YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

JINTAN HITAM SEBAGAI OBAT DIABETES HERBAL UNTUK SEMUA KALANGAN

Jintan hitam atau lebih mudahnya disebut dengan habbatussauda ternyata bisa dimanfaatkan sebagai salah satu obat diabetes herbal yang aman dan mudah digunakan oleh siapa saja. Pada umumnya minyak dari jintan hitam dibuat biji hitam (kalonji) yang tumbuh dari tanaman jintan hitam (Nigella sativa). Tanaman ini tumbuh paling banyak di wilayah Asia, Afrika dan Mediterania.

Sekarang keberadaan minyak dari jintan hitam sudah banyak beredar di pasaran sehingga semakin mudah untuk menggunakannya. Bahkan sekarang olahan dari jintan ini sudah banyak termasuk sebagai obat diabetes herbal dan bumbu masakan. Namun jintan hitam ini bisa juga dimakan biasa atau diambil minyaknya saja karena jintan hitam rendah jumlah karbohidrat dan kalorinya. Selain rendah karbohidrat dan kalori, jintan hitam tinggi protein, potassium, serat dietary, lemak sehat, vitamin serta mineral. Ditambah lagi jintan hitam juga kaya akan antioksidan sehingga menjadikan jintan hitam sangat berguna jika dijadikan obat herbal untuk segala jenis penyakit termasuk diabetes.

Di pasaran minyak jintan hitam biasa dikenal dengan nama black seed oil, black cumin seed oil, kalonji oil atau Nigella sativa oil atau habbatussauda. Nah, berikut penjelasan terkait manfaat minyak jintan hitam sebagai obat herbal untuk diabetes.

 

Black seed oil untuk obat diabetes herbal

Untuk pemanfaatan black seed oil sebagai obat diabetes herbal sendiri ternyata sudah banyak penelitian yang dilakukan sebagai pembuktiannya. Hasil penelitian menyebutkan bahwa menambahkan black seed oil ke dalam menu diet sehari-hari dapat mencegah gula darah tinggi dan menurunkan kadar gula darah tinggi menjadi kadar normal. Penelitian yang dilakukan di tahun 2014 juga menunjukan bahwa black seed oil dapat mengurangi kadar glukosa darah seiring berjalannya waktu. Hal tersebut dibuktikan dengan percobaan pada tikus yang ternyata kadar glukosanya turun setelah diberikan black seed.

Black seed oil bekerja dengan cara meningkatkan produksi insulin, mengurangi resistensi insulin serta mendorong sel-sel bergerak aktif sehingga tubuh juga jadi lebih sehat. Indian Council of Medical Research menyatakan bahwa black seed oil akan meningkatkan tolerensi glukosa sama seperti yang dilakukan metformin. Di tambah lagi black seed oil juga hampir tidak menunjukan adanya tanda-tanda racun yang bisa merusak tubuh dan tidak menimbulkan efek samping meskipun sering digunakan.

Bahan aktif dalam black seed oil

Untuk semakin mempertegas peran black seed oil sebagai obat diabetes herbal yang juga bisa mengatasi berbagai penyakit lain, berikut ini adalah beberapa bahan aktif yang terkandung dalam black seed oil.

Black seed oil mengandung kalsium, zat besi, selenium, arginine, potassium, dan carotene. Kemudian masih ada lagi berbagai macam asam amino yang penting untuk tubuh seperti palmitic, linoleic, dan stearic. Black seed oil juga kaya akan antioksidan, anti-inflamasi serta anti-bakteri untuk menjaga kesehatan tubuh. Phytochemical yang berperan sebagai antioksidan di antaranya: thymoquinone, nigellone, dan beta-sitosterol.

Para peneliti mencoba melihat kembali manfaat thymoquinone sebagai obat diabetes herbal dan mencatat bahwa salah satu manfaat dari thymoquinone adalah membantu mengurangi efek hypoglikemik. Bagaimana caranya? Thymoquinone akan mendorong produksi insulin dan mengurangi penyerapan glukosa oleh tubuh. Thymoquinone sendiri terkenal karena kemampuannya melawan inflamasi dan kanker, serta perannya sebagai penolong pada pasien asma, encephalomyelitis, dan carcinogenesis.

