YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

JARANG DIKENAL HERBAL TEA INI POTENSIAL JADI OBAT DIABETES

Sebelumnya telah dibahas bagaimana herbal tea sangat bermanfaat sebagai obat diabetes yang aman serta menyehatkan tubuh. Herbal tea memang memiliki banyak kandungan lain sebagai minuman kesehatan sekaligus obat diabetes sehingga resep herbal tea sendiri banyak resepnya. Mulai dari yang cukup sering dicoba seperti peppermint tea, serai, chamomile atau cinnamon, sampai yang jarang terdengar seperti hibiscus tea atau rooibos. Meski jarang terdengar bukan berarti herbal tea ini tidak bisa dicoba. Beberapa resep herbal tea ini bisa dijadikan obat diabetes meskipun jarang ketemu di sekitar kita.

 

Rooibos tea

Jarang mendengar nama herbal tea yang satu ini? Rooibos tea adalah salah satu minuman dengan kekuatan paling besar untuk mengurangi inflamasi dan mengurangi oksidasi. Herbal tea satu ini bagus sebagai obat pasien diabetes atau mereka yang menuju diabetes.

Sama seperti green tea, rooibos juga mengandung flavonoid dan polyphenol dalam jumlah tinggi atau berkisar antara 209.1 ug/mg, sementara green tea mengandung 200.8 ug/mg. Herbal tea yang satu ini sangat efektif untuk membantu mencegah kerusakan DNA dan inflamasi yang terjadi akibat adanya bahan antioksidan dan kandungan inilah yang paling penting untuk menjaga kesehatan. Kandungan ini juga yang akan mencegah pertumbuhan kanker sekaligus proses penyembuhannya.

Rasa teh ini sendiri sama seperti teh biasanya, hanya saja tanpa caffeine di dalamnya.

Hibiscus tea

Herbal tea yang satu ini terkenal karena rasanya yang asam. Meskipun rasanya agak sama tetapi sangat efektif jika digunakan oleh pasien dengan diabetes tipe 2. Hibiscus tea mampu menurunkan tekanan darah rata-rata 21.7 mmHg jika rutin dikonsumsi selama 1 bulan. Beberapa pengujian juga menunjukan bahwa hibiscus tea mempengaruhi pada penurunan systolic dan diastole untuk pasien dengan tekanan darah tinggi. hibiscus tea juga ternyata dapat membawa pengaruh positif terhadap resistensi insulin, sama seperti meningkatkan kadar HDL dalam tubuh.

Licorice tea

Liver adalah organ yang bekerja paling sering terlewat oleh pasien diabetes, padalah organ ini akan berperan penting pada sistem metabolisme.

Herbal tea dari licorice sendiri mengandung beragam komponen yang bagus untuk meningkatkan metabolisme pada liver serta mengelola kesehatan jaringan tissue pada liver. Komponen yang dimaksud adalah gladbridin yang setelah melewati beberapa penelitian pada hewan menunjukan kemampuan untuk menurunkan gula darah.

Beberapa herbal tea tidak populer ini mungkin bisa dimanfaatkan sebagai pendamping obat diabetes. berasal dari daun teh dan campuran tanaman herbal membuat daftar herbal tea ini layak dicoba.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-mengurangi-a1c-diabetes-dengan-selain-dengan-obat/

BAGAIMANA MENGURANGI A1C DIABETES DENGAN SELAIN DENGAN OBAT

Untuk membuat obat diabetes bekerja lebih efektif, pasien diabetes perlu untuk memperhatikan kadar A1c dalam tubuhnya. Kadar A1c yang terlalu tinggi dan sulit dikendalikan akan membuat pasien frustasi dan malah membuat kondisinya semakin parah. A1c adalah hasil tes darah yang menunjukan kadar gula dalam darah selama 2-3 bulan sebelumnya. Kenaikan A1c tentu saja bersumber dari gula atau karbohidrat yang dikonsumsi.

