YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

KOMPLIKASI DIABETES DAN MENJAGA KESEHATAN MATA

Komplikasi diabetes bisa terjadi pada organ tubuh mana saja tidak terkecuali menyerang area mata. Diabetes banyak memberi dampak pada mata termasuk kemungkinan komplikasi. Kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan berbagai masalah pada mata, mulai dari gangguan yang menimbulkan ketidaknyamanan hingga masalah kerusakan mata permanen. Untuk lebih jelasnya akan sedikit dibahas dalam artikel ini.

 

Masalah mata akibat komplikasi diabetes

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa komplikasi diabetes pada mata bisa dalam bentuk gangguan pada pandangan sampai kerusakan mata permanen. Sebaiknya mulai berhati-hati bagi pasien diabetes yang mulai merasakan gangguan pada matanya, karena bisa jadi itu adalah gejala awal kerusakan mata permanen.

Seperti apa gangguan pengelihatan yang biasanya dialami pasien diabetes?

Pertama pasien diabetes akan sering mengalami pandangan yang mulai kabur dan sulit fokus.

Kedua adalah ketika pandangan mulai terasa berkabut, rasanya seperti melihat sesuatu dari permukaan jendela yang kotor. Ini biasanya kemudian mengarah pada kemungkinan katarak. Katarak memang bisa jadi salah satu resiko komplikasi penyakit diabetes.

Selanjutnya terdapat peningkatan tekanan pada mata, mata terasa lebih berat dan sakit ketika melihat jauh. Peningkatan tekanan pada mata ini tidak hanya mengganggu pengelihatan tetapi juga menggangu kenyamanan sehari-hari, jadi sebaiknya ini bisa menjadi alarm yang menyadarkan bahwa kondisi mata sedang tidak baik-baik.

Perlahan pasien diabetes juga akan mulai kehilangan pengelihatannya. Kondisi ini sudah benar-benar serius dan jika tidak segera dikonsultasikan dengan dokter bisa jadi kerusakan mata permanen.

Menghindari komplikasi mata

Tentu saja kondisi ini dapat dicegah dari jauh-jauh hari, karena mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Begini yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mata:

  • Selalu lakukan pengecekan mata ke dokter mata setidaknya setahun sekali. Memantau kondisi mata, mengobati yang masih bisa ditangani dan mendeteksi masalah pengelihatan sebelum benar-benar parah.
  • Kendalikan tekanan darah. Iya, tekanan darah juga sangat penting untuk dijaga. Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan tekanan pada pembuluh darah mata dan meningkatkan resiko pecahnya pembuluh darah.
  • Jaga agar gula darah juga tetap terkontrol dan dalam batas normal. Gula darah tinggi menyebabkan pembuluh darah mata membengkak dan bocor di sekitar retina. Ini yang akan mengganggu pengelihatan pasien diabetes.

Segera hubungi dokter atau klinik terdekat saat merasakan perubahan mendadak pada pengelihatan atau rasa tidak nyaman yang mengganggu.

Pengecekan mata secara teratur dan menjaga kondisi gula darah tetap normal jadi cara terbaik untuk mencegah masalah komplikasi mata akibat diabetes.

 

Baca juga: TIDUR BAGI PASIEN DIABETES, APAKAH ADA HUBUNGANNYA?

TIDUR BAGI PASIEN DIABETES, APAKAH ADA HUBUNGANNYA?

Tidur adalah hal yang disukai semua orang dan ternyata berhubungan juga dengan kondisi kesehatan pasien diabetes. Pasien dengan diabetes rata-rata memiliki masalah gangguan tidur sehingga tidak mendapat tidur cukup yang berkualitas. Padahal tidur yang cukup dan tentu saja tidak terbangun-bangun adalah salah satu cara menjaga gula darah tetap stabil. Tubuh yang kurang istirahat sangat rentan mengalami ketidakseimbangan hormon, mudah stress, mudah lapar dan mudah lelah. Rasa lelah dan lapar ini bisa sangat mempengaruhi naik turunnya gula darah, jadi penting sekali bagi pasien diabetes mendapat tidur cukup.

