YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

JADWAL YANG TEPAT UNTUK PERGI KE DOKTER DAN KONSULTASI TENTANG OBAT DIABETES

Pasien diabetes perlu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter tentang apapun mulai dari dosis obat yang digunakan, metode diet yang sesuai dan aktifitas fisik yang harus dijalankan. Sebenarnya ada banyak sekali hal penting yang harus diketahui baik dokter ataupun pasien tentang kondisi kesehatannya. Untuk menjaga kondisi kesehatannya, pasien diabetes memang disarankan untuk rutin pergi ke dokter. Terkadang laporan hasil dari pemeriksaan rutin akan menentukan apakah dosis obat diabetes perlu disesuaikan kembali, apakah diet yang diberlakukan sudah tepat dan masih banyak lagi penyesuaian lain yang bisa dilakukan setelah pemeriksaan. Pemeriksaan rutin juga bisa membantu mendeteksi berbagai kemungkinan komplikasi dan membantu menemukan pencegahannya sejak dini. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi dokter bagi pasien diabetes, untuk mengonsultasikan berbagai hasil metode pengobatan atau obat untuk mengatasi diabetes.

 

Setiap 3 bulan sekali

Jadwal yang paling pasti adalah setiap 3 bulan sekali pasien diabetes harus melakukan kunjungan rutin ke dokter terutama untuk mereka yang tercatat memiliki kadar gula darah tinggi. Pasien diabetes yang memiliki kadar gula darah tinggi sebaiknya pergi ke dokter setiap 3 bulan sekali untuk melakukan tes A1c.

Pada kunjungan rutin setiap 3 bulan sekali lakukan pula pengecekan tekanan darah, berat badan dan kondisi kaki. Beberapa metode pengobatan atau obat diabetes yang telah diresepkan sebelumnya juga bisa dikonsultasikan jika ada perubahan pada hasil tes A1c, tekanan darah dan berat badan. Laporkan juga kondisi kesehatan selama ini, entah baik atau buruk karena itu bisa mempengaruhi dokter mengambil keputusan untuk memberikan obat selanjutnya atau memberi saran tentang metode pengobatan yang bisa membantu.

Setiap 6 bulan sekali

Untuk pasien diabetes dengan glukosa darah termasuk bagus atau tidak terlalu tinggi maka cukup melakukan tes A1c setiap 6 bulan sekali.

Setiap 6 bulan sekali juga waktu yang tepat untuk pergi ke dokter gigi dan melakukan pemeriksaan pada gigi serta gusi. Gigi dan gusi pada pasien diabetes juga penting untuk diperiksa secara rutin karena menumpuknya kotoran atau luka pada bagian mulut akan mengakibatkan infeksi yang lebih parah mengingat pasien diabetes tidak bisa menyembuhkan luka dengan cepat.

Tahunan

Nah, untuk konsultasi tahunan biasanya adalah check-up yang lebih besar seperti physical check-up, pemeriksaan kaki secara menyeluruh, check-up kolesterol dan lemak tubuh lainnya, dan tes pada ginjal. Pergi juga ke dokter mata untuk pemeriksaan kondisi kesehatan mata karena mata adalah salah satu bagian yang akan terkena komplikasi akibat diabetes. Pada saat ini juga berbagai metode pengobatan dan obat diabetes yang diberikan bisa lebih terlihat hasilnya apakah membawa perubahan atau tidak.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/selain-obat-ini-mineral-penting-yang-dibutuhkan-pasien-diabetes/

SELAIN OBAT INI MINERAL PENTING YANG DIBUTUHKAN PASIEN DIABETES

Memang obat diabetes bisa sangat membantu dalam mengatasi berbagai masalah akibat kadar gula darah yang tinggi, tapi terkadang pasien lupa bahwa tubuhnya butuh lebih dari sekedar obat diabetes. Ada beberapa mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk terutama mereka yang memiliki diabetes. Tanpa disadari mineral-mineral ini bisa membawa perubahan besar pada pasien diabetes selain dengan konsumsi obat secara rutin. Apa sajakah mineral penting tersebut?

 

Chromium

Yang pertama adalah chromium. Apa kegunaan chromium bagi pasien diabetes? Chromium bagi pasien diabetes dapat meningkatkan efek insulin pada tubuh. Dengan cukupnya asupan chromium dalam tubuh juga mencegah pasien diabetes mencari gula terlalu sering.

Untuk memenuhi kebutuhan chromium bisa berasal dari brokoli, jagung, oats dan kuning telur.

