YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes

Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes

Indeks glikemik (IG) adalah sebuah skala pengukuran seberapa cepat kandungan karbohidrat pada makanan dapat diproses oleh tubuh. Sebagai gambaran, semakin tinggi skala IG suatu jenis makanan, maka semakin cepat pula kandungan karbohidratnya akan diproses oleh tubuh dan itu artinya akan semakin cepat mempengaruhi kadar gula dalam darah. Begitu pula sebaliknya, bila semakin rendah skala IG suatu jenis makanan, maka akan semakin lambat pula kandungan karbohidrat dari makanan tersebut akan diproses oleh tubuh kita.

Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes
Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes
Lalu dapatkah indeks glikemik dijadikan acuan dalam konsumsi makanan harian para penderita diabetes?

Tahukah anda bahwa IG suatu jenis makanan tidak akan selalu sama nilainya? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan IG tersebut. Faktor tersebut antara lain :

Cara pengolahan makanan
Bagaimana anda mengolah suatu jenis makanan akan berpengaruh pada IG makanan tersebut. Misalkan seperti semakin lama anda memasak mie atau pasta, maka semakin tinggi pula indeks glikemiknya.

Tingkat kematangan makanan
Tingkat kematangan pada buah sangat mempengaruhi tinggi rendahnya indeks glikemik dari buah tersebut. Semakin matang dan semakin manis suatu buah, maka semakin tinggi pula indeks glikemik nya

Campuran makanan lain
Tahukah anda bahwa ternyata mencampur beberapa jenis makanan itu bukan berarti skala indeks glikemik juga akan ikut meningkat?

Selain dari hal-hal tersebut di atas, kondisi tubuh juga sedikit lebih banyak berpengaruh terhadap bagaimana tubuh akan mencerna dan bereaksi terhadap karbohidrat yang masuk. Kondisi yang mempengaruhi tersebut antara lain : umur, kegiatan fisik dan metabolisme tubuh anda sendiri.

Secara sederhana, IG hanya dijadikan sebagai salah satu acuan saja tanpa menghilangkan dasar acuan yang lain dalam menghadapi diabetes, khususnya dalam hal diet diabetes. Jadi, jangan jadikan IG suatu makanan menjadi satu-satunya acuan anda dalam melakukan diet diabetes.

Selalu usahakan agar diet secara seimbang tanpa menghilangkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsultasikan mengenai diet anda kepada dokter atau ahli gizi anda.

Semoga bermanfaat.

Terapi Diabetes dengan Aneka Jus Buah

Tips – Terapi diabetes dengan aneka jus buah
terapi diabetes dengan aneka jus buah
terapi diabetes dengan aneka jus buah

Bagi anda penderita diabetes, memang tidak bisa sembarangan makan makanan yang tersedia. Anda harus benar-benar menjaga pola makan dan pola hidup. Olah raga secara teratur, cukup istirahat dan mengelola stress merupakan beberapa jenis terapi diabetes yang wajib anda jaga. Dalam artikel ini, kami mencoba memberikan beberapa resep terapi diabetes dengan aneka jus buah.

DalamTerapi diabetes dengan aneka jus buah, jumlah gra m per porsi bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing diabetasi, karena untuk setiap diabetasi memiliki “keunikannya” sendiri. Untuk anda yang mengalami komplikasi karena diabetes, mungkin akan berbeda kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi. Untuk itu, sangat disarankan agar melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebuh dahulu.

Apel, Strawberry dan Sirsak
150 gram apel
100 gram strawberry
100 gram sirsak
Air dan es batu secukupnya

Campur dan blender semua bahan tersebut di atas.

Jambu Biji dan Rosella
200 gram jambu biji merah
60 gram/10 kelopak bunga rosella segar
1 sdt madu
Air dan es batu secukupnya

Campur dan blender semua bahan tersebut di atas.

Apel dan Lidah Buaya
150 gram tomat
100 gram apel
100 gram lidah buaya
1 buah jeruk nipis, ambil airnya

Campur dan blender semua bahan tersebut di atas.

Rosella dan Apel
6 kelopak bunga rosella segar
1 buah apel
garam secukupnya
jeruk nipis, peras secukupnya
gula nonkalori secukupnya
200ml air matang secukupnya

Campur dan blender semua bahan tersebut di atas.