Ketika glukosa  masuk ke dalam tubuh terjadi proses glycosylation dimana gula terikat dengan hemoglobin. Rata-rata sel darah merah bertahan selama 3 bulan. Lalu apa yang menjadi perhatian dengan dilakukannya tes ini? Untuk melihat berapa banyak konsumsi  karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh.

Pasien diabetes mungkin memanfaatkan obat untuk membantu menurunkan kadar gula darahnya. Namun tanpa didukung dengan kombinasi yang tepat maka obat diabetes tidak bisa membantu banyak untuk menurunkan kadar A1c dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menurunkan kadar A1c dengan lebih efektif.

 

Mengurangi karbohidrat

Ketika gula dan karbohidrat sangat mempengaruhi A1c, maka hal paling masuk akal untuk dilakukan adalah mengurangi asupan karbohidrat ke dalam tubuh. Selain mengurangi konsumsinya sebaiknya pasien diabetes juga lebih memperhatikan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dengan lebih baik.

Makan whole food

Maksudnya di sini adalah mengurangi konsumsi makanan yang melalui proses pengolahan panjang atau makanan dalam kemasan karena sebagian besar makanan tersebut telah kehilangan nutrisinya dan yang tersisa hanya ampasnya.

Prinsip makanan sehat bagi pasien diabetes adalah sebisa mungkin mengonsumsi sumber makanan alami, bahan makanan dalam bentuk utuhnya. Tidak hanya makanan, banyak yang menyarankan untuk mengonsumsi obat diabetes dari bahan herbal alami yang lebih aman. Hal ini penting karena cara ini tidak hanya efektif dalam menurunkan kadar A1c tetapi juga mengurangi inflamasi dan masalah metabolisme.

Makan sayur

Makan lebih banyak sayuran terutama yang tumbuh di atas tanah seperti timun, lettuce, bayam, tomat, buncis, Brussels sprout, kubis, dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan. Sayuran mengandung mineral, vitamin, polyphenol dan komponen lain yang akan sangat membantu mengurangi gula darah, A1c, dan inflamasi.

Mulai pelan-pelan

Tidak perlu untuk langsung menghentikan seluruh konsumsinya, cukup dengan menguranginya perlahan-lahan sampai mulai tubuh mulai terbiasa.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tanpa-obat-yang-tepat-resiko-komplikasi-diabetes-ini-semakin-meningkat-ii/

TANPA OBAT YANG TEPAT RESIKO KOMPLIKASI DIABETES INI SEMAKIN MENINGKAT II

Dalam artikel sebelumnya dijelaskan beberapa resiko diabetes ketika pasien tidak mengikuti aturan dokter tentang obat yang harus dikonsumsi untuk menjaga kestabilan gula darah. Gula darah tinggi dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama yang tidak dikendalikan akan secara bertahap merusak berbagai fungsi organ dalam tubuh. Peran obat diabetes, meski tidak untuk menyembuhkan, adalah untuk mengendalikan dan menjaga agar gula darah selalu stabil. Maka sebaiknya pasien selalu mengikuti aturan dokter untuk mengonsumsi obat diabetes agar resiko komplikasi ini dapat dikurangi.

 

Infeksi

Infeksi adalah sesuatu yang umum bagi pasien diabetes karena pasien diabetes memiliki fungsi imun yang menurun. Kondisi ini bisa berupa infeksi sistem seperti flu atau demam, atau bisa juga infeksi lokal seperti kaki yang tidak bersih dan infeksi pada gigi.

Maka pasien diabetes sebaiknya meminta vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh jika memungkinkan atau mengonsumsi obat herbal untuk menguatkan daya tahan tubuh. Penting juga untuk rajin mengecek kondisi kaki setiap hari sehingga jika terdapat luka, bengkak atau sesuatu yang tidak wajar dapat segera diketahui dan diatasi sebelum menyebar menjadi infeksi. Begitu juga dengan kesehatan gigi dan mulut, pasien harus rajin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mencegah infeksi pada gusi.

