YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

MENGATASI DIABETES INSIPIDUS DENGAN OBAT YANG TEPAT

Meskipun tidak berhubungan dengan diabetes mellitus dan memiliki obat yang berbeda dengan diabetes, tidak ada salahnya untuk juga memahami tentang penyakit ini. Diabetes insipidus tidak diobati dengan obat diabetes untuk mengendalikan gula darah karena pada dasarnya gula darah mereka tidak tinggi. Mulai dengan memahami gejalanya agar tidak salah mengenali dan mendapatkan obat diabetes insipidus yang tepat maka pasien dapat memiliki hidup yang normal kembali.

 

Gejala diabetes insipidus

Tanda-tanda paling umum dari diabetes insipidus adalah munculnya rasa haus berlebihan yang terjadi terus menerus dan banyaknya jumlah urin yang dikeluarkan tubuh. Normalnya orang dewasa akan mengeluarkan urin rata-rata kurang dari 3 liter sehari. Karena seringnya keinginan buang air kecil ini yang membuat orang dewasa akan sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil.

Sementara untuk anak-anak kecil dengan diabetes insipidus mereka biasanya akan mengalami kesulitan tidur dan ada gejala lain yang dapat terdeteksi dari anak-anak dengan diabetes insipidus. Beberapa gejala yang dapat dilihat tersebut adalah sering menangis tidak terkendali, demam, muntah, diare, konstipasi, penurunan berat badan dan pertumbuhan yang lambat.

Masalah lain dari diabetes insipidus adalah dehidrasi akibat banyaknya cairan tubuh yang keluar daripada yang masuk. Tanda-tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi adalah rasa haus berlebihan, kulit kering, lesu, sakit kepala, pusing, bingung dan mual. Jika dehidrasi dalam waktu lama maka tubuh juga akan kehilangan kesadaran, kerusakan otak permanen hingga kematian.

Obat alami

Ada berbagai obat dan cara alami untuk membantu mengatasi diabetes insipidus. Mulai dengan mengubah diet sehari-hari. Makanan yang kaya nutrisi dengan buah-buahan dan sayuran yang mengandung air akan sangat membantu bagi pasien dengan diabetes insipidus. Beberapa yang dapat dicoba di rumah adalah timun, zucchini, kale atau bayam, kubis merah, blueberry, semangka, kiwi, jeruk, nanas dan strawberry. Tambah lagi air kelapa, karena selain menghidrasi, air kelapa juga membantu menyeimbangkan elektrolit.

Pastikan tubuh untuk selalu terhidrasi dengan baik. Bawalah minum kemanapun untuk mengisi kembali asupan air yang hilang.

Selain menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, menjaga keseimbangan elektrolit. Elektrolit utama yang ditemukan dalam tubuh di antaranya kalsium, magnesium, potassium, sodium, phosphate, chloride. Nutrisi ini yang membantu tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Cek kembali obat-obatan yang dimiliki karena beberapa obat berdampak pada kesimbangan elektrolit dan menyebabkan komplikasi pada pasien diabetes insipidus. Tidak hanya obat-obatan yang mungkin mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, tapi juga stress yang mempengaruhi hormone sehingga menyebabkan kadar cairan dan hormone tidak seimbang.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengenal-diabetes-insipidus-yang-butuh-obat-diabetes-lain/

MENGENAL DIABETES INSIPIDUS YANG BUTUH OBAT DIABETES LAIN

Apa itu diabetes insipidus?

Diabetes insipidus membutuhkan obat dan metode pengobatan yang berbeda dengan diabetes mellitus tipe 1 atau 2. Kedua kondisi diabetes tersebut memang disebabkan karena seringnya buang air kecil dan rasa haus yang terus menerus. Yang membedakan adalah gula darah pasien diabetes insipidus berada pada level normal sehingga tidak butuh obat diabetes untuk menjaga kestabilan gula darah. Yang menjadi masalah adalah ginjal orang dengan diabetes insipidus tidak dapat menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Kondisi diabetes insipidus tidak memiliki resiko yang membahayakan kesehatan di masa depan. Selama pasien terus menjaga kondisi kesehatannya dengan baik dan menemukan obat diabetes yang tepat maka tidak ada yang perlu dicemaskan berlebihan.

 

Bagaimana diabetes insipidus terjadi?

Sebenarnya diabetes insipidus adalah kondisi yang sedikit mengganggu aktifitas sehari-hari karena seringnya merasa kehausan dan buang air kecil dalam jumlah banyak terutama di malam hari. Ini adalah masalah kesehatan yang dikenal dengan polyuria (ketika sejumlah besar urin diproduksi) dan polydipsia (rasa haus yang berlebihan). Hal ini terjadi berhubungan dengan kurang tercukupinya vasopressin atau pengeluaran antidiuretic hormone.

