Diabetes

TANTANGAN PUASA RAMADAN BAGI PASIEN DIABETES YANG MENGGUNAKAN OBAT

obat diabetes

Sebelum mulai berpuasa bagi pasien diabetes yang mengonsumsi obat mungkin ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan demi menjaga kesehatannya. Ada dokter yang menyarankan agar pasien diabetes tidak berpuasa karena ada obat tertentu yang harus rutin diminum. Namun ada juga yang mengijinkan pasien diabetes berpuasa selama kondisi tubuhnya memungkinkan dan mengonsumsi obat yang telah diatur ulang. Dengan berubahnya pola makan, seperti makan makanan tinggi karbohidrat pada malam hari, kemungkinan akan meningkatkan resiko komplikasi hypo atau hyperglikemia pada pasien diabetes. Jadi untuk diwaspadai, berikut tantangan berpuasa bagi pasien diabetes serta cara mengatasinya.

 

Mengecek kadar gula darah

Salah satu hal yang wajib diingat bagi pasien diabetes adalah ketika puasa dirinya harus lebih rajin mengecek kadar gula darahnya. Dengan melakukan cek gula darah secara rutin akan membantu pasien untuk melakukan kontrol pengaruh puasa terhadap kondisi tubuhnya. Mereka juga dapat cepat mengambil tindakan ketika tubuhnya dirasa tidak mampu meneruskan puasa.

Mengatur obat

Karena ada perubahan pada pola makan, ada beberapa obat untuk pasien diabetes yang harus disesuaikan lagi karena mungkin akan mempengaruhi puasa. Untuk membuat puasa berjalan lancar tanpa kendala masalah kesehatan, sebelum masuk Bulan Ramadan segera konsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan lain tentang dosis dan waktu minum obat yang mana saja yang harus disesuaikan.

Nutrisi dan hidrasi

Biasanya setelah berpuasa, orang akan menerima lebih banyak asupan karbohidrat dan banyak minuman yang mengandung gula. Tentu saja ini beresiko menyebabkan komplikasi pada pasien diabetes sehingga pasien perlu memperhatikan kandungan nutrisi yang diasup setelah buka puasa atau saat sahur. Makanan bagi pasien diabetes harus tetap seimbang terditi dari 45-50% karbohidrat, 20-30% protein dan kurang dari 35% lemak, dan saturated fat harus kurang dari 10% makanan yang akan dimakan.

Makanan bergula dan berkafein harus dikurangi diganti dengan makanan manis yang lebih menyeharnya seperti buah-buahan misalnya. Atau jika ingin kombinasi yang lebih bervariasi bisa dengan menambahkan kacangan-kacangan dan sayuran.

Olahraga

Sebaiknya kurangi aktifitas olahraga berat karena akan meningkatkan resiko hypoglikemia atau dehidrasi. Olahraga ringan sudah cukup untuk dilakukan selama Ramadan.

Membatalkan puasa

Salah satu tantangan bagi pasien diabetes ketika berpuasa adalah tahu kapan waktunya untuk membatalkan puasa. Pasien diabetes harus bisa mengenali tanda-tanda hypoglikemia dan hyperglikemia serta rajin-rajin mengecek kadar gula darah. Puasa harus segera dihentikan ketika:

  • Kadar gula darah <70 mg/dl (3.9 mmol/l) atau gula darah >300 mg/dl (16.6 mmol/l)
  • Muncul gejala hypoglikemia
  • Muncul gejala hyperglikemia
  • Dehidrasi
  • Penyakit akut

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/puasa-sebagai-obat-diabetes-dan-menyehatkan-pankreas/