YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

TENTANG OBAT DIABETES DAN HYPEROSMOLAR HYPERGLYCEMIC NON-KETOSIS

Dokter diabetes selalu menyarankan agar pasien rutin mengonsumsi obat yang telah diatur, mengikuti pola diet dan mulai olahraga rutin dengan tujuan untuk mengurangi resiko komplikasi. Salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh pasien diabetes adalah hyperosmolar hypergylcemic non-ketosis. Komplikasi ini biasanya dialami oleh pasien diabetes mellitus tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh mengalami resistensi terhadap insulin sehingga obat yang digunakan juga dimaksudkan untuk membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Saat ini ada banyak obat diabetes yang dijual dipasaran tetapi memahami resiko komplikasi seperti hyperosmolar hyperglycemic non-ketosis (HHNK) bisa membantu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan lainnya.

 

Kondisi pasien HHNK

Pasien diabetes mellitus akan kerap mengalami hal-hal yang membuat kondisi kesehatan menurun dan stress meningkat. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan sakit fisik seperti sakit pada bagian perut atau mudah terserang flu.

Ketika pasien mengalami stress yang berlebihan maka tubuh akan merespon dan mencoba melawan stress tersebut. Kondisi ini yang justru menyebabkan kesehatan pasien semakin menurun. Hormon stress akan dilepaskan oleh tubuh ketika pasien mengalami sesuatu yang memberinya tekanan. Hormon yang dikeluarkan termasuk kortisol, epinephrine, dan norepinephrine. Semua hormone ini berlawanan dengan insulin dan menyebabkan kadar glukosa dalam darah justru meningkat.

Efek yang dapat ditimbulkan dari hyperglicemia dan hyperosmolarity ternyata cukup berbahaya. Karena resistensi insulin ini, serum glukosa akan meningkat hingga level yang cukup ekstrim. Dengan peningkatan yang tinggi ini juga akan meningkatkan serum osmolality secara drastis. Glukosa darah juga akan lebih tinggi daripada yang terdapat dalam DKA atau Diabetes ketoacidosis.

Karena serum osmolality yang tinggi, maka tubuh mencoba menyesuaikan dengan mengurangi kelebihan glukosa dalam darah dan mengeluarkannya melalui urin. Dengan begitu pasien diabetes tipe 2 juga beresiko tinggi mengalami hypovolemia.

Sebagai pasien diabetes, penting untuk mengikuti saran dokter termasuk dengan konsumsi obat yang telah diberikan, diet sesuai anjuran dokter dan olahraga tertatur. Gaya hidup sehat dan obat adalah dua hal penting untuk mengurangi resiko komplikasi diabetes di masa depan.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/herbal-tea-untuk-obat-diabetes-tipe-2/

HERBAL TEA UNTUK OBAT DIABETES TIPE 2

Teh adalah bentuk obat herbal untuk diabetes tipe 2 yang paling mudah dan paling umum ditemukan. Herbal tea sendiri dibuat dengan memasukan sekantung teh atau daun teh kering ke dalam air mendidih. Ada banyak manfaat kesehatan yang bisa diambil dari secangkir herbal tea ini terutama sebagai obat diabetes. Jenis-jenis herbal tea yang sering digunakan adalah chamomile tea, hibiscus, peppermint, dan lemongrass. Ada banyak jenis herbal tea sebenarnya, tetapi mungkin beberapa sulit untuk dicoba di Indonesia.

 

Cinnamon tea

Beberapa manfaat yang didapat dari cinnamon tea adalah memperbaiki glukosa darah, meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin, menurunkan kolesterol dan mengurangi inflamasi. Antioksidan dan anti-inflamasi dalam cinnamon memang dipercaya memiliki efek positif pada pengendalian gula darah dan sensitifitas insuli yang mempengaruhi beberapa aspek metabolisme seperti resistensi insulin, tekanan darah, kolesterol dan berat badan.

Salah satu resep yang bisa dicoba mungkin dengan mencampurkan lemon, jahe, cinnamon dan teh. Buatlah rebusan teh seperti biasa dengan kayu manis lalu tambahkan perasan jeruk lemon dan ½ sendok teh jahe parut. Selain menjaga kestabilan gula darah juga akan membantu mengatasi flu dan meningkatkan metabolisme.