Sayangnya, pasien diabetes cenderung sulit mendapatkan waktu tidur yang cukup karena seringnya terbangun di tengah malam untuk buang air kecil. Sering merasa haus juga jadi salah satu penyebab seseorang sering kekurangan tidur yang berkualitas.

 

Gangguan tidur lain

Selain terbangun di malam hari ada juga beberapa masalah lain yang berhubungan dengan tidur bagi pasien diabetes. Ada sleep apnea atau nafas yang berhenti tiba-tiba namun kemudian normal kembali. Kondisi ini akan membuat tidur jadi pendek hingga membangunkan seseorang dari tidurnya. Pasien jadi tidak dapat tidur dengan nyenyak dan nyaman.

Pasien diabetes sering mengalami insomnia yaitu sulit tertidur, tidur yang tidak nyenyak, atau tidur dalam waktu lama. Istirahat jadi berkurang dan justru membuat tubuh lelah karena seringnya terbangun tiba-tiba. Kondisi lain yang bisa mengganggu adalah kondisi kaki yang sering tiba-tiba sakit atau merasa kesemutan. Beberapa orang sering terbangun dari tidurnya karena rasa sakit pada kaki yang mengejutkan atau membuat tubuh tidak nyaman. Itulah kenapa pasien diabetes sering sekali kekurangan tidur.

Apa yang harus dilakukan pasien diabetes?

Ada beberapa tips agar memperoleh tidur lama dan berkualitas bagi pasien diabetes.

Tips pertama adalah dengan membangun kebiasaan baru yaitu bangun dan tidur di waktu yang sama setiap hari. Ini untuk memberi tubuh jadwal yang konstan dan tubuh memiliki jam biologisnya sendiri.

Selalu lakukan olahraga 30 menit setiap hari. Dengan rutin berolahraga gula darah jadi lebih terkendali. Gula darah yang tidak terkendali adalah salah satu penyebab metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik, sering merasa haus, sering buang air kecil dan kaki yang sering kesemutan, serta hal-hal lain yang mengganggu tidur.

Kurangi asupan alkohol dan minuman berkafein setelah sore hari karena ini akan sangat mengganggu hormon yang justru membuat terjaga lebih lama.

Jika membantu, bisa juga dengan membaca buku sebelum tidur, mendengarkan musik atau lagu yang menangkan atau membuat suasana tenang sebelum waktu tidur. Tidur dalam ruangan yang gelap dan dingin juga ternyata membantu seseorang tidur nyenyak dan nyaman lebih lama.

Jika saran ini masih belum membantu atau masalah gangguan tidur jadi lebih sulit diatasi, segera temui dokter dan konsultasikan solusinya. Tidur yang lama dan nyenyak penting untuk semua orang.

 

Baca juga: CARA MENGURANGI RESIKO KOMPLIKASI DIABETES: OLAHRAGA

CARA MENGURANGI RESIKO KOMPLIKASI DIABETES: OLAHRAGA

Komplikasi diabetes dan olahraga adalah dua hal yang ternyata bisa saling berhubungan, dimana olahraga dan aktifitas fisik sangat membantu mengurangi resiko komplikasi. Tetapi jika memilih olahraga yang salah atau melakukannya dengan cara salah justru bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan tubuh. Pasien diabetes diminta untuk melakukan aktifitas fisik secara rutin demi menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjaga agar gula darah tetap stabil.

