Diabetes

MENGENAL METABOLIC SYNDROME DAN HUBUNGANNYA DENGAN DIABETES SEBELUM MENENTUKAN OBAT DAN PENGOBATANNYA

Metabolic syndrome ternyata berhubungan dengan diabetes dan mengonsumsi obat diabetes saja mungkin tidak akan mengatasi masalahnya. Metabolic syndrome menyerang 40% orang yang berusia di atas 60 tahun. Masalah kesehatan dari metabolic syndrome ini tidak sesederhana metabolism tubuh seseorang menjadi lebih lambat. Metabolic syndrome adalah kondisi yang disebabkan oleh kombinasi dari 3 atau bahkan lebih masalah kesehatan seperti obesitas, gula darah tinggi, trglyserida tinggi dan tekanan darah tinggi atau HDL rendah.

Ketika seseorang mengalami metabolic syndrome artinya tubuh benar-benar dalam kondisi malfungsi serius. Jika tidak segera mendapat obat yang tepat atau penanganan yang sesuai maka dapat mengarah pada kondisi kesehatan serius yang bisa menyebabkan kematian seperti sakit jantung, stroke dan diabetes.

Lalu apa hubungan metabolic syndrome dengan diabetes?

85% orang dengan metabolic syndrome ternyata mengidap diabetes. Orang-orang dengan kadar gula darah tinggi mungkin harus mewaspadai kondisi kesehatan ini terutama jika tercatat memiliki kadar gula darah tinggi. Pasien diabetes memang selalu diminta untuk mengecek kadar gula darahnya setelah makan, mengonsumsi obat dan olahraga untuk memastikan pengaruh dari tiga hal tersebut pada pasien. Selain itu pengecekan juga dilakukan untuk memantau jika terjadi kondisi yang lebih parah. Kadar gula darah puasa seseorang yang mencapai 100mg/dL atau bahkan lebih adalah salah satu faktor metabolic syndrome.

Selain kadar gula darah yang tinggi resiko metabolic syndrome bisa juga disebabkan oleh tekanan darah tinggi, kadar trygliserida dan kolesterol.

HDL kolesterol yang berada di bawah 50mg/dL untuk wanita dan 40mg/dL untuk pria bisa menjadi resiko untuk metabolic syndrome.

Kemudian tekanan darah 130/85 mmHg atau lebih juga resiko metabolic syndrome. Untuk kadar tygliserida perhatikan jika level trygliserida seseorang ada di level 150mg/dL atau lebih tinggi, kemungkinan bisa menjadi faktor resiko metabolic syndrome.

Ukuran pinggang seseorang juga bisa menjadi tanda-tanda metabolic syndrome. Ukuran pinggang proa yang mencapai 40 inches dan 35 inches untuk wanita adalah gejala paling terlihat dari metabolic syndrome. Banyak ahli menyarankan untuk mulai menurunkan berat badan untuk orang-orang yang merasa berat badannya sudah tidak proporsional. 3-5% penurunan berat badan saja sudah dapat menurunkan resiko metabolic syndrome.

Mengembalikan kondisi

Tentu saja masih ada cara untuk mengembalikan kondisi metabolic syndrome ini. Cara terbaik untuk mengembalikan semua seperti semula adalah dengan mengendalikan berat badan, olahraga teratur, dan mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman-tanaman.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa cukup dengan 3-5 persen penurunan berat badan sudah dapat menurunkan trgyliserida, glukosa darah dan mengurangi resiko diabetes tipe 2 tanpa perlu obat. Penurunan berat badan juga akan memperbaiki tekanan darah, menurunkan LDL, serta meningkatkan HDL.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resep-oolong-tea-untuk-obat-diabetes-herbal/