YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

YUK, LINDUNGI GINJAL DARI EFEK BURUK PENYAKIT DIABETES

Penyakit diabetes bisa menimbulkan komplikasi di berbagai organ dalam tubuh salah satunya adalah menyerang ginjal. Kadar gula darah tinggi ternyata berakibat buruk pada kondisi kesehatan ginjal. Karena ginjal adalah organ yang penting dalam proses penyaringan kotoran, tentu menjaga kondisi kesehatan ginjal adalah hal yang penting.

Ginjal bertugas membersihkan darah dan tugas utamanya adalah mengeluarkan sampah-sampah serta berbagai produk tak terpakai yang bisa membuat tubuh sakit. Sementara itu resiko kerusakan ginjal menjadi lebih tinggi ketika seseorang memiliki penyakit diabetes. Pada akhirnya kerusakan ginjal juga akan memicu berbagai penyakit lain yang lebih sulit dikendalikan.

 

Penyakit ginjal pada pasien diabetes

Sering kali penyakit ginjal disadari terlambat, maka disebut juga dengan hidden health problem. Kenapa sering disadari terlambat? Karena penyakit ginjal jarang sekali menunjukan gejala yang jelas untuk disadari. Nah, untuk pasien diabetes, berikut ini ada beberapa cara melindungi ginjal dari komplikasi penyakit diabetes.

Pertama, selalu lakukan kontrol terhadap gula darah. Hal ini bisa membuat kerja ginjal jadi lebih ringan. Pasien diabetes akan sering merasa haus dan butuh banyak minum yang mengakibatkan ginjal harus terus bekerja untuk menyaring kotoran menjadi urine. Terlalu banyak cairan yang masuk juga menyebabkan penumpukan protein pada ginjal yang memicu komplikasi yaitu diabetes ketoacidosis.

Kedua, selain kadar gula darah jaga juga tekanan darah pada pasien diabetes. Tekanan darah tinggi membuat semua organ dalam tubuh bekerja lebih keras termasuk ginjal. Sebenarnya tekanan darah tinggi tidak hanya memicu kerusakan pada ginjal saja, banyak penyakit komplikasi diabetes yang disebabkan dari tekanan darah tinggi seperti serangan jantung dan stroke.

Ketiga, jadilah orang yang lebih aktif bergerak dan rajin memakan makanan sehat setiap hari. Bergerak aktif membantu membakar lemak, melancarkan peredaran darah dan menurunkan kadar gula darah dengan lebih efektif. Olahraga dan aktifitas fisik lainnya bisa mempercepat pengeluaran racun melalui keringat. Selain melalui urine, racun dan kotoran dalam tubuh juga bisa dikeluarkan melalui keringat. Makan makanan yang sehat akan membuat kerja ginjal lebih ringan karena akan lebih sedikit kotoran yang harus dibuang dari tubuh dan lebih banyak nutrisi yang diedarkan.

Keempat, selalu lakukan pengecekan kadar protein yang menumpuk dalam tubuh setiap satu tahun sekali (minimal). Penumpukan protein dalam tubuh akan menyebabkan diabetes ketoacidosis.

Kelima, kendalikan pula berat badan. Berat badan berlebih membuat penumpukan lemak berlebih di seluruh badan sehingga banyak organ tubuh yang bekerja lebih keras.

Keenam, jangan merokok. Zat-zat dalam rokok bisa sangat mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh, termasuk ginjal.

Ketujuh, minum air putih secara rutin, minimal 6 sampai 8 gelas setiap hari. Ini untuk mengeluarkan kotoran dalam tubuh bersama urine.

Dan terakhir, konsumsi obat rutin sesuai dengan resep dokter jika memang dibutuhkan. Obat sesuai resep dokter dibutuhkan untuk membantu mengendalikan gula darah sehingga kadar gula darah lebih stabil dan ginjal lebih terjaga.

 

Baca juga: MENGHINDARI KOMPLIKASI DIABETES PADA GIGI

MENGHINDARI KOMPLIKASI DIABETES PADA GIGI

Gigi bisa jadi salah satu bagian tubuh yang beresiko mengalami berbagai komplikasi diabetes yang bisa bertambah parah jika tidak segera dihentikan. Masalah yang bisa timbul akibat gula darah tinggi berada di area sekitar mulut, gusi dan gigi. Untuk itulah banyak orang selalu mengingatkan pentingnya pasien diabetes merawat kesehatan gigi. Ada beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan agar pasien diabetes bisa terhindar dari komplikasi diabetes di gusi, mulut dan gigi.