Buah Naga
buah naga, cukup setengahnya
1 buah apel
jeruk nipis, peras secukupnya
gula nonkalori secukupnya

Campur dan blender semua bahan tersebut di atas.

Rosella dan Belimbing
3 kelopak bunga rosella segar
200 ml air matang
setengah dari buah belimbing
1 buah apel
garam secukupnya
gula nonkalori secukupnya

Campur dan blender semua bahan tersebut di atas.

Demikianlah beberapa jenis buah yang dapat dikombinasikan menjadi jus, dapat digunakan sebagai terapi bagi penderita diabetes. Konsultasikan asupan nutrisi anda dengan dokter pribadi anda atau dengan ahli gizi.

Semoga bermanfaat

YAKON – KEMBALI SEHAT, KEMBALI BAHAGIA

YAKON – KEMBALI BAHAGIA 

Yakon - Kembali Bahagia
Andjarwati N.Basundoro

Andjarwati N.Basundoro

Kebahagiaan adalah hak setiap mahluk Tuhan di atas muka bumi ini. Kebahagian bisa berasal dari mana saja. Setiap mahluk juga bisa merasa bahagia dengan cara yang berbeda. Dalam segala kondisi kehidupan, selalu ada sisi bahagia di situ.Tinggal bagaimana mahluk tersebut menyikapi rasa bahagianya.

Persepsi bahagia bagi setiap individu berbeda-beda. Hal ini mempengaruhi individu tersebut dalam menyikapi arti sebuah rasa bahagia. Beberapa individu mungkin akan merasa bahagia jika dia memiliki materi yang berlimpah. Ada seloroh dari beberapa orang, yang mungkin kebanyakan dari kita juga mengamininya. Yaitu kebahgiaan dari materi yang berlimpah, sifatnya tidak akan kekal. Bagiama hidup dengan harta materi yang banyak tetapi kita diserang sakit atau mengidap penyakit? Nah..

Beberapa dari kita merasa kesehatan adalah salah satu sumber dari rasa bahagia yang tidak ternilai harganya. Berbicara tentang kesehatan, banyak sekali anjuran tertulis maupun lisan bahwa kesehatan harus di jaga. Kesehatan adalah harta kekayaan yang tidak terhingga yang di anugerahkan Tuhan kepada mahluknya, khususnya manusia.

Bagaimana jika kita tiba-tiba terkena diabet? 

Salah satu penyakit yang kini menjadi keresahan khalayak adalah diabetes mellitus atau kencing manis. Penderita penyakit ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Lewat sebuah laporan penting, WHO memperingatkan kasus penyakit ini meningkat empat kali dari 108 juta di tahun 1980 menjadi 422 juta orang di tahun 2014.

Sudah banyak tulisan atau rujukan yang membahas tentang penyakit satu ini. Baik itu seputar penyakit, pencegahan ataupun pengobatannya. Memang penyakit ini tidaklah secara langsung mengakibatkan kematian. Tetapi penyakit ini berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi yang ditimbulkan dari serangan penyakit ini akan mengantar pada kematian.

Diabetes, salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan salah satu organ tubuh manusia ini bukannya tidak bisa kita hindari. Pencegahan utama jelas datang dari diri kita sendiri. Individu yang dari awal sadar diri akan kesehatan dan berusaha menerapkan pola hidup sehat, kemungkinan besar akan bisa terhindar dari penyakit ini. Seperti apa pola hidup sehat itu. Secara sederhana, dengan makan makanan sehat, tidur teratur, olahraga teratur.

Sudah banyak pakar kesehatan yang membahas tentang hal ini, kita bisa mengaksesnya di laman-laman popular,  media social dsb. Bahkan ada laman atau web yang secara khusus mengulas tentang pola hidup sehat dan yang berhubungan dengan itu.

Bagaimana jika kita sudah terlanjur terkena penyakit ini?

Sebelum abad ke 20 penyakit ini banyak menyerang individu di atas usia 50 th. Tetapi seiring kemajuan jaman, justru penyakit ini sudah menyerang individu di usia muda. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan pada usia anak-anak.

