Diabetes

KENALI BEDA HYPOGLIKEMIA DAN HYPERGLIKEMIA AGAR TIDAK SALAH OBAT DIABETES

obat diabetes

Dua kondisi yang umum terjadi pada pasien diabetes dan harus segera mendapat obat yang tepat obat adalah hyperglikemia dan hypoglikemia. Mungkin dua istilah ini sudah cukup sering terdengar oleh mereka yang memiliki diabetes. Hyperglikemia dan hypoglikemia adalah kondisi ketika gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah yang terjadi pada pasien diabetes. Karena merupakan dua kondisi yang berbeda, obat untuk kedua kondisi ini juga berbeda dan bisa terjadi pada semua pasien diabetes. Sehingga penting untuk mengetahui perbedaan antara kedua kondisi ini agar pasien dengan diabetes tetap dapat menemukan obat yang tepat.

 

Hyperglikemia

Gejala pada pasien hyperglikemia atau gula darah tinggi biasanya bisa terlihat dalam beberapa jam hingga hitungan hari. Lalu apa sajakah gejala yang harus diperhatikan tersebut?

Meningkatkanya rasa haus dan keinginan untuk buang air kecil terus menerus mungkin bisa jadi tanda-tanda awal hyperglikemia. Tubuh juga mulai akan merasa lemah, muncul rasa sakit di bagian perut, kehilangan napsu makan, mual, muntah, serta sakit kepala. Kadang diikuti juga dengan napas yang terasa sulit dan berat. Jika diperiksa kondisinya bisa juga dalam urine seseorang yang mengalami hyperglikemia mengandung keton yang tinggi. Ketika menyadari tanda-tanda ini maka apa yang harus segera dilakukan?

Jika pasien diabetes masih dapat menelan sesuatu maka minumlah sesuatu yang tidak mengandung gula. Segera lakukan pengecekan gula darah dan urine jika perlu lalu segera hubungi dokter untuk pertolongan segera.

Biasanya kondisi hyperglikemia terjadi ketika pasien diabetes tidak mendapatkan insulin dengan cukup atau tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Terlalu banyak makan-makanan berat dan stress berat juga akan meningkatkan kadar gula darah, jadi hati-hatilah pada apa yang dimakan dan dipikirkan setiap hari untuk menjaga gula darah tetap stabil. Perhatikan juga kondisi kesehatan tubuh karena dapat meningkatkan kadar gula darah seperti infeksi, demam, dan sakit lainnya.

Hypoglikemia

Pasien diabetes memang diharapkan mengonsumsi obat untuk menurunkan kadar gula darah tapi terkadang obat diabetes justru membuat pasien mengalami penurunan gula darah berlebihan hingga berbahaya bagi tubuh. Gejala pada hypoglikemia biasanya terlihat dalam hitungan menit hingga jam. Apa saja gejala yang harus diperhatikan tersebut?

Beberapa gejala hypoglikemia hampir mirip dengan hyperglikemia tapi ada beberapa gejala berbeda yang bisa jadi pertanda bahwa pasien mengalami hypoglikemia. Orang yang mengalami gula darah rendah akan merasa: pusing, sakit kepala, badan yang gemetaran, jantung berdebar, pandangan kabur, dan merasa lapar. Dalam keadaan parah biasanya akan merasa sulit bangun dan terkadang muncul perubahan kepribadian seperti mudah tersinggung, mudah marah dan merasa tidak tenang.

Nah, jika gejala tersebut muncul lakukan beberapa pertolongan pertama seperti 2-3 buah tablet glukosa atau makanan apapun yang mengandung gula lalu cek kadar gulanya. Jangan memberi insulin terlebih dahulu atau obat diabetes lainnya. Lakukan hal tersebut sampai gula darah mulai pulih. Jika pasien tidak sadar jangan memasukan apapun lewat mulut dan beri glucagon sesuai anjuran yang tertera. Jika tidak ada perubahan maka segera hubungi dokter.

Hypoglikemia dapat terjadi akibat pasien menggunakan terlalu banyak insulin, tidak mengonsumsi makanan dengan cukup atau melewatkan waktu makan, dan olahraga berlebihan.

Karena kedua hal ini sering terjadi pada pasien diabetes ada baiknya untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh gejalanya, cara penanganannya serta penyebabnya. Hanya dengan cara ini pasien diabetes dapat terhindar dari kondisi berbahaya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/5-buah-terbaik-untuk-dijadikan-obat-diabetes-alami/