Chamomile tea

Orang-orang dengan diabetes tipe 2 yang diberi chamomile tea setelah makan 3 kali sehari, selama 8 minggu, menunjukan perbaikan pada A1c, kadar insulin, trigliserida, kolesterol LDL, dan kadar kolesterol keseluruhannya. Chamomile tea juga dapat memperbaiki kontrol glikemik dan menurunkan resistensi insulin pada pasien diabetes tipe 2. Saat ini banyak produsen teh yang membuat chamomile tea yang mudah dibuat sehingga tidak perlu lagi repot membuat chamomile tea sendiri.

Peppermint tea

Siapa sangka peppermint tea bisa dijadikan obat herbal untuk pasien diabetes. Konsumsi peppermint tea selama 4 minggu akan menurunkan kadar glukosa darah hingga 25% dan menurunkan kadar insulin hingga 75%, dan melindungi sel pankreas dari kerja berlebihan.

Lemongrass tea

Lemongrass atau dikenal juga dengan daun serai adalah herbal tea yang paling mudah dibuat sebagai obat untuk diabetes tipe 2. Lemongrass tea sendiri memiliki kandungan antioksidan yang membantu melindungi endothelial cell dari kerusakan akibat oksidasi yang merupakan hasil dari gula darah.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-herbal-untuk-mengatasi-diabetes-neuropathy/

OBAT HERBAL UNTUK MENGATASI DIABETES NEUROPATHY

Meskipun saat ini telah banyak obat yang bisa membantu pasien diabetes, ternyata metode pengobatan herbal masih menjadi yang banyak dicari. Menemukan obat herbal untuk diabetes neuropathy merupakan cara terbaik meningkatkan kondisi kesehatan karena mereka mudah digunakan, tidak memiliki efek samping negatif dan akan memperbaiki kinerja tubuh serta pikiran. Ada banyak obat herbal yang bisa mengatasi masalah diabetes neuropathy. Berikut adalah beberapa jenis obat herbal untuk diabetes neuropathy.

 

Minyak ikan

Penelitian terbaru menunjukan bagaimana minyak ikan ternyata memiliki manfaat bagi tubuh terutama pasien dengan diabetes neuropathy. Minyak ikan dipercaya dapat mendukung kerja sistem cardiovascular pada tubuh dengan baik dan itu kenapa minyak ikan memiliki banyak elemen yang bisa mengurangi efek diabetes neuropathy.

Alpha lipocid acid

Antioksidan yang dapat mengurangi rasa sakit, mati rasa, rasa terbakar dan gejala lain yang berhubungan dengan diabetes dan sistem syaraf. Antioksidan yang ditemukan pada asam ini mampu mengurangi radikal bebas dari tubuh yang dapat mengakibatkan penuaan dini serta memperbaiki sistem syaraf dan vascular dengan baik.

Vitamin B

Rajin-rajinlah mengonsumsi vitamin B atau makanan yang memiliki kandungan vitamin B yang tinggi. B6 dan B12 dapat secara efektif mencegah kerusakan pada sistem pembuluh darah, syaraf, mata dan ginjal akibat diabetes. Ditambah lagi, vitamin B1 dalam menu diet akan secara siginifikan mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan diabetes serta meningkatkan kondisi syaraf menjadi lebih baik.

Acetyl L-Carnitine

Acetyl L-Carnitine akan membantu meningkatkan fungsi syaraf dan mendorong regenerasi serat pada syaraf dengan lebih baik. Hal ini menjadi salah satu hal penting untuk meredakan rasa sakit akibat diabetes.

Gamma linolenic acid

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa gamma linolenic acid akan membantu mencegah penurunan kerja syaraf akibat diabetes neuropathy dan bahkan memperbaiki kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Tentu saja peran obat herbal untuk diabetes neuropathy ini tidak bisa dibiarkan berdiri sendiri. Perlu adanya peran dari sumber lain seperti memulai diet dengan makan makanan sehat, olahraga ringan yang rutin dilakukan, dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Memiliki tekanan darah tinggi akan memperparah kondisi pasien diabetes neuropathy. Menjaganya agar tetap terkontrol memainkan peran penting dalam mengurangi kerusakan yang disebabkan diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengatasi-diabetes-insipidus-dengan-obat-yang-tepat/

MENGATASI DIABETES INSIPIDUS DENGAN OBAT YANG TEPAT

Meskipun tidak berhubungan dengan diabetes mellitus dan memiliki obat yang berbeda dengan diabetes, tidak ada salahnya untuk juga memahami tentang penyakit ini. Diabetes insipidus tidak diobati dengan obat diabetes untuk mengendalikan gula darah karena pada dasarnya gula darah mereka tidak tinggi. Mulai dengan memahami gejalanya agar tidak salah mengenali dan mendapatkan obat diabetes insipidus yang tepat maka pasien dapat memiliki hidup yang normal kembali.

