YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

BAGAIMANA CARA OATMEAL BEKERJA SEBAGAI OBAT UNTUK DIABETES

Dalam artikel sebelumnya telah disebutkan bahwa oatmeal adalah salah satu bahan makanan yang bekerja layaknya obat untuk diabetes karena kemampuannya menjaga kadar gula darah tetap stabil. Banyak kandungan nutrisi dalam oatmeal yang bisa berperan besar untuk pasien diabetes, terutama mereka yang menggunakan obat diabetes dan insulin. Jika mengombinasikan obat diabetes dan makanan untuk menjaga kesehatannya, pasien diabetes tipe 2 dapat hidup layaknya orang biasa lainnya. Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja oatmeal pada pasien diabetes tipe 2?

 

Oats melawan diabetes dan resistensi insulin

Kadar gula darah yang tinggi akan dapat dikembalikan normal oleh tingginya serat larut dalam oats bersama dengan kandungan magnesiumnya yang tinggi. Sedangkan mengonsumsi oatmeal secara rutin secara siginifikan akan dapat memperbaiki resistensi insulin dan kadar gula darah.

Dalam salah satu penelitian yang dilakukan di Amerika, suplemen magnesium sendiri sudah dapat mengurangi 19% resiko diabetes kepada 40,000 objek penelitian. Jika pasien diabetes secara rutin mengonsumsi semangkuk kecil bubur oats, resiko diabetes akan berkurang 1/3-nya. Ini sekali lagi menunjukan efektifitas makanan yang dimakan dalam bentuk alami dibandingkan makanan yang telah banyak dibuang mineralnya.

Di sisi lain, oats juga mengandung saponin. Saponin adalah phytochemical yang akan menurunkan kadar gula darah dalam kondisi hyperglikemia dan meningkatnya pengeluaran insulin.

Serat larut yang paling banyak berjasa dalam oats adalah beta-glucan. Beta-glucan berperan dalam mendukungan aktifitas sel imun yang disebut dengan neutrophilic granulocytes. Singkatnya, beta-glucan dan oats memiliki efek anti-inflamasi karena dapat menghalangi terjadinya inflamasi dalam tubuh.

Beta-glucan memainkan peran penting dalam memberi efek positif untuk kadar gula darah. Beta-glucan dikenal juga sebagai serat larut dan oats memang mengandung banyak beta-glucan dalam setiap porsi sajiannya. Telah banyak dibuktikan melalui penelitian bahwa oats memiliki efek sebagai obat menurukan gula darah untuk pasien diabetes. Oats atau beta-glucan dalam otas memperlambat peningkatan gula darah setelah makan, berbeda dengan sereal lain dan roti putih yang biasanya terbuat dari tepung terigu. Sereal dan roti putih biasanya sangat cepat menaikan kadar gula darah dan menjadi masalah untuk pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/oats-makanan-sehat-bermanfaat-sebagai-obat-untuk-diabetes/

OATS MAKANAN SEHAT BERMANFAAT SEBAGAI OBAT UNTUK DIABETES

Salah satu kewajiban pasien diabetes adalah menjaga asupan obat dan makanan dalam dosis seimbang untuk mempertahankan tubuh agar selalu sehat. Obat berfungsi untuk mengembalikan kestabilan gula darah dan makanan akan menjaga agar gula darah tetap stabil untuk pasien diabetes. Makanan juga berperan penting dalam menjaga stamina pasien diabetes mengingat pasien juga harus rajin berolahraga untuk membakar energi. Pola makan yang baik serta pemilihan bahan makan yang sehat penting untuk diperhatikan. Salah satu yang banyak dimanfaatkan oleh pasien diabetes adalah oatmeal karena ternyata bahan makanan ini memiliki peran besar untuk pasien diabetes. Untuk lebih jelas tentang manfaat oatmeal bagi pasien diabetes akan dibahas di artikel ini.

 

Manfaat oatmeal

Sejak jaman dahulu oatmeal dipercaya memiliki efek menurunkan gula darah pada tubuh seseorang. Metode pengobatan Cina juga melihat adanya dampak positif dari oatmeal sebagai obat untuk diabetes dan berbagai penyakit lain. Hal ini kemudian mendorong berbagai penelitian lanjutan tentang peran oatmeal dalam menjaga kesehatan pasien diabetes.

