YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DIABETES TIDAK SELALU DENGAN OBAT

Dengan banyaknya obat diabetes yang saat ini ditawarkan baik itu dengan bahan herbal atau bahan kimia, orang-orang jadi merasa cukup bergantung dengan obat tersebut. Padahal obat diabetes saja tidak cukup untuk mengatasi kondisi kesehatan bagi pasien diabetes. Ada beberapa cara untuk mencegah seseorang mengalami diabetes, begitu juga ketika tanpa bisa dicegah lagi seseorang ternyata sudah memiliki diabetes, ada cara menjaga agar gula darah tetap stabil meskipun tidak selalu dengan obat. Tentu saja obat diabetes penting untuk menjaga agar pasien diabetes bisa mengendalikan gula darahnya. Namun di samping kehadiran obat diabetes, ada serangkaian cara lain yang bisa mendukung manfaat obat diabetes sehari-hari.

 

Pencegahan dan management diabetes

Sebelumnya perlu diketahui dulu bahwa 90-95% pasien diabetes biasanya adalah pasien dengan diabetes tipe 2. Kehidupan mereka mungkin tidak selalu bergantung dengan insulin, tapi tetap saja butuh obat diabetes untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil. 5% sisanya adalah pasien dengan diabetes tipe 1. Kebalikannya dari pasien diabetes tipe 2, pasien dengan diabetes tipe 1 membutuhkan insulin untuk bertahan hidup. Nah, tapi masih ada lagi 2-10% pasien diabetes mungkin saja adalah ibu hamil dengan diabetes gestasional. Diabetes gestasional memang hanya dialami oleh ibu hamil saja.

Melihat banyaknya orang-orang yang memiliki diabetes, tentu ada baiknya sejak awal dimulai dengan pencegahan terlebih dahulu. Pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan mulai memperbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau sehari-hari. Kira-kira ½ dari piring makan sebaiknya diisi dengan sayuran. Memperbanyak makan sayuran akan mengurangi resiko diabetes.

Menurunkan resiko diabetes tipe 2 juga bisa dengan mengombinasikan latihan fisik serta penurunan berat badan yang teratur. Menurunkan berat badan adalah salah satu kunci menghindari diabetes karena kebanyakan diabetes tipe 2 disebabkan oleh obesitas. Selain itu konsumsi gandum secara rutin juga akan menurunkan resiko kematian akibat penyakit jantung pada wanita-wanita dengan diabetes.

Untuk mengendalikan kondisi kesehatan tubuh bagi pasien diabetes sendiri yang terpenting adalah rutin mengonsumsi obat diabetes yang diresepkan oleh dokter, melakukan diet teratur dan olahraga rutin. Tapi selain itu ada lagi yang penting yaitu menjaga tekanan darah tetap stabil. Tekanan darah yang terlalu tinggi menyebabkan resiko berbagai penyakit komplikasi ikut meningkat seperti stroke dan sakit jantung. Tekanan darah yang aman adalah 140/80.

Lakukan tes HbA1c secara rutin. Hasil dari HbA1c ini penting untuk melihat pengaruh obat terhadap kondisi glukosa darah pasien sendiri, apakah perlu ada penyesuaian kembali jika obat diabetes sebelumnya tidak memberi dampak positif. Rata-rata target HbA1c dari setiap orang adalah di bawah 7. Selain tekanan darah dan HbA1c yang harus selalu dijaga adalah kadar kolesterol dalam tubuh. Konsultasikan dengan dokter berapa kadar kolesterol yang harus dicapai setiap melakukan kontrol. Dengan begitu tubuh bisa terhindar dari resiko komplikasi akibat kadar kolesterol jahat terlalu tinggi.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-apa-itu-hba1c-dan-kaitannya-dengan-obat-diabetes/

MENGENAL APA ITU HBA1C DAN KAITANNYA DENGAN OBAT DIABETES

Untuk menentukan jenis dan dosis obat diabetes yang harus digunakan, pasien diabetes harus lebih dulu melakukan tes untuk melihat kadar HbA1c dari pasien. Lalu apakah itu HbA1c dan bagaimana kaitannya dengan obat bagi pasien diabetes? Apakah pengaruhnya besar bagi pasien diabetes? Untuk tahu lebih jelasnya tentang apa itu HbA1c, penjelasannya akan dibahas sedikit pada artikel ini.

