YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

MANFAAT GREEN TEA SEBAGAI OBAT HERBAL UNTUK DIABETES

Sebagai salah satu obat herbal yang dipercaya sejak lama untuk berbagai masalah kesehatan, green tea bisa sangat bermanfaat untuk pasien diabetes. Kandungan nutrisinya yang berlimpah menjadikan green tea banyak direkomendasikan untuk pasien dengan diabetes tipe 2. Dalam artikel sebelumnya sudah didiskusikan bagaimana nutrisi green tea yang berlimpah bagus untuk dijadikan salah satu alternatif obat herbal untuk diabetes atau sekedar untuk menjaga kesehatan. artikel kali ini akan menunjukan bagaimana green tea berperan sebagai obat herbal untuk diabetes.

 

Glukosa darah dan A1C

Salah satu hal yang menjadikan polyphenol ECG sangat penting adalah hubungannya dengan produksi glukosa oleh liver. Pasien diabetes kerap kali mengalami waktu-waktu dimana gula darahnya mendadak tinggi ketika tidak makan apapun atau ketika bangun tidur. Hal itu bisa terjadi karena liver masih memproduksi glukosa. Berbagai penelitian telah menunjukan bagaimana green tea kemudian membantu dengan memperbaiki reseptor insulin pada tubuh.

Green tea mungkin tidak secara langsung berpengaruh terhadap glukosa darah, tetapi penelitian telah membuktikan bahwa level A1C pasien diabetes tipe 2 dapat turun secara signifikan setelah mengonsumsi ekstrak green tea selama 2 bulan.

Resistensi insulin

Percobaan yang dilakukan pada tikus menunjukan bagaimana tikus yang diberi diet tinggi gula dan green tea menunjukan banyak perubahan dalam dirinya, terutama pada resistensi insulin. Menurut para peneliti ini diakibatkan oleh adanya GLUT4 yang membantu insulin untuk masuk ke dalam sel. GLUT4 didorong untuk green tea. Meski ketika dicoba pada manusia hasilnya tidak secara langsung terlihat tetapi ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya tentang peranh green tea sebagai obat herbal untuk diabetes.

Penyakit jantung

Radikal bebas adalah penyebab utama dari inflamasi yang terjadi pada jantung dan green tea adalah salah satu yang dapat membantu mencegah hal itu terjadi. Ditambah lagi, green tea juga akan membantu untuk menurunkan penyerapan trygliserida dan kolesterol serta pembentukan lemak.

Green tea juga akan membantu mengurangi tingkat oksidasi kolesterol LDL. Tentu saja ini adalah sesuatu yang baik karena oksidasi kolesterol LDL adalah contributor utama yang menyebabkan penyumbatan arteri yang mengarah pada serangan jantung dan stroke.

Flavonoid dalam green tea memberikan perlindungan penuh pada jantung, tidak hanya dengan antioksidannya tetapi juga dengan antithrombogenic, anti-inflammatory dan anti-prolific. Anti-prolific membantu menghentikan sel dari menggandakan diri sehingga mencegahnya menumpuk pada arteri.

Hal ini penting bagi pasien diabetes mengingat penyakit jantung adalah resiko utama dari diabetes tipe 2.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/apakah-green-tea-bisa-menjadi-obat-herbal-untuk-diabetes/

APAKAH GREEN TEA BISA MENJADI OBAT HERBAL UNTUK DIABETES?

Ada banyak resep obat herbal yang dipercaya mampu membantu pasien diabetes dan salah satu yang paling banyak dikenal adalah green tea. Green tea pada dasarnya adalah resep kuno yang dipercaya turun-temurun mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Green tea menjadi semacam obat herbal yang menyehatkan tubuh, anti-inflamasi, mengurangi resistensi insulin pada pasien diabetes, mengurangi A1C dan meningkatkan kesehatan jantung.

 

Nutrisi dalam green tea

Sebenarnya green tea dan black tea adalah satu tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis. Green tea tidak difermentasi dan dikeringkan, sedangkan black tea adalah daun yang kemudian difermentasikan dan dioleh sehingga mendapatkan warna yang lebih gelap dan rasa teh yang sedikit berbeda. Proses fermentasi ini yang berdampak pada kandungan nutrisi yang berbeda antara keduanya, terutama pada komponen phenolic yang sangat bermanfaat. Phenolic pada black tea hanya terdapat 5% sedangkan pada green tea terdapat 30-40%.

Jika dihitung-hitung green tea sebenarnya mengandung: 15% protein, 4% asam amino, 26% serat, 7% karbohidrat, 7% lipid, 5% mineral, 30-40% phenolic/flavonoid, dan 2-6% kafein. Komponen katekin dalam green tea juga penting untuk diketahui yaitu 6.4% epicathechin, 13.6% epicatechin3-gallate, 19% epigallcathechin, dan 59% epigalloca-3-gallate.

