YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

BAHAYA DIABETES PADA MATA JIKA TIDAK SEGERA MENDAPAT OBAT

Obat diabetes penting tidak hanya menjaga agar pasien memiliki gula darah yang stabil pada waktu-waktu tertentu, tapi juga untuk menghindarkan pasien diabetes dari komplikasi lanjutan. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai pasien diabetes adalah masalah yang bisa terjadi pada mata. Mata memang memiliki resiko cukup besar mengalami kerusakan jika seseorang memiliki gula darah tinggi dalam waktu lama. Salah satu kondisi yang harus diperhatikan adalah diabetic macular edema atau DME. Mungkin jarang terdengar oleh beberapa orang, tapi bahkan di antara para pasien diabetes sendiri hanya 40% yang mengenali DME. Sementara 87% orang mengetahui tentang katarak dan 81% mengetahui tentang glaucoma.

 

DME dan obat diabetes

Apa yang perlu diketahui pertama kali tentang DME adalah bahwa masalah kesehatan mata ini ternyata penyebab nomor satu kebutaan pada pasien dengan diabetes 1 dan 2. Seiring berjalannya waktu kondisi mata bisa semakin parah tanpa adanya gejala-gejala yang jelas. Pada akhirnya DME tidak hanya berimbas pada daya lihat saya, tapi bisa menyebabkan kerusakan mata permanen. Kerusakan mata permanen atau kehilangan pengelihatan pada pasien diabetes dapat dicegah dengan melakukan pengecekan retina secara rutin untuk menemukan masalahnya lebih awal dan menerima obat yang tepat.

Kenyatannya ternyata 13% pasien diabetes tidak merasa mengidap diabetes cukup lama untuk komplikasi tersebut mulai menyerang matanya. Sementara itu ada 32% orang yang merasa dirinya tidak membutuhkan pemeriksaan retina secara rutin. Sebanyak 22% masyarakat juga tidak membicarakan tentang resiko kehilangan pengelihatan akibat diabetes dengan dokternya dan 36% baru bicara tentang resiko ini setelah didiagnosa dengan diabetes. Padahal tanpa obat yang tepat di waktu yang tepat, pasien diabetes dapat kehilangan pengelihatannya karena DME.

Cara untuk mencegah kondisi ini terjadi pada pasien diabetes harus dimulai dari merubah gaya hidup sehat dengan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, diet dengan makanan yang tepat dan olahraga teratur. Namun itu saja tidak cukup untuk mencegah pasien diabetes dari DME. Lakukan pemeriksaan retina secara rutin setiap tahun untuk mendeteksi penyakit tersebut lebih awal sehingga penanganannya juga lebih cepat.

Segera temui dokter mata atau dokter yang menangani masalah diabetes untuk mengomunikasikan tentang masalah ini. Artikel ini dibuat untuk membantu mengingatkan betapa pentingnya memeriksakan kondisi mata bagi pasien diabetes agar terhindar dari komplikasi DME.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/kenali-beda-hypoglikemia-dan-hyperglikemia-agar-tidak-salah-obat-diabetes/

KENALI BEDA HYPOGLIKEMIA DAN HYPERGLIKEMIA AGAR TIDAK SALAH OBAT DIABETES

Dua kondisi yang umum terjadi pada pasien diabetes dan harus segera mendapat obat yang tepat obat adalah hyperglikemia dan hypoglikemia. Mungkin dua istilah ini sudah cukup sering terdengar oleh mereka yang memiliki diabetes. Hyperglikemia dan hypoglikemia adalah kondisi ketika gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah yang terjadi pada pasien diabetes. Karena merupakan dua kondisi yang berbeda, obat untuk kedua kondisi ini juga berbeda dan bisa terjadi pada semua pasien diabetes. Sehingga penting untuk mengetahui perbedaan antara kedua kondisi ini agar pasien dengan diabetes tetap dapat menemukan obat yang tepat.

 

Hyperglikemia

Gejala pada pasien hyperglikemia atau gula darah tinggi biasanya bisa terlihat dalam beberapa jam hingga hitungan hari. Lalu apa sajakah gejala yang harus diperhatikan tersebut?

Meningkatkanya rasa haus dan keinginan untuk buang air kecil terus menerus mungkin bisa jadi tanda-tanda awal hyperglikemia. Tubuh juga mulai akan merasa lemah, muncul rasa sakit di bagian perut, kehilangan napsu makan, mual, muntah, serta sakit kepala. Kadang diikuti juga dengan napas yang terasa sulit dan berat. Jika diperiksa kondisinya bisa juga dalam urine seseorang yang mengalami hyperglikemia mengandung keton yang tinggi. Ketika menyadari tanda-tanda ini maka apa yang harus segera dilakukan?