Magnesium

Pasien diabetes sangat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan magnesium-nya secara cukup. Kenapa dengan magnesium? Magnesium penting untuk membantu mengelola gula darah menjadi lebih stabil dan meningkatkan receptor insulin berfungsi lebih baik.

Magnesium bisa berasal dari bayam, alpukat, yogurt dan pumpkin seed.

Zinc

Beberapa pasien diabetes mungkin sering mengalami kekurangan zinc tetapi sehingga tidak memiliki pertahanan yang kuat terhadap serangan dari luar. Pasien diabetes butuh asupan zinc yang banyak karena dapat melindungi jantung dari berbagai kerusakan termasuk komplikasi diabetes.

Zinc biasanya ditemukan dalam daging merah, daging ayam, bayam, asparagus, jamur shiitake, biji-bijian, kacang-kacangan, dan kerang.

Vanadium

Vanadium penting untuk pasien diabetes karena mempengaruhi glukosa darah dan akan mengurangi kebutuhan tubuh terhadap insulin sehingga tubuh dapat beradaptasi dengan insulin secukupnya.

Selenium

Nah, untuk selenium sendiri sebenarnya kebutuhannya tidak hanya pada pasien diabetes tapi juga pra-diabetes. Dengan kebutuhan selenium yang cukup maka resiko diabetes bisa diturunkan pada mereka yang memasukan selenium dalam menu dietnya.

Kalsium

Kalsium adalah salah satu mineral yang cukup mudah ditemukan dari makanan sehari-hari dan ternyata ini adalah salah satu mineral penting untuk pasien diabetes. dengan memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari dan mengombinasikan dengan vitamin D, resiko penyakit diabetes bisa diturunkan sampai 33%. Jumlah yang cukup besar mengingat diabetes biasa terjadi karena kesalahan gaya hidup.

Obat diabetes memang selalu diperlukan oleh pasien diabetes, tapi bukan berarti mengabaikan asupan makanan yang mengandung mineral penting seperti disebutkan sebelumnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jika-tidak-segera-mendapatkan-obat-ini-efek-dari-diabetes-bagi-tubuh/

JIKA TIDAK SEGERA MENDAPATKAN OBAT, INI EFEK DARI DIABETES BAGI TUBUH

Sebagai salah satu penyakit yang sangat berbahaya, diabetes harus segera mendapat obat yang sesuai dengan resep dokter. Saat ini berbagai macam obat diabetes lebih mudah ditemukan dan tentu saja manfaatnya juga jauh lebih berlimpah. Obat diabetes tidak hanya dikhususkan untuk mengendalikan gula darah semata, tapi juga membantu menjaga kondisi tubuh dan mencegah terjadinya komplikasi. Diabetes adalah penyakit yang bisa memicu berbagai komplikasi berbahaya yang berujung pada kematian. Mengikuti aturan dokter tentang obat, diet, dan aktifitas fisik penting untuk pasien diabetes menghindari komplikasi. Komplikasi seperti apakah yang bisa berbahaya untuk pasien diabetes? Berikut ini adalah penjelasannya secara singkat.

 

Stroke

Pasien diabetes memiliki resiko terkena stroke empat kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang hidup tanpa diabetes.

Kehilangan kesadaran

Tanpa obat dan metode pengobatan yang tepat diabetes ketoacidosis akan menyebabkan pasien kehilangan kesadaran secara mendadak.

Gangguan pengelihatan, katarak, dan glaucoma

Kerusakan pada pembuluh darah pada mata akan menyebabkan berbagai gangguan pengelihatan seperti pengelihatan yang mulai terasa kabur. Jika tidak segera diatasi gangguan mata dapat berakhir dengan kebutaan.

Selain gangguan mata seperti mata kabur, diabetes juga bisa menyebabkan katarak serta glaucoma. Kemungkinan ini berkali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki diabetes sebelumnya.

Infeksi

Diabetes akan meningkatkan resiko seseorang terserang berbagai macam infeksi akibat bakteri, jamur, dan kuman yang berasal darimana saja. Dan kaki adalah bagian yang memiliki resiko paling besar di antara semua bagian anggota tubuh lainnya.

Penyakit jantung

Tekanan darah tinggi dan rusaknya pembuluh darah akan menambah beban kerja pada jantung yang sebelumnya normal, membuat resiko berbagai penyakit berhubungan dengan jantung juga semakin meningkat.