Oatmeal dan resistensi insulin

Kurang olahraga, diet yang buruk dan kondisi genetik yang salah menyebabkan seseorang mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin adalah salah satu tanda awal dari diabetes tipe 2, dimana pada saat itu hormone insulin tidak lagi diproduksi dengan jumlah yang mencukupi oleh tubuh atau tidak lasgi bekerja secara efektif. Konsekuansinya adalah keseimbangan gula darah menjadi terganggu.

Ketika seseorang mulai mengalami resistensi insulin atau menunjukan tanda-tanda resistensi insulin, konsumsi oatmeal akan sangat membantu memberi perubahan positif pada tubuh.

Oatmeal dan diabetes tipe 2

Pasien diabetes tipe 2 harus lebih dahulu mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki berbagai nutrisi yang bisa menghindarkan mereka dari kenaikan gula darah setelah makan. Konsumsi oatmeal ternyata memiliki dampak positif bagi pasien diabetes tipe 2 yang butuh penggunaan insulin secara rutin. Mereka harus tahu bahwa nutrisi dalam oatmeal dapat dihitung setara dengan dosis insulin yang dibutuhkan.

Oatmeal mengandung karbohidrat dengan sumber serat yang tinggi sehingga setelah dimakanpun gula darah hanya akan naik sedikit dan kebutuhan insulin untuk pasien diabetes tipe 2 dapat dikurangi. Jika dijadikan bahan makanan rutin akan memberikan tubuh nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tetap sehat meskipun dengan diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-dan-terapi-insulin-yang-harus-dikenali-untuk-penyembuhan/

OBAT DIABETES DAN TERAPI INSULIN YANG HARUS DIKENALI UNTUK PENYEMBUHAN

Obat diabetes dan insulin ternyata memiliki beragam jenis dan nama yang berbeda-beda yang sudah pasti sulit untuk diingat. Perlu dipastikan bahwa baik obat diabetes dan insulin adalah salah satu bagian dari usaha untuk mengatasi diabetes, bukan satu-satunya sarana penyembuhan. Sehingga bermacam-macam obat diabetes dan insulin yang diberikan hanya bersifat membantu. Kali ini akan dibahas sedikit tentang macam-macam obat diabetes serta insulin yang biasa digunakan beserta kegunaannya.

 

Obat diabetes

Biguanide

Obat ini akan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin, menghalangi pembentukan gula baru pada liver dan menunda proses pemindahan gula menuju darah.

Sulfonylureas

Sulfonylureas akan mendorong pankreas untuk mengeluarkan insulin lebih banyak. Meski begitu obat ini hanya akan bekerja pada pasien yang masih bisa menghasilkan insulinnya sendiri. Menggunakan obat ini juga beresiko mengalami hypoglikemia.

Alpha Glucosidase Inhibitor

Fungsi obat ini akan memperlambat pemecahan karbohidrat dalam pencernaan. Dengan melambatnya proses pemecahan karbohidrat maka gula juga akan lebih lambat masuk dalam darah.

SGLT-2 inhibitor

Obat ini akan membuat ginjal mengeluarkan gula lebih banyak lewat urin dengan cara menghalangi protein SGLT-2, yang membuat gula dari ginjal kembali ke pembuluh darah.

Glitazones

Obat ini juga akan meningkatkan sensitifitas insulin sel-sel dalam tubuh sehingga dapat menyerap lebih banyak gula dari dalam darah.

Glinides

Cara kerja obat ini sama dengan sulfonylureas yaitu mendorong produksi insulin dari pankreas.

DDP-4 inhibitors (gliptines)

Cara kerjanya adalah dengan menghalangi proses pemecahan hormon intestinal GLP-1. Hasilnya, pankreas memproduksi insulin lebih banyak, pengosongan lambung jadi melambar dan liver melepaskan lebih sedikit gula.

GLP-1 analog

Obat ini akan meniru cara kerja hormon GLP-1. Berbeda dengan obat lainnya, GLP-1 analog digunakan dengan cara disuntik seperti insulin.