Katekin ini telah banyak diteliti untuk menilai kekuatan antioksidannya dan hasilnya katekin ini merupakan: anti-mutigenic, anti-cancer, anti-diabetic, anti-inflammatory, anti-bacterial dan anti-viral. Ditambah lagi seperti bisa dilihat sebelumnya, green tea terdiri dari 59% epigallocathechin-3-gallate dan inilah yang merupakan kandungan yang berperan sebagai obat herbal untuk diabetes. Epigallocathechin-3-gallate bermanfaat untuk mengurangi inflamasi, mengurangi kerusakan jantung, menurunkan berat badan, membantu pasien diabetes tipe 2, mengatasi kanker dan menolong pasien arthritis.

Berapa banyak green tea dalam sehari?

Para peneliti menyarankan konsumsi green tea sebagai obat herbal baik untuk diabetes atau masalah kesehatan lain secara rutin. Mengonsumsi 3 cangkir green tea atau lebih dapat menurunkan resiko stroke 21%. Orang yang setiap hari mengonsumsi 4 cangkir atau lebih gree tea mengalami penurunan berat badan dan lemak tubuh. 5 cangkir green tea sehari mampu menurunkan 26% resiko kematian akibat penyakit jantung. 1 cup sehari mengurangi kerusakan arteri coroner hingga 10%. Maka jika berat untuk mengonsumsi terlalu banyak 1 cangkir sudah cukup untuk mengambil manfaat kesehatan dari green tea itu sendiri.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tentang-obat-diabetes-dan-hyperosmolar-hyperglycemic-non-ketosis/

TENTANG OBAT DIABETES DAN HYPEROSMOLAR HYPERGLYCEMIC NON-KETOSIS

Dokter diabetes selalu menyarankan agar pasien rutin mengonsumsi obat yang telah diatur, mengikuti pola diet dan mulai olahraga rutin dengan tujuan untuk mengurangi resiko komplikasi. Salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh pasien diabetes adalah hyperosmolar hypergylcemic non-ketosis. Komplikasi ini biasanya dialami oleh pasien diabetes mellitus tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh mengalami resistensi terhadap insulin sehingga obat yang digunakan juga dimaksudkan untuk membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Saat ini ada banyak obat diabetes yang dijual dipasaran tetapi memahami resiko komplikasi seperti hyperosmolar hyperglycemic non-ketosis (HHNK) bisa membantu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan lainnya.

 

Kondisi pasien HHNK

Pasien diabetes mellitus akan kerap mengalami hal-hal yang membuat kondisi kesehatan menurun dan stress meningkat. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan sakit fisik seperti sakit pada bagian perut atau mudah terserang flu.

Ketika pasien mengalami stress yang berlebihan maka tubuh akan merespon dan mencoba melawan stress tersebut. Kondisi ini yang justru menyebabkan kesehatan pasien semakin menurun. Hormon stress akan dilepaskan oleh tubuh ketika pasien mengalami sesuatu yang memberinya tekanan. Hormon yang dikeluarkan termasuk kortisol, epinephrine, dan norepinephrine. Semua hormone ini berlawanan dengan insulin dan menyebabkan kadar glukosa dalam darah justru meningkat.

Efek yang dapat ditimbulkan dari hyperglicemia dan hyperosmolarity ternyata cukup berbahaya. Karena resistensi insulin ini, serum glukosa akan meningkat hingga level yang cukup ekstrim. Dengan peningkatan yang tinggi ini juga akan meningkatkan serum osmolality secara drastis. Glukosa darah juga akan lebih tinggi daripada yang terdapat dalam DKA atau Diabetes ketoacidosis.

Karena serum osmolality yang tinggi, maka tubuh mencoba menyesuaikan dengan mengurangi kelebihan glukosa dalam darah dan mengeluarkannya melalui urin. Dengan begitu pasien diabetes tipe 2 juga beresiko tinggi mengalami hypovolemia.

Sebagai pasien diabetes, penting untuk mengikuti saran dokter termasuk dengan konsumsi obat yang telah diberikan, diet sesuai anjuran dokter dan olahraga tertatur. Gaya hidup sehat dan obat adalah dua hal penting untuk mengurangi resiko komplikasi diabetes di masa depan.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/herbal-tea-untuk-obat-diabetes-tipe-2/

HERBAL TEA UNTUK OBAT DIABETES TIPE 2

Teh adalah bentuk obat herbal untuk diabetes tipe 2 yang paling mudah dan paling umum ditemukan. Herbal tea sendiri dibuat dengan memasukan sekantung teh atau daun teh kering ke dalam air mendidih. Ada banyak manfaat kesehatan yang bisa diambil dari secangkir herbal tea ini terutama sebagai obat diabetes. Jenis-jenis herbal tea yang sering digunakan adalah chamomile tea, hibiscus, peppermint, dan lemongrass. Ada banyak jenis herbal tea sebenarnya, tetapi mungkin beberapa sulit untuk dicoba di Indonesia.

