YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

TABLET DAN INSULIN OBAT DIABETES YANG HARUS DIPAHAMI PENGGUNAANNYA

Obat diabetes dalam bentuk tablet dan insulin adalah dua hal yang paling banyak digunakan oleh pasien diabetes untuk menunjang kondisi kesehatannya. Obat diabetes dalam bentuk tablet membantu menjaga kestabilan gula darah sementara suntikan insulin memenuhi kebutuhan insulin tubuh yang tidak dapat diproduksi dalam jumlah cukup. Namun ada yang harus dipahami oleh pasien diabetes dan orang-orang di sekitarnya tentang penggunaan obat dalam bentuk tablet dan insulin sebagai kebutuhan sehari-hari. Artikel kali ini akan membahas tentang metode pengobatan pasien diabetes dengan obat berbentuk tablet dan dengan menggunakan insulin.

 

Tablet diabetes

Beberapa kondisi diabetes dapat merespon peran obat tablet dengan baik, beberapa hanya memberi sedikit respon sisanya bahkan tidak merespon sama sekali. Karena ada yang hanya memberi respon kecil dan tidak memberi respon, penggunaan obat diabetes kerap kali dikombinasikan dengan insulin. Untuk pasien yang mengonsumsi tablet gula sebaiknya dilakukan benar-benar dengan perencanaan metode pengobatan yang telah disetujui dokter.

Obat diabetes lain yang mengandung sulfonylurea (glibenclamide, glimepiride) memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah secara berkelanjutan. Karena pengaruh obat ini, pasien beresiko mengalami kondisi gula darah yang terlalu rendah jika tidak mendapat asupan makanan secara teratur.

Untuk menyiasati kondisi ini pasien biasanya diminta untuk mengonsumsi snack setiap jam 10 pagi dan jam 4 sore. Sebelum tidur juga sebaiknya mengambil sedikit snack untuk menghindari hypoglycemia dengan catatan snack yang diambil bukan snack yang menurunkan kadar gula darah.

Kondisi ini berkebalikan dengan obat yang mengandung metformin yang tidak akan menyebabkan hypoglikemia. Metformin akan membantu sel-sel dalam tubuh menyerap gula yang dibutuhkan dengan lebih mudah, cepat dan efektif. Metformin juga akan meningkatkan system metabolism liver dan lemak, membantu pasien diabetes untuk menunda rasa lapar dan mengontrol berat badan dengan lebih baik. Maka jika dibandingkan dengan metode pengobatan menggunakan sulfonylurea, obat dengan metformin dirasa lebih aman.

Insulin

Ini yang harus diketahui pasien diabetes dan keluarga tentang penggunaan suntikan insulin:

Sebelum mulai menggunakan insulin pen, selalu gulung-gulung insulin dengan kedua telapak tangan untuk membantu insulin lebih menyebar. Jika tidak maka tubuh mengalami kenaikan gula darah atau malah kurang gula.

Suntikan sustained-release insulin sebaiknya dilakukan 30 menit sebelum makan dan normal insulin 15-20 menit sebelum makan. Sama seperti obat sebelumnya, insulin juga akan menurunkan kadar gula darah secara berkelanjutan sehingga ada resiko pasien justru mengalami hypoglikemia jika pasien tidak makan secara teratur. Karena memiliki resiko yang sama, pasien juga sebaiknya mendapat asupan snack setiap jam 10 pagi, 4 sore dan sebelum tidur. Usahakan snack tersebut bukan snack yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah.

Insulin dan obat dalam bentuk tablet memiliki peran dan kegunaan yang berbeda untuk pasien diabetes. Karena kegunaannya berbeda dan perannya juga berbeda, pasien diabetes dan mereka yang ada di sekitarnya harus paham peran dan manfaat dari obat diabetes dan metode pengobatan dengan insulin.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tentang-diabetes-dan-konsekuensinya-jika-tidak-segera-mendapat-obat/

TENTANG DIABETES DAN KONSEKUENSINYA JIKA TIDAK SEGERA MENDAPAT OBAT

Diabetes jadi salah satu penyakit yang berbahaya bukan hanya karena komplikasinya tetapi karena terkadang gejalanya terlalu samar untuk segera mendapat obat dan penanganan yang tepat. Obat dan metode pengobatan untuk diabetes saat ini sedang semakin gencar diperkenalkan untuk mengajak orang lebih waspada terhadap diabetes. Diabetes sendiri memiliki tiga tipe yang berbeda dan masing-masing juga menyerang individu yang berbeda. Meskipun memiliki jenis yang berbeda, diabetes mengarah pada satu kemungkinan yang sama yaitu komplikasi masalah kesehatan parah hingga berujung kematian.