 

Mengendalikan gula darah

Yang pertama tentu saja adalah dengan selalu mengendalikan kadar gula darah agar selalu dalam batas normal. Konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan obat diabetes sesuai resep dokter. Kelola stress dengan baik pula agar gula darah tetap terkontrol. Stress berlebihan akan memicu naiknya hormon lain yang juga menaikan gula darah.

Menyikat gigi secara teratur

Sikatlah gigi secara teratur setelah makan besar dan bersihkan pula sela-sela gigi dengan benang gigi untuk memastikan tidak ada makanan yang terselip. Makanan yang terselip di sela-sela gigi bisa menyebabkan tumbuhnya bakteri yang merusak gigi serta gusi.

Jangan lupa untuk menyikat gigi, gunakan sikat gigi yang lembut. Sikat gigi yang terlalu kasar akan menggores gusi dan bisa menimbulkan luka berdarah. Luka terbuka pada pasien diabetes biasanya sulit sembuh, termasuk luka pada gusi. Luka bisa membusuk dan sulit disembuhkan.

Memeriksa gigi

Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin di rumah. Setiap pagi lihat ke cermin dan perhatikan apakah ada masalah dengan gigi. Apakah gusi terlihat bengkak dan memerah? Apakah gusi berdarah? Apakah ada gigi yang sakit? Apakah lidah terasa aneh atau terdapat bintik putih di lidah? Serta masalah mulut semacamnya. Jika terlihat ada masalah, segera pergi ke dokter gigi untuk memastikan masalah tersebut dan ditangani dengan tepat karena mungkin saja telah terjadi infeksi di dalam mulut.

Berhenti merokok

Berhentilah merokok karena sudah sangat jelas rokok buruk untuk kesehatan, apapun itu. Tentu saja merusak kondisi kesehatan mulut termasuk salah satu kerugian dari merokok. Jadi untuk mencegah komplikasi diabetes terutama di bagian mulut, cobalah untuk berhenti merokok.

Kunjungan dokter

Selain melakukan pemeriksaan rutin sendiri, pergi ke dokter juga penting lho. Jangan sampai melewatkan kunjungan ke dokter. Minimal buatlah janji temu dengan dokter 6 bulan sekali, baik itu saat ada masalah dengan mulut atau tidak. Pastikan juga dokter sudah mengetahui kondisi pasien diabetes sehingga penangannya bisa lebih disesuaikan.

Beberapa pemahaman tentang merawat kondisi gigi dan mulut sehari-hari bagi pasien diabetes ini mungkin harus mulai dipraktekan di rumah untuk mencegah komplikasi penyakit diabetes.

 

Baca juga: CEGAH PENYAKIT DIABETES DENGAN PERAWATAN SEHARI-HARI

CEGAH PENYAKIT DIABETES DENGAN PERAWATAN SEHARI-HARI

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati terutama pada pasien diabetes yang beresiko mengidap berbagai penyakit diabetes. Komplikasi pada penyakit diabetes bisa sangat beragam dan jika tidak segera diobati akan berakibat mengancam nyawa. Mencegah munculnya berbagai penyakit akibat diabetes bisa dilakukan dengan mulai menjaga kondisi tubuh sehari-hari, tidak hanya sekedar rutin mengonsumsi obat diabetes. Obat diabetes yang dikonsumsi harus seimbang dengan berbagai gaya hidup yang dijalani. Nah, berikut ini adalah beberapa hal kecil untuk dijadikan perhatian apa saja yang sebaiknya dilakukan sehari-hari demi cegah komplikasi diabetes.

 

Lakukan ini untuk cegah penyakit diabetes

Mulai dengan mengikuti diet meal plan. Diet harus diatur oleh ahli kesehatan yang berpengalaman sehingga tubuh tidak kekurangan nutrisi namun tetap dengan kandungan yang aman untuk gula darah. Dalam hal mengatur diet untuk pasien diabetes harus mengandung porsi makanan yang direkomendasikan serta jenis-jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi pasien diabetes. Diet bukan berarti tidak makan, justru pasien diabetes harus makan di waktu yang teratur karena itu membantu gula darah tetap stabil.

Olahraga dan bergerak aktif paling sedikit 30 menit dalam sehari. Tentu saja kegiatan olahraga ini harus sesuai dengan saran dokter. Tidak semua jenis olahraga cocok dan aman bagi pasien diabetes. Jogging, jalan kaki, berenang dan bersepeda adalah aktifitas fisik yang paling aman dan baik bagi pasien.