Karena menemukan black seed oil atau habbatussauda sekarang sudah sangat mudah, tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba mengonsumsinya sebagai salah satu obat diabetes herbal selain obat diabetes berbahan kimia.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/fakta-tentang-diabetes-tipe-1-dan-obat-untuk-pasien-diabetes-tipe-1/

FAKTA TENTANG DIABETES TIPE 1 DAN OBAT UNTUK PASIEN DIABETES TIPE 1

Kebanyakan orang awam tidak benar-benar mengetahui tentang diabetes tipe 1 termasuk tentang obat yang digunakan dan perbedaan perawatannya dengan diabetes tipe 2. Banyak orang masih kurang memahami letak perbedaan antara kedua penyakit ini. Artikel ini akan membahas beberapa hal tentang diabetes tipe 1, obat diabetes yang digunakan sampai metode pengobatan yang harus diketahui.

Diabetes tipe 1 adalah sebuah kondisi autoimun yang tidak ada hubungannya dengan kebiasaan memakan makanan manis, obesitas, serta kebiasaan dan gaya hidup tidak sehat lain yang sering dilakukan saat ini. Meskipun banyak yang menyebutkan bahwa ada beberapa obat diabetes yang membantu mengatasi diabetes atau mengembalikan kondisi pasien diabetes, jelas itu bukan obat untuk pasien diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 tidak memiliki obat dan tidak bisa disembuhkan karena pada dasarnya yang menjadi masalah adalah kelainan pada salah satu organ tubuh yang bertugas menghasilkan insulin.

Karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin sendiri maka pasien dengan diabetes tipe 1 butuh suntikan insulin secara rutin setiap hari. Kebutuhan akan insulin yang harus dilakukan terus-menerus seumur hidup ini kadang mengganggu kondisi pasien diabetes secara fisik, psikologis sampai finansial. Tapi hal tersebut harus tetap dilakukan karena diabetes tipe 1 yang tidak mendapat penanganan dengan benar akan sangat membahayakan hidup. Sayangnya masih banyak kesalahpahaman tentang diabetes tipe 1 di sini.

Artikel ini akan membagikan beberapa hal yang orang tidak selalu tahu tentang diabetes tipe 1.

 

Penyakit autoimun

Disebut penyakit autoimun karena sistem imun tubuh pada pasien diabetes tipe 1 akan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin dalam pankreas, yaitu sel beta. Pankreas pasien diabetes tipe 1 akan berhenti memproduksi insulin yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Insulin adalah hormone

Bagi pasien diabetes suntikan insulin secara rutin bukan merupakan obat untuk menyembuhkan penyakitnya tapi insulin adalah hormone. Semua manusia membutuhkan insulin untuk bertahan hidup. Kenapa? Karena dengan adanya insulin tubuh dapat memasukan energi ke dalam sel. Orang-orang dengan diabetes tipe 1 harus memasukan insulin beberapa kali dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan insulin yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Jadi sekali lagi insulin bukan obat untuk pasien diabetes tipe 1 melainkan hormone yang memang dibutuhkan oleh tubuh.

Tidak dapat dicegah dan disembuhkan

Penyebab awal dari diabetes tipe 1 masih belum benar-benar diketahui, tapi yang jelas bukan berasal dari kesalahan pada diet dan gaya hidup seperti yang dipikirkan orang banyak. Diabetes tipe 1 bukan penyakit yang datang karena kesalahan sehingga tidak ada yang bisa disalahkan.

Diabetes tipe 1 tidak menular

Penyakit ini tidak menular dan tidak mungkin ada yang tertular diabetes tipe 1 hanya karena berdekatan. Tapi diabetes tipe 1 dapat diturunkan dari orangtua ke anak.