Obat diabetes dan berbagai metode pengobatannya hanya satu dari sekian banyak cara untuk mengatasi diabetes. Untuk lebih jelas dan memahami kondisi tentang diabetes ini adalah sekilas tentang diabetes dan konsekuensinya pada pasien jika tidak segera menerima obat atau pengobatan terkait diabetes.

 

Tipe diabetes

Diabetes memiliki tiga tipe yang berbeda yaitu: tipe 1, tipe 2 dan gestasional.

Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang tidak bisa dicegah lagi karena ini adalah kondisi genetik dimana tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang mencukupi. Insulin adalah adalah kunci yang membuka sel-sel dalam tubuh untuk menerima gula yang masuk. Tanpa insulin, maka gula akan terus berada di dalam tubuh, menumpuk dan ini yang menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Orang-orang dengan diabetes tipe 1 tidak dapat menghindar dari kondisi ini karena ini adalah kelainan yang muncul sejak lahir. Untuk beberapa waktu mereka diharuskan selalu mengonsumsi obat dan mendapat suntikan insulin untuk menunjang kehidupannya.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh dapat memproduksi insulin sendiri tetapi tidak dapat dipergunakan secara efektif atau tubuh tidak lagi sensitif terhadap insulin. Mereka yang mengidap diabetes tipe 2 biasanya mulai mengalami gejala ini setelah usia di atas 40 tahun, namun tidak menutup kemungkinan di usia yang lebih muda.

Diabetes tipe 2 bisa muncul akibat kesalahan gaya hidup setelah bertahun-tahun. Tetapi karena berasal dari faktor eksternal yaitu gaya hidup yang salah, ketika seseorang terkena diabetes tipe 2 kondisinya tidak benar-benar bisa disembuhkan hanya dapat dikendalikan agar tidak menyebabkan komplikasi. Obat diabetes dan metode pengobatannya berfokus pada mengubah gaya hidup pasien menjadi lebih baik.

Diabetes gestasional adalah kondisi sementara yang dialami oleh ibu hamil.

Konsekuensi

Ketika diabetes tidak segera menerima obat atau penanganan yang tepat pasien dapat mengalami berbagai komplikasi yang bisa membahayakan tubuh, seperti stroke, kebutaan, serangan jantung, gagal ginjal hingga amputasi.

Sumber: WHO

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/metode-pengobatan-dan-obat-diabetes-yang-ideal-untuk-pasien-diabetes/

METODE PENGOBATAN DAN OBAT DIABETES YANG IDEAL UNTUK PASIEN DIABETES

Ada berbagai metode pengobatan dan obat diabetes yang bisa direkomendasikan untuk pasien diabetes dan mungkin bisa disesuaikan dengan kondisi pasien. Namun hampir semua metode pengobatan dan obat untuk pasien diabetes memiliki dasar yang sama yaitu mengatur pola makan, olahraga dan rutin konsultasi dengan dokter. Obat untuk pasien diabetes juga terbagi menjadi dua yaitu insulin dan obat tablet yang cara konsumsinya juga tergantung kondisi pasien.

Lalu sebenarnya dari pengobatan dan obat diabetes itu, apa yang dicari dan mau dicapai oleh dokter dan pasien diabetes?

 

Diet dan perubahan pola makan

Ketika pasien diabetes mulai mengubah pola makannya dan menjalani diet ketat ada beberapa hal yang harus diperhatikan tetapi intinya tetap satu yaitu: pasien diabetes sebenarnya butuh makanan seperti biasa namun dengan jumlah lemak yang lebih dipertimbangkan dan serat yang lebih banyak. Menu makanan juga harus mengandung sesedikit mungkin karbohidrat yang cepat tercerna dan perbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan serta protein.

Olahraga

Pasien harus mendapatkan persetujuan dokter sebelum mulai berolahraga. Namun kebanyakan pasien diabetes memilih olahraga dalam bentuk jalan cepat setiap pagi atau malah hari selama 1 jam, jalan ringan, sepeda atau jogging. Ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan pada pembuluh darah dalam tubuh.

