Stevia adalah salah satu herbal pemanis yang ternyata memiliki kandungan obat seperti menyeimbangkan gula darah, mengurangi berat badan dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan dari stevia. Stevia sendiri berasal dari Brazil dan Paraguay sejak lama dan digunakan sebagai pemanis alami pada minuman seperti teh dan yang lainnya. Melihat bagaimana tanaman ini ternyata telah digunakan bertahun-tahun dan memiliki banyak kandungan bermanfaat, para peneliti mencoba untuk mempelajari lebih lanjut tentang stevia sebagai herbal untuk obat diabetes.
Kandungan obat dalam stevia
Salah satu kelebihan stevia adalah kemampuannya menjadi pemanis alami sekaligus obat untuk diabetes berbahan herbal yang tentunya aman. Stevia memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena stevia rendah kalori, rendah karbohidrat dan pemanis alami untuk makanan atau minuman. Karena hal ini maka stevia bagus untuk mengendalikan diabetes dan menurunkan berat badan.
Daun stevia memiliki rasa manis yang mirip seperti gula namun daunnya sendiri tidak mengandung gula. Karena tidak adanya komponen gula dalam daun stevia, wajar saja jika stevia dijadikan pengganti gula namun tetap menjaga kadar glukosa dalam kendali pada pasien diabetes.
Komponen lain dalam stevia juga tidak mengalami metabolisme dalam tubuh dan secara otomatis akan keluar tanpa diserap oleh tubuh. Hal ini yang menjadikan stevia akan memberi rasa manis pada makanan tanpa menambah kalori yang masuk ke tubuh seperti makanan bergula lain, sehingga berat badan menjadi lebih terkendali.
Cara kerja stevia
Keunikan dari batang stevia adalah steviol glycosides-nya yang menarik, yaitu stevioside dan rebaudioside A. kedua kandungan ini yang kemudian menjadikan stevia sebagai herbal super manis untuk para pasien diabetes. Rasa manis pada stevia 250-450 kali lebih manis dari sukrosa atau gula umumnya dengan tanpa kalori.
Beberapa orang mungkin juga meragukan manfaat stevia sebagai obat herbal untuk pengobatan diabetes, tetapi banyak penelitian telah membuktikan bahwa komponen stevia tidak hanya mengurangi gula darah tinggi tetapi juga mendorong sensitifitas pada insulin. Ini yang kemudian memperbaiki gejala-gejala hypoglikemia dan diabetes.
Lebih jauh lagi, daun stevia mentah mengandung vitamin A dan C, mineral lain seperti zinc, magnesium dan iron. Stevia juga mengandung flavonoid yang disebut rutin, salah satu antioksidan kuat yang bisa menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan aktifitas glutathione peroxide (enzim antioksidan) dan nitric oxide dalam sel endothelial, yang berpengaruh pada pengurangan tekanan vasculat dan meningkatkan aliran darah. Rutin sendiri tidak hanya ditemukan pada stevia, tetapi juga pada daun teh, apel, noni, dan fig.
Selain stevia sebenarnya ada banyak pemanis herbal lain yang juga sering digunakan sebagai obat untuk diabetes yaitu kayu manis dan yacon.
Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-raw-cocoa-berperan-menjadi-obat-diabetes/
