YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

FAKTA TENTANG DIABETES TIPE 1 DAN OBAT UNTUK PASIEN DIABETES TIPE 1

Kebanyakan orang awam tidak benar-benar mengetahui tentang diabetes tipe 1 termasuk tentang obat yang digunakan dan perbedaan perawatannya dengan diabetes tipe 2. Banyak orang masih kurang memahami letak perbedaan antara kedua penyakit ini. Artikel ini akan membahas beberapa hal tentang diabetes tipe 1, obat diabetes yang digunakan sampai metode pengobatan yang harus diketahui.

Diabetes tipe 1 adalah sebuah kondisi autoimun yang tidak ada hubungannya dengan kebiasaan memakan makanan manis, obesitas, serta kebiasaan dan gaya hidup tidak sehat lain yang sering dilakukan saat ini. Meskipun banyak yang menyebutkan bahwa ada beberapa obat diabetes yang membantu mengatasi diabetes atau mengembalikan kondisi pasien diabetes, jelas itu bukan obat untuk pasien diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 tidak memiliki obat dan tidak bisa disembuhkan karena pada dasarnya yang menjadi masalah adalah kelainan pada salah satu organ tubuh yang bertugas menghasilkan insulin.

Karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin sendiri maka pasien dengan diabetes tipe 1 butuh suntikan insulin secara rutin setiap hari. Kebutuhan akan insulin yang harus dilakukan terus-menerus seumur hidup ini kadang mengganggu kondisi pasien diabetes secara fisik, psikologis sampai finansial. Tapi hal tersebut harus tetap dilakukan karena diabetes tipe 1 yang tidak mendapat penanganan dengan benar akan sangat membahayakan hidup. Sayangnya masih banyak kesalahpahaman tentang diabetes tipe 1 di sini.

Artikel ini akan membagikan beberapa hal yang orang tidak selalu tahu tentang diabetes tipe 1.

 

Penyakit autoimun

Disebut penyakit autoimun karena sistem imun tubuh pada pasien diabetes tipe 1 akan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin dalam pankreas, yaitu sel beta. Pankreas pasien diabetes tipe 1 akan berhenti memproduksi insulin yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Insulin adalah hormone

Bagi pasien diabetes suntikan insulin secara rutin bukan merupakan obat untuk menyembuhkan penyakitnya tapi insulin adalah hormone. Semua manusia membutuhkan insulin untuk bertahan hidup. Kenapa? Karena dengan adanya insulin tubuh dapat memasukan energi ke dalam sel. Orang-orang dengan diabetes tipe 1 harus memasukan insulin beberapa kali dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan insulin yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Jadi sekali lagi insulin bukan obat untuk pasien diabetes tipe 1 melainkan hormone yang memang dibutuhkan oleh tubuh.

Tidak dapat dicegah dan disembuhkan

Penyebab awal dari diabetes tipe 1 masih belum benar-benar diketahui, tapi yang jelas bukan berasal dari kesalahan pada diet dan gaya hidup seperti yang dipikirkan orang banyak. Diabetes tipe 1 bukan penyakit yang datang karena kesalahan sehingga tidak ada yang bisa disalahkan.

Diabetes tipe 1 tidak menular

Penyakit ini tidak menular dan tidak mungkin ada yang tertular diabetes tipe 1 hanya karena berdekatan. Tapi diabetes tipe 1 dapat diturunkan dari orangtua ke anak.

Tetap dapat makan gula

Pasien diabetes tipe 1 masih dapat makan gula dan bahkan makan makanan lain sama seperti orang biasa pada umumnya. Yang membedakan hanyalah setelah makan mereka harus mendapat suntikan insulin untuk mengendalikan karbohidrat yang dimakan. Mereka bahkan membutuhkan gula juga untuk melawan gula darah rendah.

Tinggi rendahnya gula darah besar pengaruhnya

Kadar gula darah bagi pasien diabetes dapat berubah-ubah sepanjang hari tergantung dari makanan yang dimakan, aktifitas sehari-hari, serta banyak faktor lainnya. Naik turunnya gula darah juga akan mempengaruhi kondisi tubuh pasien, emosi hingga cara berpikirnya.

