YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

PENYEBARAN KOMPLIKASI DIABETES JIKA TIDAK MENDAPAT OBAT YANG TEPAT

Mengonsumsi obat diabetes tidak hanya membantu untuk menjaga gula darah tetap stabil tapi juga untuk mencegah terjadinya komplikasi bagi pasien diabetes. Diabetes memang memiliki banyak kemungkinan komplikasi yang berbahaya. Komplikasi bagi pasien bisa tersebar ke seluruh bagian tubuh dan sangat membahayakan tubuh. Obat, diet dan olahraga yang direncanakan untuk pasien diabetes memang dimaksudkan untuk menjaga kadar gula darah dan gula darah yang selalu stabil membantu mencegah kompliksasi yang meluas.

Pada pasien diabetes tidak hanya kadar gula darah saja yang harus dijaga tapi juga tekanan darah dan kolesterol yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam tubuh. Memang selalu ada cara untuk menyembuhkan, tetapi akan lebih baik untuk mulai mengenali potensi komplikasinya dan mencegah dari awal dengan gaya hidup sehat, rutin minum obat diabetes yang diresepkan dokter dan olahraga teratur.

Otak

Resistensi insulin yang mengarah pada kemungkinan diabetes tipe 2 sangat berhubungan dengan peningkatan jumlah plak yang menumpuk di arteri. Dimana hal ini bisa menghalangi aliran darah ke otak yang berujung pada penyakit stroke.

Mata

Mengalami gula darah dan tekanan darah tinggi dalam waktu akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di mata yang mengakibatkan komplikasi retinopathy.

Jantung

Tekanan darah tinggi dan resistensi insulin adalah faktor utama penyebab serangan jantung.

Ginjal

Tekanan darah tinggi akan merusak pembuluh darah kecil dan gula darah tinggi akan membuat ginjal bekerja lebih keras dari seharusnya. Lama kelamaan kedua kondisi ini membuat ginjal semakin lemah untuk membersihkan seluruh kotoran dalam darah. Dalam kondisi yang semakin parah gagal ginjal juga akan meningkatkan tekanan darah jadi lebih tinggi.

Perut

Penumpukan lemak di bagian perut dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Kelebihan berat badan juga akan berakibat buruk bagi pasien diabetes. Penumpukan lemak mengakibatkan sel-sel dalam tubuh sulit merespon insulin dan tubuh akan bereaksi terhadap lemahnya respon insulin dengan mengeluarkan insulin lebih banyak.

Kaki

Kadar glukosa yang tinggi akan merusak sistem syaraf mengakibatkan sering timbul rasa sakit, lemas serta mati rasa untuk beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kaki (peripheral neuropathy).

Pembuluh darah

Kolesterol jahat dalam jumlah banyak yang menumpuk di pembuluh darah akan menyumbat dalam pembuluh dan kondisi resistensi insulin akan semakin melemahkannya. Dengan tersumbatnya pembuluh darah dan melemahnya kekuatan pembuluh akan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi ke level yang lebih berbahaya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tips-penting-cara-menjaga-kondisi-kaki-pasien-diabetes/

TIPS PENTING CARA MENJAGA KONDISI KAKI PASIEN DIABETES

Mari membahas lagi pentingnya menjaga kondisi kesehatan kaki bagi pasien diabetes. Neuropathy sebagai komplikasi dari gula darah tinggi yang tidak terkontrol juga akan membawa kemungkinan komplikasi lain yang lebih berbahaya. Amputasi adalah komplikasi paling parah dari pasien diabetes dan paling banyak dialami oleh pasien diabetes. Alasannya sepele, hanya karena orang-orang kurang memperhatikan kondisi kesehatan kakinya. Sering kali dianggap tidak begitu penting, justru luka kecil yang tidak terlihat pada kaki imbasnya besar. Jadi di samping rutin mengonsumsi obat, melakukan diet ketat dan olahraga teratur, pasien diabetes juga harus rajin menjaga kondisi kakinya.

Aturan untuk menjaga kondisi kaki sudah banyak dijelaskan di berbagai artikel. Sering kali kedengarannya ribet dan banyak aturan, jadi dalam artikel ini akan sedikit disederhanakan tentang bagaimana seharusnya pasien diabetes menjaga kondisi kakinya.

