YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

JIKA TIDAK SEGERA MENDAPATKAN OBAT, INI EFEK DARI DIABETES BAGI TUBUH

Sebagai salah satu penyakit yang sangat berbahaya, diabetes harus segera mendapat obat yang sesuai dengan resep dokter. Saat ini berbagai macam obat diabetes lebih mudah ditemukan dan tentu saja manfaatnya juga jauh lebih berlimpah. Obat diabetes tidak hanya dikhususkan untuk mengendalikan gula darah semata, tapi juga membantu menjaga kondisi tubuh dan mencegah terjadinya komplikasi. Diabetes adalah penyakit yang bisa memicu berbagai komplikasi berbahaya yang berujung pada kematian. Mengikuti aturan dokter tentang obat, diet, dan aktifitas fisik penting untuk pasien diabetes menghindari komplikasi. Komplikasi seperti apakah yang bisa berbahaya untuk pasien diabetes? Berikut ini adalah penjelasannya secara singkat.

 

Stroke

Pasien diabetes memiliki resiko terkena stroke empat kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang hidup tanpa diabetes.

Kehilangan kesadaran

Tanpa obat dan metode pengobatan yang tepat diabetes ketoacidosis akan menyebabkan pasien kehilangan kesadaran secara mendadak.

Gangguan pengelihatan, katarak, dan glaucoma

Kerusakan pada pembuluh darah pada mata akan menyebabkan berbagai gangguan pengelihatan seperti pengelihatan yang mulai terasa kabur. Jika tidak segera diatasi gangguan mata dapat berakhir dengan kebutaan.

Selain gangguan mata seperti mata kabur, diabetes juga bisa menyebabkan katarak serta glaucoma. Kemungkinan ini berkali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki diabetes sebelumnya.

Infeksi

Diabetes akan meningkatkan resiko seseorang terserang berbagai macam infeksi akibat bakteri, jamur, dan kuman yang berasal darimana saja. Dan kaki adalah bagian yang memiliki resiko paling besar di antara semua bagian anggota tubuh lainnya.

Penyakit jantung

Tekanan darah tinggi dan rusaknya pembuluh darah akan menambah beban kerja pada jantung yang sebelumnya normal, membuat resiko berbagai penyakit berhubungan dengan jantung juga semakin meningkat.

Nafas yang beraroma manis

Sebenarnya ini bukan resiko dari penyakit diabetes, tapi salah satu gejala yang patut diwaspadai karena nafas yang beraroma manis adalah pertanda tubuh mengandung keton terlalu tinggi. Salah satu komplikasi paling serius dari diabetes adalah diabetes ketoacidosis.

Malfungsi pankreas

Pankreas akan berhenti berfungsi atau berfungsi dengan sangat buruk pada pasien diabetes menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin atau memproduksi insulin dalam jumlah sedikit, yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Kerusakan syaraf dan pembuluh darah

Terlalu banyak glukosa yang menumpuk dalam sistem akan menyebabkan terhambatnya aliran darah. Akibat aliran darah yang terhambat ini seiring berjalannya waktu akan menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak. Perokok dengan diabetes berada di resiko yang lebih rawan lagi.

Sementara kerusakan syaraf pada pasien diabetes biasanya lebih terasa seperti rasa sakit, ngilu atau malah mati rasa. Yang berbahaya adalah kerusakan syaraf ini bisa mengakibatkan kekeliruan pada syaraf ketika menerima rangsangan panas, dingin, dan rasa sakit sehingga semakin meningkatkan resiko untuk terluka.

Masalah pada kaki

Diabetes akan meningkatkan resiko munculnya callusel, infeksi dan berbagai luka lainnya pada bagian kaki. Hal ini mungkin terjadi ketika syaraf perasa pada kaki mengalami kerusakaan akibat gula darah tinggi serta berkurangnya aliran darah ke kaki.

Kulit kering dan pecah-pecah

Gula darah yang tidak terkontrol akan mengakibatkan tubuh kehilangan cairan dengan sangat cepat. Salah satu bagian yang terdampak adalah kulit yang akan menjadi lebih rapuh, mudah pecah dan kering terutama di bagian kaki.

Ketoacidosis

Hasil dari kurangnya insulin adalah tubuh akan menggunakan hormone lain untuk mengubah lemak menjadi energi. Proses mengubah lemak jadi energi ini yang menjadikan tubuh mengandung asam racun tinggi bernama keton. Memiliki banyak keton dalam tubuh sangat membahayakan nyawa. Maka ketoacidosis adalah resiko diabetes paling berbahaya yang jika tidak segera mendapat obat dapat berakhir pada kematian.