Insulin

Untuk insulin ada beberapa skema terapi yang berbeda untuk digunakan. Penggunaanya tergantung kondisi masing-masing pasien. Sebagian pasien membutuhkan insulin untuk mendukung obat diabetes tablet selama beberapa waktu, sebagian lain memang butuh insulin untuk hidup.

Basal Assisted Oral Therapy

Selain dengan penggunaan obat, terapi ini menggunakan suntikan long-acting insulin sekali dalam sehari di pagi atau malam hari.

Biasanya digunakan oleh pasien yang gula darah di pagi hari terlalu tinggi.

Conventional Insulin Therapy

Pasien akan diberi suntikan dengan dosis tetap dari campuran insulin (fast-acting dan long-acting insulin) di pagi dalam malam hari.

Terapi ini digunakan untuk mereka yang memiliki kebiasaan makan tetap dan rutinitas harian yang tidak berubah karena cara kerjanya yang sederhana.

Supplementary insulin therapy

Setelah makan besar, tubuh akan diberi suntikan short-acting insulin.

Digunakan pada mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi, terutama setelah makan. Supplementary insulin therapy dapat dikombinasikan dengan obat diabetes tablet.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/metode-obat-dan-pengobatan-untuk-pasien-diabetes/

METODE OBAT DAN PENGOBATAN UNTUK PASIEN DIABETES

Metode pengobatan dan pemberian obat untuk kasus diabetes tipe 2 selalu berdasarkan pada kondisi masing-masing pasien yang bisa berbeda satu sama lain. Setiap pasien pasti memiliki jenis obat dan metode yang berbeda dalam mengendalikan gula darahnya dan mencegah komplikasi akibat diabetes. Sebagai contoh pasien diabetes rata-rata diharuskan menjaga A1c pada angka 6.5 atau 7.0. Tetapi jika menurut dokter pasien beresiko mengalami hypoglikemia maka target bisa naikan ke angka yang lebih tinggi. Maka ada beberapa metode obat dan pengobatan untuk pasien diabetes yang berbeda-beda tergantung kondisinya.

 

Berat badan

Salah satu faktor yang meningkatkan pembentukan diabetes tipe 2 adalah masalah berat badan. Ketika tumpukan lemak yang ada di perut, yang disebut dengan internal atau visceral fat membuat beberapa gangguang yang menghambat efek insulin. Penurunan berat badan akan sangat efektif untuk mengatasi resistensi insulin. Dan sebenarnya menurunkan berat badan efeknya sama dengan mengonsumsi obat untuk diabetes.

Proses penurunan berat badan harus ada kesepakatan antara pasien dengan dokter yang ahli dalam bidang olahraga dan penurunan berat badan. Pasien harus menurunkan berat badan dengan kombinasi antara olahraga dengan diet sehat, salah satunya saja tidak akan berdampak baik untuk kesehatan jangka panjang.

Bergerak

Aktifitas fisik adalah bagian dari metode pengobatan untuk pasien diabetes. Ada dua alasan mengapa aktifitas fisik begitu penting. Pertama karena otot yang senantiasa bergerak akan menggunakan energi dengan lebih baik dan hasilnya adalah mempercepat penurunan berat badan. Kemudian metabolisme gula juga akan meningkat dan respon tubuh terhadap insulin menjadi lebih baik.

Tentu saja aktifitas fisik tidak harus aktifitas yang mengeluarkan banyak tenaga. Aturan pentingnya adalah tubuh harus sering-sering bergerak paling tidak lima kali dalam seminggu dimana masing-masing aktifitasnya sekitar 30 menit. Jalan-jalan ringan sudah cukup.

Sebelum menentukan mana aktifitas fisik yang boleh dilakukan, pasien harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pasien diabetes tipe 2 memiliki kemungkinan mengalami serangan jantung jika melakukan aktifitas fisik yang terlalu berlebihan. Meski begitu bukan jadi alasan bagi pasien diabetes untuk berhenti olahraga karena bergerak aktif juga mengurangi resiko jangka panjang serangan jantung.

Obat diabetes

Obat untuk diabetes biasanya digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah yang tinggi. Biasanya setelah didiagnosis dengan diabetes tipe 2, pasien diabetes akan menerima metformin sebagai obat jika tubuh dapat menerima dan tidak ada penolakan. Jika setelah 3 bulan obat tersebut gagal bekerja, maka aka nada obat antidiabetic lain atau mulai dengan penggunaan insulin. Jika masih belum bekerja juga dokter akan mencoba metode pengobatan lain lagi.