Tetap dapat makan gula

Pasien diabetes tipe 1 masih dapat makan gula dan bahkan makan makanan lain sama seperti orang biasa pada umumnya. Yang membedakan hanyalah setelah makan mereka harus mendapat suntikan insulin untuk mengendalikan karbohidrat yang dimakan. Mereka bahkan membutuhkan gula juga untuk melawan gula darah rendah.

Tinggi rendahnya gula darah besar pengaruhnya

Kadar gula darah bagi pasien diabetes dapat berubah-ubah sepanjang hari tergantung dari makanan yang dimakan, aktifitas sehari-hari, serta banyak faktor lainnya. Naik turunnya gula darah juga akan mempengaruhi kondisi tubuh pasien, emosi hingga cara berpikirnya.

Insulin bukan untuk menyembuhkan

Insulin adalah metode penyembuhan bagi pasien diabetes tipe 1 bukan obat. Tidak ada obat untuk menyembuhkan pasien diabetes tipe 1. Penyakit ini juga tidak akan hilang begitu saja dan orang dengan diabetes tipe 1 butuh insulin setiap hari, selama 24 jam. Berapa dosis dan banyaknya suntikan yang dibutuhkan tergantung dari kondisi masing-masing pasien.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/kesadaran-adalah-obat-terbaik-untuk-pasien-diabetes/

KESADARAN ADALAH OBAT TERBAIK UNTUK PASIEN DIABETES

Salah satu pentingnya pasien diabetes harus rutin merawat diri adalah karena adanya begitu banyak komplikasi yang ditimbulkan jika tidak segera mendapat obat. Namun dibandingkan dengan mencari obat untuk menyembuhkan komplikasi, kesadaran akan kondisi tersebut sudah merupakan obat diabetes terbaik yang ada. Sebagian besar orang merasa dengan rutin mengonsumsi obat diabetes, melakukan diet dan olahraga teratur, maka komplikasi diabetes dapat dihindari sehingga tanpa sadar mereka tidak melakukan hal-hal penting untuk mencegah komplikasi tersebut. Salah satu komplikasi yang jarang disadari diabetes neuropathy.

Diabetes neuropathy menyebabkan tubuh kehilangan rasa pada bagian kaki atau sepanjang kaki bagian bawah. Kondisi ini disebabkan oleh rusaknya beberapa syaraf pada kaki akibat kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dalam sistem. Karena syaraf yang mengirim sinyal perasa pada kaki tidak bekerja dengan semestinya, maka ketika kaki terluka atau butuh perawatan segera, tubuh tidak menangkap sinyal tersebut dan luka pada kaki akan tidak terawat dengan baik. Dan seperti disebutkan dalam judul artikel ini, kesadaran akan menjadi obat terbaik dibandingkan mencari cara untuk menyembuhkan diabetes neuropathy.

Dengan sadar bahwa diabetes neuropathy bisa mengarah pada kemungkinan amputasi kaki, pasien diabetes akan jadi lebih berhati-hati dalam merawat kakinya. Pasien diabetes juga jadi lebih waspada dan rajin berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih parah. Dengan adanya diabetes neuropathy, luka kecil pada kaki bisa sangat berbahaya bahkan mengarah pada amputasi.

 

Fakta tentang diabetes neuropathy

Ada banyak alasan kenapa meningkatkan kesadaran terhadap diabetes neuropathy adalah obat terbaik bagi pasien diabetes. Salah satunya adalah karena tanpa disadari jumlah pasien diabetes yang berada di rumah sakit disebabkan karena diabetes neuropathy. 25% pasien diabetes yang mengalami luka pada bagian kakinya akan mengalami luka yang sulit sembuh dan lama kelamaan akan membusuk.

Separuh dari pasien diabetes yang luka pada kakinya mulai mengalami pembusukan biasanya membutuhkan perawatan di rumah sakit dan pada akhirnya 1 dari 5 pasien tersebut harus menjalani operasi amputasi. Jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya waktu dan bahkan meningkat 2x lipat setiap tahunnya. Padahal ada banyak hal yang bisa dilakukan jika memiliki kaki yang sehat.

