YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

ALASAN PENTING MENJADIKAN LIDAH BUAYA SEBAGAI OBAT DIABETES HERBAL

Lidah buaya dan diabetes

Lidah buaya telah lama dikenal sebagai obat herbal tidak hanya untuk diabetes tetapi untuk kesehatan tubuh baik di luar atau di dalam. Penelitian tentang peran lidah buaya sebagai obat diabetes herbal memang dilakukan beberapa tahun belakangan ini. Hasilnya, tanaman ini cukup efektif jika digunakan sebagai obat diabetes herbal. Dalam artikel ini akan dibahas berbagai alasan mengapa lidah buaya adalah salah satu obat diabetes herbal yang patut dipertimbangkan.

 

Fakta penting tentang lidah buaya

Sebelum mulai memanfatkan lidah buaya sebagai obat diabetes herbal, ada banyak fakta penting tentang kandungan lidah buaya yang telah ditemukan oleh para peneliti.

Lidah buaya adalah satu dari sekian banyak makanan yang efektif membantu mengelola kadar gula dalam darah secara alami. Jika dikonsumsi secara rutin, jus lidah buaya yang dibuat tanpa campuran apa-apa memberi manfaat luar biasa besar untuk menjaga kestabilan glukosa dalam pembuluh darah.

Kemampuan menurunkan kadar gula darah dari lidah buaya dapat menjadi sebuah keuntungan bagi pasien dengan IDDM (insulin-dependent diabetes mellitus) dan NIDDM (non-insulin dependent diabetes mellitus). Cobalah untuk mengonsumsi dua dosis jus lidah buaya atau kira-kira antara 5 ml hingga 15 ml setiap hari. Cara ini akan membuat gulu darah turun secara signifikan.

Mengapa harus lidah buaya?

Setelah mengetahui bagaimana peran lidah buaya dalam membantu pasien diabetes mengendalikan gula darah, maka perlu juga diketahui apa saja kandungan dalam lidah buaya yang berperan banyak dalam mengatasi diabetes.

Pertama, lidah buaya kaya akan glucomannan yang merupakan serat dietary (polysachharide). Serat dietary ini akan mudah larut dalam air dan mengurangi jumlah glukosa dalam tubuh. Singkatnya, komponen hemicelluloses ini akan bekerja sebagai bahan untuk menurunkan gula darah secara efektif.

Kedua, lidah buaya mengandung beberapa komponen penting seperti anthraquinone dan lectin (protein yang mengikat karbohidrat bersamanya), yang membantu dalam mengurangi jumlah glukosa dalam darah sekaligus menjaganya tetap stabil selama beberapa waktu.

Ketiga, konsumsi lidah buaya rutin akan menurunkan kadar gula darah sebanyak 50% hanya dalam beberapa bulan.

Keempat, lidah buaya akan membantu dalam proses pengeluaran racun dari tubuh. Ini tentu saja cara yang efektif untuk mengeluarkan glukosa dari pembuluh darah.

Kelima, lidah buaya adalah antioksidan super sekaligus anti-inflamasi yang melindungi tubuh dari berbagai macam masalah seperti kulit kering, munculnya luka dan infeksi lain yang berhubungan dengan diabetes.

Keenam, ternyata lidah buaya mendorong pengeluaran insulin dari dalam tubuh sehingga membuat pengendalian diabetes makin mudah.

Ketujuh, lidah buaya adalah obat herbal diabetes alami yang artinya tidak akan ada efek samping menyertai yang berbahaya bagi pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jenis-kurma-dan-cara-menjadikannya-obat-diabetes-bermanfaat/

JENIS KURMA DAN CARA MENJADIKANNYA OBAT DIABETES BERMANFAAT

Kurma dan diabetes

Telah dibahas sebelumnya bagaimana kurma adalah obat segala macam penyakit yang tidak mempengaruhi kondisi pasien diabetes meskipun rasanya manis dan kandungan gulanya tinggi. Kurma sendiri memiliki berbagai macam variasi yang tentu saja semua mengandung berbagai bahan yang berperan sebagai obat dan manfaat untuk pasien diabetes. Menjaga kesehatan bagi pasien diabetes tidak selalu dengan obat tetapi juga dengan konsumsi makanan sehat serta baik bagi tubuh.