Insulin bukan untuk menyembuhkan

Insulin adalah metode penyembuhan bagi pasien diabetes tipe 1 bukan obat. Tidak ada obat untuk menyembuhkan pasien diabetes tipe 1. Penyakit ini juga tidak akan hilang begitu saja dan orang dengan diabetes tipe 1 butuh insulin setiap hari, selama 24 jam. Berapa dosis dan banyaknya suntikan yang dibutuhkan tergantung dari kondisi masing-masing pasien.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/kesadaran-adalah-obat-terbaik-untuk-pasien-diabetes/

KESADARAN ADALAH OBAT TERBAIK UNTUK PASIEN DIABETES

Salah satu pentingnya pasien diabetes harus rutin merawat diri adalah karena adanya begitu banyak komplikasi yang ditimbulkan jika tidak segera mendapat obat. Namun dibandingkan dengan mencari obat untuk menyembuhkan komplikasi, kesadaran akan kondisi tersebut sudah merupakan obat diabetes terbaik yang ada. Sebagian besar orang merasa dengan rutin mengonsumsi obat diabetes, melakukan diet dan olahraga teratur, maka komplikasi diabetes dapat dihindari sehingga tanpa sadar mereka tidak melakukan hal-hal penting untuk mencegah komplikasi tersebut. Salah satu komplikasi yang jarang disadari diabetes neuropathy.

Diabetes neuropathy menyebabkan tubuh kehilangan rasa pada bagian kaki atau sepanjang kaki bagian bawah. Kondisi ini disebabkan oleh rusaknya beberapa syaraf pada kaki akibat kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dalam sistem. Karena syaraf yang mengirim sinyal perasa pada kaki tidak bekerja dengan semestinya, maka ketika kaki terluka atau butuh perawatan segera, tubuh tidak menangkap sinyal tersebut dan luka pada kaki akan tidak terawat dengan baik. Dan seperti disebutkan dalam judul artikel ini, kesadaran akan menjadi obat terbaik dibandingkan mencari cara untuk menyembuhkan diabetes neuropathy.

Dengan sadar bahwa diabetes neuropathy bisa mengarah pada kemungkinan amputasi kaki, pasien diabetes akan jadi lebih berhati-hati dalam merawat kakinya. Pasien diabetes juga jadi lebih waspada dan rajin berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih parah. Dengan adanya diabetes neuropathy, luka kecil pada kaki bisa sangat berbahaya bahkan mengarah pada amputasi.

 

Fakta tentang diabetes neuropathy

Ada banyak alasan kenapa meningkatkan kesadaran terhadap diabetes neuropathy adalah obat terbaik bagi pasien diabetes. Salah satunya adalah karena tanpa disadari jumlah pasien diabetes yang berada di rumah sakit disebabkan karena diabetes neuropathy. 25% pasien diabetes yang mengalami luka pada bagian kakinya akan mengalami luka yang sulit sembuh dan lama kelamaan akan membusuk.

Separuh dari pasien diabetes yang luka pada kakinya mulai mengalami pembusukan biasanya membutuhkan perawatan di rumah sakit dan pada akhirnya 1 dari 5 pasien tersebut harus menjalani operasi amputasi. Jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya waktu dan bahkan meningkat 2x lipat setiap tahunnya. Padahal ada banyak hal yang bisa dilakukan jika memiliki kaki yang sehat.

Karena kesadaran adalah obat diabetes terbaik, maka mulailah membentuk kesadaran untuk merawat kaki setiap hari, memeriksa kondisi kaki secara rutin baik di rumah atau dengan pergi ke dokter. Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/memahami-cara-kerja-pankreas-dan-pengendalian-diabetes-dengan-obat/

JALUR PANJANG MENGENDALIKAN DIABETES DARI KENALI ANGKA SAMPAI OBAT DIABETES

Management diabetes adalah sebuah jalur panjang yang lebih dari sekedar rutin mengonsumsi obat, menjalankan diet sesuai saran dokter atau olahraga teratur. Ketika hidup berdampingan dengan diabetes, ada hal-hal penting untuk menjadi perhatian selain tentang obat diabetes. Memastikan bahwa pasien diabetes dapat hidup seperti orang normal lainnya ternyata butuh beberapa hal untuk dipastikan agar pasien tidak mengambil langkah yang salah. Mengendalikan diabetes adalah pekerjaan yang butuh kesabaran, namun jika dilakukan dengan benar pasien diabetes dapat hidup layaknya orang normal tanpa perlu cemas.

