YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

PUASA SEBAGAI OBAT DIABETES DAN MENYEHATKAN PANKREAS

Semua orang pasti tahu bahwa salah satu manfaat dari berpuasa adalah menjadi obat bagi segala macam penyakit termasuk diabetes. Dalam kondisi tertentu pasien diabetes, terutama yang mengonsumsi obat atau insulin dianjurkan untuk tidak puasa. Tetapi pada kondisi ketika pasien mampu menjalankan puasa atau bagi orang-orang yang memiliki resiko diabetes dan belum sampai tahap diabetes, berpuasa membantu menjadi obat.

Penelitian telah banyak membuktikan bagaimana puasa memiliki peran penting sebagai obat untuk diabetes hingga menyehatkan kondisi pankreas. Untuk lebih jelas tentang peran puasa dalam menjaga kesehatan pasien diabetes dan mencegah diabetes pada orang sehat akan dibahas pada artikel ini.

 

Manfaat berpuasa untuk pasien diabetes

Beberapa penelitian menunjukan bahwa selama berpuasa, gula darah yang ada dalam tubuh kita dan kadar insulin akan mulai menurunkan sedangkan di sisi lain Human Growth Hormone (HGH) dalam tubuh dapat meningkat.

Penelitian lain membuktikan bahwa berpuasa bagi semua orang adalah cara paling mudah dan paling efektif untuk mengendalikan kalori dan membakar lemak. Kondisi ini bagus bagi pasien diabetes yang kerap kali bermasalah dengan berat badan dan jumlah kalori dalam tubuh. Ketika berpuasa tubuh tidak akan menerima asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu lama. Namun beberapa orang mengaku bahwa kondisi tersebut justru membuat mereka lupa rasanya lapar dan haus. Bagus untuk mereka yang sering curi-curi camilan meskipun tidak sedang benar-benar lapar.

Ada salah satu penelitian yang menunjukan bagaimana tikus yang berpuasa ternyata dapat hidup lebih lama dan lebih sehat di hari tua mereka dibandingkan tikus lain yang makan normal sepanjang hidupnya. Dari sini kemudian berkembang penelitian untuk melihat korelasi antara kedua hal tersebut, berpuasa dan panjang umur.

Selama berpuasa tubuh akan membuat sel bekerja lebih efektif dan menjadi lebih baik dalam proses regenerasi sel yang sudah tua. Tidak heran setelah itu sel-sel baru lahir dan membuat tubuh menjadi lebih awet muda.

Berpuasa juga akan memberi efek baik untuk mencegah berbagai penyakit parah seperti Alzheimer karena dengan puasa mengurangi inflamasi yang bisa terjadi pada otak. Bukan hanya mengurangi inflamasi, puasa akan membantu memperbaiki mood sekaligus memori dan konsentrasi pada otak.

Sedikit itu tadi penjelasan bagaimana berpuasa adalah obat yang menyehatkan tubuh, sama seperti obat untuk pasien diabetes. Namun selalu konsultasikan kembali kondisi kesehatan pasien dengan dokter ahli dan terpercaya untuk memastikan bahwa pasien memang diijinkan dan mampu untuk menjalankan puasa sehari penuh.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/manfaat-puasa-bagi-tubuh-obat-diabetes-sampai-penyakit-lain/

MANFAAT PUASA BAGI TUBUH, OBAT DIABETES SAMPAI PENYAKIT LAIN

Rajin berpuasa ternyata memiliki banyak manfaat untuk tubuh, mulai sebagai obat diabetes, menghilangkan racun dari tubuh sampai meningkatkan sistem imun. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa puasa memang memiliki efek positif bagi tubuh mencegah dan menyembuhkan penyakit. Berikut ini adalah beberapa dampak positif dari puasa untuk tubuh.

 

Panjang umur

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa ketika berpuasa tubuh akan dipaksa untuk memproduksi sel baru dan menghancurkan sel-sel lain yang sudah rusak. Dari proses ini makan tubuh akan mendapatkan sistem imun yang baru dan tentu saja lebih kuat. Orang-orang yang rajin berpuasa akan lebih panjang umur karena sistem pertahanan tubuhnya yang lebih kuat.

Jantung

Ternyata dengan berpuasa tubuh juga akan mengurangi tekanan darah dan mengatasi masalah hipertensi. Ditambah lagi dengan berpuasa kadar kolesterol dalam tubuh juga akan membaik dan itu bagus untuk kesehatan jantung. Berpuasa akan menyembuhkan atherosclerosis.

Kesehatan otak

Siapa sangka ternyata baik bagi kesehatan otak. Berpuasa akan meningkatkan kesehatan mental, memperbaiki konsentrasi dan fokus agar bekerja lebih baik. Penelitian menunjukan bagaimana puasa akan mengurangi kerusakan sel otak dan akan meningkatkan produksi batang sel yang baru. Tentu saja hal ini akan sangat menguntungkan bagi otak dan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit seperti Alzheimer.

