YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

5 Olahan dari Umbi Yakon, Makanan Enak Anti Diabetes

Ingin makanan enak, lezat namun tetap berkhasiat menurunkan kadar gula darah? Yuk coba olahan umbi yakon ini!

Umbi yakon menjadi salah satu herbal yang diandalkan dalam pengobatan diabetes. Umbi yakon diketahui memiliki berbagai manfaat untuk menurunkan kadar gula darah, misalnya dalam meningkatkan produksi dan sensitivitas insulin hingga menghilangkan komplikasi diabetes seperti disfungsi ereksi pada pria. Ingin tahu lebih lnjut terkait manfaat yakon meningkatkan kinerja insulin? cek di sini ya!

Umbi yakon biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan hingga pengobatan tradisional. Umbi yakon memiliki rasa manis dan krispi, mirip seperti apel dan pir. Umbi yakon memiliki bentuk yang mirip wortel versi raksasa, sebab besarnya bisa melebihi lengan pria dewasa dengan berat 1-2 kg. Umbi ini bisa dikonsumsi langsung selepas dipanen. Dalam sekali panen, umbi yakon bisa menghasilkan 5 hingga 10 umbi. 

Semua berawal dari ditemukannya yakon pada Pegunungan Andes, Peru. Seiring waktu yakon mulai diketahui memiliki banyak manfaat pada bidang kesehatan seperti menurunkan demam, menyembuhkan infeksi, menurunkan kadar kolesterol hingga mengatasi diabetes. Yakon kemudian mulai diperjualbelikan ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Namun, apa saja ya kandungan dari umbi yakon yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh kita? Yuk kita kupas selengkapnya!

Manfaat Kandungan Umbi Yakon

1. Mengontrol kadar gula darah

Mengonsumsi umbi yakon secara teratur dapat menurunkan kadar gula darah tanpa membuat seseorang mengalami hipoglikemia. Hal ini disebabkan umbi yakon memiliki berbagai senyawa aktif yang dapat mengontrol kadar gula darah, misalnya senyawa inulin dan fruktan.

Senyawa inulin merupakan jenis serat makanan yang tidak dapat dipecah oleh enzim pencernaan pada usus kecil. Namun, inulin akan diurai oleh bakteri baik dari usus besar menjadi asam lemak rantai pendek. Nah, asam lemak rantai pendek inilah yang akan membantu menurunkan kadar gula darah, sebab ketika asam lemak ini diserap ke aliran darah maka akan merangsang pankreas mengeluarkan insulin.

Sedangkan fruktan bekerja untuk menurunkan kadar gula darah dengan menghambat aktivitas enzim yang berperan untuk memecah karbohidrat menjadi gula sederhana, seperti glukosa. Hal ini akan menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil.

2. Menurunkan resiko penyakit jantung

Salah satu komplikasi dari diabetes adalah penyakit jantung. Manfaat lainnya dari umbi yakon adalah menurunkan resiko penyakit kardiovaskular termasuk jantung.  Umbi yakon memiliki kandungan antioksidan seperti flavonoid dan polifenol yang berfungsi untuk melindungi organ tubuh dari kerusakan akibat proses oksidasi atau radikal bebas. 

Polifenol merupakan senyawa aktif yang dapat meningkatkan produksi oksida nitrat yang bertugas untuk melebarkan pembuluh darah. Sehingga aliran darah ke jantung menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun. Hal ini akan berpengaruh pada perbaikan fungsi dan mencegah kerusakan jantung.

Sedangkan senyawa flavonoid bekerja sebagai anti inflamasi yang mengurangi peradangan. Peradangan yang terjadi berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah inilah yang akan meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi umbi yakon akan menurunkan resiko penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung.

3. Mencegah kelebihan berat badan (obesitas)

Obesitas adalah kelebihan berat badan melebihi batas normal. Obesitas dapat mengundang berbagai penyakit yang tentunya membahayakan kesehatan Anda. Salah satu resiko penyakit karena obesitas adalah diabetes melitus. Penasaran megapa yakon menjadi salah satu opsi pengobatan diabetes dan obesitas? cari tahu di sini.

Umbi yakon memiliki kandungan yang dapat membantu berat badan tetap ideal, sehingga kerap dijadikan menu diet. Kandungan dari umbi yakon memiliki serat yang tinggi dan tetap rendah kalori, contohnya adalah resisten pati. Resisten pati membantu menurunkan berat badan dengan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Serat ini juga meningkatkan metabolisme tubuh manusia. Hal ini akan membantu mencegah berat badan Anda.

Berbagai Olahan Umbi Yakon menjadi Makanan Lezat

1. Sirup Umbi Yakon

Umbi yakon yang kaya akan kandungan air dan memiliki rasa manis alami, cocok dijadikan sirup yang aman untuk Anda yang menderita diabetes ataupun sedang ingin mengurangi konsumsi gula. Yuk ketahui lebih lanjut soal mengonsumsi gula berlebihan, di sini.

