Diabetes

MENGENAL APA ITU HBA1C DAN KAITANNYA DENGAN OBAT DIABETES

Untuk menentukan jenis dan dosis obat diabetes yang harus digunakan, pasien diabetes harus lebih dulu melakukan tes untuk melihat kadar HbA1c dari pasien. Lalu apakah itu HbA1c dan bagaimana kaitannya dengan obat bagi pasien diabetes? Apakah pengaruhnya besar bagi pasien diabetes? Untuk tahu lebih jelasnya tentang apa itu HbA1c, penjelasannya akan dibahas sedikit pada artikel ini.

 

HbA1c

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa, maka glukosa akan menempel pada hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah. Sel darah merah biasanya hidup selama 8-12 minggu, jadi rata-rata tes HbA1c dilakukan di waktu-waktu tersebut. Untuk apakah hasil tes tersebut?

Hasil dari penghitungan HbA1c ini akan menunjukan pada dokter kondisi glukosa darah pasien selama 3 bulan terakhir. Sedangkan tes untuk menghitung kadar glukosa dalam darah biasanya hanya menghitung kadar gula darah pada saat tes dilakukan. Nah, coba lihat daftar berikut untuk mengecek hasil tes HbA1c (%):

  • 4.0 – 5.5 adalah kadar HbA1c yang normal dimiliki seseorang dan memang seharusnya kadar glukosa darah seseorang adalah pada kisaran ini.
  • 5.1 – 6.0 masih dapat dikategorikan aman, namun sudah seharusnya diwaspadai. Pada level ini jika seseorang tidak segera memperbaiki gaya hidupnya maka dapat lebih membahayakan hidupnya.
  • 6.1 – 7.0 adalah hasil HbA1c yang menempatkan seseorang berada pada resiko terkena berbagai komplikasi yang berbahaya.
  • 7.1 – 8.4 adalah kondisi yang membuat seseorang dalam keadaan cukup berbahaya karena akan mulai bermunculan berbagai komplikasi yang mengancam kesehatan. Tentu saja pada tahap ini kondisi kesehatan pasien diabetes sudah semakin mengkhawatirkan.
  • 8.5 – 10.4 adalah kondisi yang berbahaya karena akan mengakibatkan beberapa organ dalam gagal menjalankan tugasnya secara normal.
  • 10.5 lebih maka pasien diabetes dalam bahaya.

Dokter diabetes akan meminta pasien melakukan tes HbA1c beberapa kali untuk melihat bagaimana pengaruh obat diabetes terhadap kondisi glukosa dalam darah setelah dikonsumsi rutin. Maka ketika dokter membuat perubahan pada resep obat diabetes yang diberikan atau metode pengobatan yang diterapkan, pasien diabetes akan diminta melakukan tes HbA1c lebih sering. Dokter harus memantau kondisi kesehatan pasien secara rutin dan memastikan bahwa obat diabetes yang diberikan memberikan dampak positif. Jika ternyata tidak terdapat perubahan kearah yang lebih baik, maka dokter harus segera mengganti obat diabetes yang diberikan. Setiap pasien diabetes diberikan target HbA1c yang harus dicapai sesuai dengan kondisi masing-masing pasien dan obat diabetes yang diberikan. Target ini yang harus dipenuhi pasien untuk memastikan apakah obat diabetes tersebut membawa perbaikan atau tidak.

Jadi secara sekilas HbA1c adalah indikator yang menunjukan kontrol terhadap pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mereka-yang-beresiko-diabetes-dan-cara-menurunkan-resikonya-tanpa-obat/