Jika pasien diabetes masih dapat menelan sesuatu maka minumlah sesuatu yang tidak mengandung gula. Segera lakukan pengecekan gula darah dan urine jika perlu lalu segera hubungi dokter untuk pertolongan segera.

Biasanya kondisi hyperglikemia terjadi ketika pasien diabetes tidak mendapatkan insulin dengan cukup atau tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Terlalu banyak makan-makanan berat dan stress berat juga akan meningkatkan kadar gula darah, jadi hati-hatilah pada apa yang dimakan dan dipikirkan setiap hari untuk menjaga gula darah tetap stabil. Perhatikan juga kondisi kesehatan tubuh karena dapat meningkatkan kadar gula darah seperti infeksi, demam, dan sakit lainnya.

Hypoglikemia

Pasien diabetes memang diharapkan mengonsumsi obat untuk menurunkan kadar gula darah tapi terkadang obat diabetes justru membuat pasien mengalami penurunan gula darah berlebihan hingga berbahaya bagi tubuh. Gejala pada hypoglikemia biasanya terlihat dalam hitungan menit hingga jam. Apa saja gejala yang harus diperhatikan tersebut?

Beberapa gejala hypoglikemia hampir mirip dengan hyperglikemia tapi ada beberapa gejala berbeda yang bisa jadi pertanda bahwa pasien mengalami hypoglikemia. Orang yang mengalami gula darah rendah akan merasa: pusing, sakit kepala, badan yang gemetaran, jantung berdebar, pandangan kabur, dan merasa lapar. Dalam keadaan parah biasanya akan merasa sulit bangun dan terkadang muncul perubahan kepribadian seperti mudah tersinggung, mudah marah dan merasa tidak tenang.

Nah, jika gejala tersebut muncul lakukan beberapa pertolongan pertama seperti 2-3 buah tablet glukosa atau makanan apapun yang mengandung gula lalu cek kadar gulanya. Jangan memberi insulin terlebih dahulu atau obat diabetes lainnya. Lakukan hal tersebut sampai gula darah mulai pulih. Jika pasien tidak sadar jangan memasukan apapun lewat mulut dan beri glucagon sesuai anjuran yang tertera. Jika tidak ada perubahan maka segera hubungi dokter.

Hypoglikemia dapat terjadi akibat pasien menggunakan terlalu banyak insulin, tidak mengonsumsi makanan dengan cukup atau melewatkan waktu makan, dan olahraga berlebihan.

Karena kedua hal ini sering terjadi pada pasien diabetes ada baiknya untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh gejalanya, cara penanganannya serta penyebabnya. Hanya dengan cara ini pasien diabetes dapat terhindar dari kondisi berbahaya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/5-buah-terbaik-untuk-dijadikan-obat-diabetes-alami/

5 BUAH TERBAIK UNTUK DIJADIKAN OBAT DIABETES ALAMI

Banyak cara untuk mengonsumsi obat diabetes secara alami, salah satunya dengan menggunakan buah-buahan sebagai salah satu sumber pengobatannya. Ada banyak sebenarnya buah-buahan yang bisa digunakan sebagai obat diabetes, tapi ada 5 buah-buahan terbaik yang bisa dikonsumsi oleh pasien diabetes. Buah-buahan tersebut bisa sangat membantu pasien diabetes tidak hanya untuk menjaga agar gula darahnya tetap stabil tapi juga menyehatkan secara keseluruhan.

Pasien diabetes memang diharapkan untuk menerapkan gaya hidup sehat salah satunya dengan rutin mengonsumsi buah dan sayuran. Buah-buahan sangat bagus manfaatnya bukan hanya sebagai menu diet tapi juga sebagai salah satu obat diabetes berbahan alami. Buah-buahan bisa menjadi obat diabetes yang lebih aman bagi pasien diabetes karena hampir tidak adanya bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh dan semuanya berasal dari proses alami. Lalu apa sajakah buah-buahan tersebut?

 

Strawberry

Strawberry adalah salah satu bagian dari keluarga berry dan sudah diketahui bahwa hampir semua buah berry sangat bermanfaat untuk pasien diabetes terutama blueberry. Buah ini sendiri mengandung hanya 5 gram gula setiap 100 gram buahnya. Karena kandungan gulanya yang sedikit ini maka strawberry adalah pilihan terbaik untuk pasien diabetes. Strawberry biasanya dimakan sebagai tambahan dalam yogurt, tapi untuk dimakan biasa pun rasanya tetap enak.

