YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

APAKAH GREEN TEA BISA MENJADI OBAT HERBAL UNTUK DIABETES?

Ada banyak resep obat herbal yang dipercaya mampu membantu pasien diabetes dan salah satu yang paling banyak dikenal adalah green tea. Green tea pada dasarnya adalah resep kuno yang dipercaya turun-temurun mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Green tea menjadi semacam obat herbal yang menyehatkan tubuh, anti-inflamasi, mengurangi resistensi insulin pada pasien diabetes, mengurangi A1C dan meningkatkan kesehatan jantung.

 

Nutrisi dalam green tea

Sebenarnya green tea dan black tea adalah satu tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis. Green tea tidak difermentasi dan dikeringkan, sedangkan black tea adalah daun yang kemudian difermentasikan dan dioleh sehingga mendapatkan warna yang lebih gelap dan rasa teh yang sedikit berbeda. Proses fermentasi ini yang berdampak pada kandungan nutrisi yang berbeda antara keduanya, terutama pada komponen phenolic yang sangat bermanfaat. Phenolic pada black tea hanya terdapat 5% sedangkan pada green tea terdapat 30-40%.

Jika dihitung-hitung green tea sebenarnya mengandung: 15% protein, 4% asam amino, 26% serat, 7% karbohidrat, 7% lipid, 5% mineral, 30-40% phenolic/flavonoid, dan 2-6% kafein. Komponen katekin dalam green tea juga penting untuk diketahui yaitu 6.4% epicathechin, 13.6% epicatechin3-gallate, 19% epigallcathechin, dan 59% epigalloca-3-gallate.

Katekin ini telah banyak diteliti untuk menilai kekuatan antioksidannya dan hasilnya katekin ini merupakan: anti-mutigenic, anti-cancer, anti-diabetic, anti-inflammatory, anti-bacterial dan anti-viral. Ditambah lagi seperti bisa dilihat sebelumnya, green tea terdiri dari 59% epigallocathechin-3-gallate dan inilah yang merupakan kandungan yang berperan sebagai obat herbal untuk diabetes. Epigallocathechin-3-gallate bermanfaat untuk mengurangi inflamasi, mengurangi kerusakan jantung, menurunkan berat badan, membantu pasien diabetes tipe 2, mengatasi kanker dan menolong pasien arthritis.

Berapa banyak green tea dalam sehari?

Para peneliti menyarankan konsumsi green tea sebagai obat herbal baik untuk diabetes atau masalah kesehatan lain secara rutin. Mengonsumsi 3 cangkir green tea atau lebih dapat menurunkan resiko stroke 21%. Orang yang setiap hari mengonsumsi 4 cangkir atau lebih gree tea mengalami penurunan berat badan dan lemak tubuh. 5 cangkir green tea sehari mampu menurunkan 26% resiko kematian akibat penyakit jantung. 1 cup sehari mengurangi kerusakan arteri coroner hingga 10%. Maka jika berat untuk mengonsumsi terlalu banyak 1 cangkir sudah cukup untuk mengambil manfaat kesehatan dari green tea itu sendiri.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tentang-obat-diabetes-dan-hyperosmolar-hyperglycemic-non-ketosis/

TENTANG OBAT DIABETES DAN HYPEROSMOLAR HYPERGLYCEMIC NON-KETOSIS

Dokter diabetes selalu menyarankan agar pasien rutin mengonsumsi obat yang telah diatur, mengikuti pola diet dan mulai olahraga rutin dengan tujuan untuk mengurangi resiko komplikasi. Salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh pasien diabetes adalah hyperosmolar hypergylcemic non-ketosis. Komplikasi ini biasanya dialami oleh pasien diabetes mellitus tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh mengalami resistensi terhadap insulin sehingga obat yang digunakan juga dimaksudkan untuk membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Saat ini ada banyak obat diabetes yang dijual dipasaran tetapi memahami resiko komplikasi seperti hyperosmolar hyperglycemic non-ketosis (HHNK) bisa membantu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan lainnya.

 

Kondisi pasien HHNK

Pasien diabetes mellitus akan kerap mengalami hal-hal yang membuat kondisi kesehatan menurun dan stress meningkat. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan sakit fisik seperti sakit pada bagian perut atau mudah terserang flu.