 

HbA1c

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa, maka glukosa akan menempel pada hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah. Sel darah merah biasanya hidup selama 8-12 minggu, jadi rata-rata tes HbA1c dilakukan di waktu-waktu tersebut. Untuk apakah hasil tes tersebut?

Hasil dari penghitungan HbA1c ini akan menunjukan pada dokter kondisi glukosa darah pasien selama 3 bulan terakhir. Sedangkan tes untuk menghitung kadar glukosa dalam darah biasanya hanya menghitung kadar gula darah pada saat tes dilakukan. Nah, coba lihat daftar berikut untuk mengecek hasil tes HbA1c (%):

  • 4.0 – 5.5 adalah kadar HbA1c yang normal dimiliki seseorang dan memang seharusnya kadar glukosa darah seseorang adalah pada kisaran ini.
  • 5.1 – 6.0 masih dapat dikategorikan aman, namun sudah seharusnya diwaspadai. Pada level ini jika seseorang tidak segera memperbaiki gaya hidupnya maka dapat lebih membahayakan hidupnya.
  • 6.1 – 7.0 adalah hasil HbA1c yang menempatkan seseorang berada pada resiko terkena berbagai komplikasi yang berbahaya.
  • 7.1 – 8.4 adalah kondisi yang membuat seseorang dalam keadaan cukup berbahaya karena akan mulai bermunculan berbagai komplikasi yang mengancam kesehatan. Tentu saja pada tahap ini kondisi kesehatan pasien diabetes sudah semakin mengkhawatirkan.
  • 8.5 – 10.4 adalah kondisi yang berbahaya karena akan mengakibatkan beberapa organ dalam gagal menjalankan tugasnya secara normal.
  • 10.5 lebih maka pasien diabetes dalam bahaya.

Dokter diabetes akan meminta pasien melakukan tes HbA1c beberapa kali untuk melihat bagaimana pengaruh obat diabetes terhadap kondisi glukosa dalam darah setelah dikonsumsi rutin. Maka ketika dokter membuat perubahan pada resep obat diabetes yang diberikan atau metode pengobatan yang diterapkan, pasien diabetes akan diminta melakukan tes HbA1c lebih sering. Dokter harus memantau kondisi kesehatan pasien secara rutin dan memastikan bahwa obat diabetes yang diberikan memberikan dampak positif. Jika ternyata tidak terdapat perubahan kearah yang lebih baik, maka dokter harus segera mengganti obat diabetes yang diberikan. Setiap pasien diabetes diberikan target HbA1c yang harus dicapai sesuai dengan kondisi masing-masing pasien dan obat diabetes yang diberikan. Target ini yang harus dipenuhi pasien untuk memastikan apakah obat diabetes tersebut membawa perbaikan atau tidak.

Jadi secara sekilas HbA1c adalah indikator yang menunjukan kontrol terhadap pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mereka-yang-beresiko-diabetes-dan-cara-menurunkan-resikonya-tanpa-obat/

MEREKA YANG BERESIKO DIABETES DAN CARA MENURUNKAN RESIKONYA TANPA OBAT

Memiliki resiko diabetes bukan berarti harus bergantung pada obat diabetes setiap waktu. Ada cara lain untuk menurunkan resiko diabetes meskipun tanpa obat diabetes. Namun ada beberapa hal yang harus diketahui dulu sebelumnya yaitu tentang apa saja yang menyebabkan seseorang memiliki resiko diabetes dan seperti apa kondisi yang disebut dengan seseorang memiliki resiko diabetes. Salah satu cara untuk mengenali resiko diabetes adalah dengan melihat kadar glukosa dalam darah dan berkonsultasi dengan dokter mengenai hasilnya. Untuk menurunkan resiko diabetes, ada beberapa cara yang lebih alami dari sekedar menggunakan obat. Nah, lalu dilihat dari manakah resiko diabetes tersebut?

