YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

PENYAKIT DIABETES MEMBUAT SULIT MENYETIR?

Menyetir dengan aman meskipun memiliki penyakit diabetes

Meskipun penyakit diabetes tidak benar-benar menghalangi seseorang dari melakukan aktifitas sehari-harinya, namun ada situasi dimana penyakit ini bisa membuat kondisi berubah. Menyetir bisa jadi kegiatan yang mungkin terganggu akibat penyakit diabetes. Ada situasi tertentu di mana konsentrasi seseorang terganggu, perasaan terlalu lelah, hingga kehilangan kesadaran di tengah-tengah menyetir yang tentu saja berbahaya untuk keselamatan semua orang.

Kondisi kesehatan pasien diabetes bisa berubah secara mendadak tanpa diketahui sebabnya. Maka dari itu ada baiknya untuk membuat segala persiapan sekaligus langkah antisipasi agar perjalanan dengan menyetir sendiri jadi lebih nyaman dan aman.

 

Apa yang harus selalu dilakukan?

Pertama-tama cek dulu kadar gula darah sebelum mulai menyetir. Jika gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah, jangan buru-buru menyetir karena dapat berbahaya. Rasa lelah dan ngantuk bisa saja membuat pasien diabetes kehilangan konsentrasi saat menyetir. Jika gula darah terlalu rendah dan tidak segera diatasi, pasien diabetes kehilangan kesadaran mendadak. Maka pastikan kondisi gula darah dalam keadaan stabil sebelum mulai menyetir.

Ketika melakukan perjalanan panjang, cek kadar gula darah setiap dua jam sekali.

Selalu bawa minimal 15 gram snack yang mengandung gula beraksi cepat atau sesuatu yang mengandung gula tinggi untuk keadaan darurat gula darah terlalu rendah. Jika merasakan gejala gula darah rendah segera menepi atau pergi tempat yang aman untuk memarkirkan kendaraan.

Untuk kondisi gula darah rendah segera atasi dengan snack, permen atau minuman dengan glukosa tinggi agar gula darah naik kembali. Tunggu 15 menit untuk kemudian melakukan tes gula darah sebelum benar-benar mulai menyetir. Jika gula darah masih belum juga kembali normal, ulangi prosesnya dan tunggu lagi. Mulailah menyetir hanya saat gula darah sudah kembali normal.

Lakukan pengecekan mata secara teratur karena menyetir dalam keadaan pandangan yang bagus.

Apa yang tidak boleh dilakukan?

Untuk mereka yang memiliki penyakit diabetes, hal-hal ini sebaiknya tidak dilakukan jika ingin menyetir dengan aman.

  • menyetir sambil minum. Karena pasien diabetes sering merasa haus, menyetir sambil minum mungkin jadi sesuatu yang harus dilakukan. Tetapi hal ini tentu berbahaya karena dapat mengganggu konsentrasi. Kebanyakan minum juga akan membuat seseorang sering buang air kecil, ini juga bisa membuat kegiatan menyetir jadi tidak nyaman dan terganggu.
  • menyetir ketika tubuh benar-benar tidak fit atau stress. Stress dan sakit adalah kondisi yang sangat rawan bagi pasien diabetes untuk mengalami lonjakan gula darah atau justru gula darah yang turun drastis.
  • tetap menyetir meskipun sadar dengan gejala kadar gula darah rendah.
  • langsung menyetir setelah mengatasi gula darah rendah. Tunggu sampai gula darah kembali normal atau mendekat normal paling tidak.

Ketika menyetir selalu ada kendaraan lain di sekitar atau penumpang yang tentu ingin perjalanan yang amanm jadi perhatikan bagaimana mengelola diabetes dengan baik sebelum mulai meyetir.

 

Baca juga: KADAR GULA DARAH NORMAL SELAMA TRAVELING

KADAR GULA DARAH NORMAL SELAMA TRAVELING

Menjaga kadar gula darah normal selama perjalanan

Apakah bisa menjaga gula darah normal ketika melakukan traveling? Tentu ini menjadi kecemasan tersendiri bagi pasien diabetes ketika akan pergi traveling. Berbagai kegiatan yang mungkin menimbulkan stress, makanan yang tidak teratur, istirahat yang sulit didapatkan dan banyak faktor eksternal lain mungkin bisa memicu gula darah tidak stabil. Ketika gula darah mendadak tinggi, tentunya banyak hal harus dilakukan agar gula darah kembali stabil dan tidak mengganggu perjalanan. Hal-hal tak terduga juga bisa terjadi ketika gula darah turun jauh, pasien dengan diabetes bisa saja kehilangan kesadaran mendadak dalam perjalanan. Nah, untuk berjaga-jaga agar situasi yang tidak diinginkan bisa teratasi dengan lebih baik, coba ikuti check list berikut ini.