Obat diabetes hanya satu dari sekian banyak cara untuk mengatasi diabetes. Namun tanpa obat diabetes yang sesuai resep dokter, penyakit diabetes bisa menjadi kondisi yang membahayakan nyawa.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-herbal-dan-alami-yang-lebih-aman-dari-metformin/

OBAT DIABETES HERBAL DAN ALAMI YANG LEBIH AMAN DARI METFORMIN

Menggunakan metformin sebagai obat diabetes bukan hal yang salah memang mengingat metformin memiliki banyak manfaat untuk pasien diabetes. Tetapi sering mengonsumsi metformin yang mengandung bahan kimia bisa jadi beresiko untuk kesehatan jangka panjang. Metformin juga memiliki beberapa efek samping yang membuat tubuh merasa tidak nyaman.

Nah, sebenarnya ada cara kain yang bisa membantu menggantikan metformin sebagai obat diabetes. Ada beberapa pilihan obat diabetes herbal yang lebih aman dan menyehatkan serta berbagai bentuk aktifitas yang membantu mengendalikan kadar gula darah. Meskipun prosesnya lama dan tidak secepat metformin, tetapi cara ini bisa dipilih sebagai alternative untuk pasien diabetes yang ingin mengurangi obat berbahan kimia.

 

Cuka apel

Salah satu obat diabetes yang banyak disarankan adalah konsumsi cuka apel. Cara mengonsumsinya juga terbilang mudah: satu dua sendok cuka apel dilarutkan dalam segelas air dan diminum sebelum makan. Zat asam yang terkandung dalam cuka akan menghalangi enzim yang tugasnya mencerna tepung dalam karbohidrat. Maka dengan mengonsumsi cuka apel sebelum makan tubuh tidak akan mencerna tepung dan mengubahnya menjadi gula sehingga glukosa akan tetap terjaga pada level rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Diabetes Research and Clinical Practice menyebutkan bahwa konsumsi cuka apel sebelum makan dapat mengurangi glukosa setelah makan dan kadar insulin.

Suplemen pare

Pare yang dikemas dalam bentuk suplemen saat ini telah banyak beredar dan ternyata merupakan salah satu bentuk obat diabetes yang cukup terkenal. Pare sendiri mengandung anti-diabetes alami berupa charantin, polypeptide-p, dan vicine yang akan membantu mengontrol gula darah tetap stabil sekaligus tekanan darah dalam tubuh.

Kunyit

Obat diabetes herbal yang paling banyak disarankan adalah kunyit, selain karena memang manfaatnya sangat tinggi untuk pasien diabetes, kunyit sudah sangat umum digunakan di Indonesia dan bisa digunakan untuk apa saja. Kunyit sendiri mengandung begitu banyak nutrisi yang bisa memperbaiki berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan diabetes salah satunya adalah curcuminoid. Curcuminoid dapat mengurangi kolesterol jahat sekaligus menurunkan resiko penyakit kardiovaskular pada orang-orang dengan diabetes tipe 2 dan mereka yang memiliki lipid buruk.

Beberapa penelitian lanjut juga membuktikan bahwa kunyit memiliki manfaat untuk menurunkan efek glukosa, meningkatkan fungsi sel beta, dan memperbaiki oksidasi asam lemak dalam tubuh. Sebenarnya untuk membahas manfaat kunyit sebagai obat diabetes ada banyak sekali dan tentunya aman karena berasal dari bahan herbal alami.

Olahraga

Sudah barang tentu memperbaiki kondisi pasien diabetes tanpa obat harus diimbangi dengan olahraga teratur. Ternyata olahraga rutin dalam bentuk gabungan HIIT (high-intensity interval training) dan strength training bisa sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan pasien diabetes. Latihan cardio juga terbukti akan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin jika dilakukan secara rutin. Tapi jangan lupa aktifitas fisik kecil-kecilan setelah makan juga tetap dilakukan untuk mengurangi efek kenaikan gula darah setelah makan.

Ini adalah beberapa contoh hal baik yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek gula darah tinggi selain dengan obat diabetes metformin.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-oral-yang-perlu-dikenali/

HYPOGLIKEMIA BISA BERBAHAYA UNTUK PASIEN DIABETES YANG MENGONSUMSI OBAT

Siapa sangka rutin mengonsumsi obat diabetes dan melakukan berbagai metode pengobatan untuk mengendalikan gula darah bisa berakibat pada kondisi hypoglikemia. Apa itu?