Penelitian-penelitian terus dilakukan untuk menanggulangi penyakit ini. Baik itu secara medis maupun non medis atau herbal. Selain menggunakan obat kimia ada berbagai macam tanaman dan ramuan jamu sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia yang dipercaya dapat menstabilkan kadar gula darah.

Salah satu tanaman yang dipercaya dapat menstabilkan kadar gula darah adalah daun yakon. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hady Anshory ini diyakini memiliki kandungan yang berkhasiat menstabilkan gula darah secara efektif dan efisien.

Yakon

Adalah Hady Anshory, seorang dosen farmasi UII Yogyakarta, yang melakukan uji ilmiah tentang yakon pada tahun 2011. Dari hasil uji ilmiah ini menyatakan ekstrak daun yakon (Smallantus sonchifolius) memiliki fungsi menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki sel beta pankreas pada penderita diabet.

Yakon - Kembali Sehat, Kembali Bahagia
Yakon – Kembali Sehat, Kembali Bahagia

Nah, dari hasil penelitian ini ditindak lanjuti menjadi sebuah produk bernama Ekstrak Yaccon Plus oleh PT. Natura Alam Persada Yogyakarta. Ini jadi harapan baik bagi masyarakat, bahwa ada alternatif pengobatan kencing manis dengan daun yakon. Bahkan masyarakat dimudahkan dalam konsumsinya dengan produk jadi dari ekstrak daun yakon ini dalam bentuk kapsul dan teh celup.

Produk herbal yang dijamin 100% alami ini dikombinasi dengan daun meniran dan daun sambiloto. Daun meniran (Phyllantusniruni) ditujukan untuk meningkatkan system imun tubuh sehingga penderita diabet tidak mudah terserang komplikasi penyakit terutama infeksi luka. Kasus yang sering terjadi pada penderita diabet. Sementara daun sambiloto (Andrographispaniculata) adalah tanaman purba yang sangat terkenal lama berperan membantu menurunkan gula darah. Dari ketiga daun ini akan bersinergi membantu menurunkan gula darah.

Sedangkan dalam bentuk teh, komposisi dikombinasi dengan daun meniran dan jahe. Selain untuk memberikan sensasi yang harum dan hangat, jahe juga berperan untuk meningkatkan dan menjaga stamina tubuh.

Oleh karena itu, para penderita diabet, masyarakat luas marilah kita raih kembali kebahagian hidup seperti belum terkena diabet dengan obat alternatif ini. Dari berbagai testimoni, sudah banyak yang membuktikan  sendiri daun memiliki efek yang sangat bagus. Dari efek-efek positif yang dirasakan tubuh setelah mengkonsumsi yakon perasaan bahagia akan hadir dan semangat hidup akan menyala kembali.

Salam Yakon

TIPS – CERDIKK MENGATASI DIABETES

TIPS - CERDIKK MENGATASI DIABETES
TIPS – CERDIKK MENGATASI DIABETES

artikel kali ini adalah Tips CERDIKK MENGATASI DIABETES. Sudah pada tahu kan? Di tahun 2014, Indonesia menduduki peringkat ke 5 sebagai negara dengan pengidap diabet di dunia,, dengan lebih dari 9 juta orang penderita. Yang lebih mengerikan, 70% diabetasi tidak menyadari bahwa dirinya mengidap diabetes. Jangan sampai anda menjadi salah satunya.

Sudah lumayan sering saya mengulang-ulang informasi mengenai hal tersebut. Dan tak bosan juga saya terus mengulanginya. Hal itu bukan tanpa alasan. Alasannya adalah keprihatinan saya akan kondisi tersebut, sekaligus mengingatkan anda agar waspada dengan “silent killer” yang satu ini (DiabetesMellitus)

Gunakan Trik CERDIKK MENGATASI DIABETES untuk menanggulangi diabetes. Apa sih maksudnya CERDIKK?

Ini dia tips cerdikk mengatasi diabetes :

Cek kesehatan secara berkala

Rutin dalam melakukan pengecekan kesehatan dapat mendeteksi segala permasalahan yang mungkin timbul, sehingga dapat ditanggulangi atau ditangani lebih dini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Selalu konsultasikan hasil test kesehatan anda dengan dokter anda.