Inflamasi

Puasa akan mengurangi inflamasi dalam tubuh, menyembuhkan luka-luka lama, pembengkakan dan rasa sakit yang ada di tubuh lainnya. Dengan berpuasa, masalah kesehatan seperti arthritis, nyeri sendi, serta sakit punggung dapat teratasi dengan lebih mudah.

Detoksifikasi

Puasa akan membersihkan tubuh secara menyeluruh hingga sel-sel terkecil yang ada tanpa terkecuali. Racun-racun yang biasa berasal dari polusi lingkungan, makanan, obat, terutama pasien diabetes dan masih banyak lagi sumber racun lainnya akan dikeluarkan dari tubuh dengan berpuasa.

Pencegahan penyakit

Selain sebagai obat, berpuasa juga akan mencegah timbulnya penyakit seperti sakit jantung, diabetes, Alzheimer, Parkinson dan dementia.

Mengobati diabetes

Pasien diabetes tidak harus selalu mengandalkan obat untuk mengatasi penyakitnya. Beberapa orang menyarankan berpuasa dapat mengobati diabetes karena puasa akan mengurangi kadar gula darah, menurunkan berat badan, dan memperbaiki kondisi kesehatan keseluruhan yang sangat berhubungan dengan manajemen diabetes tipe 2. Tetapi tentu saja perlu adanya kesepakatan antara dokter dengan pasien diabetes jika ada obat yang harus tetap diminum saat buka dan sahur.

Jadi itu tadi manfaat berpuasa yang ternyata bisa dijadikan obat untuk beragam penyakit seperti jantung, diabetes hingga bermacam-macam lagi. Tentu saja sebelumnya jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/sahur-dan-buka-puasa-bagi-pasien-diabetes-dan-cara-mengonsumsi-obat/

PERTANYAAN TENTANG DIABETES DAN OBAT DIABETES SELAMA BULAN PUASA

Bagi pasien diabetes yang sekaligus mengonsumsi obat tentu menjadi kecemasan tersendiri bagaimana menjalankan ibadah puasa seperti orang normal lainnya. Obat diabetes biasanya diminum untuk waktu-waktu tertentu guna mengendalikan gula darah akan tetapi selama bulan puasa mereka tentu tidak bisa meminum obat seperti biasanya.

Tubuh manusia akan menjaga kestabilan gula darah dengan selalu memproduksi hormone seperti insulin dan glucagon. Ketika seseorang tidak makan atau sedang berpuasa, karbohidrat dan lemak yang disimpan akan digunakan sebagai sumber energi yang menjaga kadar gula darah tetap normal. Hal ini tidak memiliki efek apapun pada orang normal. Akan tetapi bagi pasien diabetes, kondisinya jelas berbeda. Orang-orang dengan diabetes, terutama yang harus menggunakan obat atau insulin, memiliki resiko mengalami hypoglikemia dan dehidrasi sampai hyperglikemia.

Karena cemas dengan kondisi tersebut banyak orang sering bertanya boleh tidaknya pasien diabetes menjalankan puasa. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban yang mungkin bisa membantu.

 

Apakah pasien diabetes boleh berpuasa?

Tidak ada yang benar-benar bisa mengijinkan atau melarang pasien diabetes berpuasa. Semua dikembalikan pada keputusan pasien diabetes berdasar kondisi tubuhnya dan setelah berkonsultasi dengan dokter ahli.

Dalam agama Islam sendiri orang-orang yang jika berpuasa akan beresiko membahayakan diri dapat memilih untuk tidak berpuasa. Orang-orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, orang dengan komplikasi diabetes, orang-orang dengan kondisi diabetes sulit dikontrol dapat menjadi pengecualian dalam puasa. Tentu saja setelah sebelumnya melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan terpercaya tentang bagaimana metode pengobatan diabetes selama bulan puasa.

Ada beberapa orang dengan diabetes yang berpuasa dan baik-baik saja?

Hal itu mungkin saja terjadi karena kondisi setiap orang berbeda-beda. Ada dua diabetes yang berbeda dan memiliki obat dan suntikan insulin dengan dosis yang berbeda pula. Kondisi hyperglikemia pada satu pasien biasa sangat parah sedangkan pada pasien lain bisa saja hanya pada level ringan. Maka cara terbaik adalah memutuskan hal tersebut bersama dokter ahli untuk menentukan aman tidaknya menjalankan puasa.

Melakukan tes glukosa selama puasa apakah boleh?

Melakukan tes kadar gula darah selama puasa tidak akan membatalkan puasa. Dan sebenarnya penting bagi pasien diabetes melakukan tes gula darah rutin selama berpuasa.

