YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

MENEMUKAN OBAT DIABETES HERBAL DARI RUMAH

Banyak orang yang mengalami diabetes berfokus pada menurunkan kadar gula darah dengan menggunakan obat, sementara ada beberapa makanan yang secara spesifik dapat menurunkan kadar gula darah. Sedangkan jika tidak berhati-hati, makanan tersebut juga akan mengarahkan seseorang pada resiko diabetes. Dua hal yang saling bertentangan ini kadang menjadi resiko seseorang untuk memilih menggunakan obat diabetes tablet yang sudah pasti menurunkan gula darah atau obat diabetes herbal dari bahan makanan alami.

Penyebab utama dari seseorang mengalami diabetes adalah stress, kurang olahraga, pola makan tidak sehat dan kelebihan berat badan. Namun tidak menutup kemungkinan ada campur tangan dari kondisi lingkungan yang sekarang serba berpolusi ini juga meningkatkan resiko dari penyakit diabetes.

Part terbesar dari penyakit diabetes tipe 2 adalah pola makan yang salah sehingga diabetes tipe 2 salah satu kemungkinan menghindarinya adalah dengan mulai mengatur pola makan yang sehat dan memilih makanan yang benar-benar tepat untuk menurunkan kadar gula darah.

 

Cabai

Salah satu penelitian yang dilakukan di Australia pada tahun 2006 melihat pengaruh insulin pada kasus resistensi insulin. Mereka dibagi dalam dua kelompok, dimana kelompok pertama tidak mengonsumsi cabai selama 4 minggu sedangkan kelompok yang lain mengonsumsi cabai setiap hari selama empat minggu sebanyak 15 gram perhari.

Setelah itu semua kadar glukosa darah masing-masing anggota diteliti dan ternyata mereka yang mengonsumsi cabai setiap hari menunjukan jumlah insulin lebih rendah dibanding yang lain. Tidak hanya insulin yang tercatat rendah tetapi C-peptide pada mereka yang mengonsumsi cabai setiap hari. Semakin tinggi resistensi insulin pada seseorang dan semakin tinggi kadar insulinnya, semakin tinggi pula jumlah C-peptide pada pasien tersebut.

Penelitian dari tahun 2009 juga menunjukan bahwa cabai memang memberi pengaruh positif pada kasus hyperinsulinemia. Kadar insulin tinggi biasanya beriringan dengan kadar gula darah tinggi, sehingga secara tidak langsung cabai dapat mengatasi kedua masalah tersebut secara bersamaan.

Bawang

Siapa sangka bawang dapat menjadi obat diabetes herbal yang berasal dari dalam rumah. Di tahun 2010 sekelompok orang dengan diabetes tipe 1 dan 2 dibagi menjadi 3 kelompok kecil lagi yang mendapat asupan bawang setiap hari, yang mendapatkan air putih dan yang menerima insulin atau obat diabetes setiap hari.

Pasien diabetes tipe 1 yang mengonsumsi bawang mentah menunjukan penurunan kadar gula darah puasa hampir 90 mg/ dl dalam 4 jam dan penurunan insulin sampai 145 mg/ dl. Sementara pada pasien diabetes tipe 2, bawang akan menurunkan kadar gula darah puasa sebanyak 40 mg/ dl, sama seperti obat diabetes.

Bawang putih sebagai obat diabetes herbal juga ternyata dapat dikonsumsi beriringan dengan obat penurun gula darah yang lebih aman dan nyaman untuk pasien diabetes.

Setelah itu masih banyak lagi obat diabetes herbal yang bisa berasal dari rumah seperti kayu manis dan jahe. Kedua bahan ini sangat mudah dan murah untuk ditemukan di sekitar rumah. Bahkan sudah menjadi rasa yang biasa di lidah orang Indonesia. Dengan begitu rasa obat diabetes herbal ini juga lebih mudah diterima.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jenis-jenis-insulin-yang-harus-dikenali-dan-cara-kerjanya-sebagai-obat-diabetes/

JENIS-JENIS INSULIN YANG HARUS DIKENALI DAN CARA KERJANYA SEBAGAI OBAT DIABETES

Ketika akan memutuskan metode pengobatan diabetes baik itu dengan obat atau dengan insulin harus ada kesepakatan antara dokter dengan pasien. Setiap metode pengobatan dengan obat diabetes insulin harus selalu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individunya.