 

Resiko diabetes

Sebenarnya bukan merupakan faktor resiko, namun jika dalam diri muncul hal-hal sebagai berikut ini maka patut diwaspadai sebagai salah satu resiko diabetes. Tidak semua tanda-tanda atau hal-hal ini akan muncul bersamaan sehingga sebaiknya waspada namun tidak perlu panik dan buru-buru mencari obat diabetes untuk mengatasi masalahnya. Konsultasikan dengan dokter dan cari solusi yang lebih aman. Lalu apa saja yang membuat seseorang beresiko diabetes?

Usia. Semakin bertambah usia semakin berkurang kemampuan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Akan ada kemungkinan tubuh mengalami berbagai inflamasi yang mengarah pada diabetes. Kemampuan tubuh untuk mengolah dan menerima gula juga menurun seiring berjalannya waktu. Jadi ketika sudah memasuki usia di atas 45 tahun, coba perhatikan lagi kondisi tubuh dari dalam.

Riwayat keluarga. Jika ada keluarga yang memiliki diabetes, bukan berarti otomatis memiliki diabetes, namun ada kemungkinan 50% seseorang terkena diabetes. Jadi ada baiknya untuk tetap menjaga kesehatan diri untuk menghindari diabetes.

Kehamilan. Dalam masa-masa kehamilan ada waktu ketika seorang ibu mengalami kondisi yang disebut diabetes gestasional. Kondisi ini bisa berbahaya bagi ibu dan bayi. Sedangkan ketika kondisi ini tidak segera diatasi bisa berlanjut hingga setelah kehamilan.

Glukosa di atas normal. Berapakah kadar glukosa yang disebut kondisi normal?

  • Normal: ketika sebelum makan (di bawah 100)
  • Pre-diabetes: ketika sebelum makan (100-125)
  • Diabetes: ketika sebelum makan (126 atau di atas itu)

Lakukan pengecekan glukosa dan lihat apakah kadar glukosa dalam darah termasuk normal atau justru memasuki masa pre-diabetes.

Tekanan darah. Jika tekanan darah 140/90 atau lebih tinggi dari itu maka perlu diwaspadai sebagai resiko diabetes.

Blood lipid. Lakukan pengecekan kadar kolesterol dan jika kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh kurang dari 35 atau kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi dari 250, maka bisa jadi seseorang memiliki resiko diabetes.

Tidak aktif. Kurang beraktifitas setiap minggunya bisa meningkatkan resiko diabetes.

Kulit kotor. Salah satu yang patut diwaspadai adalah kulit di sekitar leher dan ketiak tampak kotor meskipun sudah berkali-kali digosok. Biasanya kulit bagian tersebut terasa tebal, gelap dan halus.

Mengurangi resiko diabetes

Menurunkan resiko diabetes tidak harus selalu dengan mengandalkan berbagai obat kimia, tapi cukup dengan melakukan beberapa hal sederhana berikut:

Makan makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan gandum utuh. Dengan memastikan makanan yang dimakan tinggi serat dan rendah lemak, sodium serta gula sudah bisa menurunkan resiko diabetes pada seseorang.

Rajin-rajinlah berkegiatan di luar rumah. Mulai dari sekarang coba untuk berjalan-jalan meski sebentar dan tidak jauh-jauh. Mulai dari yang paling sederhana namun rutin dilakukan.

Kurang berat badan akan sangat membantu menurunkan resiko diabetes. Bahkan mengurangi 5-7% berat badan sudah sangat membantu untuk menurunkan resiko diabetes. targetkan untuk menurunkan 5-10% berat badan yang ada sekarang karena kelebihan berat badan adalah penyebab beberapa orang mengalami diabetes.

Kenalilah kondisi tubuh yang mengarah pada pre-diabetes dan diabetes sehingga perkembangannya bisa dikendalikan sejak awal. Menurunkan resiko diabetes akan sangat membantu menurunkan resiko penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, kehilangan pengelihatan, sakit ginjal sampai kerusakan syaraf.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/fakta-tentang-diabetes-yang-harus-dikenali-sebelum-menemukan-obat-diabetes-yang-tepat/