Namun perlu Anda ketahui, membuat sirup umbi yakon akan menghilangkan serat dari umbinya, sebab Anda hanya akan memakai sari atau airnya.

Pembuatan sirup dari umbi yakon cukup mudah. Berikut adalah caranya:

  • Ambil beberapa umbi yakon yang telah dipanen
  • Kupas umbi yakon hingga menyisakan daging umbi
  • Parut umbinya sehingga Anda mendapatkan sarinya
  • Peras parutan dari umbi yakon tersebut
  • Rebus air umbi yakon hingga mendidih dan agak kental
  • Tunggu sampai suhu air rebusan turun, kemudian tambahkan pewarna makanan jika diperlukan

Nah, kini sirup yakon yang berfungsi sebagai gula alami sudah siap Anda minum. 

2. Keripik Umbi Yakon

Jika Anda menyukai makanan yang gurih, renyah, garing dan kriuk namun tetap ingin sehat, Anda bisa membuat sendiri keripik dari umbi yakon. Pembuatannya juga cukup mudah seperti membuat keripik lain pada umumnya.

  • Pilih beberapa umbi yakon yang sudah dipanen
  • Cuci bersih dan jangan lupa rendam di air ya, sebab umbi yakon mudah teroksidasi
  • Kupas dengan sangat tipis-tipis agar mempermudah proses pengeringan
  • Keringkan umbi yakon. Dikarenakan kandungan air dari umbi yakon cukup banyak, maka Anda memerlukan waktu yang cukup lama untuk menunggunya kering. Kurang lebih selama tiga hari atau seperlunya
  • Taburkan tepung maizena dan garam 
  • Goreng dengan minyak yang banyak agar panasnya merata dan keripik yakon bisa renyah
  • Angkat dan tiriskan

Keripik yakon pun sudah bisa disantap. Anda bisa menambahkan bubuk cabai atau bubuk apapun sesuai selera. Anda juga bisa membuat sambal dan mencocolnya saat ngemil keripik yakon

3. Sop Umbi Yakon 

Nah, selain untuk ngemil, umbi yakon juga bisa dijadikan makanan berat seperti campuran sayur sop, loh. Rasa yakon yang sedikit manis dan segar akan menambahkan cita rasa makanan baru dalam sop buatan Anda, dan tentunya lebih sehat.

Berikut adalah cara membuat sop dari umbi yakon:

  • Pilih beberapa umbi yakon yang sudah dipanen
  • Cuci bersih kemudian kupas dan potong dadu, atau apapun bentuk yang Anda inginkan
  •  Rendam dalam air bersih
  • Potong sayur pendamping lain seperti sawi, wortel dan lainnya. Anda juga bisa menambahkan protein hewani seperti daging sapi dan ayam
  • Rebus sayur-sayuran tersebut
  • Tambahkan bumbu sesuai selera Anda 
  • Setelah sayurnya dirasa sudah empuk, sop bisa disajikan

4. Kolak Umbi Yakon

Makanan ini cocok sebagai menu buka puasa. Namun perlu diingat, jika Anda tetap ingin makanan yang sehat, disarankan mengurangi gula dalam campuran kolak yakon. Anda bisa mengganti gula dengan sirup umbi yakon, ya.

  • Siapkan berbagai bahan-bahan seperti umbi yakon, ubi, pisang santan, sirup yakon, nangka, daun pandan dan sedikit garam
  • Cuci bersih semua bahan-bahan
  • Masukkan potongan umbi yakon dan ubi hingga setengah empuk, kemudian tambahkan pisang dan nangka
  • Masukkan santan kental dan sirup dari umbi yakon serta daun pandan agar kolak wangi
  • Tunggu sebentar lalu kolak umbi yakon siap disajikan

Kolak yang menggunakan sirup yakon sebagai pengganti gula, mungkin tidak semanis kolak pada umumnya. Namun ini merupakan langkah pencegahan kenaikan kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan tubuh Anda. 

5. Bolu Umbi Yakon

Kali ini adalah olahan dari umbi yakon yang pastinya disukai anak-anak, yakni bolu dari umbi yakon. Sebenarnya dalam pembuatan bolu umbi yakon, pembuatannya tidak jauh berbeda dengan membuat bolu pada umumnya. Anda hanya perlu merebus umbi yakon selama 30 menit dan menghaluskannya. Kemudian umbi yakon dicampur dengan bahan-bahan bolu lain dan di oven.

Itulah beberapa olahan dari umbi yakon yang bisa Anda buat dirumah. Olahan tersebut dapat dijadikan alternatif ketika Anda mulai bosan mengonsumsi umbi yakon secara mentah. Selain berkhasiat untuk kesehatan, umbi yakon juga bisa dijadikan makanan untuk menu diet Anda. 

