YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

OBAT DIABETES DAN MULTIVITAMIN, BAGAIMANA KERJANYA?

Pasien diabetes selalu diharapkan untuk bisa menjaga kondisi kesehatannya karena obat diabetes saja tidak bisa menghindarkan pasien terkena berbagai masalah kesehatan akibat daya tahan tubuh yang berkurang. Tubuh membutuhkan berbagai nutrisi, mineral dan vitamin yang didapat dari berbagai sumber untuk menjaga agar seluruh organ tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Berbagai mineral dan vitamin bisa didapatkan dari konsumsi makanan sehat dan diet yang benar-benar teratur.

Tetapi apakah penting mengonsumsi multivitamin meskipun sudah mengonsumsi obat diabetes sesuai resep dokter? Berikut ini adalah sedikit penjelasan bagaimana multivitamin bekerja bagi tubuh terutama untuk pasien diabetes yang juga mengonsumsi obat.

 

Kandungan multivitamin

Pada umumnya multivitamin yang banyak dikonsumsi orang saat ini mengandung beberapa micronutrient sebagai berikut ini:

Water-soluble vitamin C, B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (pantothenic acid), B6, B7 (biotin), B9 (folate) dan B12.

Lemak larut seperti vitamin A, D, E dan K.

Mineral semacam kalsium, potassium, zat besi, zinc, selenium dan magnesium.

Cara kerja vitamin dan obat diabetes

Mendapatkan asupan vitamin dan mineral secara cukup akan mempengaruhi cara kerja tubuh sepanjang waktu. Kekurangan salah satunya bisa menggangu beberapa fungsi tubuh yang berakibat pada kondisi tubuh yang mudah sakit, terjadi ketidakseimbangan fungsi organ dalam dan masih banyak lagi masalah yang bisa terjadi akibat kekurangan vitamin dan mineral.

Salah satu contohnya adalah ketika tubuh mengalami kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D kadang tidak disadari oleh tubuh tetapi ternyata efeknya bisa berlangsung lama. Kekurangan vitamin D berhubungan dengan inflamasi, resistensi insulin, kadar glukosa tinggi, neuropathy dan meningkatnya resiko diabetes. Kondisi dimana tubuh kekurangan vitamin D tidak bisa diganti dengan konsumsi obat diabetes saja.

Kekurangan vitamin D membawa berbagai masalah dalam tubuh seperti yang dibuktikan melalui penelitian di tahun 2018. Pasien diabetes yang mengalami neuropathy ternyata tidak menerima cukup asupan vitamin D dalam tubuhnya. Sementara mereka yang memiliki diabetes tanpa neuropathy biasanya karena asupan vitamin D-nya terpenuhi dengan baik.

Mendapatkan cukup vitamin D akan merubah sebagian keadaan pasien itu sendiri. Di tahun 2017 sebuah penelitian menemukan bahwa suplemen vitamin D ternyata berpengaruh terhadap penurunan kadar A1c pada pasien diabetes yang mengalami kekurangan vitamin D.

Vitamin D bukan satu-satunya vitamin yang berperan besar terhadap kondisi tubuh pasien diabetes. Kekurangan vitamin B12 adalah salah satu hal yang umum terjadi pada pasien dengan diabetes tipe 2. Obat diabetes seperti metformin adalah sumber yang berperan terhadap berkurangan vitamin B12 dalam tubuh.

Pada tahun 2016 sebuah penelitian menunjukan bahwa orang-orang dengan yang mengonsumsi obat diabetes metformin sebaiknya mengonsumsi multivitamin B12 untuk memenuhi kekurangan vitamin B12 yang hilang akibat obat.

Penggunaan multivitamin bisa sangat membantu pasien diabetes tipe 2 untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang hilang akibat obat atau kesalahan metabolisme tubuh. Namun penggunaan multivitamin tetap harus sesuai anjuran dokter terutama karena berhubungan dengan konsumsi obat yang diresepkan.