Insulin

Pada orang-orang dengan diabetes tipe 2, pankreas berusaha untuk menyeimbangkan penurunan sensitifitas insulin dengan menaikan produksi insulin. Seiring berjalannya waktu fungsi organ tersebut mulai berkurang, biasanya terjadi setelah penyakit tersebut terjadi bertahun-tahun. Dalam tahap ini pasien diabetes harus mulai menggunakan insulin untuk memenuhi kebutuhan insulinnya selain mungkin tetap dengan obat diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/dasar-penting-untuk-membantu-kinerja-obat-diabetes/

DASAR PENTING UNTUK MEMBANTU KINERJA OBAT DIABETES

Diabetes memiliki dampak pada hampir seluruh anggota tubuh sehingga pasien diabetes tidak hanya butuh obat diabetes untuk mengatasi masalahnya, tapi perlu usaha ekstra untuk lebih menjaga kesehatan diri. Untuk mengontrol kondisi kesehatannya, pasien diabetes tipe 2 berusaha menghindari berbagai masalah kesehatan berhubungan dengan diabetes. Selain dengan obat, menjaga kesehatan pasien diabetes tipe 2 juga dilakukan dengan mengontrol kesehatan. Mengontrol kondisi kesehatan ini terbagi dalam tiga dasar sederhana yang sebaiknya dipahami baik pasien atau keluarga yang bersangkutan.

 

Know your number

Angka yang dimaksud di sini adalah angka pada hasil tes A1C, tekanan darah, dan lipid. Masing-masing angka dari setiap tes bisa memperkirakan adanya komplikasi atau tidak pada pasien.

A1c adalah tes kadar glukosa setelah 2-3 bulan dan merupakan tes yang sangat penting. Hasil dari tes A1c ini akan memberi tahu apakah pasien mengalami kadar gula darah tinggi pada saat-saat tertentu yang mungkin tidak disadari pasien. A1c akan memberi tahu dokter apakah obat diabetes yang diberikan telah mampu memenuhi kebutuhan pengobatan pasien dan mengontrol kadar glukosa dalam 24 jam sehari. Jika menurut American Diabetes Association, kadar A1c yang direkomendasikan adalah di bawah 7. Tetapi kembalikan keputusan tersebut pada dokter yang terpercaya untuk memberi rekomendasi sesuai kondisi masing-masing pasien.

Kebanyakan pasien diabetes juga memiliki tekanan darah tinggi yang mengarah pada serangan jantung dan stroke jika tidak dikendalikan. Selalu lakukan pengecekan tekanan darah secara berkala sesuai anjuran dokter.

Lipid termasuk di dalamnya adalah kolesterol, HDL, LDL, trigliserida dan lain-lain yang akan digunakan dokter untuk memastikan kesehatan pasien dan mencegah komplikasi. Pendapat tentang pencegahan resiko sakit jantung bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Konsultasikan dengan dokter diabetes atau ahli kesehatan yang tepat untuk menentukan obat dan rencana penanganan yang tepat.

Daily Management

Penting untuk memastikan dengan dokter tentang perencanaan menu harian bagi pasien diabetes tipe 2. Tujuan utama dari diet bagi pasien diabetes adalah menjaga glukosa tetap stabil dan mencegah kerusakan pada organ tubuh lain. Biasanya menu untuk pasien diabetes terdiri dari: karbohidrat sehat, daging organik, bukan makanan yang melalui proses pengolahan pabrik, sedikit garam dan lemak serta sedikit mengandung gula.

Setelah makanan dokter juga akan menyarankan berbagai bentuk olahraga untuk menjaga kebugaran. Olahraga membantu tubuh menggunakan karbohidrat dan insulin dengan lebih efektif. Untuk pasien diabetes olahraga yang dipilih tidak boleh sembarangan, harus ada rekomendasi dari dokter.

Selain itu dalam kehidupan sehari-hari pasien diabetes harus bisa mengendalikan stress, menghindari rokok, menjaga kesehatan kaki dan gigi mengingat dua bagian tubuh ini mudah sekali mengalami luka, melakukan tes glukosa secara rutin dan tentu saja mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat diabetes. Obat yang direkomendasikan biasanya tidak hanya untuk mengendalikan diabetes tetapi juga untuk masalah kesehatan lain.