Semangka

Mungkin kedengarannya aneh semangka menjadi buah terbaik untuk pasien diabetes mengingat buah ini sepertinya mengandung banyak gula. Tapi ternyata semangka hanya mengandung 6 gram gula setiap 100 gram buahnya. Kenapa bisa begitu? Ini karena semangka memiliki kandungan air yang tinggi yang tidak hanya membuat kandungan gulanya rendah tapi juga kalorinya terjaga tetap rendah. Semangka bisa menjadi obat diabetes alami karena merubah sumber lycopene terbaik. Lycopene adalah phytochemical yang bisa meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin, menurunkan gula darah, dan menurunkan resiko perkembangnya diabetes tipe 2.

Apel

Apel merupakan obat alami untuk hampir semua jenis penyakit, termasuk diabetes. Sebutir apel biasanya mengandung 10 gram gula per 100 gram buahnya. Nah, manfaat apel sebagai obat diabetes alami ini hampir sama dengan manfaat blueberry dan anggur untuk mengurangi resiko diabetes tipe 2. Keunggulan lainnya adalah apel juga mengurangi resiko stroke, salah satu kemungkinan komplikasi dari diabetes tipe 2.

Anggur

Anggur mengandung 16 gram gula setiap 100 gram buahnya. Meskipun ternyata kandungan gulanya cukup tinggi, anggur memiliki kemampuan untuk menurunkan 12% resiko penyakit diabetes tipe 2 untuk mereka yang sering memakan buah anggur.

Alpukat

Buah alpukat adalah pilihan yang cukup sering disebut sebagai buah terbaik untuk pasien diabetes tipe 2. Kenapa? Karena alpukat tidak mengandung gula sama seali dan sebaliknya justru mengandung 7 gram serat setiap 100 gram buahnya. Dalam alpukat juga terkandung monosaturated fat yang secara tidak langsung dapat memperbaiki sensitifitas tubuh terhadap insulin. Tentu ini jadi kabar baik bagi pasien diabetes yang suka menikmati buah.

Mencari obat diabetes alami sebenarnya tidak terlalu sulit, salah satunya bisa ditemukan dalam buah-buahan ini. Tapi ingat untuk selalu memakannya dalam keadaan utuh bukan dijus untuk membuat nutrisinya bertahan lebih lama.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jadwal-yang-tepat-untuk-pergi-ke-dokter-dan-konsultasi-tentang-obat-diabetes/

JADWAL YANG TEPAT UNTUK PERGI KE DOKTER DAN KONSULTASI TENTANG OBAT DIABETES

Pasien diabetes perlu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter tentang apapun mulai dari dosis obat yang digunakan, metode diet yang sesuai dan aktifitas fisik yang harus dijalankan. Sebenarnya ada banyak sekali hal penting yang harus diketahui baik dokter ataupun pasien tentang kondisi kesehatannya. Untuk menjaga kondisi kesehatannya, pasien diabetes memang disarankan untuk rutin pergi ke dokter. Terkadang laporan hasil dari pemeriksaan rutin akan menentukan apakah dosis obat diabetes perlu disesuaikan kembali, apakah diet yang diberlakukan sudah tepat dan masih banyak lagi penyesuaian lain yang bisa dilakukan setelah pemeriksaan. Pemeriksaan rutin juga bisa membantu mendeteksi berbagai kemungkinan komplikasi dan membantu menemukan pencegahannya sejak dini. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi dokter bagi pasien diabetes, untuk mengonsultasikan berbagai hasil metode pengobatan atau obat untuk mengatasi diabetes.

 

Setiap 3 bulan sekali

Jadwal yang paling pasti adalah setiap 3 bulan sekali pasien diabetes harus melakukan kunjungan rutin ke dokter terutama untuk mereka yang tercatat memiliki kadar gula darah tinggi. Pasien diabetes yang memiliki kadar gula darah tinggi sebaiknya pergi ke dokter setiap 3 bulan sekali untuk melakukan tes A1c.

Pada kunjungan rutin setiap 3 bulan sekali lakukan pula pengecekan tekanan darah, berat badan dan kondisi kaki. Beberapa metode pengobatan atau obat diabetes yang telah diresepkan sebelumnya juga bisa dikonsultasikan jika ada perubahan pada hasil tes A1c, tekanan darah dan berat badan. Laporkan juga kondisi kesehatan selama ini, entah baik atau buruk karena itu bisa mempengaruhi dokter mengambil keputusan untuk memberikan obat selanjutnya atau memberi saran tentang metode pengobatan yang bisa membantu.

Setiap 6 bulan sekali

Untuk pasien diabetes dengan glukosa darah termasuk bagus atau tidak terlalu tinggi maka cukup melakukan tes A1c setiap 6 bulan sekali.