 

Gejala diabetes insipidus

Tanda-tanda paling umum dari diabetes insipidus adalah munculnya rasa haus berlebihan yang terjadi terus menerus dan banyaknya jumlah urin yang dikeluarkan tubuh. Normalnya orang dewasa akan mengeluarkan urin rata-rata kurang dari 3 liter sehari. Karena seringnya keinginan buang air kecil ini yang membuat orang dewasa akan sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil.

Sementara untuk anak-anak kecil dengan diabetes insipidus mereka biasanya akan mengalami kesulitan tidur dan ada gejala lain yang dapat terdeteksi dari anak-anak dengan diabetes insipidus. Beberapa gejala yang dapat dilihat tersebut adalah sering menangis tidak terkendali, demam, muntah, diare, konstipasi, penurunan berat badan dan pertumbuhan yang lambat.

Masalah lain dari diabetes insipidus adalah dehidrasi akibat banyaknya cairan tubuh yang keluar daripada yang masuk. Tanda-tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi adalah rasa haus berlebihan, kulit kering, lesu, sakit kepala, pusing, bingung dan mual. Jika dehidrasi dalam waktu lama maka tubuh juga akan kehilangan kesadaran, kerusakan otak permanen hingga kematian.

Obat alami

Ada berbagai obat dan cara alami untuk membantu mengatasi diabetes insipidus. Mulai dengan mengubah diet sehari-hari. Makanan yang kaya nutrisi dengan buah-buahan dan sayuran yang mengandung air akan sangat membantu bagi pasien dengan diabetes insipidus. Beberapa yang dapat dicoba di rumah adalah timun, zucchini, kale atau bayam, kubis merah, blueberry, semangka, kiwi, jeruk, nanas dan strawberry. Tambah lagi air kelapa, karena selain menghidrasi, air kelapa juga membantu menyeimbangkan elektrolit.

Pastikan tubuh untuk selalu terhidrasi dengan baik. Bawalah minum kemanapun untuk mengisi kembali asupan air yang hilang.

Selain menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, menjaga keseimbangan elektrolit. Elektrolit utama yang ditemukan dalam tubuh di antaranya kalsium, magnesium, potassium, sodium, phosphate, chloride. Nutrisi ini yang membantu tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Cek kembali obat-obatan yang dimiliki karena beberapa obat berdampak pada kesimbangan elektrolit dan menyebabkan komplikasi pada pasien diabetes insipidus. Tidak hanya obat-obatan yang mungkin mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, tapi juga stress yang mempengaruhi hormone sehingga menyebabkan kadar cairan dan hormone tidak seimbang.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-diabetes-insipidus-yang-butuh-obat-diabetes-lain/

MENGENAL DIABETES INSIPIDUS YANG BUTUH OBAT DIABETES LAIN

Apa itu diabetes insipidus?

Diabetes insipidus membutuhkan obat dan metode pengobatan yang berbeda dengan diabetes mellitus tipe 1 atau 2. Kedua kondisi diabetes tersebut memang disebabkan karena seringnya buang air kecil dan rasa haus yang terus menerus. Yang membedakan adalah gula darah pasien diabetes insipidus berada pada level normal sehingga tidak butuh obat diabetes untuk menjaga kestabilan gula darah. Yang menjadi masalah adalah ginjal orang dengan diabetes insipidus tidak dapat menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Kondisi diabetes insipidus tidak memiliki resiko yang membahayakan kesehatan di masa depan. Selama pasien terus menjaga kondisi kesehatannya dengan baik dan menemukan obat diabetes yang tepat maka tidak ada yang perlu dicemaskan berlebihan.

 

Bagaimana diabetes insipidus terjadi?

Sebenarnya diabetes insipidus adalah kondisi yang sedikit mengganggu aktifitas sehari-hari karena seringnya merasa kehausan dan buang air kecil dalam jumlah banyak terutama di malam hari. Ini adalah masalah kesehatan yang dikenal dengan polyuria (ketika sejumlah besar urin diproduksi) dan polydipsia (rasa haus yang berlebihan). Hal ini terjadi berhubungan dengan kurang tercukupinya vasopressin atau pengeluaran antidiuretic hormone.