Selanjutnya adalah dengan mengikuti anjuran dokter tentang obat yang diresepkan. Konsumsi obat sesuai resep dokter dengan dosis yang tepat dan di waktu yang telah ditentukan. Obat sesuai resep dokter bermanfaat untuk menjaga agar gula darah pasien tetap stabil. Jika ingin menggunakan obat diabetes selain yang diresepkan dokter, pastikan juga telah melalui konsultasi dokter sehingga tidak menggunakan obat yang salah.

Mengecek kadar gula darah setiap hari adalah kewajiban bagi pasien diabetes. Ini untuk melihat pengaruh setiap metode pengobatan yang dilakukan, mulai obat diabetes, diet sampai olahraga. Selain melalukan pengecekan gula darah rutin, catat pula hasilnya dalam sebuah buku catatan dengan faktor-faktor yang menyertainya seperti : makanan yang dimakan sebelumnya, obat-obatan beserta dosisnya dan olahraga yang baru saja dilakukan. Semua itu tentu saja memiliki pengaruh besar terhadap kondisi gula darah pasien.

Pasien diabetes juga sebaiknya rutin memeriksa kondisi kaki, kalau bisa setiap pagi atau setelah berolahraga. Apa yang harus diperhatikan? Goresan, luka terbuka sekecil apapun itu, bengkak dan kemerahan pada kaki. Segera hubungi dokter jika menemukan tanda-tanda masalah pada kaki. Luka pada kaki meskipun kecil dan tampak remeh bisa jadi parah pada pasien diabetes.

Selalu bersihkan gigi setelah makan. Makanan yang terselip di gigi akan menimbulkan penumpukan kotoran di gusi yang akan membuat kuman serta bakteri berkembang biak. Gigi dan gusi termasuk bagian tubuh yang akan sangat rentan mengalami komplikasi akibat diabetes, jadi selalu perhatikan kebersihan gigi dengan baik.

Berhenti merokok. Merokok hanya akan membahayakan tubuh dengan memasukan banyak racun dan ini akan meningkatkan resiko berbagai penyakit lain termasuk komplikasi diabetes.

Terakhir dan yang paling penting adalah selalu lakukan kunjungan dokter rutin. Buatlah janji temu dengan dokter khusus diabetes, dokter mata, dokter gigi serta dokter syaraf jika perlu. Kunjungan rutin membantu mendeteksi penyakit komplikasi diabetes lebih awal lalu menanganinya sebelum terlambat. Jadi jangan pernah lupakan kunjungan rutin ke dokter meskipun tidak memilih keluhan kesehatan apapun.

Nah, ini adalah bagaimana menghindari penyakit diabetes dengan menerapkan pola hidup yang tepat di kehidupan sehari-hari.

 

Baca juga: STRESS DAN PENYEBAB KADAR GULA DARAH TINGGI

STRESS DAN PENYEBAB KADAR GULA DARAH TINGGI

Stress ternyata menjadi salah satu penyebab kadar gula darah tinggi yang jarang disadari. Semua orang pasti mengalami stress dan tidak tahu bahwa stress ternyata menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit di dalam tubuh. Stress memicu naiknya berbagai hormone dan ketidakstabilan hormon memicu kondisi kesehatan yang lebih parah. Orang akan merasa cepat lelah, sedih, mudah tersinggung dan sulit tidur.

Stress mungkin memicu berbagai penyakit berbahaya termasuk salah satunya adalah diabetes. Namun kondisi kebaliknya juga mungkin terjadi dimana pasien diabetes justru merasa stress akibat penyakit diabetes. Diabetes memang kondisi yang banyak mengubah hidup seseorang. Semakin stress seseorang karena diabetes justru akan memicu kadar gula darahnya naik dan menjadi semakin sulit dikontrol. Pasien diabetes bisa mengalami gula darah tinggi dan rendah dalam perubahan yang cepat tanpa disadari. Gula darah rendah membuat pasien diabetes merasa lesu dan tidak nyaman. Sedangkan kadar gula darah tinggi menyebabkan pasien mudah merasa lelah dan tidak bertenaga.

Lalu apa yang harus dilakukan?

 

Mengendalikan kadar gula darah tinggi tanpa stress

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah tetap tenang, mencoba untuk menenangkan diri bisa membuat gula darah jadi lebih stabil dan pikiran lebih terbuka untuk memikirkan langkah berikutnya. Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengurangi stress akibat diabetes.

