YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

OBAT DIABETES KETOACIDOSIS DAN RESIKONYA

Diabetes ketoacidosis tidak memiliki obat yang secara langsung menyembuhkan, tetapi ada metode pengobatan yang berfungsi untuk mengatasi kondisi tersebut. Dalam metode pengobatan ini ada kemungkinan memiliki resiko kesehatan yang lainnya. Resiko kesehatan tersebut bisa terjadi karena ada kesalahan dalam melakukan metode pengobatan sebelumnya. Resiko kesehatan tersebut adalah edema serebral dan pasien juga harus lebih berhati-hati dengan sodium bicarbonate. Untuk lebih memahami tentang resiko dari metode pemberian obat untuk pasien diabetes ketoacidosis akan dibahas pada artikel ini.

 

Brain edema (edema serebral)

Keinginan untuk segera menurunkan kadar gula darah dengan cepat justru bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yaitu edema serebral. Kenapa hal itu bisa terjadi? Hal ini terjadi karena insulin akan menurunkan kadar gula darah lebih cepat daripada pengurangan kadar ketone dalam darah. Menyeimbangkan acidosis dalam tubuh butuh waktu paling tidak 12-24 jam, setelah pasien mulai menyesuaikan diri dengan diet dan terapi insulin yang diberikan. Karena kemudian terdapat penurunan pada kadar gula darah dan tubuh mulai terhidrasi, maka potassium akan berpindah ke level intrasel.

Biasanya dimulai dengan memasukan potassium melalui infus untuk potassium yang kurang dari 3 mmol/l, 30-40 mmol perjam. Untuk kadar potassium antara 3 sampai 4 mmol/l, jumlah potassium yang dimasikan dikurang hingga 15-20 mmol perjam dan untuk yang hasilnya antara 4-5 mmol/l maka menggunakan potassium sebanyak 10-15 mmol perjam. Untuk menghindari cardiac arrhythmias, potassium harus dipertahan untuk berada di atas jumlah normalnya. Jika kadar potassium yang ada terlalu rendah sebelum mulai di-infus, kekurangan potassium tersebut harus lebih dulu dikembalikan sebelum insulin mulai dilakukan.

Sodium bicarbonate

Dengan masuknya insulin ke dalam tubuh makan akan menghambat lipolysis dan dengan begitu maka tujuan untuk melawan acidosis bisa berhasil. Koreksi asidosis sodium bicarbonate pada pH 7 atau yang lebih tinggi. Hanya pada pH yang sangat mengancam atau kurang dari 7, pemberian 8,4% sodium bicarbonate dengan 50 mmol dapat dilakukan kurang lebih selama satu jam. Bahaya utama dari penggunaan sodium bicarbonate adalah limbah kalium dan resiko brain edema.

Dari sini dapat dilihat bahwa metode pengobatan dan obat untuk diabetes ketoacidosis tetap memiliki resiko. Sehingga sebaiknya tetap jaga kondisi kesehatan untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi berbahaya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-untuk-diabetes-ketoacidosis/

OBAT UNTUK DIABETES KETOACIDOSIS

Ketoacidosis adalah komplikasi akut dari diabetes mellitus yang butuh untuk segera diatasi dengan obat atau metode pengobatan tertentu. Diabetes ketoacidosis biasanya dialami oleh mereka yang memiliki diabetes tipe 1 dan benar-benar mengalami kekurangan insulin pada tubuhnya. Dampaknya adalah tubuh bisa mengalami lonjakan gula darah sampai lebih dari 300mg/ dl.

Mendiagnosis diabetes ketoacidosis sebenarnya sangat mudah. Biasanya orang yang mengalami diabetes ketoacidosis mengalami kenaikan gula darah dan tercatat dua atau tiga kali positif mengandung keton dalam urinnya. Jika gejalanya cocok dengan hasil tes yang dilakukan maka pasien diabetes butuh segera dirawat di rumah sakit dan diberi obat untuk mengatasi masalahnya. Karakteristik diabetes ketoacidosis lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Glukosa darah >300 mg/dl (16.7 mmol/l)
  • Arterial pH <7.35 or venous pH <7.3
  • Standard bicarbonate <15 mmol/l
  • Ketonuria atau ketonemia
  • Sering mengalami mundah atau kesadaran yang mulai menurun.