Vasopressin, termasuk arginine vasopressin (AVP) dan antidiuretic hormone (ADH), adalah hormone yang dibentuk di hypothalamus. Hormon-hormon ini kemudian diedarkan dan dilepaskan ke dalam darah. Setiap harinya ginjal secara normal akan memfilter sekitar 120 sampai 150 quarts darah untuk memproduksi 1 sampai 2 quarts urin. Urin sendiri terdiri dari sampah dan kelebihan cairan. Urin akan berpindah dari ginjal ke kandung kemih. Tubuh akan secara tertatur mengelola kandungan air dalam tubuh dengan cara menyeimbangkan jumlah cairannya dan mengeluarkan ekstra cairan. Rasa haus merupakan cara untuk mendapat asupan cairan, sedangkan urin adalah cara untuk mengeluarkan sebagian besar cairan tersebut.

Vasopressin disimpan di pituitary gland dilepaskan ke pembuluh darah ketika tubuh memiliki jumlah air yang sedikit. Vasopressin ini akan memberi sinyal pada ginjal untuk menyerap lebih sedikit cairan, sehingga urin yang dihasilkan juga sedikit. Tetapi ketika tubuh memiliki banyak cairan, pituitary gland melepaskan vasopressin dalam jumlah sedikit atau bahkan tidak melepaskan sama sekali yang menyebabkan ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan dari pembuluh darah dan menghasilkan lebih banyak urin.

Masalah pada pelepasan vasopressin ini yang mengarah pada gangguan langka ketika ginjal melepaskan sejumlah besar urin. Meskipun kemudian disebut dengan diabetes insipidus, pasien tidak butuh obat diabetes yang dapat mengendalikan gula darah. Perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menentukan obat bagi pasien diabetes insipidus.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tentang-diabetes-tipe-1-dan-2-serta-peran-obat-diabetesnya/

TENTANG DIABETES TIPE 1 DAN 2 SERTA PERAN OBAT DIABETESNYA

Obat diabetes dibuat untuk membantu memudahkan hidup pasien diabetes karena obat diabetes tidak benar-benar bisa menyembuhkan diabetes. Obat diabetes juga dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi pada pasien diabetes. Diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki perbedaan yang cukup jelas, tetapi ternyata selain itu ada diabetes tipe 1 dan 2 ada juga beberapa jenis penyakit diabetes lain yang diketahui. Memilih obat diabetes tentu juga harus dibarengi dengan pemahaman tentang perbedaan diabetes itu sendiri.

 

Tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya mulai terdiagnosa sejak masih kanak-kanak, tetapi sebenarnya penyakit ini juga bisa didiagnosa pada usia berapapun. Asal penyakit adalah ketika sistem imun dalam tubuh menghancurkan semual sel beta yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Karena penyakit ini berasal dari kelainan yang dialami tubuh maka sulit untuk menyembuhkan penyakit ini hingga bersih.

Metode pengobatan yang dimungkinkan dari diabetes tipe 1 adalah penggunaan suntikan insulin secara rutin untuk bertahan hidup. Suntikan insulin adalah satu-satunya cara untuk menjaga pasien diabetes tidak kekurangan insulin yang memang dibutuhkan tubuh sehingga penyakit ini tidak dapat dikontrol tanpa insulin. Selain tidak bisa dikontrol tanpa insulin, diabetes tipe 1 juga tidak dapat dicegah.

Tipe 2

Penyakit ini umumnya mulai didiagnosa ketika seseorang berusia lebih dari 40 tahun, tetapi tentu saja ada kemungkinan didiagnosa sebelum itu. Kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh tubuh yang resistan terhadap insulin atau tidak menggunakan insulin dengan semestinya. Umumnya hal ini tidak terjadi dari lahir tetapi akibat dari perubahan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.

Karena berasal dari kebiasaan hidup yang kurang teratur, maka cara untuk mengobati diabetes tipe 2 adalah dengan memulai program diet sehat, olahraga dan mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter. Seiring berjalannya waktu pasien diabetes tipe 2 juga mungkin akan membutuhkan suntikan insulin.

Metode pencegahan bagi diabetes tipe 2 adalah dengan memulai gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat adalah salah satu cara paling banyak dilakukan untuk mengurangi resiko diabetes tipe 2. Beberapa pasien diabetes tipe 2 juga dapat mengonsumsi obat diabetes dengan aturan yang telah ditetapkan dokter lalu mendapatkan kesembuhannya lagi. Tetapi hal itu tidak terjadi pada semua pasien diabetes tipe 2.

Diabetes lain

Ada tahapan ketika seseorang menunjukan gejala mengarah ke diabetes tipe 2 yang disebut prediabetic.

Gestasional diabetes adalah bentuk diabetes di masa kehamilan

Sumber: diabetes.co.uk

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/kenali-tanda-dka-bantu-menentukan-obat-diabetes-penolongnya/