 

Baca juga: OBAT DIABETES DALAM MAKANAN TINGGI OMEGA 3

ATURAN UNTUK MEMBUAT MENU DIET RESISTENSI INSULIN SEBAGAI BAGIAN DARI OBAT DIABETES

Selain dengan obat diabetes, diet menjadi komponen penting dalam mengatasi masalah kesehatan berkaitan dengan resistensi insulin. Tentu saja untuk membuat menu diet tidak boleh sembarangan dan harus sesuai petunjuk dari dokter. Diet selalu dikombinasikan dengan obat diabetes yang disarankan dokter sehingga keduanya bisa saling bekerja sama dan tidak bertolak-belakang. Diet juga harus dibawah pengawasan ahli karena tubuh tetap membutuhkan banyak nutrisi yang cukup untuk menjaga kondisinya tetap sehat dan prima. Nah, lalu apa saja aturan diet bagi pasien diabetes dengan resistensi insulin?

 

Batasi asupan karbohidrat

Salah satu hasil penelitian dari Diabetes Metabolic Sydrome and Obesity menyebutkan bahwa memonitor asupan karbohidrat dengan cara menghitungan jumlah karbohidrat yang masuk sekali makan adalah salah satu strategi untuk mencapai kontrol terhadap indeks glikemik yang dibutuhkan. Meskipun semua karbohidrat yang masuk bisa dikendalikan dengan dihitung jumlahnya tetapi tetap saja yang paling baik adalah dengan meningkatkan asupan dari karbohidrat baik seperti sayuran, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan serta produk olahan susu. Jauhi produk karbohidrat yang tinggi lemak, gula dan sodium.

Minuman berpemanis

Semua jenis gula pasti akan menaikan kadar gula darah dan berkontribusi terhadap kondisi resistensi insulin. Tetapi yang paling utama harus dihindari adalah minuman yang mengandung pemanis tambahan seperti jus buah kemasan atau minuman dengan high fructose corn syrup. Cobalah untuk memperbanyak minuman seperti air putih, kopi, teh serta minuman herbal lain. Banyak juga sekarang minuman herbal seperti teh yang berkhasiat sebagai obat diabetes.

Serat

Menu diet dengan lebih dari 50 gram serat perhari akan meningkatkan level glikemik dalam tubuh pasien diabetes. Mengonsumsi makanan dengan serat tinggi seperti Brussel sprout, alpukat, flaxseed, chia seed, kacang-kacangan dan polong-polongan serta quinoa. Sumber serat juga bisa ditemukan dalam aneka macam sayuran berdaun hijau. Tingkatkan jumlah makanan berserat adalah salah satu aturan penting dalam menu diet resistensi insulin.

Lemak sehat

Jenis lemak yang dikonsumsi sebenarnya jauh lebih penting dibandingkan jumlah lemak yang masuk. Mereka yang mengalami resistensi insulin disarankan untuk mengonsumsi lemak tak larut (unsaturated fat) daripada lemak larut atau lemak trans.

Protein

Untuk memperoleh jumlah protein yang cukup dan tentu saja sehat serta aman pasien diabetes bisa mengandalkan sumber protein alami dan organik. Beberapa yang bisa dikonsumsi untuk pasien dengan resistensi insulin adalah ayam organik, ikan laut, kacang-kacangan, yogurt, dan almond.

Produk olahan susu

Menu diet untuk resistensi insulin juga tidak boleh jauh-jauh dari produk olahan susu. Susu tetap jadi salah satu bagian menu diet yang dibutuhkan tubuh, namun perhatikan jenis produk olahan susu yang akan dikonsumsi. Sekarang ini susu yang terbuat dari bahan organik selain susu kambing dan sapi banyak ditawarkan. Salah satunya adalah almond milk. Almond sendiri mengandung manfaat untuk pasien diabetes karena lemaknya yang rendah namun memiliki protein tinggi.

Mengatur porsi

Salah satu yang terpenting dalam diet resistensi insulin adalah mengatur porsi makan pasien agar tetap seimbang dan bernutrisi. Namun yang terpenting adalah untuk menjaga agar porsi makan pasien diabetes selalu cukup dan tidak membuat perut lapar dalam waktu lama. Membuat perut kosong dan kelaparan hanya akan membuat pasien diabetes mengonsumsi makanan terlalu banyak saat jam makan berikutnya. Pasien diabetes memang harus makan secara rutin terutama ketika diharuskan mengonsumsi obat.

