Dokter diabetes selalu menyarankan agar pasien rutin mengonsumsi obat yang telah diatur, mengikuti pola diet dan mulai olahraga rutin dengan tujuan untuk mengurangi resiko komplikasi. Salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh pasien diabetes adalah hyperosmolar hypergylcemic non-ketosis. Komplikasi ini biasanya dialami oleh pasien diabetes mellitus tipe 2.
Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh mengalami resistensi terhadap insulin sehingga obat yang digunakan juga dimaksudkan untuk membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Saat ini ada banyak obat diabetes yang dijual dipasaran tetapi memahami resiko komplikasi seperti hyperosmolar hyperglycemic non-ketosis (HHNK) bisa membantu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan lainnya.
Kondisi pasien HHNK
Pasien diabetes mellitus akan kerap mengalami hal-hal yang membuat kondisi kesehatan menurun dan stress meningkat. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan sakit fisik seperti sakit pada bagian perut atau mudah terserang flu.
Ketika pasien mengalami stress yang berlebihan maka tubuh akan merespon dan mencoba melawan stress tersebut. Kondisi ini yang justru menyebabkan kesehatan pasien semakin menurun. Hormon stress akan dilepaskan oleh tubuh ketika pasien mengalami sesuatu yang memberinya tekanan. Hormon yang dikeluarkan termasuk kortisol, epinephrine, dan norepinephrine. Semua hormone ini berlawanan dengan insulin dan menyebabkan kadar glukosa dalam darah justru meningkat.
Efek yang dapat ditimbulkan dari hyperglicemia dan hyperosmolarity ternyata cukup berbahaya. Karena resistensi insulin ini, serum glukosa akan meningkat hingga level yang cukup ekstrim. Dengan peningkatan yang tinggi ini juga akan meningkatkan serum osmolality secara drastis. Glukosa darah juga akan lebih tinggi daripada yang terdapat dalam DKA atau Diabetes ketoacidosis.
Karena serum osmolality yang tinggi, maka tubuh mencoba menyesuaikan dengan mengurangi kelebihan glukosa dalam darah dan mengeluarkannya melalui urin. Dengan begitu pasien diabetes tipe 2 juga beresiko tinggi mengalami hypovolemia.
Sebagai pasien diabetes, penting untuk mengikuti saran dokter termasuk dengan konsumsi obat yang telah diberikan, diet sesuai anjuran dokter dan olahraga tertatur. Gaya hidup sehat dan obat adalah dua hal penting untuk mengurangi resiko komplikasi diabetes di masa depan.
Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/herbal-tea-untuk-obat-diabetes-tipe-2/