Cara pertama adalah mencoba untuk lebih aktif bergerak setiap hari selama 30 menit saja minimal, lebih juga lebih baik. Berolahraga atau melakukan aktifitas fisik sangat berguna tidak hanya menjaga kebugaran tubuh dan membakar lemak, tetapi juga meningkatkan hormon bahagia dan mengurangi stress. Bergerak aktif bisa meringankan pikiran sehingga mengurangi tekanan dan stress.

Lakukan beberapa hobi yang bisa mengalihkan perhatian. Kalau perlu ikut dalam club sehingga memiliki banyak teman dan kegiatan yang bisa mengisi waktu luang. Kegiatan semacam ini akan membantu membuat pikiran dan tubuh jadi lebih bahagia sehinga bisa menekan hormon penyebab stress. Dengan melakukan kegiatan yang memang menyenangkan akan sangat mudah untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

Selalu usahakan untuk istirahat siang, minimal 10 menit. Terlalu lelah bekerja juga menjadi sumber stress dan menaikan kadar gula darah. Istirahat membantu meringankan badan, merilekskan pikiran dan membuat beberapa fungsi organ tubuh bekerja lebih efektif. Termasuk tekanan darah dan kadar gula darah. Dengan istirahat tubuh bisa mengembalikan kembali kadar gula darah tinggi ke normal.

Selalu ceritakan kondisi yang tidak nyaman pada keluarga atau orang yang bisa dipercaya. Memendam sendiri masalah akan meningkatkan resiko stress dan tertekan yang lebih tinggi. Hubungi dokter diabetes atau ahli kesehatan terkait jika stress yang dialami tidak kunjung mereda. Stress bisa mengganggu kadar gula darah dalam tubuh dan diabetes dapat memicu gula darah meningkat lebih tinggi. Jadi mengendalikan stress adalah jalan untuk menjaga gula darah tetap stabil.

 

Baca juga: BUAH-BUAHAN UNTUK MENJAGA GULA DARAH NORMAL

BUAH-BUAHAN UNTUK MENJAGA GULA DARAH NORMAL

Selain sayuran, buah juga jadi salah satu bahkan makanan yang direkomendasikan untuk menjaga gula darah normal. Pada dasarnya buah-buahan mengandung banyak gula, maka karbohidratnya lebih tinggi dibanding sayuran hijau. Namun tetap saja ada buah-buahan yang aman dikonsumsi oleh pasien diabetes karena kandungan gulanya tetap bisa menjaga gula darah normal. Apalagi gula dalam buah adalah gula alami yang bisa diterima dan dicerna oleh tubuh dengan baik. Buah-buahan cocok dijadikan camilan di sela-sela waktu makan, camilan sehat yang tentunya tetap mempertahankan kadar gula darah normal pasien. Yuk, cek lagi buah apa saja yang termasuk buah dengan kadar karbohidrat rendah setiap 100 gram buahnya.

 

Jaga gula darah normal dengan buah-buahan

Buah yang ada di peringkat pertama dengan jumlah karbohidrat 5 carbs/ 100 gram adalah raspberry dan blackberry. Meskipun jarang tetapi blackberry bisa kok ditemukan di Indonesia. Buah yang rasanya campuran antara manis dan asam ini aman bagi pasien diabetes karena kadar gula dalam buahnya rendah dan tidak akan mengakibatkan lonjakan tinggi setelah dimakan. Buah yang berasal dari keluarga berry biasanya memang bermanfaat bagi pasien diabetes.

Selanjutnya ada lemon dan kelapa. Kebanyakan buah jeruk sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh tak terkecuali lemon. Lemon adalah buah dengan kandungan vitamin C tinggi sehingga akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh pasien terutama dalam melawan efek buruk radikal bebas. Dalam lemon dan buah kelapa terkandung 6 carbs/ 100 gram.

Lalu ada beberapa kelompok buah yang mengandung 7 carbs/ 100 gram yaitu semangka, melon madu, plum dan strawberry. Buah-buahan ini mengandung karbohidrat yang tidak terlalu tinggi sehingga masih aman untuk pasien diabetes. Strawberry adalah satu dari anggota keluarga berry yang tidak hanya aman tetapi juga bermanfaat tinggi. Strawberry mengandung vitamin C dan antioksidan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain strawberry, plum hitam juga buah yang berperan besar karena buah plum dipercaya membantu menurunkan berat badan.