Namun terkadang kondisi ini sering keliru dengan hypersmolar coma karena gejala di antara keduanya yang mirip. Perbedaannya hanya terletak pada fakta bahwa ketoacidosis bisa terjadi dalam 24 jam. Pada kasus hypersmolar coma, pH dalam tubuh bisa tercatat 7.3 sedangkan pada ketoacidosis pH tubuh akan terus turun.

 

Terapi untuk diabetes ketoacidosis

Metode pengobatan untuk pasien dengan diabetes ketoacidosis bertujuan untuk mengurangi dehidrasi, menyesuaikan diri dengan kekurangan insulin dan untuk menyeimbangkan kembali elektrolit yang bermasalah selama kondisi ketoacidosis terjadi. Pasien diabetes juga mungkin diaharapkan untuk tetap mengonsumsi obat diabetes mengingat tentu saja ada kemungkinan komplikasi dari terapi ini. Komplikasi yang berhubungan dengan terapi harus dihindari sebisa mungkin sehingga diperlukan monitor ketat terhadap tanda-tanda vital, masuknya cairan ke dalam tubuh dan kontrol terhadap hasil laboratorium.

Dehidrasi yang dialami pasien diabetes dapat dikelola dengan pemberian larutan NaCl fisiologis 0.9% sebanyak 1,000 ml kemudian dilanjutkan dengan pemberian selanjutnya tergantung pada tekanan vena sentral dengan dosis 100-500 ml/ jam. Delapan jam pertama kebutuhan cairan pada pasien diabetes ketoacidosis adalah 5 -6 L dapat dapat meningkat hingga 10 L atau 15% dari berat total pasien. Terapi insulin semacam ini dilakukan dengan insulin yang berasal dari manusia (bukan insulin analog) iv melalui perfusor. Dimulai dengan 0,1 IU/kg berat badan per jam. Insulin intravena memiliki masa hidup yang pende, yaitu sekitar 20 menit, sehingga harus diberikan melalui perfusor.

Prioritas utama dalam proses pemberian obat atau metode pengobatan untuk diabetes ketoacidosis ini adalah agar gula darah tidak turun lebih cepat dari 50 -100 mg/dl per jam. Jika hal itu terjadi makan akan ada resiko edema serebral. Dalam 24 jam pertama, gula darah pasien harus dipertahankan dalam kisaran 200 mg/dl. Namun jika terlanjur jatuh terlalu rendah maka glukosa iv dapat diberikan untuk sementara.

Ini adalah metode pengobatan bagi pasien diabetes ketoacidosis yang harus dipahami. Tetapi perlu dipahami mungkin akan ada beberapa resiko yang bisa terjadi. Untuk lebih lengkapnya tentang resiko dari metode pengobatan diabetes ketoacidosis akan dibahas pada artikel berikutnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/menemukan-obat-diabetes-lewat-diet-dan-perubahan-gaya-hidup/

MENEMUKAN OBAT DIABETES LEWAT DIET DAN PERUBAHAN GAYA HIDUP

Selain dengan obat diabetes, cara pertama untuk menyembuhkan penyakit diabetes atau paling tidak mengendalikannya adalah dengan memulai kebiasaan hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat ternyata mengubah banyak hal dalam kehidupan pasien diabetes. Biasanya perubahan gaya hidup dari yang sebelumnya ke gaya hidup yang lebih sehat berfokus pada pola makan, diet dan menurunkan berat badan. Tetapi kembali lagi diet dan gaya hidup ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pribadi sehingga tidak merepotkan pada saat menjalankannya.

 

Diet dan perubahan gaya hidup pasien diabetes

Dalam hal diet dan perubahan gaya hidup perlu adanya pemahaman bahwa yang terpenting adalah terus bergerak aktif, makan-makanan yang sehat dan tahu peran karbohidrat dalam daftar makanan. Ada banyak makanan yang mengandung karbohidrat sehat seperti sayuran tanpa tepung, buah, kacang-kacangan, gandum utuh dan produk olahan susu tanpa lemak. Karena banyak aturan yang harus dipahami tentang diet sehat bagi pasien diabetes, penting untuk melakukan konsultasi dengan ahli nutrisi atau dokter yang bertanggung jawab untuk menentukan pola diet yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Diet untuk pasien diabetes disesuaikan dengan kondisi artinya tergantung pada kadar gula darah dalam tubuh dan berapa banyak berat badan yang ingin diturunkan. Dengan melihat kedua hal tersebut maka akan ada penyesuaian terhadap jenis makanan yang harus dimakan, asupan karbohidrat, dan porsi makanan setiap pasien. Penting bagi pasien diabetes untuk menghitung jumlah karbohidrat yang diasup setiap harinya. Karbohidrat yang dikonsumsi dalam jumlah tertentu tidak akan meningkatkan kadar gula darah terlalu tinggi.