Hypoglikemia adalah kondisi ketika gula darah pasien diabetes ternyata terlalu rendah. Meski biasanya pasien diabetes memiliki kadar glukosa darah tinggi dan harus diturunkan, tapi berada dalam kondisi ketika gula darah terlalu rendah juga akan membahayakan pasien. Apa yang menyebabkan kondisi tersebut?

Pasien diabetes dapat mengalami hypoglikemia ketika mengonsumsi makanan terlalu sedikit atau malah melewati waktu makan yang sudah ditentukan. Melewatkan waktu makan tidak hanya dapat menurunkan kadar gula darah tapi juga membuat pasien diabetes mengonsumsi makanan berlebihan di waktu makan berikutnya yang akan menyebabkan lonjakan gula darah terjadi lagi.

Selain melewatkan waktu makan atau makan terlalu sedikit, terlalu banyak menggunakan insulin atau obat diabetes yang bisa menurunkan kadar gula darah juga salah satu sebab hypoglikemia. Jadi jangan mengonsumsi obat diabetes apapun tanpa resep dari dokter karena salah-salah dapat membuat keadaan semakin memburuk.

Lalu apa yang akan terjadi ketika gula darah terlalu rendah? Jika tidak segera ditangani maka pasien diabetes dapat kehilangan kesadarannya secara mendadak. Nah, sebelum itu terjadi sebaiknya kenali dulu gejala-gejala hypoglikemia dan lakukan penanganan segera.

 

Gejala hypoglikemia

Hypoglikemia memiliki gejala yang mudah dikenali tapi mungkin akan terlihat membingungkan antara gejala hypoglikemia dengan hyperglikemia. Agar tidak salah mengenali apakah ini gejala hyperglikemia atau hypoglikemia, maka pasien diabetes harus selalu melakukan pengecekan kadar gula darah jika gejala semacam ini muncul. Apa sajakah gejaka hypoglikemia?

Pertama tubuh akan terasa gemetaran, jantung berdebar lebih kencang, muncul keringat berlebihan dan pusing yang sangat. Pasien diabetes juga akan merasa cemas berlebihan, mudah tersinggung, dan merasa lapar berlebihan. Secara fisik pasien diabetes yang mengalami hypoglikemia akan merasa demam, pandangannya kabur serta sakit kepala. Nah, jika gejala-gejala ini muncul segera cari pertolongan pertama untuk mengatasi hypoglikemia.

Pertolongan pertama pada hypoglikemia

Untuk pertolongan pertama pada pasien diabetes yang mengalami hypoglikemia tidak dengan obat diabetes tetapi dengan sesuatu yang manis-manis.

Tapi yang harus dilakukan lebih dulu adalah mengecek kadar gula darah untuk memastikan apakah ini hypoglikemia atau hyperglikemia. Setelah mengetahui kondisi yang sebenarnya langkah selanjutnya adalah dengan mengambil 3 sampai 4 butir tablet glukosa atau 3 sampai 5 butir permen yang mengandung banyak gula. Permen biasanya yang paling mudah untuk dikunyah, namun jika tidak bisa menemukan permen bisa diganti dengan jus buah atau soda.

Setelah menerima pertolongan pertama, tunggu kira-kira 15 menit sebelum kemudian memeriksa kembali kadar gula darah, jika ternyata gula darah masih rendah lakukan lagi seperti sebelumnya, makan permen, glukosa tablet atau minum jus. Jika gejala-gejalanya masih belum juga menghilang, maka segera hubungi dokter atau pelayanan kesehatan lain. Karena jika pertolongan pertama tidak berhasil berarti ada kondisi khusus yang mungkin justru membahayakan kondisi pasien. Jangan mengonsumsi obat apapun tanpa persetujuan dari dokter khusus diabetes atau ahli diabetes lainnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-diabetes-dari-gejala-komplikasi-sampai-pencegahannya-sebelum-obat/

MENGENAL DIABETES DARI GEJALA, KOMPLIKASI SAMPAI PENCEGAHANNYA SEBELUM OBAT

Ada banyak cara untuk mengendalikan diabetes dan tidak selalu berhubungan dengan obat, tapi bisa dengan perubahan gaya hidup. Sayangnya terkadang orang terlambat menyadari tentang diabetes dan justru mendapat penanganan setelah kondisinya lebih parah. Maka jauh sebelumnya sebaiknya semua orang mengenal dahulu gejalanya agar jadi lebih waspada. Namun jika ternyata sudah didiagnosis dengan diabetes bukan berarti lalu merasa putus asa begitu saja. Pasien diabetes masih bisa melakukan beberapa metode pengobatan atau mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter. Mengikuti aturan dokter dalam mengonsumsi obat dan melakukan perubahan gaya hidup dapat menghindarkan diri dari resiko komplikasi diabetes.

