YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak

7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak

Tahukah anda bahwa ada beberapa kebiasaan yang apabila terus-menerus dilakukan dapat menjadi penyebab tingginya kadar gula darah? Inilah 7 kebiasaan penyebab tingginya kadar gula darah.

 

Teh manis dan Soda

Tahukah anda bahwa dalam 1 kaleng minuman soda 375 ml setidaknya terdapat 5 sendok gula. Dan dalam segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan).

Padahal dalam kenyataannya, orang dewasa hanya membutuhkan rata-rata 4 sendok gula dalam satu hari. Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Asupan gula berlebih dapat menyebabkan kadar gula darah anda akan melonjak tinggi.

Solusi : ganti konsumsi teh manis dan minuman bersoda anda dengan air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

 

Suka Ngemil dan Gorengan

Gorengan merupakan salah satu makanan penyebab resiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, antara lain kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Tidak ada salahnya “ngemil” apabila yang kita makan adalah jenis camilan yang sehat.

Camilan dengan kadar gula yang tinggi serta tepung dapat dengan cepat menaikkan kadar gula dalam darah. “Keliru” dalam memilih camilan yang anda makan sehari-hari justru dapat meningkatkan resiko kegemukan, obesitas dan diabetes.

Solusi : Ganti gorengan atau camilan anda dengan kacang-kacangan atau buah segar.

 

Kurang Tidur

Kurang tidur berkualitas akan mengganggu sistem metabolisme tubuh anda. Berdasarkan hasil riset di University of Chicago terungkap bahwa, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh dalam memproses glukosa menurun drastis. Hal ini berarti meningkatnya resiko diabetes.

Solusi: Jaga kualitas tidur anda. Tidak kurang dari 6 jam dalam sehari.

7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
Kurang Aktivitas Fisik

Apabila anda jarang berolahraga atau melakukan aktifitas fisik, maka berhati-hatilah. Karena  berdasarkan penelitian, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas dan penyakit lain lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Berkeringatlah sesering mungkin dengan berolahraga.

 

Stres

Pada saat stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol agar gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, bila hal ini terus terjadi akan membahayakan bagi kondisi tubuh anda.

Solusi: hilangkan stress dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan anda, seperti melakukan hobi anda.

7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
Merokok

Penelitian di Amerika menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Dalam penelitian tersebut, disebutkan pula bahwa naiknya resiko tidak hanya disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Solusi : Berhenti merokok dan mulailah gaya hidup sehat

 

Menggunakan Pil Kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Kinerja pil kontrasepsi berlawanan dengan kinerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa untuk bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu dibiarkan terus-menerus, pankreas menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal.

 

Semoga bermanfaat

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit diabetes. Hal ini terutama pada tahap awal, karena pada tahap ini, ada kemungkinan bahwa gejala tidak begitu kentara. Berikut adalah beberapa gejala awal yang bisa dijadikan sebagai indikasi adanya resiko diabetes. Atau bahkan sebagai indikasi apakah anda mengidap diabetes atau tidak.

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
  1. Sering Buang Air Kecil

Diabetes erat hubungannya dengan kadar gula darah yang tinggi. Selain itu juga berhubungan dengan keluarnya glukosa (yang seharusnya menjadi energi) melalui urin. Jumlah tinggi glukosa dalam urin dapat menyebabkan peningkatan output urin (sering buang air kecil) dan menyebabkan dehidrasi.

  1. Haus Berlebih

dehidrasi yang dikarenakan seingnya buang air kecil menyebabkan peningkatan rasa haus dan konsumsi air.

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
  1. Menurunnya Berat Badan

Kekurangan insulin relatif atau absolut akhirnya menyebabkan penurunan berat badan. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat merubah gula menjadi energi. Sehingga tubuh mencari alternatif energi lain selain glukosa (yaitu lemak).