Mengapa Yakon Digunakan sebagai Pengobatan Diabetes?

 

Tumbuhan yakon sudah tidak asing lagi di kalangan penderita diabetes sebagai herbal pengobatan diabetes. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dari sekian banyak tumbuhan, hanya daun dari yakon saja yang dijuluki Daun Insulin?

 

 

Yakon memang sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal untuk mengatasi diabetes. Bagian dari tumbuhan yakon yang paling sering digunakan adalah daun dan umbinya. Daun yakon dijuluki sebagai Daun Insulin karena diketahui dapat menurunkan kadar gula darah serta memperbaiki kerusakan sel beta pankreas pada penderita diabetes.

Sedangkan umbinya, memiliki kadar gula alami yang membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Umbi yakon juga dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dengan signifikan tanpa menimbulkan efek hipoglikemik. Belakangan, diketahui bahwa umbi dari yakon dapat mengatasi disfungsi ereksi yang menjadi salah satu gejala dari diabetes.

Namun, dari mana ya asal yakon?

Ternyata tumbuhan yakon bukan berasal dari Indonesia. Tumbuhan yakon pertama kali ditemukan di daerah Amerika Latin. Tumbuhan ini hidup di lingkungan beriklim subtropis yang cenderung dingin, namun yakon juga tetap bisa hidup di daerah beriklim tropis yang memiliki suhu dingin. Misalnya di daerah pegunungan.

Di tempat asalnya, yakon memang kerap digunakan untuk bidang kesehatan karena khasiatnya diketahui dapat membantu menyembuhkan pusing, demam, infeksi, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah hingga mencegah penyakit kardiovaskular. Seiring dengan terkenalnya khasiat dari yakon, yakon mulai diperdagangkan ke negara-negara lain, salah satunya Indonesia yang memiliki tingkat penderita diabetes yang tinggi. 

Datangnya tumbuhan yakon pun menjadi salah satu alternatif dari pengobatan herbal untuk diabetes. Banyak yang menggunakan yakon sebagai obat alami mengatasi diabetes karena lebih aman dan tidak memiliki efek samping, layaknya obat sintesis.

Baca Juga : 3 khasiat umbi yakon atasi diabetes, salah satunya meningkatkan kerja insulin!

Lalu apa saja khasiat dari yakon untuk mengatasi diabetes? Yuk simak sampai akhir ya!

1. Meningkatkan Produksi dan Menurunkan Resistensi Insulin

Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, daun yakon mendapat julukan daun insulin karena manfaatnya meningkatkan produksi insulin. Salah satu permasalahan utama dari diabetes melitus ialah hormon insulin yang dihasilkan pankreas tidak bekerja dengan baik atau juga karena tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Sehingga glukosa dalam darah tidak dapat digunakan oleh sel tubuh dan dijadikan energi. Glukosa yang sudah ada di dalam tubuh pun hanya menumpuk dalam darah.

Bagian daun yakon mengandung berbagai senyawa aktif seperti fruktooligosakarida, fenol, chlorogenic acid serta flavonoid yang membantu melancarkan sekresi insulin serta meningkatkan respon tubuh terhadap insulin. Tak hanya itu, senyawa-senyawa aktif tersebut juga berperan untuk menghambat pembentukan glukosa di dalam tubuh, sehingga lonjakan kadar gula darah setelah Anda makan dapat dicegah.

Senyawa fruktooligosakarida atau yang biasa disebut FOS ini juga menjadi salah satu kandungan yang terdapat di bagian daun serta umbi yakon. FOS merupakan senyawa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan, namun menjadi makanan untuk probiotik (bakteri baik di usus). Bakteri baik ini akan membantu tubuh untuk mencerna makanan, menghasilkan vitamin dan lain-lain. Kesehatan usus yang meningkat akan berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan produksi insulin dan menurunkan resistensi insulin tubuh.

Baca Juga : Daun yakon berkhasiat meningkatkan produksi insulin penderita diabetes

2. Menurunkan Kadar Gula Darah

Kinerja senyawa FOS dalam daun maupun umbi yakon dalam meningkatkan meningkatkan produksi insulin dan menurunkan resistensi insulin tubuh, akan berpengaruh pada penurunan kadar gula darah penderita diabetes. Penderita diabetes yang meningkat produksi insulin maupun sensitivitas insulinnya, akan membuat kinerja insulin menjadi lebih baik dalam menjalankan tugasnya.

Insulin akan bekerja dengan optimal dalam menjadi mediator penghantar glukosa ke dalam sel-sel tubuh. Akhirnya sel tubuh memiliki pasokan glukosa untuk diubah menjadi energi. Hal ini akan membuat kadar gula (glukosa) dalam darah menjadi stabil dan terkontrol.

