YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

CARA KERJA INSULIN SEBAGAI OBAT UNTUK DIABETES

Orang-orang dengan diabetes tipe 2 terkadang merasa kesulitan ketika harus mengganti obat diabetes berbentuk tablet menjadi insulin. Beberapa jenis diabetes tipe 2 membutuhkan insulin segera setelah didiagnosis dengan diabetes. Sedangkan yang lain mungkin bisa menggunakan obat diabetes dulu sebelum kemudian ditahun berikutnya menggunakan insulin. Banyak orang telah menggunakan obat diabetes untuk menurunkan kadar gula darah. Tetapi menggunakan suntikan insulin terkadang tidak menyenangkan untuk mereka.

 

Kapan butuh suntikan insulin?

Pasien dengan diabetes tipe 2 butuh insulin segera ketika gula darah berada dalam jumlah yang terlalu rendah, meskipun telah mengikuti cara hidup sehat dan mengonsumsi obat diabetes secara rutin. Kekurangan dalam hal ini artinya HbA1c pasien diabetes berada di atas target yang ditentukan sebelumnya. Target tersebut ditentukan berdasarkan masing-masing individu yang kondisinya mungkin berbeda-beda. Dokter biasanya menetapkan target antara 6.5 hingga 7.5 persen (47.5 dan 58.5 mmol/mol).

Di kebanyakan kasus, dokter tidak hanya menentukan berdasarkan HbA1c saja, tetapi juga kadar gula darah itu sendiri yang dicek secara acak, bisa kondisi gula darah setelah makan atau di pagi hari sebelum sarapan.

Seberapa sering untuk melakukan suntikan insulin?

Melakukan suntikan insulin tergantung dari mana yang memiliki nilai lebih tinggi. Kebanyakan pasien diabetes tipe 2 hanya memiliki gula darah puasa yang tinggi sehingga mereka bisa tetap mengonsumsi obat diabetes seperti biasa dan melakukan suntikan insulin sekali sehari (biasanya malam hari) yaitu long-lasting insulin.

Sedangkan untuk mereka yang gula daranya tinggi setelah masak menghindari kondisi tersebut dengan menyuntikan short-acting insulin bersama dengan makanan. Dan ada kondisi tertentu yang mengharuskan pasien menggunakan kedua insulin tersebut.

Kenapa insulin sangat penting?

Kondisi gula darah yang stabil, terutama jangka panjang akan menurunkan resiko pertumbuhan diabetes dalam tubuh, serangan jantung, stroke, mata dan masalah pada ginjal. Dengan insulin yang menormalkan kadar gula darah, orang dapat merasa lebih sehat lagi. Kenapa? Karena sel-sel dalam tubuh tetap membutuhkan gula untuk menjadi sumber energi mereka.

Sekali insulin, selamanya insulin?

Tidak selalu begitu, beberapa orang hanya membutuhkan insulin untuk sementara. Dengan insulin dapat mendorong pelepasan sel beta yang memproduksi insulin dari pankreas. Metode pengobatan ini dapat dilakukan jika pasien juga bisa menurunkan kebutuhan insulin melalui peningkatan aktifitas fisik dan penurunan berat badan. Selewat beberapa waktu produksi insulin biasanya akan berhenti dan insulin harus kembali digunakan.

Apakah masih memerlukan obat diabetes?

Obat diabetes dalam bentuk tablet dan insulin kerap kali dikombinasikan dalam beberapa kasus diabetes tipe 2. Sayang ada jenis tablet obat diabetes tertentu yang meningkatkan resiko hypoglikemia dan tidak boleh diberikan bersamaan dengan insulin. Namun kombinasi insulin dengan metformin bisa sangat menguntungkan pasien.