Untuk itu artikel kali ini akan membahas tentang jenis kurma yang bisa dikonsumsi pasien diabetes dan cara mengolahnya sehingga menjadi obat yang enak dikonsumsi setiap hari.

 

Kurma Medjool

Kurma Medjool, dikenal juga dengan istilah “Rajanya Kurma”, adalah jenis kurma paling indah di antara kurma-kurma lainnya. Medjool menjadi terkenal karena buahnya yang lembut, ukurannya yang besar dan rasanya yang manis.

Sebuah studi dilakukan untuk melihat efek dari kurma Medjoll terhadap 10 subjek penelitian yang sehat. Para peserta penelitian ini diharuskan mengonsumsi 100 gram kurma Medjool selama 4 minggu. Di akhir percobaan tersebut, hasilnya menunjukan bahwa tidak ada perubahan yang berarti pada kadar gula darah para subjek penelitian. Hal yang sama juga berlaku pada kadar kolesterol dan nilai BMI-nya.

Penelitian ini menjadi bukti bahwa memakan kurma aman untuk pasien diabetes.

Kurma Ajwa

Ajwa adalah jenis kurma yang tumbuh di Saudi Arabia dan merupakan obat terbaik untuk menyembuhkan berbagai penyakit namun tetap aman bagi pasien diabetes. bahkan dalam ajaran Islam disebutkan bahwa “barang siapa memakan 7 buah kurma Ajwa di pagi hari, maka tidak ada sihir atau racun yang akan mengganggunya sepanjang hari.”

Jika dihubungkan dengan diabetes, pada 2011 sebuah penelitian membuktikan bahwa konsumsi kurma Ajwa menjadi obat untuk memperbaiki kondisi diabetes neuropathy dan sangat baik dalam mencegah komplikasi akibat diabetes.

Mengolah kurma

Ada banyak cara mengolah kurma untuk membuatnya lebih enak dan menyenangkan dikonsumsi sehari-hari.

Mulai dengan menjadikan kurma sebagai snack yang mudah dibawa-bawa dalam kotak bekal. Buanglah biji di dalam kurma lalu ganti dengan kacang-kacangan yang disukai, bisa almond, walnut, atau pistachio.

Cara lain adalah dengan memblender kurma menjadi smoothies atau milkshake lalu bawalah sebagai bekal selama perjalanan.

Beberapa orang juga menggunakan kurma sebagai taburan salad. Potong kurma menjadi cacahan kecil-kecil lalu taburkan di atas salad. Tidak hanya salad, kurma yang dicacah siap dijadikan topping pada es krim, yogurt atau sereal dari biji-bijian untuk membuat rasanya lebih manis.

Selamat mencoba.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/kopi-obat-diabetes/

INI KANDUNGAN PENTING DALAM KOPI YANG MEMBANTU SEPERTI OBAT DIABETES

Kopi bagi pasien diabetes

Diabetes tipe 2 dapat dikendalikan dengan obat diabetes sesuai resep dokter, tetapi penting juga untuk mendukungnya dengan diet sehat dan seimbang untuk mencegah kenaikan gula darah lebih jauh. Ketika bicara tentang kopi, muncul berbagai pendapat apakah kopi termasuk aman untuk dikonsumsi orang dengan diabetes dan sedang mengonsumsi obat.

Kebanyakan berpendapat bahwa kafein dalam kopi adalah penyebab kopi tidak aman bagi pasien diabetes. Kafein dalam kopi dapat merusak insulin. Insulin adalah bahan kimia yang diproduksi oleh pankreas dan dibutuhkan tubuh untuk mengelola kadar gula dalam darah. Orang-orang dengan diabetes tipe 2 mungkin tidak memproduksi cukup insulin atau memiliki masalah kepekaan terhadap insulin sehingga butuh obat diabetes untuk mencegah terjadinya kenaikan gula darah.