Ketika pasien mengalami stress yang berlebihan maka tubuh akan merespon dan mencoba melawan stress tersebut. Kondisi ini yang justru menyebabkan kesehatan pasien semakin menurun. Hormon stress akan dilepaskan oleh tubuh ketika pasien mengalami sesuatu yang memberinya tekanan. Hormon yang dikeluarkan termasuk kortisol, epinephrine, dan norepinephrine. Semua hormone ini berlawanan dengan insulin dan menyebabkan kadar glukosa dalam darah justru meningkat.

Efek yang dapat ditimbulkan dari hyperglicemia dan hyperosmolarity ternyata cukup berbahaya. Karena resistensi insulin ini, serum glukosa akan meningkat hingga level yang cukup ekstrim. Dengan peningkatan yang tinggi ini juga akan meningkatkan serum osmolality secara drastis. Glukosa darah juga akan lebih tinggi daripada yang terdapat dalam DKA atau Diabetes ketoacidosis.

Karena serum osmolality yang tinggi, maka tubuh mencoba menyesuaikan dengan mengurangi kelebihan glukosa dalam darah dan mengeluarkannya melalui urin. Dengan begitu pasien diabetes tipe 2 juga beresiko tinggi mengalami hypovolemia.

Sebagai pasien diabetes, penting untuk mengikuti saran dokter termasuk dengan konsumsi obat yang telah diberikan, diet sesuai anjuran dokter dan olahraga tertatur. Gaya hidup sehat dan obat adalah dua hal penting untuk mengurangi resiko komplikasi diabetes di masa depan.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/herbal-tea-untuk-obat-diabetes-tipe-2/

HERBAL TEA UNTUK OBAT DIABETES TIPE 2

Teh adalah bentuk obat herbal untuk diabetes tipe 2 yang paling mudah dan paling umum ditemukan. Herbal tea sendiri dibuat dengan memasukan sekantung teh atau daun teh kering ke dalam air mendidih. Ada banyak manfaat kesehatan yang bisa diambil dari secangkir herbal tea ini terutama sebagai obat diabetes. Jenis-jenis herbal tea yang sering digunakan adalah chamomile tea, hibiscus, peppermint, dan lemongrass. Ada banyak jenis herbal tea sebenarnya, tetapi mungkin beberapa sulit untuk dicoba di Indonesia.

 

Cinnamon tea

Beberapa manfaat yang didapat dari cinnamon tea adalah memperbaiki glukosa darah, meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin, menurunkan kolesterol dan mengurangi inflamasi. Antioksidan dan anti-inflamasi dalam cinnamon memang dipercaya memiliki efek positif pada pengendalian gula darah dan sensitifitas insuli yang mempengaruhi beberapa aspek metabolisme seperti resistensi insulin, tekanan darah, kolesterol dan berat badan.

Salah satu resep yang bisa dicoba mungkin dengan mencampurkan lemon, jahe, cinnamon dan teh. Buatlah rebusan teh seperti biasa dengan kayu manis lalu tambahkan perasan jeruk lemon dan ½ sendok teh jahe parut. Selain menjaga kestabilan gula darah juga akan membantu mengatasi flu dan meningkatkan metabolisme.

Chamomile tea

Orang-orang dengan diabetes tipe 2 yang diberi chamomile tea setelah makan 3 kali sehari, selama 8 minggu, menunjukan perbaikan pada A1c, kadar insulin, trigliserida, kolesterol LDL, dan kadar kolesterol keseluruhannya. Chamomile tea juga dapat memperbaiki kontrol glikemik dan menurunkan resistensi insulin pada pasien diabetes tipe 2. Saat ini banyak produsen teh yang membuat chamomile tea yang mudah dibuat sehingga tidak perlu lagi repot membuat chamomile tea sendiri.

Peppermint tea

Siapa sangka peppermint tea bisa dijadikan obat herbal untuk pasien diabetes. Konsumsi peppermint tea selama 4 minggu akan menurunkan kadar glukosa darah hingga 25% dan menurunkan kadar insulin hingga 75%, dan melindungi sel pankreas dari kerja berlebihan.