 

Mengetahui kondisi diri sendiri

Diabetes bukan hal yang bisa mengendalikan hidup seseorang, tapi diabetes memang harus dikendalikan dan dikontrol hingga berada dalam batas amannya. Obat diabetes, perubahan gaya hidup, diet, dan olahraga hanyalah sebagian dari hal-hal yang harus dilakukan oleh pasien diabetes untuk menjaga kondisi tubuhnya. Ini tidak membuat pasien diabetes jadi pribadi yang lemah dan tidak bisa mengurus hidupnya sendiri. Selama menyadari bahwa berbagai perubahan gaya hidup ini hanya bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan dirinya, pasien diabetes dapat hidup dengan lebih baik.

Kenali angkanya

Ada tiga hal yang harus dikenali pasien diabetes yaitu angka pada A1c, kolesterol, dan tekanan darah. Tiga angka ini harus selalu dipantau dan dilaporkan pada dokter ahli yang terpercaya.

Rutin konsultasi dengan dokter

Selalu konsultasikan dengan dokter langkah apa yang akan diambil untuk selanjutnya, seperti ketika ingin mencoba obat diabetes yang lain atau merasa ada yang salah dengan metode diet yang diterapkan misalnya. Dokter dan pasien diabetes perlu bersama-sama merencanakan berbagai metode pengobatan yang akan digunakan, mulai dari perlu tidaknya obat diabetes oral, insulin, sampai memonitor diet dan olahraga.

Support

Dukungan adalah hal yang penting untuk pasien diabetes karena dengan begitu mereka tidak merasa tersisih meskipun butuh beberapa pengaturan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Olahraga

Pasien diabetes diharapkan untuk jalan-jalan minimal 30 menit sehari agar membantu glukosa dalam darah turun lebih cepat.

Diet

Mulailah mengubah sedkit pola makan sehari-hari. Perubahan yang sedikit ini mungkin bisa membawa perubahan yang lebih besar. Tingkatkan jumlah buah dan sayuran setiap kali makan serta kurangi makanan tinggi karbohidrat.

Memantau perubahan pada tubuh

Pasien diabetes diharapkan untuk rutin mengecek kadar glukosanya karena dari sana dapat terlihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan dan minuman tertentu. Selain mengenali target angka dari A1c, kolesterol dan tekanan darah yang harus dicapai, selalu buat daftar untuk memonitor angka tersebut dan laporkan pada dokter. Dengan hasil monitor tersebut dokter dapat membantu menentukan langkah selanjutnya.

Belajar

Belajar lagi tentang bagaimana tubuh pasien diabetes berfungsi dan bereaksi. Pahamilah tentang bagaimana angka-angka tersebut mempengaruhi kondisi tubuh, diet dan olahraga apa yang tepat untuk dilakukan, kadar glukosa yang harus dicapai sampai berbagai reaksi yang ditunjukan tubuh setelah menerima obat diabetes sehingga pasien diabetes dapat hidup dengan maksimal.