Selain itu, terdapat senyawa inulin dan fruktan. Kedua senyawa ini dikategorikan sebagai serat makanan larut dalam air, tidak mudah dicerna ataupun diserap oleh tubuh sehingga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Ketika kedua senyawa tersebut masuk dalam tubuh Anda, kedua senyawa tersebut akan bekerja untuk menunda proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat oleh tubuh.

Hal ini akan menyebabkan kadar gula darah Anda tidak naik dengan cepat dan terjaga dalam kisaran normal, karena karbohidrat tidak langsung dipecah menjadi glukosa dan diserap tubuh. Senyawa inulin dan fruktan juga berperan menjadi probiotik yang membantu mengatur kadar gula darah Anda dan penyerapan nutrisi oleh usus. 

Baca Juga : Ini alasan daun yakon mendapat julukan daun insulin

3. Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah berkaitan dengan diabetes saling berkaitan, sebab kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi insulin dalam tubuh. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi akan menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan peradangan atau penumpukan plak. 

Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah ke organ vital seperti jantung, ginjal, serta otak terganggu. Terganggunya aliran darah dapat menyebabkan resiko terjadinya komplikasi kesehatan. Nah kerusakan pembuluh darah ini akan mempengaruhi fungsi insulin di dalam tubuh, bahkan insulin menjadi tidak bisa bekerja sama sekali. Akhirnya tubuh mengalami resistensi insulin.

Nah, yakon juga mengandung senyawa flavonoid yang biasa disebut dengan quercetin. Salah satu fungsi dari senyawa ini adalah menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya hipertensi. Senyawa quercetin diketahui memiliki efek vasodilator, yakni melebarkan pembuluh darah sehingga darah bisa mengalir dengan lancar. Tak hanya itu, senyawa ini juga dapat menghambat enzim yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah. Sehingga dengan mengonsumsi yakon, Anda bukan hanya mencegah hipertensi namun juga melebarkan pembuluh darah yang membuat tekanan darah Anda  lancar.

Baca Juga : Bagaimana diabetes bisa sembuh dengan daun insulin yakon?

4. Sebagai Anti Oksidan dan Anti Inflamasi

Baik daun ataupun umbi yakon memiliki senyawa yang berkhasiat sebagai anti oksidan dan anti inflamasi. Senyawa pelindung ini adalah asam klorogenat dan polifenol. Asam klorogenat merupakan senyawa dengan efek antioksidan yang mencegah kerusakan akibat oksidasi berlebih. Oksidasi yang berlebihan seperti polusi, radiasi, stress atau efek samping dari metabolisme tubuh memicu kerusakan pada sel maupun jaringan.

Melalui senyawa asam klorogenat dari yakon, maka sel-sel tubuh Anda akan terjaga dari kerusakan akibat proses oksidasi. Sifat antioksidan dari asam klorogenat membantu melindungi dan mencegah kerusakan akibat radikal bebas pada sel-sel tubuh.

Sedangkan, senyawa polifenol memiliki sifat anti inflamasi. Anti inflamasi diperlukan tubuh untuk mengurangi peradangan dan mempercepat proses penyembuhan tubuh. Nah, sebenarnya peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi, cedera ataupun iritasi. Namin, jika terjadi peradangan yang berlebihan ataupun kronis, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh yang berakhir dengan masalah kesehatan yang serius.

Melalui sifat anti inflamasi dari yakon, maka sistem kekebalan tubuh Anda akan meningkat. Tak hanya itu, senyawa polifenol juga membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri akibat peradangan misalnya nyeri otot, sakit kepala atau nyeri sendi. Kesehatan jantung Anda juga akan meningkat sebab anti inflamasi bekerja untuk mencegah pembentukan plak pada dinding arteri.

Baca Juga : Daun yakon berkhasiat meningkatkan produksi insulin penderita diabetes

Lalu, mengapa penderita diabetes memerlukan antioksidan dan anti inflamasi? Sebab orang yang memiliki kadar gula darah tinggi, terlebih telah didiagnosa dengan diabetes, memiliki resiko stres oksidatif dan peradangan yang tinggi dalam tubuh. Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya.

Dalam kondisi diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat memicu produksi radikal bebas yang lebih banyak dari biasanya. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh dan mengganggu fungsi normal sel-sel tersebut. 

Nah itulah alasan-alasan mengapa yakon dipilih sebagai obat herbal diabetes. Yakon memiliki umbi dan daun yang sangat bermanfaat untuk diabetes baik untuk meningkatkan produksi insulin, menurunkan kadar gula darah, menurunkan resiko hipertensi hingga memiliki efek antioksidan yang baik untuk penderita diabetes. 