Nah, berikutnya ada deretan buah dengan total 8 carbs/ 100 gram. Buah ini adalah buah peach, jeruk dan kiwi. Jeruk dan kiwi mengandung karbohidrat rendah yang mampu dicerna dan diolah oleh tubuh tanpa meningkatkan kadar gula darah berlebihan. Memiliki rasa yang cenderung asam, buah-buahan ini nyatanya mudah sekali untuk dijadikan camilan di kala lapar dan sebelum jam makan berikutnya.

Perlu diingat bahwa memakan buah sebaiknya sebelum makan besar untuk membuat perut kenyang terlebih dahulu. Perut yang kenyang membuat jumlah makanan yang masuk berikutnya jadi bisa lebih teratur dan nutrisi dari buah-buahan ini juga akan terserap lebih sempurna.

 

Baca juga: SAYURAN RENDAH KARBOHIDRAT AMAN UNTUK GULA DARAH TINGGI

SAYURAN RENDAH KARBOHIDRAT AMAN UNTUK GULA DARAH TINGGI

Sayuran jadi salah satu makanan yang bisa membantu mengelola kadar gula darah tinggi. Konsumsi sayuran hijau dipercaya mampu menjaga gula darah tetap stabil dengan memperlambat penyerapan gula dalam darah dan membuat perut kenyang lebih lama. Tetapi tidak semua sayuran aman untuk dikonsumsi karena tentu saja tidak semua mengandung karbohidrat dalam jumlah yang sama. Jadi mari melihat lagi sayuran apa saja yang aman bagi pasien diabetes dengan kandungan karbohidrat rendah.

 

Sayuran rendah karbohidrat

Sayur dengan karbohidrat terendah adalah bayam. Sayuran berdaun hijau rata-rata memang rendah karbohidrat dan bayam adalah salah satunya. Dengan daunnya yang hijau ini bayam memiliki karbohidrat rendah namun tinggi akan serat, protein dan antioksida. Bayam makanan yang banyak disarankan sebagai makan untuk meningkatkan energi. Konsumsi bayam dalam jumlah cukup membantu tubuh dalam melawan radikal bebas serta menjaga kesehatan jantung.

Yang berada di peringkat selanjutnya adalah alpukat, asparagus dan lettuce. Sayuran ini memiliki tingkat karbohidrat rendah dan kandungan protein yang tinggi. Alpukat adalah salah satu makanan yang aman bagi pasien diabetes karena selain berkarbohidrat rendah, alpukat tinggi namun tinggi kandungan serat dan lemak sehatnya. Konsumsi alpukat sangat disarankan bagi pasien diabetes karena kandungan lemak baiknya bisa menjaga perut kenyang lebih lama tanpa meningkatkan gula darah.

Peringkat berikutnya adalah timun, zaitun, terong, paprika hijau, bunga kol, tomat, kobis dan kale. Kesemua sayuran ini memiliki kandngan karbohidrat setara dan masih termasuk aman jika dikonsumsi oleh pasien diabetes. Banyak orang menggunakan campuran sayuran ini untuk membuat salad yang sehat sekaligus mengenyangkan.

Selajutnya ada sayuran dengan kandungan karbohidrat lebih tinggi namun masih termasuk kategori karbohidrat rendah. Apa saja? Ada buncis, brokoli, dan paprika merah. Sebagai informasi tambahan, brokoli termasuk dalam kelompok makanan tersehat di dunia. Dengan kandungan protein tinggi dan karbohidrat rendah, brokoli sangat cocok untuk dikonsumsi pasien diabetes tanpa takut menyebabkan gula darah tinggi.

Peringkat kelima ada paprika kuning dan Brussel sprout sebagai sayuran dengan kandungan karbohidrat rendah. Brussel sprout mungkin jarang ditemukan di Indonesia, tetapi paprika kuning bisa dijadikan campuran salad bersama paprika lainnya.

Maka sekarang saatnya untuk mulai mempertimbangkan konsumsi sayuran dengan jumlah karbohidrat rendah. Karbohidrat yang terhitung ini adalah karbohidrat dalam 100 gram sajian. Jadi, yuk, mulai buat daftar sayuran yang mulai sekarang harus ada dalam makanan sehari-hari.

 

Baca juga: GULA DARAH TINGGI DAN KARBOHIDRAT, DIMANA HUBUNGANNYA?