YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

STEVIA, HERBAL UNTUK OBAT DIABETES YANG SEDANG POPULER

Stevia adalah salah satu herbal pemanis yang ternyata memiliki kandungan obat seperti menyeimbangkan gula darah, mengurangi berat badan dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan dari stevia. Stevia sendiri berasal dari Brazil dan Paraguay sejak lama dan digunakan sebagai pemanis alami pada minuman seperti teh dan yang lainnya. Melihat bagaimana tanaman ini ternyata telah digunakan bertahun-tahun dan memiliki banyak kandungan bermanfaat, para peneliti mencoba untuk mempelajari lebih lanjut tentang stevia sebagai herbal untuk obat diabetes.

 

Kandungan obat dalam stevia

Salah satu kelebihan stevia adalah kemampuannya menjadi pemanis alami sekaligus obat untuk diabetes berbahan herbal yang tentunya aman. Stevia memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena stevia rendah kalori, rendah karbohidrat dan pemanis alami untuk makanan atau minuman. Karena hal ini maka stevia bagus untuk mengendalikan diabetes dan menurunkan berat badan.

Daun stevia memiliki rasa manis yang mirip seperti gula namun daunnya sendiri tidak mengandung gula. Karena tidak adanya komponen gula dalam daun stevia, wajar saja jika stevia dijadikan pengganti gula namun tetap menjaga kadar glukosa dalam kendali pada pasien diabetes.

Komponen lain dalam stevia juga tidak mengalami metabolisme dalam tubuh dan secara otomatis akan keluar tanpa diserap oleh tubuh. Hal ini yang menjadikan stevia akan memberi rasa manis pada makanan tanpa menambah kalori yang masuk ke tubuh seperti makanan bergula lain, sehingga berat badan menjadi lebih terkendali.

Cara kerja stevia

Keunikan dari batang stevia adalah steviol glycosides-nya yang menarik, yaitu stevioside dan rebaudioside A. kedua kandungan ini yang kemudian menjadikan stevia sebagai herbal super manis untuk para pasien diabetes. Rasa manis pada stevia 250-450 kali lebih manis dari sukrosa atau gula umumnya dengan tanpa kalori.

Beberapa orang mungkin juga meragukan manfaat stevia sebagai obat herbal untuk pengobatan diabetes, tetapi banyak penelitian telah membuktikan bahwa komponen stevia tidak hanya mengurangi gula darah tinggi tetapi juga mendorong sensitifitas pada insulin. Ini yang kemudian memperbaiki gejala-gejala hypoglikemia dan diabetes.

Lebih jauh lagi, daun stevia mentah mengandung vitamin A dan C, mineral lain seperti zinc, magnesium dan iron. Stevia juga mengandung flavonoid yang disebut rutin, salah satu antioksidan kuat yang bisa menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan aktifitas glutathione peroxide (enzim antioksidan) dan nitric oxide dalam sel endothelial, yang berpengaruh pada pengurangan tekanan vasculat dan meningkatkan aliran darah. Rutin sendiri tidak hanya ditemukan pada stevia, tetapi juga pada daun teh, apel, noni, dan fig.

Selain stevia sebenarnya ada banyak pemanis herbal lain yang juga sering digunakan sebagai obat untuk diabetes yaitu kayu manis dan yacon.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-raw-cocoa-berperan-menjadi-obat-diabetes/

BAGAIMANA RAW COCOA BERPERAN MENJADI OBAT DIABETES?

Ada banyak hal yang bisa didapatkan dari raw cocoa mulai dari obat diabetes hingga menurunkan berat badan. Sebagian orang mungkin berpikir pengidap diabetes atau yang mengalami obesitas sebaiknya menghindari cokelat sebagai salah satu makanan yang dikonsumsi. Tetapi ternyata raw cocoa sendiri memiliki manfaat sebagai obat yang mengendalikan gula darah, menurunkan berat badan hingga melindungi kesehatan jantung.

Raw cocoa memiliki banyak kandungan penting dan di antara jenis cokelat lain, raw cocoa adalah yang paling banyak disarankan karena manfaat kesehatannya. Raw cocoa adalah makanan dengan antioksidan terbaik di dunia dan mengandung lebih dari 300 komponen yang telah teridentifikasi. Karena banyaknya komponen tersebut, raw cocoa adalah makanan yang memiliki paling banyak nutrisi penting. Untuk mengetahui manfaat raw cocoa sebagai obat untuk diabetes akan dibahas pada artikel ini.