Metode pengobatan tersebut akan selalu ditentukan dari beberapa faktor seperti: apakah kadar gula darah pasien mengalami kenaikan terutama di pagi hari atau setelah makan? Apakah obat diabetes tablet penurun gula darah dapat bekerja secara efektif? Apakah usia pasien mempengaruhi penggunaan obat diabetes? Dan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi termasuk keberadaan beberapa penyakit seperti gangguan ginjal atau masalah kesehatan lain. Yang harus diperhatikan adalah, karena kebanyakan pasien diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan, sebisa mungkin pasien juga tidak menambah berat badan selama pengobatan dengan insulin.

Ini adalah beberapa macam insulin dan cara kerjanya pada masing-masing individu.

 

CT (Conventional Insulin Therapy)

Insulin jenis ini disuntikan sebelum sarapan dan makan malam dengan dosis yang telah ditentukan dari dua campuran insulin yaitu short dan long-acting insulin. Bisa juga merupakan kombinasi dengan obat diabetes tablet yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Yang harus dihindari dari terapi ini adalah bahan yang mendorong pengeluaran insulin dari pankreas (sulfonylureas), karena dapat meningkatkan resiko hypoglikemia.

Cara ini adalah cara yang paling cocok digunakan oleh mereka yang memiliki kesibukan harian dan kebiasaan makan yang konsisten setiap hari karena sebenarnya Conventional Insulin Therapy adalah metode pengobatan paling sederhana. Biasanya mereka yang menggunakan cara ini tidak mau repot-repot menyesuaikan dosis insulin yang berubah-ubah setiap hari.

ICT (Intensified Conventional Therapy)

Insulin jenis ini digunakan ketika makan, pasien akan menyuntikan sendiri short-acting insulin yang dosisnya bisa dihitung sendiri. Dosis dapat disesuaikan dengan setiap makanan yang akan dimakan atau dihitung berdasar jumlah karbohidratnya.

Cara ini digunakan pada pasien diabetes tipe 2 yang sedikit memproduksi insulin sendiri tetapi ingin cara yang lebih fleksibel dibandingkan conventional insulin therapy. ICT membutuhkan orang yang mau setiap hari berkutat dengan urusan diabetes setiap hari, termasuk mengukur kadar gula darah sendiri.

BOT (Basal Supported Oral Therapy)

Untuk penggunaan tablet obat diabetes, pasien biasanya melakukan suntikan long-acting insulin di malam hari.

Mereka yang menggunakan cara ini adalah pasien diabetes tipe 2 dengan kadar gula darah tinggi di pagi hari. Insulin digunakan pada malam hari untuk menjaga agar gula darah tidak terlalu tinggi sepanjang malam hingga pagi hari.

SIT (Supplementary Insulin Therapy)

Di samping menggunakan obat tablet, pasien harus menyuntikan insulin dengan dosis kecil ketika makan besar.

Biasanya mereka yang menggunakan cara ini adalah pasien diabetes tipe 3 yang secara signifikan mengalami kenaikan gula darah terlalu tinggi, terutama setelah makan.

Ini adalah beberapa tipe insulin sekaligus cara kerjanya yang berbeda-beda pada setiap kebutuhan pasien.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/cara-kerja-insulin-sebagai-obat-untuk-diabetes/

CARA KERJA INSULIN SEBAGAI OBAT UNTUK DIABETES

Orang-orang dengan diabetes tipe 2 terkadang merasa kesulitan ketika harus mengganti obat diabetes berbentuk tablet menjadi insulin. Beberapa jenis diabetes tipe 2 membutuhkan insulin segera setelah didiagnosis dengan diabetes. Sedangkan yang lain mungkin bisa menggunakan obat diabetes dulu sebelum kemudian ditahun berikutnya menggunakan insulin. Banyak orang telah menggunakan obat diabetes untuk menurunkan kadar gula darah. Tetapi menggunakan suntikan insulin terkadang tidak menyenangkan untuk mereka.

 

Kapan butuh suntikan insulin?

Pasien dengan diabetes tipe 2 butuh insulin segera ketika gula darah berada dalam jumlah yang terlalu rendah, meskipun telah mengikuti cara hidup sehat dan mengonsumsi obat diabetes secara rutin. Kekurangan dalam hal ini artinya HbA1c pasien diabetes berada di atas target yang ditentukan sebelumnya. Target tersebut ditentukan berdasarkan masing-masing individu yang kondisinya mungkin berbeda-beda. Dokter biasanya menetapkan target antara 6.5 hingga 7.5 persen (47.5 dan 58.5 mmol/mol).