Dalam mengatasi diabetes Anda juga bisa mengonsumsi Yacona. Yacona terbuat dari 100% herbal alami dari daun yakon yang dikombinasikan dengan daun salam dan sambiloto. Kombinasi ketiganya akan membuat penurunan kadar gula darah dengan stabil. Tak hanya itu, Yacona juga berfungsi untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas yang rusak pada penderita diabetes. Jangan lupa, pesan sekarang ya

 

3 Khasiat Umbi Yakon Atasi Diabetes! Ada Meningkatkan Kinerja Insulin

3 Khasiat Umbi Yakon Atasi Diabetes! Ada Meningkatkan Kinerja Insulin

obat anti diabetes dari umbi yakon

Barangkali Anda sudah mengenal daun yakon alias Daun Insulin. Tapi tahukah kamu bahwa umbi yakon juga memiliki khasiat yang sama baiknya dari daun yakon?

Umbi yakon merupakan salah satu bagian dari tanaman yakon yang diketahui memiliki fungsi sebagai anti diabetes. Dua bagian dari tumbuhan yakon yang terkenal adalah umbi serta daunnya. Daun dari yakon sendiri terkenal dengan sebutan Daun Insulin karena khasiatnya dalam menurunkan kadar gula darah. 

Meski memiliki khasiat yang tidak jauh berbeda, daun yakon lebih sering digunakan dibanding umbinya. Hal ini karena daun yakon lebih mudah didapatkan dan memiliki masa panen yang jauh lebih sering dibandingkan umbinya. Umbi yakon memiliki bentuk seperti wortel namun dengan rasa manis yang mirip buah pir atau apel. Umbi yakon juga memiliki ukuran yang cukup besar yakni sekitar 1-2 kg pada tiap umbinya.

Baca Juga : 5 Manfaat Ekstrak Daun Yakon

Tak hanya itu, satu tumbuhan yakon bisa menghasilkan sebanyak 5-10 umbi, loh. Namun, panen umbi yakon memang terbilang cukup lama, yakni harus menunggu tumbuhan yakon berumur 7-8 bulan. Anda bisa menandai masa panennya dengan kemunculan bunga yakon, sebab ketika tumbuhan yakon sudah muncul bunga maka tandanya umbi yakon sudah siap panen. Namun, ketika sudah selesai masa panen, sebaiknya tumbuhan yakon segera diganti karena sudah tidak produktif lagi. Kualitas daun dari tumbuhan yakon yang sudah panen juga menurun. 

Umbi yakon sering digunakan sebagai bahan makanan dan obat-obatan tradisional oleh masyarakat di daerah pegunungan Andes. Umbi yakon juga memiliki berbagai kandungan nutrisi penting yang baik untuk kesehatan seperti vitamin C, kalium hingga zat besi. Umbi yakon juga mengandung senyawa aktif seperti fructooligosaccharides (FOS), inulin, uvedalin, sonchifolin dan senyawa lainnya yang berkontribusi dalam pengaturan kadar gula darah.

Baca Juga : Alasan Daun Yakon Dijuluki Daun Insulin

Ingin tahu lebih jelas tentang khasiat apa saja yang dapat mengatasi penyakit diabetes pada umbi yakon? Simak penjelasan ini hingga akhir ya.

1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Fructooligosaccharides (FOS) menjadi salah satu senyawa yang penting dalam umbi yakon yang memiliki fungsi untuk mengontrol kadar gula darah. FOS digadang-gadang menjadi senyawa anti diabetes karena memiliki kemampuan untuk menghambat enzim alfa-glukosidase yang bertugas memecah karbohidrat menjadi gula. Terhambatnya alfa-glukosidase membuat serapan glukosa yang seharusnya masuk ke dalam darah berkurang, sehingga tidak terjadi kenaikan kadar gula dalam darah. 

Senyawa FOS ini juga berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik sendiri menjadi serat dari makanan yang tidak bisa dicerna oleh tubuh manusia. Fungsi prebiotik lainnya yakni menjadi makanan bagi mikrobiota bakteri baik yang ada di dalam usus. Sehingga kesehatan usus terjaga dan terjadilah peningkatan kadar kalsium serta magnesium dalam tubuh. 

Faktanya, mikrobiota baik juga memiliki manfaat dalam peningkatan kerja insulin. Bakteri baik dalam sistem pencernaan kita membantu mencerna serat makanan yang sulit dicerna tubuh. Nah serat yang awal mulanya tidak dicerna ini akan menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA) seperti asetat, propionat dan butirat. Asam lemak rantai pendek ini akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta bantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Pada kasus penderita diabetes tipe 2, FOS berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi tubuh terhadap insulin. Sehingga kinerja insulin dalam memfasilitasi masuknya glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi menjadi maksimal. 