 

Cinnamon tea

Beberapa manfaat yang didapat dari cinnamon tea adalah memperbaiki glukosa darah, meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin, menurunkan kolesterol dan mengurangi inflamasi. Antioksidan dan anti-inflamasi dalam cinnamon memang dipercaya memiliki efek positif pada pengendalian gula darah dan sensitifitas insuli yang mempengaruhi beberapa aspek metabolisme seperti resistensi insulin, tekanan darah, kolesterol dan berat badan.

Salah satu resep yang bisa dicoba mungkin dengan mencampurkan lemon, jahe, cinnamon dan teh. Buatlah rebusan teh seperti biasa dengan kayu manis lalu tambahkan perasan jeruk lemon dan ½ sendok teh jahe parut. Selain menjaga kestabilan gula darah juga akan membantu mengatasi flu dan meningkatkan metabolisme.

Chamomile tea

Orang-orang dengan diabetes tipe 2 yang diberi chamomile tea setelah makan 3 kali sehari, selama 8 minggu, menunjukan perbaikan pada A1c, kadar insulin, trigliserida, kolesterol LDL, dan kadar kolesterol keseluruhannya. Chamomile tea juga dapat memperbaiki kontrol glikemik dan menurunkan resistensi insulin pada pasien diabetes tipe 2. Saat ini banyak produsen teh yang membuat chamomile tea yang mudah dibuat sehingga tidak perlu lagi repot membuat chamomile tea sendiri.

Peppermint tea

Siapa sangka peppermint tea bisa dijadikan obat herbal untuk pasien diabetes. Konsumsi peppermint tea selama 4 minggu akan menurunkan kadar glukosa darah hingga 25% dan menurunkan kadar insulin hingga 75%, dan melindungi sel pankreas dari kerja berlebihan.

Lemongrass tea

Lemongrass atau dikenal juga dengan daun serai adalah herbal tea yang paling mudah dibuat sebagai obat untuk diabetes tipe 2. Lemongrass tea sendiri memiliki kandungan antioksidan yang membantu melindungi endothelial cell dari kerusakan akibat oksidasi yang merupakan hasil dari gula darah.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-herbal-untuk-mengatasi-diabetes-neuropathy/

MENGATASI DIABETES INSIPIDUS DENGAN OBAT YANG TEPAT

Meskipun tidak berhubungan dengan diabetes mellitus dan memiliki obat yang berbeda dengan diabetes, tidak ada salahnya untuk juga memahami tentang penyakit ini. Diabetes insipidus tidak diobati dengan obat diabetes untuk mengendalikan gula darah karena pada dasarnya gula darah mereka tidak tinggi. Mulai dengan memahami gejalanya agar tidak salah mengenali dan mendapatkan obat diabetes insipidus yang tepat maka pasien dapat memiliki hidup yang normal kembali.

 

Gejala diabetes insipidus

Tanda-tanda paling umum dari diabetes insipidus adalah munculnya rasa haus berlebihan yang terjadi terus menerus dan banyaknya jumlah urin yang dikeluarkan tubuh. Normalnya orang dewasa akan mengeluarkan urin rata-rata kurang dari 3 liter sehari. Karena seringnya keinginan buang air kecil ini yang membuat orang dewasa akan sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil.

Sementara untuk anak-anak kecil dengan diabetes insipidus mereka biasanya akan mengalami kesulitan tidur dan ada gejala lain yang dapat terdeteksi dari anak-anak dengan diabetes insipidus. Beberapa gejala yang dapat dilihat tersebut adalah sering menangis tidak terkendali, demam, muntah, diare, konstipasi, penurunan berat badan dan pertumbuhan yang lambat.

Masalah lain dari diabetes insipidus adalah dehidrasi akibat banyaknya cairan tubuh yang keluar daripada yang masuk. Tanda-tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi adalah rasa haus berlebihan, kulit kering, lesu, sakit kepala, pusing, bingung dan mual. Jika dehidrasi dalam waktu lama maka tubuh juga akan kehilangan kesadaran, kerusakan otak permanen hingga kematian.