Vasopressin, termasuk arginine vasopressin (AVP) dan antidiuretic hormone (ADH), adalah hormone yang dibentuk di hypothalamus. Hormon-hormon ini kemudian diedarkan dan dilepaskan ke dalam darah. Setiap harinya ginjal secara normal akan memfilter sekitar 120 sampai 150 quarts darah untuk memproduksi 1 sampai 2 quarts urin. Urin sendiri terdiri dari sampah dan kelebihan cairan. Urin akan berpindah dari ginjal ke kandung kemih. Tubuh akan secara tertatur mengelola kandungan air dalam tubuh dengan cara menyeimbangkan jumlah cairannya dan mengeluarkan ekstra cairan. Rasa haus merupakan cara untuk mendapat asupan cairan, sedangkan urin adalah cara untuk mengeluarkan sebagian besar cairan tersebut.

Vasopressin disimpan di pituitary gland dilepaskan ke pembuluh darah ketika tubuh memiliki jumlah air yang sedikit. Vasopressin ini akan memberi sinyal pada ginjal untuk menyerap lebih sedikit cairan, sehingga urin yang dihasilkan juga sedikit. Tetapi ketika tubuh memiliki banyak cairan, pituitary gland melepaskan vasopressin dalam jumlah sedikit atau bahkan tidak melepaskan sama sekali yang menyebabkan ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan dari pembuluh darah dan menghasilkan lebih banyak urin.

Masalah pada pelepasan vasopressin ini yang mengarah pada gangguan langka ketika ginjal melepaskan sejumlah besar urin. Meskipun kemudian disebut dengan diabetes insipidus, pasien tidak butuh obat diabetes yang dapat mengendalikan gula darah. Perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menentukan obat bagi pasien diabetes insipidus.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/tentang-diabetes-tipe-1-dan-2-serta-peran-obat-diabetesnya/

TENTANG DIABETES TIPE 1 DAN 2 SERTA PERAN OBAT DIABETESNYA

Obat diabetes dibuat untuk membantu memudahkan hidup pasien diabetes karena obat diabetes tidak benar-benar bisa menyembuhkan diabetes. Obat diabetes juga dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi pada pasien diabetes. Diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki perbedaan yang cukup jelas, tetapi ternyata selain itu ada diabetes tipe 1 dan 2 ada juga beberapa jenis penyakit diabetes lain yang diketahui. Memilih obat diabetes tentu juga harus dibarengi dengan pemahaman tentang perbedaan diabetes itu sendiri.

 

Tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya mulai terdiagnosa sejak masih kanak-kanak, tetapi sebenarnya penyakit ini juga bisa didiagnosa pada usia berapapun. Asal penyakit adalah ketika sistem imun dalam tubuh menghancurkan semual sel beta yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Karena penyakit ini berasal dari kelainan yang dialami tubuh maka sulit untuk menyembuhkan penyakit ini hingga bersih.

Metode pengobatan yang dimungkinkan dari diabetes tipe 1 adalah penggunaan suntikan insulin secara rutin untuk bertahan hidup. Suntikan insulin adalah satu-satunya cara untuk menjaga pasien diabetes tidak kekurangan insulin yang memang dibutuhkan tubuh sehingga penyakit ini tidak dapat dikontrol tanpa insulin. Selain tidak bisa dikontrol tanpa insulin, diabetes tipe 1 juga tidak dapat dicegah.

Tipe 2

Penyakit ini umumnya mulai didiagnosa ketika seseorang berusia lebih dari 40 tahun, tetapi tentu saja ada kemungkinan didiagnosa sebelum itu. Kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh tubuh yang resistan terhadap insulin atau tidak menggunakan insulin dengan semestinya. Umumnya hal ini tidak terjadi dari lahir tetapi akibat dari perubahan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.

Karena berasal dari kebiasaan hidup yang kurang teratur, maka cara untuk mengobati diabetes tipe 2 adalah dengan memulai program diet sehat, olahraga dan mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter. Seiring berjalannya waktu pasien diabetes tipe 2 juga mungkin akan membutuhkan suntikan insulin.

Metode pencegahan bagi diabetes tipe 2 adalah dengan memulai gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat adalah salah satu cara paling banyak dilakukan untuk mengurangi resiko diabetes tipe 2. Beberapa pasien diabetes tipe 2 juga dapat mengonsumsi obat diabetes dengan aturan yang telah ditetapkan dokter lalu mendapatkan kesembuhannya lagi. Tetapi hal itu tidak terjadi pada semua pasien diabetes tipe 2.