 

Cermin untuk memeriksa kaki

Kaki termasuk bagian yang cukup sulit untuk dijangkau keseluruhannya karena tidak semua orang bisa membungkuk untuk melihat apa yang ada di kaki. Bagian telapak kaki juga sering sulit terlihat dengan lebih detail karena ada bagian-bagian yang tidak bisa dilihat dengan jelas. Maka cobalah untuk melihat kondisi kaki dengan menggunakan cermin yang bisa membantu melihat ke bagian-bagian sulit pada kaki, termasuk area telapak kaki. Dengan menggunakan cermin, periksa kembali apakah ada luka goresan atau kulit yang pecah-pecah terkelupas.

Menggunakan kaus kaki

Kulit bagian telapak kaki pasien diabetes cukup sensitive jadi sebaiknya lindungi kaki dengan selalu menggunakan kaus kaki yang empuk dan lembut. Tidak ada yang tahu bagaimana kondisi di dalam sepatu sebenarnya. Terkadang masih kerikil kecil yang bisa menggores kulit atau lapisan dalam sepatu yang kasar sehingga membuat kaki mudah terluka.

Tidak hanya saat memakai sepatu, sebaiknya gunakan kaus kaki ketika tidak sedang bertelanjang kaki di rumah atau bahkan ketika sedang memakai sandal. Sulit merasakan adanya benda-benda kecil di kaki dan luka yang tidak ketara sekalipun bisa sangat berbahaya untuk pasien diabetes, jadi sebaiknya terus pakai sepatu untuk menghindari luka-luka akibat benda kecil yang disadari.

Memakai pelembab

Sering terhambatnya aliran darah ke area kaki menyebabkan area kaki jadi cepat kering dan pecah-pecah. Pasien diabetes sangat diharapkan untuk rutin mengoleskan pelembab ke kaki demi mencegah kulit yang pecah-pecah terlalu parah. Oleskan pelembab ke seluruh bagian kaki, telapak kaki, hingga tumit kecuali di sela-sela jari kaki. Kenapa? Area di sela-sela jari kaki harus dibiarkan tetap kering untuk mencegahnya tumbuhnya jamur dan bakteri akibat lingkungan yang terlalu lembab.

Tiga tips sederhana ini membantu pasien dalam menjaga kondisi kesehatan kakinya tanpa perlu terlalu repot. Jangan meremehkan keadaan kaki karena dari kaki yang tidak terawat justru bisa timbul masalah besar dan berbahaya bagi pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/menjaga-kesehatan-kaki-tidak-selalu-dari-obat-ini-yang-tidak-boleh-dilakukan-oleh-pasien-diabetes/

MENJAGA KESEHATAN KAKI TIDAK SELALU DARI OBAT, INI YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN OLEH PASIEN DIABETES

Obat diabetes membantu pasien untuk menjaga gula darahnya tetap stabil dan menghindari komplikasi. Tapi menjaga kesehatan kaki juga menjauhkan pasien diabetes dari salah satu komplikasi paling sering dialami pasien diabetes yaitu amputasi. Kaki yang tidak dijaga kesehatan dan kebersihannya akan mengarah pada luka-luka yang sulit sembuh dan akhirnya terinfeksi, membusuk lalu harus diamputasi. Nah, demi menjaga agar kaki tidak sampai terluka parah dan menyebabkan infeksi berikut adalah sedikit tips yang bisa diaplikasikan di rumah.

 

Pencegahan

Bagi pasien diabetes kaki adalah bagian yang sering kali kehilangan sensitifitasnya karena kerusakan syaraf yang mengakibatkan kaki lebih mudah mati rasa. Karena kehilangan indera perasa ini pasien diabetes sebisa mungkin menghindari penggunaan botol air panas atau selimut elektrik. Dengan berkurangnya sensitifitas kulit kaki pasien diabetes bisa tidak menyadari suhu yang terlalu panas dan salah-salah malah membakar kulit. Jika ingin menggunakan air panas, jangan langsung mencelupkan kaki ke dalam air, rasakan dulu dengan tangan karena tangan adalah bagian yang paling sensitive untuk merasakan panas.

Rutin lakukan pemeriksaan kaki dan ketika ditemukan ada calluses atau luka-luka yang mengering jangan langsung menghilangkannya sendiri. Pergi ke dokter ahli untuk menanyakan proses selanjutnya dan membersihkan luka tersebut dengan cara yang lebih tepat. Jika memang membutuhkan obat untuk menyembuhkan luka, pastikan bahwa metode pengobatan tersebut memang khusus untuk pasien diabetes. Perawatan luka bagi pasien diabetes harus dilakukan dengan lebih intensif karena kemampuan mereka untuk menyembuhkan diri tidak lagi sama seperti orang yang tidak memiliki diabetes.