Nafas yang beraroma manis

Sebenarnya ini bukan resiko dari penyakit diabetes, tapi salah satu gejala yang patut diwaspadai karena nafas yang beraroma manis adalah pertanda tubuh mengandung keton terlalu tinggi. Salah satu komplikasi paling serius dari diabetes adalah diabetes ketoacidosis.

Malfungsi pankreas

Pankreas akan berhenti berfungsi atau berfungsi dengan sangat buruk pada pasien diabetes menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin atau memproduksi insulin dalam jumlah sedikit, yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Kerusakan syaraf dan pembuluh darah

Terlalu banyak glukosa yang menumpuk dalam sistem akan menyebabkan terhambatnya aliran darah. Akibat aliran darah yang terhambat ini seiring berjalannya waktu akan menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak. Perokok dengan diabetes berada di resiko yang lebih rawan lagi.

Sementara kerusakan syaraf pada pasien diabetes biasanya lebih terasa seperti rasa sakit, ngilu atau malah mati rasa. Yang berbahaya adalah kerusakan syaraf ini bisa mengakibatkan kekeliruan pada syaraf ketika menerima rangsangan panas, dingin, dan rasa sakit sehingga semakin meningkatkan resiko untuk terluka.

Masalah pada kaki

Diabetes akan meningkatkan resiko munculnya callusel, infeksi dan berbagai luka lainnya pada bagian kaki. Hal ini mungkin terjadi ketika syaraf perasa pada kaki mengalami kerusakaan akibat gula darah tinggi serta berkurangnya aliran darah ke kaki.

Kulit kering dan pecah-pecah

Gula darah yang tidak terkontrol akan mengakibatkan tubuh kehilangan cairan dengan sangat cepat. Salah satu bagian yang terdampak adalah kulit yang akan menjadi lebih rapuh, mudah pecah dan kering terutama di bagian kaki.

Ketoacidosis

Hasil dari kurangnya insulin adalah tubuh akan menggunakan hormone lain untuk mengubah lemak menjadi energi. Proses mengubah lemak jadi energi ini yang menjadikan tubuh mengandung asam racun tinggi bernama keton. Memiliki banyak keton dalam tubuh sangat membahayakan nyawa. Maka ketoacidosis adalah resiko diabetes paling berbahaya yang jika tidak segera mendapat obat dapat berakhir pada kematian.

Obat diabetes hanya satu dari sekian banyak cara untuk mengatasi diabetes. Namun tanpa obat diabetes yang sesuai resep dokter, penyakit diabetes bisa menjadi kondisi yang membahayakan nyawa.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-herbal-dan-alami-yang-lebih-aman-dari-metformin/

OBAT DIABETES HERBAL DAN ALAMI YANG LEBIH AMAN DARI METFORMIN

Menggunakan metformin sebagai obat diabetes bukan hal yang salah memang mengingat metformin memiliki banyak manfaat untuk pasien diabetes. Tetapi sering mengonsumsi metformin yang mengandung bahan kimia bisa jadi beresiko untuk kesehatan jangka panjang. Metformin juga memiliki beberapa efek samping yang membuat tubuh merasa tidak nyaman.

Nah, sebenarnya ada cara kain yang bisa membantu menggantikan metformin sebagai obat diabetes. Ada beberapa pilihan obat diabetes herbal yang lebih aman dan menyehatkan serta berbagai bentuk aktifitas yang membantu mengendalikan kadar gula darah. Meskipun prosesnya lama dan tidak secepat metformin, tetapi cara ini bisa dipilih sebagai alternative untuk pasien diabetes yang ingin mengurangi obat berbahan kimia.

 

Cuka apel

Salah satu obat diabetes yang banyak disarankan adalah konsumsi cuka apel. Cara mengonsumsinya juga terbilang mudah: satu dua sendok cuka apel dilarutkan dalam segelas air dan diminum sebelum makan. Zat asam yang terkandung dalam cuka akan menghalangi enzim yang tugasnya mencerna tepung dalam karbohidrat. Maka dengan mengonsumsi cuka apel sebelum makan tubuh tidak akan mencerna tepung dan mengubahnya menjadi gula sehingga glukosa akan tetap terjaga pada level rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Diabetes Research and Clinical Practice menyebutkan bahwa konsumsi cuka apel sebelum makan dapat mengurangi glukosa setelah makan dan kadar insulin.

Suplemen pare

Pare yang dikemas dalam bentuk suplemen saat ini telah banyak beredar dan ternyata merupakan salah satu bentuk obat diabetes yang cukup terkenal. Pare sendiri mengandung anti-diabetes alami berupa charantin, polypeptide-p, dan vicine yang akan membantu mengontrol gula darah tetap stabil sekaligus tekanan darah dalam tubuh.

