YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

SEBENARNYA APA ITU PENYAKIT DIABETES?

Mungkin ada beberapa orang yang masih belum mengerti apa itu penyakit diabetes atau paling tidak bagaimana seseorang bisa terkena diabetes. Sebenarnya bagaimana penyakit diabetes bisa muncul adalah sesuatu yang sering kali tidak terduga. Lalu sebenarnya apa dan bagaimana seseorang bisa terkena diabetes? Kali ini akan dijelaskan secara umum apa itu diabetes tanpa membedakan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

 

Tentang penyakit diabetes

Penyakit diabetes sering kali disebut dengan penyakit gula, artinya diabetes mengindikasikan seseorang memiliki terlalu banyak gula dalam tubuhnya atau dalam darah. Kondisi ini berawal dari tubuh yang tidak lagi membuat suatu hormone atau bahan kimia yang berfungsi untuk mengendalikan gula darah. Hormon ini adalah insulin.

Ketika seseorang makan, tubuh akan mengubah semua makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi salah sejenis gula yang disebut glukosa. Gula yang terbentuk dari makanan ini akan beredar ke seluruh tubuh melalui darah kemudian masuk ke dalam sel. Sel membutuhkan gula untuk kemudian diubah menjadi energi.

Di sinilah peran insulin mulai dibutuhkan. Insulin adalah hormone yang membantu gula untuk pindah dari darah dan masuk ke dalam sel. Tanpa kehadiran insulin, gula tidak dapat masuk ke dalam sel dan sel tidak mendapatkan gula yang dibutuhkan untuk tetap berenergi dan sehat. Kadang kala tubuh memang tidak memproduksi insulin sama sekali atau insulin yang diproduksi terlalu sedikit sehingga tidak cukup untuk memasukan gula ke dalam sel. Bisa juga karena sel tidak sensitive dengan kehadiran insulin yang ada dalam tubuh.

Dengan memindahkan gula dari darah ke dalam sel, insulin membantu menjaga jumlah gula dalam darah tetap normal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Kadar gula darah terlalu tinggi menyebabkan hyperglikemia sedangkan ketika gula darah terlalu rendah bisa mengakibatkan hypoglikemia. Ketika insulin yang diproduksi tidak cukup untuk memasukan gula ke dalam sel dan mempertahankan gula darah tetap stabil maka seseorang disebut mengalami diabetes.

Penyebab diabetes

Tidak ada yang benar-benar tahu alasan seseorang bisa terkena diabetes. Diabetes tidak bisa ditularkan ke orang lain begitu saja seperti flu, meskipun bisa diturunkan. Mereka yang memiliki diabetes kemungkinan memiliki keturanan diabetes pula.

Seseorang yang terkena diabetes harus diobati dengan berbagai metode pengobatan yang disesuaikan karena kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius hingga berujung pada kematian. Jika merasakan gejala diabetes, segera kunjung dokter untuk pemeriksaan lebih lengkap.

 

Baca juga: KENDALIKAN KOLESTEROL CEGAH KOMPLIKASI DIABETES

KENDALIKAN KOLESTEROL CEGAH KOMPLIKASI DIABETES

Kolesterol jadi salah satu penyebab pasien diabetes mudah sekali terkena berbagai komplikasi diabetes yang tak jarang berujung kematian. Kolesterol tinggi mengundang berbagai penyakit ke dalam tubuh sehingga meningkatkan resiko komplikasi jika seseorang sudah terkena diabetes. Maka dari itu pasien diabetes diharapkan mengatur dan mengelola kadar kolesterol dalam tubuhnya dengan bijak. Artikel ini akan membahas sedikit tips tentang mengelola kolesterol bagi pasien diabetes.

 

Tips mengendalikan kolesterol

Yang pertama harus dilakukan adalah membuat aturan yang ketat soal makanan. Ada makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh pasien diabetes karena dapat memicu kenaikan kolesterol. Mulai sekarang kurang makanan yang mengandung lemak jahat (lemak jenuh dan lemak trans).