Jangan lupa bahwa meskipun memiliki diabetes maksimalkan hidup sebisa mungkin. Ikuti aturan dokter untuk mengonsumsi obat secara rutin, olahraga dan diet sehat. Tambahkan pula dengan pikiran yang sehat sehingga baik dari luar atau dalam pasien diabetes dapat hidup dengan normal.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/pencegahan-dan-penanganan-diabetes-tidak-selalu-dengan-obat/

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DIABETES TIDAK SELALU DENGAN OBAT

Dengan banyaknya obat diabetes yang saat ini ditawarkan baik itu dengan bahan herbal atau bahan kimia, orang-orang jadi merasa cukup bergantung dengan obat tersebut. Padahal obat diabetes saja tidak cukup untuk mengatasi kondisi kesehatan bagi pasien diabetes. Ada beberapa cara untuk mencegah seseorang mengalami diabetes, begitu juga ketika tanpa bisa dicegah lagi seseorang ternyata sudah memiliki diabetes, ada cara menjaga agar gula darah tetap stabil meskipun tidak selalu dengan obat. Tentu saja obat diabetes penting untuk menjaga agar pasien diabetes bisa mengendalikan gula darahnya. Namun di samping kehadiran obat diabetes, ada serangkaian cara lain yang bisa mendukung manfaat obat diabetes sehari-hari.

 

Pencegahan dan management diabetes

Sebelumnya perlu diketahui dulu bahwa 90-95% pasien diabetes biasanya adalah pasien dengan diabetes tipe 2. Kehidupan mereka mungkin tidak selalu bergantung dengan insulin, tapi tetap saja butuh obat diabetes untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil. 5% sisanya adalah pasien dengan diabetes tipe 1. Kebalikannya dari pasien diabetes tipe 2, pasien dengan diabetes tipe 1 membutuhkan insulin untuk bertahan hidup. Nah, tapi masih ada lagi 2-10% pasien diabetes mungkin saja adalah ibu hamil dengan diabetes gestasional. Diabetes gestasional memang hanya dialami oleh ibu hamil saja.

Melihat banyaknya orang-orang yang memiliki diabetes, tentu ada baiknya sejak awal dimulai dengan pencegahan terlebih dahulu. Pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan mulai memperbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau sehari-hari. Kira-kira ½ dari piring makan sebaiknya diisi dengan sayuran. Memperbanyak makan sayuran akan mengurangi resiko diabetes.

Menurunkan resiko diabetes tipe 2 juga bisa dengan mengombinasikan latihan fisik serta penurunan berat badan yang teratur. Menurunkan berat badan adalah salah satu kunci menghindari diabetes karena kebanyakan diabetes tipe 2 disebabkan oleh obesitas. Selain itu konsumsi gandum secara rutin juga akan menurunkan resiko kematian akibat penyakit jantung pada wanita-wanita dengan diabetes.

Untuk mengendalikan kondisi kesehatan tubuh bagi pasien diabetes sendiri yang terpenting adalah rutin mengonsumsi obat diabetes yang diresepkan oleh dokter, melakukan diet teratur dan olahraga rutin. Tapi selain itu ada lagi yang penting yaitu menjaga tekanan darah tetap stabil. Tekanan darah yang terlalu tinggi menyebabkan resiko berbagai penyakit komplikasi ikut meningkat seperti stroke dan sakit jantung. Tekanan darah yang aman adalah 140/80.

Lakukan tes HbA1c secara rutin. Hasil dari HbA1c ini penting untuk melihat pengaruh obat terhadap kondisi glukosa darah pasien sendiri, apakah perlu ada penyesuaian kembali jika obat diabetes sebelumnya tidak memberi dampak positif. Rata-rata target HbA1c dari setiap orang adalah di bawah 7. Selain tekanan darah dan HbA1c yang harus selalu dijaga adalah kadar kolesterol dalam tubuh. Konsultasikan dengan dokter berapa kadar kolesterol yang harus dicapai setiap melakukan kontrol. Dengan begitu tubuh bisa terhindar dari resiko komplikasi akibat kadar kolesterol jahat terlalu tinggi.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-apa-itu-hba1c-dan-kaitannya-dengan-obat-diabetes/

MENGENAL APA ITU HBA1C DAN KAITANNYA DENGAN OBAT DIABETES

Untuk menentukan jenis dan dosis obat diabetes yang harus digunakan, pasien diabetes harus lebih dulu melakukan tes untuk melihat kadar HbA1c dari pasien. Lalu apakah itu HbA1c dan bagaimana kaitannya dengan obat bagi pasien diabetes? Apakah pengaruhnya besar bagi pasien diabetes? Untuk tahu lebih jelasnya tentang apa itu HbA1c, penjelasannya akan dibahas sedikit pada artikel ini.