Untuk pasien yang memiliki masalah pada kakinya maka tidak harus melakukan olahraga yang menggunakan kaki sebagai bagian dari kegiatan karena dapat menimbulkan luka. Biasanya pasien disarankan untuk melakukan olahraga renang. Berlaku juga untuk pasien yang memiliki masalah pada jantung, ginjal, dan syaraf mata, disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu berat.

Jangan lupa untuk mengukur kadar gula darah sebelum olahraga dan mengonsumsi snack manis untuk menghindari gula darah yang terlalu rendah.

Berat badan

Semakin sedikit angka pada timbangan, semakin sedikit insulin yang dibutuhkan tubuh. Selain itu kontrol juga kadar gula darah 1.5 – 2 jam setelah sarapan. Target yang diharapkan adalah 140mg%, maka kadar gula darah dianggap normal.

Konsultasi dokter

Metode pengobatan dan obat diabetes apapun harus selalu dikonsultasikan dengan dokter. Namun mengunjungi dokter tidak harus untuk mengonsultasikan obat diabetes dan metode pengobatan lainnya. Tanyakan hal-hal berikut ini mendapat kondisi kesehatan yang lebih pasti:

  • Berat badan
  • Tekanan darah: dengan kondisi tekanan darah yang lebih sesuai maka diabetes akan sedikit lebih berkurang dampaknya. Tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi akan meningkatkan resiko pembuluh darah cepat rapuh dan rusak.
  • Gula darah
  • Gula darah jangka panjang (HbA1c): Angka HbA1c menunjukan dengan jelas berapa banyak protein dalam pembuluh darah yang mengental akibat gula darah. Tes ini dilakukan dalam keadaan pasien berpuasa.
  • Lipid: tingginya lipid pada darah menunjukan kondisi pengelolaan gula yang buruk. Sama seperti gula, lemak dalam jumlah tinggi juga akan merusak sistem pembuluh darah.

Ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan dijadikan tujuan ideal dari berbagai metode pengobatan dan obat diabetes yang diberikan dokter atau ahli kesehatan lainnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tujuan-dari-segala-metode-pengobatan-dan-obat-diabetes/

TUJUAN DARI SEGALA METODE PENGOBATAN DAN OBAT DIABETES

Saat ini banyak sekali beredar metode pengobatan dan obat diabetes yang ditawarkan di pasaran, mengingat diabetes adalah salah satu penyakit yang berbahaya bagi manusia. Diabetes dapat dianggap sebagai penyakit yang mampu memperpendek umur seseorang. Rata-rata pria sehat dapat hidup hingga usia 78 tahun, sedangkan pria yang memiliki diabetes hanya mencapai usia 65 tahun. Sementara bagi wanita sehat rata-rata dapat mencapai usia 83 tahun dan mereka yang memiliki diabetes mencapai usia 71 tahun. Melihat hasil statistik ini dapat terlihat betapa penting merawat kondisi tubuh bagi pasien diabetes dengan melakukan berbagai metode pengobatan dan mengonsumsi obat diabetes.

 

Kondisi ideal bagi pasien diabetes

Ketika gula darah terlalu tinggi, hal ini yang terjadi dalam tubuh: protein dalam tubuh akan mengental karena terlalu banyak mengandung gula. Protein dalam kapiler akan berubah dan menyebabkan sel-sel dalam tubuh mengenalinya sebagai benda asing yang tidak seharusnya ada dalam tubuh. Sel-sel tersebut kemudian akan menyerang benda asing tersebut dan menghancurkannya dalam bentuk inflamasi.

Normalnya, akan ada keseimbangan antara sel yang baru dibangun dan yang lama dihancurkan dalam kapiler. Dalam keadaan sehat dalam tubuh manusia memang akan ada sejumlah protein yang dihancurkan karena gula. Kesimbangan antara sel yang terbentuk baru dengan sel yang dihancurkan tersebut biasanya dihitung dalam bentuk HbA1c.

Jumlah ideal HbA1c seseorang adalah kurang dari 5%, kondisi normal bisa mencapai 5.6%, situasi dimana seseorang perlu waspada ketika HbA1c berada dalam angka 5.7%-6.4% dan HbA1c dianggap sebagai diabetes ketika mencapai 6.5% atau lebih. Perlu diketahui metode pengobatan dan obat diabetes dibuat untuk mengendalikan gula darah dan agar HbA1c tidak mencapai lebih dari 6.5%. Jika seseorang dengan diabetes memiliki HbA1c sampai 7% maka kondisi kesehatannya akan semakin berbahaya. Dengan HbA1c lebih dari 7% pasien diabetes memiliki resiko mengalami kerusakan pada jantungnya.