Diabetes lain

Ada tahapan ketika seseorang menunjukan gejala mengarah ke diabetes tipe 2 yang disebut prediabetic.

Gestasional diabetes adalah bentuk diabetes di masa kehamilan

Sumber: diabetes.co.uk

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/kenali-tanda-dka-bantu-menentukan-obat-diabetes-penolongnya/

KENALI TANDA DKA BANTU MENENTUKAN OBAT DIABETES PENOLONGNYA

Meskipun diabetes tipe 1 mungkin tidak memiliki obat yang bisa benar-benar menyembuhkan, pasien tetap butuh metode pengobatan yang tepat untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi yang lebih parah. DKA atau Diabetic Ketoacidosis adalah kondisi kesehatan serius yang merupakan komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit diabetes yang tidak diobati atau tidak terdeteksi atau dari tubuh yang kekurangan insulin. DKA yang tidak ditangani dengan benar akan mengakibatkan pasien mengalami koma hingga mengarah pada kematian. Jika dikonsultasikan dengan dokter diabetes berpengalaman maka kondisi ini mungkin bisa diobat dengan obat diabetes atau dengan metode pengobatan lain. Maka kenali tanda-tanda dari DKA itu untuk mempercepat proses penanganannya.

 

Tanda awal DKA

Tanda-tanda awal seseorang mengalami DKA adalah mulai mudah merasa haus sehingga akan sering-sering minum. Karena terlalu sering minum tubuh juga akan memproduksi urin lebih banyak. Biasanya tanda-tanda ini sudah sering dialami oleh pasien diabetes sehingga menjadi tidak waspada ketika ternyata gejala-gejala itu mengarah pada kondisi yang lebih parah.

Gejala selanjutnya adalah kadar gula darah yang menjadi lebih tinggi dan kadar ketone pada urin juga tercatat tinggi. Itulah pentingnya untuk selalu mencatat kadar gula darah dan ketone setiap kali melakukan pengecekan angka kemudian melaporkannya pada dokter. Angka tersebut mungkin bisa digunakan sebagai rujukan untuk menentukan apakah obat diabetes yang telah diresepkan memberi perubahan atau tidak sekaligus untuk mengetahui adanya kemungkinan pasien memiliki masalah kesehatan lebih lanjut.

Tanda DKA parah

Ketika DKA sudah berada dalam level parah pasien akan mulai sering merasa lemah dan sering mengantuk. Pada tahap ini kulit juga akan mulai terasa kering dan mudah mengelupas.

DKA juga akan menyebabkan pasien diabetes merasa pusing, mual, muntah dan rasa sakit pada bagian perut. Pasien diabetes juga mungkin akan merasa sulit bernafas dan nafasnya berbau manis seperti buah-buahan. Kadang tanda-tanda ini sering kali disepelekan dan berujung pada kondisi kesehatan pasien yang semakin parah.

Dengan mengenali gejala awal dan gejala ketika DKA pada kondisi yang parah akan membantu menyelamatkan hidup pasien diabetes. Dengan bantuan dokter atau mungkin ditambah obat diabetes, penyakit ini mungkin bisa dicegah dari awal. Jika merasakan tanda-tanda tersebut pada tubuh segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/memahami-diabetes-ketoacidosis-sebelum-menentukan-obat/

MEMAHAMI DIABETES KETOACIDOSIS SEBELUM MENENTUKAN OBAT

Sebelum mulai menentukan tentang obat diabetes apa yang harus digunakan, tentu yang pertama dilakukan adalah memahami jenis penyakitnya. Berbeda jenis diabetesnya, berbeda pula penanganannya dan obat diabetes yang harus digunakan. Diabetic ketoacidosis atau DKA adalah salah satu komplikasi yang paling besar dari diabetes mellitus tipe 1 atau juvenile-onset diabetes. Karena merupakan komplikasi diabetes tipe 1 yang merupakan penyakit ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin sendiri, maka sulit untuk menentukan obat diabetes yang dapat membantu kondisinya. Tetapi untuk lebih lanjutnya, pasien diabetes sebaiknya paham komplikasi apa saja yang muncul dengan kondisinya yang mengalami diabetes.

 

Stress

Pasien diabetes disarankan untuk tidak terlalu banyak mengalami stress. Stress yang paling sering dialami oleh pasien diabetes mellitus tipe 1 adalah kondisi tubuh yang sering tidak nyaman lalu sakit. Biasanya sakit yang sering terjadi adalah masalah pencernaan serta flu. Mereka yang memiliki diabetes tipe 1 mudah sekali terkena flu.