Enyahkan asap rokok

Anda pasti tahu kan dengan slogan “Merokok tak hanya menyebabkan gangguan kesehatan berupa kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.”?

Tapi tahukah anda bahwa merokok juga dapat meningkatkan resiko serangan diabetes sampai sebesar 61%? Selain itu, merokok pada pengidap diabetes juga akan memperburuk komplikasi diabetes. Zat-zat yang terkandung dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah yang mengakibatkan komplikasi tekanan darah tinggi dan stroke. Selain itu, merokok juga menjadi salah satu penyebab peradangan. Jika peradangan terjadi pada pengidap diabetes dan sulit diatasi akan beresiko amputasi.
Jadi, masih merokok?

Rajin aktifitas fisik

Olahraga atau aktifitas yang menggunakan kekuatan fisik sangat disarankan bagi diabetasi. Berdasarkan penelitian, olahraga ataupun aktifitas fisik selain dapat mengontrol berat badan juga dapat mengontrol kadar gula darah pada level normal. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah kadar gula darah anda sebelum berolahraga, waktu yang tepat, jenis olahraga yang tepat, peralatan yang tepat, serta tetap terhidrasi. Konsultasikan beberapa hal tersebut dengan dengan dokter anda.

Diet sehat dan seimbang

Diet untuk diabetes bukan berarti tidak boleh makan “yang manis-manis”. Diabetasi tetap perlu asupan karbohidrat masuk ke tubuhnya. Hanya saja jumlah konsumsi yang perlu diperhatikan. Sangat disarankan untuk mengganti sumber karbohidrat biasa dengan sumber karbohidrat komplek. Karbohidrat komplek memerlukan waktu yang lebih lama untuk diurai dan diserap oleh tubuh, sehingga tidak menyebabkan kadar gula naik secara drastis. Konsultasikan diet diabetes anda dengan ahli gizi, karena kebutuhan akan nutrisi setiap orang berbeda-beda.

Istirahat Cukup

Poin ke 5 ini akan berkaitan dengan poin sesudahnya, Tidur atau istirahat yang cukup membantu anda mengendalikan stress, dimana stress merupakan salah satu pemicu dari naiknya kadar gula darah pada diabet maupun prediabetes. Dengan tidur yang cukup, metabolisme tubuh akan berjalan dengan baik. Dimana hal ini berpengaruh pada proses kontrol gula darah oleh tubuh itu sendiri.

Kelola Stres

Senada dengan point sebelumnya, stress meningkatkan resiko mengidap penyakit ini sebesar 45%. Ketika stres, jumlah hormon serotonin akan berkurang. Hal tersebut mempengaruhi kinerja kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin. Jadi, kelola stress anda untuk mengatur kadar gula darah anda.

Konsumsi herbal alami untuk mengontrol gula darah

Bukan hanya negara cina saja, namun Indonesia juga dikenal karena khasiat herbalnya. Dalam hal ini herbal jamu. Beberapa herbal dikenal baik untuk diabetes. Namun berhati-hatilah dalam memlih produk-produk yang bertebaran di pasaran. Pastikan anda pilih produk herbal yang tepat.

Semoga bermanfaat.

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-Peptide

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-PeptideCara mengetahui tipe diabetes anda dengan lebih akurat adalah dengan melakukan Uji C-Peptide. Mengapa kita perlu mengetahui tipe diabetes yang kita miliki? Tipe diabetes seseorang perlu diketahui karena hal itu akan menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana penanganannya. Hal ini dikarenakan untuk setiap tipe diabetes, akan berbeda cara penanganannya. Dengan mengetahui tipe diabetes anda, maka kemungkinan kesalahan dalam penanganan sehari-hari dapat dihindari.

Ada kekeliruan dalam masyarakat kita pada saat ini megenai tipe-tipe diabetes. Ada beberapa yang menyatakan terbagi menjadi diabetes tipe basah dan diabetes tipe kering. Faktanya, dalam dunia medis tidak mengklasifikasikan diabetes dengan tipe basah dan kering seperti yang disebutkan sebelumnya. Secara medis, tipe diabetes dibagi menjadi : Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Diabetes tipe 3 atau MRDM (Malnutrition Related Diabetes Mellitus), Diabetes tipe 4 atau Gestasional Diabetes Mellitus.