Apakah perlu berhenti mengonsumsi obat selama bulan Ramadan?

Tidak. Sebaiknya tetap lanjutkan mengonsumsi obat diabetes. Hanya saja waktu dan dosisnya akan disesuaikan oleh dokter dan ahli kesehatan khusus diabetes.

Sumber: Dr. Sameh Ahmed (arabamerica.com)

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resiko-puasa-untuk-pasien-diabetes-yang-mengonsumsi-obat/

RESIKO PUASA UNTUK PASIEN DIABETES YANG MENGONSUMSI OBAT

Semua orang tentu ingin berpuasa, tak terkecuali mereka yang memiliki diabetes dan harus mengonsumsi obat atau perawatan diabetes lainnya. Sebenarnya pasien diabetes dapat puasa seperti biasanya, namun harus dengan persetujuan dokter. Ada beberapa hal yang mungkin harus dipikirkan pasien diabetes sebelum berpuasa seperti penggunaan obat, cara makan dan hal-hal lain terkait kondisi kesehatannya. Tetapi sebelum akhirnya benar-benar mulai berpuasa, ada baiknya pasien diabetes tahu resikonya dalam berpuasa terutama jika diharuskan mengonsumsi obat secara rutin.

 

Resiko berpuasa

Salah satu resiko yang harus dipahami pasien diabetes adalah ketika dirinya memiliki komplikasi penyakit yang berhubungan dengan diabetes. jika pasien mengalami komplikasi akibat diabetes seperti pandangan yang mulai buruk, penyakit jantung atau ginjal, resiko keadaan tubuh bertambah buruk akan sangat tinggi. daripada membahayakan kesehatan lebih lanjut, pasien diabetes yang mengalami komplikasi sebaiknya tidak berpuasa.

Untuk pasien diabetes yang mengonsumsi obat atau insulin, perlu diketahui bahwa berpuasa meningkatkan resiko hypoglicemia. Ketika tubuh mulai merasakan gejala-gejala hypoglicemia, maka segeralah membatalkan puasa dan menggambil minuman yang mengandung gula serta makanan yang mengandung tepung sebagai pertolongan pertama. Jika terus dipaksakan untuk berpuasa maka resiko membahayakan tubuh pasien diabetes juga akan meningkat dan membutuhkan obat medis lebih lanjut.

Pasien diabetes juga dapat mengalami peningkatan kadar glukosa yang tinggi selama berpuasa jika sebelumnya tidak mengonsumsi obat terlebih dahulu atau kurang aktifitas fisik daripada normalnya. Kondisi ini bisa mengarah pada diabetic ketoacidosis (DKA) yang merupakan kondisi medis serius dan butuh penangan lanjutan di rumah sakit.

Sebagai pasien diabetes, mengetahui adanya resiko masalah kesehatan serius selama berpuasa memang penting. Pasien harus mengikuti anjuran dokter tentang obat yang harus dikonsumsi sebelum dan setelah puasa, mengatur pola makan yang lebih baik dan makanan apa yang yang sebaiknya dikonsumsi pasien. Meskipun benar-benar ingin melakukan puasa, ada kalanya pasien memang harus mengalah pada keadaan dan kondisi kesehatan. Jangan sampai puasa yang seharusnya menyehatkan malah jadi masalah bagi kesehatan tubuh sendiri.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/apa-yang-harus-diketahui-pasien-diabetes-tentang-puasa-dan-obat/

APA YANG HARUS DIKETAHUI PASIEN DIABETES TENTANG PUASA DAN OBAT

Puasa adalah salah satu kewajiban yang dilakukan umat muslim tak terkecuali mereka yang memiliki diabetes dan menggunakan obat. Obat diabetes dibuat untuk mengendalikan gula darah pasien selama sehari dan diminum secara rutin. Masalahnya akan jadi sedikit berbeda ketika pasien diabetes harus berpuasa dan mengonsumsi obat diabetes pada saat bersamaan. Pasien diabetes diharapkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum akhirnya memutuskan untuk puasa. Jika pasien diabetes akhirnya memutuskan untuk puasa dan telah disetujui oleh dokter, berikut ini adalah bagaimana menjalankan puasa untuk pasien diabetes.

 

Puasa untuk pasien diabetes

Bagi pasien diabetes yang harus rutin menggunakan insulin, maka pasien harus mengurangi jumlah insulinnya sebelum puasa dimulai. Jenis insulin yang digunakan juga harus diganti dari yang biasanya digunakan mengingat sekarang pasien tidak akan mendapat asupan makanan selama 12 jam. Jangan juga mencampurkan kedua jenis insulin bersamaan selama bulan puasa, ini tentu berbahaya untuk kondisi pasien diabetes.