Konsultasi juga berhubungan dengan kemungkinan konsumsi obat diabetes beriringan dengan diet dan aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan. Beberapa khasiat obat diabetes juga dapat ditemukan dalam menu diet sehari-hari. Tetapi perlu diperhatikan aturan penting dalam mengatur makanan untuk diet dan menurunkan berat badan bagi pasien diabetes yang tentu berbeda dengan orang biasa.

Menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan diet rendah lemak yang menghindari karbohidrat yang dapat cepat diserap yaitu gula. Lemak larut dapat dikonsumsi hanya dalam jumlah tertentu karena dapat meningkatkan lipid dan resiko serangan jantung. Sedangkan konsumsi bahan makanan dari laut seperti salmon dan tuna lebih banyak disarankan karena kaya akan minyak ikan.

Sedangkan untuk kebutuhan karbohidrat, ada banyak pilihan yang bisa diambil dari karbohidrat dengan tinggi serat seperti gandum utuh misalnya. Tetapi jika cara ini tidak banyak membantu dokter akan meresepkan obat diabetes atau insulin. Dalam program diet dan perubahan gaya hidup ini penting untuk mengontrol metabolisme dan mengukur HbA1c pasien. Jika HbA1c berada di atas 7% maka perlu adanya penyesuaian pada obat diabetes atau keseluruhan program pengobatan ini.

Untuk olahraga yang tepat untuk dilakukan pasien diabetes seperti bersepeda, lari-lari ringan, berenang, jalan, latihan kekuatan dan semacamnya. Disarankan untuk melakukan olahraga 150 aktifitas aerobic ringan atau 75 memit perminggu untuk aktifitas high intensity aerobic. Kembali lagi hal ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.

Diet dan olahraga adalah modal penting untuk mulai perubahan gaya hidup bagi pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-cara-oatmeal-bekerja-sebagai-obat-untuk-diabetes/

OATS MAKANAN SEHAT BERMANFAAT SEBAGAI OBAT UNTUK DIABETES

Salah satu kewajiban pasien diabetes adalah menjaga asupan obat dan makanan dalam dosis seimbang untuk mempertahankan tubuh agar selalu sehat. Obat berfungsi untuk mengembalikan kestabilan gula darah dan makanan akan menjaga agar gula darah tetap stabil untuk pasien diabetes. Makanan juga berperan penting dalam menjaga stamina pasien diabetes mengingat pasien juga harus rajin berolahraga untuk membakar energi. Pola makan yang baik serta pemilihan bahan makan yang sehat penting untuk diperhatikan. Salah satu yang banyak dimanfaatkan oleh pasien diabetes adalah oatmeal karena ternyata bahan makanan ini memiliki peran besar untuk pasien diabetes. Untuk lebih jelas tentang manfaat oatmeal bagi pasien diabetes akan dibahas di artikel ini.

 

Manfaat oatmeal

Sejak jaman dahulu oatmeal dipercaya memiliki efek menurunkan gula darah pada tubuh seseorang. Metode pengobatan Cina juga melihat adanya dampak positif dari oatmeal sebagai obat untuk diabetes dan berbagai penyakit lain. Hal ini kemudian mendorong berbagai penelitian lanjutan tentang peran oatmeal dalam menjaga kesehatan pasien diabetes.

Oatmeal dan resistensi insulin

Kurang olahraga, diet yang buruk dan kondisi genetik yang salah menyebabkan seseorang mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin adalah salah satu tanda awal dari diabetes tipe 2, dimana pada saat itu hormone insulin tidak lagi diproduksi dengan jumlah yang mencukupi oleh tubuh atau tidak lasgi bekerja secara efektif. Konsekuansinya adalah keseimbangan gula darah menjadi terganggu.