Obat alami

Ada berbagai obat dan cara alami untuk membantu mengatasi diabetes insipidus. Mulai dengan mengubah diet sehari-hari. Makanan yang kaya nutrisi dengan buah-buahan dan sayuran yang mengandung air akan sangat membantu bagi pasien dengan diabetes insipidus. Beberapa yang dapat dicoba di rumah adalah timun, zucchini, kale atau bayam, kubis merah, blueberry, semangka, kiwi, jeruk, nanas dan strawberry. Tambah lagi air kelapa, karena selain menghidrasi, air kelapa juga membantu menyeimbangkan elektrolit.

Pastikan tubuh untuk selalu terhidrasi dengan baik. Bawalah minum kemanapun untuk mengisi kembali asupan air yang hilang.

Selain menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, menjaga keseimbangan elektrolit. Elektrolit utama yang ditemukan dalam tubuh di antaranya kalsium, magnesium, potassium, sodium, phosphate, chloride. Nutrisi ini yang membantu tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Cek kembali obat-obatan yang dimiliki karena beberapa obat berdampak pada kesimbangan elektrolit dan menyebabkan komplikasi pada pasien diabetes insipidus. Tidak hanya obat-obatan yang mungkin mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, tapi juga stress yang mempengaruhi hormone sehingga menyebabkan kadar cairan dan hormone tidak seimbang.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-diabetes-insipidus-yang-butuh-obat-diabetes-lain/

MENGENAL DIABETES INSIPIDUS YANG BUTUH OBAT DIABETES LAIN

Apa itu diabetes insipidus?

Diabetes insipidus membutuhkan obat dan metode pengobatan yang berbeda dengan diabetes mellitus tipe 1 atau 2. Kedua kondisi diabetes tersebut memang disebabkan karena seringnya buang air kecil dan rasa haus yang terus menerus. Yang membedakan adalah gula darah pasien diabetes insipidus berada pada level normal sehingga tidak butuh obat diabetes untuk menjaga kestabilan gula darah. Yang menjadi masalah adalah ginjal orang dengan diabetes insipidus tidak dapat menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Kondisi diabetes insipidus tidak memiliki resiko yang membahayakan kesehatan di masa depan. Selama pasien terus menjaga kondisi kesehatannya dengan baik dan menemukan obat diabetes yang tepat maka tidak ada yang perlu dicemaskan berlebihan.

 

Bagaimana diabetes insipidus terjadi?

Sebenarnya diabetes insipidus adalah kondisi yang sedikit mengganggu aktifitas sehari-hari karena seringnya merasa kehausan dan buang air kecil dalam jumlah banyak terutama di malam hari. Ini adalah masalah kesehatan yang dikenal dengan polyuria (ketika sejumlah besar urin diproduksi) dan polydipsia (rasa haus yang berlebihan). Hal ini terjadi berhubungan dengan kurang tercukupinya vasopressin atau pengeluaran antidiuretic hormone.

Vasopressin, termasuk arginine vasopressin (AVP) dan antidiuretic hormone (ADH), adalah hormone yang dibentuk di hypothalamus. Hormon-hormon ini kemudian diedarkan dan dilepaskan ke dalam darah. Setiap harinya ginjal secara normal akan memfilter sekitar 120 sampai 150 quarts darah untuk memproduksi 1 sampai 2 quarts urin. Urin sendiri terdiri dari sampah dan kelebihan cairan. Urin akan berpindah dari ginjal ke kandung kemih. Tubuh akan secara tertatur mengelola kandungan air dalam tubuh dengan cara menyeimbangkan jumlah cairannya dan mengeluarkan ekstra cairan. Rasa haus merupakan cara untuk mendapat asupan cairan, sedangkan urin adalah cara untuk mengeluarkan sebagian besar cairan tersebut.

Vasopressin disimpan di pituitary gland dilepaskan ke pembuluh darah ketika tubuh memiliki jumlah air yang sedikit. Vasopressin ini akan memberi sinyal pada ginjal untuk menyerap lebih sedikit cairan, sehingga urin yang dihasilkan juga sedikit. Tetapi ketika tubuh memiliki banyak cairan, pituitary gland melepaskan vasopressin dalam jumlah sedikit atau bahkan tidak melepaskan sama sekali yang menyebabkan ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan dari pembuluh darah dan menghasilkan lebih banyak urin.

Masalah pada pelepasan vasopressin ini yang mengarah pada gangguan langka ketika ginjal melepaskan sejumlah besar urin. Meskipun kemudian disebut dengan diabetes insipidus, pasien tidak butuh obat diabetes yang dapat mengendalikan gula darah. Perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menentukan obat bagi pasien diabetes insipidus.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tentang-diabetes-tipe-1-dan-2-serta-peran-obat-diabetesnya/