Karena kesadaran adalah obat diabetes terbaik, maka mulailah membentuk kesadaran untuk merawat kaki setiap hari, memeriksa kondisi kaki secara rutin baik di rumah atau dengan pergi ke dokter. Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/memahami-cara-kerja-pankreas-dan-pengendalian-diabetes-dengan-obat/

JALUR PANJANG MENGENDALIKAN DIABETES DARI KENALI ANGKA SAMPAI OBAT DIABETES

Management diabetes adalah sebuah jalur panjang yang lebih dari sekedar rutin mengonsumsi obat, menjalankan diet sesuai saran dokter atau olahraga teratur. Ketika hidup berdampingan dengan diabetes, ada hal-hal penting untuk menjadi perhatian selain tentang obat diabetes. Memastikan bahwa pasien diabetes dapat hidup seperti orang normal lainnya ternyata butuh beberapa hal untuk dipastikan agar pasien tidak mengambil langkah yang salah. Mengendalikan diabetes adalah pekerjaan yang butuh kesabaran, namun jika dilakukan dengan benar pasien diabetes dapat hidup layaknya orang normal tanpa perlu cemas.

 

Mengetahui kondisi diri sendiri

Diabetes bukan hal yang bisa mengendalikan hidup seseorang, tapi diabetes memang harus dikendalikan dan dikontrol hingga berada dalam batas amannya. Obat diabetes, perubahan gaya hidup, diet, dan olahraga hanyalah sebagian dari hal-hal yang harus dilakukan oleh pasien diabetes untuk menjaga kondisi tubuhnya. Ini tidak membuat pasien diabetes jadi pribadi yang lemah dan tidak bisa mengurus hidupnya sendiri. Selama menyadari bahwa berbagai perubahan gaya hidup ini hanya bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan dirinya, pasien diabetes dapat hidup dengan lebih baik.

Kenali angkanya

Ada tiga hal yang harus dikenali pasien diabetes yaitu angka pada A1c, kolesterol, dan tekanan darah. Tiga angka ini harus selalu dipantau dan dilaporkan pada dokter ahli yang terpercaya.

Rutin konsultasi dengan dokter

Selalu konsultasikan dengan dokter langkah apa yang akan diambil untuk selanjutnya, seperti ketika ingin mencoba obat diabetes yang lain atau merasa ada yang salah dengan metode diet yang diterapkan misalnya. Dokter dan pasien diabetes perlu bersama-sama merencanakan berbagai metode pengobatan yang akan digunakan, mulai dari perlu tidaknya obat diabetes oral, insulin, sampai memonitor diet dan olahraga.

Support

Dukungan adalah hal yang penting untuk pasien diabetes karena dengan begitu mereka tidak merasa tersisih meskipun butuh beberapa pengaturan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Olahraga

Pasien diabetes diharapkan untuk jalan-jalan minimal 30 menit sehari agar membantu glukosa dalam darah turun lebih cepat.

Diet

Mulailah mengubah sedkit pola makan sehari-hari. Perubahan yang sedikit ini mungkin bisa membawa perubahan yang lebih besar. Tingkatkan jumlah buah dan sayuran setiap kali makan serta kurangi makanan tinggi karbohidrat.

Memantau perubahan pada tubuh

Pasien diabetes diharapkan untuk rutin mengecek kadar glukosanya karena dari sana dapat terlihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan dan minuman tertentu. Selain mengenali target angka dari A1c, kolesterol dan tekanan darah yang harus dicapai, selalu buat daftar untuk memonitor angka tersebut dan laporkan pada dokter. Dengan hasil monitor tersebut dokter dapat membantu menentukan langkah selanjutnya.

Belajar

Belajar lagi tentang bagaimana tubuh pasien diabetes berfungsi dan bereaksi. Pahamilah tentang bagaimana angka-angka tersebut mempengaruhi kondisi tubuh, diet dan olahraga apa yang tepat untuk dilakukan, kadar glukosa yang harus dicapai sampai berbagai reaksi yang ditunjukan tubuh setelah menerima obat diabetes sehingga pasien diabetes dapat hidup dengan maksimal.