Itu tadi adalah aturan sederhana tentang diet bagi pasien diabetes dengan resistensi insulin. Konsultasikan dengan dokter bagaimana mulai membuat menu diet resistensi insulin yang tanpa melupakan obat diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/peran-diet-sebagai-pendukung-obat-diabetes/

PERAN DIET SEBAGAI PENDUKUNG OBAT DIABETES

Diet adalah salah satu cara untuk mendukung cara kerja obat diabetes dalam mengatasi resistensi insulin. Berbagai menu diet sehat dengan makanan yang mengandung manfaat obat diabetes tinggi dibuat untuk mengurangi gejala dan resiko kesehatan akibat resistensi insulin. Nah, sebenarnya ada beberapa kelompok makanan yang patut untuk diikuti sebagai daftar menu diet resistensi insulin. Memangnya apa manfaat dari diet resistensi insulin ini untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat diabetes?

 

Manfaat diet resistensi insulin

Dengan mengikuti daftar makanan yang disarankan untuk pasien dengan resistensi insulin banyak manfaat kesehatan yang bisa didapatkan. Salah satunya adalah karena daftar makanan yang disarankan untuk pasien diabetes dengan resistensi insulin mengandung banyak serat dietary yang baik untuk tubuh. Serat dietary pada dasarnya berfungsi untuk meningkatkan kerja sistem pencernaan, melapisi lambung dengan semacam gel sehingga perut juga bisa merasa kenyang lebih lama. Serat juga membantu mendorong pertumbuhan bakteri baik untuk melindngi pencernaan.

Mendorong metabolisme

Serat dietary pada makanan sangat penting dalam mendorong metabolisme tubuh. Salah satu caranya ya dengan meningkatkan jumlah dan jenis bakteri baik sistem pencernaan.

Antioksidan dan anti-inflamasi

Sayuran hijau, buah-buahan, bahan herbal, bumbu dapur adalah makanan yang kaya akan macronutrient (karbohidrat, protein dan lemak sehat) dan micronutrient (vitamin, mineral, serta nutrisi lainnya). Nah, micronutrient ini yang biasanya memiliki antioksidan dan anti-inflamasi yang dibutuhkan tubuh. Dengan rutin mengonsumsi makanan dalam daftar makanan untuk pasien resistensi insulin dapat membantu mengurangi inflamasi dan stress pada tubuh serta mengurangi lemak perut yang berpengaruh pada penurunan berat badan.

Meningkatkan sensitifitas insulin

Tentu saja ini yang paling penting karena sayuran, buah dan makanan lain dalam daftar makanan sehat untuk pasien diabetes adalah obat yang bisa memperbaiki sensitifitas tubuh terhadap insulin. Dalam dua minggu misalnya, tubuh sudah bisa kembali berfungsi dengan normal. Maksudnya normal bagaimana? Rasa lapar berlebihan mulai berkurang, tingkat stress juga menurun, dan sel di dalam tubuh akan mulai merespon insulin dengan lebih baik. Hasilnya tubuh juga akan bekerja membakar lemak lebih baik untuk menurunkan berat badan.

Manfaat dari diet resistensi insulin sangat penting bagi pasien diabetes. Untuk itulah selain bergantung pada obat diabetes, diet menjadi salah satu sumber nutrisi yang membantu mengatasi berbagai resiko masalah kesehatan untuk pasien.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/penyebab-dan-gejala-resistensi-insulin-yang-harus-dikenali-sebelum-menemukan-obat-untuk-diabetes/

PENYEBAB DAN GEJALA RESISTENSI INSULIN YANG HARUS DIKENALI SEBELUM MENEMUKAN OBAT UNTUK DIABETES

Resistensi insulin adalah salah satu hasil dari gula darah yang tinggi atau diabetes yang tidak dikontrol dengan obat sehingga sel-sel tubuh berhenti mengenali molekul insulin. Pada pasien diabetes resistensi insulin bisa terjadi ketika pankreas berhenti memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Biasanya hal ini terjadi ketika tidak memiliki kontrol terhadap apa yang dimakan dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Selama bertahun-tahun kemudian jumlah glukosa yang tinggi dan insulin yang beredar dalam pembuluh darah akan menyebabkan sel berhenti merespon kehadiran insulin. Hasilnya adalah pasien diabetes mengalami resistensi insulin.