Selain keempat tipe di atas, ada juga diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya. Misalnya penyakit liver atau hati. Untuk tipe-tipe diabetes, telah dibahas dalam artikel lain. untuk lebih dalamnya, mengenai tipe tersebut, silahkan cek DI SINI.

Baca juga :

Cara Mengetahui Tipe Diabetes dengan Uji C-Peptide

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui tipe diabetes adalah dengan melakukan pemeriksaan C-peptide. Yang dimaksud dengan pemeriksaan C-Peptide adalah pengukuran kadar C-Peptide dalam darah dan urin. C-peptide merupakan produk sampingan dr pankreas ketika memproduksi insulin. Kadar dari C-peptide berbanding lurus dengan produksi insulin. Pada umumnya, ketika kadar C-Peptide tinggi, maka itu artinya insulin yg diproduksi pankreas juga tinggi. Begitupun sebaliknya apabila kadar C-peptide rendah, maka produksi insulin pun juga rendah. Namun pada pengidap diabetes, kemungkinan besar akan memiliki kadar yang berbeda. Hal inilah yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menentukan tipe diabet yang diidap oleh pasien.

Secara medis, pemeriksaan C-peptide tidak hanya digunakan untuk mengetahui tipe diabetes saja, namun juga membantu dalam diaknosa lainnya. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari pemeriksaan C-peptide.

  1. Diagnosis Hipoglikemia;
  2. Membantu dalam klasifikasi DM;
  3. Penentuan fungsi sel beta dalam kondisi DM;
  4. Evaluasi kelengkapan proses pankreatektomi.

Persiap Diri

Untuk melakukan test C-Pepsida, biasanya pasien membutuhkan persiapan-persiapan khusus. Persiapan tersebut akan dapat berbeda untuk setiap kasus yang ada. Hal tersebut tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia dan alasan melakukan pemeriksaan C-Pepsida. Anda mungkin akan diminta untuk berpuasa sebelum melakukan pemeriksaan tersebut. Anda juga mungkin akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat yang biasa anda gunakan. Untuk lebih jelasnya, konsultasikan dengan dokter anda mengenai persiapan yang diperlukan apabila anda akan melakukan pemeriksaan ini.

Cara mengetahui tipe diabetes dengan menganalisa Hasil Uji C-Peptida

Informasi berikut hanya berfungsi sebagai panduan. Selalu konsultasikan dengan dokter anda untuk mendapatkan hasil yang tepat tentang kondisi diabetes anda.

Hasil Pemeriksaan C-Peptida dapat digolongkan dalam tiga klasifikasi, yaitu:

Normal
Kisaran normal untuk pemeriksaan C-peptida adalah 0,51-2,72 nanogram per mililiter (ng/mL). Kisaran ini juga dapat dinyatakan sebagai 0,17-0,90 nanomoles per liter (nmol/L).

Rendah
– Kadar C-Peptida yang rendah dan kadar gula darah yang tinggi dapat menjadi indikasi diabetes tipe 1.
– Kadar C-Peptida dan glukosa darah yang rendah dapat menjadi indikasi penyakit hati atau liver, infeksi berat, atau penyakit Addison.

Tinggi
Kadar C-peptida yang tinggi dengan kadar gula darah yang rendah dapat menjadi indikasi dari resistensi insulin, diabetes tipe 2. Atau disebut juga sindrom Cushing. Kadar C-peptida yang tinggi tetapi kadar glukosa darah yang rendah, mungkin juga sebagai akibat dari insulinoma (tumor pankreas). Kecuali apabila pengaruh obat penurun kadar gula darah.

Sekian artikel kali ini. Apapun tipe diabetes yang anda miliki, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan gaya hidup sehat. Hindari rokok, alkohol serta junkfood. Mulailah mengatur pola makan dan asupan nutrisi anda sesuai dengan kebutuhan anda sendiri. Rajin berolahraga dapat menjaga vitalitas tubuh anda. Hindari stress karena hanya akan menambah situasi tidak baik untuk anda. Tetap semangat dan seringlah berkumpul dengan keluarga.

Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya : 

Penyakit Diabetes Bisa Disembuhkan Seutuhnya..?

Penyakit Diabetes bisa disembuhkan setelah para ilmuwan menemukan bahwa gumpalan beracun dari sel berhenti memproduksi hormon insulin.

Para ilmuwan di Universitas Manchester telah menemukan bahwa penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2 didorong oleh mekanisme dasar yang sama. Temuan menunjukkan bahwa kedua bentuk terjadi ketika amylin hormon mulai mengumpul, sel sekitarnya, dan mencegah mereka dari memproduksi insulin.

Insulin adalah penting untuk memindahkan gula dari aliran darah ke otot dan jaringan lemak untuk menyediakan energi. Tapi terlalu sedikit insulin memungkinkan tingkat berbahaya glukosa untuk membangun dalam darah, menyebabkan kerusakan pada jantung ginjal, mata dan saraf.

Namun temuan baru bisa membuka jalan dengan obat diabetes yang menghentikan amylin build-up di tempat pertama atau membubarkan rumpun yang sudah ada.

Lebih dari tiga juta orang di Inggris telah didiagnosis penyakit diabetes, dengan angka diperkirakan lima juta orang pada tahun yang akan datang. Sebagian besar penderita (85 persen) memiliki penyakit diabetes tipe 2, yang terkait dengan obesitas, pola makan yang buruk dan gaya hidup menetap. Lebih dari 70.000 kematian per tahun terjadi di antara mereka yang menderita kondisi – satu dari tujuh dari seluruh kematian.

Diabetes tipe 1 pada umumnya tidak dapat disembuhkan. Penyakit Diabetes yang biasanya dimulai di usia anak-anak ini disebabkan oleh tidak diproduksinya insulin karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas (disebut sel beta) yang menghasilkan insulin. Penderita diabetes tipe 1 harus menyuntikkan insulin secara rutin agar bertahan hidup.

Sebaliknya, penyakit diabetes tipe 2 bisa disembuhkan asalkan belum terlanjur parah. Penyembuhan diabetes lebih dikenal sebagai pembalikan (reversing), yaitu membalikkan perkembangan penyakit ke posisi sebelum diabetes. Istilah pembalikan ini lebih disukai daripada penyembuhan karena diabetes tipe 2 adalah penyakit progresif, yang semakin lama semakin parah bila tidak dikelola. Selain itu, penyakit ini bukan disebabkan oleh suatu infeksi atau penyebab tertentu yang bisa diobati lalu kemudian sembuh total. Diabetes tipe 2 bisa diibaratkan seperti istri atau suami yang pencemburu. Dia akan selalu setia menemani Anda dan akan “rewel” minta perhatian apabila Anda tidak menjalani hidup sesuai kemauannya!

Bagaimana diabetes 2 berkembang?

Sebelum membahas bagaimana cara membalikkan diabetes tipe 2, mari kita pahami bagaimana diabetes tipe 2 berkembang. Penyebab paling umum dari diabetes tipe 2 adalah kelebihan berat badan, yang umumnya mengikuti pola lingkaran setan sbb:

  • Anda terbiasa mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, lemak jenuh dan lemak trans, namun rendah serat, vitamin dan mineral.
  • Asupan karbohidrat tinggi menyebabkan tubuh memacu produksi insulin yang berperan untuk memasukkan gula dalam darah sebagai sumber makanan ke dalam sel-sel.
  • Kelebihan karbohidrat disimpan sebagai lemak di sekitar perut, termasuk di sekitar liver dan pankreas.
  • Kadar insulin yang terus tinggi dan timbunan lemak menyebabkan sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin (diperlukan insulin lebih besar untuk memasukkan jumlah gula yang sama ke sel-sel tubuh).
  • Resistensi insulin menyebabkan lonjakan kadar gula, terutama setelah makan.
  • Pankreas memproduksi lebih banyak lagi insulin untuk mengatasi lonjakan kadar gula darah.
  • Kadar gula yang tinggi di dalam darah menyebabkan perasaan lesu dan kadar insulin tinggi menyebabkan rasa lapar.
  • Rasa lesu membuat malas beraktivitas dan rasa lapar sering mendorong makan berlebihan.
  • Kurang aktivitas dan terlalu banyak makan menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan resistensi insulin lebih lanjut.
  • Sel-sel pankreas yang terus-menerus digenjot untuk memproduksi insulin ekstra akhirnya akan kelelahan dan kemudian rusak.
  • Kelelahan dan kerusakan sel-sel pankreas ini menyebabkan produksi insulin menurun, dan kadar gula darah meningkat tajam, yang menyebabkan gejala diabetes  seperti rasa lelah, haus, dan sering buang air kecil.