Ketika seseorang mulai mengalami resistensi insulin atau menunjukan tanda-tanda resistensi insulin, konsumsi oatmeal akan sangat membantu memberi perubahan positif pada tubuh.

Oatmeal dan diabetes tipe 2

Pasien diabetes tipe 2 harus lebih dahulu mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki berbagai nutrisi yang bisa menghindarkan mereka dari kenaikan gula darah setelah makan. Konsumsi oatmeal ternyata memiliki dampak positif bagi pasien diabetes tipe 2 yang butuh penggunaan insulin secara rutin. Mereka harus tahu bahwa nutrisi dalam oatmeal dapat dihitung setara dengan dosis insulin yang dibutuhkan.

Oatmeal mengandung karbohidrat dengan sumber serat yang tinggi sehingga setelah dimakanpun gula darah hanya akan naik sedikit dan kebutuhan insulin untuk pasien diabetes tipe 2 dapat dikurangi. Jika dijadikan bahan makanan rutin akan memberikan tubuh nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tetap sehat meskipun dengan diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-dan-terapi-insulin-yang-harus-dikenali-untuk-penyembuhan/

OBAT DIABETES DAN TERAPI INSULIN YANG HARUS DIKENALI UNTUK PENYEMBUHAN

Obat diabetes dan insulin ternyata memiliki beragam jenis dan nama yang berbeda-beda yang sudah pasti sulit untuk diingat. Perlu dipastikan bahwa baik obat diabetes dan insulin adalah salah satu bagian dari usaha untuk mengatasi diabetes, bukan satu-satunya sarana penyembuhan. Sehingga bermacam-macam obat diabetes dan insulin yang diberikan hanya bersifat membantu. Kali ini akan dibahas sedikit tentang macam-macam obat diabetes serta insulin yang biasa digunakan beserta kegunaannya.

 

Obat diabetes

Biguanide

Obat ini akan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin, menghalangi pembentukan gula baru pada liver dan menunda proses pemindahan gula menuju darah.

Sulfonylureas

Sulfonylureas akan mendorong pankreas untuk mengeluarkan insulin lebih banyak. Meski begitu obat ini hanya akan bekerja pada pasien yang masih bisa menghasilkan insulinnya sendiri. Menggunakan obat ini juga beresiko mengalami hypoglikemia.

Alpha Glucosidase Inhibitor

Fungsi obat ini akan memperlambat pemecahan karbohidrat dalam pencernaan. Dengan melambatnya proses pemecahan karbohidrat maka gula juga akan lebih lambat masuk dalam darah.

SGLT-2 inhibitor

Obat ini akan membuat ginjal mengeluarkan gula lebih banyak lewat urin dengan cara menghalangi protein SGLT-2, yang membuat gula dari ginjal kembali ke pembuluh darah.

Glitazones

Obat ini juga akan meningkatkan sensitifitas insulin sel-sel dalam tubuh sehingga dapat menyerap lebih banyak gula dari dalam darah.

Glinides

Cara kerja obat ini sama dengan sulfonylureas yaitu mendorong produksi insulin dari pankreas.

DDP-4 inhibitors (gliptines)

Cara kerjanya adalah dengan menghalangi proses pemecahan hormon intestinal GLP-1. Hasilnya, pankreas memproduksi insulin lebih banyak, pengosongan lambung jadi melambar dan liver melepaskan lebih sedikit gula.

GLP-1 analog

Obat ini akan meniru cara kerja hormon GLP-1. Berbeda dengan obat lainnya, GLP-1 analog digunakan dengan cara disuntik seperti insulin.

Insulin

Untuk insulin ada beberapa skema terapi yang berbeda untuk digunakan. Penggunaanya tergantung kondisi masing-masing pasien. Sebagian pasien membutuhkan insulin untuk mendukung obat diabetes tablet selama beberapa waktu, sebagian lain memang butuh insulin untuk hidup.

Basal Assisted Oral Therapy

Selain dengan penggunaan obat, terapi ini menggunakan suntikan long-acting insulin sekali dalam sehari di pagi atau malam hari.

Biasanya digunakan oleh pasien yang gula darah di pagi hari terlalu tinggi.

Conventional Insulin Therapy

Pasien akan diberi suntikan dengan dosis tetap dari campuran insulin (fast-acting dan long-acting insulin) di pagi dalam malam hari.