Diabetes ketoacidosis (DKA)

Diabetes ketoacidosis (DKA) dan kondisi yang hampir mirip disebut dengan HHNS adalah masalah kesehatan akut ketika glukosa darah meningkat secara ekstrim dan membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk mengembalikannya ke normal. Kedua kondisi ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan pasien mengalami koma atau meninggal jika dibiarkan tidak terawat.

Meningkatnya jumlah keton dalam darah dan urin adalah tanda ketika tubuh mulai memecah lemak karena tidak ada cukup insulin untuk membakar glukosa sebagai energi. Tanda-tanda DKA di antaranya adalah: rasa haus berlebihan, mual, muntah, rasa sakit berlebihan, penurunan berat badan mendadak, gula darah tinggi dan adanya keton pada urin.

Cara mengobat kondisi ini adalah dengan memahami baha dirinya memiliki diabetes. DKA dan HHNS dapat muncul ketika seorang pasien sakit atau kekurangan insulin. Maka pastikan untuk mengecek gula darah lebih sering ketika sedang sakit atau ketika akan menggunakan suntikan insulin. Ikuti jadwal dan dosis yang tepat. Segera cari bantuan medis ketika terdapat keton pada urin atau gula darah lebih dari 350.

Itu tadi adalah beberapa kemungkinan komplikasi parah pada pasien diabetes jika mengabaikan pentingnya obat, diet sehat dan olahraga yang disarankan dokter.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tanpa-obat-yang-tepat-resiko-komplikasi-diabetes-ini-semakin-meningkat-i/

TANPA OBAT YANG TEPAT RESIKO KOMPLIKASI DIABETES INI SEMAKIN MENINGKAT I

Mengonsumsi obat diabetes mungkin tidak benar-benar menyembuhkan diabetes karena pada dasarnya diabetes tidak dapat disembuhkan. Tetapi obat diabetes berperan dalam menjaga kestabilan gula darah dan meminimalkan resiko komplikasi. Apapun bentuknya, obat diabetes herbal atau berbahan kimia, sebaiknya selalu dikonsumsi rutin sesuai saran dokter agar resiko komplikasi juga dapat dihindari.

Pasien diabetes mengalami penurunan A1c sebanyak 1% ternyata mengalami penurunan kemungkinan kematian akibat diabetes sebanyak 21%, mengurangi resiko serangan jantung 14%, dan komplikasi microvascular sebanyak 37%. Jika hanya dengan 1% sudah cukup membawa dampak begitu besar bagi pasien diabetes, maka jika konsumsi obat dilakukan secara tertatur dan level A1c mengalami penurunan lebih banyak, kesehatan pasien dapat menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa resiko lain yang mungkin terjadi jika diabetes tidak dikendalikan.

 

Penyakit jantung

Kematian akibat serangan jantung adalah yang paling banyak terjadi pada pasien diabetes. Komplikasi pada jantung sendiri termasuk di dalamnya adalah gangguan arteri coroner, sakit pada dada, serangan jantung, stroke dan atherosclerosis.

Untuk mencegah kondisi tersebut menjadi lebih parah adalah dengan menjaga kadar lipid (kolesterol dan trigliserida) selalu terkontrol dan memulai diet sehat.

Neuropathy

Neuropathy atau kerusakan syaraf, muncul akibat penumpukan glukosa dalam jumlah banyak pada darah, itulah mengapa penting sekali untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol. Gula yang bertumpuk dalam darah akan merusak dinding kapiler yang menyuplai darah pada sel syaraf.

Gejala dari neuropathy biasanya tidak terlihat terlalu jelas, tetapi ada beberapa yang bisa menjadi petunjuk seperti kesemutan, mati rasa, rasa panas atau sakit pada beberapa bagian syaraf untuk waktu lama. Biasanya mulai terasa pada tangan dan kaki, lalu lanjut pada tungkai kaki dan lengan.