Selain FOS, umbi yakon juga memiliki senyawa bernama inulin. Inulin merupakan jenis serat yang tidak dapat dipecah menjadi glukosa oleh tubuh manusia. Inulin bekerja untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada sel-sel tubuh, sehingga sel tubuh bisa merespon insulin dan menggunakan glukosa dengan lebih efektif. Tak hanya itu, inulin juga berfungsi untuk merangsang produksi hormon GLP-1 yang membantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Jadi ketika nantinya Anda makan-makanan tinggi karbohidrat, tidak terjadi lonjakan kadar gula darah.

Baca Juga : Tingkatkan Produksi Insulin dengan Daun Yakon 

2. Menurunkan Resiko Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular merupakan kelompok penyakit yang terkait dengan kondisi jantung dan pembuluh darah, misalnya jantung koroner, serangan jantung, stroke ataupun arteri koroner yang sempit. Seperti yang kita ketahui, diabetes dan penyakit kardiovaskular saling berkaitan. 

Penderita diabetes tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan efektif, sehingga menyebabkan kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Nah, kadar gula darah yang dibiarkan tinggi terlalu lama dapat merusak pembuluh darah dan jantung serta meningkatkan resiko pembentukan plak di dalam arteri. Hal ini akan menyebabkan arteri menyempit, sehingga menjadi resiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke atau komplikasi lainnya.

Umbi yakon memiliki kandungan antioksidan seperti polifenol dan flavonoid yang dapat mencegah terjadinya resiko penyakit kardiovaskular. Polifenol merupakan senyawa alami yang dapat meningkatkan produksi oksida nitrat. Oksida nitrat ini bertugas untuk memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung. Meningkatnya aliran darah ke jantung akan menurunkan tekanan darah sehingga dapat membantu memperbaiki fungsi serta mencegah kerusakan jantung.

Sedangkan senyawa flavonoid bekerja sebagai anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Melalui sifat anti inflamasi yang kuat dari senyawa flavonoid maka penyakit kardiovaskular dapat dicegah.

3. Mencegah Obesitas

Obesitas merupakan berat badan yang melebihi batas normal. Obesitas dan diabetes saling berkaitan dan mempengaruhi. Orang yang terkena obesitas sangat dimungkinkan terkena diabetes melitus tipe 2, sebab kadar gula darah orang yang mengalami obesitas cenderung tinggi. Obesitas juga dapat menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan penderita obesitas lebih rentan terkena diabetes melitus tipe 2. Maka dari itu, dengan menghindari obesitas dan pola hidup yang sehat tandanya Anda telah mengatasi salah satu faktor resiko diabetes.

Umbi yakon memiliki kandungan serat yang tinggi dan rendah kalori. Beberapa senyawa dalam umbi yakon juga terbukti mampu mencegah obesitas, misalnya resisten pati. resisten pati merupakan jenis karbohidrat kompleks yang ditemukan dalam umbi-umbian, termasuk umbi yakon. Resisten pati dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara menambahkan rasa kenyang dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Serat lainnya dalam umbi yakon juga membantu menjaga berat badan. Serat dalam umbi yakon akan mempertahankan rasa kenyang lebih lama serta memperlambat penyerapan glukosa dalam darah. Singkatnya, umbi yakon sangat cocok untuk menjadi pilihan menu diet Anda.  

Itulah 3 khasiat dari umbi yakon yang membantu Anda mengatasi diabetes, baik mengurangi resiko-resikonya ataupun menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil. Mengonsumsi umbi yakon secara rutin akan berpengaruh pada kesehatan Anda secara signifikan. 

Dalam mengonsumsi umbi yakon, Anda bisa memakan secara mentah ataupun dijadikan campuran bahan makanan, seperti kue. Beberapa negara lain juga menggunakan umbi yakon sebagai pemanis alami untuk makanan. Serta jangan lupa untuk menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola makan dan rutin olahraga ya, agar hasilnya lebih maksimal. 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!

Waspada, Ini Perbedaan Tumbuhan Yakon dan Paitan

Waspada, Ini Perbedaan Tumbuhan Yakon dan Paitan

Pemberian informasi yang salah ini berbahaya, karena berpotensi menimbulkan masyarakat menggunakan tumbuhan tersebut dengan tidak tepat, tidak bermanfaat atau berefek buruk bagi kesehatan penggunanya. Maka dari itu, kita perlu mengetahui perbedaan antara yakon dan paitan, agar dapat menggunakan keduanya dengan sebagaimana mestinya.

Budidaya Yakon 10

Barangkali Anda sudah tidak asing lagi dengan sebuah daun yang diberi julukan daun insulin. Daun ini dipercaya dapat mengatasi diabetes dengan meningkatkan kerja pankreas, sehingga produksi insulin berjalan dengan lebih baik. Nah, julukan daun insulin ini sebenarnya disematkan kepada daun yakon.