Sebelum mulai berpuasa pastikan pasien diabetes mengonsumsi makanan yang lambat dicerna atau rendah indeks glikemiknya. Selain makanan yang lambat dicerna, pastikan juga mengandung banyak sayuran hijau dan buah-buahan yang rendah karbo.

Selama berpuasa pasien juga diharapkan untuk lebih sering mengecek kadar gula darahnya. Jika gula darah terlalu rendah, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan mencari makanan manis. Kondisi pasien diabetes memang dapat memburuk sewaktu-waktu selama puasa. Itu mengapa harus lebih rajin mengecek kadar gula darah.

Ketika berbuka puasa mulai dengan makanan dalam porsi yang sedikit, jangan mengambil makanan terlalu banyak karena akan mengakibatkan gula darah naik secara mendadak. Hindari juga hanya memakan makanan manis dan berlemak. Justru pada saat berbukan puasa, pasien diabetes harus mengurangi minuman manis atau minuman lain yang mengandung kafein untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Sementara saat sahur, usahakan makan mendekati waktu-waktu terakhir sehingga tubuh masih terisi energi ketika puasa baru dimulai.

Itu tadi adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien diabetes hendak berpuasa. Selalu konsultasikan dengan dokter bagaimana cara berpuasa terbaik termasuk cara mengonsumsi obat diabetes jika diperlukan. Jangan sampai puasa malah akan mendatangkan masalah kesehatan yang lebih parah.

Sumber: diabetes.org.uk

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/buah-buahan-sebagai-obat-diabetes-dengan-karbo-rendah/

BUAH-BUAHAN SEBAGAI OBAT DIABETES DENGAN KARBO RENDAH

Sebagian besar orang merasa mengandalkan buah-buahan sebagai salah satu obat diabetes tidak terlalu menguntungkan karena pada dasarnya buah mengandung gula alami yang cukup tinggi, tidak seperti sayuran. Tetapi tentu saja tidak semua buah memiliki karbohidrat yang sama banyak seperti buah-buah lain. Pasien diabetes masih memiliki banyak pilihan buah yang sehat sebagai obat diabetes dan aman untuk gula darah. Meskipun mengandung banyak gula, pasien diabetes tetap harus mengonsumsi buah dalam menu dietnya karena bagaimanapun gula memiliki banyak vitamin, mineral dan serat yang baik untuk gula darah. Untuk tahu lebih lengkap tentang buah-buahan dengan karbo rendah, simak artikel berikut ini.

Net carbs yang dihitung di sini adalah total carbs dikurangi serat dan jumlah karbohidrat yang dihitung adalah adalah karbohidrat per 100 gram buah atau setara 3.5 ons.

 

Buah dengan karbo rendah

Buah dengan jumlah net carbs 5 adalah yang terendah dan itu ditemukan pada buah raspberry dan blackberry. Sayangnya kedua buah ini termasuk jarang dan sulit ditemukan di Indonesia sehingga jarang dimanfaatkan atau disarankan oleh ahli kesehatan di Indonesia. Namun jika suatu saat bertemu dengan buah-buahan ini, pasien diabetes masih aman untuk mengonsumsinya.

Yang kedua adalah buah-buahan dengan net carbs 6 yaitu lemon dan kelapa. Untuk yang sedang melakukan diet low-carbo, raspberry, blueberry, lemon dan daging kelapa sangat bagus untuk dimasukan dalam menu. Kedua buah ini lebih mudah ditemukan di Indonesia dan banyak yang menawarkan berbagai bentuk kudapan yang menggunakan dua bahan ini.

Selanjutnya adalah buah-buahan yang mengandung net carbs 7 terdiri dari semangka, cantaloupe, strawberry dan buah plum. Strawberry sendiri sering sekali disarankan sebagai salah satu obat diabetes alami karena nutrisinya memang dapat menjaga kestabilan gula darah dan kandungan gulanya juga tidak terlalu tinggi. Beberapa buah-buahan ini juga mudah ditemukan di Indonesia jadi jangan ragu untuk mulai memanfaatkannya sebagai bagian dari menu diet diabetes.

Terakhir adalah buah-buahan dengan net carbs 8 yaitu clementin, kiwi, dan buah peach. Buah-buahan ini masih aman untuk dikonsumsi pasien diabetes.

Sementara buah-buahan yang memiliki karbohidrat tinggi adalah pisang, kismis, mangga, bluberry, nanas dan apel. Tetapi perlu diperhatikan bahwa meskipun buah ini tinggi karbohidrat bukan berarti tidak boleh dikonsumsi, namun dikonsumsi dengan jumlah yang sesuai. Bagaimanapun buah-buahan tersebut tetap mengandung manfaat sebagai obat untuk pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/sayuran-dengan-karbo-rendah-untuk-obat-diabetes/