Ketika pasien diabetes tipe 1 mengalami stress, tubuh akan merespon dengan mengeluarkan berbagai hormone untuk mengendalikan stress tersebut. Ketika seseorang mengalami stress beberapa hormone akan dilepaskan sebagai respon terhadap stress tersebut. Hormon-hormon yang terlibat adalah kortisol, epinephrine, dan norepinephrine. Hormon ini semua akan berlawanan dengan insulin dan menyebabkan gula darah justru meningkat.

Defisit insulin

Pasien dengan diabetes tipe 1 biasanya memiliki kondisi tubuh yang selalu kekurangan insulin dikarenakan adanya auto-antibody yang memproduksi sel beta pankreas. Ini menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin sesuai kebutuhan, lama-lama tubuh akan sulit memenuhi kebutuhan insulin tanpa adanya suntikan insulin.

Hyperglycemia dan lipolysis

Akibat dari deficit insulin ini, pasien diabetes akan sering mengalami hypergycemia dan mulai memecah lemak untuk dijadikan energi dalam sehari.

Ketoacidosis

Nah, lalu ketoacidosis adalah kondisi ketika lemak mulai dipecah untuk dijadikan energi mereka akan berubah menjadi asam lemak bebas, lalu berubah menjadi keton dan keto-acid. Setelah itu pasien juga mulai menunjukan tanda-tanda metabolisme acidosis.

Itu tadi sekilas penjelasan tentang diabetic ketoacidosis. Karena tidak semua obat diabetes bisa digunakan, sebaiknya konsultasikan pada dokter jika terjadi masalah pada kondisi kesehatan tubuh lalu tanyakan obat apa yang harus digunakan.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/obat-minum-untuk-pasien-diabetes-yang-harus-diketahui/

OBAT MINUM UNTUK PASIEN DIABETES YANG HARUS DIKETAHUI

Kali ini akan dibahas berbagai macam obat diabetes yang digunakan dengan cara diminum. Ada berbagai jenis obat diabetes yang tersedia, baik herbal atau yang berbahan kimia dan tentu saja berbeda juga antara obat diabetes tipe 2 dengan tipe 1. Untuk lebih kenal tentang jenis dari masing-masing obat tersebut akan dibahas pada artikel ini secara singkat. Yang akan dibahas di sini adalah obat-obatan yang berhubungan dengan pasien diabetes tipe 2.

 

Sitagliptin

Ini adalah obat yang digunakan oleh pasien diabetes tipe 2. Fungsi dari obat ini adalah untuk meningkatkan kadar beberapa hormone penting yang nantinya akan mendorong pelepasan. Selain meningkatkan kadar hormone, obat ini akan menurunkan glukosa yang naik setelah makan besar.

Tetapi tentu saja obat ini juga memiliki efek samping. Efek samping yang mungkin terjadi adalah rasa tidak nyaman pada perut dan masalah pernafasan.

Sitagliptin + metformin

Obat ini digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap jumlah insulin yang ada. Kemudian obat ini juga akan membantu pankreas untuk mengeluarkan insulin dengan jumlah yang lebih wajar.

Efek samping dari obat ini adalah perut yang terasa kembung, diare, dan masalah pada area pernafasan.

Sulfonylureas

Masih obat untuk diabetes tipe 2 yang tujuannya adalah mendorong pankreas untuk membuat insulin dan menurunkan gula darah sebelum dan setelah makan. Namun setelah mengonsumsi obat ini efek sampingnya adalah hypoglicemia atau gula darah menjadi rendah.

Metformin

Obat ini berfungsi untuk meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin yang dihasilkan. Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari konsumsi obat ini adalah mual serta diare.

Alpha-glucosidase inhibitors

Obat ini digunakan untuk memperlambat penyerapan karbohidrat dan membantu menurunkan kadar glukosa setelah makan besar. Untuk berhati-hati obat ini juga memiliki efek samping seperti perut yang kembung dan gas di dalam perut.

Colesevealm

Secara umum obat ini berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa dan meningkatkan kerja sistem pencernaan. Efek samping dari konsumsi obat ini adalah hearthburn, perut terasa kembung dan membengkak serta konstipasi.

Glinides

Terakhir, obat ini digunakan untuk menstimulasi pankreas agar mengeluarkan insulin setelah makan besar dengan begitu glukosa darah setelah makan akan menjadi lebih baik. Efek sampingnya adalah obat ini akan menyebabkan hypoglicemia.

Sebelum benar-benar menggunakan obat ini sebaiknya kembali lagi konsultasikan dengan dokter diabetes terpercaya. Jika efek sampingnya terlalu parah segera laporkan dan minta agar obat tersebut disesuaikan kembali.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resep-obat-diabetes-herbal-dengan-dandelion-tea/