Ada begitu banyak istilah yang harus diketahui urusannya dengan diabetes selain mengenali berbagai nama obat yang dikonsumsi oleh pasien diabetes. Ada banyak istilah dalam penyakit diabetes yang harus diketahui sehingga pada akhirnya memudahkan untuk memahami kondisi pasien seluruhnya. Pasien juga lebih mudah memberikan info pada dokter tentang kondisinya setelah memahami beberapa istilah tersebut. Nah, sebagai tambahan pengetahuan ini adalah istilah-istilah yang akan sering terdengar oleh pasien diabetes selain jenis-jenis obat yang digunakan.
Glukosa darah
Salah satu jenis gula yang ada dalam tubuh dan ini adalah sumber bahan bakar yang akan diubah menjadi tenaga selama sehari. Kadang-kadang dikenal juga dengan nama gula darah.
Hyperglikemia
Kondisi ketika tubuh memiliki terlalu banyak glukosa dalam darah. Dari American Diabetes Association kadar glukosa darah yang direkomendasikan adalah 80-130mg/dL (4.4-7.2) sebelum makan dan kadar glukosa darah kurang daru 180mg/dL (10mmol/L) setelah makan. Pada saat seseorang mengalami hyperglikemia akan muncul beberapa gejala yang menunjukan bahwa seseorang memiliki kenaikan gula darah melebihi batas.
Hypoglikemia
Ini adalah kebalikan dari hyperglikemia, kondisi ketika tubuh justru kekurangan gula darah. Masih menurut American Diabetes Association mendefinisikan kondisi hypoglikemia adalah ketika kadar gula darah berada pada level kurang dari 70 mg/dL (3.9 mmol/L). Sama seperti hyperglikemia juga, hypoglikemia juga akan menunjukan beberapa gejala yang harus segera dikenali untuk mencegah kondisi yang lebih berbahaya.
Hemoglobin A1C
Salah satu indikator untuk menentukan obat bagi pasien diabetes adalah dengan melihat kadar Hemoglobin A1c pada pasien. Hemoglobin A1c atau HbA1c adalah rata-rata hasil tes dari glukosa darah setiap 3 bulan sekali.
Glukosa darah puasa
Apakah maksudnya kondisi glukosa ketika sedang berpuasa saja? Bukan. Kadar glukosa puasa adalah kondisi kadar gula darah yang diambil setelah tidak makan minimal 8 jam. Biasanya dilakukan di pagi hari kondisi ketika seseorang tidak mengonsumsi makanan selama 8 jam dan belum mengonsumsi makanan apapun setelah bangun tidur. Banyak obat diabetes yang kemudian menargetkan agar gula darah pasien tidak mengalami penurunan atau kenaikan setelah bangun tidur.
Insulin
Insulin pada dasarnya adalah salah satu produk buatan tubuh yang diproduksi oleh pankreas dan tugasnya membantu glukosa untuk masuk ke dalam sel dan mengubahnya jadi energi.
Keton
Keton adalah asam yang akan menumpuk dalam tubuh ketika kadar glukosa dalam darah sudah terlalu tinggi. Pada saat tubuh mengalami kondisi gula darah yang terlalu tinggi maka artinya jumlah glukosa yang masuk dalam sel sedikit, sisanya berada di dalam tubuh. Tubuh kemudian membakar lemak sebagai pengganti untuk menyediakan energi yang dibutuhkan sel. Keton adalah hasil dari proses pembakaran lemak tersebut.
Diabetes ketoacidosis
Masih berhubungan dengan keton, diabetes ketoacidosis adalah kondisi ketika kadar keton dalam tubuh sudah ada di level membahayakan. Keton yang berlebihan dapat menjadi racun bagi tubuh yang menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri atau pingsan. Kondisi ini umumnya dialami pasien diabetes tipe 1.
Hyperglycemic hyperosmolar syndrome
Bisanya dialami pasien diabetes tipe 2 ketika glukosa darah sudah ada di level terlalu berlebihan dan pasien diabetes mengalami dehidrasi. Orang yang mengalami ini akan mulai kehilangan kesadarannya dan pingsan.
Postprandial blood glucose testing
Tes darah yang dilakukan pasien diabetes setelah makan untuk mengukur kadar glukosanya setelah mengonsumsi makanan besar. Ini juga termasuk tes yang penting karena angka dari test tersebut akan menentukan peran obat untuk pasien diabetes selanjutnya.
Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/manfaat-luar-biasa-apel-obat-segala-macam-termasuk-diabetes/
