Obat diabetes tipe 2 memang banyak pilihan yang beredar dalam masyarakat sekarang ini. Di artikel kali ini akan kami bahas sedikit obat diabetes yang dipakai para penderita. Berhati – hatilah dalam mengkonsumsi obat kimia, selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan atau dokter anda. Jangan pernah mengkonsumsi melebihi dari aturan pakai yang direkomendasikan. Tentu saja di luaran masih banyak beredar obat yang lainnya. Banyak obat yang masih dikembangkan, baik obat kimia maupun obat herbal diabetes alami. Untuk anda penderita diabetes, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat untuk penyakit anda. Jangan sampai menjadi bumerang untuk tubuh anda sendiri, bukan menyembuhkan tetapi malah memperparah diabetes.
Anda bisa juga mengkombinasikan diantara obat di bawah ini (yang tentu saja dengan sudah dikonsultasikan ke dokter). Jika salah satu obat saja tidak mencukupi untuk mengobati penyakit anda. Tetapi sekali lagi ditekankan di sini, artikel ini hanyalah untuk mengetahui macam – macam obat diabetes. Seyogyanya jangan terlalu berlebihan mengkonsumsi obat kimia yang tidak selaras dengan sistem tubuh anda. Sehingga tubuh akan sulit untuk beradaptasi dan menyelaraskan fungsi organ dalam anda.
Obat Diabetes Tipe 2
Yang termasuk obat oral atau obat telan :
- Sulfonylurea
Sulfonylurea yang paling umum digunakan saat ini adalah Glipizide (Glucotrol), Glyburide (Micronase, Glynase dan Diabeta) dan Glimepirid (Amaryl). Obat ini adalah beberapa obat diabetes yang ditemukan lebih dulu (tua). Obat ini bekerja merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Konsumsinya sekitar 1-2 kali sehari setiap makan. Sulfonylurea bekerja menurunkan kadar gula darah secara independen. Gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, keduanya ditargetkan oleh sulfonylurea. Rata – rata pengurangan A1c dengan mengkonsumsi obat ini adalah 1,5% – 2%.

- Biguanides
jenisnya adalah Metformin yang bekerja menurunkan glukosa pada hati dan otot yang berhubungan langsung dengan aliran darah. Glucophage juga membantu dalam meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga dapat lebih mudah diserap ke dalam jaringan. Rata – rata pengurangan A1c dengan metformin adalah 1,5% (target utama obat ini adalah gula darah puasa). Glucophage adalah obat yang bagus, untuk ukurannya termasuk obat yang murah. Obat ini juga tidak menyebabkan hipoglikemia dan kenaikan berat badan (seperti sulfonylurea).
- DPP-IV Inhibitor
Beberapa jenis obat ini adalah Sitagliptin (Januvia), Saxagliptin (Onglyza), Linagliptin (Tradjenta) dan Alogliptin (Nesina). Inhibitor bekerja dengan menghambat enzim yang memecah GLP-1 (hormon penting dalam usus yang diperlukan untuk metabolism glukosa). Target inhibitor adalah gula darah setelah makan dengan efek penurunan sekitar 0,7%.
- SGLT-2 Inhibitor
Yang termasuk jenis obat ini adalah Canagliflozin (Invokana), Dapagliflozin (Farxiga) dan Empagliflozin (Jardiance). Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah glukosa yang diserap kembali dalam ginjal. Dengan kata lain, meningkatkan keluaran urine kita setiap harinya. Mempunyai efek menurunkan sebesar 0,5% – 1%. SGLT-2 tidak menyebabkan hipoglikemia dan meningkatkan berat badan. Tetapi obat ini dapat meningkatkan resiko infeksi genital dan saluran kencing. Pada akhirnya memungkinkan peningkatan kadar kolesterol LDL.
Obat Diabetes Tipe 2
Obat Diabetes yang disuntikkan ke tubuh adalah GLP-1 Agonis. Jenis obat GLP-1 yang umum beredar adalah Exenatide (Byetta/Bydureon), Liraglutide (Victoza/Saxenda), Lixisenatide (Lyxumia). Albiglutide (Tanzeum) dan Gulaglutide (Trulicity). GLP-1 bekerja meningkatkan enzim yang dihasilkan oleh usus manusia. Hormon usus ini menyebabkan respon insulin glukosa dependent (mengirimkan sel beta untuk membuat insulin. Tidak seperti sulfonylurea sehingga tidak menyebabkan hipoglikemia dan menekan glukagon (hormon yang menyebabkan gula darah meningkat).
GLP-1 dapat meningkatkan sensitivitas insulin, melindungi sel – sel beta dari kerusakan dan aus. Meningkatkan rasa kenyang dan kepuasan setelah makan. Target GLP-1 adalah gula darah puasa dan gula darah setelah makan yang memiliki efek menurunkan A1c kurang lebih 0,8% – 2%. Obat ini tidak memiliki efek meningkatkan berat badan dan tidak ada resiko hipoglikemia. GLP-1 GLP-1 sangat efektif dalam menurunkan gula darah setelah makan. Kekurangan GLP-1 adalah karena dia obat injeksi maka harus disuntikkan ke tubuh. Bahan aktif GLP-1 dipecah oleh asam lambung sehingga tidak bisa dibentuk dalam pil/obat oral.
Demikian artikel kami, semoga bermanfaat.

Obat Herbal Diabetes Alami ternyata dapat diperoleh di sekitar lingkungan kita. Mungkin anda belum tahu bahwa beberapa tumbuhan ini memiliki sifat obat, yang bisa membantu dalam pengobatan penyakit semaksimal mungkin. Beberapa tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat yang baik bagi anda penderita diabetes.