Di sisi lain, kopi ternyata memiliki kandungan lain yang juga bekerja seperti obat diabetes yaitu menurunkan resiko perkembangan diabetes tipe 2. Menurut diabetes.co.uk kopi mengandung bahan kimia lain yang memiliki efek menguntungkan sekaligus kandungan yang merugikan bagi tubuh, salah satunya adalah kafein yang bisa merusak insulin dalam jangka pendek.

Lalu apakah orang dengan diabetes tipe 2 boleh minum kopi?

 

Kopi untuk diabetes

Karena kafein dalam kopi dapat menyebabkan masalah bagi pasien diabetes tipe 2, maka disarankan agar mereka yang memiliki kondisi tersebut mengonsumsi kopi tanpa kafein. Dengan cara ini pasien diabetes dapat memperoleh manfaat obat diabetes yang terdapat dalam kopi tanpa perlu mencemaskan kenaikan gula darah mendadak.

Kopi sendiri mengandung molekul yang disebut polyphenols. Polyphenols sendiri adalah micronutrients yang mengandung antioksidan. Sementara antioksidan berperan besar dalam kesehatan tubuh karena membantu mencegah dan mengurangi inflamasi dan kondisi inflamasi seperti diabetes tipe 2.

Manfaat setara obat dalam kopi bagi pasien diabetes adalah kandungan magnesium-nya yang menurut para ahli berhubungan dengan penurunan resiko diabetes tipe 2. Adanya nutrisi-nutrisi ini dapat membantu untuk meningkatkan sensitifitas insulin.

Kopi dan efeknya dalam meningkatkan resiko pertumbuhan diabetes tipe 2 telah banyak diteliti sepanjang waktu ini dan beberapa hasil yang menunjukan rendahnya resiko diabetes tipe 2 ternyata juga berhubungan dengan para peminum kopi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kafein mungkin menghalangi sensitifitas insulin sedangkan kandungan lain dalam kopi memiliki efek yang berkebalikan. Kopi tanpa kafein menjadi pilihan terbaik untuk pasien diabetes.

Sumber: express.co.uk

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resep-obat-diabetes-herbal-akhir-minggu-jus-pare/

RESEP OBAT DIABETES HERBAL AKHIR MINGGU: JUS PARE

Pare dan manfaatnya untuk diabetes

Obat diabetes herbal yang terkenal salah satunya adalah dengan menggunakan pare. Pare memang terasa pahit ketika dimakan, tetapi ternyata manfaatnya cukup besar bagi pasien diabetes. Ada banyak komponen yang masuk dalam pare, tetapi ada tiga komponen aktif yang menjadikannya sebagi obat diabetes herbal alami. Komponen tersebut adalah polypeptide-p, vicine, and charatin, yang mirip dengan insulin dalam tubuh manusia dan membantu sel-sel tubuh untuk mengambil molekul gula, meningkatkan pengeluaran insulin, menstimulasi liver dan otot glycogen sintetis serta menurunkan penyerapan glukosa dalam tubuh. Sementara molekul lain, momorodin, membantu dalam mengelola metabolisme glukosa dan penyimpanan asam lemak.

Dalam dunia modern ini, sebuah penelitian menguji cobakan tablet dari pare pada pasien diabetes dan mencatat kondisi gula darah puasa pasien diabetes, gula darah dua jam post-pardinal, glycosylated hemoglobin, fungsi ginjal dan liver dan lipid darah. Hasilnya, tablet pare banyak membantu dalam menurunkan kadar gula darah serta menunjukan peningkatan dalam kadar triglyserida.

Terlihat jelas bagaimana penggunaan pare sebagai obat diabetes herbal telah dipercaya sejak jaman dulu dan sekarang dibuktikan dengan kehadiran teknologi modern. Sayangnya penggunaan pare sebagai obat diabetes herbal masih terhalang dengan rasanya yang pahit. Lalu bagaimana menjadi pare sebagai obat diabetes herbal yang lebih ramah di lidah?

 

Jus pare

Ini adalah cara tercepat dan termudah mempersiapkan jus pare untuk pasien diabetes di rumah.