Kunyit

Obat diabetes herbal yang paling banyak disarankan adalah kunyit, selain karena memang manfaatnya sangat tinggi untuk pasien diabetes, kunyit sudah sangat umum digunakan di Indonesia dan bisa digunakan untuk apa saja. Kunyit sendiri mengandung begitu banyak nutrisi yang bisa memperbaiki berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan diabetes salah satunya adalah curcuminoid. Curcuminoid dapat mengurangi kolesterol jahat sekaligus menurunkan resiko penyakit kardiovaskular pada orang-orang dengan diabetes tipe 2 dan mereka yang memiliki lipid buruk.

Beberapa penelitian lanjut juga membuktikan bahwa kunyit memiliki manfaat untuk menurunkan efek glukosa, meningkatkan fungsi sel beta, dan memperbaiki oksidasi asam lemak dalam tubuh. Sebenarnya untuk membahas manfaat kunyit sebagai obat diabetes ada banyak sekali dan tentunya aman karena berasal dari bahan herbal alami.

Olahraga

Sudah barang tentu memperbaiki kondisi pasien diabetes tanpa obat harus diimbangi dengan olahraga teratur. Ternyata olahraga rutin dalam bentuk gabungan HIIT (high-intensity interval training) dan strength training bisa sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan pasien diabetes. Latihan cardio juga terbukti akan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin jika dilakukan secara rutin. Tapi jangan lupa aktifitas fisik kecil-kecilan setelah makan juga tetap dilakukan untuk mengurangi efek kenaikan gula darah setelah makan.

Ini adalah beberapa contoh hal baik yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek gula darah tinggi selain dengan obat diabetes metformin.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-oral-yang-perlu-dikenali/

OBAT DIABETES ORAL YANG PERLU DIKENALI

Sebagai pasien diabetes ada begitu banyak pilihan obat yang bisa ditemukan saat ini, baik itu herbal atau obat dalam bentuk bahan kimia. Obat untuk diabetes ada juga yang dikonsumsi melalui mulut atau oral dan obat yang digunakan dengan cara dimasukan ke tubuh tetapi tidak melalui mulut. Nah, kali ini artikel ini akan membahas tentang berbagai macam obat diabetes yang dikonsumsi melalui mulut atau oral beserta kegunaannya bagi pasien diabetes.

Sitagliptin

Sitagliptin adalah obat yang digunakan oleh pasien diabetes tipe 2. Apa kegunaannya? Sitagliptin berfungsi untuk menaikan kadar beberapa hormone dalam tubuh yang kemudian akan menaikan jumlah pelepasan insulin dari pankreas. Selain itu sitagliptin juga akan menurunkan kadar glukosa setelah makan yang biasanya mendadak melonjak.

Namun tentu saja obat ini memiliki efek samping yaitu: menaikan sistem pernapasan serta menyebabkan perasaan tidak nyaman pada perut.

Metformin

Obat diabetes yang satu ini berfungsi untuk meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin. Namun efek sampingnya adalah metformin bisa menyebabkan pasien merasa mual dan mengakibatkan diare.

Sitagliptin dan metformin

Nah, ternyata dua obat diabetes sebelum ini bisa digabungkan menjadi satu dan biasanya dikonsumsi oleh pasien diabetes tipe 2. Lalu apa manfaatnya ketika dua obat ini digabungkan? Yang pertama jelas akan membantu pankreas mengeluarkan insulin dengan normal. Manfaat kedua adalah menjadikan tubuh lebih sensitive terhadap insulin yang dikeluarkan pankreas.

Tentu saja gabungan dua obat ini juga akan memberi efek samping yang lebih banyak seperti: diare, perut terasa kembung, dan naiknya sistem pernapasan.

Sulfonylureas

Obat ini akan menstimulasi pakreas agar menghasilkan insulin dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan insulin dalam tubuh sekaligus menurunkan kadar gula darah sebelum dan setelah makan besar. Karena fungsinya untuk menurukan kadar gula darah sebelum makan, efek samping dari sulfonylureas adalah dapat menyebabkan hypoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah pada pasien diabetes.

Selain sulfonylureas, ada obat lain yang juga berefek menyebabkan pasien diabetes mengalami hypoglikemia yaitu Glinides. Glinides berfungsi mendurung pakreas mengeluarkan insulin setelah makan dan memperbaiki kadar glukosa setelah makan.