Di kebanyakan kasus, dokter tidak hanya menentukan berdasarkan HbA1c saja, tetapi juga kadar gula darah itu sendiri yang dicek secara acak, bisa kondisi gula darah setelah makan atau di pagi hari sebelum sarapan.

Seberapa sering untuk melakukan suntikan insulin?

Melakukan suntikan insulin tergantung dari mana yang memiliki nilai lebih tinggi. Kebanyakan pasien diabetes tipe 2 hanya memiliki gula darah puasa yang tinggi sehingga mereka bisa tetap mengonsumsi obat diabetes seperti biasa dan melakukan suntikan insulin sekali sehari (biasanya malam hari) yaitu long-lasting insulin.

Sedangkan untuk mereka yang gula daranya tinggi setelah masak menghindari kondisi tersebut dengan menyuntikan short-acting insulin bersama dengan makanan. Dan ada kondisi tertentu yang mengharuskan pasien menggunakan kedua insulin tersebut.

Kenapa insulin sangat penting?

Kondisi gula darah yang stabil, terutama jangka panjang akan menurunkan resiko pertumbuhan diabetes dalam tubuh, serangan jantung, stroke, mata dan masalah pada ginjal. Dengan insulin yang menormalkan kadar gula darah, orang dapat merasa lebih sehat lagi. Kenapa? Karena sel-sel dalam tubuh tetap membutuhkan gula untuk menjadi sumber energi mereka.

Sekali insulin, selamanya insulin?

Tidak selalu begitu, beberapa orang hanya membutuhkan insulin untuk sementara. Dengan insulin dapat mendorong pelepasan sel beta yang memproduksi insulin dari pankreas. Metode pengobatan ini dapat dilakukan jika pasien juga bisa menurunkan kebutuhan insulin melalui peningkatan aktifitas fisik dan penurunan berat badan. Selewat beberapa waktu produksi insulin biasanya akan berhenti dan insulin harus kembali digunakan.

Apakah masih memerlukan obat diabetes?

Obat diabetes dalam bentuk tablet dan insulin kerap kali dikombinasikan dalam beberapa kasus diabetes tipe 2. Sayang ada jenis tablet obat diabetes tertentu yang meningkatkan resiko hypoglikemia dan tidak boleh diberikan bersamaan dengan insulin. Namun kombinasi insulin dengan metformin bisa sangat menguntungkan pasien.

Itu tadi adalah sekilas tentang bagaimana insulin bekerja pada pasien diabetes tipe 2.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-ketoacidosis-dan-resikonya/

OBAT DIABETES KETOACIDOSIS DAN RESIKONYA

Diabetes ketoacidosis tidak memiliki obat yang secara langsung menyembuhkan, tetapi ada metode pengobatan yang berfungsi untuk mengatasi kondisi tersebut. Dalam metode pengobatan ini ada kemungkinan memiliki resiko kesehatan yang lainnya. Resiko kesehatan tersebut bisa terjadi karena ada kesalahan dalam melakukan metode pengobatan sebelumnya. Resiko kesehatan tersebut adalah edema serebral dan pasien juga harus lebih berhati-hati dengan sodium bicarbonate. Untuk lebih memahami tentang resiko dari metode pemberian obat untuk pasien diabetes ketoacidosis akan dibahas pada artikel ini.

 

Brain edema (edema serebral)

Keinginan untuk segera menurunkan kadar gula darah dengan cepat justru bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yaitu edema serebral. Kenapa hal itu bisa terjadi? Hal ini terjadi karena insulin akan menurunkan kadar gula darah lebih cepat daripada pengurangan kadar ketone dalam darah. Menyeimbangkan acidosis dalam tubuh butuh waktu paling tidak 12-24 jam, setelah pasien mulai menyesuaikan diri dengan diet dan terapi insulin yang diberikan. Karena kemudian terdapat penurunan pada kadar gula darah dan tubuh mulai terhidrasi, maka potassium akan berpindah ke level intrasel.

Biasanya dimulai dengan memasukan potassium melalui infus untuk potassium yang kurang dari 3 mmol/l, 30-40 mmol perjam. Untuk kadar potassium antara 3 sampai 4 mmol/l, jumlah potassium yang dimasikan dikurang hingga 15-20 mmol perjam dan untuk yang hasilnya antara 4-5 mmol/l maka menggunakan potassium sebanyak 10-15 mmol perjam. Untuk menghindari cardiac arrhythmias, potassium harus dipertahan untuk berada di atas jumlah normalnya. Jika kadar potassium yang ada terlalu rendah sebelum mulai di-infus, kekurangan potassium tersebut harus lebih dulu dikembalikan sebelum insulin mulai dilakukan.

