengandung sejenis kafein sehat yang dikenal dengan nama theophylline. Theophylline ini yang akan memberi peminumnya energi lebih tanpa kafein dan dilepaskan secara perlahan sehingga efeknya dapat terasa selama berjam-jam, seperti kafein dalam kopi.

Tentu saja yang membuat matcha menjadi minuman terbaik adalah karena rasanya yang sangat enak. Minuman dari matcha sudah banyak bertebaran dan banyak disukai karena rasanya yang cocok di lidah. Match adalah minuman yang sehat, memiliki banyak khasiat seperti obat dan aman dikonsumsi siapapun asal dibuat dengan benar, bahkan untuk pasien diabetes sekalipun.

Membuat matcha

Sebenarnya membuat matcha tidak terlalu sulit, selayaknya membuat green tea biasa.

Hot latte

Seduh 1 sendok teh matcha dan 1 sendok teh gula (untuk pasien diabetes boleh diganti dengan pemanis buatan lain yang lebih aman seperti stevia misalnya) dengan 2 oz air panas. Setelah itu tambahkan 6 oz susu panas dan aduk. Untuk pasien diabetes susu bisa menggunakan susu kedelai atau susu almond yang lebih sehat dan bermanfaat untuk kesehatan.

Ice latte

Seduh 1 sendok teh matcha bersama 1 sendok teh gula atau stevia dengan air 2 oz air panas. Tambahkan 6 oz susu dingin dan aduk lalu masukan es batu.

Atau mau mencoba cara paling sederhana yaitu dengan menyeduh ½ sendok teh matcha bersama 6 oz air panas dan diminum begitu saja. Ini lebih aman untuk pasien diabetes karena tanpa mengandung pemanis tambahan dan tentu saja rasanya jauh lebih enak dan menyehatkan.

Meskipun sering tidak disadari saat ini matcha adalah salah satu cara menikmati obat diabetes dengan lebih menyenangkan.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/matcha-ternyata-bisa-jadi-obat-diabetes-herbal/