  1. Meningkatnya Nafsu Makan

Hal ini terjadi karena tubuh “merasa” belum mendapat cukup energi. Meskipun sebenarnya kita telah “cukup” dalam mengkonsumsi makanan. Penurunan berat badan diabetes tetap dapat terjadi meskipun dengan adanya peningkatan nafsu makan.

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
  1. Mudah Lelah

Terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi yang sesuai. Hal tersebutlah yang menyebabkan diabetasi mudah merasa lelah.

  1. Mual dan Muntah

Orang-orang dengan diabetes merasa mual karena gastroparesis. gastroparesis adalah kondisi dimana lambung gagal mengosongkan diri secara tepat. Ini disebabkan generalized neuropathy yang merupakan komplikasi dari penyakit diabetes. Generalized neuropathy adalah kegagalan dari syaraf-syaraf dalam tubuh untuk mengirim sinyal-sinyal yang tepat ke dan dari otak.

  1. Sering Mengalami Infeksi (seperti infeksi kandung kemih, kulit, dan area vagina)

Infeksi ini beresiko tinggi terjadi pada orang dengan diabetes yang tidak diobati atau diabetes dengan kontrol yang buruk.

  1. Penglihatan Mata Kabur

Fluktuasi kadar glukosa darah menyebabkan penglihatan kabur. Hiperglikemia kronis menyebabkan kerusakan sel pada jaringan saraf (saraf optik dan retina), vaskular retina dan lensa. Gangguan konduksi saraf pada retina serta saraf optik menyebabkan hambatan fungsi retina dalam menangkap rangsangan cahaya. Selain itu juga menghambat penyampaian impuls listrik ke dalam otak. Proses ini akan dikeluhkan penderita retinopati diabetik dengan gangguan penglihatan yaitu pandangan kabur.

Bagaimana memastikan apakah saya memiliki diabetes atau tidak?

Tidak ada cara yang pasti untuk mengetahui apakah anda memiliki diabetes tanpa menjalani tes darah. Tes darah tersebut untuk menentukan kadar glukosa darah anda. Temui dokter anda jika anda memiliki gejala diabetes atau jika anda prihatin tentang risiko diabetes anda.

Semoga bermanfaat.

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini

Dua dari tiga minuman olahan ini pasti sangat familier di telinga anda. Atau bahkanmerupakan minuman yang biasa tersedia di rumah anda. 3 minuman ini ternyata memiliki khasiat yang sangat baik untuk penderita diabetes. Khasiat tersebut adalah untuk mengontrol kadar gula dalam darah anda. Sekarang saatnya  Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini.

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
KOPI MENURUNKAN RESIKO TERKENA DIABETES TIPE 2

Sebuah studi tentang konsumsi kopi menemukan bahwa meminum kopi menurunkan resiko diabetes tipe 2 antara 11% hingga 40%. Sebuah studi lainnya, dengan mengambil sampel dari 457.922 relawan, menemukan bahwa setiap cangkir kopi dalam menu harian anda, menurunkan risiko diabetes sebesar 7%.

Belum diketahui secara pasti mengapa meminum kopi dapat mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2. Namun sebagian peneliti beranggapan bahwa hal ini terjadi karena senyawa polifenol kopi. Senyawa ini memiliki sifat anti-oksidan dan secara luas diyakini membantu mencegah penyakit inflamasi seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.

Kopi mengandung banyak mineral, seperti magnesium, yang terbukti mempengaruhi peningkatan sensitivitas insulin dalam tubuh. Hal ini memperkuat posisi kopi sebagai herbal yang juga bisa bermanfaat untuk pengidap diabetes tipe 2 maupun  pra-diabetes.

KOPI HIJAU (Green Bean) MENGURANGI SERAPAN GULA OLEH TUBUH

biji kopi hijau (green bean) menurunkan tekanan darah. Green bean adalah biji kopi yang belum melalui tahap Roasting (belum dipanggang) sehingga tidak Berwarna hijau. Sedangkan kopi hitam yang biasa diminum telah melalui proses roasting (sudah dipanggang, sehingga menjadi berwarna hitam).