 

HbA1c

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa, maka glukosa akan menempel pada hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah. Sel darah merah biasanya hidup selama 8-12 minggu, jadi rata-rata tes HbA1c dilakukan di waktu-waktu tersebut. Untuk apakah hasil tes tersebut?

Hasil dari penghitungan HbA1c ini akan menunjukan pada dokter kondisi glukosa darah pasien selama 3 bulan terakhir. Sedangkan tes untuk menghitung kadar glukosa dalam darah biasanya hanya menghitung kadar gula darah pada saat tes dilakukan. Nah, coba lihat daftar berikut untuk mengecek hasil tes HbA1c (%):

  • 4.0 – 5.5 adalah kadar HbA1c yang normal dimiliki seseorang dan memang seharusnya kadar glukosa darah seseorang adalah pada kisaran ini.
  • 5.1 – 6.0 masih dapat dikategorikan aman, namun sudah seharusnya diwaspadai. Pada level ini jika seseorang tidak segera memperbaiki gaya hidupnya maka dapat lebih membahayakan hidupnya.
  • 6.1 – 7.0 adalah hasil HbA1c yang menempatkan seseorang berada pada resiko terkena berbagai komplikasi yang berbahaya.
  • 7.1 – 8.4 adalah kondisi yang membuat seseorang dalam keadaan cukup berbahaya karena akan mulai bermunculan berbagai komplikasi yang mengancam kesehatan. Tentu saja pada tahap ini kondisi kesehatan pasien diabetes sudah semakin mengkhawatirkan.
  • 8.5 – 10.4 adalah kondisi yang berbahaya karena akan mengakibatkan beberapa organ dalam gagal menjalankan tugasnya secara normal.
  • 10.5 lebih maka pasien diabetes dalam bahaya.

Dokter diabetes akan meminta pasien melakukan tes HbA1c beberapa kali untuk melihat bagaimana pengaruh obat diabetes terhadap kondisi glukosa dalam darah setelah dikonsumsi rutin. Maka ketika dokter membuat perubahan pada resep obat diabetes yang diberikan atau metode pengobatan yang diterapkan, pasien diabetes akan diminta melakukan tes HbA1c lebih sering. Dokter harus memantau kondisi kesehatan pasien secara rutin dan memastikan bahwa obat diabetes yang diberikan memberikan dampak positif. Jika ternyata tidak terdapat perubahan kearah yang lebih baik, maka dokter harus segera mengganti obat diabetes yang diberikan. Setiap pasien diabetes diberikan target HbA1c yang harus dicapai sesuai dengan kondisi masing-masing pasien dan obat diabetes yang diberikan. Target ini yang harus dipenuhi pasien untuk memastikan apakah obat diabetes tersebut membawa perbaikan atau tidak.

Jadi secara sekilas HbA1c adalah indikator yang menunjukan kontrol terhadap pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mereka-yang-beresiko-diabetes-dan-cara-menurunkan-resikonya-tanpa-obat/

MEREKA YANG BERESIKO DIABETES DAN CARA MENURUNKAN RESIKONYA TANPA OBAT

Memiliki resiko diabetes bukan berarti harus bergantung pada obat diabetes setiap waktu. Ada cara lain untuk menurunkan resiko diabetes meskipun tanpa obat diabetes. Namun ada beberapa hal yang harus diketahui dulu sebelumnya yaitu tentang apa saja yang menyebabkan seseorang memiliki resiko diabetes dan seperti apa kondisi yang disebut dengan seseorang memiliki resiko diabetes. Salah satu cara untuk mengenali resiko diabetes adalah dengan melihat kadar glukosa dalam darah dan berkonsultasi dengan dokter mengenai hasilnya. Untuk menurunkan resiko diabetes, ada beberapa cara yang lebih alami dari sekedar menggunakan obat. Nah, lalu dilihat dari manakah resiko diabetes tersebut?