Sodium bicarbonate

Dengan masuknya insulin ke dalam tubuh makan akan menghambat lipolysis dan dengan begitu maka tujuan untuk melawan acidosis bisa berhasil. Koreksi asidosis sodium bicarbonate pada pH 7 atau yang lebih tinggi. Hanya pada pH yang sangat mengancam atau kurang dari 7, pemberian 8,4% sodium bicarbonate dengan 50 mmol dapat dilakukan kurang lebih selama satu jam. Bahaya utama dari penggunaan sodium bicarbonate adalah limbah kalium dan resiko brain edema.

Dari sini dapat dilihat bahwa metode pengobatan dan obat untuk diabetes ketoacidosis tetap memiliki resiko. Sehingga sebaiknya tetap jaga kondisi kesehatan untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi berbahaya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-untuk-diabetes-ketoacidosis/

OBAT UNTUK DIABETES KETOACIDOSIS

Ketoacidosis adalah komplikasi akut dari diabetes mellitus yang butuh untuk segera diatasi dengan obat atau metode pengobatan tertentu. Diabetes ketoacidosis biasanya dialami oleh mereka yang memiliki diabetes tipe 1 dan benar-benar mengalami kekurangan insulin pada tubuhnya. Dampaknya adalah tubuh bisa mengalami lonjakan gula darah sampai lebih dari 300mg/ dl.

Mendiagnosis diabetes ketoacidosis sebenarnya sangat mudah. Biasanya orang yang mengalami diabetes ketoacidosis mengalami kenaikan gula darah dan tercatat dua atau tiga kali positif mengandung keton dalam urinnya. Jika gejalanya cocok dengan hasil tes yang dilakukan maka pasien diabetes butuh segera dirawat di rumah sakit dan diberi obat untuk mengatasi masalahnya. Karakteristik diabetes ketoacidosis lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Glukosa darah >300 mg/dl (16.7 mmol/l)
  • Arterial pH <7.35 or venous pH <7.3
  • Standard bicarbonate <15 mmol/l
  • Ketonuria atau ketonemia
  • Sering mengalami mundah atau kesadaran yang mulai menurun.

Namun terkadang kondisi ini sering keliru dengan hypersmolar coma karena gejala di antara keduanya yang mirip. Perbedaannya hanya terletak pada fakta bahwa ketoacidosis bisa terjadi dalam 24 jam. Pada kasus hypersmolar coma, pH dalam tubuh bisa tercatat 7.3 sedangkan pada ketoacidosis pH tubuh akan terus turun.

 

Terapi untuk diabetes ketoacidosis

Metode pengobatan untuk pasien dengan diabetes ketoacidosis bertujuan untuk mengurangi dehidrasi, menyesuaikan diri dengan kekurangan insulin dan untuk menyeimbangkan kembali elektrolit yang bermasalah selama kondisi ketoacidosis terjadi. Pasien diabetes juga mungkin diaharapkan untuk tetap mengonsumsi obat diabetes mengingat tentu saja ada kemungkinan komplikasi dari terapi ini. Komplikasi yang berhubungan dengan terapi harus dihindari sebisa mungkin sehingga diperlukan monitor ketat terhadap tanda-tanda vital, masuknya cairan ke dalam tubuh dan kontrol terhadap hasil laboratorium.

Dehidrasi yang dialami pasien diabetes dapat dikelola dengan pemberian larutan NaCl fisiologis 0.9% sebanyak 1,000 ml kemudian dilanjutkan dengan pemberian selanjutnya tergantung pada tekanan vena sentral dengan dosis 100-500 ml/ jam. Delapan jam pertama kebutuhan cairan pada pasien diabetes ketoacidosis adalah 5 -6 L dapat dapat meningkat hingga 10 L atau 15% dari berat total pasien. Terapi insulin semacam ini dilakukan dengan insulin yang berasal dari manusia (bukan insulin analog) iv melalui perfusor. Dimulai dengan 0,1 IU/kg berat badan per jam. Insulin intravena memiliki masa hidup yang pende, yaitu sekitar 20 menit, sehingga harus diberikan melalui perfusor.

Prioritas utama dalam proses pemberian obat atau metode pengobatan untuk diabetes ketoacidosis ini adalah agar gula darah tidak turun lebih cepat dari 50 -100 mg/dl per jam. Jika hal itu terjadi makan akan ada resiko edema serebral. Dalam 24 jam pertama, gula darah pasien harus dipertahankan dalam kisaran 200 mg/dl. Namun jika terlanjur jatuh terlalu rendah maka glukosa iv dapat diberikan untuk sementara.