Goal yang ideal untuk pengobatan diabetes

Berdasarkan rekomendasi dari berbagai asosiasi diabetes internasional ada beberapa goal yang secara ideal dicapai oleh pasien diabetes tipe 2. Untuk lebih rincinya adalah sebagai berikut:

  • Nilai HbA1c pasien harus kurang dari 6.5% untuk menghindari hypoglikemia dan mengendalikan berat badan pasien.
  • Glukosa plasma yang direkomendasikan pada saat puasa dan sebelum makan (preorandial): 90 sampai 120 mg/dl (5.0 sampai 6.7 mmol/l).
  • Kolesterol total pasien harus kurang dari 180 mg/ dL (kurang dari 4.7 mmol/ L).
  • Kadar kolesterol LDL harus kurang dari 100 mg/ dl (kurang dari 2.6 mmol/ l) jika pasien memiliki masalah pada kesehatan jantungnya maka harus kurang dari 70 mg/ dl (kurang dari 1.8 mmol/l).
  • Kolesterol HDL pada pria lebih dari 40 mg/ dl dan pada wanita lebih dari 50 mg/ dl.
  • Trigliserida pasien harus kurang dari 150 mg/ dl atau kurang dari 1.7 mmol/ l.
  • Albuminuria harus kurang dari 20 mg/l.
  • Tekanan darah: systolic kurang dari 140 mmHg dan diastolic 80 mmHg.
  • Berhenti merokok, dan
  • Menurunkan berat badan

Semua ini adalah tujuan dari metode pengobatan dan obat diabetes yang dipersiapkan oleh dokter. Idealnya pada akhir pengobatan atau setelah rutin mengonsumsi obat diabetes, pasien akan mencapai kondisi ideal tersebut dan dapat menjalani hidup yang lebih normal.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-homeopathic-untuk-diabetes-mellitus/

OBAT HOMEOPATHIC UNTUK DIABETES MELLITUS

Sebelumnya telah disebutkan bahwa obat untuk diabetes mellitus harus lebih dulu dipersiapkan untuk mengatasi masalah metabolisme gula darah, komplikasi atau mengatasi efek samping dari antidiabetic. Setelah menentukan tujuan awal dari penggunaan obat homeopathic untuk mengatasi diabetes mellitus maka obat yang tepat dapat ditentukan kemudian. Berikut adalah beberapa obat untuk diabetes tipe 1 dan 2 yang dapat dikonsultasikan dengan pharmacist yang terpercaya.

 

Propolis D 12

Propolis adalah obat yang penting untuk diabetes. Ini sangat berguna untuk mengatasi kegagalan fungsi pankreas termasuk masalah pada gangguan gula darah dan metabolismenya.

Datisca cannabina D2

Obat yang ini memberikan solusi untuk mengatasi kenaikan gula darah yang terlalu tinggi. Untuk pasien diabetes yang mengalami kelebihan berat badan, Dastica adalah pilihan pengobatan yang paling aman dan paling baik.

Syzygium jambolanum D1 dan D2

Obat ini direkomendasikan untuk mereka yang memiliki gula darah tinggi dan terkadang mengalami gatal-gatal. Obat ini juga cocok digunakan oleh mereka yang sering merasa panas pada seluruh tubuhnya, cukup dengan menggunakan 15 tetes Syzygium jambolanum D1 dengan air sebelum tidur.

Pancreatium C4

Ketika muncul rasa sakit atau kaku di bagian atas abdomen, pasien diharap menggunakan Iris C4 di pagi hari segera setelah bangun tidur. Sedangkan jika terjadi kondisi polyuria atau peningkatan keinginan buang air kecil, gunakan Rhus aromatic C4 segera setelah bangun tidur di pagi hari.

Kerusakan syaraf dan masalah pada sistem limpa

Metode pengobatan homeopathic yang telah terbukti untuk pasien diabetes adalah Lyphomyosot dan Lymphdiaral. Kedua pengobatan ini mengandung obat homeopathic yang membantu melancarkan sistem aliran pada limpa dan meredakan kondisi syaraf yang mungkin dialami pasien diabetes pada telapak kaki, pergelangan kaki dan tangan.