FAKTA TENTANG DIABETES YANG HARUS DIKENALI SEBELUM MENEMUKAN OBAT DIABETES YANG TEPAT

Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat diabetes seperti apa sebaiknya ketahui dahulu apa itu diabetes dan bagaimana menentukan obatnya. Diabetes adalah salah satu masalah kesehatan serius yang sampai sekarang masih belum ditemukan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan. Sementara itu jumlah pasien diabetes justru semakin meningkat seiring berjalannya waktu sehingga semakin meningkatkan kecemasan dunia tentang bahaya diabetes bagi setiap orang. Beberapa orang tidak menyadari dirinya memiliki diabetes sampai terlambat untuk segera diobati. Memang tidak benar-benar menyembuhkan namun ada obat diabetes yang membantu memudahkan kehidupan pasien diabetes dan memperlambat terjadinya komplikasi diabetes. Menurut data dari WHO sendiri diperkirakan akan ada kenaikan hingga 80 persen kasus diabetes pada tahun 2025 di beberapa negara berkembang. China sendiri memiliki jumlah pasien diabetes type 2 terbanyak di antara negara-negara lainnya.

Setiap menit ada 6 orang yang meninggal karena diabetes dan 12 orang menunjukan tanda-tanda mengalami diabetes. dan pada tahun 2010 sendiri terjada ada 1.9 juta kasus baru diabetes pada orang dewasa. Menyadari bahwa ada sangat banyak potensi seseorang mengidap diabetes

Ada beberapa fakta tentang diabetes tipe 1 dan 2 yang harus diketahui semua orang. Mengenali diabetes dan cara untuk mengobatinya bisa membantu semua orang untuk meminimalkan komplikasi dari diabetes itu sendiri.

 

Fakta tentang diabetes tipe 1

10% pasien diabetes yang ada saat ini adalah pasien diabetes tipe 1 dimana 1 dari 400 sampai 600 anak-anak adalah pasien diabetes tipe 1. Kenapa bisa begitu? Penyakit diabetes tipe 1 diturunkan secara genetik dari orangtua dengan diabetes ke anak-anaknya.

Tidak ada obat untuk pasien diabetes tipe 1 karena masalahnya terletak pada pankreas yang gagal menghasilkan insulin dengan jumlah cukup. Satu-satunya cara untuk membuat pasien diabetes tipe 1 tetap bisa beraktifitas normal adalah dengan menggunakan suntikan insulin.

Fakta tentang diabetes tipe 2

90% pasien dengan diabetes saat ini adalah pasien diabetes tipe 2 dengan 75% dari mereka adalah orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. Jika sepasang suami-istri sama-sama memiliki diabetes maka memiliki kemungkinan 50% anak mereka juga akan memiliki diabetes. Kenapa pasien diabetes jauh lebih banyak? Selain karena berasal dari genetik, diabetes tipe 2 juga bisa disebabkan oleh kurangnya aktifitas fisik, kelebihan berat badan serta usia.

Untuk diabetes tipe 2 sudah ada banyak obat yang beredar dan bisa didapatkan dengan mudah sesuai resep dokter, meski tidak benar-benar menyembuhkan tapi bisa membantu menjaga kondisi pasien diabetes. Pasien diabetes tipe 2 paling tidak harus mengubah gaya hidupnya dengan mengikuti diet dan berbagai aktifitas fisik yang dikombinasikan dengan obat sesuai resep dokter atau insulin.

Gejala diabetes

Nah, untuk mengenali apakah seseorang memiliki diabetes dan segera menemui dokter untuk memeriksakan diri, kenali dulu gejala-gejalanya, seperti:

  • Terlalu sering buang air kecil
  • Haus yang terus menerus
  • Rasa lapar yang meningkat
  • Kehilangan berat badan mendadak
  • Sakit kepala parah.

