Orang-orang dengan diabetes tipe 2 terkadang merasa kesulitan ketika harus mengganti obat diabetes berbentuk tablet menjadi insulin. Beberapa jenis diabetes tipe 2 membutuhkan insulin segera setelah didiagnosis dengan diabetes. Sedangkan yang lain mungkin bisa menggunakan obat diabetes dulu sebelum kemudian ditahun berikutnya menggunakan insulin. Banyak orang telah menggunakan obat diabetes untuk menurunkan kadar gula darah. Tetapi menggunakan suntikan insulin terkadang tidak menyenangkan untuk mereka.
Kapan butuh suntikan insulin?
Pasien dengan diabetes tipe 2 butuh insulin segera ketika gula darah berada dalam jumlah yang terlalu rendah, meskipun telah mengikuti cara hidup sehat dan mengonsumsi obat diabetes secara rutin. Kekurangan dalam hal ini artinya HbA1c pasien diabetes berada di atas target yang ditentukan sebelumnya. Target tersebut ditentukan berdasarkan masing-masing individu yang kondisinya mungkin berbeda-beda. Dokter biasanya menetapkan target antara 6.5 hingga 7.5 persen (47.5 dan 58.5 mmol/mol).
Di kebanyakan kasus, dokter tidak hanya menentukan berdasarkan HbA1c saja, tetapi juga kadar gula darah itu sendiri yang dicek secara acak, bisa kondisi gula darah setelah makan atau di pagi hari sebelum sarapan.
Seberapa sering untuk melakukan suntikan insulin?
Melakukan suntikan insulin tergantung dari mana yang memiliki nilai lebih tinggi. Kebanyakan pasien diabetes tipe 2 hanya memiliki gula darah puasa yang tinggi sehingga mereka bisa tetap mengonsumsi obat diabetes seperti biasa dan melakukan suntikan insulin sekali sehari (biasanya malam hari) yaitu long-lasting insulin.
Sedangkan untuk mereka yang gula daranya tinggi setelah masak menghindari kondisi tersebut dengan menyuntikan short-acting insulin bersama dengan makanan. Dan ada kondisi tertentu yang mengharuskan pasien menggunakan kedua insulin tersebut.
Kenapa insulin sangat penting?
Kondisi gula darah yang stabil, terutama jangka panjang akan menurunkan resiko pertumbuhan diabetes dalam tubuh, serangan jantung, stroke, mata dan masalah pada ginjal. Dengan insulin yang menormalkan kadar gula darah, orang dapat merasa lebih sehat lagi. Kenapa? Karena sel-sel dalam tubuh tetap membutuhkan gula untuk menjadi sumber energi mereka.
Sekali insulin, selamanya insulin?
Tidak selalu begitu, beberapa orang hanya membutuhkan insulin untuk sementara. Dengan insulin dapat mendorong pelepasan sel beta yang memproduksi insulin dari pankreas. Metode pengobatan ini dapat dilakukan jika pasien juga bisa menurunkan kebutuhan insulin melalui peningkatan aktifitas fisik dan penurunan berat badan. Selewat beberapa waktu produksi insulin biasanya akan berhenti dan insulin harus kembali digunakan.
Apakah masih memerlukan obat diabetes?
Obat diabetes dalam bentuk tablet dan insulin kerap kali dikombinasikan dalam beberapa kasus diabetes tipe 2. Sayang ada jenis tablet obat diabetes tertentu yang meningkatkan resiko hypoglikemia dan tidak boleh diberikan bersamaan dengan insulin. Namun kombinasi insulin dengan metformin bisa sangat menguntungkan pasien.
Itu tadi adalah sekilas tentang bagaimana insulin bekerja pada pasien diabetes tipe 2.
Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-diabetes-ketoacidosis-dan-resikonya/