Tips menjaga kaki tetap aman

Nah, agar kaki lebih terjadi ada beberapa pantangan yang harus dipahami pasien diabetes terutama ketika akan berolahraga.
Pasien diabetes sebaiknya tidak menggunakan kaus kaki yang terlalu ketat dan elastis karena dapat menghambat peredaran darah ke kaki. Hal yang sama berlaku juga untuk kaus kaki yang tebal dan terlalu berbulu karena selain membuat peredaran darah terhambat, kaus kaki seperti ini akan meluka kulit kaki secara tidak sadar.

Meskipun di rumah jangan berjalan tanpa alas kaki. Terkadang ada benda-benda kecil yang tidak terasa di kaki namun ternyata bisa melukai. Sekali lagi, kebanyakan pasien diabetes mulai tidak merasakan jika ada benda-benda kecil yang melukai kulit kakinya. Karena itulah sebaiknya berhati-hati dengan selalu memakai alas kaki ketika di rumah.

Charcot foot

Apa itu charcot foot? Ini adalah kondisi ketika terjadinya pelemahan pada tulang dan sendi yang biasanya muncul orang-orang dengan kerusakan syaraf parah atau neuropathy.

Sebaiknya perhatikan beberapa gejala charcot foot ini seperti: pembengkakan kaki, kemerahan, kaki terasa panas, berkurangnya sensitifitas pada kaki dan terkadang bisa disertai atau tidak disertai rasa sakit.

Lalu bagaimana cara mencegahnya? Pastikan untuk selalu menjaga kadar gula darah tetap stabil baik dengan obat diabetes, diet dan dengan olahraga teratur. Dengan selalu menjaga gula darah tetap terkontrol akan melambatkan proses kerusakan syaraf pada pasien diabetes.

Cek kaki setiap hari dan pergi ke dokter segera begitu melihat gejala charcot foot.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/merawat-kaki-untuk-pasien-diabetes-selain-dengan-obat/

MERAWAT KAKI UNTUK PASIEN DIABETES SELAIN DENGAN OBAT

Bagi pasien diabetes, selain harus rutin mengonsumsi obat, melakukan diet dan olahraga, mereka juga harus menjaga kondisi tubuhnya terutama bagian kaki. Resiko komplikasi diabetes tidak hanya didapatkan ketika pasien diabetes tidak mengonsumsi obat sesuai resep dokter, tetapi juga ketika kondisi kakinya tidak terawat dengan benar. Kaki merupakan salah satu bagian yang paling rawan mengalami komplikasi parah akibat diabetes hingga bisa berakhir dengan amputasi. Mengingat pentingnya fungsi kaki dalam kehidupan sehari-hari setiap orang, jangan lupa untuk selalu merawat kondisi kaki setiap hari sama seperti rutinitas mengonsumsi obat diabetes sehari-hari.

 

Merawat kaki

Selalu lakukan pengecekan kondisi kaki setiap hari dan setiap pagi dari sepanjang paha hingga telapak kaki. Apa yang harus dicari? Lihat apakah terdapat luka terbuka, goresan, bekas-bekas kemerahan, bengkak dan masalah pada kuku kaki.

Setelah memastikan bahwa tidak ada luka atau kondisi yang bisa menimbulkan luka dan infeksi pada kaki, oleskan pelembab pada kaki untuk menghindari kulit kering, pecah-pecah dan gatal-gatal.

Jika perawatan sehari-hari telah dilakukan, lakukan kunjungan ke dokter secara rutin untuk mengecek kondisi telapak kaki dan lutut. Dengan rutin melakukan check-up ke dokter terkait kondisi kaki, dokter dapat memperkirakan kemungkinkan adanya komplikasi dengan lebih akurat dan mencegah amputasi 45-85 persen. Jumlah ini adalah angka harapan yang cukup besar jika pasien diabetes memang rutin mengunjungi dokter untuk melakukan check-up pada kaki.

