Gaya hidup dan obat diabetes

Menurut penelitian dari Diabetes Prevention Program Research Group perubahan gaya hidup mampu menurunkan diabetes 58 persen dibandingkan obat diabetes metformin sendiri. Obat diabetes  metformin jika digunakan sendiri hanya akan mengurangi diabetes sebanyak 31 persen. Ditambah lagi mengubah gaya hidup tidak memberi efek samping seperti penggunaan obat diabetes dalam jangka panjang. Konsumsi obat ditambah dengan kontrol nutrisi dan olahraga rutin adalah cara terbaik untuk mengatasi diabetes. Selain itu ada beberapa strategi dalam mengubah gaya hidup dan obat diabetes yang dapat dicoba untuk membantu menjaga gula darah tetapi terkontrol.

 

Mengurangi alkohol

Salah satu gaya hidup yang harus mulai diubah adalah mengurangi konsumsi alkohol yang biasanya diminum. Mengurangi alkohol membantu liver untuk mengolah gula dengan lebih baik dan menjaga gula darah tetap pada level aman. Pada dasarnya memasukan terlalu banyak pekerjaan pada liver membuat liver harus membuat prioritas pekerjaan terlebih dahulu karena tak dapat mengerjakan semuanya sekaligus. Dan memetabloisme alkohol biasanya menjadi penyebab naiknya insulin serta kadar glukosa.

Cuka apel sebelum makan

Sebelum maka, campurkan satu hingga dua sendok makan cuka apel pada segelas air lalu minumlah. Zat asam dalam cuka akan memecah enzim yang mencerna tepung pada karbohidrat. Yang artinya tepung tersebut tidak akan dicerna atau menjadi gula, dan glukosa darah dapat bertahan pada kadar rendah. Penelitian yang banyak dilakukan terhadap pengaruh cuka apel menyebutkan bahwa mengonsumsi cuka apel sebelum makan akan mengurangi kadar glukosa setelah makan dan kadar insulin.

Suplemen pare

Gunakanlah pare sebagai obat diabetes dalam bentuk suplemen. Suplemen pare mengandung anti-diabetes alami yang terdiri dari charantin, polypeptide-p dan vicine yang akan membantu menjauhkan diabetes tipe 2 dari tubuh. Pare tidak hanya terkenal untuk mengontrol kadar gula darah tetapi juga tekanan darah agar tetap normal.

Aspirin dosis rendah

Mengonsumsi 81 mg aspirin perhari dapat membantu mencegah pembentukan lemak darah yang merupakan penyebab serangan jantung serta stroke. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa aspirin membantu mencegah serangan jantung dan stroke bahkan pada mereka yang telah memilikinya. Karena pasien diabetes beresiko mengalami serangan jantung dan stroke, asosiasi ahli jantung Amerika merekomendasikan terapi aspirin ini pada pasien diabetes.

 

Baca juga: http://yakon.co.id/tips-hidup-sehat-bersama-diabetes-dan-obat-diabetes/