Bahan pembuatan:

2-3 buah pare segar

½ potong jeruk nipis

¼ sendok teh bubuk kunyit

Sejumput pink Himalayan salt

Cara pembuatan:

Cuci pare sampai bersih lalu kelupas kulitnya. Ada beberapa orang yang tidak keberatan dengan kulit pare, jadi tidak masalah untuk membiarkan kulitnya.

Belah pare secara vertikal, bersihkan bijinya sampai benar-benar bersih lalu potong-potong pare menjadi potongan kecil-kecil.

Rendam semua potongan tersebut dalam air selama kira-kira 10 menit. Tambahkan ½ sendok teh garam ke dalamnya.

Angkat potongan pare dari dalam air menggunakan sendok atau saringan dan masukan dalam blender. Blender hingga menjadi jus yang halus.

Tuangkan jus ke dalam gelas dan tambahkan sejumput pink Himalayan salt serta kunyit dan air perasan jeruk nipis. Aduk hingga tercampur rata sebelum diminum.

Jika masih takut rasa parenya akan mengganggu atau memiliki pencernaan yang sensitif dan tidak dapat memproses makanan tinggi serat, jus pare ini dapat lebih dahulu disaring.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-alami-dalam-bentuk-kurma-berikut-ini-adalah-manfaat-dan-efek-kurma-untuk-diabetes/

OBAT ALAMI DALAM BENTUK KURMA, BERIKUT INI ADALAH MANFAAT DAN EFEK KURMA UNTUK DIABETES

Kurma untuk kesehatan

Karena memiliki berbagai kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh, kurma adalah obat alami yang mengatasi banyak penyakit, lalu bagaimana dengan diabetes? Ternyata ada banyak manfaat dari kurma yang bisa diambil dari untuk masalah diabetes baik sebagai obat alami untuk menyehatkan tubuh atau obat untuk mengatasi diabetes.

 

Kurma memiliki indeks glikemik rendah

Semakin tinggi indeks glikemik yang dimiliki suatu makanan, semakin tinggi resikonya terhadap kondisi gula darah seseorang. Inilah mengapa pasien diabetes selalu diberi tahu untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, termasuk berbagai resep obat herbal alami. Alasan ini yang membuat kurma menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan bagi pasien diabetes, karena mengandung indeks glikemik yang rendah dan sehat. Setiap jenis kurma memiliki indeks glikemik yang berbeda, rata-rata berada pada indeks 35 sampai 55.

Mengandung glukosa dan fruktosa

Glukosa dan fruktosa adalah bentuk gula paling sederhana yang ada dalam tubuh untuk diubah menjadi energi. Maka jika pasien diabetes memakan beberapa buah kurma pada saat bekerja, mereka akan mendapatkan energi dan stamina selama beberapa waktu. Karena hal ini juga, kurma selalu dijadikan menu pembuka buka puasa hampir di seluruh dunia.

Bebas lemak, tinggi nutrisi dan manis

Kurma sumber nutrisi alami yang bisa dijadikan obat untuk segala macam penyakit dan aman untuk diabetes. Kurma aman dikonsumsi oleh pasien diabetes karena termasuk buah yang rendah lemak, tidak memiliki kolesterol, dan mengandung nutrisi penting lainnya seperti vitamin B kompleks, vitamin A, iron, kalsium, copper, sodium, potassium dan magnesium. Ditambah lagi kurma juga mengandung selesium yang bisa meningkatkan fungsi imun dan mencegah kanker.

Mengandung serat dietary

Selain menyimpan banyak energi dan karbohidrat, kurma juga sangat kaya akan serat dietary. 6.4 persen hingga 11.5 persen bagian tubuh kurma terdiri dari serat dietary yang berguna bagi tubuh. Kebanyakan serat pada kurma adalah serat yang dapat larut, yang mana hal ini membuat kerja pencernaan jadi lebih ringan. Kurma akan secara efektif membantu menurunkan kolesterol, menjaga gula darah tetap terkontrol, dan memudahkan penurunan berat badan. Itu mengapa kurma bisa disebut sebagai obat diabetes alami.