 

Sebelum pergi

Rencanakan perjalanan ini jauh-jauh hari. Mulai dari tujuan, cara bepergian (darat, laut, udara), lama perjalanan, lama tinggal, kondisi di lokasi dan sebagainya. Dengan perencanaan yang matang maka akan mudah mendapat gambaran bagaimana dan seperti apa kondisi yang harus dipersiapkan. Konsultasikan dengan dokter apakah rencana traveling ini apa atau tidak? Mintalah saran bagaimana membuat perjalanan tersebut aman. Jika dokter telah menyetujui maka perjalanan bisa dipastikan akan lebih mudah.

Tanyakan juga apakah harus ada resep lebih lanjut yang harus dipersiapkan atau obat-obatan yang harus dibawa agar pada saat mulai perjalanan sudah dalam kondisi fit dan sehat.

Ketika berangkat

Obat

Buatlah daftar obat-obatan yang perlu dibawa dan dikonsumsi rutin beserta dosis dan jumlah yang harus dibawa. Kumpulkan obat-obatan tersebut dan pastikan bahwa semua yang dibutuhkan sudah tersedia dengan jumlah dan dosis yang tepat.

Setelah itu pisahkan menjadi dua bagian, yang pertama akan dibawa dalam tas tangan atau tas yang selalu berada dalam jangkauan selama perjalanan. Setengahnya lagi akan dibawa dalam koper. Jangan lupa untuk memberikan ekstra backup, jika terjadi sesuatu selama perjalanan dan obat yang dipersiapkan tidak mencukupi. Tidak hanya ekstra untuk obat tetapi juga ekstra insulin. Simpan insulin dalam wadah yang dingin dan kering untuk menjaga agar tidak rusak.

Catatan untuk yang bepergian dengan transportasi udara pastikan bahwa obat-obatan dan kebutuhan lainnya berada dalam tempat aslinya.

Alat pengecekan gula darah

Bawalah selalu ekstra strip pengecekan gula darah untuk berjaga-jaga jika harus melakukan pengecekan gula darah cukup sering. Jangan lupa juga untuk membawa ekstra baterai.

Identitas

Untuk pasien diabetes sebaiknya membawa kartu identitas yang menunjukan kondisi diabetes atau paling tidak menggunakan gelang yang bisa memberi tahu orang lain bahwa Anda memiliki diabetes.

Bawa juga kartu asuransi untuk kondisi darurat yang mengaruskan pergi ke rumah sakit.

Perlengkapan lain untuk dibawa

Bawalah paling tidak 15 gram snack yang mengandung gula tinggi dan bereaksi cepat pada tubuh seperti permen misalnya. Atau membawa glukosa tablet antisipasi ketika gula darah turun.

Bawa makan besar tambahan untuk berjaga-jaga ketika perjalanan tertunda (delay atau kena macet) dan sulit menemukan tempat makan.

Selalu gunakan alas kaki yang nyaman, empuk dan pas di kaki sehingga tidak menimbulkan luka atau lecet selama perjalanan.

Siapkan nomer dokter yang rutin dikunjungi agar mudah dihubungi saat keadaan darurat. Selain nomor dokter, siapkan juga nomor darurat lain seperti nomor orangtua, nomor wali atau nomor orang yang bisa dihubungi lain untuk membantu di keadaan darurat.

Terkadang traveling jauh juga menimbulkan perubahan waktu. Sesuaikan jam makan dengan perubahan waktu di tempat tujuan jika perlu, ini penting agar tubuh tidak kehilangan asupan nutrisi rutinnya.

Itu tadi sedikit tentang persiapan melakukan traveling bagi orang dengan diabetes. Menjaga kadar gula darah tetap normal selama perjalanan bukan hal yang tidak mungkin lagi sekarang.

 

Baca juga: KOMPLIKASI DIABETES DAN KESEHATAN JANTUNG

KOMPLIKASI DIABETES DAN KESEHATAN JANTUNG

Komplikasi diabetes bisa menyebabkan berbagai kerusakan di organ dalam tubuh termasuk salah satunya adalah jantung. Mereka yang memiliki penyakit diabetes dua kali lebih beresiko mengalami masalah pada jantung atau terkena penyakit lain yang berhubungan dengan jantung jika dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit diabetes. Di Amerika sendiri misalnya, penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu jika dibandingkan masalah kesehatan lain. Tentu saja ini harus menjadi peringatan bahwa masalah jantung bukan masalah sederhana, jika tidak ditangani segera bisa jadi masalah yang merenggut nyawa.