 

Ingat bahwa meskipun kelebihan berat badan berkaitan erat dengan pengembangan diabetes tipe 2, tidak semua orang memiliki toleransi yang sama. Ada orang yang mengalami diabetes setelah BMI di atas 40, ada pula yang sudah timbul diabetesnya dengan BMI 25.

Memutus siklus perkembangan diabetes tipe 2

Untuk membalikkan perkembangan diabetes, Anda harus memutus siklus di atas dengan beberapa langkah sbb:

  • Pilih makanan yang ramah diabetes

Yaitu yang tidak mengandung banyak karbohidrat dan karbohidratnya lebih lambat diserap oleh tubuh. Semakin sedikit karbohidrat yang Anda makan, semakin sedikit insulin yang tubuh Anda perlukan. Demikian pula, semakin lambat karbohidrat  diserap, semakin santai kerja pankreas untuk memasok insulin. Cepat lambatnya karbohidrat dari suatu makanan diserap ke dalam darah diukur dengan apa yang disebut indeks glikemik.  Sebagai pedoman mudah, pilihlah makanan yang tinggi serat, kaya buah-buahan dan sayuran berwarna-warni, dan rendah gula dan tepung. 

Batasi porsi nasi putih Anda, kalau bisa gantilah dengan nasi beras merah atau ubi-ubian berserat. Hindari makanan yang mengandung tepung putih seperti roti, sereal dan kue-kue. Begitu pula semua makanan yang mengandung sirup fruktosa, pemanis buatan (aspartam, sorbitol , dll),  dan minyak terhidrogenasi (yang menjadi asam lemak trans dalam aliran darah), seperti kebanyakan kerupuk, keripik  dan keju olahan.

Atur waktu makan Anda

Pilih makanan yang kaya protein untuk sarapan Anda setiap hari, seperti telur, susu kedelai, tahu dan tempe. Ambil kudapan ramah diabetes setiap 4 jam untuk menjaga kadar insulin dan glukosa darah normal dan mencegah lonjakan glukosa karena “makan besar” Anda terlalu banyak. Selesaikan makan setidaknya 2 – 3 jam sebelum tidur.

Olah raga secara teratur

Lakukan latihan aerobik 30-60 menit, 5- 6 kali seminggu. Latihan Anda harus cukup intensif sehingga mencapai target denyut jantung latihan yang disarankan.Olahraga dan aktivitas fisik akan membakar lemak dan menurunkan resistensi insulin. Selain itu, tentu saja, juga baik untuk kesehatan Anda secara umum.

Kelola stres

Stres berperan besar dalam ketidakseimbangan gula darah. Stres dapat memicu resistensi insulin, meningkatkan berat badan, meningkatkan peradangan, dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes . Jadi sangat penting untuk mengelola stres dengan berbagai teknik seperti beribadah, pijat, latihan pernapasan, menikmati hobi, dll.

Gunakan obat jika diperlukan

Sejumlah obat dapat membantu membalikkan diabetes. Ada beberapa jenis obat-obatan  untuk diabetes, masing-masing dengan efek berbeda. Kadang-kadang dokter meresepkan obat kombinasi.  Obat kelas biguanida seperti metformin berkhasiat meningkatkan sensitivitas insulin. Obat kelas sulfonilurea seperti Glibenklamida berkhasiat merangsang produksi insulin oleh pankreas. Obat-obatan ini dapat berdampak buruk dalam jangka panjang sehingga pemberiannya harus dengan pengawasan dokter.