 

Mengendalikan gula darah

Tentu banyak orang yang ingin tahu mengapa raw cocoa bisa menjadi obat diabetes meskipun masih termasuk dalam jenis cokelat. Raw cocoa mengandung chromium yang secara alami akan mengendalikan kadar gula yang ada dalam darah. Chromium juga efektif dalam membantu membersihkan liver dari racun-racun yang menumpuk. Kehadiran chromium adalah salah satu zat yang memberi pengaruh paling besar dalam proses pembersihan darah dari segala racun-racun dan kotoran.

Meningkatkan mood

Sudah menjadi rahasia umum semua orang akan merasa bahagia setelah memakan cokelat dan untuk itu raw cocoa yang menyehatkan bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengembalikan mood. Dalam raw cocoa terdiri dari Phenethylanine (PEA) adalah salah satu bahan kimia yang diproduksi oleh tubuh kjetika seseorang jatuh cinta. Tidak hanya membangkitkan rasa senang dan bahagia, PEA membantu seseorang untuk lebih fokus dan waspada.

Selain PEA ada pula anandamide yang semacam hormone endorphin yang secara alami diproduksi oleh tubuh setelah olahraga.

Membantu penurunan berat badan

Ternyata raw cocoa selain bisa membantu sebagai obat diabetes, bisa juga efektif dalam menurunkan berat badan dan mengurangi rasa lapar. Dalam raw cocoa terkandung coumarin. Coumarin sendiri memiliki banyak manfaat seperti menekan rasa lapar, mencairkan darah hingga merupakan zat anti-kanker.

Melindungi jantung

Raw cocoa kaya akan magnesium yang ternyata memiliki segundang manfaat baik. Magnesium akan membuat otot-otot dalam tubuh lebih rileks, memperbaiki sistem pencernaan, membangun tulang yang kuat, hingga membuat jantung dan sistem kardiovaskular menjadi lebih tenang. Raw cocoa sendiri memiliki cukup banyak magnesium untuk mengembalikan tubuh yang mengalami kekurangan magnesium hanya dengan mengonsumsinya sedikit.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/diabetes-dan-penyakit-mata-yang-butuh-obat/

DIABETES DAN PENYAKIT MATA YANG BUTUH OBAT

Salah satu pentingnya rutin mengonsumsi obat diabetes adalah menghindari berbagai bentuk komplikasi yang mungkin terjadi. Diabetes adalah salah satu penyebab seseorang kehilangan pengelihatannya sebelum usia 74 tahun. Ada begitu banyak orang yang mengidap diabetes namun baru menyadarinya saat sudah terlambat untuk mulai mengonsumsi obat yang membantu mengendalikan kesehatannya. Beberapa orang yang mengidap diabetes ada yang mengalami retinopathy, 40% dari mereka mengalami glaucoma dan 60% lainnya mengalami katarak.

Para ahli diabetes menyarankan agar pasien diabetes rajin melakukan pemeriksaan rutin ke dokter mata secara menyeluruh untuk mendeteksi lebih awal dan mencegah kerusakan mata yang berakhir pada kebutaan. Obat diabetes yang dikonsumsi memang membantu mengendalikan gula darah karena gula darah tinggi dalam waktu lama akan merusak pembuluh darah pada mata. Tetapi obat diabetes tentu bukan satu-satunya cara, perhatian pada kondisi kesehatan tubuh juga menjadi kunci pencegahan kerusakan mata.

 

Diabetes pada mata dan gangguan pandangan

Orang-orang dengan diabetes memang memiliki resiko paling tinggi mengalami berbagai masalah pada pengelihatannya seperti neovascular glaucoma, katarak, microvascular cranial nerve palsies dan diabetes retinopathy.

Diabetes menjadi penyebab dari 1/3 kasus neovascular glaucoma. Neovascular glaucoma sendiri adalah salah satu jenis glaucoma yang cukup langka dan biasanya berakhir dengan kehilangan pengelihatan. Kondisi ini bisa terjadi ketika pembuluh darah baru tumbuh pada iris, menghalangi aliran cairan masuk mata dan menambah tekanan pada mata. Neovascular glaucoma sangat sulit untuk diatasi sehingga pasien diabetes harus rajin-rajin mengecek kondisi kesehatan matanya untuk mencegah penyakit ini sebelum terlambat.

Di sisi lain, 60% pasien diabetes juga kemungkinan mengalami katarak. Katarak adalah masalah kesehatan mata serius yang menyebabkan lensa mata tertutup awan sehingga menghalangi pandangan normal. Katarak umumnya terjadi di usia muda pada orang-orang dengan diabetes.

Selain itu ada pula yang mengalami kondisi microvascular cranial nerve palsies. Kondisi ini melibatkan pembuluh darah kecil yang berhubungan dengan otot yang menggerakan mata. salah satu tanda penyakit ini adalah mula adanya kesulitan untuk menggerakan mata ke berbagai arah, pandangan double, dan kelopak mata terasa berat. Orang-orang dengan diabetes memiliki kemungkinan 7.5 kali lebih besar mengalami cranial nerve palsies dibanding mereka yang tanpa diabetes.