Untuk mereka yang memiliki penyakit diabetes wajib hukumnya menjaga kondisi kesehatan jantung dan mencegah komplikasi diabetes yang berhubungan dengan jantung. Apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar jantung selalu dalam kondisi sehat?

 

Apa yang harus dilakukan?

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, begitu juga mencegah komplikasi diabetes pada jantung. Ada cara untuk menurunkan resiko serangan jantung, stroke, atau kerusakan pembuluh darah akibat diabetes.

Selalu kendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Konsultasikan dengan dokter metode diet dan olahraga yang berfungsi untuk menjaga agar gula darah tetap stabil. Makanan yang masuk berperan besar terhadap jumlah glukosa yang masuk ke dalam tubuh. Sementara olahraga membantu menjaga jumlah lemak, membantu menurunkan berat badan dan memastikan bahwa glukosa dalam tubuh digunakan secara tepat. Obat diabetes juga penting untuk dikonsumsi tepat waktu jika dokter meresepkan. Jangan menggunakan obat diabetes tanpa konsultasi atau persetujuan dokter.

Jaga tekanan darah tetap stabil. Salah satu hal yang menyebabkan penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi bisa mengakibatkan jantung bekerja lebih keras, pecahnya pembuluh darah dan mengarah pada resiko stroke.

  • Kolesterol juga harus dijaga kestabilannya. Ketika kadar kolesterol jahat terlalu tinggi juga menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, salah satunya adalah penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah bisa berujung pada kerusakan pembuluh darah, jika sampai parah akan menjadi stroke.
  • Kurangilah berat badan jika memang kelebihan berat badan.
  • Sehatkan jantung, sehatkan badan
  • Ketahuilah bahwa menjaga kesehatan jantung bisa membawa banyak kebaikan untuk tubuh.

Selalu ikuti diabetes meal plan yang direncanakan bersama dokter atau ahli gizi. Seperti disebutkan sebelumnya, makanan berperan besar karena setelah masuk ke dalam tubuh makanan akan dipecah menjadi berbagai nutrisi. Ada yang bisa menjaga agar gula darah tetap stabil, ada yang bisa menjaga berat badan dan ada yang menyehatkan organ tubuh lain. Inilah pentingnya mengikuti aturan diet yang benar.

Lakukan olahraga secara rutin atau paling tidak melakukan aktifitas fisik yang membakar lemak dan energi di dalam tubuh.

Konsumsi obat diabetes secara rutin jika diresepkan oleh dokter.

Jika merokok, berhentilah segera. Rokok dan segala macam kandungan di dalamnya sangat tidak baik untuk kesehatan terutama kesehatan jantung. Resiko penyakit jantung akan menjadi berkali-kali lipat pada pasien diabetes yang memiliki kebiasaan merokok.

 

Baca juga: YUK, BELAJAR LAGI TENTANG PENYAKIT DIABETES KETOACIDOSIS

YUK, BELAJAR LAGI TENTANG PENYAKIT DIABETES KETOACIDOSIS

Salah satu hal yang harus dilakukan ketika didiagnosis dengan penyakit diabetes adalah terus belajar dan menambah pengetahuan tentang penyakit diabetes itu sendiri. Nah, salah satu yang wajib banget untuk dipelajari adalah tentang diabetes ketoacidosis. Kondisi ini mungkin akan sering ditemui pada beberapa pasien diabetes. Jangan menganggap remeh masalah kesehatan satu ini karena jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa mengakibatkan kondisi yang parah seperti kehilangan kesadaran, koma dan kerusakan organ dalam. Jadi, mulai sekarang edukasi diri dengan pengetahuan tentang penyakit diabetes ketoacidosis.

 

Penyebab ketoacidosis

Kekurangan insulin di dalam tubuh adalah penyebab utama diabetes ketoacidosis. Kekurangan insulin sendiri bisa diakibatkan karena infeksi atau karena penyakit, salah satunya adalah diabetes. Umumnya memang terjadi pada pasien dengan diabetes tipe 1.

Yang sebenarnya terjadi adalah ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup sehingga sel di dalam tubuh tidak mendapat asupan gula sebagai sumber energi. Tanpa gula yang menjadi bahan bakar energi, tubuh menggunakan sumber cadangan lain untuk diubah menjadi energi yaitu persediaan lemak tubuh. Lemak yang dipecah ini akan mengakibatkan peningkatan kadar keton dan ketoacid, penurunan pH level dan metabolism acidosis.