Itu tadi adalah sekilas tentang bagaimana insulin bekerja pada pasien diabetes tipe 2.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-ketoacidosis-dan-resikonya/

OBAT DIABETES KETOACIDOSIS DAN RESIKONYA

Diabetes ketoacidosis tidak memiliki obat yang secara langsung menyembuhkan, tetapi ada metode pengobatan yang berfungsi untuk mengatasi kondisi tersebut. Dalam metode pengobatan ini ada kemungkinan memiliki resiko kesehatan yang lainnya. Resiko kesehatan tersebut bisa terjadi karena ada kesalahan dalam melakukan metode pengobatan sebelumnya. Resiko kesehatan tersebut adalah edema serebral dan pasien juga harus lebih berhati-hati dengan sodium bicarbonate. Untuk lebih memahami tentang resiko dari metode pemberian obat untuk pasien diabetes ketoacidosis akan dibahas pada artikel ini.

 

Brain edema (edema serebral)

Keinginan untuk segera menurunkan kadar gula darah dengan cepat justru bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yaitu edema serebral. Kenapa hal itu bisa terjadi? Hal ini terjadi karena insulin akan menurunkan kadar gula darah lebih cepat daripada pengurangan kadar ketone dalam darah. Menyeimbangkan acidosis dalam tubuh butuh waktu paling tidak 12-24 jam, setelah pasien mulai menyesuaikan diri dengan diet dan terapi insulin yang diberikan. Karena kemudian terdapat penurunan pada kadar gula darah dan tubuh mulai terhidrasi, maka potassium akan berpindah ke level intrasel.

Biasanya dimulai dengan memasukan potassium melalui infus untuk potassium yang kurang dari 3 mmol/l, 30-40 mmol perjam. Untuk kadar potassium antara 3 sampai 4 mmol/l, jumlah potassium yang dimasikan dikurang hingga 15-20 mmol perjam dan untuk yang hasilnya antara 4-5 mmol/l maka menggunakan potassium sebanyak 10-15 mmol perjam. Untuk menghindari cardiac arrhythmias, potassium harus dipertahan untuk berada di atas jumlah normalnya. Jika kadar potassium yang ada terlalu rendah sebelum mulai di-infus, kekurangan potassium tersebut harus lebih dulu dikembalikan sebelum insulin mulai dilakukan.

Sodium bicarbonate

Dengan masuknya insulin ke dalam tubuh makan akan menghambat lipolysis dan dengan begitu maka tujuan untuk melawan acidosis bisa berhasil. Koreksi asidosis sodium bicarbonate pada pH 7 atau yang lebih tinggi. Hanya pada pH yang sangat mengancam atau kurang dari 7, pemberian 8,4% sodium bicarbonate dengan 50 mmol dapat dilakukan kurang lebih selama satu jam. Bahaya utama dari penggunaan sodium bicarbonate adalah limbah kalium dan resiko brain edema.

Dari sini dapat dilihat bahwa metode pengobatan dan obat untuk diabetes ketoacidosis tetap memiliki resiko. Sehingga sebaiknya tetap jaga kondisi kesehatan untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi berbahaya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-untuk-diabetes-ketoacidosis/

OBAT UNTUK DIABETES KETOACIDOSIS

Ketoacidosis adalah komplikasi akut dari diabetes mellitus yang butuh untuk segera diatasi dengan obat atau metode pengobatan tertentu. Diabetes ketoacidosis biasanya dialami oleh mereka yang memiliki diabetes tipe 1 dan benar-benar mengalami kekurangan insulin pada tubuhnya. Dampaknya adalah tubuh bisa mengalami lonjakan gula darah sampai lebih dari 300mg/ dl.

Mendiagnosis diabetes ketoacidosis sebenarnya sangat mudah. Biasanya orang yang mengalami diabetes ketoacidosis mengalami kenaikan gula darah dan tercatat dua atau tiga kali positif mengandung keton dalam urinnya. Jika gejalanya cocok dengan hasil tes yang dilakukan maka pasien diabetes butuh segera dirawat di rumah sakit dan diberi obat untuk mengatasi masalahnya. Karakteristik diabetes ketoacidosis lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Glukosa darah >300 mg/dl (16.7 mmol/l)
  • Arterial pH <7.35 or venous pH <7.3
  • Standard bicarbonate <15 mmol/l
  • Ketonuria atau ketonemia
  • Sering mengalami mundah atau kesadaran yang mulai menurun.