Efek kurma untuk diabetes

Pada tahun 2009 sebuah tes dilakukan untuk melihat pengaruh dua jenis kurma yaitu Medjool dan Hallawi terhadap kadar gula darah seseorang. 10 orang yang mengonsumsi 100 gram kurma perhari selama 4 minggu tidak menunjukan adanya peningkatan kadar gula darah atau kolesterol pada tubuhnya. Penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa kurma tidak mempengaruhi glukosa darah orang sehat meskipun kadar gulanya yang tinggi.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/peran-kurma-sebagai-obat-diabetes-alami-yang-patut-dipertimbangkan/

PERAN KURMA SEBAGAI OBAT DIABETES ALAMI YANG PATUT DIPERTIMBANGKAN

Kurma

Pohon kurma dikenal baik oleh orang-orang dengan nama The Tree of Life karena manfaatnya sebagai obat untuk kehidupan termasuk diabetes dan masalah kesehatan lainnya. Nutrisi buahnya begitu kaya meskipun kurma termasuk buah yang mengandung fruktosa tinggi. kurma sendiri memiliki serat yang berlimpah, vitamin A, K dan B kompleks, zat besi, kalsium, sodium, potassium, magnesium, serta zinc. Nutrisi-nutrisi ini yang membuat kurma menjadi buah yang baik untuk mencegah konstipasi, penyakit jantung, anemia, diare serta kondisi kesehatan lainnya. Menjadi obat alami untuk berbagai penyakit lain, mungkin ada juga yang ingin tahu bagaimana hubungan antara kurma dengan diabetes?

 

Kurma di mata sains untuk diabetes

Banyak penelitian telah dilakukan untuk menentukan indeks glikemik dari kurma sendiri dan bagaimana efeknya pada pasien diabetes

Pada tahun 2011 sebuah penelitian yang diterbitkan pada Nutrition Journal menemukan indeks glikemik dari 5 macam kurma yang berbeda. Penelitian tersebut menunjukan bahwa ketika pasien diabetes mengonsumsi kurma, kadar glukosa postprandial mereka ternyata tidak meningkat tajam. Dalam penelitian tersebut disebutkan adanya potensi bahwa kurma dapat dijadikan obat diabetes alami bagi pasien diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Sementara penelitian lain di tahun 2003 mereka menguji coba salah satu jenis kurma yang diujikan sendiri dan dicampur dengan yogurt tawar. Hasilnya, dikonsumsi dalam bentuk apapun, sendiri atau dicampur yogurt, indeks glikemik dari kurma Khalas tetap tercatat rendah. Dari hasil ini kurma kembali dipertimbangkan memiliki manfaat besar bagi obat diabetes alami.

Ada penelitian yang dilakukan tahun 2002 untuk menentukan indeks glikemik dari tiga jenis kurma yang paling umum dijual di pasaran. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa terdapat perbedaan indeks glikemik yang cukup siginifikan pada jenis kurma yang berbeda-beda tersebut. Namun meski indeks glikemiknya berbeda-beda, faktanya mengonsumsi jenis kurma yang manapun memiliki khasiat yang besar pada glikemik dan lipid untuk mengontrol diabetes.

Apakah kurma bisa menjadi obat diabetes alami?

Berdasarkan berbagai riset dan penelitian yang telah dilakukan pasien diabetes tidak mengalami kenaikan gula darah ketika mengonsumsi kurma. Sepertinya cukup aman untuk menyatakan bahwa aman mengonsumsi kurma sebagai makanan sehari-hari karena kurma membantu menjadi obat alami untuk meningkatkan kesehatan terutama untuk pasien diabetes.

Tentu saja perlu dipertimbangkan adanya kandungan gula yang cukup tinggi dalam buah kurma. Kurma memang makanan yang tidak mengandung kolesterol, sangat sedikit lemak, dan nutrisi yang hampir semuanya berguna untuk tubuh. Tetapi untuk satu cup kurma ternyata mengandung 31 gram fruktosa. Namun menurut penelitian gula dalam kurma tidak akan mempengaruhi gula darah pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/menyehatkan-tubuh-bagi-pasien-diabetes-dengan-diet-ala-india-selain-dengan-obat/