Kopi hijau atau green bean (biji kopi yang belum di-roasting) ini mengandung sejumlah besar asam chlorogenic, bahan aktif yang memiliki beragam manfaat.

Dengan membatasi penyerapan glukosa masuk ke dalam aliran darah, secara tidak langsung akan  menurunkan kadar gula darah dan lonjakan insulin. Sebuah studi yang dilakukan menemukan bahwa kopi yang diperkaya  dengan asam chlorogenic mampu mengurangi penyerapan glukosa  6,9% lebih baik dibandingkan dengan kopi biasa.

Biji kopi hijau yang di dalamnya mengandung  bahan aktif asam chlorogenic, bisa menjadi pilihan yang baik dalam diet diabetes anda.

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
KATEKIN DALAM TEH HIJAU TERBUKTI DAPAT MENINGKATKAN KONTROL GLUKOSA

Teh hijau mengandung banyak senyawa serta antioksidan yang baik untuk tubuh anda.

Bahan aktif utama yang terkandung dalam teh hijau adalah polifenol. Para peneliti menduga bahwa bahan aktif ini memberikan keuntungan pada hampir setiap sistem organ dalam tubuh termasuk metabolisme merubah glukosa menjadi energi.

Hasil dari studi dengan total 286.701 orang relawan, peminum teh hijau memiliki risiko mengidap diabetes 18% lebih rendah dari pada mereka yang tidak mengkonsumsinya. Sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa penurunan risiko tersebut mencapai 42% untuk penggemar teh hijau yang benar-benar rutin mengkonsumsinya.

Jika Anda adalah seorang  “peminum teh”, maka ini adalah saat yang  tepat untuk beralih ke hijau. Jika Anda tidak, maka inilah saatnya anda untuk memulai.

Itulah 3 minuman yang baik untuk mengontrol gula darah anda. mulailah lakukan perubahan mulai dari sekarang. Sebuah perubahan kecil dapat menghasilkan perbedaan besar untuk kesehatan anda.

Semoga bermanfaat.

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-Peptide

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-PeptideCara mengetahui tipe diabetes anda dengan lebih akurat adalah dengan melakukan Uji C-Peptide. Mengapa kita perlu mengetahui tipe diabetes yang kita miliki? Tipe diabetes seseorang perlu diketahui karena hal itu akan menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana penanganannya. Hal ini dikarenakan untuk setiap tipe diabetes, akan berbeda cara penanganannya. Dengan mengetahui tipe diabetes anda, maka kemungkinan kesalahan dalam penanganan sehari-hari dapat dihindari.

Ada kekeliruan dalam masyarakat kita pada saat ini megenai tipe-tipe diabetes. Ada beberapa yang menyatakan terbagi menjadi diabetes tipe basah dan diabetes tipe kering. Faktanya, dalam dunia medis tidak mengklasifikasikan diabetes dengan tipe basah dan kering seperti yang disebutkan sebelumnya. Secara medis, tipe diabetes dibagi menjadi : Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Diabetes tipe 3 atau MRDM (Malnutrition Related Diabetes Mellitus), Diabetes tipe 4 atau Gestasional Diabetes Mellitus.

Selain keempat tipe di atas, ada juga diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya. Misalnya penyakit liver atau hati. Untuk tipe-tipe diabetes, telah dibahas dalam artikel lain. untuk lebih dalamnya, mengenai tipe tersebut, silahkan cek DI SINI.