Secara lengkapnya, berikut ini adalah hal-hal yang bisa menyebabkan resistensi insulin:

  • Tidak mengikuti gaya hidup yang sehat
  • Tidak mendapat jam tidur yang cukup
  • Stress dan depresi parah
  • Bertambahnya usia
  • Lemak tubuh tinggi
  • Terlalu banyak mengonsumsi junk-food
  • Kurang makanan berserat
  • Kurang olahraga
  • Menggunakan steroid
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol terlalu banyak
  • Gen

Merasa memiliki kebiasaan hidup seperti ini? Tidak harus segera mencari obat diabetes untuk mengatasi resistensi insulin. Tapi coba untuk melihat beberapa gejala yang timbul pada pasien dengan resistensi insulin. Secara umum gejala dari resistensi insulin tidak berbeda jauh dengan gejala awal diabetes.

 

Gejala resistensi insulin

  • Pasien diabetes mengalami kenaikan berat badan secara mendadak
  • Sering merasa lapar sepanjang waktu
  • Tekanan darah tiba-tiba naik
  • Trogliserida tinggi dalam darah
  • Darang bulan tidak teratur pada wanita
  • Keinginan untuk buang air kecil juga semakin meningkat
  • Sering merasakan sensasi kesemutan di kaki dan tangan
  • Mudah merasa lelah dan tidak enak badan dalam waktu lama
  • Mudah terserang infeksi

Jika seseorang menunjukan tanda-tanda tersebut maka segeralah mencari tahu ke dokter diabetes terdekat untuk mengetahui apakah pasien mengalami resistensi insulin atau tidak. Dengan mengetahui kondisi pasien diabetes yang sebenarnya maka dokter dapat segera menyarankan obat yang cocok untuk dikonsumsi. Sekarang juga banyak obat herbal dan makanan yang bisa dijadikan alternative obat untuk pasien diabetes dengan resistensi insulin. Konsultasikan dengan dokter obat apa yang perlu dikonsumsi pasien diabetes dengan resistensi insulin karena tentunya penting agar pasien diabetes tidak lagi mengalami resistensi insulin. Karena resistensi insulin mengahalangi kerja insulin untuk memasukan gula dalam sel, akibatnya kadar gula juga semakin tinggi. Sebaiknya hindari juga hal-hal yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin sebagai pendukung dari kerja obat diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-untuk-diabetes-neuropathy/

MAKANAN MANIS YANG TERNYATA BAGUS SEBAGAI OBAT DIABETES

Obat diabetes tidak selalu dalam bentuk obat-obatan yang dikemas dan diproduksi sebagai kapsul atau tablet. Makanan dari buah-buahan dan sayuran juga merupakan obat diabetes selama porsinya tepat dan dengan persetujuan dokter. Makanan dari sumber alami dan dalam bentuk paling naturalnya adalah makanan dengan sumber nutrisi paling banyak sehingga tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga membantu menangani beberapa penyakit.

Untuk pengidap diabetes coba salah satu saran untuk mengonsumsi makanan yang mengandung anthocyanin. Kenapa dengan makanan yang mengandung anthocyanin? Anthocyanin adalah salah satu antioksidan kuat yang sekaligus memberi warna pada makanan. Dalam Journal of Nutrition yang dicetak di tahun 2014, makanan dengan anthocyanin dapat membantu menyetabilkan dan menurunkan kadar gula darah yang membuatnya jadi salah satu makanan paling ramah bagi pasien diabetes. Tidak harus selalu mengandalkan obat diabetes, makanan-makanan ini juga bisa jadi sumberi nutrisi penting untuk tubuh setiap hari.