Terapi ini digunakan untuk mereka yang memiliki kebiasaan makan tetap dan rutinitas harian yang tidak berubah karena cara kerjanya yang sederhana.

Supplementary insulin therapy

Setelah makan besar, tubuh akan diberi suntikan short-acting insulin.

Digunakan pada mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi, terutama setelah makan. Supplementary insulin therapy dapat dikombinasikan dengan obat diabetes tablet.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/metode-obat-dan-pengobatan-untuk-pasien-diabetes/

METODE OBAT DAN PENGOBATAN UNTUK PASIEN DIABETES

Metode pengobatan dan pemberian obat untuk kasus diabetes tipe 2 selalu berdasarkan pada kondisi masing-masing pasien yang bisa berbeda satu sama lain. Setiap pasien pasti memiliki jenis obat dan metode yang berbeda dalam mengendalikan gula darahnya dan mencegah komplikasi akibat diabetes. Sebagai contoh pasien diabetes rata-rata diharuskan menjaga A1c pada angka 6.5 atau 7.0. Tetapi jika menurut dokter pasien beresiko mengalami hypoglikemia maka target bisa naikan ke angka yang lebih tinggi. Maka ada beberapa metode obat dan pengobatan untuk pasien diabetes yang berbeda-beda tergantung kondisinya.

 

Berat badan

Salah satu faktor yang meningkatkan pembentukan diabetes tipe 2 adalah masalah berat badan. Ketika tumpukan lemak yang ada di perut, yang disebut dengan internal atau visceral fat membuat beberapa gangguang yang menghambat efek insulin. Penurunan berat badan akan sangat efektif untuk mengatasi resistensi insulin. Dan sebenarnya menurunkan berat badan efeknya sama dengan mengonsumsi obat untuk diabetes.

Proses penurunan berat badan harus ada kesepakatan antara pasien dengan dokter yang ahli dalam bidang olahraga dan penurunan berat badan. Pasien harus menurunkan berat badan dengan kombinasi antara olahraga dengan diet sehat, salah satunya saja tidak akan berdampak baik untuk kesehatan jangka panjang.

Bergerak

Aktifitas fisik adalah bagian dari metode pengobatan untuk pasien diabetes. Ada dua alasan mengapa aktifitas fisik begitu penting. Pertama karena otot yang senantiasa bergerak akan menggunakan energi dengan lebih baik dan hasilnya adalah mempercepat penurunan berat badan. Kemudian metabolisme gula juga akan meningkat dan respon tubuh terhadap insulin menjadi lebih baik.

Tentu saja aktifitas fisik tidak harus aktifitas yang mengeluarkan banyak tenaga. Aturan pentingnya adalah tubuh harus sering-sering bergerak paling tidak lima kali dalam seminggu dimana masing-masing aktifitasnya sekitar 30 menit. Jalan-jalan ringan sudah cukup.

Sebelum menentukan mana aktifitas fisik yang boleh dilakukan, pasien harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pasien diabetes tipe 2 memiliki kemungkinan mengalami serangan jantung jika melakukan aktifitas fisik yang terlalu berlebihan. Meski begitu bukan jadi alasan bagi pasien diabetes untuk berhenti olahraga karena bergerak aktif juga mengurangi resiko jangka panjang serangan jantung.

Obat diabetes

Obat untuk diabetes biasanya digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah yang tinggi. Biasanya setelah didiagnosis dengan diabetes tipe 2, pasien diabetes akan menerima metformin sebagai obat jika tubuh dapat menerima dan tidak ada penolakan. Jika setelah 3 bulan obat tersebut gagal bekerja, maka aka nada obat antidiabetic lain atau mulai dengan penggunaan insulin. Jika masih belum bekerja juga dokter akan mencoba metode pengobatan lain lagi.

Insulin

Pada orang-orang dengan diabetes tipe 2, pankreas berusaha untuk menyeimbangkan penurunan sensitifitas insulin dengan menaikan produksi insulin. Seiring berjalannya waktu fungsi organ tersebut mulai berkurang, biasanya terjadi setelah penyakit tersebut terjadi bertahun-tahun. Dalam tahap ini pasien diabetes harus mulai menggunakan insulin untuk memenuhi kebutuhan insulinnya selain mungkin tetap dengan obat diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/dasar-penting-untuk-membantu-kinerja-obat-diabetes/