Gejala-gejala

Ini adalalah beberapa hal yang harus menjadi perhatian pasien diabetes karena bisa jadi hal-hal ini adalah gejala awal dari diabetes ketoacidosis. Gejala yang dialami tidak selalu sekaligus, mungkin bisa beberapa. Namun, meskipun hanya menunjukan satu dua gejala sebaiknya tetap dijadikan alarm peringatan untuk segera melakukan pengecekan.

Beberapa gejala diabetes ketoacidosis:

. Polyuria (peningkatan intensitas buang air kecil)

. Polydipsia (peningkatan rasa haus ekstrim)

. Polyphagia (peningkatan rasa lapar berlebihan)

. Penurunan berat badan secara mendadak

. Muntah-muntah

. Dehidrasi

. Sakit di bagian perut

. Nafas yang beraroma buah

. Kesulitan bernafas

. Adanya peningkatan intracranial pressure (ICP)

. Hypokalemia

Untuk ICP dan hypokalemia bisa disebut sebagai titik kritis. Pada gejala hypokalemia, insulin akan memindahkan potassium kembali ke dalam sel dan mengurangi jumlah potassium yang ada dalam darah. sementara pada peningkatan intracranial pressure adalah kondisi ketika kadar glukosa turun jauh dalam tubuh, air akan masuk dalam cerebral spinal fluid (CSF) dan ke otak. Dari penjelasan ini tentu terlihat betapa berbahayanya penyakit diabetes ketoacidosis.

Apa yang harus dilakukan pasien?

Yang pertama tentu saja mengonsumsi obat secara rutin sesuai resep dokter. Ini penting untuk menjaga kestabilan gula darah dan sensitifitas tubuh terhadap insulin.

Kedua, selalu lakukan pengecekan glukosa dalam darah dan keton dalam urin sesuai resep dokter.

Ketiga, ketika dalam keadaan sakit ikuti resep dokter untuk selalu mengonsumsi obat tepat waktu dan mendapatkan suntikan insulin sesuai jadwal. Minum air yang banyak karena tubuh akan semakin kekurangan cairan ketika sakit. Jangan lupa untuk selalu makan yang banyak dan jika memungkinkan meminum minuman tinggi karbohidrat.

Kapan harus segera pergi ke dokter?

Karena ketoacidosis bisa semakin parah jika tidak segera pergi ke dokter, ini adalah kondisi yang mengharuskan pasien dengan penyakit diabetes segera ke dokter:

  • ketika gula darah lebih tinggi daro 250 dalam waktu 2 kali berturut-turut.
  • kandungan keton dalam urin tinggi
  • diare terus menerus
  • kesulitan bernafas
  • kesadaran hilang timbul.

Nah, ini tadi sekilas info tentang diabetes ketoacidosis, termasuk penanganan dan bagaimana mencegahnya. Selamat belajar.

 

Baca juga: KETON DAN KOMPLIKASI DIABETES

KETON DAN KOMPLIKASI DIABETES

Pasti pernah mendengar salah satu komplikasi diabetes yang disebut dengan diabetes ketoacidosis. Keton adalah salah satu reaksi tubuh akibat diabetes yang sering terjadi pada pasien diabetes. Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa itu keton, artikel ini akan memberi sedikit penjelasan tentang bagaimana bisa kelebihan keton serta apa saja gejalanya.

 

Keton dan resiko komplikasi diabetes

Keton yang terkandung dalam darah menunjukan bahwa kadar gula dalam darah sudah terlalu tinggi. Tubuh memproduksi insulin terlalu sedikit atau bahkan tidak memproduksi insulin sama sekali. Tanpa insulin gula tidak dapat masuk ke dalam sel yang kemudian akan diubah menjadi energi. Glukosa yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan akan tertinggal dan menumpuk dalam darah menyebabkan gula darah tinggi.

Karena tidak terdapat insulin yang cukup memindahkan gula dari darah ke dalam sel untuk dijadikan energi, maka tubuh akan memecah lemak sebagai penggantinya. Kondisi ini yang mengakibatkan jumlah keton meningkat menyebabkan ketoacidosis, penurunan pH serta metabolic acidosis.

Ini adalah kondisi serius yang harus segera diatasi sebelum menyebabkan kerusakan organ tubuh lainnya.

