Ketika akan memutuskan metode pengobatan diabetes baik itu dengan obat atau dengan insulin harus ada kesepakatan antara dokter dengan pasien. Setiap metode pengobatan dengan obat diabetes insulin harus selalu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individunya.
Metode pengobatan tersebut akan selalu ditentukan dari beberapa faktor seperti: apakah kadar gula darah pasien mengalami kenaikan terutama di pagi hari atau setelah makan? Apakah obat diabetes tablet penurun gula darah dapat bekerja secara efektif? Apakah usia pasien mempengaruhi penggunaan obat diabetes? Dan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi termasuk keberadaan beberapa penyakit seperti gangguan ginjal atau masalah kesehatan lain. Yang harus diperhatikan adalah, karena kebanyakan pasien diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan, sebisa mungkin pasien juga tidak menambah berat badan selama pengobatan dengan insulin.
Ini adalah beberapa macam insulin dan cara kerjanya pada masing-masing individu.
CT (Conventional Insulin Therapy)
Insulin jenis ini disuntikan sebelum sarapan dan makan malam dengan dosis yang telah ditentukan dari dua campuran insulin yaitu short dan long-acting insulin. Bisa juga merupakan kombinasi dengan obat diabetes tablet yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Yang harus dihindari dari terapi ini adalah bahan yang mendorong pengeluaran insulin dari pankreas (sulfonylureas), karena dapat meningkatkan resiko hypoglikemia.
Cara ini adalah cara yang paling cocok digunakan oleh mereka yang memiliki kesibukan harian dan kebiasaan makan yang konsisten setiap hari karena sebenarnya Conventional Insulin Therapy adalah metode pengobatan paling sederhana. Biasanya mereka yang menggunakan cara ini tidak mau repot-repot menyesuaikan dosis insulin yang berubah-ubah setiap hari.
ICT (Intensified Conventional Therapy)
Insulin jenis ini digunakan ketika makan, pasien akan menyuntikan sendiri short-acting insulin yang dosisnya bisa dihitung sendiri. Dosis dapat disesuaikan dengan setiap makanan yang akan dimakan atau dihitung berdasar jumlah karbohidratnya.
Cara ini digunakan pada pasien diabetes tipe 2 yang sedikit memproduksi insulin sendiri tetapi ingin cara yang lebih fleksibel dibandingkan conventional insulin therapy. ICT membutuhkan orang yang mau setiap hari berkutat dengan urusan diabetes setiap hari, termasuk mengukur kadar gula darah sendiri.
BOT (Basal Supported Oral Therapy)
Untuk penggunaan tablet obat diabetes, pasien biasanya melakukan suntikan long-acting insulin di malam hari.
Mereka yang menggunakan cara ini adalah pasien diabetes tipe 2 dengan kadar gula darah tinggi di pagi hari. Insulin digunakan pada malam hari untuk menjaga agar gula darah tidak terlalu tinggi sepanjang malam hingga pagi hari.
SIT (Supplementary Insulin Therapy)
Di samping menggunakan obat tablet, pasien harus menyuntikan insulin dengan dosis kecil ketika makan besar.
Biasanya mereka yang menggunakan cara ini adalah pasien diabetes tipe 3 yang secara signifikan mengalami kenaikan gula darah terlalu tinggi, terutama setelah makan.
Ini adalah beberapa tipe insulin sekaligus cara kerjanya yang berbeda-beda pada setiap kebutuhan pasien.
Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/cara-kerja-insulin-sebagai-obat-untuk-diabetes/