 

Manfaat olahraga

Olahraga dan aktifitas fisik sangat disarankan untuk semua orang, tak terkecuali pasien diabetes. Ada banyak manfaat dari olahraga rutin dan aktifitas fisik bagi orang-orang yang rutin melakukannya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Memiliki energi lebih. Orang-orang yang rutin berolahraga justru memiliki energi yang lebih banyak daripada mereka yang tidak rutin berolahraga. Kondisi tubuh mereka yang berolahraga lebih fit dan bisa melakukan lebih banyak aktifitas fisik yang membutuhkan tenaga. Karena itulah mereka biasanya memiliki energi lebih untuk melakukan banyak hal dan tidak mudah lelah.

Memiliki kondisi gula darah yang lebih stabil. Olahraga dan aktifitas fisik membantu membakar energi lebih banyak dan membuat otot bekerja lebih baik. Ketika itu maka gula darah dalam tubuh bisa digunakan dengan lebih efektif, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin dan secara tidak langsung gula darah terjaga lebih stabil.

Lebih sedikit stress. Ketika bergerak lebih sering, tubuh akan mengeluarkan hormon bahagia yang bisa meredakan hormon stress. Banyak orang yang memutuskan bahwa olahraga adalah cara terbaik untuk mengurangi stress.

Merasa lebih nyaman dan terlihat lebih baik. Dari segi penampilan orang yang rutin berolahraga atau melakukan aktifitas fisik juga lebih memilik postur tubuh lebih baik. Tidak selalu dengan tubuh yang kurus, tetapi mereka memiliki tubuh yang kencang, tegak dan kuat sehingga tidak terkesan lesu dan loyo. Mereka juga merasa tubuhnya lebih baik karena tidak mudah lelah.

Olahraga untuk diabetes

Ada banyak jenis olahraga dan aktifitas fisik yang bisa dilakukan, namun bagi pasien diabetes ada jenis olahraga yang aman dan nyaman yang bisa dilakukan sehari-hari. Namun, pertama-tama selalu bicarakan keinginan untuk olahraga dengan dokter ahli. Konsultasikan dengan dokter apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk melakukan salah satu jenis olahraga tersebut. Perhatikan juga resiko dari jenis olahraga yang dipilih untuk meminimalkan kecelakaan.

Olahraga ada yang bisa dilakukan di luar rumah dan di dalam rumah. Yang bisa dilakukan di luar rumah dan aman bagi pasien diabetes di antaranya adalah jalan-jalan santai, berkebun atau bersepeda. Inti dari olahraga ini adalah bergerak dan membakar energi, sehingga tidak perlu yang terlalu berat. Jalan-jalan santai dapat dilakukan tanpa terlalu banyak memberi tekanan pada kaki. Berkebun juga aktifitas yang relative ringan dan menyenangkan dibandingkan olahraga berat seperti ke gym misalnya. Sama seperti berjalan kaki, bersepeda juga aman bagi pasien diabetes karena tidak akan memberi banyak tekanan pada kaki, sehingga kaki tidak akan terluka.

Sementara itu olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah misalnya, stretching, berdansa dan jogging di tempat. Stretching tidak beresiko tinggi menyebabkan luka pada tubuh namun cukup untuk membuat otot menggunakan asupan gula dalam tubuh dengan baik.

Pada saat berolahraga kaki mungkin beresiko terluka karena beban atau gesekan pada kaki dan sepatu. Maka saat berolahraga selalu pastikan untuk menggunakan sepatu dan kaus kaki yang lembut serta nyaman dikaki, tidak terlalu sempit atau terlalu longgar. Masalah pada kaki memang jadi komplikasi diabetes yang sering dialami akibat aktifitas sehari-hari termasuk olahraga.

 

Baca juga: HIDUP BERSAMA DIABETES TIPE 1

HIDUP BERSAMA DIABETES TIPE 1

Memiliki penyakit diabetes tipe 1 bisa sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang harus disesuaikan agar tidak membahayakan pasien. Karena kebiasaan hidup pasien dengan diabetes tipe 1 bisa berbeda dengan kebiasaan orang tanpa diabetes, maka hal-hal berikut ini harus dipahami baik oleh pasien diabetes sendiri atau oleh keluarga.