Memakan makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterolnya bisa meningkatkan resiko masalah kesehatan serius. Masalah kesehatan serius yang bisa timbul akibat tingginya kadar kolesterol dalam tubuh adalah serangan jantung hingga stroke. Bagi orang yang memiliki diabetes, resiko serangan jantung dan stroke akibat kolesterol tinggi bisa bertambah dua kali lipat. Makanan kemasan dan makanan yang melalui berbagai proses pengolahan adalah makanan yang beresiko tinggi menyebabkan naiknya kolesterol.

Pilihlah makanan yang memang menyehatkan untuk tubuh. Setelah mengurangi asupan lemak jenuh, tingkatkan konsumsi makanan dengan lemak tak jenuh lebih banyak. Apa sajakah makanan tersebut?

Makanan yang mengadung lemak baik adalah: kacang-kacangan (kacang tanah, almond), minyak sayur (olive oil dan canola oil), ikan-ikanan, dan alpukat.

Selain makan makanan dengan kandungan lemak tak jenuh tinggi, makanan yang mengandung serat dan terbuat dari gandum utuh juga bisa membantu mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh.

Selalu perhatikan label dalam makanan yang akan dibeli. Belilah makanan dan minuman yang rendah lemak dan tinggi serat saat berbelanja.

Nah, di samping menglola makanan yang masuk tubuh, perhatikan juga gaya hidup yang bisa membantu untuk mengendalikan kolesterol. Olahraga adalah cara terbaik untuk menjaga kadar kolesterol baik tetap baik dan kolesterol jahat mulai berkurang. Mengurangi berat badan juga bisa membantu menjaga kolesterol tetap normal, jadi usahakan untuk juga mengendalikan berat badan dengan cara olahraga dan diet seimbang.

 

Baca juga: TEKANAN DARAH TINGGI DAN PENYAKIT DIABETES

TEKANAN DARAH TINGGI DAN PENYAKIT DIABETES

Tekanan darah tinggi ternyata masih berhubungan dengan penyakit diabetes dan cukup besar pengaruhnya dengan kondisi kesehatan pasien. Memiliki tekanan darah tinggi bisa mempengaruhi hampir seluruh kehidupan di dalam tubuh, mulai dari kondisi pembuluh darah, jantung, mata, gula darah, ginjal hingga otak. Banyak hal bisa terjadi akibat tekanan darah tinggi yang tidak segera dikendalikan dan pengaruhnya ternyata besar terhadap penyakit diabetes.

 

Hubungan penyakit diabetes dengan tekanan darah tinggi

Menjaga tekanan darah menjadi hal penting untuk diperhatikan pasien diabetes.

Diabetes atau gula darah tinggi meningkatkan resiko seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Memiliki penyakit diabetes sekaligus tekanan darah tinggi meningkatkan resiko pasien diabetes terkena serangan jantung sekaligus stroke yang berbahaya. Jantung dan stroke memang komplikasi paling umum dari diabetes sehingga salah satu cara mencegahnya adalah dengan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Pasien dengan diabetes harus pintar-pintar mengatur tekanan darah. Tekanan darah normal bagi pasien diabetes adalah 130/80 atau di bawahnya. Selalu lakukan pengecekan gula darah jika memang dibutuhkan, beberapa tempat menyediakan cek tekanan darah gratis jika memang tidak bisa melakukannya di rumah.

Jaga tekanan darah

Yuk, mulai sekarang biasakan hidup sehat demi menjaga tekanan darah tetap stabil.

  • Kurangi makan makanan yang mengandung banyak garam dan lemak. Makanan cepat saji biasanya mengandung garam dan lemak berlebih untuk meningkatkan rasanya. Tetapi kandungannya akan menumpuk dalam pembuluh darah, menimbulkan penyumbatan yang mengakibatkan tekanan darah jadi meningkat.
  • Hal yang berlaku juga untuk rokok, berhentilah merokok sesegera mungkin. Berbagai kandungan dalam rokok sangat tidak baik untuk kesehatan, mulai dari dapat menyumbat pembuluh darah sampai meningkatkan resiko berbagai penyakit berbahaya.
  • Rajin-rajinlah berolahraga dan beraktifitas fisik lainnya. Olahraga membuat pembuluh darah mampu mengedarkan darah lebih lancar dan tubuh juga jadi lebih fit untuk segala macam aktifitas. Olahraga mampu membakar lemak-lemak dalam tubuh sehingga tidak ada penumpukan lemak yang menghalangi peredaran darah.
  • Kurangi minuman beralkohol karena ini juga akan meningkatkan tekanan darah dan gula darah sekaligus.
  • Jika memang dokter memberikan resep obat diabetes, maka konsumsilah obat tersebut sesuai anjuran dokter secara teratur.

Lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin untuk memastikan bahwa tekanan darah tetap normal. Terkadang orang tidak segera menyadari tekanan darah yang tiba-tiba naik.

Jangan lupa juga untuk tetap relax dan santai. Stress dan terlalu lelah mengganggu kestabilan hormon dalam tubuh yang juga akan mempengaruhi tekanan darah. Jangan meremehkan istirahat dan waktu untuk bersantai karena ini penting dalam menjaga kondisi mental dan fisik.

Itu tadi sedikit penjelasan tentang hubungan penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi yang ternyata saling berhubungan. Pastikan selain menjaga gula darah tetap stabil, jaga pula tekanan darah agar tidak terlalu tinggi.

 

Baca juga: KOMPLIKASI DIABETES DAN MENJAGA KESEHATAN MATA

KOMPLIKASI DIABETES DAN MENJAGA KESEHATAN MATA

Komplikasi diabetes bisa terjadi pada organ tubuh mana saja tidak terkecuali menyerang area mata. Diabetes banyak memberi dampak pada mata termasuk kemungkinan komplikasi. Kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan berbagai masalah pada mata, mulai dari gangguan yang menimbulkan ketidaknyamanan hingga masalah kerusakan mata permanen. Untuk lebih jelasnya akan sedikit dibahas dalam artikel ini.

 

Masalah mata akibat komplikasi diabetes

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa komplikasi diabetes pada mata bisa dalam bentuk gangguan pada pandangan sampai kerusakan mata permanen. Sebaiknya mulai berhati-hati bagi pasien diabetes yang mulai merasakan gangguan pada matanya, karena bisa jadi itu adalah gejala awal kerusakan mata permanen.

Seperti apa gangguan pengelihatan yang biasanya dialami pasien diabetes?

Pertama pasien diabetes akan sering mengalami pandangan yang mulai kabur dan sulit fokus.

Kedua adalah ketika pandangan mulai terasa berkabut, rasanya seperti melihat sesuatu dari permukaan jendela yang kotor. Ini biasanya kemudian mengarah pada kemungkinan katarak. Katarak memang bisa jadi salah satu resiko komplikasi penyakit diabetes.

Selanjutnya terdapat peningkatan tekanan pada mata, mata terasa lebih berat dan sakit ketika melihat jauh. Peningkatan tekanan pada mata ini tidak hanya mengganggu pengelihatan tetapi juga menggangu kenyamanan sehari-hari, jadi sebaiknya ini bisa menjadi alarm yang menyadarkan bahwa kondisi mata sedang tidak baik-baik.

Perlahan pasien diabetes juga akan mulai kehilangan pengelihatannya. Kondisi ini sudah benar-benar serius dan jika tidak segera dikonsultasikan dengan dokter bisa jadi kerusakan mata permanen.

Menghindari komplikasi mata

Tentu saja kondisi ini dapat dicegah dari jauh-jauh hari, karena mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Begini yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mata:

  • Selalu lakukan pengecekan mata ke dokter mata setidaknya setahun sekali. Memantau kondisi mata, mengobati yang masih bisa ditangani dan mendeteksi masalah pengelihatan sebelum benar-benar parah.
  • Kendalikan tekanan darah. Iya, tekanan darah juga sangat penting untuk dijaga. Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan tekanan pada pembuluh darah mata dan meningkatkan resiko pecahnya pembuluh darah.
  • Jaga agar gula darah juga tetap terkontrol dan dalam batas normal. Gula darah tinggi menyebabkan pembuluh darah mata membengkak dan bocor di sekitar retina. Ini yang akan mengganggu pengelihatan pasien diabetes.

Segera hubungi dokter atau klinik terdekat saat merasakan perubahan mendadak pada pengelihatan atau rasa tidak nyaman yang mengganggu.