Yang terakhir adalah diabetes retinopathy yang menyebabkan kerusakan pada retina. Gula darah tinggi dalam waktu lama akan menyebabkan penumpukan cairan pada lensa yang merupakan bagian kunci untuk mengontrol fokus mata. Itulah mengapa obat diabetes untuk mengendalikan gula darah menjadi lebih stabil dan gaya hidup sehat penting bagi pasien diabetes untuk dilakukan setiap hari.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-mencegah-dan-memberi-obat-pada-pasien-diabetes-retinopathy/

BAGAIMANA MENCEGAH DAN MEMBERI OBAT PADA PASIEN DIABETES RETINOPATHY

Obat diabetes selain untuk membantu mengendalikan gula darah juga dimaksudkan untuk mencegah munculnya berbagai komplikasi yang bisa membahayakan tubuh. Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi jika gula darah tidak dikontrol dengan obat adalah diabetes retinopathy. Retinopathy adalah kondisi ketika kerusakan yang dialami mata karena gula darah dalam tubuh terlalu tinggi dalam waktu lama. Gula darah tinggi dalam waktu lama akan menyebabkan penumpukan cairan pada lensa pada bagian yang bertugas untuk memfokuskan pandangan. Kenaikan jumlah cairan ini yang menyebabkan jaringan tissue pada retina membengkak dan menimbulkan pandangan yang kabur.

Tanda-tanda kerusakan mata pada pasien diabetes jarang sekali disadari di awal dan kadang tak terdeteksi sama sekali sampai berada di tingkat lanjut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan retinopathy bisa terjadi: lama dari penyakit diabetes itu sendiri, kontrol gula darah yang buruk baik dengan obat atau dengan diet, hipertensi, kurang olahraga, merokok dan riwayat keluarga yang mengidap diabetes.

 

Mencegah diabetes retinopathy

Sebenarnya mungkin saja mencegah diabetes retinopathy atau setidaiknya memperlambat terjadinya kerusakan pada mata tersebut. California Optometric Association memberikan beberapa tips agar bisa membantu mencegah atau memperlambat kerusakan mata pada pasien diabetes.

Pertama, selalu ikuti aturan obat diabetes yang diberikan. Obat berfungsi untuk menjaga gula darah tetap stabil sehingga menghindari terlalu banyak tekanan pada pembuluh darah di mata.

Kedua, pertahankan agar hasil A1C atau kadar rata-rata gula darah selalu dibawah 7 persen.

Ketiga, tidak hanya mengandalkan obat diabetes, pasien juga harus teratur dalam mengikuti diet sehat termasuk memperbanyak konsumsi omega 3, buah segar dan sayuran.

Keempat, jangan lupa olahraga rutin.

Kelima, selain mengontrol kadar gula darah tetap normal, tekanan gula darah juga harus selalu dalam keadaan stabil. Tekanan darah tinggi juga dapat membahayakan syaraf-syaraf yang ada pada mata.

Terakhir, hindari alkohol dan rokok yang akan memperparah kondisi kesehatan tubuh itu sendiri.

Tentunya jangan lupa juga untuk rutin memeriksakan mata pada dokter ahli yang juga memahami tentang diabetes. deteksi dini dan penanganan secepat mungkin akan membantu dalam mengontrol progress kondisi mata pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-lebih-jauh-tentang-diabetes-retinopathy-sebelum-menggunakan-obat/

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG DIABETES RETINOPATHY SEBELUM MENGGUNAKAN OBAT

Menentukan obat dan metode pengobatan diabetes tidak hanya fokus pada mengendalikan gula darahnya saja tetapi juga membantu mengatasi berbagai resiko diabetes lainnya seperti diabetes retinopathy. Retinopathy adalah komplikasi paling umum yang terjadi pada pasien diabetes setelah beberapa lama. Kondisi ini merujuk pada kerusakan pada bagian belakang mata (retina) akibat dari kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Jika tidak diatasi dengan obat diabetes yang tepat retinopathy menjadi penyebab paling besar dari kasus kebutaan pada orang-orang dewasa.

 

Penyebab

Diabetes retinopathy mencul sebagai dampak dari kadar glukosa yang terlalu tinggi. Seiring berjalannya waktu kondisi ini akan melemahkan dan merusak jaringan pembuluh darah kecil (capillaries) pada permukaan retina yang kemudian mengarah ke berbagai masalah kesehatan mata lainnya. Obat diabetes tentu membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil tetapi menjaga kesehatan mata juga perlu dilakukan.