Rutin ke dokter

Karena diabetes mungkin berdampak ke banyak masalah lain pada tubuh ada baiknya untuk rutin pergi ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh secara keseluruhan. Lakukan ini pada saat pergi ke dokter: cek tekanan darah, cek kondisi kaki, test hasil glukosa, tes A1c serta pergi ke dokter mata dan gigi untuk pencegahan.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tantangan-puasa-ramadan-bagi-pasien-diabetes-yang-menggunakan-obat/

TANTANGAN PUASA RAMADAN BAGI PASIEN DIABETES YANG MENGGUNAKAN OBAT

Sebelum mulai berpuasa bagi pasien diabetes yang mengonsumsi obat mungkin ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan demi menjaga kesehatannya. Ada dokter yang menyarankan agar pasien diabetes tidak berpuasa karena ada obat tertentu yang harus rutin diminum. Namun ada juga yang mengijinkan pasien diabetes berpuasa selama kondisi tubuhnya memungkinkan dan mengonsumsi obat yang telah diatur ulang. Dengan berubahnya pola makan, seperti makan makanan tinggi karbohidrat pada malam hari, kemungkinan akan meningkatkan resiko komplikasi hypo atau hyperglikemia pada pasien diabetes. Jadi untuk diwaspadai, berikut tantangan berpuasa bagi pasien diabetes serta cara mengatasinya.

 

Mengecek kadar gula darah

Salah satu hal yang wajib diingat bagi pasien diabetes adalah ketika puasa dirinya harus lebih rajin mengecek kadar gula darahnya. Dengan melakukan cek gula darah secara rutin akan membantu pasien untuk melakukan kontrol pengaruh puasa terhadap kondisi tubuhnya. Mereka juga dapat cepat mengambil tindakan ketika tubuhnya dirasa tidak mampu meneruskan puasa.

Mengatur obat

Karena ada perubahan pada pola makan, ada beberapa obat untuk pasien diabetes yang harus disesuaikan lagi karena mungkin akan mempengaruhi puasa. Untuk membuat puasa berjalan lancar tanpa kendala masalah kesehatan, sebelum masuk Bulan Ramadan segera konsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan lain tentang dosis dan waktu minum obat yang mana saja yang harus disesuaikan.

Nutrisi dan hidrasi

Biasanya setelah berpuasa, orang akan menerima lebih banyak asupan karbohidrat dan banyak minuman yang mengandung gula. Tentu saja ini beresiko menyebabkan komplikasi pada pasien diabetes sehingga pasien perlu memperhatikan kandungan nutrisi yang diasup setelah buka puasa atau saat sahur. Makanan bagi pasien diabetes harus tetap seimbang terditi dari 45-50% karbohidrat, 20-30% protein dan kurang dari 35% lemak, dan saturated fat harus kurang dari 10% makanan yang akan dimakan.

Makanan bergula dan berkafein harus dikurangi diganti dengan makanan manis yang lebih menyeharnya seperti buah-buahan misalnya. Atau jika ingin kombinasi yang lebih bervariasi bisa dengan menambahkan kacangan-kacangan dan sayuran.

Olahraga

Sebaiknya kurangi aktifitas olahraga berat karena akan meningkatkan resiko hypoglikemia atau dehidrasi. Olahraga ringan sudah cukup untuk dilakukan selama Ramadan.

Membatalkan puasa

Salah satu tantangan bagi pasien diabetes ketika berpuasa adalah tahu kapan waktunya untuk membatalkan puasa. Pasien diabetes harus bisa mengenali tanda-tanda hypoglikemia dan hyperglikemia serta rajin-rajin mengecek kadar gula darah. Puasa harus segera dihentikan ketika:

  • Kadar gula darah <70 mg/dl (3.9 mmol/l) atau gula darah >300 mg/dl (16.6 mmol/l)
  • Muncul gejala hypoglikemia
  • Muncul gejala hyperglikemia
  • Dehidrasi
  • Penyakit akut

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/puasa-sebagai-obat-diabetes-dan-menyehatkan-pankreas/