Pengecekan mata secara teratur dan menjaga kondisi gula darah tetap normal jadi cara terbaik untuk mencegah masalah komplikasi mata akibat diabetes.

 

Baca juga: TIDUR BAGI PASIEN DIABETES, APAKAH ADA HUBUNGANNYA?

TIDUR BAGI PASIEN DIABETES, APAKAH ADA HUBUNGANNYA?

Tidur adalah hal yang disukai semua orang dan ternyata berhubungan juga dengan kondisi kesehatan pasien diabetes. Pasien dengan diabetes rata-rata memiliki masalah gangguan tidur sehingga tidak mendapat tidur cukup yang berkualitas. Padahal tidur yang cukup dan tentu saja tidak terbangun-bangun adalah salah satu cara menjaga gula darah tetap stabil. Tubuh yang kurang istirahat sangat rentan mengalami ketidakseimbangan hormon, mudah stress, mudah lapar dan mudah lelah. Rasa lelah dan lapar ini bisa sangat mempengaruhi naik turunnya gula darah, jadi penting sekali bagi pasien diabetes mendapat tidur cukup.

Sayangnya, pasien diabetes cenderung sulit mendapatkan waktu tidur yang cukup karena seringnya terbangun di tengah malam untuk buang air kecil. Sering merasa haus juga jadi salah satu penyebab seseorang sering kekurangan tidur yang berkualitas.

 

Gangguan tidur lain

Selain terbangun di malam hari ada juga beberapa masalah lain yang berhubungan dengan tidur bagi pasien diabetes. Ada sleep apnea atau nafas yang berhenti tiba-tiba namun kemudian normal kembali. Kondisi ini akan membuat tidur jadi pendek hingga membangunkan seseorang dari tidurnya. Pasien jadi tidak dapat tidur dengan nyenyak dan nyaman.

Pasien diabetes sering mengalami insomnia yaitu sulit tertidur, tidur yang tidak nyenyak, atau tidur dalam waktu lama. Istirahat jadi berkurang dan justru membuat tubuh lelah karena seringnya terbangun tiba-tiba. Kondisi lain yang bisa mengganggu adalah kondisi kaki yang sering tiba-tiba sakit atau merasa kesemutan. Beberapa orang sering terbangun dari tidurnya karena rasa sakit pada kaki yang mengejutkan atau membuat tubuh tidak nyaman. Itulah kenapa pasien diabetes sering sekali kekurangan tidur.

Apa yang harus dilakukan pasien diabetes?

Ada beberapa tips agar memperoleh tidur lama dan berkualitas bagi pasien diabetes.

Tips pertama adalah dengan membangun kebiasaan baru yaitu bangun dan tidur di waktu yang sama setiap hari. Ini untuk memberi tubuh jadwal yang konstan dan tubuh memiliki jam biologisnya sendiri.

Selalu lakukan olahraga 30 menit setiap hari. Dengan rutin berolahraga gula darah jadi lebih terkendali. Gula darah yang tidak terkendali adalah salah satu penyebab metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik, sering merasa haus, sering buang air kecil dan kaki yang sering kesemutan, serta hal-hal lain yang mengganggu tidur.

Kurangi asupan alkohol dan minuman berkafein setelah sore hari karena ini akan sangat mengganggu hormon yang justru membuat terjaga lebih lama.

Jika membantu, bisa juga dengan membaca buku sebelum tidur, mendengarkan musik atau lagu yang menangkan atau membuat suasana tenang sebelum waktu tidur. Tidur dalam ruangan yang gelap dan dingin juga ternyata membantu seseorang tidur nyenyak dan nyaman lebih lama.

Jika saran ini masih belum membantu atau masalah gangguan tidur jadi lebih sulit diatasi, segera temui dokter dan konsultasikan solusinya. Tidur yang lama dan nyenyak penting untuk semua orang.