Gejala ketika gula darah terlalu tinggi

Ketika gula darah terlalu tinggi tubuh menunjukan beberapa gejala sebagai reaksi atas perubahan yang terjadi dalam tubuh. Berikut adalah gejala yang tampak ketika tubuh memiliki gula darah terlalu tinggi:

  • merasa lelah berlebihan
  • sering buang air kecil
  • merasa pandangan menjadi kabur dan tidak jelas
  • sering merasa sangat haus
  • perut terasa tidak nyaman dan sering mual
  • merasa kesulitan bernafas.

Gejala keton terlalu tinggi dalam tubuh

Sebelumnya akan dilakukan tes urin untuk menunjukan keton dalam tubuh. Ketika tubuh menunjukan gejala-gejala seperti berikut ini, maka segera lakukan tes urin untuk mengetahui kadar keton dalam tubuh:

  • muntah-muntah, diare atau tidak bisa makan karena merasa sakit
  • memiliki catatan kadar gula darah 240 mg/dl atau lebih dari itu sebanyak dua kali berturut-turut.

Mereka yang memiliki diabetes tipe 1 lebih beresiko memiliki jumlah keton tinggi dibandingkan pasien dengan diabetes tipe 2. Namun tidak menutup kemungkinan seseorang diabetes tipe 2 mengalami kelebihan keton dalam tubuh.

Tindakan lanjut

Ketika merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas dan kesulitan menurunkan kembali gula darah, segera pergi temui dokter untuk melakukan pengecekan keton dan penanganan lebih lanjut. Hal ini harus segera dilakukan karena keton yang terlalu tinggi dalam tubuh dan tidak segera dikendalikan akan bisa mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran dan masalah kesehatan serius lainnya.

 

Baca juga: APA ITU A1C DAN KADAR GULA DARAH NORMAL?

APA ITU A1C DAN KADAR GULA DARAH NORMAL?

Pasien diabetes atau keluarga pasien diabetes pasti pernah mendengar istilah A1C ketika mencari tahu tentang kadar gula darah normal bagi pasien diabetes. A1c adalah salah satu istilah yang akan sering muncul berhubungan dengan penyakit diabetes dan kadar gula darah normal bagi pasien. Kali ini akan dijelaskan tentang A1c dan hubungannya dengan kadar gula darah normal pasien.

 

Apa itu A1c?

Singkatnya A1c adalah hasil pengecekan yang akan menunjukan hasil rata-rata kadar gula darah selama 3 bulan terakhir. Jadi tes ini tidak akan dilakukan terlalu sering, karena yang dibutuhkan adalah kadar gula darah rata-rata. Tujuannya adalah melihat apakah metode pengobatan, diet dan olahraga yang diterapkan memiliki hasil yang berdampak besar bagi kondisi kesehatan pasien. Efek pengobatan, diet dan olahraga yang diterapkan dokter serta ahli gizi memang harus berjangka panjang. A1c melihat apakah kadar gula darah pasien berada dalam batas normal atau tidak sepanjang waktu.

Pengecekan kadar A1c juga bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan pasien dan mendeteksi dini kemungkinan komplikasi. A1c dapat melihat kemungkinan apakah pasien diabetes berada dalam resiko komplikasi atau penyakit lain akibat diabetes. Jika kadar A1c seseorang berada dalam level tinggi maka resiko seseorang mengalami berbagai penyakit atau komplikasi akibat diabetes juga semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya, jika kadar A1c yang tercatat baik, maka resiko pasien mengalami komplikasi juga lebih kecil. Karena itulah pasien diabetes harus rutin memeriksa rata-rata kadar gula darah 3 bulan terakhir untuk melihat kondisi tubuh jangka panjang.

Kenapa perlu melakukan tes A1c?

Karena hasil tes A1c adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah kadar gula darah sehari-hari berada dalam batas wajar atau tinggi. Ketika kadar gula darah 3 bulan terakhir menunjukan kenaikan yang tidak terkontrol maka dokter bisa melakukan penyesuaian terhadap obat-obatan pasien, pola makan serta jenis olahraga yang bisa dilakukan.

Berapa kadar gula darah normal yang harus dicapai?

Angka untuk A1c yang normal adalah 7 atau kurang dari itu. Namun lebih baik jika berada di angka 7 karena berarti rata-rata gula darah tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Di bawah 5 berarti gula darah berada di bawah normal dan di atas 7, sudah harus diwaspadai bahwa gula darah sudah di atas rata-rata.

Namun kembali lagi, lakukan konsultasi dengan dokter diabetes untuk menentukan angka atau goal A1c yang terbaik karena kondisi tubuh tiap orang berbeda-beda, maka angka atau goal yang dicapai juga berbeda-beda.

 

Baca juga: SEBENARNYA APA ITU PENYAKIT DIABETES?