 

Kebiasaan hidup pasien diabetes tipe 1

Sebagai salah satu penyakit kronis, diabetes tipe 1 menjangkiti banyak orang hampir di seluruh belahanan dunia. Penyakit ini juga bisa menyerang siapapun, dari anak-anak hingga lanjut usia. Seringnya karena kondisi ini tidak segera disadari, penanganan pada pasien juga terlambat dilakukan. Nah, kasus berbeda terjadi dengan pasien diabetes tipe 1 yang sering kali karena faktor keturunan dan terjadinya kerusakan pada sistem metabolisme tubuh maka pasien sudah dapat didiagnosis sejak usia dini. Penyesuaian gaya hidup juga dimulai sejak dini untuk mempertahankan hidup.

Makan

Pola makan bagi pasien diabetes tipe 1 bisa cukup berbeda. Mulailah dengan membiasakan diri untuk sarapan. Sarapan merupakan makanan paling penting dalam sehari. Tentu saja sarapannya juga tidak boleh sembarang makanan, harus makanan yang sehat, tidak menaikan gula darah berlebihan dan memberi cukup energi hingga waktu makan berikutnya. Oatmeal adalah salah satu pilihan sarapan yang banyak disarankan. Oatmeal tidak cepat menaikan gula darah dan karena kandungan serat serta proteinnya tinggi, oatmeal mampu bertahan dalam waktu cukup lama.

Pasien diabetes harus makan dalam jumlah sedikit namun sering untuk menjaga gula darah tetap stabil. Biasanya di sela-sela jam makan akan diselipkan waktu untuk makan snack kecil sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Snack sebelum tidur di malam hari juga akan membantu metabolisme tubuh berjalan normal. Snack malam hari bisa berupa kacang-kacangan atau biji-bijian yang sehat.

Kurangi juga konsumsi karbohidrat sederhana yang kebanyakan berasal dari pasta dan roti karena dapat meningkatkan gula darah. Karbohidrat sederhana bisa menyebabkan hyperglikemia, tubuh kemudian akan membutuhkan lebih banyak insulin sehingga meningkatkan resiko hypoglikemia. Jika ingin mengonsumsi karbohidrat, konsumsilah karbohidrat kompleks seperti gandum utuh untuk menjaga gula darah tetap stabil.

Olahraga

Mulai membiasakan diri untuk olahraga dan bergerak aktif adalah salah satu perubahan gaya hidup bagi pasien diabetes. Untuk anak-anak yang paling mudah dilakukan adalah dengan mengajaknya olahraga permainan seperti sepak bola atau bola basket, atau sekedar jalan-jalan keliling taman. Olahraga dengan model permainan sangat menyenangkan bagi anak-anak sehingga tidak akan terasa melelahkan.

Olahraga lain yang bisa dilakukan oleh siapapun adalah berenang. Berenang membakar banyak kalori dan menggerakan hampir seluruh anggota tubuh di air. Anak-anak pastinya suka bermain di air.

Jika olahraga seperti ini terasa terlalu sulit, cobalah yang lebih ringan seperti berjalan kaki selama satu jam. Berjalan kaki satu jam sudah cukup memberi dampak besar bagi perubahan kondisi kesehatan. Tidak harus menyediakan waktu khusus untuk berjalan kaki sebenarnya, usahakan saja untuk tidak menggunakan kendaraan atau fasilitas lain untuk menjangkau tempat yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Ketika akan naik satu dua lantai, gunakan saja tangga. Ketika akan pergi ke supermarket, pergilah dengan berjalan kaki. Cara ini sangat efektif untuk membiasakan diri bergerak lebih aktif.