Baca juga :

Cara Mengetahui Tipe Diabetes dengan Uji C-Peptide

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui tipe diabetes adalah dengan melakukan pemeriksaan C-peptide. Yang dimaksud dengan pemeriksaan C-Peptide adalah pengukuran kadar C-Peptide dalam darah dan urin. C-peptide merupakan produk sampingan dr pankreas ketika memproduksi insulin. Kadar dari C-peptide berbanding lurus dengan produksi insulin. Pada umumnya, ketika kadar C-Peptide tinggi, maka itu artinya insulin yg diproduksi pankreas juga tinggi. Begitupun sebaliknya apabila kadar C-peptide rendah, maka produksi insulin pun juga rendah. Namun pada pengidap diabetes, kemungkinan besar akan memiliki kadar yang berbeda. Hal inilah yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menentukan tipe diabet yang diidap oleh pasien.

Secara medis, pemeriksaan C-peptide tidak hanya digunakan untuk mengetahui tipe diabetes saja, namun juga membantu dalam diaknosa lainnya. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari pemeriksaan C-peptide.

  1. Diagnosis Hipoglikemia;
  2. Membantu dalam klasifikasi DM;
  3. Penentuan fungsi sel beta dalam kondisi DM;
  4. Evaluasi kelengkapan proses pankreatektomi.

Persiap Diri

Untuk melakukan test C-Pepsida, biasanya pasien membutuhkan persiapan-persiapan khusus. Persiapan tersebut akan dapat berbeda untuk setiap kasus yang ada. Hal tersebut tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia dan alasan melakukan pemeriksaan C-Pepsida. Anda mungkin akan diminta untuk berpuasa sebelum melakukan pemeriksaan tersebut. Anda juga mungkin akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat yang biasa anda gunakan. Untuk lebih jelasnya, konsultasikan dengan dokter anda mengenai persiapan yang diperlukan apabila anda akan melakukan pemeriksaan ini.

Cara mengetahui tipe diabetes dengan menganalisa Hasil Uji C-Peptida

Informasi berikut hanya berfungsi sebagai panduan. Selalu konsultasikan dengan dokter anda untuk mendapatkan hasil yang tepat tentang kondisi diabetes anda.

Hasil Pemeriksaan C-Peptida dapat digolongkan dalam tiga klasifikasi, yaitu:

Normal
Kisaran normal untuk pemeriksaan C-peptida adalah 0,51-2,72 nanogram per mililiter (ng/mL). Kisaran ini juga dapat dinyatakan sebagai 0,17-0,90 nanomoles per liter (nmol/L).

Rendah
– Kadar C-Peptida yang rendah dan kadar gula darah yang tinggi dapat menjadi indikasi diabetes tipe 1.
– Kadar C-Peptida dan glukosa darah yang rendah dapat menjadi indikasi penyakit hati atau liver, infeksi berat, atau penyakit Addison.

Tinggi
Kadar C-peptida yang tinggi dengan kadar gula darah yang rendah dapat menjadi indikasi dari resistensi insulin, diabetes tipe 2. Atau disebut juga sindrom Cushing. Kadar C-peptida yang tinggi tetapi kadar glukosa darah yang rendah, mungkin juga sebagai akibat dari insulinoma (tumor pankreas). Kecuali apabila pengaruh obat penurun kadar gula darah.

Sekian artikel kali ini. Apapun tipe diabetes yang anda miliki, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan gaya hidup sehat. Hindari rokok, alkohol serta junkfood. Mulailah mengatur pola makan dan asupan nutrisi anda sesuai dengan kebutuhan anda sendiri. Rajin berolahraga dapat menjaga vitalitas tubuh anda. Hindari stress karena hanya akan menambah situasi tidak baik untuk anda. Tetap semangat dan seringlah berkumpul dengan keluarga.

Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya : 

Daun Yakon Sebagai Antidiabetes dan Indeks Glikemik

[cmsms_row data_width=”boxed” data_padding_left=”3″ data_padding_right=”3″ data_color=”default” data_bg_position=”top center” data_bg_repeat=”no-repeat” data_bg_attachment=”scroll” data_bg_size=”cover” data_bg_parallax_ratio=”0.5″ data_padding_top=”0″ data_padding_bottom=”50″][cmsms_column data_width=”1/1″][cmsms_text animation_delay=”0″]

Daun Yakon nama botaninya Smallanthus sonchifolia, tanaman asal Pegunungan Andes, Peru bisa untuk atasi kencing manis atau diabetes (Yakon dibaca: yakong).