Lemongrass tea

Lemongrass atau dikenal juga dengan daun serai adalah herbal tea yang paling mudah dibuat sebagai obat untuk diabetes tipe 2. Lemongrass tea sendiri memiliki kandungan antioksidan yang membantu melindungi endothelial cell dari kerusakan akibat oksidasi yang merupakan hasil dari gula darah.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-herbal-untuk-mengatasi-diabetes-neuropathy/

OBAT HERBAL UNTUK MENGATASI DIABETES NEUROPATHY

Meskipun saat ini telah banyak obat yang bisa membantu pasien diabetes, ternyata metode pengobatan herbal masih menjadi yang banyak dicari. Menemukan obat herbal untuk diabetes neuropathy merupakan cara terbaik meningkatkan kondisi kesehatan karena mereka mudah digunakan, tidak memiliki efek samping negatif dan akan memperbaiki kinerja tubuh serta pikiran. Ada banyak obat herbal yang bisa mengatasi masalah diabetes neuropathy. Berikut adalah beberapa jenis obat herbal untuk diabetes neuropathy.

 

Minyak ikan

Penelitian terbaru menunjukan bagaimana minyak ikan ternyata memiliki manfaat bagi tubuh terutama pasien dengan diabetes neuropathy. Minyak ikan dipercaya dapat mendukung kerja sistem cardiovascular pada tubuh dengan baik dan itu kenapa minyak ikan memiliki banyak elemen yang bisa mengurangi efek diabetes neuropathy.

Alpha lipocid acid

Antioksidan yang dapat mengurangi rasa sakit, mati rasa, rasa terbakar dan gejala lain yang berhubungan dengan diabetes dan sistem syaraf. Antioksidan yang ditemukan pada asam ini mampu mengurangi radikal bebas dari tubuh yang dapat mengakibatkan penuaan dini serta memperbaiki sistem syaraf dan vascular dengan baik.

Vitamin B

Rajin-rajinlah mengonsumsi vitamin B atau makanan yang memiliki kandungan vitamin B yang tinggi. B6 dan B12 dapat secara efektif mencegah kerusakan pada sistem pembuluh darah, syaraf, mata dan ginjal akibat diabetes. Ditambah lagi, vitamin B1 dalam menu diet akan secara siginifikan mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan diabetes serta meningkatkan kondisi syaraf menjadi lebih baik.

Acetyl L-Carnitine

Acetyl L-Carnitine akan membantu meningkatkan fungsi syaraf dan mendorong regenerasi serat pada syaraf dengan lebih baik. Hal ini menjadi salah satu hal penting untuk meredakan rasa sakit akibat diabetes.

Gamma linolenic acid

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa gamma linolenic acid akan membantu mencegah penurunan kerja syaraf akibat diabetes neuropathy dan bahkan memperbaiki kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Tentu saja peran obat herbal untuk diabetes neuropathy ini tidak bisa dibiarkan berdiri sendiri. Perlu adanya peran dari sumber lain seperti memulai diet dengan makan makanan sehat, olahraga ringan yang rutin dilakukan, dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Memiliki tekanan darah tinggi akan memperparah kondisi pasien diabetes neuropathy. Menjaganya agar tetap terkontrol memainkan peran penting dalam mengurangi kerusakan yang disebabkan diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengatasi-diabetes-insipidus-dengan-obat-yang-tepat/

TENTANG DIABETES TIPE 1 DAN 2 SERTA PERAN OBAT DIABETESNYA

Obat diabetes dibuat untuk membantu memudahkan hidup pasien diabetes karena obat diabetes tidak benar-benar bisa menyembuhkan diabetes. Obat diabetes juga dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi pada pasien diabetes. Diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki perbedaan yang cukup jelas, tetapi ternyata selain itu ada diabetes tipe 1 dan 2 ada juga beberapa jenis penyakit diabetes lain yang diketahui. Memilih obat diabetes tentu juga harus dibarengi dengan pemahaman tentang perbedaan diabetes itu sendiri.

 

Tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya mulai terdiagnosa sejak masih kanak-kanak, tetapi sebenarnya penyakit ini juga bisa didiagnosa pada usia berapapun. Asal penyakit adalah ketika sistem imun dalam tubuh menghancurkan semual sel beta yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Karena penyakit ini berasal dari kelainan yang dialami tubuh maka sulit untuk menyembuhkan penyakit ini hingga bersih.

Metode pengobatan yang dimungkinkan dari diabetes tipe 1 adalah penggunaan suntikan insulin secara rutin untuk bertahan hidup. Suntikan insulin adalah satu-satunya cara untuk menjaga pasien diabetes tidak kekurangan insulin yang memang dibutuhkan tubuh sehingga penyakit ini tidak dapat dikontrol tanpa insulin. Selain tidak bisa dikontrol tanpa insulin, diabetes tipe 1 juga tidak dapat dicegah.