Ini adalah metode pengobatan bagi pasien diabetes ketoacidosis yang harus dipahami. Tetapi perlu dipahami mungkin akan ada beberapa resiko yang bisa terjadi. Untuk lebih lengkapnya tentang resiko dari metode pengobatan diabetes ketoacidosis akan dibahas pada artikel berikutnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/menemukan-obat-diabetes-lewat-diet-dan-perubahan-gaya-hidup/

MENEMUKAN OBAT DIABETES LEWAT DIET DAN PERUBAHAN GAYA HIDUP

Selain dengan obat diabetes, cara pertama untuk menyembuhkan penyakit diabetes atau paling tidak mengendalikannya adalah dengan memulai kebiasaan hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat ternyata mengubah banyak hal dalam kehidupan pasien diabetes. Biasanya perubahan gaya hidup dari yang sebelumnya ke gaya hidup yang lebih sehat berfokus pada pola makan, diet dan menurunkan berat badan. Tetapi kembali lagi diet dan gaya hidup ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pribadi sehingga tidak merepotkan pada saat menjalankannya.

 

Diet dan perubahan gaya hidup pasien diabetes

Dalam hal diet dan perubahan gaya hidup perlu adanya pemahaman bahwa yang terpenting adalah terus bergerak aktif, makan-makanan yang sehat dan tahu peran karbohidrat dalam daftar makanan. Ada banyak makanan yang mengandung karbohidrat sehat seperti sayuran tanpa tepung, buah, kacang-kacangan, gandum utuh dan produk olahan susu tanpa lemak. Karena banyak aturan yang harus dipahami tentang diet sehat bagi pasien diabetes, penting untuk melakukan konsultasi dengan ahli nutrisi atau dokter yang bertanggung jawab untuk menentukan pola diet yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Diet untuk pasien diabetes disesuaikan dengan kondisi artinya tergantung pada kadar gula darah dalam tubuh dan berapa banyak berat badan yang ingin diturunkan. Dengan melihat kedua hal tersebut maka akan ada penyesuaian terhadap jenis makanan yang harus dimakan, asupan karbohidrat, dan porsi makanan setiap pasien. Penting bagi pasien diabetes untuk menghitung jumlah karbohidrat yang diasup setiap harinya. Karbohidrat yang dikonsumsi dalam jumlah tertentu tidak akan meningkatkan kadar gula darah terlalu tinggi.

Konsultasi juga berhubungan dengan kemungkinan konsumsi obat diabetes beriringan dengan diet dan aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan. Beberapa khasiat obat diabetes juga dapat ditemukan dalam menu diet sehari-hari. Tetapi perlu diperhatikan aturan penting dalam mengatur makanan untuk diet dan menurunkan berat badan bagi pasien diabetes yang tentu berbeda dengan orang biasa.

Menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan diet rendah lemak yang menghindari karbohidrat yang dapat cepat diserap yaitu gula. Lemak larut dapat dikonsumsi hanya dalam jumlah tertentu karena dapat meningkatkan lipid dan resiko serangan jantung. Sedangkan konsumsi bahan makanan dari laut seperti salmon dan tuna lebih banyak disarankan karena kaya akan minyak ikan.

Sedangkan untuk kebutuhan karbohidrat, ada banyak pilihan yang bisa diambil dari karbohidrat dengan tinggi serat seperti gandum utuh misalnya. Tetapi jika cara ini tidak banyak membantu dokter akan meresepkan obat diabetes atau insulin. Dalam program diet dan perubahan gaya hidup ini penting untuk mengontrol metabolisme dan mengukur HbA1c pasien. Jika HbA1c berada di atas 7% maka perlu adanya penyesuaian pada obat diabetes atau keseluruhan program pengobatan ini.

Untuk olahraga yang tepat untuk dilakukan pasien diabetes seperti bersepeda, lari-lari ringan, berenang, jalan, latihan kekuatan dan semacamnya. Disarankan untuk melakukan olahraga 150 aktifitas aerobic ringan atau 75 memit perminggu untuk aktifitas high intensity aerobic. Kembali lagi hal ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.

Diet dan olahraga adalah modal penting untuk mulai perubahan gaya hidup bagi pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-cara-oatmeal-bekerja-sebagai-obat-untuk-diabetes/