Jangan lupa bahwa meskipun memiliki diabetes maksimalkan hidup sebisa mungkin. Ikuti aturan dokter untuk mengonsumsi obat secara rutin, olahraga dan diet sehat. Tambahkan pula dengan pikiran yang sehat sehingga baik dari luar atau dalam pasien diabetes dapat hidup dengan normal.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/pencegahan-dan-penanganan-diabetes-tidak-selalu-dengan-obat/

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DIABETES TIDAK SELALU DENGAN OBAT

Dengan banyaknya obat diabetes yang saat ini ditawarkan baik itu dengan bahan herbal atau bahan kimia, orang-orang jadi merasa cukup bergantung dengan obat tersebut. Padahal obat diabetes saja tidak cukup untuk mengatasi kondisi kesehatan bagi pasien diabetes. Ada beberapa cara untuk mencegah seseorang mengalami diabetes, begitu juga ketika tanpa bisa dicegah lagi seseorang ternyata sudah memiliki diabetes, ada cara menjaga agar gula darah tetap stabil meskipun tidak selalu dengan obat. Tentu saja obat diabetes penting untuk menjaga agar pasien diabetes bisa mengendalikan gula darahnya. Namun di samping kehadiran obat diabetes, ada serangkaian cara lain yang bisa mendukung manfaat obat diabetes sehari-hari.

 

Pencegahan dan management diabetes

Sebelumnya perlu diketahui dulu bahwa 90-95% pasien diabetes biasanya adalah pasien dengan diabetes tipe 2. Kehidupan mereka mungkin tidak selalu bergantung dengan insulin, tapi tetap saja butuh obat diabetes untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil. 5% sisanya adalah pasien dengan diabetes tipe 1. Kebalikannya dari pasien diabetes tipe 2, pasien dengan diabetes tipe 1 membutuhkan insulin untuk bertahan hidup. Nah, tapi masih ada lagi 2-10% pasien diabetes mungkin saja adalah ibu hamil dengan diabetes gestasional. Diabetes gestasional memang hanya dialami oleh ibu hamil saja.

Melihat banyaknya orang-orang yang memiliki diabetes, tentu ada baiknya sejak awal dimulai dengan pencegahan terlebih dahulu. Pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan mulai memperbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau sehari-hari. Kira-kira ½ dari piring makan sebaiknya diisi dengan sayuran. Memperbanyak makan sayuran akan mengurangi resiko diabetes.

Menurunkan resiko diabetes tipe 2 juga bisa dengan mengombinasikan latihan fisik serta penurunan berat badan yang teratur. Menurunkan berat badan adalah salah satu kunci menghindari diabetes karena kebanyakan diabetes tipe 2 disebabkan oleh obesitas. Selain itu konsumsi gandum secara rutin juga akan menurunkan resiko kematian akibat penyakit jantung pada wanita-wanita dengan diabetes.

Untuk mengendalikan kondisi kesehatan tubuh bagi pasien diabetes sendiri yang terpenting adalah rutin mengonsumsi obat diabetes yang diresepkan oleh dokter, melakukan diet teratur dan olahraga rutin. Tapi selain itu ada lagi yang penting yaitu menjaga tekanan darah tetap stabil. Tekanan darah yang terlalu tinggi menyebabkan resiko berbagai penyakit komplikasi ikut meningkat seperti stroke dan sakit jantung. Tekanan darah yang aman adalah 140/80.