Obat diabetes untuk mengatasi efek samping antidiabetic

Mereka yang didiagnosa dengan diabetes tipe 2 biasanya mendapat resep untuk metformin. Tetapi ada beberapa metode pengobatan lain yang bisa dicoba sesuai dengan gejala efek samping yang muncul yaitu: Asa foetida D6 dan Dolichos pruriens D6.

Untuk Asa foetida D6 biasanya digunakan ketika muncul gejala seperti perut kembung, perut buncit dan keras. Obat ini juga bisa digunakan ketika tubuh menunjukan gejala penolakan terhadap metformin seperti buang air besar yang cair dan berlendir.

Sedangkan untuk Dolichos pruriens D6 digunakan ketika tubuh menunjukan gejala parah seperti kulit kering gatal sehingga mengakibatkan luka gores dan peradangan. Jika gejala-gejala seperti itu muncul segera konsultasi dengan dengan dokter untuk kemungkinan menggunakan Dolichos pruriens. Obat ini juga disarankan untuk mengobati gatal-gatal pada anus dan penyumbatan yang sering terjadi.

Pada prakteknya mungkin akan ada beberapa prosedur yang digabungkan, tetapi perlu konsultasi dengan dokter ahli dan pharmacist sebelum akhirnya menentukan prosedur yang paling tepat.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/homeopathy-menawarkan-obat-untuk-diabetes-mellitus/

HOMEOPATHY MENAWARKAN OBAT UNTUK DIABETES MELLITUS

Homeopathy menawarkan berbagai bentuk obat untuk diabetes baik itu diabetes tipe 1 atau tipe 2. Pada pasien dengan diabetes tipe 2 biasanya diawali dengan olahraga ringan, diet yang sesuai dengan kebutuhan dan mungkin memasukan vitamin yang juga membantu menjaga kesehatan pasien. Terapi insulin adalah obat alpha dan omega untuk mengobati diabetes. Sedangkan homeopathy menawarkan banyak produk pengobatan yang menyuport terapi tersebut agar berhasil.

Terapi untuk pengobatan diabetes tipe 1 dan tipe 2 membutuhkan obat seperti umumnya. Homeopathic therapy tidak bertujuan untuk menggantinya tetapi mendukung penggunaan obat diabetes tersebut. Tetapi sebelumnya tentukan dahulu mana yang akan menjadi tujuan metode pengobatan ini, apakah untuk mengatasi masalah matabolisme gula darah secara langsung, komplikasi akibat metabolisme gula darah atau efek samping antidiabetic. Setelah menentukan mana tujuan utama metode pengobatan ini berikut adalah penjelasan singkat tentang homeopathic untuk diabetes mellitus.

 

Homeopathic untuk diabetes mellitus

Sebenarnya homeopathic sudah dapat digunakan ketika diabetes mellitus tersebut belum muncul. Karena kondisi yang disebut diabetes mellitus belum muncul maka ini adalah kesempatan yang bagus untuk mencegah perkembangannya menjadi masalah metabolisme gula darah. Mencegah munculnya masalah metabolisme gula darah ini tentu menjadi tujuan utama mengingat sebaiknya mencegah perkembangannya dari pada mengatasi, namun bukan berarti ketika sudah didiagnosa dengan diabetes mellitus maka sudah terlambat untuk diatasi.

Bahkan ketika seseorang telah didiagnosa tetapi tidak ada obat diabetes yang diberikan, homeopathic therapy tetap berperan dalam mendukung menjaga kesehatan pasien dengan metode pengobatan pendamping. Beberapa orang yang telah ahli dalam bidang pengobatan homeopathy menyebutkan bahwa dosis awal dari obat-obatan konvensional untuk pasien diabetes telah diatur pada dosis yang paling rendah jika sebelumnya telah dilakukan persiapan untuk metode homeopathic.

Pada dasarnya ada beberapa jenis obat yang cocok digunakan oleh pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2, untuk dosis dan cara penggunaannya dapat dikonsultasikan dengan ahli kesehatan masing-masing. Tetap kembali lagi metode pengobatan ini harus difokuskan pada mengatasi masalah metabolisme gula darah, komplikasi atau mengatasi efek samping dari antidiabetic. Setelah mengetahui tujuan dari metode pengobatan ini maka jenis obatnya dapat ditentukan.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/menemukan-obat-diabetes-herbal-dari-rumah/