Dengan mengenali fakta-fakta ini dapat dilihat betapa berbahayanya diabetes karena dapat menyerang siapa saja dan terkadang bahwa tidak begitu disadari. Dengan menyadari seawal mungkin bisa membantu mencegah penyakit ini merusak tubuh lebih jauh.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/lindungi-ginjal-dengan-obat-diabetes/

KENALI BEDA HYPOGLIKEMIA DAN HYPERGLIKEMIA AGAR TIDAK SALAH OBAT DIABETES

Dua kondisi yang umum terjadi pada pasien diabetes dan harus segera mendapat obat yang tepat obat adalah hyperglikemia dan hypoglikemia. Mungkin dua istilah ini sudah cukup sering terdengar oleh mereka yang memiliki diabetes. Hyperglikemia dan hypoglikemia adalah kondisi ketika gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah yang terjadi pada pasien diabetes. Karena merupakan dua kondisi yang berbeda, obat untuk kedua kondisi ini juga berbeda dan bisa terjadi pada semua pasien diabetes. Sehingga penting untuk mengetahui perbedaan antara kedua kondisi ini agar pasien dengan diabetes tetap dapat menemukan obat yang tepat.

 

Hyperglikemia

Gejala pada pasien hyperglikemia atau gula darah tinggi biasanya bisa terlihat dalam beberapa jam hingga hitungan hari. Lalu apa sajakah gejala yang harus diperhatikan tersebut?

Meningkatkanya rasa haus dan keinginan untuk buang air kecil terus menerus mungkin bisa jadi tanda-tanda awal hyperglikemia. Tubuh juga mulai akan merasa lemah, muncul rasa sakit di bagian perut, kehilangan napsu makan, mual, muntah, serta sakit kepala. Kadang diikuti juga dengan napas yang terasa sulit dan berat. Jika diperiksa kondisinya bisa juga dalam urine seseorang yang mengalami hyperglikemia mengandung keton yang tinggi. Ketika menyadari tanda-tanda ini maka apa yang harus segera dilakukan?

Jika pasien diabetes masih dapat menelan sesuatu maka minumlah sesuatu yang tidak mengandung gula. Segera lakukan pengecekan gula darah dan urine jika perlu lalu segera hubungi dokter untuk pertolongan segera.

Biasanya kondisi hyperglikemia terjadi ketika pasien diabetes tidak mendapatkan insulin dengan cukup atau tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Terlalu banyak makan-makanan berat dan stress berat juga akan meningkatkan kadar gula darah, jadi hati-hatilah pada apa yang dimakan dan dipikirkan setiap hari untuk menjaga gula darah tetap stabil. Perhatikan juga kondisi kesehatan tubuh karena dapat meningkatkan kadar gula darah seperti infeksi, demam, dan sakit lainnya.

Hypoglikemia

Pasien diabetes memang diharapkan mengonsumsi obat untuk menurunkan kadar gula darah tapi terkadang obat diabetes justru membuat pasien mengalami penurunan gula darah berlebihan hingga berbahaya bagi tubuh. Gejala pada hypoglikemia biasanya terlihat dalam hitungan menit hingga jam. Apa saja gejala yang harus diperhatikan tersebut?

Beberapa gejala hypoglikemia hampir mirip dengan hyperglikemia tapi ada beberapa gejala berbeda yang bisa jadi pertanda bahwa pasien mengalami hypoglikemia. Orang yang mengalami gula darah rendah akan merasa: pusing, sakit kepala, badan yang gemetaran, jantung berdebar, pandangan kabur, dan merasa lapar. Dalam keadaan parah biasanya akan merasa sulit bangun dan terkadang muncul perubahan kepribadian seperti mudah tersinggung, mudah marah dan merasa tidak tenang.

Nah, jika gejala tersebut muncul lakukan beberapa pertolongan pertama seperti 2-3 buah tablet glukosa atau makanan apapun yang mengandung gula lalu cek kadar gulanya. Jangan memberi insulin terlebih dahulu atau obat diabetes lainnya. Lakukan hal tersebut sampai gula darah mulai pulih. Jika pasien tidak sadar jangan memasukan apapun lewat mulut dan beri glucagon sesuai anjuran yang tertera. Jika tidak ada perubahan maka segera hubungi dokter.

Hypoglikemia dapat terjadi akibat pasien menggunakan terlalu banyak insulin, tidak mengonsumsi makanan dengan cukup atau melewatkan waktu makan, dan olahraga berlebihan.