Sayangnya, orang-orang kerap keliru dalam membedakan daun yakon. Bahkan beberapa sumber dari media berita juga keliru membedakan daun yakon dengan daun dari tumbuhan lain, yakni paitan atau yang dikenal dengan kipahit. Padahal faktanya, mereka adalah dua tumbuhan dengan lingkungan, bentuk, batang, daun, umbi serta khasiat yang berbeda jauh.

Pemberian informasi yang salah ini berbahaya, karena berpotensi menimbulkan masyarakat menggunakan tumbuhan tersebut dengan tidak tepat, tidak bermanfaat atau berefek buruk bagi kesehatan penggunanya. Maka dari itu, kita perlu mengetahui perbedaan kedua tanaman tersebut agar dapat menggunakan keduanya dengan sebagaimana mestinya.

1. Asal Yakon dan Paitan

Tumbuhan yakon yang memiliki nama latin smallanthus sonchifolius berasal dari daerah Pegunungan Andes di Peru. Yakon harus hidup di kondisi tanah yang baik serta lingkungan yang bersuhu yang dingin selama masa pertumbuhannya, agar memiliki kualitas yang baik. Maka dari itu, yakon bukanlah jenis tumbuhan yang tumbuh dengan sembarangan, layaknya paitan. Bagian yang paling sering dimanfaatkan dari yakon adalah daun dan umbinya. 

Masyarakat Indonesia mengenal daun yakon sebagai Daun Insulin karena kandungannya yang dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Bukan hanya itu, tumbuhan yakon juga dikenal sebagai herbal anti diabetik karena memiliki kandungan fruktooligosakarida dan polifenol yang memiliki efek hipoglikemik, namun tidak berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Selain memiliki efek untuk diabetes, yakon juga memiliki efek hipolipidemik tanpa mempengaruhi berat badan penderita diabetes.

Tumbuhan paitan atau kipahit memiliki nama latin Tithonia Diversifolia). Bahkan dengan melihat nama latin keduanya dengan cermat, Anda pasti sadar jika mereka memiliki genus dan spesies yang berbeda kan?

Nah, jika yakon kerap dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, paitan kerap dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Tumbuhan paitan kerap dimanfaatkan untuk pakan ternak maupun pupuk hijau. Paitan juga menjadi tumbuhan yang tangguh, sebab mudah tumbuh kembali setelah dipotong. Di negara Afrika, paitan tak hanya digunakan sebagai pakan ternak, namun juga penahan erosi. Sedangkan dalam bidang kesehatan, paitan digunakan sebagai anti malaria karena sifatnya yang repellent.

Paitan merupakan tanaman yang masuk ke dalam jenis semak dan berasal dari Meksiko. Berbeda dari yakon yang memerlukan suhu dingin untuk pertumbuhan, paitan dapat tumbuh diberbagai cuaca dan memiliki ketahanan yang baik. Paitan tersebar dari Amerika Tengah ke Selatan, Asia hingga Afrika.

Baca Juga : 5 Manfaat Daun Yakon untuk Diabetes

2. Klasifikasi Yakon dan Paitan

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, bahwa paitan dan yakon merupakan tumbuhan yang berbeda, sehingga tentu saja mereka memiliki perbedaan dalam klasifikasi ilmiah. Paitan dan yakon memang sama-sama berasal dari kingdom plantae, order asterales dan family asteraceae, namun mereka tetap memiliki perbedaan pada genus dan spesies.

Tumbuhan yakon berasal dari genus smallanthus serta spesies sonchifolius yang kita kenal dengan ciri-ciri berdaun yang besar dan bulat. Yakon juga diketahui dapat menjadi sumber makanan yang kaya akan serat dan memiliki efek antioksidan. Sedangkan paitan berasal dari genus tithonia dan spesies diversifolia dengan ciri memiliki bunga besar berwarna kuning yang kemerah-merahan. Paitan kerap menjadi tanaman hias, bahan baku pakan ternak ataupun anti malaria.

3. Daun Yakon dan Paitan

Daun yakon dikenali sebagai daun insulin karena berbagai khasiatnya untuk penderita diabetes. Daun yakon memiliki tampilan yang mirip dengan daun kol ataupun bunga matahari, yakni berbentuk hati atau oval dengan tepi bergerigi, berlobus dan tangkai panjang yang menautkan daun dengan batang. Daun yakon memiliki warna hijau yang cerah dengan permukaan daun yang berbulu halus.

Daun yakon juga memiliki ukuran yang bervariasi, tergantung jenis dan kondisi tumbuhannya. Beberapa varietas  yakon menghasilkan daun yang lebih besar. Biasanya daun yakon memiliki panjang sekitar 10-20 cm dengan lebar sekitar 5-10 cm. Daun yakon bisa dipanen sejak tanaman sudah berumur 60 hari dan dipetik setiap dua minggu sekali. 