Sebenarnya ada cukup banyak pilihan yang bisa digunakan secara oral oleh pasien diabetes, ini adalah beberapa contohnya. Tetapi sebelum digunakan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli untuk menentukan pilihan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/hypoglikemia-bisa-berbahaya-untuk-pasien-diabetes-yang-mengonsumsi-obat/

HYPOGLIKEMIA BISA BERBAHAYA UNTUK PASIEN DIABETES YANG MENGONSUMSI OBAT

Siapa sangka rutin mengonsumsi obat diabetes dan melakukan berbagai metode pengobatan untuk mengendalikan gula darah bisa berakibat pada kondisi hypoglikemia. Apa itu?

Hypoglikemia adalah kondisi ketika gula darah pasien diabetes ternyata terlalu rendah. Meski biasanya pasien diabetes memiliki kadar glukosa darah tinggi dan harus diturunkan, tapi berada dalam kondisi ketika gula darah terlalu rendah juga akan membahayakan pasien. Apa yang menyebabkan kondisi tersebut?

Pasien diabetes dapat mengalami hypoglikemia ketika mengonsumsi makanan terlalu sedikit atau malah melewati waktu makan yang sudah ditentukan. Melewatkan waktu makan tidak hanya dapat menurunkan kadar gula darah tapi juga membuat pasien diabetes mengonsumsi makanan berlebihan di waktu makan berikutnya yang akan menyebabkan lonjakan gula darah terjadi lagi.

Selain melewatkan waktu makan atau makan terlalu sedikit, terlalu banyak menggunakan insulin atau obat diabetes yang bisa menurunkan kadar gula darah juga salah satu sebab hypoglikemia. Jadi jangan mengonsumsi obat diabetes apapun tanpa resep dari dokter karena salah-salah dapat membuat keadaan semakin memburuk.

Lalu apa yang akan terjadi ketika gula darah terlalu rendah? Jika tidak segera ditangani maka pasien diabetes dapat kehilangan kesadarannya secara mendadak. Nah, sebelum itu terjadi sebaiknya kenali dulu gejala-gejala hypoglikemia dan lakukan penanganan segera.

 

Gejala hypoglikemia

Hypoglikemia memiliki gejala yang mudah dikenali tapi mungkin akan terlihat membingungkan antara gejala hypoglikemia dengan hyperglikemia. Agar tidak salah mengenali apakah ini gejala hyperglikemia atau hypoglikemia, maka pasien diabetes harus selalu melakukan pengecekan kadar gula darah jika gejala semacam ini muncul. Apa sajakah gejaka hypoglikemia?

Pertama tubuh akan terasa gemetaran, jantung berdebar lebih kencang, muncul keringat berlebihan dan pusing yang sangat. Pasien diabetes juga akan merasa cemas berlebihan, mudah tersinggung, dan merasa lapar berlebihan. Secara fisik pasien diabetes yang mengalami hypoglikemia akan merasa demam, pandangannya kabur serta sakit kepala. Nah, jika gejala-gejala ini muncul segera cari pertolongan pertama untuk mengatasi hypoglikemia.

Pertolongan pertama pada hypoglikemia

Untuk pertolongan pertama pada pasien diabetes yang mengalami hypoglikemia tidak dengan obat diabetes tetapi dengan sesuatu yang manis-manis.

Tapi yang harus dilakukan lebih dulu adalah mengecek kadar gula darah untuk memastikan apakah ini hypoglikemia atau hyperglikemia. Setelah mengetahui kondisi yang sebenarnya langkah selanjutnya adalah dengan mengambil 3 sampai 4 butir tablet glukosa atau 3 sampai 5 butir permen yang mengandung banyak gula. Permen biasanya yang paling mudah untuk dikunyah, namun jika tidak bisa menemukan permen bisa diganti dengan jus buah atau soda.

Setelah menerima pertolongan pertama, tunggu kira-kira 15 menit sebelum kemudian memeriksa kembali kadar gula darah, jika ternyata gula darah masih rendah lakukan lagi seperti sebelumnya, makan permen, glukosa tablet atau minum jus. Jika gejala-gejalanya masih belum juga menghilang, maka segera hubungi dokter atau pelayanan kesehatan lain. Karena jika pertolongan pertama tidak berhasil berarti ada kondisi khusus yang mungkin justru membahayakan kondisi pasien. Jangan mengonsumsi obat apapun tanpa persetujuan dari dokter khusus diabetes atau ahli diabetes lainnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-diabetes-dari-gejala-komplikasi-sampai-pencegahannya-sebelum-obat/