Karena kedua hal ini sering terjadi pada pasien diabetes ada baiknya untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh gejalanya, cara penanganannya serta penyebabnya. Hanya dengan cara ini pasien diabetes dapat terhindar dari kondisi berbahaya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/5-buah-terbaik-untuk-dijadikan-obat-diabetes-alami/

5 BUAH TERBAIK UNTUK DIJADIKAN OBAT DIABETES ALAMI

Banyak cara untuk mengonsumsi obat diabetes secara alami, salah satunya dengan menggunakan buah-buahan sebagai salah satu sumber pengobatannya. Ada banyak sebenarnya buah-buahan yang bisa digunakan sebagai obat diabetes, tapi ada 5 buah-buahan terbaik yang bisa dikonsumsi oleh pasien diabetes. Buah-buahan tersebut bisa sangat membantu pasien diabetes tidak hanya untuk menjaga agar gula darahnya tetap stabil tapi juga menyehatkan secara keseluruhan.

Pasien diabetes memang diharapkan untuk menerapkan gaya hidup sehat salah satunya dengan rutin mengonsumsi buah dan sayuran. Buah-buahan sangat bagus manfaatnya bukan hanya sebagai menu diet tapi juga sebagai salah satu obat diabetes berbahan alami. Buah-buahan bisa menjadi obat diabetes yang lebih aman bagi pasien diabetes karena hampir tidak adanya bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh dan semuanya berasal dari proses alami. Lalu apa sajakah buah-buahan tersebut?

 

Strawberry

Strawberry adalah salah satu bagian dari keluarga berry dan sudah diketahui bahwa hampir semua buah berry sangat bermanfaat untuk pasien diabetes terutama blueberry. Buah ini sendiri mengandung hanya 5 gram gula setiap 100 gram buahnya. Karena kandungan gulanya yang sedikit ini maka strawberry adalah pilihan terbaik untuk pasien diabetes. Strawberry biasanya dimakan sebagai tambahan dalam yogurt, tapi untuk dimakan biasa pun rasanya tetap enak.

Semangka

Mungkin kedengarannya aneh semangka menjadi buah terbaik untuk pasien diabetes mengingat buah ini sepertinya mengandung banyak gula. Tapi ternyata semangka hanya mengandung 6 gram gula setiap 100 gram buahnya. Kenapa bisa begitu? Ini karena semangka memiliki kandungan air yang tinggi yang tidak hanya membuat kandungan gulanya rendah tapi juga kalorinya terjaga tetap rendah. Semangka bisa menjadi obat diabetes alami karena merubah sumber lycopene terbaik. Lycopene adalah phytochemical yang bisa meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin, menurunkan gula darah, dan menurunkan resiko perkembangnya diabetes tipe 2.

Apel

Apel merupakan obat alami untuk hampir semua jenis penyakit, termasuk diabetes. Sebutir apel biasanya mengandung 10 gram gula per 100 gram buahnya. Nah, manfaat apel sebagai obat diabetes alami ini hampir sama dengan manfaat blueberry dan anggur untuk mengurangi resiko diabetes tipe 2. Keunggulan lainnya adalah apel juga mengurangi resiko stroke, salah satu kemungkinan komplikasi dari diabetes tipe 2.

Anggur

Anggur mengandung 16 gram gula setiap 100 gram buahnya. Meskipun ternyata kandungan gulanya cukup tinggi, anggur memiliki kemampuan untuk menurunkan 12% resiko penyakit diabetes tipe 2 untuk mereka yang sering memakan buah anggur.

Alpukat

Buah alpukat adalah pilihan yang cukup sering disebut sebagai buah terbaik untuk pasien diabetes tipe 2. Kenapa? Karena alpukat tidak mengandung gula sama seali dan sebaliknya justru mengandung 7 gram serat setiap 100 gram buahnya. Dalam alpukat juga terkandung monosaturated fat yang secara tidak langsung dapat memperbaiki sensitifitas tubuh terhadap insulin. Tentu ini jadi kabar baik bagi pasien diabetes yang suka menikmati buah.

Mencari obat diabetes alami sebenarnya tidak terlalu sulit, salah satunya bisa ditemukan dalam buah-buahan ini. Tapi ingat untuk selalu memakannya dalam keadaan utuh bukan dijus untuk membuat nutrisinya bertahan lebih lama.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jadwal-yang-tepat-untuk-pergi-ke-dokter-dan-konsultasi-tentang-obat-diabetes/