Nah, untuk lebih lengkapnya tentang gejala, komplikasi serta penanganan untuk pasien diabetes berikut ini adalah beberapa penjelasan sederhananya.

 

Gejala diabetes

Salah satu gejala diabetes yang sering tidak disadari adalah sering tiba-tiba merasa lapar.  Rasa lapar dan keinginan untuk makan terus tersebut akan terasa lebih dari sekedar rasa lapar yang dirasakan orang-orang tanpa diabetes. Selain lapar, pasien diabetes juga mudah merasa haus dan ingin minum terus. Karena kebutuhan untuk minum meningkat maka pasien diabetes akan sering buang air kecil.

Meskipun sering lapar dan haus, pasien diabetes akan menunjukan tanda-tanda penurunan berat badan mendadak secara ekstrim. Penurunan berat badan ini biasanya tidak terlalu dirasakan sampai akhirnya tubuh pasien terlihat lebih kurus.

Nah, jika sudah sampai tahap yang lebih parah, pasien diabetes akan menunjukan gejala-gejala lain seperti sakit kepala ekstrim, kaki dan tangan yang mulai mati rasa sampai gangguan masalah seksual.

Ketika tubuh mulai menunjukan tanda-tanda demikian, segera lakukan pengecekan gula darah atau konsultasikan ke dokter terpercaya.

Komplikasi

Pasien diabetes harus mulai mempertimbangkan berbagai gaya hidup baru, konsumsi makanan sehat, obat yang tepat dan olahraga teratur demi terhindar dari komplikasi. Komplikasi pada pasien diabetes sebenarnya bisa cukup parah dan akan sampai membahayakan nyawa jika tidak segera diobati dengan tepat. Apa sajakah komplikasi tersebut?

Karena kadar gula darah yang tinggi, pasien diabetes yang terluka sulit sekali untuk sembuh atau sembuh dalam waktu lama. Luka yang terbuka dan tidak segera ditangani akan menimbulkan berbagai infeksi dan menumpuknya kotoran yang berbahaya karena itulah harus bersungguh-sungguh dalam menjaga tubuhnya agar terhindar dari luka. Luka pada pasien diabetes juga harus diobati dengan cara yang tepat sehingga ada beberapa dokter yang khusus menawarkan mengobati luka pasien diabetes.

Komplikasi lainnya adalah neuropathy. Neuropathy adalah gangguan syaraf yang terjadi akibat diabetes. Seseorang yang mengalami neuropathy sering merasa mati rasa atau kesemutan di beberapa bagian seperti kaki atau tangan. Ini berbahaya karena akan menyebabkan pasien tidak sadar ketika ada luka pada kaki dan tangannya.

Selain neuropathy ada juga komplikasi yang menyerang ginjal yaitu diabetes nephropathy. Tidak hanya menyerang syaraf serta ginjal, diabetes akan menyerang organ-organ lain dalam tubuh seperti jantung dan mata yang akan berakibat pada serangan jantung dan kebutaan.

Karena komplikasi yang begitu banyak dan bahkan bisa membahayakan nyawa, pasien diabetes harus benar-benar melakukan berbagai metode pengobatan yang disarankan dokter, termasuk mengonsumsi obat diabetes rutin dan perubahan gaya hidup secara menyeluruh.

Pencegahan diabetes

Karena mencegah lebih baik daripada mengobati maka mari mencari tahu bagaimana mencegah penyakit diabetes sejak awal. Sebenarnya sederhana saja yaitu dengan memulai gaya hidup sehat. Apa sajakah yang harus dilakukan? Mulai dulu dengan membiasakan diri mengonsumsi makan-makanan sehat, mengontrol konsumsi makanan cepat saji, menghindari rokok serta minuman beralkohol, dan melakukan olahraga secara rutin. Yang tak kalah pentingnya adalah pergi ke dokter setiap beberapa waktu sekali. Kenapa? Karena dengan rutin melakukan check-up ke dokter akan lebih cepat diketahui jika ada yang bermasalah dalam tubuh dan dapat segera tertangani.