Disinyalir daun yakon insulin dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat dan aman di konsumsi. Pohonnya mempunyai bunga berwarna kuning ( seperti bunga matahari) dan gampang sekali di tanam. Dapat tumbuh di daerah panas maupun bernuansa dingin seperti di daerah puncak.

Menurut Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor), Yakon kaya dengan insulin dimana unit-unitnya mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat difermentasi oleh usus besar.

Pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers, mengungkapkan Yakon sendiri kandungan fruktosanya 35% free dan 25% terikat. Sehingga karbohidrat tetap didapat meskipun konsentrasi gula darah rendah. Keadaan inilah yang mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia (over-aktivitas) dan karenanya dengan konsumsi Yakon tak mungkin meningkatkan kadar gula dalam darah. Itu berarti yacon secara alami terbukti rendah kalori.

Diungkapkan pula apabila sebuah stoples sirup Yakon dibandingkan dengan stoples madu berukuran sama, Yakon mengandung setengah kalori lebih rendah yang mana tidak akan menaikkan level glukosa darah. Selain itu, oligofructose menghasilkan bakteri menguntungkan dalam usus besar (prebiotik). Sebagaimana kita ketahui, minuman prebiotik modern seperti yogurt harus sengaja ditambahkan kandungan oligofructose-nya untuk mencapai manfaat yang sama, namun Yacon sudah memiliki kualitas sama secara alami. “Ini adalah makanan diet dan makanan diabetes,” kata Michael Hermann.

Efek hipoglikemik-penurun gula darah-Yakon juga pernah diuji oleh Manuel J Aybar dari Departamento de Biologia del Desarrollo, Universidad Nacional de Tucuma, Argentina. Sebanyak 20 gram daun Yakon kering dilarutkan pada 200 ml air yang dididihkan selama 20 menit. Setelah dingin, ramuan disaring. Peneliti Yakon itu juga menemukan jika daun Yakon digunakan sebagai teh, akan memiliki efek untuk mengurangi puncak kadar gula ketika kita menyantap makanan manis atau yang mengandung karbohidrat. Kadar gula yang tinggi merupakan masalah terbesar dari seorang penderita diabetes karena tubuh tidak bisa memproduksi atau menggunakan insulin, hormon yang biasanya digunakan untuk memproses makanan.

Daun Insulin

Diabetes merupakan penyakit yang harus diwaspadai masyarakat Indonesia. International Diabetes Federation menyebutkan, Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes di dunia. Diabetes merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi oleh pola hidup terutama pola makanan selain disebabkan pula oleh faktor keturunan.

Salah satu terapi untuk mengobati diabetes adalan dengan insulin. Tetapi tahukah Anda bahwa di Indonesia terdapat sebuah tanaman yang dikenal dengan sebutan Daun Insulin yang juga sangat ampuh dalam mencegah dan mengobati diabetes secara alami.

Sebenarnya ada dua jenis tanaman yang disebut Daun Insulin yaitu daun Paitan (banyak juga yang menyebutnya dengan rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait atau harsaga). Sedangkan yang satu lagi adalah Daun Yakon (dibaca: yakong) atau Smallanthus Sonchifolius merupakan tanaman asli dari Amerika Benua dari pegunungan Andes di Peru. Tanaman ini memang baru dikebunkan di Indonesia kira-kira 2-3 tahun lampau sehingga namanya masih asing.

Yakon memiliki umbi yang memiliki kandungan gizi yang baik dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Umbi Yakon berwarna cokelat berbentuk mirip singkong. Daging umbi putih kekuningan dan manis. Daunnya mirip dengan daun seledri yang dapat tumbuh hingga 3 meter.