Ada beberapa tahapan diabetes retinopathy yang perlu untuk diketahui.

Yang pertama adalah background retinopathy. Kondisi ini adalah ketika terjadi pembengkakan kecil pada dinding capillaries. Pandangan mungkin akan sedikit terganggu dengan adanya bintik kecil yang terbentuk pada retina.

Yang kedua adalah diabetic maculopaty. Kondisi ini adalah lanjutan dari background retinopathy yaitu ketika pembengkakan menjadi titik sentral berukuran kecil pada retina yang disebut dengan macula.

Yang terakhir adalah proliferative retinopathy. Ini adalah kondisi paling puncak dari diabetes retinopathy. Pada tahap proliferative retinopathy pembuluh darah pada retina telah rusak parah dan menutup keseluruhan retina mata.

Tanda-tanda

Sebelum pergi mencari obat untuk membantu mengatasi diabetes retinopathy, sebaiknya juga mulai dengan mengenali tanda-tanda kemunculan diabetes retinopathy itu sendiri. Beberapa tanda-tanda yang bisa dikenali adalah:

  • Perubahan mendadak pada pandangan mata,
  • Pandangan mata mulai tampak berbintik-bintik,
  • Mata mulai terasa sakit.

Tetapi diabetes retinopathy pada tahap awal biasanya tidak menunjukan tanda-tanda yang jelas untuk disadari dengan cepat. Kadang-kadang bahkan gejala tersebut mulai disadari ketika diabetes retinopathy sudah sampai tahap lanjut. Padahal semakin awal diabetes retinopathy mendapat pengobatan yang tepat dan diberi obat yang sesuai, semakin besar kesempatan untuk mencegah kerusakan permanen pada mata.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/apakah-chromium-adalah-bagian-penting-dari-obat-diabetes/

APAKAH CHROMIUM ADALAH BAGIAN PENTING DARI OBAT DIABETES?

Meski jarang disebutkan tetapi ternyata kehadiran chromium penting dalam obat dan menu diet pasien diabetes sehari-hari. Chromium adalah komponen penting dalam diet yang ditemukan pada abad 18. Chromium hadir dalam bentuk divalent (Cr+2) dan trivalent (Cr+3), tetapi trivalent adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi kesehatan. kebutuhan chromium dalam tubuh setiap orang bisa berbeda-beda tergantung dari jenis kelaminnya. Pria membutuhkan 35mcg sedangkan pada wanita 25mcg.

Lalu apa tanda-tandanya seseorang mengalami kekurangan chromium? Jika seseorang mengalami kekurangan chromium maka kondisi glukosa darahnya akan sulit dikontrol, kekurangan energi, memiliki keinginan makan yang tinggi dan perubahan mood yang sulit dikendalikan. Itulah mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan chromium sebagai salah satu usaha mengendalikan gula darah selain dengan obat diabetes.

 

Asal Chromium

Untuk memenuhi kebutuhan chromium kebanyakan berasal dari makanan. Makanan yang merupakan sumber chromium adalah gandum utuh, beras coklat, jamur, brokoli, beer, ragi, ayam, produk olahan susu, dan seafood. Rata-rata 2% dari chromium yang berasal dari makanan akan diserap oleh tubuh. Untuk lebih lengkapnya, chromium dikonsumsi bersama dengan vitamin B3 dan C untuk membantu penyerapannya.

Manfaat chromium

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa chromium dapat membantu kerja obat diabetes dalam mengendalikan gula darah. Chromium sangat efektif dalam metabolisme karbohidrat dan bagus dalam pembentukan glucose tolerance factor (GTF). GTF akan membantu penyerapan glukosa ke dalam sel sehingga menciptakan ruang yang lebih baik untuk produksi energi. Sejak perang sipil, kehadiran chromium telah dimanfaatkan untuk mengatasi kenaikan kadar glukosa dalam darah.

Tidak hanya bagi pasien diabetes yang mengonsumsi obat, chromium juga membantu dengan sangat efektif pada metabolisme lemak. Dengan metabolisme lemak yang baik maka kadar kolesterol juga jadi lebih terkontrol. Penelitian telah membuktikan bahwa orang-orang yang meninggal berhubungan dengan penyakit jantung menunjukan kurangnya chromium dalam tubuhnya.

Chromium juga bisa membantu menurunkan berat badan. Chromium dalam bentuk picolinate menunjukan kemampuannya untuk mengurangi jumlah jaringan adipose dalam tubuh manusia. Maka dari itu konsumsi chromium dalam jumlah tinggi akan membantu mengontrol keinginan makan dan rasa lapar.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resep-obat-diabetes-dalam-bentuk-spirulina/