 

Ceri

Photo by Joanna Kosinska on Unsplash

Buah ceri berwarna merah cerah karena anthocyanin yang terkandung di dalamnya. Pada tahun 2009 sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam 2009 Experimental Biology menyebutkan bahwa memakan satu setengah cangkir ceri beku dapat meningkatkan aktifitas antioksidan dalam tubuh selama 12 jam. Dalam kesempatan lain sebuah penelitian juga menunjukan bahwa ceri merah sangat berhubungan dengan pengurangan lemak perut yang biasanya dialami pasien diabetes tipe 2. Mengurangi lemak perut juga berhubungan dengan penurunan resiko serangan jantung. Tapi sebaiknya beli ceri dalam keadaan segar, bukan beku, untuk mendapatkan kandungan antioksidannya yang masih utuh.

Black bean

Photo by Denise Johnson on Unsplash

Pasien diabetes selalu disarankan untuk memperbanyak konsumsi kacang-kacangan dalam menu dietnya karena kacang-kacangan sangat ramah bagi pasien diabetes, mengandung serat serta protein yang menjaga gula darah tetap stabil. Lebih lagi kacang-kacangan, terutama black bean, tidak hanya mengandung anthocyanin yang membuatnya memiliki warna hitam pekat, tapi juga mengandung polyphenol. Polyphenol akan membantu mengurangi resiko inflamasi pada pembuluh darah akibat diabetes dan mengurangi resiko sakit jantung dengan mencegah penumpukan plak dalam pembuluh. Manfaat ini sama seperti yang bisa ditemukan di obat diabetes pada umumnya.

Boysenberry

Photo by Denise Johnson on Unsplash

Buah ini sebenarnya bisa ditemukan tumbuh liar di beberapa hutan di Indonesia, namun jarang dijual secara bebas di supermarket besar. Anthocyanin berperan besar untuk memberi warna pada boysenberry dan keluarga berry berwarna gelap lainnya. Selain itu anthocyanin dalam boysenberry juga berperan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Komponen dalam buah berry sendiri membantu pasien diabetes mengatasi resiko munculnya berbagai penyakit jantung sebagai komplikasi. Variasi buah berry ini sangat kaya akan vitamin C, serat dan rendah kalori.

Blueberry

Photo by Joanna Kosinska on Unsplash

Di beberapa tempat di Indonesia, blueberry sudah lebih mudah ditemukan dan ternyata khasiatnya cukup besar bagi pasien diabetes. Dalan The Journal of Nutrition sebuah penelitian menyebutkan jika orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan dan resistensi insulin mengalami perbaikan dalam sensitifitas mereka terhadap insulin setelah mengonsumsi blueberry selama 6 minggu. Tentu saja ini menjadikan blueberry salah satu makanan sehat layaknya obat diabetes dan superfood untuk mereka yang ingin hidup sehat.

Sweet potato

Photo by Joanna Kosinska on Unsplash

Sweet potato juga makanan yang cukup banyak dipertimbangkan untuk pasien diabetes. Nutrisi dalam sweet potato ternyata banyak yang bisa dimanfaatkan layaknya obat bagi pasien diabetes seperti serat, vitamin, dan antioksidan. Jika direbus atau dikukus, sweet potato memiliki glycemic index yang sangat rendah, jadi tidak akan menaikan gula darah secara mendadak setelah dikonsumsi. Siapa sangka meskipun makanan manis, sweet potato aman dan bermanfaat bagi pasien diabetes.

Anthocyanin memiliki peran penting sebagai antioksidan yang menyehatkan tubuh, sehingga jangan sampai melewatkan daftar makanan sebagai bagian dari menu diet. Peran menu diet dalam kehidupan pasien diabetes sama pentingnya dengan peran obat.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/cara-mengolah-black-seed-oil-sebagai-obat-diabetes-herbal/

JINTAN HITAM SEBAGAI OBAT DIABETES HERBAL UNTUK SEMUA KALANGAN

Jintan hitam atau lebih mudahnya disebut dengan habbatussauda ternyata bisa dimanfaatkan sebagai salah satu obat diabetes herbal yang aman dan mudah digunakan oleh siapa saja. Pada umumnya minyak dari jintan hitam dibuat biji hitam (kalonji) yang tumbuh dari tanaman jintan hitam (Nigella sativa). Tanaman ini tumbuh paling banyak di wilayah Asia, Afrika dan Mediterania.