Menurut para peneliti, Yakon kaya dengan insulin. Setiap unitnya mengandung gula fruktosa yang tidak dapat dicerna namun dapat difermentasikan oleh usus besar.

Kandungan fruktosa yakon adalah 25% terikat dan 35% free. Sehingga dengan keadaan inilah dapat mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia. Mengkonsumsi Yakon tidak akan memungkinkan untuk terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah . Itu juga berarti bahwa yakon secara alamiah terbukti memiliki kalori rendah.

Yakon memiliki efek hipoglikemik sehingga  dapat menurunkan gula darah. 20 gram daun yakon kering dilarutkan dengan 200 ml air yang dipanaskan selama 20 menit. Setelah airnya dingin, ramuannya disaring kemudian bisa diminum.

Daun yakon yang digunakan sebagai teh memiliki efek mengurangi puncak kadar gula saat kita menyantap makanan yang manis atau mengandung banyak karbohidrat.

Karbohidrat dan Glukosa

Sistem pencernaan makanan memecah karbohidrat menjadi gula sederhana yang disebut glukosa. Gula sederhana ini kemudian dibawa ke setiap sel melalui aliran darah Anda. Pankreas mengeluarkan hormon insulin yang mengontrol penyerapan glukosa darah ke dalam sel-sel. Setelah di dalam sel, glukosa akan ‘dibakar’ bersama dengan oksigen untuk menghasilkan energi. Otot, otak, dan sistem saraf tergantung pada glukosa sebagai bahan bakar utama mereka untuk membuat energi. Otak menggunakan 70 persen dari glukosa darah yang tersedia. Jika sel-sel otak Anda kekurangan glukosa, kemampuan mental Anda akan terganggu dan karena otot-otot Anda dikendalikan oleh otak, Anda akan merasa lemah dan gemetar. Sistem saraf yang kekurangan glukosa dapat membuat Anda merasa lelah, lamban bereaksi dan lesu. Kondisi kekurangan glukosa darah ini disebut hipoglikemia

Tubuh mengubah kelebihan glukosa dari makanan menjadi bentuk lain yang disebut glikogen, yang disimpan di dalam jaringan otot dan hati. Rata-rata orang dapat menyimpan sekitar 400 gram glikogen (1/3 di hati, 2/3 di otot). Ketika tubuh Anda membutuhkan lebih banyak energi, hormon kedua yang disebut glukagon disekresi oleh pankreas. Hormon ini mengubah glikogen menjadi glukosa kembali, yang kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh sel-sel Anda.

Indeks glikemik

Semakin lambat pelepasan glukosa ke dalam darah, semakin stabil dan berkelanjutan tingkat energi bagi tubuh. Semakin sederhana karbohidrat, semakin cepat glukosa dilepaskan ke dalam darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan tingkat gula darah yang cepat dan ketikdakstabilan tingkat energi di dalam tubuh.

Untuk mengukur kecepatan konversi karbohidrat menjadi glukosa, setiap makanan yang mengandung karbohidrat dapat dinilai pada skala yang disebut indeks glikemik (GI/glycemic index). Skala ini memeringkat makanan yang mengandung karbohidrat berdasarkan efek terhadap kadar gula darah selama periode waktu tertentu, biasanya dua jam. Makanan yang mengandung karbohidrat dibandingkan dengan glukosa murni (meskipun kadang-kadang digunakan roti putih sebagai makanan referensi), yang diberi skor GI = 100. Karbohidrat yang memecah dengan cepat selama proses pencernaan memiliki indeks glikemik tinggi (GI lebih dari 70). Karbohidrat yang perlahan-lahan melepaskan glukosa secara bertahap ke dalam aliran darah memiliki indeks glikemik rendah (GI kurang dari 55). Makanan dengan karbohidrat sederhana memiliki skor GI tinggi, sedangkan makanan berkarbohidrat kompleks umumnya memiliki skor GI lebih rendah.

[/cmsms_text][/cmsms_column][/cmsms_row]