Pengecekan gula darah rutin

Selalu lakukan pengecekan gula darah untuk memonitor kondisi dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Ketika gula darah mendadak tinggi sebelum jam makan, artinya liver memproduksi terlalu banyak glukosa. Maka gunakan insulin 60 sampa 90 menit sebelum makan, bukan 30 sampai 40 menit sebelum makan. 60 sampai 90 menit adalah waktu yang cukup untuk insulin kemudian bereaksi dalam tubuh. Untuk lebih lengkapnya sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter dan ikuti saran dokter.

Ini adalah beberapa hal sederhana yang harus mulai diperhatikan ketika hidup bersama diabetes tipe 1.

 

Baca juga: KENALAN DENGAN DIABETES TIPE 1, YUK

YUK, LINDUNGI GINJAL DARI EFEK BURUK PENYAKIT DIABETES

Penyakit diabetes bisa menimbulkan komplikasi di berbagai organ dalam tubuh salah satunya adalah menyerang ginjal. Kadar gula darah tinggi ternyata berakibat buruk pada kondisi kesehatan ginjal. Karena ginjal adalah organ yang penting dalam proses penyaringan kotoran, tentu menjaga kondisi kesehatan ginjal adalah hal yang penting.

Ginjal bertugas membersihkan darah dan tugas utamanya adalah mengeluarkan sampah-sampah serta berbagai produk tak terpakai yang bisa membuat tubuh sakit. Sementara itu resiko kerusakan ginjal menjadi lebih tinggi ketika seseorang memiliki penyakit diabetes. Pada akhirnya kerusakan ginjal juga akan memicu berbagai penyakit lain yang lebih sulit dikendalikan.

 

Penyakit ginjal pada pasien diabetes

Sering kali penyakit ginjal disadari terlambat, maka disebut juga dengan hidden health problem. Kenapa sering disadari terlambat? Karena penyakit ginjal jarang sekali menunjukan gejala yang jelas untuk disadari. Nah, untuk pasien diabetes, berikut ini ada beberapa cara melindungi ginjal dari komplikasi penyakit diabetes.

Pertama, selalu lakukan kontrol terhadap gula darah. Hal ini bisa membuat kerja ginjal jadi lebih ringan. Pasien diabetes akan sering merasa haus dan butuh banyak minum yang mengakibatkan ginjal harus terus bekerja untuk menyaring kotoran menjadi urine. Terlalu banyak cairan yang masuk juga menyebabkan penumpukan protein pada ginjal yang memicu komplikasi yaitu diabetes ketoacidosis.

Kedua, selain kadar gula darah jaga juga tekanan darah pada pasien diabetes. Tekanan darah tinggi membuat semua organ dalam tubuh bekerja lebih keras termasuk ginjal. Sebenarnya tekanan darah tinggi tidak hanya memicu kerusakan pada ginjal saja, banyak penyakit komplikasi diabetes yang disebabkan dari tekanan darah tinggi seperti serangan jantung dan stroke.

Ketiga, jadilah orang yang lebih aktif bergerak dan rajin memakan makanan sehat setiap hari. Bergerak aktif membantu membakar lemak, melancarkan peredaran darah dan menurunkan kadar gula darah dengan lebih efektif. Olahraga dan aktifitas fisik lainnya bisa mempercepat pengeluaran racun melalui keringat. Selain melalui urine, racun dan kotoran dalam tubuh juga bisa dikeluarkan melalui keringat. Makan makanan yang sehat akan membuat kerja ginjal lebih ringan karena akan lebih sedikit kotoran yang harus dibuang dari tubuh dan lebih banyak nutrisi yang diedarkan.

Keempat, selalu lakukan pengecekan kadar protein yang menumpuk dalam tubuh setiap satu tahun sekali (minimal). Penumpukan protein dalam tubuh akan menyebabkan diabetes ketoacidosis.

Kelima, kendalikan pula berat badan. Berat badan berlebih membuat penumpukan lemak berlebih di seluruh badan sehingga banyak organ tubuh yang bekerja lebih keras.

Keenam, jangan merokok. Zat-zat dalam rokok bisa sangat mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh, termasuk ginjal.