Nephropathy

Nephropathy atau kerusakan ginjal terjadi akibat ginjal bekerja terlalu keras untuk menyaring glukosa. Ginjal sendiri memiliki banyak syaraf pembuluh darah kecil yang mudah sekali rusak akibat kadar gula darah tinggi dalam waktu lama. Kerusakan pada ginjal akan terjadi secara bertingkat, stadium 3 tentu saja lebih parah stadium 1 dan 2. Pada stadium 5 pasien akan mengalami gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah secara rutin.

Retinopathy

Retinopathy adalah kondisi ketika mata mulai mengalami kerusakan akibat penumpukan gula yang merusak pembuluh darah di belakang mata. Kerusakan mata dapat terjadi secara bertahan atau cepat dan pada akhirnya mengarah pada kebutaan seiring berjalannya waktu.

Selain retinopathy pasien diabetes yang tidak rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan gula darah juga akan mengalami katarak dan glaucoma. Rutin memeriksakan kesehatan mata pada dokter spesialis mata adalah cara utama untuk menghindari kerusakan mata akibat diabetes selain dengan obat.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/manfaat-green-tea-sebagai-obat-herbal-untuk-diabetes/

MANFAAT GREEN TEA SEBAGAI OBAT HERBAL UNTUK DIABETES

Sebagai salah satu obat herbal yang dipercaya sejak lama untuk berbagai masalah kesehatan, green tea bisa sangat bermanfaat untuk pasien diabetes. Kandungan nutrisinya yang berlimpah menjadikan green tea banyak direkomendasikan untuk pasien dengan diabetes tipe 2. Dalam artikel sebelumnya sudah didiskusikan bagaimana nutrisi green tea yang berlimpah bagus untuk dijadikan salah satu alternatif obat herbal untuk diabetes atau sekedar untuk menjaga kesehatan. artikel kali ini akan menunjukan bagaimana green tea berperan sebagai obat herbal untuk diabetes.

 

Glukosa darah dan A1C

Salah satu hal yang menjadikan polyphenol ECG sangat penting adalah hubungannya dengan produksi glukosa oleh liver. Pasien diabetes kerap kali mengalami waktu-waktu dimana gula darahnya mendadak tinggi ketika tidak makan apapun atau ketika bangun tidur. Hal itu bisa terjadi karena liver masih memproduksi glukosa. Berbagai penelitian telah menunjukan bagaimana green tea kemudian membantu dengan memperbaiki reseptor insulin pada tubuh.

Green tea mungkin tidak secara langsung berpengaruh terhadap glukosa darah, tetapi penelitian telah membuktikan bahwa level A1C pasien diabetes tipe 2 dapat turun secara signifikan setelah mengonsumsi ekstrak green tea selama 2 bulan.

Resistensi insulin

Percobaan yang dilakukan pada tikus menunjukan bagaimana tikus yang diberi diet tinggi gula dan green tea menunjukan banyak perubahan dalam dirinya, terutama pada resistensi insulin. Menurut para peneliti ini diakibatkan oleh adanya GLUT4 yang membantu insulin untuk masuk ke dalam sel. GLUT4 didorong untuk green tea. Meski ketika dicoba pada manusia hasilnya tidak secara langsung terlihat tetapi ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya tentang peranh green tea sebagai obat herbal untuk diabetes.

Penyakit jantung

Radikal bebas adalah penyebab utama dari inflamasi yang terjadi pada jantung dan green tea adalah salah satu yang dapat membantu mencegah hal itu terjadi. Ditambah lagi, green tea juga akan membantu untuk menurunkan penyerapan trygliserida dan kolesterol serta pembentukan lemak.