Setiap 6 bulan sekali juga waktu yang tepat untuk pergi ke dokter gigi dan melakukan pemeriksaan pada gigi serta gusi. Gigi dan gusi pada pasien diabetes juga penting untuk diperiksa secara rutin karena menumpuknya kotoran atau luka pada bagian mulut akan mengakibatkan infeksi yang lebih parah mengingat pasien diabetes tidak bisa menyembuhkan luka dengan cepat.

Tahunan

Nah, untuk konsultasi tahunan biasanya adalah check-up yang lebih besar seperti physical check-up, pemeriksaan kaki secara menyeluruh, check-up kolesterol dan lemak tubuh lainnya, dan tes pada ginjal. Pergi juga ke dokter mata untuk pemeriksaan kondisi kesehatan mata karena mata adalah salah satu bagian yang akan terkena komplikasi akibat diabetes. Pada saat ini juga berbagai metode pengobatan dan obat diabetes yang diberikan bisa lebih terlihat hasilnya apakah membawa perubahan atau tidak.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/selain-obat-ini-mineral-penting-yang-dibutuhkan-pasien-diabetes/

SELAIN OBAT INI MINERAL PENTING YANG DIBUTUHKAN PASIEN DIABETES

Memang obat diabetes bisa sangat membantu dalam mengatasi berbagai masalah akibat kadar gula darah yang tinggi, tapi terkadang pasien lupa bahwa tubuhnya butuh lebih dari sekedar obat diabetes. Ada beberapa mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk terutama mereka yang memiliki diabetes. Tanpa disadari mineral-mineral ini bisa membawa perubahan besar pada pasien diabetes selain dengan konsumsi obat secara rutin. Apa sajakah mineral penting tersebut?

 

Chromium

Yang pertama adalah chromium. Apa kegunaan chromium bagi pasien diabetes? Chromium bagi pasien diabetes dapat meningkatkan efek insulin pada tubuh. Dengan cukupnya asupan chromium dalam tubuh juga mencegah pasien diabetes mencari gula terlalu sering.

Untuk memenuhi kebutuhan chromium bisa berasal dari brokoli, jagung, oats dan kuning telur.

Magnesium

Pasien diabetes sangat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan magnesium-nya secara cukup. Kenapa dengan magnesium? Magnesium penting untuk membantu mengelola gula darah menjadi lebih stabil dan meningkatkan receptor insulin berfungsi lebih baik.

Magnesium bisa berasal dari bayam, alpukat, yogurt dan pumpkin seed.

Zinc

Beberapa pasien diabetes mungkin sering mengalami kekurangan zinc tetapi sehingga tidak memiliki pertahanan yang kuat terhadap serangan dari luar. Pasien diabetes butuh asupan zinc yang banyak karena dapat melindungi jantung dari berbagai kerusakan termasuk komplikasi diabetes.

Zinc biasanya ditemukan dalam daging merah, daging ayam, bayam, asparagus, jamur shiitake, biji-bijian, kacang-kacangan, dan kerang.

Vanadium

Vanadium penting untuk pasien diabetes karena mempengaruhi glukosa darah dan akan mengurangi kebutuhan tubuh terhadap insulin sehingga tubuh dapat beradaptasi dengan insulin secukupnya.

Selenium

Nah, untuk selenium sendiri sebenarnya kebutuhannya tidak hanya pada pasien diabetes tapi juga pra-diabetes. Dengan kebutuhan selenium yang cukup maka resiko diabetes bisa diturunkan pada mereka yang memasukan selenium dalam menu dietnya.

Kalsium

Kalsium adalah salah satu mineral yang cukup mudah ditemukan dari makanan sehari-hari dan ternyata ini adalah salah satu mineral penting untuk pasien diabetes. dengan memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari dan mengombinasikan dengan vitamin D, resiko penyakit diabetes bisa diturunkan sampai 33%. Jumlah yang cukup besar mengingat diabetes biasa terjadi karena kesalahan gaya hidup.