 

Resiko diabetes

Sebenarnya bukan merupakan faktor resiko, namun jika dalam diri muncul hal-hal sebagai berikut ini maka patut diwaspadai sebagai salah satu resiko diabetes. Tidak semua tanda-tanda atau hal-hal ini akan muncul bersamaan sehingga sebaiknya waspada namun tidak perlu panik dan buru-buru mencari obat diabetes untuk mengatasi masalahnya. Konsultasikan dengan dokter dan cari solusi yang lebih aman. Lalu apa saja yang membuat seseorang beresiko diabetes?

Usia. Semakin bertambah usia semakin berkurang kemampuan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Akan ada kemungkinan tubuh mengalami berbagai inflamasi yang mengarah pada diabetes. Kemampuan tubuh untuk mengolah dan menerima gula juga menurun seiring berjalannya waktu. Jadi ketika sudah memasuki usia di atas 45 tahun, coba perhatikan lagi kondisi tubuh dari dalam.

Riwayat keluarga. Jika ada keluarga yang memiliki diabetes, bukan berarti otomatis memiliki diabetes, namun ada kemungkinan 50% seseorang terkena diabetes. Jadi ada baiknya untuk tetap menjaga kesehatan diri untuk menghindari diabetes.

Kehamilan. Dalam masa-masa kehamilan ada waktu ketika seorang ibu mengalami kondisi yang disebut diabetes gestasional. Kondisi ini bisa berbahaya bagi ibu dan bayi. Sedangkan ketika kondisi ini tidak segera diatasi bisa berlanjut hingga setelah kehamilan.

Glukosa di atas normal. Berapakah kadar glukosa yang disebut kondisi normal?

  • Normal: ketika sebelum makan (di bawah 100)
  • Pre-diabetes: ketika sebelum makan (100-125)
  • Diabetes: ketika sebelum makan (126 atau di atas itu)

Lakukan pengecekan glukosa dan lihat apakah kadar glukosa dalam darah termasuk normal atau justru memasuki masa pre-diabetes.

Tekanan darah. Jika tekanan darah 140/90 atau lebih tinggi dari itu maka perlu diwaspadai sebagai resiko diabetes.

Blood lipid. Lakukan pengecekan kadar kolesterol dan jika kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh kurang dari 35 atau kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi dari 250, maka bisa jadi seseorang memiliki resiko diabetes.

Tidak aktif. Kurang beraktifitas setiap minggunya bisa meningkatkan resiko diabetes.

Kulit kotor. Salah satu yang patut diwaspadai adalah kulit di sekitar leher dan ketiak tampak kotor meskipun sudah berkali-kali digosok. Biasanya kulit bagian tersebut terasa tebal, gelap dan halus.

Mengurangi resiko diabetes

Menurunkan resiko diabetes tidak harus selalu dengan mengandalkan berbagai obat kimia, tapi cukup dengan melakukan beberapa hal sederhana berikut:

Makan makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan gandum utuh. Dengan memastikan makanan yang dimakan tinggi serat dan rendah lemak, sodium serta gula sudah bisa menurunkan resiko diabetes pada seseorang.

Rajin-rajinlah berkegiatan di luar rumah. Mulai dari sekarang coba untuk berjalan-jalan meski sebentar dan tidak jauh-jauh. Mulai dari yang paling sederhana namun rutin dilakukan.

Kurang berat badan akan sangat membantu menurunkan resiko diabetes. Bahkan mengurangi 5-7% berat badan sudah sangat membantu untuk menurunkan resiko diabetes. targetkan untuk menurunkan 5-10% berat badan yang ada sekarang karena kelebihan berat badan adalah penyebab beberapa orang mengalami diabetes.

Kenalilah kondisi tubuh yang mengarah pada pre-diabetes dan diabetes sehingga perkembangannya bisa dikendalikan sejak awal. Menurunkan resiko diabetes akan sangat membantu menurunkan resiko penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, kehilangan pengelihatan, sakit ginjal sampai kerusakan syaraf.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/fakta-tentang-diabetes-yang-harus-dikenali-sebelum-menemukan-obat-diabetes-yang-tepat/