Namun terkadang kondisi ini sering keliru dengan hypersmolar coma karena gejala di antara keduanya yang mirip. Perbedaannya hanya terletak pada fakta bahwa ketoacidosis bisa terjadi dalam 24 jam. Pada kasus hypersmolar coma, pH dalam tubuh bisa tercatat 7.3 sedangkan pada ketoacidosis pH tubuh akan terus turun.

 

Terapi untuk diabetes ketoacidosis

Metode pengobatan untuk pasien dengan diabetes ketoacidosis bertujuan untuk mengurangi dehidrasi, menyesuaikan diri dengan kekurangan insulin dan untuk menyeimbangkan kembali elektrolit yang bermasalah selama kondisi ketoacidosis terjadi. Pasien diabetes juga mungkin diaharapkan untuk tetap mengonsumsi obat diabetes mengingat tentu saja ada kemungkinan komplikasi dari terapi ini. Komplikasi yang berhubungan dengan terapi harus dihindari sebisa mungkin sehingga diperlukan monitor ketat terhadap tanda-tanda vital, masuknya cairan ke dalam tubuh dan kontrol terhadap hasil laboratorium.

Dehidrasi yang dialami pasien diabetes dapat dikelola dengan pemberian larutan NaCl fisiologis 0.9% sebanyak 1,000 ml kemudian dilanjutkan dengan pemberian selanjutnya tergantung pada tekanan vena sentral dengan dosis 100-500 ml/ jam. Delapan jam pertama kebutuhan cairan pada pasien diabetes ketoacidosis adalah 5 -6 L dapat dapat meningkat hingga 10 L atau 15% dari berat total pasien. Terapi insulin semacam ini dilakukan dengan insulin yang berasal dari manusia (bukan insulin analog) iv melalui perfusor. Dimulai dengan 0,1 IU/kg berat badan per jam. Insulin intravena memiliki masa hidup yang pende, yaitu sekitar 20 menit, sehingga harus diberikan melalui perfusor.

Prioritas utama dalam proses pemberian obat atau metode pengobatan untuk diabetes ketoacidosis ini adalah agar gula darah tidak turun lebih cepat dari 50 -100 mg/dl per jam. Jika hal itu terjadi makan akan ada resiko edema serebral. Dalam 24 jam pertama, gula darah pasien harus dipertahankan dalam kisaran 200 mg/dl. Namun jika terlanjur jatuh terlalu rendah maka glukosa iv dapat diberikan untuk sementara.

Ini adalah metode pengobatan bagi pasien diabetes ketoacidosis yang harus dipahami. Tetapi perlu dipahami mungkin akan ada beberapa resiko yang bisa terjadi. Untuk lebih lengkapnya tentang resiko dari metode pengobatan diabetes ketoacidosis akan dibahas pada artikel berikutnya.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/menemukan-obat-diabetes-lewat-diet-dan-perubahan-gaya-hidup/

MENEMUKAN OBAT DIABETES LEWAT DIET DAN PERUBAHAN GAYA HIDUP

Selain dengan obat diabetes, cara pertama untuk menyembuhkan penyakit diabetes atau paling tidak mengendalikannya adalah dengan memulai kebiasaan hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat ternyata mengubah banyak hal dalam kehidupan pasien diabetes. Biasanya perubahan gaya hidup dari yang sebelumnya ke gaya hidup yang lebih sehat berfokus pada pola makan, diet dan menurunkan berat badan. Tetapi kembali lagi diet dan gaya hidup ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pribadi sehingga tidak merepotkan pada saat menjalankannya.

 

Diet dan perubahan gaya hidup pasien diabetes

Dalam hal diet dan perubahan gaya hidup perlu adanya pemahaman bahwa yang terpenting adalah terus bergerak aktif, makan-makanan yang sehat dan tahu peran karbohidrat dalam daftar makanan. Ada banyak makanan yang mengandung karbohidrat sehat seperti sayuran tanpa tepung, buah, kacang-kacangan, gandum utuh dan produk olahan susu tanpa lemak. Karena banyak aturan yang harus dipahami tentang diet sehat bagi pasien diabetes, penting untuk melakukan konsultasi dengan ahli nutrisi atau dokter yang bertanggung jawab untuk menentukan pola diet yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Diet untuk pasien diabetes disesuaikan dengan kondisi artinya tergantung pada kadar gula darah dalam tubuh dan berapa banyak berat badan yang ingin diturunkan. Dengan melihat kedua hal tersebut maka akan ada penyesuaian terhadap jenis makanan yang harus dimakan, asupan karbohidrat, dan porsi makanan setiap pasien. Penting bagi pasien diabetes untuk menghitung jumlah karbohidrat yang diasup setiap harinya. Karbohidrat yang dikonsumsi dalam jumlah tertentu tidak akan meningkatkan kadar gula darah terlalu tinggi.