Lakukan tes HbA1c secara rutin. Hasil dari HbA1c ini penting untuk melihat pengaruh obat terhadap kondisi glukosa darah pasien sendiri, apakah perlu ada penyesuaian kembali jika obat diabetes sebelumnya tidak memberi dampak positif. Rata-rata target HbA1c dari setiap orang adalah di bawah 7. Selain tekanan darah dan HbA1c yang harus selalu dijaga adalah kadar kolesterol dalam tubuh. Konsultasikan dengan dokter berapa kadar kolesterol yang harus dicapai setiap melakukan kontrol. Dengan begitu tubuh bisa terhindar dari resiko komplikasi akibat kadar kolesterol jahat terlalu tinggi.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-apa-itu-hba1c-dan-kaitannya-dengan-obat-diabetes/

MENGENAL APA ITU HBA1C DAN KAITANNYA DENGAN OBAT DIABETES

Untuk menentukan jenis dan dosis obat diabetes yang harus digunakan, pasien diabetes harus lebih dulu melakukan tes untuk melihat kadar HbA1c dari pasien. Lalu apakah itu HbA1c dan bagaimana kaitannya dengan obat bagi pasien diabetes? Apakah pengaruhnya besar bagi pasien diabetes? Untuk tahu lebih jelasnya tentang apa itu HbA1c, penjelasannya akan dibahas sedikit pada artikel ini.

 

HbA1c

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa, maka glukosa akan menempel pada hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah. Sel darah merah biasanya hidup selama 8-12 minggu, jadi rata-rata tes HbA1c dilakukan di waktu-waktu tersebut. Untuk apakah hasil tes tersebut?

Hasil dari penghitungan HbA1c ini akan menunjukan pada dokter kondisi glukosa darah pasien selama 3 bulan terakhir. Sedangkan tes untuk menghitung kadar glukosa dalam darah biasanya hanya menghitung kadar gula darah pada saat tes dilakukan. Nah, coba lihat daftar berikut untuk mengecek hasil tes HbA1c (%):

  • 4.0 – 5.5 adalah kadar HbA1c yang normal dimiliki seseorang dan memang seharusnya kadar glukosa darah seseorang adalah pada kisaran ini.
  • 5.1 – 6.0 masih dapat dikategorikan aman, namun sudah seharusnya diwaspadai. Pada level ini jika seseorang tidak segera memperbaiki gaya hidupnya maka dapat lebih membahayakan hidupnya.
  • 6.1 – 7.0 adalah hasil HbA1c yang menempatkan seseorang berada pada resiko terkena berbagai komplikasi yang berbahaya.
  • 7.1 – 8.4 adalah kondisi yang membuat seseorang dalam keadaan cukup berbahaya karena akan mulai bermunculan berbagai komplikasi yang mengancam kesehatan. Tentu saja pada tahap ini kondisi kesehatan pasien diabetes sudah semakin mengkhawatirkan.
  • 8.5 – 10.4 adalah kondisi yang berbahaya karena akan mengakibatkan beberapa organ dalam gagal menjalankan tugasnya secara normal.
  • 10.5 lebih maka pasien diabetes dalam bahaya.

Dokter diabetes akan meminta pasien melakukan tes HbA1c beberapa kali untuk melihat bagaimana pengaruh obat diabetes terhadap kondisi glukosa dalam darah setelah dikonsumsi rutin. Maka ketika dokter membuat perubahan pada resep obat diabetes yang diberikan atau metode pengobatan yang diterapkan, pasien diabetes akan diminta melakukan tes HbA1c lebih sering. Dokter harus memantau kondisi kesehatan pasien secara rutin dan memastikan bahwa obat diabetes yang diberikan memberikan dampak positif. Jika ternyata tidak terdapat perubahan kearah yang lebih baik, maka dokter harus segera mengganti obat diabetes yang diberikan. Setiap pasien diabetes diberikan target HbA1c yang harus dicapai sesuai dengan kondisi masing-masing pasien dan obat diabetes yang diberikan. Target ini yang harus dipenuhi pasien untuk memastikan apakah obat diabetes tersebut membawa perbaikan atau tidak.

Jadi secara sekilas HbA1c adalah indikator yang menunjukan kontrol terhadap pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mereka-yang-beresiko-diabetes-dan-cara-menurunkan-resikonya-tanpa-obat/