Obat diabetes memang selalu diperlukan oleh pasien diabetes, tapi bukan berarti mengabaikan asupan makanan yang mengandung mineral penting seperti disebutkan sebelumnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jika-tidak-segera-mendapatkan-obat-ini-efek-dari-diabetes-bagi-tubuh/

JIKA TIDAK SEGERA MENDAPATKAN OBAT, INI EFEK DARI DIABETES BAGI TUBUH

Sebagai salah satu penyakit yang sangat berbahaya, diabetes harus segera mendapat obat yang sesuai dengan resep dokter. Saat ini berbagai macam obat diabetes lebih mudah ditemukan dan tentu saja manfaatnya juga jauh lebih berlimpah. Obat diabetes tidak hanya dikhususkan untuk mengendalikan gula darah semata, tapi juga membantu menjaga kondisi tubuh dan mencegah terjadinya komplikasi. Diabetes adalah penyakit yang bisa memicu berbagai komplikasi berbahaya yang berujung pada kematian. Mengikuti aturan dokter tentang obat, diet, dan aktifitas fisik penting untuk pasien diabetes menghindari komplikasi. Komplikasi seperti apakah yang bisa berbahaya untuk pasien diabetes? Berikut ini adalah penjelasannya secara singkat.

 

Stroke

Pasien diabetes memiliki resiko terkena stroke empat kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang hidup tanpa diabetes.

Kehilangan kesadaran

Tanpa obat dan metode pengobatan yang tepat diabetes ketoacidosis akan menyebabkan pasien kehilangan kesadaran secara mendadak.

Gangguan pengelihatan, katarak, dan glaucoma

Kerusakan pada pembuluh darah pada mata akan menyebabkan berbagai gangguan pengelihatan seperti pengelihatan yang mulai terasa kabur. Jika tidak segera diatasi gangguan mata dapat berakhir dengan kebutaan.

Selain gangguan mata seperti mata kabur, diabetes juga bisa menyebabkan katarak serta glaucoma. Kemungkinan ini berkali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki diabetes sebelumnya.

Infeksi

Diabetes akan meningkatkan resiko seseorang terserang berbagai macam infeksi akibat bakteri, jamur, dan kuman yang berasal darimana saja. Dan kaki adalah bagian yang memiliki resiko paling besar di antara semua bagian anggota tubuh lainnya.

Penyakit jantung

Tekanan darah tinggi dan rusaknya pembuluh darah akan menambah beban kerja pada jantung yang sebelumnya normal, membuat resiko berbagai penyakit berhubungan dengan jantung juga semakin meningkat.

Nafas yang beraroma manis

Sebenarnya ini bukan resiko dari penyakit diabetes, tapi salah satu gejala yang patut diwaspadai karena nafas yang beraroma manis adalah pertanda tubuh mengandung keton terlalu tinggi. Salah satu komplikasi paling serius dari diabetes adalah diabetes ketoacidosis.

Malfungsi pankreas

Pankreas akan berhenti berfungsi atau berfungsi dengan sangat buruk pada pasien diabetes menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin atau memproduksi insulin dalam jumlah sedikit, yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Kerusakan syaraf dan pembuluh darah

Terlalu banyak glukosa yang menumpuk dalam sistem akan menyebabkan terhambatnya aliran darah. Akibat aliran darah yang terhambat ini seiring berjalannya waktu akan menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak. Perokok dengan diabetes berada di resiko yang lebih rawan lagi.

Sementara kerusakan syaraf pada pasien diabetes biasanya lebih terasa seperti rasa sakit, ngilu atau malah mati rasa. Yang berbahaya adalah kerusakan syaraf ini bisa mengakibatkan kekeliruan pada syaraf ketika menerima rangsangan panas, dingin, dan rasa sakit sehingga semakin meningkatkan resiko untuk terluka.

Masalah pada kaki

Diabetes akan meningkatkan resiko munculnya callusel, infeksi dan berbagai luka lainnya pada bagian kaki. Hal ini mungkin terjadi ketika syaraf perasa pada kaki mengalami kerusakaan akibat gula darah tinggi serta berkurangnya aliran darah ke kaki.

Kulit kering dan pecah-pecah

Gula darah yang tidak terkontrol akan mengakibatkan tubuh kehilangan cairan dengan sangat cepat. Salah satu bagian yang terdampak adalah kulit yang akan menjadi lebih rapuh, mudah pecah dan kering terutama di bagian kaki.

Ketoacidosis

Hasil dari kurangnya insulin adalah tubuh akan menggunakan hormone lain untuk mengubah lemak menjadi energi. Proses mengubah lemak jadi energi ini yang menjadikan tubuh mengandung asam racun tinggi bernama keton. Memiliki banyak keton dalam tubuh sangat membahayakan nyawa. Maka ketoacidosis adalah resiko diabetes paling berbahaya yang jika tidak segera mendapat obat dapat berakhir pada kematian.

Obat diabetes hanya satu dari sekian banyak cara untuk mengatasi diabetes. Namun tanpa obat diabetes yang sesuai resep dokter, penyakit diabetes bisa menjadi kondisi yang membahayakan nyawa.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-herbal-dan-alami-yang-lebih-aman-dari-metformin/