Panen daun dilakukan hingga 10 kali masa panen sampai yakon berumur 7-8 bulan. Bunga dari yakon biasanya tumbuh pada pemetikan yang ke-10. Nah, jika bunga yakon sudah tumbuh, maka ini pertanda bahwa kualitas daun yang dihasilkan tumbuhan yakon sudah berkurang dan perlu diganti.

Sedangkan pada tumbuhan paitan, membentuk agak menjari, namun dengan ukuran yang lebih kecil dibanding dengan daun yakon. Daun paitan juga berbentuk pipih, permukaan daunnya yang mengkerut serta berujung runcing. Paitan memiliki daun dengan variasi warna mulai dari hijau muda hingga hijau tua. Paitan juga memiliki bunga. Bunganya memiliki rupa mirip bunga matahari dengan ukuran yang jauh lebih kecil.

Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan
Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan

4. Batang Yakon dan Paitan

Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan
Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan

Perbedaan paling mendasar dari batang tumbuhan yakon dan tumbuhan paitan terletak pada bulu halus. Batang dari tumbuhan yakon memiliki bulu halus yang pendek disekelilingnya. Batang yakon memiliki diameter hingga 5-10 cm, namun juga bisa mencapai lebih dari 20 cm jika tumbuhan sudah matang ataupun hidup di lingkungan yang kondusif. 

Sedangkan, tumbuhan paitan tidak memiliki bulu sama sekali pada bagian batangnya. Permukaan batang paitan juga memiliki bercak-bercak putih. Paitan memiliki diameter yang lebih kecil dibanding tumbuhan yakon, yakni sekitar 2-5 cm saja.

5. Pucuk Yakon dan Paitan

Yakon mempunyai pucuk berwarna ungu kemerahan bila sudah dewasa. Sedangkan paitan mempunyai pucuk yang berwarna hijau muda. Akan sangat mudah untuk melihat perbedaan antara keduanya.

Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan
Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan

6. Umbi Yakon dan Paitan

Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan
Perbedaan Daun Yakon dengan Daun Paitan

Inilah perbedaan dari keduanya yang paling meyakinkan. Yakon memiliki umbi, sedangkan paitan hanya memiliki akar tumbuhan. Yakon memiliki umbi dengan bentuk bulat atau oval dengan tekstur lembut, empuk, segar dan manis. Mungkin jika disamakan, umbi yakon memiliki rasa seperti buah pir. Umbi yakon memiliki ukuran sebesar lengan pria dengan berat 1-2 kg pada tiap umbinya.

Satu tanaman yakon dapat menghasilkan 5-10 umbi. Umbi yakon dapat dipanen setelah tumbuhan berumur 7-8 bulan. Salah satu pertanda umbi yakon siap panen adalah munculnya bunga pada tumbuhan yakon yang menjadi pertanda bahwa kualitasnya telah menurun. Setelah panen umbi, tumbuhan yakon harus diganti sebab sudah tidak produktif lagi. Umbi yakon bisa Anda konsumsi secara mentah, ditambah sambal rujak ataupun dijadikan campuran kue sebagai bahan pemanis alami.

Nah, jika paitan, akarnya dapat tumbuh menjadi batang yang memiliki panjang diameter 1-2 cm. Bentuk akarnya bulat atau memanjang dengan permukaan halus dan berwarna putih kecoklatan. Selain berfungsi untuk menjadi batang di kemudian hari, akar paitan juga sebagai penyangga tumbuhan.

7. Khasiat Yakon dan Paitan

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, yakon telah lama digunakan untuk pengobatan karena diketahui memiliki berbagai kandungan senyawa yang bermanfaat untuk mengatasi banyak penyakit seperti demam, infeksi, kolesterol hingga diabetes. Tiga senyawa utama yang ditemukan dalam daun yakon adalah endhidrin, uvedalin dan sonchifolin. Tiga senyawa tersebut diketahui mampu mengatur metabolisme glukosa sehingga membuat kadar gula darah Anda tetap stabil. 

Berbeda dengan yakon yang terkenal manfaatnya untuk bidang kesehatan, paitan lebih dikenal dalam bidang pertanian organik. Hal ini disebabkan paitan paitan memiliki potensi yang tinggi pada pemulihan kesuburan tanah ketika dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Paitan juga memiliki unsur hara yang tinggi sehingga meningkatkan produktivitas lahan.

Jadi pada intinya ialah, baik yakon ataupun paitan memiliki manfaat ataupun kegunaannya masing-masing. Jika Anda sudah mengetahui perbedaan keduanya, maka Anda bisa memanfaatkan kedua tanaman tersebut dengan sebagaimana fungsinya.