Tetap olahraga, kaki juga terjaga

Olahraga adalah salah satu hal penting untuk mengendalikan kadar gula darah jadi jangan sampai melewatkan waktu untuk berolahraga bagi pasien diabetes. Olahraga membantu kerja obat diabetes jadi lebih maksimal dalam menjaga gula darah tetap stabil. Tapi terkadang masalah kesehatan pada kaki juga timbul karena aktifitas olahraga. Lalu bagaimana caranya agar olahraga tidak menjadi masalah untuk kaki?

Selalu pastikan aliran darah ke kaki lancar dengan menggerak-gerakan ibu jari kaki dan menggerakan lutut selama 5 menit, 2-3 kali sehari.

Sebelum mulai olahraga juga pastikan kalau di dalam sepatu tidak ada benda-benda kecil yang bisa melukai kulit.

Jaga kondisi gula darah tetap stabil. Gula darah yang tidak terkontrol akan menyebabkan kerusakan syaraf pada kaki.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/efek-samping-penggunaan-obat-diabetes/

EFEK SAMPING PENGGUNAAN OBAT DIABETES

Obat diabetes yang memiliki kandungan bahan kimia tentu tidak boleh dikonsumsi sembarangan tanpa memiliki ijin dari dokter ahli. Selain karena mengandung banyak bahan kimia yang bisa menumpuk dalam tubuh, obat diabetes dengan bahan kimia akan menimbulkan berbagai efek samping yang bisa berbahaya dalam waktu lama. Beberapa obat kimia yang sering kali diresepkan untuk pasien diabetes juga memiliki efek samping seperti menyebabkan mual-mual dan perut tidak nyaman. Dokter tentu saja akan memperingatkan pasien tentang kemungkinan reaksi efek samping tersebut dan cara terbaik untuk menghindarinya.

Obat diabetes tidak seharusnya membuat pasien tersiksa, sehingga jika setelah konsumsi obat efek samping yang ditimbulkan terasa benar-benar menyakitkan, pasien harus segera menghubungi dokter. Beberapa obat diabetes lain seperti metformin biasanya hanya menimbulkan efek samping sementara. Berikut adalah beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan obat diabetes berbahan kimia.

 

Sulfonylureas

Obat yang satu ini biasanya akan menimbulkan gula darah menjadi terlalu rendah atau hypoglikemia. Terkadang juga bisa menyebabkan perut terasa tidak nyaman, kulit panas dan gatal-gatal serta kenaikan berat badan mendadak.

Biguanides/metformin

Metformin adalah obat yang sering diresepkan bagi pasien diabetes dan tentu saja memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. Konsumsi metformin dapat menimbulkan mual karena alkohol, komplikasi pada ginjal, perut yang terasa tidak nyaman, cepat lelah dan pusing serta mulut terasa seperti besi.

Alpha-glucosidase inhibitors

Untuk obat yang satu ini biasanya efek samping yang ditimbulkan adalah perut terasa bergas, perut terasa kembung hingga diare.

Thiazolidinediones

Biasanya efek samping yang ditimbulkan dari obat ini adalah berat badan meningkat, resiko pada kesehatan liver, resiko terjadinya anemia, sampai kaki dan lutut yang bengkak.

Megalitinides

Obat ini juga dapat menimbulkan hypoglikemia atau gula darah mendadak turun serta kenaikan berat badan.

Ini hanyalah beberapa efek samping yang ditimbulkan dari obat diabetes yang sering diresepkan. Mungkin belum semua efek samping dijabarkan di sini jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli terkait efek samping masing-masing obat. Jika ternyata ada efek samping lain yang timbul dari konsumsi obat berbahan kimia ini, segera temui dokter untuk menanyakan kondisi tersebut.

Jika memang efek samping yang muncul tidak lagi membuat tubuh merasa nyaman, minta dokter untuk mengganti obat yang digunakan. Saat ini obat berbahan herbal sudah semakin banyak diminati dan mudah ditemukan. Minta saran dokter terkait penggunaan obat herbal sebagai alternative yang minim efek samping.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/apa-yang-menyebabkan-pasien-diabetes-beresiko-tinggi-amputasi-obat-apa-yang-dapat-membantu-pasien-diabetes/

APA YANG MENYEBABKAN PASIEN DIABETES BERESIKO TINGGI AMPUTASI? OBAT APA YANG DAPAT MEMBANTU PASIEN DIABETES?