Mengingat diabetes adalah penyakit yang cukup berbahaya untuk tubuh, maka penting sekali untuk segera menyadari gejalanya dan mencari cara untuk menyembuhkan sebelum terjadi komplikasi. Jika perlu lakukan pencegahan sejak awal.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/cara-agar-pasien-diabetes-bisa-merawat-diri-sendiri-selain-dengan-obat/

CARA AGAR PASIEN DIABETES BISA MERAWAT DIRI SENDIRI SELAIN DENGAN OBAT

Pasien diabetes tidak harus selalu bergantung dengan obat atau orang lain yang ada di sekitarnya. Ada beberapa cara bagi pasien diabetes tipe 2 untuk merawat dirinya sendiri selain dengan obat. Sebenarnya self-care untuk pasien diabetes ini sudah banyak dibicarakan sebelumnya tapi sering dilupakan. Lalu apa sih pentingnya untuk mulai merawat diri sendiri bagi pasien diabetes tipe 2? Pasien diabetes sebisa mungkin menjaga kondisi dirinya mengingat diabetes sangat rentan menimbulkan berbagai komplikasi yang berbahaya. Pasien sendiri yang bisa merasakan kejanggalan pada tubuhnya sehingga daripada hanya bergantung pada obat dan bantuan orang sekitar lebih baik mulai dulu dengan self-care sederhana sehari-hari.

 

Self-care untuk pasien diabetes tipe 2

Pertama-tama jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan dan minuman sehat setiap hari. Ada banyak sekali daftar makanan dan minum yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes. Namun pada intinya untuk hidup lebih sehat sebaiknya diperbanyak dengan mengonsumsi buah dan sayuran serta menghindari makanan yang telah melewati berbagai proses pengolahan, makanan tinggi gula dan soda.

Selalu awasi asupan makanan, air putih, kadar gula darah serta tingkat stress sehari-hari. Kenapa harus selalu diawasi? Terkadang kenaikan gula darah bisa datang dari stress atau karena mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang tepat. Dengan mengawasi keempat hal ini akan mudah untuk menentukan hal apa yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kadar gula darah dan apa yang bisa dinikmati tanpa mempengaruhi kadar gula darah. Selain obat diabetes, emosi yang stabil, makanan sehat dan air putih adalah kunci menjaga gula darah tetap stabil.

Berikutnya adalah tidur yang cukup. Jika merasa sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil segera periksa kondisi gula darah untuk memastikan apakah kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga tidak merembet membahayakan nyawa.

Selanjutnya adalah selalu cek kondisi kaki setiap hari. Kaki adalah bagian yang paling sering mengalami mati rasa sekaligus terluka karena goresan. Luka goresan tersebut bisa berbahaya karena pasien diabetes akan sangat lama dalam menyembuhkan luka dan luka bisa membusuk jika tidak dibersihkan dengan teliti. Memeriksa kaki setiap hari adalah kewajiban bagi pasien diabetes.

Jangan lupakan untuk olahraga rutin dan gunakan pakaian serta sepatu yang nyaman untuk olahraga. Olahraga tidak harus berat seperti pergi ke gym, cukup dengan jalan kaki atau naik turun tangga saja.

Nah, jangan pernah lupakan untuk meminta dukungan dari orang-orang terdekat atau lewat kelompok sesama pasien diabetes. Untuk apa? Karena dengan bergabung bersama orang-orang dengan kondisi yang sama maka akan lebih mudah untuk belajar hal-hal baru yang membantu proses penyembuhan. Keluarga terdekat juga adalah support terbesar dalam masalah ini. Dengan keluarga terdekat hal-hal sederhana seperti diet ketat dan kebiasaan olahraga rutin akan terasa lebih ringan.

Terakhir, jangan lupa untuk tetap mencintai diri sendiri. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa stress dapat memicu kenaikan gula darah, maka mencintai diri sendiri dengan segala kondisinya adalah solusi untuk mengendalikan stress. Memang tidak mudah menjalani hidup dengan diabetes tapi bukan berarti harus dibawa stress tentang semua hal terkait diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/istilah-istilah-paling-umum-dalam-penyakit-diabetes-selain-obat/

ISTILAH-ISTILAH PALING UMUM DALAM PENYAKIT DIABETES SELAIN OBAT

Ada begitu banyak istilah yang harus diketahui urusannya dengan diabetes selain mengenali berbagai nama obat yang dikonsumsi oleh pasien diabetes. Ada banyak istilah dalam penyakit diabetes yang harus diketahui sehingga pada akhirnya memudahkan untuk memahami kondisi pasien seluruhnya. Pasien juga lebih mudah memberikan info pada dokter tentang kondisinya setelah memahami beberapa istilah tersebut. Nah, sebagai tambahan pengetahuan ini adalah istilah-istilah yang akan sering terdengar oleh pasien diabetes selain jenis-jenis obat yang digunakan.