Sekarang keberadaan minyak dari jintan hitam sudah banyak beredar di pasaran sehingga semakin mudah untuk menggunakannya. Bahkan sekarang olahan dari jintan ini sudah banyak termasuk sebagai obat diabetes herbal dan bumbu masakan. Namun jintan hitam ini bisa juga dimakan biasa atau diambil minyaknya saja karena jintan hitam rendah jumlah karbohidrat dan kalorinya. Selain rendah karbohidrat dan kalori, jintan hitam tinggi protein, potassium, serat dietary, lemak sehat, vitamin serta mineral. Ditambah lagi jintan hitam juga kaya akan antioksidan sehingga menjadikan jintan hitam sangat berguna jika dijadikan obat herbal untuk segala jenis penyakit termasuk diabetes.

Di pasaran minyak jintan hitam biasa dikenal dengan nama black seed oil, black cumin seed oil, kalonji oil atau Nigella sativa oil atau habbatussauda. Nah, berikut penjelasan terkait manfaat minyak jintan hitam sebagai obat herbal untuk diabetes.

 

Black seed oil untuk obat diabetes herbal

Untuk pemanfaatan black seed oil sebagai obat diabetes herbal sendiri ternyata sudah banyak penelitian yang dilakukan sebagai pembuktiannya. Hasil penelitian menyebutkan bahwa menambahkan black seed oil ke dalam menu diet sehari-hari dapat mencegah gula darah tinggi dan menurunkan kadar gula darah tinggi menjadi kadar normal. Penelitian yang dilakukan di tahun 2014 juga menunjukan bahwa black seed oil dapat mengurangi kadar glukosa darah seiring berjalannya waktu. Hal tersebut dibuktikan dengan percobaan pada tikus yang ternyata kadar glukosanya turun setelah diberikan black seed.

Black seed oil bekerja dengan cara meningkatkan produksi insulin, mengurangi resistensi insulin serta mendorong sel-sel bergerak aktif sehingga tubuh juga jadi lebih sehat. Indian Council of Medical Research menyatakan bahwa black seed oil akan meningkatkan tolerensi glukosa sama seperti yang dilakukan metformin. Di tambah lagi black seed oil juga hampir tidak menunjukan adanya tanda-tanda racun yang bisa merusak tubuh dan tidak menimbulkan efek samping meskipun sering digunakan.

Bahan aktif dalam black seed oil

Untuk semakin mempertegas peran black seed oil sebagai obat diabetes herbal yang juga bisa mengatasi berbagai penyakit lain, berikut ini adalah beberapa bahan aktif yang terkandung dalam black seed oil.

Black seed oil mengandung kalsium, zat besi, selenium, arginine, potassium, dan carotene. Kemudian masih ada lagi berbagai macam asam amino yang penting untuk tubuh seperti palmitic, linoleic, dan stearic. Black seed oil juga kaya akan antioksidan, anti-inflamasi serta anti-bakteri untuk menjaga kesehatan tubuh. Phytochemical yang berperan sebagai antioksidan di antaranya: thymoquinone, nigellone, dan beta-sitosterol.

Para peneliti mencoba melihat kembali manfaat thymoquinone sebagai obat diabetes herbal dan mencatat bahwa salah satu manfaat dari thymoquinone adalah membantu mengurangi efek hypoglikemik. Bagaimana caranya? Thymoquinone akan mendorong produksi insulin dan mengurangi penyerapan glukosa oleh tubuh. Thymoquinone sendiri terkenal karena kemampuannya melawan inflamasi dan kanker, serta perannya sebagai penolong pada pasien asma, encephalomyelitis, dan carcinogenesis.

Karena menemukan black seed oil atau habbatussauda sekarang sudah sangat mudah, tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba mengonsumsinya sebagai salah satu obat diabetes herbal selain obat diabetes berbahan kimia.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/fakta-tentang-diabetes-tipe-1-dan-obat-untuk-pasien-diabetes-tipe-1/