Pasien diabetes beresiko sangat tinggi mengalami amputasi meskipun obat diabetes dan berbagai metode penyembuhan lain sering dilakukan. Orang-orang dengan diabetes biasanya memiliki 4 kemungkinan amputasi dari bagian paha ke telapak kaki. Setiap 1,000 orang yang memiliki diabetes, 2.6 persennya mengalami amputasi di bagian jari-jari kaki, 0.8 persen diamputasi pergelangan kaki, 1.6 amputasi di bawah lutut dan 0.8 persen diamputasi di atas lutut. Menurut data dari thediabetescouncil.com setiap 30 detik ada kaki yang hilang akibat dibetes di salah satu bagian di seluruh dunia.

Namun ada juga beberapa yang mengalami amputasi di bagian jari, tangan hingga lengan meskipun jumlahnya tidak sebanyak mereka yang mengalami amputasi di bagian kaki. Masalah kesehatan pada kaki menjadi salah satu masalah paling umum pasien diabetes meskipun sudah rutin mengonsumsi obat. Lalu apa saja penyebab amputasi pada pasien diabetes?

 

Kerusakan syaraf atau diabetes neuropathy

Neuropathy adalah salah satu penyebab dari berbagai masalah pada kaki. Ketika seseorang mengidap diabetes neuropathy maka akan menurunkan indera perasa di bagian kaki dan menyebabkan pasien diabetes tidak dapat merasakan ketika terdapat luka atau sesuatu yang melukai kaki dan bagian paha. Jika tidak dapat merasakannya maka pasien tidak akan sadar bagian kakinya terluka dan penanganannya jadi terlambat sehingga luka yang timbul sudah terlanjur parah untuk disembuhkan. Luka pada pasien diabetes tidak sembuh secepat pada orang lain.

Perubahan kulit

Diabetes yang tidak ditangani dengan obat dan metode penyembuhan lainnya ternyata berpengaruh pada kondisi kulit. Jika dikombinasikan dengan kerusakan syaraf yang mungkin dialami pasien diabetes, kulit pecah-pecah ini juga akan terlambat disadari oleh pasien diabetes. Sirkulasi yang buruk ke arah kaki juga membuat luka terbuka pada kulit jadi lebih sulit disembuhkan.

Sirkulasi yang buruk

Sirkulasi darah yang buruk pada kaki termasuk peripheral vascular dan masalah arteri besar pengaruhnya terhadap proses penyembuhan luka pada kaki. Luka yang tidak segera sembuh menyebabkan luka akan terinfeksi bakteri dan membusuk, merusak jaringan lain di sekitarnya.

Gula darah tinggi dalam waktu lama

Ketika gula darah tidak dikendalikan dengan obat diabetes dan gaya hidup yang tepat maka semakin lama dapat memicu terjadinya komplikasi diabetes seperti neuropathy dan sirkulasi darah yang buruk.

Tekanan darah tidak terkontrol

Tekanan darah yang tidak dikontrol dalam waktu lama akan berkontribusi pada luka terbuka yang sulit sembuh dan akhirnya berujung pada amputasi.

Pada umumnya penyebab amputasi paling umum dari pasien diabetes adalah ketika syaraf perasa rusak dan sirkulasi darah buruk sehingga luka tidak segera sembuh dan menimbulkan infeksi. Dalam kondisi yang sudah parah, maka kaki harus diamputasi.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah amputasi?

  • Selalu pastikan untuk mengecek kondisi kondisi kaki dan tangan setiap hari.
  • Jika tanda-tanda diabetes neuropathy mulai muncul atau kondisi lain yang tidak sewajarnya, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Belilah sepatu khusus untuk pasien diabetes yang nyaman dan aman melindungi kaki.
  • Berhenti merkokok
  • Pastikan bahwa A1c berada di bawah 7 persen dan pertahankan tepat di sana kecuali dokter menyarankan angka lain.
  • Jika perlu, turunkan berat badan dengan diet diabetes yang sehat.
  • Olahraga 30 menit setiap hari setiap minggu.
  • Makan makanan dalam bentuk utuhnya, bukan makanan kemasan yang telah melewati berbagai proses pengolahan.
  • Cek glukosa darah secara rutin dan konsumsi obat diabetes sesuai yang telah diresepkan dokter.

Dengan manajemen yang baik, makanan yang tepat, perawatan kulit dan rutin mengecek kulit kaki serta lengan, serta mengonsumsi obat sesuai resep dokter pasien diabetes dapat menghindari diri dari amputasi.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jika-tidak-segera-mendapat-obat-begini-kondisi-kaki-paling-umum-pasien-diabetes/