Konsultasi juga berhubungan dengan kemungkinan konsumsi obat diabetes beriringan dengan diet dan aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan. Beberapa khasiat obat diabetes juga dapat ditemukan dalam menu diet sehari-hari. Tetapi perlu diperhatikan aturan penting dalam mengatur makanan untuk diet dan menurunkan berat badan bagi pasien diabetes yang tentu berbeda dengan orang biasa.

Menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan diet rendah lemak yang menghindari karbohidrat yang dapat cepat diserap yaitu gula. Lemak larut dapat dikonsumsi hanya dalam jumlah tertentu karena dapat meningkatkan lipid dan resiko serangan jantung. Sedangkan konsumsi bahan makanan dari laut seperti salmon dan tuna lebih banyak disarankan karena kaya akan minyak ikan.

Sedangkan untuk kebutuhan karbohidrat, ada banyak pilihan yang bisa diambil dari karbohidrat dengan tinggi serat seperti gandum utuh misalnya. Tetapi jika cara ini tidak banyak membantu dokter akan meresepkan obat diabetes atau insulin. Dalam program diet dan perubahan gaya hidup ini penting untuk mengontrol metabolisme dan mengukur HbA1c pasien. Jika HbA1c berada di atas 7% maka perlu adanya penyesuaian pada obat diabetes atau keseluruhan program pengobatan ini.

Untuk olahraga yang tepat untuk dilakukan pasien diabetes seperti bersepeda, lari-lari ringan, berenang, jalan, latihan kekuatan dan semacamnya. Disarankan untuk melakukan olahraga 150 aktifitas aerobic ringan atau 75 memit perminggu untuk aktifitas high intensity aerobic. Kembali lagi hal ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.

Diet dan olahraga adalah modal penting untuk mulai perubahan gaya hidup bagi pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-cara-oatmeal-bekerja-sebagai-obat-untuk-diabetes/

BAGAIMANA CARA OATMEAL BEKERJA SEBAGAI OBAT UNTUK DIABETES

Dalam artikel sebelumnya telah disebutkan bahwa oatmeal adalah salah satu bahan makanan yang bekerja layaknya obat untuk diabetes karena kemampuannya menjaga kadar gula darah tetap stabil. Banyak kandungan nutrisi dalam oatmeal yang bisa berperan besar untuk pasien diabetes, terutama mereka yang menggunakan obat diabetes dan insulin. Jika mengombinasikan obat diabetes dan makanan untuk menjaga kesehatannya, pasien diabetes tipe 2 dapat hidup layaknya orang biasa lainnya. Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja oatmeal pada pasien diabetes tipe 2?

 

Oats melawan diabetes dan resistensi insulin

Kadar gula darah yang tinggi akan dapat dikembalikan normal oleh tingginya serat larut dalam oats bersama dengan kandungan magnesiumnya yang tinggi. Sedangkan mengonsumsi oatmeal secara rutin secara siginifikan akan dapat memperbaiki resistensi insulin dan kadar gula darah.

Dalam salah satu penelitian yang dilakukan di Amerika, suplemen magnesium sendiri sudah dapat mengurangi 19% resiko diabetes kepada 40,000 objek penelitian. Jika pasien diabetes secara rutin mengonsumsi semangkuk kecil bubur oats, resiko diabetes akan berkurang 1/3-nya. Ini sekali lagi menunjukan efektifitas makanan yang dimakan dalam bentuk alami dibandingkan makanan yang telah banyak dibuang mineralnya.

Di sisi lain, oats juga mengandung saponin. Saponin adalah phytochemical yang akan menurunkan kadar gula darah dalam kondisi hyperglikemia dan meningkatnya pengeluaran insulin.