Green tea juga akan membantu mengurangi tingkat oksidasi kolesterol LDL. Tentu saja ini adalah sesuatu yang baik karena oksidasi kolesterol LDL adalah contributor utama yang menyebabkan penyumbatan arteri yang mengarah pada serangan jantung dan stroke.

Flavonoid dalam green tea memberikan perlindungan penuh pada jantung, tidak hanya dengan antioksidannya tetapi juga dengan antithrombogenic, anti-inflammatory dan anti-prolific. Anti-prolific membantu menghentikan sel dari menggandakan diri sehingga mencegahnya menumpuk pada arteri.

Hal ini penting bagi pasien diabetes mengingat penyakit jantung adalah resiko utama dari diabetes tipe 2.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/apakah-green-tea-bisa-menjadi-obat-herbal-untuk-diabetes/

APAKAH GREEN TEA BISA MENJADI OBAT HERBAL UNTUK DIABETES?

Ada banyak resep obat herbal yang dipercaya mampu membantu pasien diabetes dan salah satu yang paling banyak dikenal adalah green tea. Green tea pada dasarnya adalah resep kuno yang dipercaya turun-temurun mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Green tea menjadi semacam obat herbal yang menyehatkan tubuh, anti-inflamasi, mengurangi resistensi insulin pada pasien diabetes, mengurangi A1C dan meningkatkan kesehatan jantung.

 

Nutrisi dalam green tea

Sebenarnya green tea dan black tea adalah satu tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis. Green tea tidak difermentasi dan dikeringkan, sedangkan black tea adalah daun yang kemudian difermentasikan dan dioleh sehingga mendapatkan warna yang lebih gelap dan rasa teh yang sedikit berbeda. Proses fermentasi ini yang berdampak pada kandungan nutrisi yang berbeda antara keduanya, terutama pada komponen phenolic yang sangat bermanfaat. Phenolic pada black tea hanya terdapat 5% sedangkan pada green tea terdapat 30-40%.

Jika dihitung-hitung green tea sebenarnya mengandung: 15% protein, 4% asam amino, 26% serat, 7% karbohidrat, 7% lipid, 5% mineral, 30-40% phenolic/flavonoid, dan 2-6% kafein. Komponen katekin dalam green tea juga penting untuk diketahui yaitu 6.4% epicathechin, 13.6% epicatechin3-gallate, 19% epigallcathechin, dan 59% epigalloca-3-gallate.

Katekin ini telah banyak diteliti untuk menilai kekuatan antioksidannya dan hasilnya katekin ini merupakan: anti-mutigenic, anti-cancer, anti-diabetic, anti-inflammatory, anti-bacterial dan anti-viral. Ditambah lagi seperti bisa dilihat sebelumnya, green tea terdiri dari 59% epigallocathechin-3-gallate dan inilah yang merupakan kandungan yang berperan sebagai obat herbal untuk diabetes. Epigallocathechin-3-gallate bermanfaat untuk mengurangi inflamasi, mengurangi kerusakan jantung, menurunkan berat badan, membantu pasien diabetes tipe 2, mengatasi kanker dan menolong pasien arthritis.

Berapa banyak green tea dalam sehari?

Para peneliti menyarankan konsumsi green tea sebagai obat herbal baik untuk diabetes atau masalah kesehatan lain secara rutin. Mengonsumsi 3 cangkir green tea atau lebih dapat menurunkan resiko stroke 21%. Orang yang setiap hari mengonsumsi 4 cangkir atau lebih gree tea mengalami penurunan berat badan dan lemak tubuh. 5 cangkir green tea sehari mampu menurunkan 26% resiko kematian akibat penyakit jantung. 1 cup sehari mengurangi kerusakan arteri coroner hingga 10%. Maka jika berat untuk mengonsumsi terlalu banyak 1 cangkir sudah cukup untuk mengambil manfaat kesehatan dari green tea itu sendiri.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tentang-obat-diabetes-dan-hyperosmolar-hyperglycemic-non-ketosis/