Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes
Indeks glikemik (IG) adalah sebuah skala pengukuran seberapa cepat kandungan karbohidrat pada makanan dapat diproses oleh tubuh. Sebagai gambaran, semakin tinggi skala IG suatu jenis makanan, maka semakin cepat pula kandungan karbohidratnya akan diproses oleh tubuh dan itu artinya akan semakin cepat mempengaruhi kadar gula dalam darah. Begitu pula sebaliknya, bila semakin rendah skala IG suatu jenis makanan, maka akan semakin lambat pula kandungan karbohidrat dari makanan tersebut akan diproses oleh tubuh kita.

Lalu dapatkah indeks glikemik dijadikan acuan dalam konsumsi makanan harian para penderita diabetes?
Tahukah anda bahwa IG suatu jenis makanan tidak akan selalu sama nilainya? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan IG tersebut. Faktor tersebut antara lain :
Cara pengolahan makanan
Bagaimana anda mengolah suatu jenis makanan akan berpengaruh pada IG makanan tersebut. Misalkan seperti semakin lama anda memasak mie atau pasta, maka semakin tinggi pula indeks glikemiknya.
Tingkat kematangan makanan
Tingkat kematangan pada buah sangat mempengaruhi tinggi rendahnya indeks glikemik dari buah tersebut. Semakin matang dan semakin manis suatu buah, maka semakin tinggi pula indeks glikemik nya
Campuran makanan lain
Tahukah anda bahwa ternyata mencampur beberapa jenis makanan itu bukan berarti skala indeks glikemik juga akan ikut meningkat?
Selain dari hal-hal tersebut di atas, kondisi tubuh juga sedikit lebih banyak berpengaruh terhadap bagaimana tubuh akan mencerna dan bereaksi terhadap karbohidrat yang masuk. Kondisi yang mempengaruhi tersebut antara lain : umur, kegiatan fisik dan metabolisme tubuh anda sendiri.
Secara sederhana, IG hanya dijadikan sebagai salah satu acuan saja tanpa menghilangkan dasar acuan yang lain dalam menghadapi diabetes, khususnya dalam hal diet diabetes. Jadi, jangan jadikan IG suatu makanan menjadi satu-satunya acuan anda dalam melakukan diet diabetes.
Selalu usahakan agar diet secara seimbang tanpa menghilangkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsultasikan mengenai diet anda kepada dokter atau ahli gizi anda.
Semoga bermanfaat.