 

Baca juga: CARA MENGURANGI RESIKO KOMPLIKASI DIABETES: OLAHRAGA

CARA MENGURANGI RESIKO KOMPLIKASI DIABETES: OLAHRAGA

Komplikasi diabetes dan olahraga adalah dua hal yang ternyata bisa saling berhubungan, dimana olahraga dan aktifitas fisik sangat membantu mengurangi resiko komplikasi. Tetapi jika memilih olahraga yang salah atau melakukannya dengan cara salah justru bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan tubuh. Pasien diabetes diminta untuk melakukan aktifitas fisik secara rutin demi menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjaga agar gula darah tetap stabil.

 

Manfaat olahraga

Olahraga dan aktifitas fisik sangat disarankan untuk semua orang, tak terkecuali pasien diabetes. Ada banyak manfaat dari olahraga rutin dan aktifitas fisik bagi orang-orang yang rutin melakukannya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Memiliki energi lebih. Orang-orang yang rutin berolahraga justru memiliki energi yang lebih banyak daripada mereka yang tidak rutin berolahraga. Kondisi tubuh mereka yang berolahraga lebih fit dan bisa melakukan lebih banyak aktifitas fisik yang membutuhkan tenaga. Karena itulah mereka biasanya memiliki energi lebih untuk melakukan banyak hal dan tidak mudah lelah.

Memiliki kondisi gula darah yang lebih stabil. Olahraga dan aktifitas fisik membantu membakar energi lebih banyak dan membuat otot bekerja lebih baik. Ketika itu maka gula darah dalam tubuh bisa digunakan dengan lebih efektif, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin dan secara tidak langsung gula darah terjaga lebih stabil.

Lebih sedikit stress. Ketika bergerak lebih sering, tubuh akan mengeluarkan hormon bahagia yang bisa meredakan hormon stress. Banyak orang yang memutuskan bahwa olahraga adalah cara terbaik untuk mengurangi stress.

Merasa lebih nyaman dan terlihat lebih baik. Dari segi penampilan orang yang rutin berolahraga atau melakukan aktifitas fisik juga lebih memilik postur tubuh lebih baik. Tidak selalu dengan tubuh yang kurus, tetapi mereka memiliki tubuh yang kencang, tegak dan kuat sehingga tidak terkesan lesu dan loyo. Mereka juga merasa tubuhnya lebih baik karena tidak mudah lelah.

Olahraga untuk diabetes

Ada banyak jenis olahraga dan aktifitas fisik yang bisa dilakukan, namun bagi pasien diabetes ada jenis olahraga yang aman dan nyaman yang bisa dilakukan sehari-hari. Namun, pertama-tama selalu bicarakan keinginan untuk olahraga dengan dokter ahli. Konsultasikan dengan dokter apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk melakukan salah satu jenis olahraga tersebut. Perhatikan juga resiko dari jenis olahraga yang dipilih untuk meminimalkan kecelakaan.

Olahraga ada yang bisa dilakukan di luar rumah dan di dalam rumah. Yang bisa dilakukan di luar rumah dan aman bagi pasien diabetes di antaranya adalah jalan-jalan santai, berkebun atau bersepeda. Inti dari olahraga ini adalah bergerak dan membakar energi, sehingga tidak perlu yang terlalu berat. Jalan-jalan santai dapat dilakukan tanpa terlalu banyak memberi tekanan pada kaki. Berkebun juga aktifitas yang relative ringan dan menyenangkan dibandingkan olahraga berat seperti ke gym misalnya. Sama seperti berjalan kaki, bersepeda juga aman bagi pasien diabetes karena tidak akan memberi banyak tekanan pada kaki, sehingga kaki tidak akan terluka.

Sementara itu olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah misalnya, stretching, berdansa dan jogging di tempat. Stretching tidak beresiko tinggi menyebabkan luka pada tubuh namun cukup untuk membuat otot menggunakan asupan gula dalam tubuh dengan baik.

Pada saat berolahraga kaki mungkin beresiko terluka karena beban atau gesekan pada kaki dan sepatu. Maka saat berolahraga selalu pastikan untuk menggunakan sepatu dan kaus kaki yang lembut serta nyaman dikaki, tidak terlalu sempit atau terlalu longgar. Masalah pada kaki memang jadi komplikasi diabetes yang sering dialami akibat aktifitas sehari-hari termasuk olahraga.

 

Baca juga: HIDUP BERSAMA DIABETES TIPE 1