Diabetes

OBAT UNTUK DIABETES KETOACIDOSIS

obat diabetes

Ketoacidosis adalah komplikasi akut dari diabetes mellitus yang butuh untuk segera diatasi dengan obat atau metode pengobatan tertentu. Diabetes ketoacidosis biasanya dialami oleh mereka yang memiliki diabetes tipe 1 dan benar-benar mengalami kekurangan insulin pada tubuhnya. Dampaknya adalah tubuh bisa mengalami lonjakan gula darah sampai lebih dari 300mg/ dl.

Mendiagnosis diabetes ketoacidosis sebenarnya sangat mudah. Biasanya orang yang mengalami diabetes ketoacidosis mengalami kenaikan gula darah dan tercatat dua atau tiga kali positif mengandung keton dalam urinnya. Jika gejalanya cocok dengan hasil tes yang dilakukan maka pasien diabetes butuh segera dirawat di rumah sakit dan diberi obat untuk mengatasi masalahnya. Karakteristik diabetes ketoacidosis lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Glukosa darah >300 mg/dl (16.7 mmol/l)
  • Arterial pH <7.35 or venous pH <7.3
  • Standard bicarbonate <15 mmol/l
  • Ketonuria atau ketonemia
  • Sering mengalami mundah atau kesadaran yang mulai menurun.

Namun terkadang kondisi ini sering keliru dengan hypersmolar coma karena gejala di antara keduanya yang mirip. Perbedaannya hanya terletak pada fakta bahwa ketoacidosis bisa terjadi dalam 24 jam. Pada kasus hypersmolar coma, pH dalam tubuh bisa tercatat 7.3 sedangkan pada ketoacidosis pH tubuh akan terus turun.

 

Terapi untuk diabetes ketoacidosis

Metode pengobatan untuk pasien dengan diabetes ketoacidosis bertujuan untuk mengurangi dehidrasi, menyesuaikan diri dengan kekurangan insulin dan untuk menyeimbangkan kembali elektrolit yang bermasalah selama kondisi ketoacidosis terjadi. Pasien diabetes juga mungkin diaharapkan untuk tetap mengonsumsi obat diabetes mengingat tentu saja ada kemungkinan komplikasi dari terapi ini. Komplikasi yang berhubungan dengan terapi harus dihindari sebisa mungkin sehingga diperlukan monitor ketat terhadap tanda-tanda vital, masuknya cairan ke dalam tubuh dan kontrol terhadap hasil laboratorium.

Dehidrasi yang dialami pasien diabetes dapat dikelola dengan pemberian larutan NaCl fisiologis 0.9% sebanyak 1,000 ml kemudian dilanjutkan dengan pemberian selanjutnya tergantung pada tekanan vena sentral dengan dosis 100-500 ml/ jam. Delapan jam pertama kebutuhan cairan pada pasien diabetes ketoacidosis adalah 5 -6 L dapat dapat meningkat hingga 10 L atau 15% dari berat total pasien. Terapi insulin semacam ini dilakukan dengan insulin yang berasal dari manusia (bukan insulin analog) iv melalui perfusor. Dimulai dengan 0,1 IU/kg berat badan per jam. Insulin intravena memiliki masa hidup yang pende, yaitu sekitar 20 menit, sehingga harus diberikan melalui perfusor.

Prioritas utama dalam proses pemberian obat atau metode pengobatan untuk diabetes ketoacidosis ini adalah agar gula darah tidak turun lebih cepat dari 50 -100 mg/dl per jam. Jika hal itu terjadi makan akan ada resiko edema serebral. Dalam 24 jam pertama, gula darah pasien harus dipertahankan dalam kisaran 200 mg/dl. Namun jika terlanjur jatuh terlalu rendah maka glukosa iv dapat diberikan untuk sementara.

Ini adalah metode pengobatan bagi pasien diabetes ketoacidosis yang harus dipahami. Tetapi perlu dipahami mungkin akan ada beberapa resiko yang bisa terjadi. Untuk lebih lengkapnya tentang resiko dari metode pengobatan diabetes ketoacidosis akan dibahas pada artikel berikutnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/menemukan-obat-diabetes-lewat-diet-dan-perubahan-gaya-hidup/