 

Glukosa darah

Salah satu jenis gula yang ada dalam tubuh dan ini adalah sumber bahan bakar yang akan diubah menjadi tenaga selama sehari. Kadang-kadang dikenal juga dengan nama gula darah.

Hyperglikemia

Kondisi ketika tubuh memiliki terlalu banyak glukosa dalam darah. Dari American Diabetes Association kadar glukosa darah yang direkomendasikan adalah 80-130mg/dL (4.4-7.2) sebelum makan dan kadar glukosa darah kurang daru 180mg/dL (10mmol/L) setelah makan. Pada saat seseorang mengalami hyperglikemia akan muncul beberapa gejala yang menunjukan bahwa seseorang memiliki kenaikan gula darah melebihi batas.

Hypoglikemia

Ini adalah kebalikan dari hyperglikemia, kondisi ketika tubuh justru kekurangan gula darah. Masih menurut American Diabetes Association mendefinisikan kondisi hypoglikemia adalah ketika kadar gula darah berada pada level kurang dari 70 mg/dL (3.9 mmol/L). Sama seperti hyperglikemia juga, hypoglikemia juga akan menunjukan beberapa gejala yang harus segera dikenali untuk mencegah kondisi yang lebih berbahaya.

Hemoglobin A1C

Salah satu indikator untuk menentukan obat bagi pasien diabetes adalah dengan melihat kadar Hemoglobin A1c pada pasien. Hemoglobin A1c atau HbA1c adalah rata-rata hasil tes dari glukosa darah setiap 3 bulan sekali.

Glukosa darah puasa

Apakah maksudnya kondisi glukosa ketika sedang berpuasa saja? Bukan. Kadar glukosa puasa adalah kondisi kadar gula darah yang diambil setelah tidak makan minimal 8 jam. Biasanya dilakukan di pagi hari kondisi ketika seseorang tidak mengonsumsi makanan selama 8 jam dan belum mengonsumsi makanan apapun setelah bangun tidur. Banyak obat diabetes yang kemudian menargetkan agar gula darah pasien tidak mengalami penurunan atau kenaikan setelah bangun tidur.

Insulin

Insulin pada dasarnya adalah salah satu produk buatan tubuh yang diproduksi oleh pankreas dan tugasnya membantu glukosa untuk masuk ke dalam sel dan mengubahnya jadi energi.

Keton

Keton adalah asam yang akan menumpuk dalam tubuh ketika kadar glukosa dalam darah sudah terlalu tinggi. Pada saat tubuh mengalami kondisi gula darah yang terlalu tinggi maka artinya jumlah glukosa yang masuk dalam sel sedikit, sisanya berada di dalam tubuh. Tubuh kemudian membakar lemak sebagai pengganti untuk menyediakan energi yang dibutuhkan sel. Keton adalah hasil dari proses pembakaran lemak tersebut.

Diabetes ketoacidosis

Masih berhubungan dengan keton, diabetes ketoacidosis adalah kondisi ketika kadar keton dalam tubuh sudah ada di level membahayakan. Keton yang berlebihan dapat menjadi racun bagi tubuh yang menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri atau pingsan. Kondisi ini umumnya dialami pasien diabetes tipe 1.

Hyperglycemic hyperosmolar syndrome

Bisanya dialami pasien diabetes tipe 2 ketika glukosa darah sudah ada di level terlalu berlebihan dan pasien diabetes mengalami dehidrasi. Orang yang mengalami ini akan mulai kehilangan kesadarannya dan pingsan.

Postprandial blood glucose testing

Tes darah yang dilakukan pasien diabetes setelah makan untuk mengukur kadar glukosanya setelah mengonsumsi makanan besar. Ini juga termasuk tes yang penting karena angka dari test tersebut akan menentukan peran obat untuk pasien diabetes selanjutnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/manfaat-luar-biasa-apel-obat-segala-macam-termasuk-diabetes/