Serat larut yang paling banyak berjasa dalam oats adalah beta-glucan. Beta-glucan berperan dalam mendukungan aktifitas sel imun yang disebut dengan neutrophilic granulocytes. Singkatnya, beta-glucan dan oats memiliki efek anti-inflamasi karena dapat menghalangi terjadinya inflamasi dalam tubuh.

Beta-glucan memainkan peran penting dalam memberi efek positif untuk kadar gula darah. Beta-glucan dikenal juga sebagai serat larut dan oats memang mengandung banyak beta-glucan dalam setiap porsi sajiannya. Telah banyak dibuktikan melalui penelitian bahwa oats memiliki efek sebagai obat menurukan gula darah untuk pasien diabetes. Oats atau beta-glucan dalam otas memperlambat peningkatan gula darah setelah makan, berbeda dengan sereal lain dan roti putih yang biasanya terbuat dari tepung terigu. Sereal dan roti putih biasanya sangat cepat menaikan kadar gula darah dan menjadi masalah untuk pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/oats-makanan-sehat-bermanfaat-sebagai-obat-untuk-diabetes/

OATS MAKANAN SEHAT BERMANFAAT SEBAGAI OBAT UNTUK DIABETES

Salah satu kewajiban pasien diabetes adalah menjaga asupan obat dan makanan dalam dosis seimbang untuk mempertahankan tubuh agar selalu sehat. Obat berfungsi untuk mengembalikan kestabilan gula darah dan makanan akan menjaga agar gula darah tetap stabil untuk pasien diabetes. Makanan juga berperan penting dalam menjaga stamina pasien diabetes mengingat pasien juga harus rajin berolahraga untuk membakar energi. Pola makan yang baik serta pemilihan bahan makan yang sehat penting untuk diperhatikan. Salah satu yang banyak dimanfaatkan oleh pasien diabetes adalah oatmeal karena ternyata bahan makanan ini memiliki peran besar untuk pasien diabetes. Untuk lebih jelas tentang manfaat oatmeal bagi pasien diabetes akan dibahas di artikel ini.

 

Manfaat oatmeal

Sejak jaman dahulu oatmeal dipercaya memiliki efek menurunkan gula darah pada tubuh seseorang. Metode pengobatan Cina juga melihat adanya dampak positif dari oatmeal sebagai obat untuk diabetes dan berbagai penyakit lain. Hal ini kemudian mendorong berbagai penelitian lanjutan tentang peran oatmeal dalam menjaga kesehatan pasien diabetes.

Oatmeal dan resistensi insulin

Kurang olahraga, diet yang buruk dan kondisi genetik yang salah menyebabkan seseorang mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin adalah salah satu tanda awal dari diabetes tipe 2, dimana pada saat itu hormone insulin tidak lagi diproduksi dengan jumlah yang mencukupi oleh tubuh atau tidak lasgi bekerja secara efektif. Konsekuansinya adalah keseimbangan gula darah menjadi terganggu.

Ketika seseorang mulai mengalami resistensi insulin atau menunjukan tanda-tanda resistensi insulin, konsumsi oatmeal akan sangat membantu memberi perubahan positif pada tubuh.

Oatmeal dan diabetes tipe 2

Pasien diabetes tipe 2 harus lebih dahulu mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki berbagai nutrisi yang bisa menghindarkan mereka dari kenaikan gula darah setelah makan. Konsumsi oatmeal ternyata memiliki dampak positif bagi pasien diabetes tipe 2 yang butuh penggunaan insulin secara rutin. Mereka harus tahu bahwa nutrisi dalam oatmeal dapat dihitung setara dengan dosis insulin yang dibutuhkan.

Oatmeal mengandung karbohidrat dengan sumber serat yang tinggi sehingga setelah dimakanpun gula darah hanya akan naik sedikit dan kebutuhan insulin untuk pasien diabetes tipe 2 dapat dikurangi. Jika dijadikan bahan makanan rutin akan memberikan tubuh nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tetap sehat meskipun dengan diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-dan-terapi-insulin-yang-harus-dikenali-untuk-penyembuhan/