Ketujuh, minum air putih secara rutin, minimal 6 sampai 8 gelas setiap hari. Ini untuk mengeluarkan kotoran dalam tubuh bersama urine.

Dan terakhir, konsumsi obat rutin sesuai dengan resep dokter jika memang dibutuhkan. Obat sesuai resep dokter dibutuhkan untuk membantu mengendalikan gula darah sehingga kadar gula darah lebih stabil dan ginjal lebih terjaga.

 

Baca juga: MENGHINDARI KOMPLIKASI DIABETES PADA GIGI

MENGHINDARI KOMPLIKASI DIABETES PADA GIGI

Gigi bisa jadi salah satu bagian tubuh yang beresiko mengalami berbagai komplikasi diabetes yang bisa bertambah parah jika tidak segera dihentikan. Masalah yang bisa timbul akibat gula darah tinggi berada di area sekitar mulut, gusi dan gigi. Untuk itulah banyak orang selalu mengingatkan pentingnya pasien diabetes merawat kesehatan gigi. Ada beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan agar pasien diabetes bisa terhindar dari komplikasi diabetes di gusi, mulut dan gigi.

 

Mengendalikan gula darah

Yang pertama tentu saja adalah dengan selalu mengendalikan kadar gula darah agar selalu dalam batas normal. Konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan obat diabetes sesuai resep dokter. Kelola stress dengan baik pula agar gula darah tetap terkontrol. Stress berlebihan akan memicu naiknya hormon lain yang juga menaikan gula darah.

Menyikat gigi secara teratur

Sikatlah gigi secara teratur setelah makan besar dan bersihkan pula sela-sela gigi dengan benang gigi untuk memastikan tidak ada makanan yang terselip. Makanan yang terselip di sela-sela gigi bisa menyebabkan tumbuhnya bakteri yang merusak gigi serta gusi.

Jangan lupa untuk menyikat gigi, gunakan sikat gigi yang lembut. Sikat gigi yang terlalu kasar akan menggores gusi dan bisa menimbulkan luka berdarah. Luka terbuka pada pasien diabetes biasanya sulit sembuh, termasuk luka pada gusi. Luka bisa membusuk dan sulit disembuhkan.

Memeriksa gigi

Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin di rumah. Setiap pagi lihat ke cermin dan perhatikan apakah ada masalah dengan gigi. Apakah gusi terlihat bengkak dan memerah? Apakah gusi berdarah? Apakah ada gigi yang sakit? Apakah lidah terasa aneh atau terdapat bintik putih di lidah? Serta masalah mulut semacamnya. Jika terlihat ada masalah, segera pergi ke dokter gigi untuk memastikan masalah tersebut dan ditangani dengan tepat karena mungkin saja telah terjadi infeksi di dalam mulut.

Berhenti merokok

Berhentilah merokok karena sudah sangat jelas rokok buruk untuk kesehatan, apapun itu. Tentu saja merusak kondisi kesehatan mulut termasuk salah satu kerugian dari merokok. Jadi untuk mencegah komplikasi diabetes terutama di bagian mulut, cobalah untuk berhenti merokok.

Kunjungan dokter

Selain melakukan pemeriksaan rutin sendiri, pergi ke dokter juga penting lho. Jangan sampai melewatkan kunjungan ke dokter. Minimal buatlah janji temu dengan dokter 6 bulan sekali, baik itu saat ada masalah dengan mulut atau tidak. Pastikan juga dokter sudah mengetahui kondisi pasien diabetes sehingga penangannya bisa lebih disesuaikan.

Beberapa pemahaman tentang merawat kondisi gigi dan mulut sehari-hari bagi pasien diabetes ini mungkin harus mulai dipraktekan di rumah untuk mencegah komplikasi penyakit diabetes.

 

Baca juga: CEGAH PENYAKIT DIABETES DENGAN PERAWATAN SEHARI-HARI