Tipe 2

Penyakit ini umumnya mulai didiagnosa ketika seseorang berusia lebih dari 40 tahun, tetapi tentu saja ada kemungkinan didiagnosa sebelum itu. Kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh tubuh yang resistan terhadap insulin atau tidak menggunakan insulin dengan semestinya. Umumnya hal ini tidak terjadi dari lahir tetapi akibat dari perubahan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.

Karena berasal dari kebiasaan hidup yang kurang teratur, maka cara untuk mengobati diabetes tipe 2 adalah dengan memulai program diet sehat, olahraga dan mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter. Seiring berjalannya waktu pasien diabetes tipe 2 juga mungkin akan membutuhkan suntikan insulin.

Metode pencegahan bagi diabetes tipe 2 adalah dengan memulai gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat adalah salah satu cara paling banyak dilakukan untuk mengurangi resiko diabetes tipe 2. Beberapa pasien diabetes tipe 2 juga dapat mengonsumsi obat diabetes dengan aturan yang telah ditetapkan dokter lalu mendapatkan kesembuhannya lagi. Tetapi hal itu tidak terjadi pada semua pasien diabetes tipe 2.

Diabetes lain

Ada tahapan ketika seseorang menunjukan gejala mengarah ke diabetes tipe 2 yang disebut prediabetic.

Gestasional diabetes adalah bentuk diabetes di masa kehamilan

Sumber: diabetes.co.uk

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/kenali-tanda-dka-bantu-menentukan-obat-diabetes-penolongnya/

KENALI TANDA DKA BANTU MENENTUKAN OBAT DIABETES PENOLONGNYA

Meskipun diabetes tipe 1 mungkin tidak memiliki obat yang bisa benar-benar menyembuhkan, pasien tetap butuh metode pengobatan yang tepat untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi yang lebih parah. DKA atau Diabetic Ketoacidosis adalah kondisi kesehatan serius yang merupakan komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit diabetes yang tidak diobati atau tidak terdeteksi atau dari tubuh yang kekurangan insulin. DKA yang tidak ditangani dengan benar akan mengakibatkan pasien mengalami koma hingga mengarah pada kematian. Jika dikonsultasikan dengan dokter diabetes berpengalaman maka kondisi ini mungkin bisa diobat dengan obat diabetes atau dengan metode pengobatan lain. Maka kenali tanda-tanda dari DKA itu untuk mempercepat proses penanganannya.

 

Tanda awal DKA

Tanda-tanda awal seseorang mengalami DKA adalah mulai mudah merasa haus sehingga akan sering-sering minum. Karena terlalu sering minum tubuh juga akan memproduksi urin lebih banyak. Biasanya tanda-tanda ini sudah sering dialami oleh pasien diabetes sehingga menjadi tidak waspada ketika ternyata gejala-gejala itu mengarah pada kondisi yang lebih parah.

Gejala selanjutnya adalah kadar gula darah yang menjadi lebih tinggi dan kadar ketone pada urin juga tercatat tinggi. Itulah pentingnya untuk selalu mencatat kadar gula darah dan ketone setiap kali melakukan pengecekan angka kemudian melaporkannya pada dokter. Angka tersebut mungkin bisa digunakan sebagai rujukan untuk menentukan apakah obat diabetes yang telah diresepkan memberi perubahan atau tidak sekaligus untuk mengetahui adanya kemungkinan pasien memiliki masalah kesehatan lebih lanjut.

Tanda DKA parah

Ketika DKA sudah berada dalam level parah pasien akan mulai sering merasa lemah dan sering mengantuk. Pada tahap ini kulit juga akan mulai terasa kering dan mudah mengelupas.

DKA juga akan menyebabkan pasien diabetes merasa pusing, mual, muntah dan rasa sakit pada bagian perut. Pasien diabetes juga mungkin akan merasa sulit bernafas dan nafasnya berbau manis seperti buah-buahan. Kadang tanda-tanda ini sering kali disepelekan dan berujung pada kondisi kesehatan pasien yang semakin parah.

Dengan mengenali gejala awal dan gejala ketika DKA pada kondisi yang parah akan membantu menyelamatkan hidup pasien diabetes. Dengan bantuan dokter atau mungkin ditambah obat diabetes, penyakit ini mungkin bisa dicegah dari awal. Jika merasakan tanda-tanda tersebut pada tubuh segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/memahami-diabetes-ketoacidosis-sebelum-menentukan-obat/